• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

[Umum] Kumpulan Humor Pendek dari cotutgaul :D

makasih :x /heh
jutkan..

Tanam Jagung

Seorang Papua dari Kabupaten Wamena, menulis surat ke anaknya yang ada di penjara Buru karena dituduh terlibat OPM. Bunyinya: "Nemo, bapakmu sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yang mau bantu bapak mencangkul kebun ini?"

Eh, anaknya membalas surat tersebut beberapa minggu kemudian. "Demi Tuhan, jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sanam," kata si anak dalam surat tersebut.

Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya, datang satu pleton tentara dari Kota Jayapura.

Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun singkong dan sibuk mencangkul tanah di kebun tersebut. Setelah mereka pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya. "Nemo, setelah bapak terima suratmu, datang satu pleton tentara mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?"

Si anak kembali membalas surat tersebut, "Sekarang bapak mulai menanam jagung aja, kan sudah dicangkul sama tentara, dan jangan lupa ngucapin terimakasih sama mereka." Pihak rumah tahanan yang menyensor surat ini langsung pingsan. (ahm)

Kepala Batu Presiden

Sudah lama kalangan dekat Gus Dur mengenalnya sebagai orang yang keras kepala. Apa yang ia yakini pasti akan dilakukannya, tak peduli setajam apapun masyarakat mengkritiknya.

Pernah, tutur Jaya Suprana, Gus Dur menunjukkan cincin bermata zamrud kepadanya. Jaya, pakar "Kelirumologi" yang sudah lama berteman akrab dengannya, tahu bahwa Gus Dur kurang suka pada batu-batuan seperti itu. Namun Gus Dur tetap mengenakan cincin pemberian orang itu.

Menurut Jaya, Gus Dur mau memakai cincin tadi sekadar ingin menghormati si pemberi, sebab dia sebenarnya tak terlalu menyukainya. Tapi mengapa Gus Dur tak suka pada batu-batuan?

Jaya tahu jawabannya: "Ya mana mungkin Gus Dur mengoleksi batu. Wong kepada Gus Dur saja sudah seperti batu." (ahm)

Abu Nawas

Ada yang bilang Abu Nawas adalah 'gurunya' Gus Dur untuk bertindak dan mengakali orang. Dalam suatu kesempatan ada cerita Abu Nawas yang ingin diberikan hukuman karena dianggap melakukan salah.

Suatu ketika Abu Nawas datang ke hadapan Amirul Mukminin, seraya membawa kendi yang biasa digunakan untuk menyimpan khamr (arak/minuman keras). Melihat hal ini, Amirul Mu'minin berseru kepada pengawalnya.

"Cepat cambuk Abu Nawas sebagaimana orang yang telah minum khamr."

Abu Nawas protes berat.

"Yaa Amirul Mu'minin, mengapa saya dihukum cambuk, padahal saya tidak minum khamr?" protes Abu Nawas.

"Itu karena kamu membawa kendi yang biasa digunakan untuk minum khamr," jawab Amirul Mukminin.

"Jika memang demikian, maka hukum saya dengan hukuman cambuk sebagaimana orang berzina," sahut Abu Nawas.

"Mengapa demikian," tanya Khalifah.

"Karena saya juga membawa 'alat' yang biasa digunakan untuk berzina," jawab Abu Nawas.

Mendengar jawaban Abu Nawas, khalifah tertawa...lalu membebaskan Abu Nawas dari segala hukuman dan memberikan uang sebagai hadiah.
(ahm)


brummmmmmm
 
hehee iya ,, makasih dah mampir yah and beri comment :)

Mati Ngerokok

Semasa belajar di Mesir, Gus Dur punya teman asal Aceh, namanya Yas. Kamar mereka bersebelahan. Orang ini, tutur Gus Dur, betul-betul perokok berat. Ke mana pun dia pergi, pasti di kantongnya selalu terselip dua bungkus rokok.

Satu sudah dibuka, satu lagi buat cadangan. "Bagi dia, ngerokok itu jangan sampai ketelatan," tutur Gus Dur. "Makanya si Yas selalu bawa dua bungkus."

Saking sayangnya pada temannya ini, Gus Dur menasihatinya, "Yas, apa kamu enggak pernah baca tulisan di majalah bahwa tiap batang rokok itu bisa memendekkan umur 30 detik."

"Saya belum baca," sahut Yas.

"Lho kamu ini gimana. Sekarang coba hitung, sudah berapa ribu batang yang kamu habiskan. Sudah berapa tahun umurmu diperpendek oleh rokok itu."

Sambil menyulut sebatang lagi, Bung Yas menimpali, "Ya, tapi kalau saya enggak merokok, besok saya bisa mati."

Tekhal dan Makhellang

Pada perjalanan keliling Eropa selama 17 hari ke 13 negara itu, Gus Dur juga ketemu Ratu Beatrix di negerinya, Belanda. Saat jamuan makan, Ratu bertanya, apakah di Indonesia sisa-sisa kebudayaan Belanda masih terasa.

"O, ya, banyak sekali," jawab Gus Dur.

"Misalnya, apa?"

"Misalnya dalam soal bahasa. Generasi tua masih banyak yang berbahasa Belanda atau setidak-tidaknya beraksen Belanda. Maka pernah ada percakapan antara seorang tua dan seorang anak muda.

"Asal Bapak dari mana?" tanya si anak muda. Jawab si orang tua: Tekhal (Tegal).

Lalu si orang tua balik bertanya, "Kalau kamu, dari mana?"

Anak muda itu menjawab: "Makhellang, khekk!"

Ratu Beatrix ketawa mendengan khekk yang seperti orang tercekik itu.
(ahm)


Membuat Orang-Orang Berdoa

Di pintu akherat seorang malaikat menanyai seorang sopir Metro Mini. "Apa kerjamu selama di dunia?" tanya malaikat itu.

"Saya sopir Metro Mini, Pak." lalu malaikat itu memberikan kamar yang mewah untuk sopir Metro tersebut dan peralatan yang terbuat dari emas.

Lalu datang Gus Dur dengan dituntutn ajudannya yang setia.

"Apa kerja kamu di dunia?" tanya malaikat kepada Gus Dur.

"Saya presiden dan juga juru dakwah Pak..." lalu malaikat itu memberikan kamar yang kecil dan peralatan dari kayu. Melihat itu Gus Dur protes.

"Pak kenapa kok saya yang presiden sekaligus juru dakwah mendapatkan yang lebih rendah dari seorang sopir Metro..?" Dengan tenang malaikat itu menjawab: "Begini Pak... Pada saat Bapak ceramah, Bapak membuat orang-orang semua ngantuk dan tertidur... sehingga melupakan Tuhan. Sedangkan pada saat sopir Metro Mini mengemudia dengan ngebut, ia membuat orang-orang berdoa..."
(ahm)

/no1
di tunggu grp or comment
 
sip deh bro..

Multi User​

Pandul, seorang pakar komputer canggih, yakin wanita yang ideal untuk dijadikan istri harus memenuhi kriteria: Multi Tasking, User Friendly, Compatible, Upgradable, dan punya interface yang menarik sekaligus ergonomic.

Ia berpendapat agama pada dasarnya merupakan operating system di mana ajaran yang ditetapkan merupakan native application.

Masa lajang Pandul berakhir setelah ia bertemu dengan Wirda, gadis yang dia anggap memenuhi kriteria yang diharapkan. Namun saya, perkawinan mereka tidak berumur panjang setelah Pandul mengetahui Wirda mempunyai tabiat khas komputer. Multi Media, Multi User. (ahm)

Tak Bisa Membedakan​

Seekor babi hutan dari pedalaman Timika di Papua lari ketakutan menyeberangi perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Ia merasa diburu-buru tentara Indonesia. Ia baru berhenti ketika ada seekor babi hutan Papua Nugini menyatakan bahwa ia sudah berada dalam wilayah Papua Nugini.

"Mengapa Anda berlari?" tanya babi Papua Nugini.

"Terus terang saya khawatir pada tentara Indonesia. Mereka mengebiri semua laki-laki di sana," ujar babi Indonesia.

"Tapi anda 'kan bukan manusia. Anda kan cuma seekor babi hutan?"

"Justru itulah. Mereka mengebiri dulu baru bertanya kemudian," ujar babi Indonesia. (ahm)

segini dl yah,, lg beresin software /e4
 
Dapat 100
"Ma, aku dapat nilai seratus!" kata si anak
"Pelajaran apa saja nak?"tanya ibunya
"Matematika 30, IPS 40, IPA 30 ,Ma." anak menjawab.

Menggigit lidah
Anak ular bertanya pada ibunya,"Ma, bisa kita beracun ya?"
"Iya nak, memangnya kenapa?"Ibunya nanya.
Dengan sedih, si anak berkata,"Ma, lidahku kegigit."

Kalo repost so sorry!

kalo mantep kasi GRPnya (ijo-ijo) yah...
 
@cotutgaul

trus ya om update truss yaa
mantap nih ehueheu/no1
 
affirmatife bos /gg/gg
anda suka,, saya senang /heh/heh/heh

Salak Anjing

Setelah seorang gembong teroris didor di Malang, Jawa Timur, Gus yang baru saja usai shalat Jumat di sebuah Masjid di Yogya ditanyai wartawan.

"Gus, mengapa di Jawa Timur banyak teroris, padahal pondok pesantren banyak? Sampai-sampai seorang dedengkot teroris tewas di sana"

"Mereka salah alamat sih. Kalau ke Yogya, tentu akan dapat salak pondoh. Tapi di Jawa Timur banyak orang salah pondok. Jadinya ya gitu itu," wartawan pun dibuat terpingkal-pingkal.

Dasar si Gus yang suka meleset-melesetkan kata. Akhirnya pembicaraan makin hangat.

"Ngomong-omong waktu di Yogya dulu, saya suka salak pondoh. Bahkan sempat mencuri-curi segala di kebun tetangga."

"Dapet Gus?"

"Ya dapet. Tapi bukan salak pondoh, salak anjing." (ahm)


Digantung

Sebuah surat kabar terkemuka terbitan Jakarta menurunkan headline dengan judul besar di halaman depan, "50 % pejabat tinggi kita koruptor dan penjahat".

Tentu saja keesokan harinya sang pemimpin redaksi dipanggil menghadap ke Mabes TNI. Si pemimpin redaksi dimaki-maki dan diminta supaya segera meralat beritanya. Bila tidak SIUPP-nya bakal dicabut.

Maka keesokan harinya dimuatlah ralat berita sehari sebelumnya. Berikut ralatnya secara lengkap:

"Dengan ini kami meralat headline kemarin yang berjudul '50 persen pejabat tinggi kita bukan koruptor dan bukan penjahat'. Dengan demikian headline yang kami turunkan dianggap tidak pernah ada."

Esoknya Pemred digantung! (ahm)

/no1
 
Wkakakakaka..
gw suka neh..
Sayang GRP baru kasi kemAren.. mesti nunggu 24 jam.. ^^ Wait Cotut..
Di tunggu balasan Nya saat ak posting cerita.. ^^
 
Malin Kundang

Suatu hari Gus Dur sedang mendongeng pada anak-anaknya. "Anak-anak...Di sebuah hutan di suatu masa ada pemuda yang suka berburu bernama Malin Kundang..." Seorang anaknya yang kritis, tahu kalau Gus Dur keliru, sehingga ia menyela.

"Maaf, Pak...Pemburu itu kan mestinya bernama..."

"Sssttt...Jangan memotong dulu...kalau mau bertanya nanti saja..." sergah Gus Dur. "Nah, saya teruskan ya ...suatu hari si Malin Kundang sedang berburu, dan di tengah hutan ada suatu telaga. Nah di tengah telah itu dia melihat 7 bidadari sedang mandi. Dia pun mengintip ke-7 bidadari itu di balik sebuah pohon besar"

Sementara anak-anaknya mulai senyam-senyum, sadarlah Gus Dur bahwa ia keliru. Tapi ia terlalu gengsi untuk mengakui kesalahannya. Setelah berpikir sejenak, ia pun mendapat ide.

"Namun kemudian salah seorang bidadari terkejut melihatnya dan berseru: Hai Malin Kundang, ngapain kamu di situ...Seharusnya kan Jaka Tarub yang ngintip kami di situ. Sana pulang!! (ahm)

Pencak Silat

Suatu ketika Gus Dur lagi jalan-jalan di luar negeri dengan mobilnya, sambil menunggu ajudannya yang belum datang, dia mencoba untuk masuk ke mobil, tapi ternyata ia salah memasukkan nomor alarm mobilnya.

Karena nomor yang dimasukkan salah, maka alaram secara otomatis langsung terhubung ke 911 hingga tak lama kemudian polisi pun berdatangan. Polisi bertanya dari mobilnya sambil senapan diarahkan kepada Gus Dur, katanya, "Where do you come from, Sir?"

Gus Dur menjawab, "Indonesia Sir!" Kebetulan si polisi waktu dinas di California pernah belajar pencak silat sama orang Indonesia.

Kemudian polisi ini bertanya, "Do you know pencak silat?"

"Yes, Sir!" Gus Dur menjawab sambil ketakutan, "Pancasila: Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa, Dua...(dst)." (ahm)

/no1
 
wkwkkwkkw
lucu bener loe bro...
wkwkwkkw
nice share
 
Ganteng nya ngga.. Lucu nya iya. ^^
Uda saya GRP,di tunggu balasan nya.. hehe
 
wkekeke bisa aj anih ..
lanjut mantep nih ..

Bagaimana Kalau Menang

Dalam sebuah seminar beberapa tahun yang lalu, Gus Dur mengungkapkan bahwa Belanda bukan sebuah negara yang besar, tidak punya modal, tidak punya pemikir-pemikir ulung, jadi mereka tidak memberikan apa-apa kepada kita, malah merampok kita habis-habisan.

Lain dengan India yang dijajah Inggris, atau Filipina yang dijajah Amerika. Negara-negara penjajah yang itu punya sesuatu yang diberikan kepada negara-negara yang dijajah. Misalnya saja tentang sistem hukum yang lebih teratur, dsb.

Nah...lalu ada pemikiran gila supaya Inggris dan Amerika memberikan sesuatu kepada kita. Bagaimana caranya??

Kita nyatakan perang melawan Inggris dan Amerika! Logikanya, kita kan pasti akan kalah, jadi kita akan dijajah lagi oleh Amerika dan Inggris.

Tapi, masalahnya sekarang, bukannya kalau kita kalah. Masalahnya sekarang, bukannya kalau kita kalah. Masalahnya adalah, bagaimana kalau Indonesia yang menang? (ahm)


moga2 lucu nih yang ini :D

Peluru pun Habis

Ini cerita Gus Dur tentang situasi Rusia tak lama setelah bubarnya Uni Soviet. Sosialisme hancur, dan para birokrat tak punya pengalaman mengelola sistem ekonomi pasar bebas. Di masa sosialisme memang rakyat sering harus antre untuk mendapatkan macam-macam kebutuhan pokok, tapi karena manajemennya jelek, antrean umumnya sangat panjang, dan banyak yang tidak kebagian jatah.

Begitulah, seorang aktivis sosial berkeliling kota Moskow untuk mengamati bagaimana sistem baru itu bekerja. Di sebuah antrean roti, setelah melihat banyaknya orang yang tidak kebagian, aktivis itu menulis di buku catatannya, "Roti habis"

Lalu dia pergi ke antrean bahan bakar. Lebih banyak lagi yang tak kebagian. Dan dia mencatat, "Bahan bakar habis!" Kemudian dia menuju antrean sabun.

Wah, pemerintah kapitalis baru ini betul-betul berengsek. Banyak sekali masyarakat yang tidak kebagian mendapat jatah sabun. Dia menulis besar-besar, "Sabun habis!"

Tanpa dia sadari, rupanya dia diikuti oleh seorang intel KGB. Ketika dia akan meninggalkan antrean sabun itu, si intel menegur.

"Hei bung! Dari tadi kamu sibuk mencatat-catat terus. Apa sih yang kamu catat?"

Sang aktivis menceritakan bahwa dia sedang melakukan penelitian tentang kemampuan pemerintah dalam mendistribusikan barang bagi rakyat.

"Untung kamu ya, sekarang sudah jamar reformasi," ujar sang intel. "Kalau dulu, kamu sudah ditembak."

Sambil melangkah pergi aktivis itu mencatat: "Peluru juga habis!" (ahm)

moga2 bisa menghibur anda2 yg sedang sedih ;;)
 
^
makasih bos :x

Menyengsarakan Anggota DPR

Suatu hari di negara entah berantah, muncul suatu kebijakan baru yang belum pernah dilakukan di negeri lain. Semua orang yang berpangkat Wakil, dinaikkan pangkatnya. Wakil Presiden jadi Presiden, Wakil Direktur jadi Direktur, dan Wakil Komandan jadi komandan dsb..dsb..

Yang penting, dalam program ini tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada dobel posisi, itu bisa diatur pembagian tugasnya.

Masalah pembengkakan anggaran, semua ditanggung oleh negara. Sesudah mantap dengan rencana itu, diajukanlah program ini ke DPR untuk mendapatkan persetujuan mereka. Ternyata DPR menolak. Betul-betul menolak dengan keras.

Bahkan sangat keras. Alasannya, program ini menyengsarakan anggota DPR. Bayangkan, mereka akan merubah status dari Wakil Rakyat menjadi Rakyat! (ahm)


Wan Irus

Seorang teman Malaysia mengatakan teori gravitasi pertama kali diperkenalkan oleh orang Malaysia, namanya Wan Irus Wan Ismambu, jadi bukan oleh Newton orang Inggris. Hikayat teori gravitasi yang sering didengar awam adalah bagaimana Newton berada di sebuah taman dan memperhatikan buah kesukaannya, Apel, jatuh kemudian ia menulis teori gravitasi.

Yang terjadi dengan Wan Irus, sebetulnya mirip. Wan Irus sering pergi ke hutan untuk mengambil buah kesukaannya. Sayang Wan Irus tidak sempat menulis teori grabitasi ketika sebuah durian yang sangat besar menimpa kepalanya. Ia wafat di tempat. (ahm)

ketawa dong /sob
 
yah sepi /sob/sob


Bocoran Cawapres Gus Dur

Sebelum acara silaturahmi dan sambung rasa DPP PKB-tokoh NU di Jakarta, wartawan mendapat kesempatan tanyajawab dengan kandidat Presiden dari PKB, Gus Dur.

"Bagaimana kriteria wapres Gus Dur?

"Seorang birokrat yang bukan politisi dan militer," jawab Gus Dur.

Seperti mendapatkan "angin," wartawan-wartawan kita mengajukan beberapa nama, dengan harapan diiyakan Gus Dur, dan besoknya mungkin jadi headline "Si Anu Calon Wapres Gus Dur."

Tapi, Gus Dur dengan cekatan menampik membeberkan nama orang yang digadang-gadangkan jadi cawapresnya. "Nanti dong, pemilihannya juga belum," katanya menolak.

Bukan wartawan kalau langsung menyerah, apalagi semua kuli disket sudah paham "tabiat" Gus Dur jika berhadapan dengan pers, "Tak ada rahasia untuk publik," mungkin begitu mottonya Gus Dur. (Walau sebenarnya Gus Dur punya petuah dari bahasa Arab yang selalu dipatuhinya dalam berpolitik "Simpanlah rahasiamu karena itu adalah senjatamu").

Kenyataannya Gus Dur tetap menolak, bahkan wartawan memberikan "penawaran": "Inisialnya deh Gus atau kalau nggak panggilannya juga boleh."

Gus Dur cuma mesem-mesem, wartawan pun patah arang, lalu mereka pun mengandangkan alat perekam masing-masing. Namun ketika semua sudah menyerah, Gus Dur menukas, "Oke panggilannya aja ya." Kontan semua wartawan kembali serius ke posisi merekam (mungkin juga ada yang mbatin "Kena loh Gus") dan dengan antusias bertanya "Siapa Gus? Siapa Gus?"

Dengan jujur Gus Dur membeberkan rahasianya, "Panggilannya Mas."

Para peliput pun ngakak setelah "dikerjain" Gus Dur. (ahm)


Yang Satu Itu

Suatu malam, lewat mimpi Malaikat Jibril mendatangi Soeharto. Jibril mengatakan pada Harto, bahwa waktunya sudah tiba untuk segera meninggalkan dunia.

"Kamu sudah terlalu lama berkuasa," ujar Jibril.

Soeharto pun minta waktu untuk mempersiapkan diri. Ia ingin membagikan warisannya yang sangat banyak kepada anak-anaknya secara adil.

Keesokan harinya ia mengumpulkan seluruh anak cucunya. Turut menyaksikan adalah sejumlah pejabat tinggi negara yang dekat dengan keluarga.

"Begini, saya akan segera mati. Saya ingin mewariskan apa yang saya miliki kepada kalian semua. Tolong sebutkan satu persatu permintaan kalian," ujar Soeharto.

"Ayahanda, saya minta semua jalan tol, stasiun televisi, vaksin polio dan.."pinta Tutut.

"Ayahanda, saya minta tempat judi terbesar di dunia dan semua tambang minyak," pinta anak kedua, Sigit.

"Ayahanda, saya minta stasiun televisi, monopoli plastik, ponsel, satelit, dan..," ucap Bambang.

"Ayahanda, saya minta jembatan, bunk, reksadana, galeri dan..." ucap Titiek.

"Ayahanda, permintaan saya tak banyak. Saya cuma minta hak monopoli cengkeh, mobil nasional, supermarket, sirkuit balap, tanker, pesawat terbang, LNG, dan..dan..," pinta Tommy yang merupakan anak kesayangan.

Pak Harto meminta agar para pejabat tinggi mencatat semua permintaan anak-anaknya secara rinci. Tapi rupanya belum semua anak Soeharto menerima warisan. Si anak bungsu, Mamiek, belum mengajukan permintaan apapun. Sedari awal pertemuan ia tampak hanya menundukkan mukanya. Wajahnya memerah, malu-malu.

Soeharto yang tak tahan dan ingin mengetahui permintaan anak bungsu yang paling dicintai almarhumah istrinya itu lantas bertanya, "Anakku yang paling ayu, ayo, jangan sungkan-sungkan. Semua kakakmu sudah mengajukan permintaan. Permintaanmu sendiri apa?"

Mamiek tak menjawab. Sambil menundukkan wajahnya, ia hanya menggigit-gigit kukunya. Dan ketika didesak, Mamiek hanya bilang, "Ah..malu, Pak."

"Oalah nduk, sebutkan semua permintaanmu niscaya semuanya aku kabulkan. Tapi jangan minta yang satu itu. Yang itu aku sudah tak punya," ujar Soeharto. (ahm)

sepi /sob
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.