Hati-hati Memilih Teman Berburu
Dua orang laki-laki dari Jakarta sedang berburu badak di hutan Ujung Kulon.
Tiba-tiba salah seorang di antara mereka jatuh terjerembab. Kayaknya orang itu nggak bernapas lagi. Bola matanya putih semua.
Melihat itu, salah seorang lagi panik bukan main. Ia mengambil HPnya dan menelpon rumah sakit terdekat.
"Mbak, tolong, teman saya meninggal. Apa yang harus saya lakukan?" tanyanya.
Dengan suara lembut, operator UGD di ujung telepon berusaha menenangkan, "Tenang, Pak. Tarik napas. Saya akan bantu. Pertama-tama Bapak pastikan dulu apakah teman Bapak benar-benar meninggal..."
Sunyi sejenak... Kemudian terdengar suara tembakan.
Suara lelaki itu muncul lagi di ujung telepon. "Sudah, Mbak. Sekarang saya harus ngapain?"
Buatan Jerman!
Bolot sedang memamerkan alat bantu pendengaran yang baru saja dibelinya kepada Malih.
Bolot (sambil nunjuk alat di kupingnya): "Gue baru saja beli alat bantu, pendengaran paling mahal yang pernah ada. Ini buatan Jerman, lho, dan garansinya seumur hidup!"
Malih: "Gile bener, emang harganya berape?"
Bolot: "Jam 5 lewat 10 menit."
Sifat Cewek Dilihat Dari Caranya Mengirimkan Email
CEWEK PEMALU,
Menekan tombol send sambil menggunakan palu.
CEWEK PEMALAS,
Mengirim email buat 10 orang, tapi diberikan ke salah satu temennya biar di forwardkan
CEWEK SUPER PEMALAS SEKALI,
Setelah mengetik email langsung pulang karena males mencet tombol send
CEWEK IRIT,
Kirim email hanya ketika ada ... (kalimatnya dipotong, biar irit)
CEWEK PENGERTIAN,
Selalu mengerti isi email yang dikirimkan padanya, bahkan sebelum dibuka. dan akan mengerti bahwa si penerima telah mengerti bahwa dia ingin membalas setelah menerima email tersebut namun khawatir jika ada salah pengertian. jadi dia mengerti jika kawannya sudah pasti mengerti kenapa email tadi tidak dibalas.
CEWEK HOBY SELINGKUH,
sudah punya account email tapi sering nyoba hacking account orang lain
CEWEK PELUPA,
Buka satu account email, terus passwordnya di lupakan, buka account lagi passwordnya dilupakan lagi. begitu seterusnya.
CEWEK (Obsesi) BEKEN,
Tombol send diberi efek suara tepuk tangan saat ditekan.
CEWEK AKTIFIS,
Senang sekali menekan tombol send, bahkan rela keliling warnet untuk membantu menekankan tombol send pengunjung lainnya.
CEWEK TIDAK SOPAN,
Setelah surat diketik, mengupil dan meleletkan upilnya di tombol klik kiri mousenya, trus minta tolong ke
CEWEK aktifis untuk menekan tombol sendnya
Kabayan dan Profesor
Kabayan dan profesor duduk berhadapan di kereta api yang membawa mereka dari Bandung ke Jakarta. Mereka belum pernah bertemu sebelumnya, itulah sebabnya sepanjang perjalanan mereka tidak saling bercakap-cakap.
Untuk mengusir kebosanan, profesor menawarkan sesuatu pada Kabayan, "Hai Kabayan, bagaimana kalau kita main tebak-tebakan?"
Kabayan diam saja sambil menatap pemandangan di luar jendela kereta. Hal ini membuat Profesor menjadi gusar.Katanya, "Kabayan, ayo kita main tebak-tebakan! Aku akan mengajukan pertanyaan untuk kau tebak. Kalau kau tak bisa menjawabnya, kau harus membayarku Rp.5.000,- Tetapi kalau kau bisa menjawabnya, aku bayar kau Rp.50.000,-
Kabayan mulai tertarik dengan tawaran itu. Profesor melanjutkan, "Kemudian, kauajukan pertanyaan padaku. Kalau aku bisa menjawabnya, cukup kau bayar aku Rp.5.000,- Tapi kalau aku tak bisa menjawabnya, aku bayar kau Rp.50.000,- Bagaimana?"
Mata Kabayan berbinar-binar. Katanya, "Baik kalau begitu. Sekarang ajukan pertanyaanmu.""Ok," sahut profesor dengan cepat."Pertanyaanku, berapa jarak yang tepat antara bumi dan bulan?"
Kabayan tersenyum karena tak tahu apa jawabannya. ia langsung merogoh sakunya dan menyerahkan Rp.5.000,- kepada profesor.Dengan gembira Profesor menerima uang itu, "Nah, sekarang giliranmu."
Kabayan berpikir sejenak, lalu bertanya, "Binatang apa yang sewaktu mendaki gunung berkaki dua. Tapi sewaktu turun gunung berkaki empat?"
Profesor lalu berpikir keras mencari jawabannya. Ia melakukan coret-coretan perhitungan dengan kalkulatornya. Kemudian ia mengeluarkan laptop, menghubungkannya dengan internet dan melakukan pencarian di berbagai situs ensiklopedi.
Beberapa lama, profesor itu mencoba. Akhirnya ia menyerah. Sambil bersungut-sungut ia memberi uang Rp.50.000,- pada Kabayan yang menerimanya dengan hati senang.
"Hai, tunggu dulu!" profesor itu berteriak. "Aku tidak terima. Apa jawaban atas pertanyaanmu tadi?"
Si Kabayan tersenyum pada profesor. Dengan santai ia merogoh saku celananya dan menyerahkan Rp.5.000,- pada profesor.
