• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

[Umum] Kumpulan Humor Pendek dari cotutgaul :D

Hahaha..
Cotut..
Lama ga mampir neh..
/gg/gg/gg
Nice..
ADa tapi nya...







Koq banyakan Gusdur ya ? /heh/heh/heh
 
back /heh/heh

Partai Menjemur Celana

Suatu ketika Gus Dur yang didampingi isterinya pergi ke suatu daerah untuk meresmikan sebuah proyek. Dalam rombongan juga ada Nur Mahmudi Ismail, mantan Ketua Umum Partai Keadilan (PK), yang saat itu menjabat sebagai menteri kehutanan dan perkebunan.

"Isteri saya bilang, "Suami saya PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), dan Pak Nur Mahmudi PK-tok' (hanya PK, tanpa ada tambahan huruf lain)," ujar Gus Dur kepada Nur Mahmudi dalam perjalanan itu. Nur Mahmudi hanya tersenyum kecil, dan belum paham betul ke mana arah cerita Gus Dur.

Lalu, lanjut Gus Dur, saya bilang sama isteri saya nestinya ditambah sati P lagi.

"Maksudnya?" tanya Bu Sinta kepada suaminya
"Lha iya, jadi PPK-tok," sahut Gus Dur nyengir, sambil menoleh ke arah Nur Mahmudi. Kali ini Nur Mahmudi pun bisa ketawa, karena mengerti maksudnya.

PP (baca: pepe) dalam bahasa Jawa berarti menjemur. Katok adalah celana. Jadi jelas: PPK-tok (pepe katok) itu artinya partai menjemur celana. (ahm)


Kebingungan Wimar Witoelar

Siapa tak kenal dengan Wimar Witoelar? Penampilannya khas: badan tambun, kacamata tebal yang tampak kekecilan dan, ini yang paling mengesankan, rambutnya kribo. Dialah koordinator tim jurubicara presiden ketika Gus Dur masih menjabat. Dia ditunjuk karena paling senior dan paling karib dengan Gus Dur.

Selain itu Wimar gigih membela Gus Dur, dengan menguraikan penjelasan-penjelasan yang cerdik atas pernyataan-pernyataan Gus Dur yang sering membingungkan.

Dia tahu bahwa dengan berperan begitu, makin banyak saja orang yang tak suka dengan dirinya. Misalnya, pada sebuah stasiun TV swasta memberitakan bahwa dia meninggal dunia. Padahal, Wimar bukan meninggal, tapi meninggalkan rumah sakit setelah dirawat beberapa hari karena serangan jantung. Bagaimanapun posisinya mengharuskan dia "pasang badan" demi Gus Dur.

Nah, kalau masyarakat bingung dengan pernyataan Gus Dur, sebenarnya Wimar sendiri tak kalah bingungnya. Kebingungan ini sudah sangat dirasakan-nya sejak sebelum dia diangkat menjadi ketua juru bicara presiden. Wimar pernah menulis "kritik dan saran" yang cukup gamblang di Harian Ibukota, ditujukan kepada orang yang kemudian menjadi "bos"-nya itu.

Dia antara lain menulis bahwa di mata publik, Presiden Wahid membuang bola terus, menyia-nyiakan legitimasi. "Kalau anak orang kaya menghambur-hamburkan dukungan rakyat. Bukan karena terlalu banyak pembisik, tetapi karena terlalu sedikit orang yang memberikan fakta yang pahit."

Dia minta supaya Gus Dur menunjukkan "empati kepada pendukung Anda yang kritis, bukan pada yang cari muka, cari untung, atau cari kesempatan." Lalu. "Mohon Gus Dur menilai orang dari track record dari referensi masyarakat, bukan dari betapa manisnya mereka mencari muka"

Wimar juga mendesak supaya Gus Dur menghapus KKN di kalangan orang-orang dekatnya sendiri. Namun ia mengaku bahwa hal ini susah, karena menyangkut kawan lama Gus Dur , jadi susah cari bukti dan ukuran. "Begini saja" tulis Wimar, "usahakan supaya orang dekat Anda putih bersih dari apa pun yang bisa dipresepsikan sebagai KKN. Mobil baru, seirng jalan-jalan, sanak keluarga yang dagang tak jelas, jenis pergaulan. Yang menentukan adalah presepsi orang, hindarilah salah sangka."

Kemudian sampailah Wimar pada permintaan utamanya: "Tolong sekali-kali bilang, apa yang Anda mau, Gus Dur. Jangan terus-terusan bicara yang membingungkan. Sekali boleh provokatif, untuk mengacaukan lawan. Tetapi lama-lama yang kacau malah kawan, sedangkan lawan berjalan dengan agenda sendiri. Cobalah atur komunikasi publik yang moderen, karena jabatan kepresidenan adalah jabatan yang moderen."

Barangkali berkat saran terakhirnya itulah Wimar, yang memang ahli public relations, mendapat jabatan tingginya di Istana Presiden. Tapi, ya itu tadi: Tampaknya kebingungan Wimar Witoelar mungkin bukan berkurang, malah bertambah. Malah kini dia makin repot: sudah bingung, masih harus menjelaskan pula kepada rakyat lewat pres. (ahm)

Kaum Almarhum Tak Punya Kepentingan

Meminta nasihat kepada kiai sepuh atau datang ke makam Walisongo merupakan tradisi lazim di kalangan nahdliyin. Dalam hal ini Gus Dur malah termasuk 'biang'. Misalnya, tak lama setelah dilantik menjadi Presiden pada Oktober 1999, ia langsung berziarah ke makam KH Ahmad Mutamakin, di Pati, Jawa Tengah.

Apalagi ia memang mengaku keturunan KH Mutamakin yang dikenal sebagai penyebar Islam esoteris (batini) yang hidup di zaman Raja Kartasura, Amangkurat IV (1719-1726) dan Pakubuwono II (1726-1749).

Sungguhkah Gus Dur benar-benar percaya pada isyarat dari makam-makam leluhur semacam itu? Kelihatannya dia memang percaya, sebab Gus Dur selalu siap dengan gigih dan sungguh-sungguh membela "ideologinya" ini. Menurut KH Cholil Bisri, setiap memutuskan sesuatu yang penting, Gus Dur lebih banyak datang ke makam para wali ketimbang memohon isyarat kiai sepuh.

Ini sering membikin repot para koleganya di PB NU. Pamannya sendiri, KH Yusuf Hasyim (Pak Ud), termasuk yang paling kerepotan dengan metode pengambilan keputusan ala Gus Dur ini. "Susah berdiskusi dengan Durrahman itu," keluh Pak Ud, di masa Gus Dur menjadi Ketua Umum PB NU.

"Dalam rapat kalau kita tanya apa landasan keputusannya, dia bilang dia dapat ilhamnya dari mimpi atau dari makam...Kita mau bilang apa?

Gus Dur sendiri sudah hapal dan kebal terhadap keberatan semacam itu. Inilah tangkisan standarnya:

"Saya datang ke makam karena saya enggak percaya sama yang hidup. Mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan." (ahm)
 
Indoforum versi ahh...

Belum Ada Sinyal

Si shonenman yang udik baru aja panen besar dan pergi ke kota. Dia pengin banget beli handphone. Maka ia pergi ke counter hp.

shonenman: "Mbak, saya mau beli hp."
Sales: "Ini mas."
shonenman: "Lo, kok gak nyala?"
Sales: "O, ini karena memang belum ada nomor atau kartunya, Mas. Mas harus beli kartunya dulu."
shonenman: Ya sudah saya beli kartunya."

Setelah itu pulanglah si Shonenman ke kampungnya, tapi dia heran kok ga bisa dipake tuh hp, maka besoknya ia datangi lagi sales tokonya.

shonenman: "Kamu ini gimana, kok hp ini gak bisa dipake di kampung saya?"
Sales: O, itu karena di kampung Mas belum ada sinyal."
shonenman: "La, situ kok nggak bilang kemarin. Ya sudah saya beli sinyalnya sekalian, jualan kok sendiri-sendiri gitu." (ahm)

wakakkkakaak... :P:P
 
wogh banyak banget... wkwkwkwk, capek baca semua /sob
 
wadooooooooooohhhh~~!!!


bhiee~~~

suee..
di bawa2..
/gg /gg

ahahhahaha

kocak tapinya broo!!
/heh /heh /heh

/no1 /no1 /no1
 
Alow Cotut..
WKakaka..
Lama tidak berjumpa :D

Lama tidak membaca juga... /heh/heh/heh

Ada yang kocak tapi malas banget.,dari dolo ngga GusDur ya HaBieBie.. /swt
 
gw punya cerita neh...
(tapi gw gug maksud diskriminasi yach...)

khan ada satu cowok kristen yang masuk islam, dya pas di kristen nya belum disunat, trus akhirnya dia ke mantri sunat di sebuah desa. Dya disunat pagi2 sambil treak2 kesakitan (ya iyalah udah aloth kalii /heh /heh)

nah kata si mantri sunatnya, lukanya bakalan sembuh dalam 1 minggu. Dengan sabar itu cowok nunggu "burung" nya sembuh dari luka. Udah 2 minggu belon sembuh2 juga itu luka nya, malah sering2 kluar darah... kontan ajjah itu cowok kaget + panic (siapa yg gug panik yach... hahahahaha).

Hari itu juga si cowok balik ke mantri sunat, eh pas nyampe sana si mantri sunatnya baru mate kemaren sorenya...

"wah apes banget dah gw..." kata si cowok itu, tapi si cowok itu gug abis pikir, dya langsung berobat ke seorang dokter "ahli" bedah "burung". Nah pas nyampe langsung ajja dia konsultasikan.

Cowok: "Dok, koq luka sunat saya gug sembuh2 yach? padahal uda 2 minggu..."
Dokter: "Coba saya periksa yach...."

(diperiksa ma si dokter itu...)

Cowok: "Gimana dok, ada yang salah gug sama "anu" saya?"
Dokter: "Anda tidak usah khawatir akan kemaluan anda itu, relax saja yach pak..."
Cowok: "Emangnya kira2 kapan sembuhnya dok?"
Dokter: "Ga akan lama, paling sekitar 3 hari lagi..."
Cowok: "Bener dok 3 hari lagi bakalan sembuh anu saya?"
Dokter: "Bukan, bukan sembuh tapi nanti burung anda akan "copot" sendiri dari tubuh anda..."

Spontan ajja tuh cowok pingsan.. gimana engga pingsan, toh burungnya bakalan copot sendiri gara2 udah "BURUK" hauhauahuahuahuahauhauhaua
 
mantap oi...
thx dah bantu /heh/heh


Dilarang Saling Melempar

Gus Dur seperti tak pernah kehabisan cerita, khususnya yang bernada sindiran politik. Menurut dia, ada kejadian menarik di masa pemerintahan Orde Baru.

Suatu kali Presiden Soeharto berangkat ke Mekkah untuk berhaji. Karena yang pergi seorang presiden, tentu sejumlah menteri harus turut mendampingi. Termasuk "peminta petunjuk" yang paling rajin, Menteri Penerangan Harmoko.

Setelah melewati beberapa ritual haji, rombongan Soeharto pun melaksanakan jumrah, yakni simbol untuk mengusir setan dengan cara melempar sebuah tiang mirip patung. Di sinilah muncul masalah terutama bagi Harmoko. Beberapa kali batu yang dilemparnya selalu berbalik menghantam jidatnya. Harmoko melempar lagi. Dan batu yang dilemparnya kembali membentur jidatnya. "Wah, kenapa jadi begini, ya?" pikir Harmoko, mulai gemetar karena takut. Ia lalu berpindah posisi.

Hasilnya sama saja: batu yang dilemparnya seperti ada yang melempar balik ke arah dirinya. Setelah tujuh kali lemparan hasilnya masih sama, Harmoko menoleh kiri-kanan, mencari-cari posisi Presiden Soeharto untuk "minta petunjuk". Ketemu, lalu dengan lega ia tergopoh-gopoh menghampiri Bapak Presiden.

Namun, sebelum sampai di hadapan Bapak Presiden, ia turut mendengar bisikan. "Hai manusia, sesama setan dilarang saling melempar." (ahm)


WC

Suatu ketika seorang kiai kedatangan tamu seorang Bupati. Sang Kiai dalam sambutannya mengatakan, "Kami sudah membangun beberapa kamar mandi dan saudara-saudaranya." Hadirin pun bingung mendengarnya, termasuk Pak Bupati.

Ternyata yang dimaksud sang Kiai selain kamar mandi juga telah dibangun WC. Karena di depan para tamu dan orang banyak, sang Kiai segan menyebut kata WC. Maka ia menghaluskan kata itu, karena dianggap kurang patut. (ahm)
 
sepi ae..
lupa update nya >.<

Nyebut, Bang

Penampilan Gus Dur ketika memberikan pengantar pidato kenegaraan menyambut HUT ke-55 Kemerdekaan RI di Sidang Paripurna DPR Agustus 2000, jauh berbeda dibanding saat ia hadir di tempat yang sama untuk menjawab interpelasi DPR. Kali ini ia tampak tegang. Wajahnya agak cemberut.

Namun segala ketegangan akhirnya cair juga. Para anggota DPR malah beberapa kali dibuat terpingkal-pingkal oleh guyonannya.

Di tengah-tengah pidato tanpa teks itu, Gus Dur bercerita tentang seorang kondektur bus asal Sumatra Utara yang bergelantungan di pintu bus. Ketika bus melaju kencang, rupanya sopir tidak tahu kalau sang kondektur terjatuh kesenggol bus lain. Sang kondektur pun jatuh tersungkur. Kepalanya langsung membentur jalan dan retak. Napasnya sudah Senin-Kamis, terputus-putus.

Saat itulah datang seorang Betawi yang mencoba menolong kondektur yang sekarat itu.

"Bang, nyebut Bang, nyebut," katanya sambil mendekatkan mulutnya ke telinga kanan kondektur itu.

Maksud orang Betawi ini agar kondektur yang sekarat tadi menyebut syahadat La ilaha ilallah, sebelum meninggal. Tapi, karena kondektur tadi bukan orang Islam, dia mengaitkan permintaan nyebut tadi dengan profesinya.

Maka, sesaat sebelum mengembuskan napas terakhirnya, kondektur tadi sempat nyebut, "Blo...M-Depo...Blo..M-Depo..." (ahm)
 
Hati-hati Memilih Teman Berburu
Dua orang laki-laki dari Jakarta sedang berburu badak di hutan Ujung Kulon.
Tiba-tiba salah seorang di antara mereka jatuh terjerembab. Kayaknya orang itu nggak bernapas lagi. Bola matanya putih semua.
Melihat itu, salah seorang lagi panik bukan main. Ia mengambil HPnya dan menelpon rumah sakit terdekat.
"Mbak, tolong, teman saya meninggal. Apa yang harus saya lakukan?" tanyanya.
Dengan suara lembut, operator UGD di ujung telepon berusaha menenangkan, "Tenang, Pak. Tarik napas. Saya akan bantu. Pertama-tama Bapak pastikan dulu apakah teman Bapak benar-benar meninggal..."
Sunyi sejenak... Kemudian terdengar suara tembakan.
Suara lelaki itu muncul lagi di ujung telepon. "Sudah, Mbak. Sekarang saya harus ngapain?"

Buatan Jerman!
Bolot sedang memamerkan alat bantu pendengaran yang baru saja dibelinya kepada Malih.
Bolot (sambil nunjuk alat di kupingnya): "Gue baru saja beli alat bantu, pendengaran paling mahal yang pernah ada. Ini buatan Jerman, lho, dan garansinya seumur hidup!"
Malih: "Gile bener, emang harganya berape?"
Bolot: "Jam 5 lewat 10 menit."

Sifat Cewek Dilihat Dari Caranya Mengirimkan Email
CEWEK PEMALU,

Menekan tombol send sambil menggunakan palu.

CEWEK PEMALAS,

Mengirim email buat 10 orang, tapi diberikan ke salah satu temennya biar di forwardkan

CEWEK SUPER PEMALAS SEKALI,

Setelah mengetik email langsung pulang karena males mencet tombol send

CEWEK IRIT,

Kirim email hanya ketika ada ... (kalimatnya dipotong, biar irit)

CEWEK PENGERTIAN,

Selalu mengerti isi email yang dikirimkan padanya, bahkan sebelum dibuka. dan akan mengerti bahwa si penerima telah mengerti bahwa dia ingin membalas setelah menerima email tersebut namun khawatir jika ada salah pengertian. jadi dia mengerti jika kawannya sudah pasti mengerti kenapa email tadi tidak dibalas.

CEWEK HOBY SELINGKUH,

sudah punya account email tapi sering nyoba hacking account orang lain

CEWEK PELUPA,

Buka satu account email, terus passwordnya di lupakan, buka account lagi passwordnya dilupakan lagi. begitu seterusnya.

CEWEK (Obsesi) BEKEN,

Tombol send diberi efek suara tepuk tangan saat ditekan.

CEWEK AKTIFIS,


Senang sekali menekan tombol send, bahkan rela keliling warnet untuk membantu menekankan tombol send pengunjung lainnya.

CEWEK TIDAK SOPAN,

Setelah surat diketik, mengupil dan meleletkan upilnya di tombol klik kiri mousenya, trus minta tolong ke CEWEK aktifis untuk menekan tombol sendnya

Kabayan dan Profesor

Kabayan dan profesor duduk berhadapan di kereta api yang membawa mereka dari Bandung ke Jakarta. Mereka belum pernah bertemu sebelumnya, itulah sebabnya sepanjang perjalanan mereka tidak saling bercakap-cakap.

Untuk mengusir kebosanan, profesor menawarkan sesuatu pada Kabayan, "Hai Kabayan, bagaimana kalau kita main tebak-tebakan?"

Kabayan diam saja sambil menatap pemandangan di luar jendela kereta. Hal ini membuat Profesor menjadi gusar.Katanya, "Kabayan, ayo kita main tebak-tebakan! Aku akan mengajukan pertanyaan untuk kau tebak. Kalau kau tak bisa menjawabnya, kau harus membayarku Rp.5.000,- Tetapi kalau kau bisa menjawabnya, aku bayar kau Rp.50.000,-
Kabayan mulai tertarik dengan tawaran itu. Profesor melanjutkan, "Kemudian, kauajukan pertanyaan padaku. Kalau aku bisa menjawabnya, cukup kau bayar aku Rp.5.000,- Tapi kalau aku tak bisa menjawabnya, aku bayar kau Rp.50.000,- Bagaimana?"

Mata Kabayan berbinar-binar. Katanya, "Baik kalau begitu. Sekarang ajukan pertanyaanmu.""Ok," sahut profesor dengan cepat."Pertanyaanku, berapa jarak yang tepat antara bumi dan bulan?"

Kabayan tersenyum karena tak tahu apa jawabannya. ia langsung merogoh sakunya dan menyerahkan Rp.5.000,- kepada profesor.Dengan gembira Profesor menerima uang itu, "Nah, sekarang giliranmu."

Kabayan berpikir sejenak, lalu bertanya, "Binatang apa yang sewaktu mendaki gunung berkaki dua. Tapi sewaktu turun gunung berkaki empat?"

Profesor lalu berpikir keras mencari jawabannya. Ia melakukan coret-coretan perhitungan dengan kalkulatornya. Kemudian ia mengeluarkan laptop, menghubungkannya dengan internet dan melakukan pencarian di berbagai situs ensiklopedi.

Beberapa lama, profesor itu mencoba. Akhirnya ia menyerah. Sambil bersungut-sungut ia memberi uang Rp.50.000,- pada Kabayan yang menerimanya dengan hati senang.

"Hai, tunggu dulu!" profesor itu berteriak. "Aku tidak terima. Apa jawaban atas pertanyaanmu tadi?"

Si Kabayan tersenyum pada profesor. Dengan santai ia merogoh saku celananya dan menyerahkan Rp.5.000,- pada profesor.

>:D<
 
beuh...
di mana2 ada cotut...
wakakakakaka...

yg BElum ADa sinyal TU yg lucu...
bego bgt tu yg beli hp...
wakakka
lanjut tut...
 
beuh...
di mana2 ada cotut...
wakakakakaka...

yg BElum ADa sinyal TU yg lucu...
bego bgt tu yg beli hp...
wakakka
lanjut tut...
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.