• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

>> Info Seputar Provider Kartu <<

Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
Penetrasi Pasar CDMA Diprediksi 25% di 2008

27 November 2007


Potensi pasar telepon seluler (ponsel) berbasiskan CDMA pada 2008 diprediksi mencapai 25 persen meningkat dibandingkan target 2007 sebesar 18 persen. "Saya kira di 2008 penetrasi pasar untuk CDMA mampu mencapai 25 persen, sedangkan sisanya GSM sebesar 75 persen," kata Manager Mobile Marketing Communication Division PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) Agus Sugiharto.

Dia mengatakan, hingga akhir 2007 diperkirakan penetrasi pasar ponsel CDMA mampu menembus 18 persen dari total pasar ponsel di Indonesia. Data per Oktober 2007 menunjukkan penetrasi pasar CDMA telah mencapai 17 persen. "Dari tahun ke tahun ponsel CDMA semakin diminati konsumen," katanya.

Menurut dia, sejumlah faktor turut memicu pertumbuhan pasar CDMA di Indonesia, salah satunya adalah semakin tinggi nilai tambah produk CDMA yang dipasarkan ke masyarakat. Nilai tambah ini mencakup pengembangan teknologi, hingga pelayanan (service).

Selain itu, lanjut dia, adanya hubungan kerja sama para vendor dan operator telekomunikasi juga turut mendorong pertumbuhan pasar CDMA di dalam negeri. "Mereka melakukan program bundling dengan menawarkan tarif murah yang terjangkau," ujarnya. (Sumber: OKEZONE.COM)
 
Bonus Pulsa Fren Hingga 50% ke Semua Operator

03 Desember 2007
PT Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) yang terkenal dengan brand product-nya Fren kembali menggelar program bagi-bagi pulsa untuk pelanggannya, sebagai kelanjutan komitmen Mobile-8 untuk memberikan apresiasi kepada para pelanggan.

Bagi para pelanggan yang melakukan pengisian ulang pulsa dengan nilai Rp100 ribu ke atas, akan menerima bonus pulsa hingga sebesar 50 persen. Pulsa gratis ini dapat digunakan tidak hanya ke sesama nomor Fren namun juga semua operator, dan berlaku mulai 28 November 2007 sampai tanggal 2 Januari 2008.

"Usai meluncurkan tarif hemat Rp38 per menit dan produk bundling ZTE dengan bonus bicara hingga jutaan rupiah baru-baru ini, kini kami berikan bonus pulsa hingga 50 persen agar para pelanggan kami dapat menikmati komunikasi lebih lama namun tetap dengan tarif hemat. Bonus pulsa ini dapat diterima dan dinikmati langsung setiap kali para pelanggan kami melakukan isi ulang," ujar Greeny Dewayanti selaku Head of Product & Segment Management Mobile-8.

Menurut dia, Mobile-8 merupakan operator pertama yang menerapkan gratis pulsa untuk panggilan ke seluruh operator.

Melalui pemberian bonus pulsa tersebut, maka para pelanggan Fren dapat menikmati layanin telekomunikasi yang hemat untuk bicara, SMS maupun data dengan penambahan ke pulsa regular dan diperoleh selama masa aktif. Bonus yang akan didapatkan tergantung kepada denominasi jumlah pengisian pulsa, di mana untuk isi pulsa antara Rp100.000-Rp150.000 akan mendapatkan bonus sebesar 20 persen. Adapun untuk isi ulang pulsa antara Rp200.000-Rp500.000 akan mendapatkan bonus sebesar 50 persen.

Adapun besarnya bonus pulsa tersebut adalah sebagai berikut :

Denominasi Bonus Pulsa Total Pulsa
100.000 20.000 120.000
150.000 30.000 180.000
200.000 100.000 300.000
300.000 150.000 450.000
500.000 250.000 750.000

Lebih jauh lagi Greeny menambahkan, bonus ini dapat dinikmati oleh para pelanggan Fren prabayar untuk pengisian ulang pulsa dari semua tipe voucher yang ada di mana saja (baik voucher fisik maupun voucher elektronik) di seluruh jaringan layanin Fren di Indonesia, termasuk berbagai daerah baru di luar pulau Jawa termasuk Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan dan Bali. (Sumber: OKEZONE.COM)
 
Flexi Bagi-Bagi Pulsa

05 Desember 2007


PT Telkom Tbk membagi-bagikan pulsa sebesar 100% dari nominal isi ulang untuk layanin Flexi prabayar dan potongan harga 75% pada bulan berikutnya untuk layanin Flexi pascabayar kepada pelanggan komunitas.

Untuk tagihan bulan berikutnya, Kadivre II PT Telkom Tbk Adeng Ahmad mengatakan rangkaian pemberian bonus tersebut terangkai dalam gelar wajib Flexi di mana dalam ajang promosi pada 1-2 Desember berhasil menjaring pelanggan baru 1.334 komunitas.

"Ajang promosi tersebut dilakukan di mal-mal dan gelanggang olahraga Senayan yang kemungkinan besar akan dilanjutkan di seluruh Carrefour di seluruh Jakarta dan menggandeng lima vendor yaitu Nokia, Motorola, Nexian, Haier, dan Sanex," ujarnya pada konferensi pers, kemarin.

Gelar wajib Flexi tersebut bukan hanya ditujukan kepada pelanggan baru, tapi juga pelanggan lama sampai Juli 2008. Pelanggan Flexi akan mendapatkan gratis pulsa 100% untuk pelanggan yang mengisi ulang Rp50.000 dan Rp100.000 ditambah bonus 50 SMS. (Sumber: Bisnis.com)
 
Flexi Targetkan 11 Juta Pelanggan Baru

06 Desember 2007


PT Telkom Tbk menargetkan penambahan 11 juta pelanggan baru untuk layanin telepon tetap nirkabel Flexi secara nasional hingga akhir 2008 nanti. Senior Manager Marketing & Sales Telkom, Saptono Mursid, mengungkapkan, Jabodetabek dan Banten yang berada di bawah Divisi Regional (Divre) II Telkom merupakan area terbesar yang dibidik untuk meraih pelanggan baru tersebut.

"Di Jakarta saja kami mematok target empat juta pelanggan baru untuk Flexi. Angka ini yang terbesar dibandingkan area lainnya secara nasional," tuturnya.

Saat ini, ungkap Saptono, pelanggan Flexi di area Divre II telah mencapai kisaran 1,3 juta pelanggan. Secara nasional, lanjut dia, layanin telepon nirkabel dengan mobilitas terbatas itu telah memiliki sekitar enam juta pelanggan.

Menurutnya, setelah Telkom merampungkan migrasi jaringan layanin Flexi dari frekuensi 1.900 MHz ke 800 MHz, perseroan kian optimistis mampu meraih pelanggan baru sebanyak-banyaknya. "Karena selain kualitas jaringan kami semakin bagus, seluruh pengguna perangkat CDMA single band di frekuensi 800 MHz sudah dapat menggunakan Flexi. Mayoritas, perangkat telepon CDMA yang beredar di pasaran menggunakan frekuensi 800 MHz."

Untuk mengejar target pelanggan hingga dua kali lipat dari yang dimilikinya saat ini, Telkom pun menggelar program bagi-bagi pulsa kepada komunitas Flexi sebesar 100% dari nominal isi ulang untuk layanin prabayar dan potongan harga 75% pada bulan berikutnya untuk layanin pascabayar.

Executive General Manager Divre II, Adeng Achmad, mengatakan, pemberian bonus tersebut terangkai dalam program Wajib Flexi, di mana dalam ajang promosi yang dimulai pada awal Desember ini telah berhasil menjaring 1.334 komunitas pelanggan baru. (Sumber: detikinet.com)
 
Mobile-8 dan bunk Niaga Kerjasama Transaksi Pulsa

08 Desember 2007


PT bunk Niaga Tbk (BNGA) dan PT Mobile-8 (FREN) bekerjasama layanin transaksi untuk pembayaran tagihan dan pembelian isi ulang pulsa telepon seluler Fren melalui fasilitas "electronic delivery channel".

Head of IT & System BNGA, Paul S. Hasjim, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa pelanggan Mobile-8 yang juga nasabah BNGA dapat melakukan pembayaran elektronik serta transaksi lainnya, termasuk pengisian isi ulang pulsa Fren melalui fasilitas melalui 212 SST (Self Services Terminal) Niaga, Niaga Access 14041 (phone banking), Niaga Global@access (Internet banking) dan Niaga Ponsel Access (mobile banking).

Paul juga mengungkapkan, kebutuhan masyarakat akan telekomunikasi yang sudah tinggi, menuntut perseroan memberikan dukungan penyediaan fasilitas "electronic delivery channel" yang lengkap.

Sedangkan, Chief Commercial Officer Mobile-8, Alex Tan Kok Leong, mengatakan bahwa kerjasama tersebut lakukan untuk semakin memudahkan para pelanggan "fren" dalam melakukan pembayaran tagihan maupun pembelian pulsa isi ulang.

Alex juga mengungkapkan, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan bunk terkemuka lainnya dari beberapa bunk nasional dan internasional.

Dia mengungkapkan, bahwa kerjasama ini dibutuhkan, karena seiring dengan perluasan jaringan pada tahun ini yang merambah kota di luar Jawa. (Sumber: Antara News)
 
StarOne Jangkau 46 Kota Tahun Depan

10 Desember 2007


Jangkauan layanin berbasis teknologi CDMA dari PT Indosat Tbk, StarOne, diharapkan meningkat dari 24 menjadi 46 kota se-Indonesia pada 2008, setelah berhasil melewati proses migrasi frekuensi dari 1.900 MHz ke 800 MHz pada September.

Corporate and Direct Sales Manager Java, Bali, and Nusra Indosat Judi Asianto menilai kebijakan migrasi frekuensi StarOne memang banyak merugikan, tetapi pihaknya menerima dengan lapang dada.

"Itu sebabnya migrasi frekuensi ini kami jadikan sebagai momentum menghadirkan kembali [reborn] StarOne dengan segala keunggulannya," ungkapnya seusai workshop Indosat di Surabaya akhir pekan lalu.

Dengan semakin luasnya jangkauan StarOne, Asep memproyeksikan semakin banyak pula pelanggan yang bisa dirangkul. Dalam reborn StarOne diluncurkan pula program Ngobrol Irit (Ngorbit) StarOne menggunakan metode percakapan menit atau bulanan.

Asep menjelaskan untuk program per menit, tarif yang ditawarkan antarsesama pengguna StarOne, baik lokal maupun SLJJ, sebesar Rp25 per menit atau Rp750 per jam, sedangkan untuk tambahan menit berikutnya dikenakan tarif Rp12,5 per menit.

Sementara itu, untuk program bulanan, pelanggan dikenakan tarif Rp25.000 per bulan untuk panggilan telepon sepuasnya ke sesama pelanggan StarOne baik lokal maupun SLJJ. "Tarif super irit ini belum diluncurkan operator CDMA lainnya," kata Asep. (Sumber: bisnis.com
 
Esia Luncurkan Program Baru SPORT ESIA

13 Desember 2007

logo_sportesia.gif


PT Bakrie Telecom Tbk meluncurkan program baru "SPORT esia" untuk para penggemar olahraga di Indonesia. Dengan diluncurkan program "SPORTesia", maka Bakrie Telecom semakin menguatkan posisinya sebagai operator CDMA yang mengerti kebutuhan dan kegemaran para pelanggan Esia, khususnya para penggemar dunia olahraga.

Program "SPORTesia" yang diluncurkan di FrontRow-Senayan ini, merupakan bentuk komitmen dari Bakrie Telecom untuk selalu memberikan layanin yang berkualitas dan menguntungkan kepada para pelanggan Esia khususnya para penggemar olahraga.

SPORTesia merupakan sebuah wadah yang dibentuk oleh Esia untuk menaungi seluruh kegiatan dan layanin yang berhubungan dengan olahraga. "Dengan SPORTesia ini kami menginginkan agar para pelanggan Esia, mendapat kemudahan untuk mendapat informasi terbaru dan tercepat dari dunia olahraga," ujar Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk.

Sport Esia merupakan layanin konten dari Esia yang bekerjasama dengan Mobile ESPN dan Star Sport MObile, untuk semua dengan kegiatan dan layanin yang berhubungan dengan olahraga.

Sport Esia menyediakan informasi seputar perkembangan dunia sepakbola yaitu jadwal dan hasil pertandingan sampai isu terbaru dari Liga Inggris, Liga Belanda, Liga Italia dan juga mengenai klub-klub sepakbola yang mengikuti Liga Champion, Arsenal, Liverpool dan sebagainya

Erik mengatakan pelanggan Esia dapat berlangganan layanin konten ini dengan mengirimkan SMS ke 888. "Hanya dengan membayar kurang lebih Rp 2000 per minggu maka akan mendapatkan 10 informasi terkini setiap hari dari dunia sepakbola," kata Erik.

Pelanggan Esia yang tergabung dalam komunitas Sport Esia tidak hanya mendapatkan informasi olahraga semata, tetapi sekaligus juga mendapat untung yang lain, seperti kesempatan untuk memenangkan berbagi hadiah dari permainan maupun kuis, termasuk mengikuti lelang merchandise asli yang diberikan oleh mitra ESPN. (Berbagai Sumber)
 
Esia Targetkan 3,7 Juta Pelanggan Akhir 2007

14 Desember 2007


PT Bakrie Telecom selaku operator layanin komunikasi seluler Esia menargetkan jumlah pelanggan 3,7 juta sampai akhir 2007. "Pelanggan kita sampai akhir September sudah mencapai 2,95 juta. Sampai akhir tahun ini kita targetkan 3,7 juta pelanggan," kata Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom, Erik Meijer.

Erik optimis target 3,7 juta pelanggan tersebut dapat tercapai karena sampai akhir September, pelanggan Esia telah mencapai 2,95 juta orang.

Ketika ditanya wartawan apakah target Esia untuk membuka layanin di 17 kota tahun ini tercapai, Erik mengatakan hal tersebut dapat tercapai.

"Kemarin kita sudah meluncurkan di Lampung. Minggu ini kita luncurkan di Palembang, dan ada beberapa kota yang akan kita buka sampai akhir tahun ini," kata Erik.

Dia melanjutkan Esia akan terus menambah jaringan layanannya di berbagai kota di Indonesia pada tahun depan.

Sebelumnya Erik menyebutkan pada Agustus 2007, layanin Esia dan Wifone telah membuka jaringan di tujuh kota baru yakni Surabaya, Malang, Semarang, Solo, Yogjakarta, Medan dan Padang.

"Pengembangan layanin Esia dan Wifone menargetkan membuka jaringan berikutnya di 17 kota di Indonesia, pada tahun 2007 ini," katanya.

Menurutnya, ekspansi layanin jaringan Esia itu antara lain di Kota Palembang, Pekanbaru, Batam dan Bali serta beberapa kota besar di Kalimatan.

Ia menambahkan, dengan dibukanya layanin di Bandarlampung, Esia dan Wifone telah merambah ke-25 kota, termasuk 17 kota di kota wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten yang menjadi daerah awal pengembangan Esia sebelum mendapat lisensi nasional dari pemerintah tahun 2007.

Sementara ketika ditanya apakah dengan diluncurkannya layanin FWA (Fix Wireless Acces) Starone dari Indosat akan mempengaruhi Esia, Erik mengatakan hal tersebut tidak berpengaruh kepada Esia.

"Kita senang saja (dengan adanya Starone Indosat), kompetisi semakin seru. Mudah-mudahan bisa meningkatnya pamor CDMA di Indonesia," kata Erik.

Dia mengatakan pihaknya akan terus melakukan promosi dan pemasaran Esia seperti yang telah dilakukan sebelumnya tanpa terpengaruh dengan layanin FWA dari operator lainnya.

"Kita meneruskan apa yang telah kita lakukan selama ini yaitu menawarkan layananan dan perangkat yang paling murah dengan mutu yang paling baik dan model yang lengkap," kata Erik. Dia mengharapkan masyarakat jeli untuk memilih layanin FWA dengan melihat tarif harga yang ditawarkan.

"Harapan saya agar masyarakat bila akan memilih, melihat secara detil pada enawarannya yang ada. Kalau dari menit pertama harganya berapa, kalau menit selanjutnya harganya berapa. Contohnya ada yang menawarkan tarif yang sangat murah akan tetapi pada menit pertama Rp3000. Dengan Esia Rp3000 bisa ngobrol tiga jam," tambah Erik. (SUmber: ANTARA News)
 
2008, Pelanggan CDMA Diharapkan Tumbuh

22 Desember 2007


Pelanggan CDMA (fixed wireless) dan telepon rumah (fixed wireline) tahun depan diharapkan tumbuh 1-2 juta orang dari posisi tahun ini sekitar 15 juta orang. Target tersebut dipatok untuk mengejar tingkat penggunaan telepon (teledensitas) sebanyak 13% di 2009 sesuai rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo).

"Tahun depan pemerintah mengharapkan bukan dari seluler (pertumbuhan pelanggan) tapi dari fixed wireline dan wireless,” ujar Direktur Telekomunikasi Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Depkominfo Budi Santoso seusai membuka Telecommunication Infrastructure Summit 2007 di Jakarta kemarin. Sebab, jelas dia, teledensitas untuk kedua jenis layanin telekomunikasi tersebut masih rendah, yakni 4% untuk fixed wireline dan wireless hampir 8% dari total penduduk Indonesia.

Untuk mencapai target tersebut, Budi mengimbau operator agar lebih giat membangun jaringan tetap (jartap) kabel dan nirkabel sebagai infrastruktur penunjang penyelenggaraan layanin CDMA dan telepon rumah. Disinggung kemungkinan pemberian insentif dari pemerintah kepada operator yang bersedia meningkatkan pembangunan jartap, Budi menegaskan bahwa itu tidak ada.

"Mereka kan kebanyakan perusahaan terbuka jadi tidak mungkin pemerintah campur tangan untuk memberikan dana disitu,” tuturnya. Dia menyebutkan, insentif terakhir kali diberikan kepada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) saat perusahaan itu membangun jartap dengan merek dagang Telkom Flexy.

Di sisi lain, Budi memperkirakan sampai akhir 2007 jumlah pelanggan GSM mencapai 81 juta orang atau naik 500.000 sampai 1 juta orang dari posisi saat ini. Tahun depan, dia memprediksi, pertumbuhan pelanggan GSM tidak akan signifikan karena masyarakat di kota-kota besar khususnya, sudah jenuh atas layanin ini.

"Tahun depan kemungkinan naik menjadi 90 juta orang,” kata dia. Penambahan itu, sambungnya, dengan catatan operator GSM mengembangkan layanannya ke daerah-daerah kabupaten. Kalau bicara kondisi saat ini, Budi melihat, operator GSM masih lebih senang bermain di wilayah-wilayah gemuk sedangkan daerah kabupaten mayoritas belum tersentuh.

Pada kesempatan yang sama, Group Head Business Strategy PT Indosat Tbk (Indosat) Bayu Hanantasena mengakui, distribusi layanin seluler, baik itu GSM maupun CDMA belum merata dan masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Dia mengambil contoh, penetrasi GSM dari semua operator, saat ini mencapai 57% untuk wilayah Jabodetabek sedangkan di luar Jawa masih 33%. "Ini menunjukan bahwa distribusi di daerah-daerah masih kurang,” katanya saat menjadi pembicara dalam acara itu.

Dia juga mengemukakan, penetrasi di kedua pembagian wilayah tersebut didominasi pengguna GSM sebesar 87% dan sisanya CDMA. Soal jumlah pelanggan, dari tiga pemain GSM terbesar, Telkomsel menempati urutan pertama dengan perolehan sebanyak 55% diikuti Indosat 27,8%, dan PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) 16,2%.

Untuk kategori CDMA, Telkom Flexy menempati urutan pertama, lalu Esia sebanyak 25%, Fren 22%, dan StarOne 4,5%. (Sumber: OKEZONE.COM)
 
Esia Ekspansi ke Batam

23 Desember 2007


Medan, Padang, Lampung & Palembang, penetrasi PT Bakrie Telecom Tbk. (BT) di Pulau Sumatera berlanjut ke Batam. Dengan beroperasinya Esia dan Wifone di kota Batam, maka total Bakrie Telecom telah hadir di 28 kota nasional. Bakrie Telecom sendiri mentargetkan untuk segera membuka layanin di 17 kota tahun 2007 ini.

Erik Meijer, Wakil Direktur Utama BT menjelaskan bahwa pengembangan layanin Esia dan Wifone ke kota-kota baru di Indonesia ini dimaksudkan untuk memberikan pilihan yang lebih beragam pada masyarakat terhadap layanin telekomunikasi. Selain itu juga untuk memperluas penetrasi Esia & Wifone, dua produk andalan BT yang memang ditujukan pada segmen pasar masyarakat luas.

"Masyarakat Batam merupakan masyarakat perantau. Karena itu mereka pun punya banyak saudara dari daerah asal, karena tadinya mereka memang berasal dari sana. Dengan Esia & Wifone sekarang mereka dapat berkomunikasi dengan murah. Baik antar mereka sendiri maupun dengan sanak saudaranya di kampung asal," ujar Erik.

Ditambahkannya, Batam juga merupakan pintu gerbang internasional. Mobilitas penduduk sangat tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Batam akan layanin telepon internasional, BT juga memiliki tarif hemat sebesar Rp 1.500,- per menit. Tarif telepon internasional ini bisa dikatakan sangat kompetitif untuk sebuah panggilan telepon internasional.

Namun Erik pun menyadari potensi pasar yang besar akan sangat tergantung pada kemampuan BT untuk menjaga tingkat kualitas layanannya. Apalagi industri telekomunikasi dikenal sebagai industri dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi. Untuk itu BT akan menempuh strategi penjualan dengan jumlah nomor terbatas demi menjaga tingkat kualitas layanin dan memenuhi harapan masyarakat akan jasa layanin telekomunikasi yang bukan saja terjangkau tapi juga handal. BT juga akan menyediakan 30 ribu nomor Esia dan seribu nomor Wifone di Batam yang akan dijual pada masyarakat esok hari selama 4 hari di dua tempat, Gerai Esia Jl Lumbubaja 1 Komplek Sakura Anpan Blok E no 3 dan pusat pertokoan Lucky Plaza.

"Kami tidak ingin minat yang begitu besar dari masyarakat di wilayah baru Esia & Wifone, termasuk Batam menjadi kecewa karena persoalan kualitas jaringan. Untuk itu dengan penjualan terbatas tersebut kami ingin melihat kemampuan jaringan BT dalam menyalurkan lalu lintas percakapan telepon dan sms," jelas Erik.

Agar masyarakat dapat mencoba kualitas layanin Esia & Wifone sekaligus memberikan masukan terhadap kemampuan jaringan maka BT akan membebaskan percakapan telepon sesama pelanggan Esia di dalam kota yang sama. Harga perkenalan ini akan diperkenalkan hingga masa promosi ini berakhir pada akhir bulan Maret mendatang. "Jadi untuk semua nomor Esia dan Wifone di Batam bisa bebas bicara ke nomor-nomor Esia dan Wifone lainnya yang ada di kota yang sama. Dengan demikian para pelanggan Esia & Wifone di Batam dapat mencoba dan membuktikan kehandalan kualitas layanin Esia dan Wifone tanpa harus dibebani lagi oleh tagihan telepon", ujar Erik. (Sumber: swa.co.id)
 
StarOne Gelar Koneksi Internet 100 jam NonStop

23 Desember 2007


Seperti tagline-nya StarOne yakni Jagoan, Indosat mulai unjuk kekuatan dengan menguji ketahanan koneksi internetnya selama 100 jam. Setelah selesai proses perpindahan frekuensi dari 1900Mhz ke 800 Mhz, StarOne kini semakin gencar melakukan promosi. Salah satunya dengan menggelar acara "100 Jam Koneksi Internet NonStop" yang digelar dihalaman Galeri Indosat, Jl Teuku Umar, Denpasar Bali.

Prosesi start koneksi internet dilakukan oleh M Arief Junaedi, Head of Denpasar Branch tepat pukul 14.00 WIT hari Jumat kemarin. Acara ini diperkirakan akan rampung tepat 100 jam pada tanggal 25 Desember 2007 pukul 18.00 WIT. Perangkat yang digunakan antara lain dengan modemphone dan modem/data card yang dihubungkan ke laptop lewat kabel data USB.

"Melalui uji coba ketahanan akses internet ini, kami ingin membuktikan bahwa kualitas layanin StarOne khususnya internet, cukup berkualitas," ujar M Arief.

Selain itu juga digelar lomba ketahanan chatting dan browsing internet yang terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Dengan beragam hadiah seperti handphone, iPod, mp4 player dan Laptop. (Sumber: selular.co.id)
 
Esia Rilis SMS Murah Rp99 ke Seluruh Operator

26 Desember 2007



Menyambut Natal dan Tahun Baru PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) kembali meluncurkan program baru "SMS Murah Rp99" bagi pengguna Esia ke seluruh operator lain. Program "SMS Murah Rp 99" merupakan bentuk komitmen dari Bakrie Telecom untuk selalu memberikan layanin yang berkualitas dan menguntungkan kepada para pelanggan Esia.

"Hanya dengan Rp99 (sebelum PPN) para pelanggan dapat tetap menyambung tali silaturahmi dengan sanak saudara yang masih menggunakan operator lain. Kami menginginkan agar para pelanggan Esia merasakan kemudahan dalam mengirimkan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru serta dapat merasakan SMS Murah Rp99 yang dapat meringankan biaya komunikasi mereka," ujar Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk.

Selanjutnya dijelaskannya bahwa SMS Murah Rp99 ini berlaku secara otomatis dan tanpa syarat bagi seluruh pelanggan Esia selama masa promosi yang dimulai pada periode 22 Desember 2007 sampai dengan 2 Januari 2008, sedangkan untuk tarif SMS dari Esia ke Esia, tetap akan dikenakan tarif hemat Rp 50 + PPN.

Esia saat ini juga telah hadir di berbagai kota di Sumatra, seperti Medan, Padang, Lampung, Palembang, Pekanbaru, dan Batam. Begitu juga di wilayah Jawa, Esia telah hadir di Yogyakarta, Surabaya, Malang, Solo, Bali dan lain-lain.

"Dengan semakin luasnya jangkauan kami di daerah lain, menunjukkan komitmen kami untuk terus dapat meningkatkan pelayanan bagi pelanggan Esia. Jadi bila pelanggan Esia di Jakarta sekarang dapat mengirimkan sms dengan tarif Rp50 + PPN ke seluruh teman ataupun saudara yang berada di daerah tersebut, jadi tetap lebih hemat bukan," lanjut Erik Meijer.

Bakrie Telecom dalam menyambut Natal dan Tahun Baru selain memberikan tarif SMS Murah Rp99 juga telah menyiapkan kapasitas jaringan yang lebih dibandingkan hari biasa.

"Menyambut Natal dan Tahun Baru, kami telah meningkatkan kapasitas sms Esia tiga kali lipat dibanding kapasitas regular. Hal ini kami lakukan agar seluruh pelanggan Esia tetap dapat berkomunikasi dengan sanak keluarga dan teman-temannya tanpa hambatan. Sehingga tidak ada lagi SMS dari pelanggan Esia yang tidak sampai kepada orang-orang terkasih yang dituju," kata Muhammad Buldansyah, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk.

Disamping meningkatkan kapasitas jaringan, Esia juga telah mempunyai layanin GoGo yang memberikan fasilitas bagi para pelanggan Esia untuk dapat menggunakan nomor teleponnya di kota lain di mana layanin Esia tersedia.

"Kami baru saja meresmikan gerai Esia di Bali sebagai kota layanin ke-29, dan kami mengharapkan melalui pembukaan layanin Esia di daerah baru maka layanin GoGo semakin luas jangkauan wilayahnya. Jadi pelanggan Esia yang sudah ada di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogya, dan Jawa Timur bisa juga mulai menggunakan layanin Esia di kota lain seperti Palembang, Medan, Batam, Pekanbaru dan Riau, demikian juga sebaliknya," tutur Erik Meijer.

Disamping Esia GoGo, produk unggulan Esia lainnya yang terutama cocok untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru dan adalah penggunaan kode akses 01010. Dengan menggunakan kode akses ini maka percakapan antarkota akan tetap diberikan biaya yang ringan, yaitu Rp 50 per menit untuk percakapan telepon sesama Esia atau Wifone se-Indonesia.

Esia kini juga mengeluarkan versi baru ponsel murah dengan layar berwarna dengan harga Rp299 ribu (diluar PPN) untuk melengkapi versi ponsel murah monokrom sebelumnya yang berharga Rp199 ribu (diluar PPN). (Sumber: OKEZONE.COM)
 
Uji Coba 100 Jam Koneksi Internet NonStop StarOne Telah Berakhir

26 Desember 2007


Operator jaringan nirkabel tetap StarOne Indosat akhirnya berhasil mencatat rekor 100 jam koneksi Internet tanpa putus. Prestasi ini dilampaui tepat pada pukul 18.00 Wita Selasa kemarin di Denpasar, Bali. Rekor akses internet yang sudah dimulai sejak Jumat (21/12) pukul 14.00 Wita ini diselenggarakan di Galery Indosat Jl. Teuku Umar, Denpasar, Bali. �Program ini membuktikan kehandalan StarOne dalam memberikan layanin data disamping suara dan SMS tentunya,� kata Guntur S. Siboro, Direktur Marketing Indosat.

Jaringan CDMA milik Indosat ini mampu melayani sampai kecepatan 153,6 kbps pada kawasan wilayah StarOne dengan menggunakn kabel data, kartu PCMCIA, Bluetooth, maupun irDA.

"Kami mencoba memberikan sesuatu yang berbeda. Hari ini kami menawarkan internet dan tes ini membuktikan ketahanan sistem kami, selain harga yang murah, tapi tidak asal murah," kata M Arif Junaedi, Kepala Cabang Indosat Bali pada saat membuka acara Jumat lalu.

Demo ini diselenggarakan di kawasan yang dikenal dengan daerah penjualan ponsel di Denpasar.

Adu kuat

Selama melakukan akses Internet nonstop ini jaringan internet nirkabel ini dimanfaatkan pihak operator CDMA itu untuk menyelenggarakan adu kuat melakukan browsing Internet dan chatting.

Dalam lomba ini Djoko Sudiro, salah satu peserta berhasil mencatat rekor terlama yaitu berinternet 83 jam nonstop yang dilakukan dengan berdiri dan tanpa tidur. Djoko yang berprofesi sebagai wartawan media cetak di Denpasar ini berhasil keluar sebagai pemenang lomba dan berhak mendapatkan hadiah sebuah Notebook. Lomba ini diikuti delapan peserta, selain pemecah rekor 83 jam, masing-masing memiliki ketahanan browsing internet beragam antara 11 jam � 66 jam.

Djoko menjelajah ribuan website selama lebih dari tiga hari ini berpendapat bahwa kualitas layanin StarOne khususnya internet dapat diandalkan dan tidak kalah dengan akses melalui layanin lain.

�Dengan kehandalan daya tahan akses internet StarOne ini, diharapkan masyarakat akan semakin yakin dalam menggunakan layanin Internet StarOne dengan tarif yang murah dan terjangkau bagi masyarakat,� lanjut Guntur Siboro.

StarOne yang telah beralih ke frekuensi baru 800 MHz ini memberikan layanin telepon dan internet murah. Khusus pengguna pascabayar, StarOne memberikan penawaran paket akses internet istimewa "Ngorbit" bulanan. Hanya Rp 49.000/bulan pelanggan sudah dapat menikmati akses Internet hingga 350 MB atau 1 GB hanya dengan Rp 99.000/bulan.

Saat ini StarOne telah melayani 24 kota dan akan terus bertambah menjadi 46 kota dalam waktu dekat ini.

Untuk pelanggan Prabayar, bisa dilakukan registrasi melalui SMS, caranya ketik : NGORBIT
BLN dan kirim ke 7825. Pada saat melakukan registrasi, harus dipastikan pulsa lebih dari Rp 25.000,- dan pulsa yang tersisa pada saat registrasi adalah Rp 3,000,-. Minimum pulsa Rp 3.000,- untuk menjaga agar tetap dapat melakukan panggilan keluar. Untuk selanjutnya pelanggan dapat melakukan panggilan keluar hingga sisa pulsa Anda kurang dari Rp 3.000. (Sumber: KOMPAS.COM)
 
Operator Akui Ada Kesepakatan Tarif SMS

27 Desember 2007


Operator seluler mengakui adanya kesepakatan tarif short messaging service (SMS) sejak 2001, tetapi lembaga itu menolak disebut kartel tarif karena hanya merupakan kesepakatan bisnis antaroperator.

Presdir PT Excelcomindo Pratama Tbk Hasnul Suhaimi mengungkapkan pihaknya memang memiliki perjanjian kerja sama (PKS) interkoneksi dengan beberapa operator yang dibuat sejak 2001.

"Salah satu pasalnya bertujuan menjaga agar kualitas jaringan tidak terganggu karena curahan berlebihan akibat spam atau SMS sampah yang secara teknis bisa mengganggu kualitas jaringan," ujarnya.

Untuk menjaga agar tidak terjadi spam tersebut, lanjutnya, maka diatur cara masing-masing pihak untuk tidak menjual harga SMS di bawah cost saat itu.

XL mengklaim pihaknya tidak berniat melanggar aturan, tetapi belakangan muncul informasi bahwa cara menjaga kualitas melalui cost adalah tidak tepat.

Sejak 2001 XL memang melakukan kesepakatan tarif secara bisnis ke bisnis (B2B) dengan operator lainnya. Kesepakatan itu dibuat lebih untuk mengamankan jaringan dari serangan SMS sampah atau spamming, yang dipicu oleh perbedaan tarif yang sangat jauh antara satu operator dengan operator lainnya.

Anak perusahaan Telekom Malaysia itu membantah keras bila disebut telah melakukan kartel tarif apalagi disebut sebagai pelopor karena memang sejak awal tidak berniat mengatur harga.

Selanjutnya pada 2003, kata Hasnul, muncul angka Rp250 sebagai tarif kesepakatan untuk SMS, karena nilai tersebut dianggap sebagai gambaran nyata cost untuk pengiriman layanin pesan singkat ke operator lainnya dengan metode sender keep all (SKA).

Namun, pada awal 2007 PKS interkoneksi XL yang mengandung unsur kesepakatan tarif telah direvisi dan diamandemen. "Setelah perubahan PKS itu, kami secara akan bertahap menurunkan tarif SMS antaroperator yang tercantum dalam PKS interkoneksi dan dimulai di wilayah timur Indonesia," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Sekjen Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), Merza Fachys membantah pihaknya telah mengoordiniasi adanya kesepakatan tarif SMS karena yang ada hanyalah perjanjian bisnis antaroperator.

"Munculnya isu kartel tarif sebenarnya dipicu murahnya tarif SMS dari operator pendatang baru yang memang tengah menjaring banyak pelanggan baru," ujarnya.

Segera diatur

Sementara itu, Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar menandaskan pemerintah akan segera mengatur penarifan seluler, termasuk layanin pesan singkat (SMS) di mana kajiannya saat ini telah memasuki tahap akhir.

"Tidak tertutup kemungkinan pola SKA untuk SMS juga akan diubah sesuai dengan perkembangan teknologi terkini," tuturnya.

Kasus kartel penarifan SMS itu sendiri sudah diproses oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang awal tahun depan memasuki tahap pemeriksaan lanjutan. (Sumber: bisnis.co.id)
 
Komunikasi Saat Natal Kemarin Tak Terganggu

27 Desember 2007


Operator telekomunikasi memastikan tidak ada gangguan jaringan sepanjang masa liburan Natal dan Tahun Baru 2008 meski ada lonjakan trafik terutama menjelang akhir tahun. PT Indosat Tbk menyatakan jaringan telekomunikasinya berhasil mengantisipasi kenaikan trafik saat Natal dan tidak menghadapi kendala yang berarti, sehingga masyarakat dan pelanggan tetap dapat berkomunikasi secara nyaman dan lancar.

"Berkat kesiapan antisipasi baik dengan meningkatkan kapasitas maupun kualitas jaringan, kami berhasil mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi yang terjadi saat perayaan Natal," demikian diungkapkan Adita Irawati, Division Head Public Relations, dalam siaran pers.

Pada perayaan Natal tahun ini, lonjakan trafik SMS tertinggi terjadi pada hari H Natal, yang meningkat menjadi sekitar 168,8 juta SMS atau naik sekitar 92,85% dibandingkan dengan trafik SMS pada periode yang sama tahun lalu. Bila dibandingkan dengan awal Desember, maka terjadi peningkatan lalu lintas pesan layanin singkat hingga 13,5%.

Adita mengklaim keberhasilan pengiriman SMS antarpelanggan Indosat mencapai lebih dari 90% yang berarti tidak ada permasalahan yang signifikan dalam pengiriman di internal jaringan Indosat, demikian halnya dengan tingkat keberhasilan pengiriman antaroperator yang juga berkisar pada angka 90%.

Secara terpisah, GM Corporate Communication PT Excelcomindo Pratama Tbk Myra Junor juga mengungkapkan jaringan XL dalam kondisi aman dan tidak terjadi gangguan.

"Sebelumnya kami telah meningkatkan kapasitas jaringan yang dapat menangani layanin pesan singkat SMS hingga 200%-300% dari hari biasa, sementara lonjakan trafik diprediksi tidak sampai melebihi angka tersebut," ujarnya, kemarin. (Sumber: Bisnis Indonesia)
 
3G Belum akan Marak Tahun Depan

28 Desember 2007


Teknologi 3G rupanya belum mampu menghipnotis para pengguna seluler GSM di Indonesia. Teknologi yang sangat dibanggakan oleh banyak operator ternyata juga belum mampu unjuk gigi hingga tahun depan.

Rupanya masih sulit untuk menyadarkan pengguna seluler akan kecanggihan teknologi 3G. Selain karena handset pendukung yang masih jauh dari jangkauan, coverage atau cakupan jaringannya pun belum menyentuh beberapa wilayah peradaban. Bahkan akses internet yang dianggap sebagai killer aplikasi 3G pun masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia.

"Terus terang, operator masih mencari aplikasi-aplikasi di layanin 3G dan kami menganggap saat ini killer aplikasi 3G masih ada di layanin akses internet. Bahkan tahun depan pun layanin voice dan sms masih berjaya, ditambah dengan layanin video utilisasi," ujar Teguh Prasetya, Group Head Value Added Services & Mail-Messaging.

Lebih lanjut Teguh menambahkan bahwa saat ini Indosat masih fokus dalam mempersiapkan akses internet untuk mengurangi gap (kesenjangan) akses internet yang masih tinggi. "Bayangkan saja, dari data APJII saja sudah terlihat bahwa demand internet masih 20 jutaan orang dengan akses berlangganan sekira 2 juta orang saja," tambah Teguh.

Walaupun begitu, Teguh sadar bahwa handset dan cakupan jaringan cukup memberikan peranan yang penting dalam pengembangan layanin teknologi 3G.

Pelanggan Indosat sendiri telah memiliki 22 juta pelanggan dengan jumlah subscriber 3G sekira 500.000 orang dengan pertumbuhan hingga 10 persen tiap tahun. Indosat menargetkan pertumbuhan pelanggan Indosat akan berkisar hingga 10 persen di masa yang akan datang. (Sumber: okezone.com)
 
Operator Sudah Antisipasi Natal dan Tahun Baru

28 Desember 2007


Menghadapi liburan Natal dan Tahun Baru operator selular sudah mengatisipasi kemungkinan adanya lonjakan trafik. Seperti PT Indosat sudah siap hadapi kemungkinan lonjakan ini dengan seperti meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringannya.

“Kami telah meningkatkan kesiapan jaringan menjelang Natal dan Tahun Baru, guna menjamin layanin yang tetap handal bagi pelanggan, sehingga mereka dapat tetap berkomunikasi dengan lancar pada masa-masa tersebut,” kata Guntur S. Siboro, Direktur Marketing Indosat.

Dari data tahun sebelumnya, meskipun terjadi tiga hari raya dalam waktu yang berdekatan, yaitu Idul Adha, Natal dan Tahun Baru, lonjakan trafik terbesar diperkirakan terjadi pada saat pergantian tahun. Meski secara statistik lonjakan trafik tidak akan melebihi lonjakan saat Lebaran lalu.

Untuk daerah-daerah di luar Jabodetabek diperkirakan kenaikan trafik SMS adalah sekitar 50 persen - 60 persen dibandingkan hari-hari biasa. Khusus untuk Jabodetabek diperkirakan kenaikan tertinggi maksimal sama dengan masa Lebaran yaitu sekitar 120 persen dibandingkan hari biasa .

Untuk menghadapi hari besar di akhir tahun ini, Indosat mengantisipasi kemungkinan lonjakan trafik SMS dengan meningkatkan kapasitas hingga 250 juta per hari yang telah mulai dilaksanakan sejak masa lebaran 2007 lalu.

Persiapan dari sisi non-teknis juga dilakukan Indosat berupa kesiapan SDM di pusat pelayanan kantor Indosat di seluruh Indonesia, serta kesiapan call center 24 jam penuh, yang akan membantu memberikan informasi dan menyelesaikan masalah yang dialami pelanggan. (Sumber: KOMPAS.COM)
 
XL Instant Messenger

29 Desember 2007


XL menggandeng penyedia konten Bubu Chikka yang mendukung secara teknis dan menjembatani XL dengan penyedia instant messenger. layanin Personal IM ini diberi nama XL Instant Messenger (IM). Platform yang dikembangkan oleh Bubu Chikka tersebut telah mendapat sertifikasi dari Asosiasi GSM agar selaras dengan layanin yang dimotori oleh Asosiasi tersebut.

Tarif layanin

layanin XL IM ini dapat digunakan oleh pengguna personal computer (PC) alias komputer dan ponsel. Kalau Anda familiar dengan layanin IM yang disediakan oleh perusahaan Internet, misalnya Yahoo! dan Google, Anda pasti akan segera terbiasa dengan layanin ini.

Untuk dapat menggunakan layanin XL IM, pelanggan harus mengunduh aplikasi XL IM di website XL, melakukan instalasi, dan registrasi. Pelanggan dapat memilih dua kategori layanin XL IM yaitu penggunaan untuk komputer dan ponsel atau penggunaan dengan PC saja.

Penggunaan untuk PC dan ponsel atau unified account, artinya pelanggan bisa menggunakan XL IM melalui komputer ataupun ponsel. Keuntungan dari kategori ini adalah ketika XL IM yang ada di PC sedang tidak aktif atau offline maka pesan yang masuk akan langsung diterima di ponsel.

Pengiriman pesan XL IM dari ponsel dikenakan tarif Rp 250 untuk setiap pesan yang terkirim dari ponsel. Tarif ini sudah termasuk PPn, sementara pengiriman SMS dari PC tidak dikenakan biaya.

Jumlah SMS yang dapat dikirimkan oleh pelanggan XL IM di komputer dibatasi hanya sampai 20 SMS. Jumlah tersebut dapat bertambah jika teman tujuan XL IM membalas XL IM kita. Selama pengguna XL IM berada di jangkauan XL di Indonesia, maka di ponsel mereka tidak dikenakan biaya setiap menerima pesan dari XL IM.

Benarkah tarif yang diberikan lebih murah? Tarif ini setara dengan tarif pengiriman SMS untuk pengguna Xplor. Tarif ini lebih murah dibandingkan dengan tarif SMS pengguna prabayar yang umumnya dikutip Rp350 per satu pesan.

Made mengatakan dengan harga yang lebih murah, pengguna tidak lagi dibatasi oleh kapasitas 160 karakter seperti pada layanin SMS biasa. layanin Personal IM memang memungkinkan pengguna mengirimkan pesan lebih dari 160 karakter dalam satu kali pengiriman dan tarif yang dibebankan tetap sama.

XL juga terus mengkaji kemungkinan penerapan biaya berlangganan untuk pengguna XL IM. (Sumber: bisnis.co.id)
 
Iklan via Ponsel Bakal Marak 2008

29 Desember 2007


Tahun depan diperkirakan menjadi tahap awal dari perjalanan bisnis iklan melalui ponsel dan akan dimanfaatkan oleh operator seluler, pemasang iklan, dan pengembang konten untuk mengedukasi pasar dan memetakan pelanggan.

I Made Harta Wijaya, Vice President Value Added Services & New Services PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL), mengatakan tahun depan bisnis iklan melalui seluler diproyeksikan semakin marak, sebab teknologi yang ada saat ini semakin mendukung serta potensi pasar di Indonesia sangat besar.

"Data menunjukkan belanja iklan online di Tanah Air cukup besar. Iklan online itu akan merambah ke seluler karena kini penetrasi ponsel makin meluas dan akses Internet di ponsel sudah semakin mudah dan cepat. Tahun depan akan menjadi masa-masa awal dan secara bertahap pasarnya akan semakin berkembang," tuturnya belum lama ini.

Dia menambahkan sebagai persiapan untuk masuk ke dalam bisnis iklan melalui seluler tersebut, XL kini tengah mengembangkan portal di dalam ponsel yang akan menjadi media untuk mengantarkan iklan ke pengguna XL. Portal rencananya akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Implementasi portal tersebut, lanjutnya, juga akan berfungsi sebagai alat untuk memetakan pengguna XL. Pemetaan pengguna berdasarkan minat dan kegemaran akan menjadi gudang data yang menjadi dasar bagi operator dalam menyebarkan iklan yang sesuai dengan profil pelanggan.

Portal tersebut, tambah Made, akan membantu XL dalam mengumpulkan informasi mengenai pelanggan, khususnya pelanggan prabayar. Berbeda dengan pengguna pascabayar-di mana operator memiliki data mengenai pelanggan tersebut, ketersediaan data mengenai pelanggan prabayar sangat minim.

Pilihan model bisnis

Registrasi pengguna prabayar yang sudah berjalan, ujar Made, juga tidak banyak menolong, sebab tidak sedikit pengguna prabayar yang memberikan data yang kurang akurat.

Data yang dihimpun dari penggunaan pulsa prabayar hanya akan memberikan gambaran mengenai faktor daya beli saja dan tidak mampu menjangkau ke profil pengguna yang lebih lengkap.

Menurut hasil pemetaan pelanggan, iklan seluler yang dikemas dengan baik dan ditujukan pada pelanggan yang memang memiliki minat terhadap produk atau layanin yang diiklankan itu, ternyata tidak akan membuat pelanggan terganggu.

Made menambahkan selain portal, jalur lain yang akan dipilih untuk mengantarkan iklan adalah melalui info sisipan, layanin My Wap, dan SMS broadcast.

Untuk tahap awal, kata Made, pihaknya akan memilih model bisnis iklan membiayai penggunaan (ad funded usage).

"Kami akan mulai dengan iklan membiayai konten. Secara perlahan kami akan berusaha menuju tujuan akhir dari layanin ini yaitu iklan membiayai komunikasi seperti layanin suara dan SMS," katanya. (Sumber: bisnis.co.id) Oleh Ratna Ariyanti Bisnis Indonesia
 
Esia Optimis Jaringannya Siap Hadapi Tahun Baru

29 Desember 2007


Memasuki pergantian tahun, orang kerap mengucapkan selamat tahun baru via pesan singkat (SMS) ataupun telepon. Terkait menghadapi momen tersebut, PT Bakrie Telecom Tbk (Btel) menyatakan optimis dengan kesiapan jaringannya.

Trafik layanin SMS dan telepon yang naik menjelang pergantian tahun nanti tidak akan berpengaruh terhadap layanin Bakrie. Demikian dikatakan Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom, Erik Meijer pada saat peluncuran Esia dan Wifone di Makasar, Jumat (28/12/2007).

Erik mengatakan di tahun baru nanti konsentrasi penggunaan layanin SMS dan telepon akan berpindah. Hal ini dikarenakan banyak pelanggan Esia yang mengoptimalkan layanin Esia Go Go yang memungkinkan pelanggannya melakukan atau menerima panggilan telepon dan SMS di luar kode area tanpa harus mengganti kartu RUIM.

Khusus untuk akhir tahun 2007 ini, Bakrie juga akan memberikan potongan tarif SMS ke operator lain, dari biasanya Rp 250 menjadi Rp 99. Sedangkan untuk tarif SMS ke sesama pengguna Esia tidak mengalami perubahan, tarifnya tetap Rp 50.

Lebih lanjut Erik menuturkan bahwa Bakrie tidak akan membatasi kapasitas layanannya sehingga yakin bahwa jaringan mereka benar-benar siap menghadapi kenaikan trafik tahun baru. "Operator lain kan malah membatasi kapasitasnya, kalau kita tidak," tegas Erik.

Erik juga mengaku Bakrie tidak akan melakukan peningkatan jaringan secara sengaja khusus untuk momen-momen tertentu seperti Natal dan Tahun Baru. "Pembangunan jaringan Bakrie dilakukan sesuai kebutuhan saja, misal pada saat trafik-trafik sibuk," jelas Erik.

Ketika ditanya soal target pelanggan Esia dan rencana ekspansi tahun depan, Erik enggan mengungkapkannya. "Nanti kita akan umumkan di pertengahan Januari," kata Erik.

Untuk saat ini Bakrie diperkuat oleh 1.200 Base Transceiver Station (BTS), meningkat 3 kali lipat dibanding akhir tahun lalu yang hanya ditopang oleh 400 BTS. (Sumber: detikinet.com)
 
Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.