al_hudzaifah
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 18915
- Sejak
- 16 Jul 2007
- Pesan
- 3.389
- Nilai reaksi
- 60
- Poin
- 48
Perang Promo Makin Seru
26 Januari 2008
Setelah sukses dengan tarif bicara Rp 1/detik, XL kembali meneruskan programnya dengan meluncurkan tarif promo baru Rp 0,1/detik yang berlaku ke semua operator seluler (PSTN dan seluler) mulai 18 Januari 2008. Promo ini berlaku untuk pengguna kartu prabayar, XL Bebas hingga 30 April 2008.
''Tarif baru ini merupakan salah satu wujud komitmen kami untuk menghadirkan layanin yang menyentuh seluruh masyarakat Indonesia, selain tentunya sebagai respon atas tingginya animo pelanggan terhadap tarif promo XL sebelumnya,'' ungkap Direktur Marketing XL, Nicanor V. Santiago. Dalam setahun terakhir, XL telah menawarkan empat tarif promosi. Februari 2007 dirilis tarif Rp 25/detik, yang dilanjutkan dengan Rp 10/detik pada bulan April. Lalu Agustus menawarkan Rp 1/detik, disusul dan Rp 0,1/detik pada awal tahun 2008.
GM Prepaid Marketing XL, Bayu Samudiyo mengatakan, penurunan tarif ini merupakan bagian dari evolusi tarif yang telah berlangsung sejak awal tahun 2007. Strategi ini diterapkan XL untuk menghadapi persaingan tarif yang semakin ketat di industri telekomunikasi. ''Perang harga tidak bisa dihindari. Kita sudah terjebak disitu,'' akunya. Namun, meski ditujukan untuk pengguna XL Bebas, bukan berarti tarif tersebut dapat digunakan secara bebas. Tentunya operator ini tak cuma-cuma memberikan tarif yang terkesan 'murah'. Ada ketentuan yang berlaku di balik tarif seluler yang menggiurkan.
Pada kasus XL, jika ingin menggunakan tarif Rp 0,1/ detik maka pengguna XL Bebas terlebih dahulu harus melakukan panggilan selama 2,5 menit ke sesama pengguna XL. Pada 2,5 menit pertama berlaku tarif normal yaitu Rp 10/detik. Ini artinya, pelanggan XL Bebas harus membayar Rp 1.500/ 2,5 menit untuk menikmati tarif promo Rp 0,1/detik hingga menit ke 30.
Padahal sebelumnya, XL menerapkan tarif promo Rp 1/detik yang berlaku setelah menit ke dua. Pada dua menit pertama berlaku tarif normal yaitu Rp 10/detik. Artinya, pelanggan hanya membayar Rp 1.200 untuk panggilan pada dua menit pertama. Untuk 2,5 menit mereka cukup membayar Rp 1.230. Dengan program baru, pelanggan membayar lebih mahal Rp 270,- untuk 2,5 menit pertama untuk komunikasi sesama XL.
Sedangkan untuk panggilan ke operator lain (offnet), XL menyiapkan skema tarif promo yang dihitung per 2 menit. Pada 2 menit pertama, berlaku tarif normal Rp 10/detik, dua menit ke dua berlaku Rp 0,1/detik. Dua menit selanjutnya kembali ke tarif normal dan seterusnya. Jadi untuk panggilan voice selama enam menit, pelanggan dikenakan tarif Rp 2.412.
Penerapan tarif Rp 0,1/detik untuk sesama pengguna XL tak seragam di semua daerah. Di Sulawesi dan Kalimantan berlaku sistem peak dan off peak (jam sibuk dan tidak sibuk). Pada jam sibuk berlaku tarif Rp 10/detik di 2,5 menit pertama dan Rp 0,1/detik pada menit berikutnya. Sementara pada jam tidak sibuk tarif yang berlaku Rp 10/detik pada 0,5 menit pertama dan Rp 0,1/detik pada menit selanjutnya.
Kawasan Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara Timur, Papua dan Ambon beda lagi. Di sana berlaku tarif Rp 10/detik di setengah (O,5) menit pertama dan Rp 0,1/detik di menit berikutnya hingga menit ke 30 setelah itu berlaku tarif Rp 1/detik. Ada yang kemudian mengkaitkan promo baru dipicu oleh promo Simpati PeDe Telkomsel yang menawarkan tarif Rp 0,5 per detik setelah menit pertama untuk komunikasi sesama pelanggan Telkomsel.
Pada menit pertama, pelanggan dikutip Rp 1500. Selanjutnya membayar Rp 0,5 per detik tanpa syarat apapun. Simpati Pede mendulang sukses, pasalnya di sejumlah daerah trafik komunikasi meningkat hingga 100 persen. Operator seluler yang menawarkan promosi adalah Indosat Operator ini mengenalkan dua program terbaru untuk pelanggan Mentari dan IM3 yaitu Mentari Gratis 1 Menit Pertama dan IM3 Ce eS-an. Mentari Gratis 1 Menit Pertama memberikan fasilitas berbicara gratis pada 1 menit pertama setiap kali mulai menelepon. Program yang berlaku mulai 17 Januari 2008 hingga 30 April 2008 ini termasuk dalam konsep yang digulirkan Indosat 2008, Beyond Expectation.
Sayangnya, fasilitas ini hanya berlaku untuk pelanggan Mentari yang telah mendaftarkan empat nomor Indosat lain dalam program Mentari Hebat Berlima. Gratis satu menit itu berlaku setiap hari setiap kali melakukan panggilan telepon lokal. Untuk mengatur trafik voice yang disesuaikan dengan kapasitas jaringan, Indosat membatasi panggilan hanya 10 kali per hari untuk pangilan lokal Mentari Hebat di wilayah Jawa dan 20 kali sehari untuk panggilan lokal ke sesama GSM di luar Jawa.
Selain itu, pelanggan Mentari juga harus melakukan reload pulsa terlebih dahulu untuk menikmati gratis 1 menit. Bila melakukan reload Rp 10 ribu, misalnya, akan mendapatkan gratis hingga tujuh hari. Jika reload Rp 25 ribu mendapat gratis 15 hari. Direktur Marketing Indosat, Guntur S. Siboro mengungkapkan, layanin seluler harus diimbangi dengan inovasi dan peningkatan layanin. Sehingga, tak sekedar memberikan tarif murah namun memberikan nilai tambah bagi penggunanya. Komunikasi hemat atau murah juga tak perlu selalu menampilkan angka besaran tarif. ''Indosat tidak mengikuti rute tersebut. Itu bukan sebuah inovasi marketing,'' tegas Guntur, dalam jumpa pers, Senin (21/1).
Sedangkan pada program IM3 Ce eS-an, pengguna IM3 bisa mengirim SMS sepuasnya ke dua orang teman yang sudah didaftarkan. Untuk menikmati fasilitas tersebut, pengguna layanin harus menelpom minimal Rp 2.000/ hari. Meskipun untuk mendaftarkan nomor teman sesama pengguna IM3 gratis, namun pelanggan akan dikenakan biaya Rp 500 pengecekan anggota IM3 atau perubahan anggota. Program yang telah bergulir selama sebulan itu, telah menjaring 2-3 juta pendaftar.
Program tarif promo ini memiliki kesamaan. Tak sekadar kesamaan besaran tarif (promosi) yang semakin turun, namun juga periode masa berlaku yang cukup singkat. Pada program promo yang dikeluarkan oleh XL dan Indosat, masa berlakunya biasanya hanya berkisar empat bulan saja. Tak hanya itu saja, meskipun mengatakan tak ada syarat, tetap saja program itu berjalan dengan ketentuan yang diberlakukan oleh pihak operator. Untuk itu, para pengguna seluler, dituntut untuk bersikap jeli dan kritis untuk menghitung kembali tarif yang ditawarkan oleh masing-masing operator seluler. Bagaimana pun juga kompetisi yang berlaku di pasaran sekarang, memang terfokus pada tarif. ''Saat ini, operator seluler mulai berebut untuk memberikan tarif yang murah dalam tanda kutip. Kompetisi memang sekarang ada pada harga,'' kata Guntur.
Lantas bagaimana operator bisa tetap mempertahankan bahkan meningkatkan pendapatannya jika kerap meluncurkan program promo tarif? Untuk inilah, operator mengenakan syarat dan ketentuan berlaku. ''Kami menggunakan patokan waktu 2 menit karena secara perhitungan finansial, XL masih dapat untung dengan skema tersebut dan penerapan tarif yang berbeda di tiap daerah. Tentunya tidak mungkin dikeluarkan tanpa ada keuntungan buat perusahaan,'' kata Bayu tanpa merinci perhitungannya. Ia pun mengharapkan program promonya dapat menjaring pelanggan dalam jumlah yang diinginkan. Pelanggan baru memang menjadi tujuan setiap program promo tarif yang diluncurkan oleh operator seluler. Meskipun pada tahap awal, lanjut Bayu, operator harus rela melakukan subsidi.
''Subsidi ini akan 'terbayarkan' jika XL berhasil mendapatkan penambahan jumlah pelanggan Bebas hingga 30 persen seperti yang terjadi ketika tarif Rp 1/detik diberlakukan,'' katanya. Saat ini pelanggan XL Bebas mencapai 65 persen dari total pelanggan XL yang hingga akhir 2007 lalu tercatat 15,5 juta. Ini artinya, pengguna XL Bebas mencapai sekitar 10 jutaan. Pada 2008 XL hanya menargetkan penambahan total pelanggan sekitar 20 persen atau sekitar 3,1 juta. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2007 dimana XL mampu menambah sekitar 6 juta pelanggan.
Hal serupa juga menjadi harapan Indosat. Guntur mengatakan, penurunan tarif sebesar 50 persen harus dapat diikuti dengan elastisitas penggunaan telepon yang angkanya mesti naik menjadi dua kali lipat. Indosat sendiri menargetkan penambahan 6-7 juta pelanggan baru di tahun 2008. (Sumber: republika.co.id)