• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Makanan Haram vs Halal

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. tyven
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
Bukankah tubuh kita adalah bait kudus Allah, dan jika Allah sudah memberitahukan kepada kita makanan yang halal namun kita masih tetap memakan binatang haram yang bisa merusak kesehatan tubuh kita (Bait Kudus Allah), apakah itu tidak DOSA?????

Pemahaman saya adalah, jika kita sudah tahu sesuatu yang jika dimasukkan ke tubuh bisa merusak kesehatan kita, namun kita masih tetap memasukkannya dengan sadar (menuruti hawa nafsu), berarti kita sudah berdosa terhadap Allah karena merusak/mematikan bait kudusNya.

Salam,
Tyven.

Betul sekali jika kita makan sesuatu makanan yg akan merusak tubuh tentu saja itu berdosa, bahkan kalau sudah di larang untuk makan sate kambing pun tapi terus di langgar yah urusannya memang menjadi dosa juga, karena kita menjadi orang yg secara sengaja ingin merusak diri sendiri karena keserakahan kita.

Tapi coba kita lihat dalam ayat di bawah ini tentang yg mana yg menajiskan kita seperti apa kata Yesus.

Matius: 15
15:11 "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."
15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
15:13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."
15:15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami."
15:16 Jawab Yesus: "Kamupun masih belum dapat memahaminya?
15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.

15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."


Silahkan di komentari apa yg Yesus katakan :D
 
Coba kita baca pasal ini dari awal yaitu dari Markus 7:1-5.

Konteks/objek pembicaraan dari ayat Markus 7:18-21 adalah tradisi bangsa Yahudi dimana orang Farisi percaya bahwa makan dengan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu akan menajiskan mereka. Mereka memiliki tradisi kecemaran oleh kerena menyentuh orang-orang yang bukan Yahudi yang dialihkan oleh makanan kepada tubuh (Lihat Markus 7:1-5)

Dari Markus 7:1-5 ini kita melihat bahwa orang-orang Farisi sangat ketat kepada hukum yang menyangkut upacara kebersihan. Mereka percaya bahwa menyentuh orang-orang yang bukan Yahudi ditempat yang ramai (pasar) akan mecemarkan mereka. Semua alat-alat masak seperti tempat makanan, cangkir dan piring harus dicuci dengan benar-benar bersih jika disentuh oleh orang-orang yang bukan Yahudi karena akan mencemarkan mereka termasuk makanan yang disentuh orang yang bukan Yahudi.

Kita tahu bahwa Allah-lah yang memberikan hukum kesehatan mengenai binatang haram dan binatang halal di dalam Imamat 11:1-47, Alkitab dan Allah selalu konsisten, tidak mungkin di perjanjian lama kita dilarang makan Babi, Anjing, Ular, tikus, ulat, dll kemudian di Perjanjian Baru kita diperbolehkan memakan semua binatang haram tersebut, itu berarti Alkitab dan Allah itu tidak konsisten.

Jika Alkitab sudah mengatakan makanan, dan jika makanan itu berasal dari binatang, itu adalah pasti berasal dari binatang halal. Orang Yahudi maupun Yesus tidak akan menggunakan istilah makanan untuk binatang haram karena binatang haram ditetapkan untuk tidak pernah dimakan mulai dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru.

Semoga bisa membantu.

Isi dari Matius 15 ini sama dengan Markus 7, untuk itu silahkan lihat penjelasan kami yang diatas. Konteks pembicaraan di pasal itu adalah mengenai tradisi orang yahudi seperti tradisi mencuci tangan, alat makan terutama apabila sudah menyentuh/disentuh orang-orang non Yahudi, dimana menurut tradisi mereka bahwa orang non Yahudi adalah haram/najis.

Sekali lagi bahwa konteks ayat tersebut bukan berbicara mengenai binatang haram dan halal melainkan berbicara mengenai tradisi Yahudi, sehingga Yesus menegor tradisi mereka yaitu tradisi yang menganggap bahwa makanan/perkakas/orang akan menjadi haram/najis jika disentuh oleh orang yang bukan Yahudi.

Markus:
7:1 Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
7:2 Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
7:3 Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;
7:4 dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
7:5 Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"
7:6 Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
7:7 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
7:8 Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia."
7:9 Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
7:10 Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
7:11 Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban -- yaitu persembahan kepada Allah --,
7:12 maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya.
7:13 Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."
7:14 Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.
7:15 Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."
7:16 [Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!]
7:17 Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.
7:18 Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
7:19 karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
7:20 Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."
 
Isi dari Matius 15 ini sama dengan Markus 7, untuk itu silahkan lihat penjelasan kami yang diatas. Konteks pembicaraan di pasal itu adalah mengenai tradisi orang yahudi seperti tradisi mencuci tangan, alat makan terutama apabila sudah menyentuh/disentuh orang-orang non Yahudi, dimana menurut tradisi mereka bahwa orang non Yahudi adalah haram/najis.

Sekali lagi bahwa konteks ayat tersebut bukan berbicara mengenai binatang haram dan halal melainkan berbicara mengenai tradisi Yahudi, sehingga Yesus menegor tradisi mereka yaitu tradisi yang menganggap bahwa makanan/perkakas/orang akan menjadi haram/najis jika disentuh oleh orang yang bukan Yahudi.

Markus:
7:1 Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
7:2 Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
7:3 Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;
7:4 dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
7:5 Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"
7:6 Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
7:7 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
7:8 Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia."
7:9 Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
7:10 Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
7:11 Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban -- yaitu persembahan kepada Allah --,
7:12 maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya.
7:13 Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."
7:14 Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.
7:15 Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."
7:16 [Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!]
7:17 Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.
7:18 Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
7:19 karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
7:20 Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Baca yg benar!!! Terutama perhatikan yg dibold!

Yesus bilang, Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.
, nah sekarang binatang2 yg kita makan itu masuk ke dalam tubuh dan hal itu tidak haram, lalu baca yg bold yg dikatakan bahwa semua makanan sudah dinyatakan halal.

Dan ini apa yg pernah dipost Rafa di forum tetangga :

Contra Faustum, Book VI
Faustus avows his disbelief in the Old Testament and his disregard of its precepts, and accuses Catholics of inconsistency in neglecting its ordinances, while claiming to accept it as authoritative. Augustin explains the Catholic view of the relation of the Old Testament to the New.


7. The saying of the apostle, that "to the pure all things are pure," and that "every creature of God is good," is not opposed to the prohibitions of the Old Testament; and the explanation, if they can understand it, is this. The apostle speaks of the natures of the things, while the Old Testament calls some animals unclean, not in their nature, but symbolically, on account of the prefigurative character of that dispensation. For instance, a pig and a lamb are both clean in their nature, for every creature of God is good; but symbolically, a lamb is clean, and a pig unclean. So the words wise and fool are both clean in their nature, as words composed of letters but fool may be called symbolically unclean, because it means an unclean thing. Perhaps a pig is the same among symbols as a fool is among real things. The animal, and the four letters which compose the word, may mean the same thing. No doubt the animal is pronounced unclean by the law, because it does not chew the cud; which is not a fault but its nature. But the men of whom this animal is a symbol are unclean, not by nature, but from their own fault; because, though they gladly hear the words of wisdom, they never reflect on them afterwards. For to recall, in quiet repose, some useful instruction from the stomach of memory to the mouth of reflection, is a kind of spiritual rumination. The animals above mentioned are a symbol of those people who do not do this. And the prohibition of the flesh of these animals is a warning against this fault. Another passage of Scripture speaks of the precious treasure of wisdom, and describes ruminating as clean, and not ruminating as unclean: "A precious treasure rests in the mouth of a wise man; but a foolish man swallows it up." Proverbs 21:20 Symbols of this kind, either in words or in things, give useful and pleasant exercise to intelligent minds in the way of inquiry and comparison. But formerly people were required not only to hear, but to practise many such things. For at that time it was necessary that, by deeds as well as by words, those things should be foreshadowed which were in after times to be revealed. After the revelation by Christ and in Christ, the community of believers is not burdened with the practice of the observances, but is admonished to give heed to the prophecy. This is our reason for accounting no animals unclean, in accordance with the saying of the Lord and of the apostle, while we are not opposed to the Old Testament, where some animals are pronounced unclean. Now let us hear why you consider all animal food unclean.

8. One of your false doctrines is, that flesh is unclean on account of mixture with the race of darkness. But this would make not only flesh unclean, but your God himself, in that part which he sent to become subject to absorption and contamination, in order that the enemy might be conquered and taken captive. Besides, on account of this mixture, all that you eat must be unclean. But you say flesh is especially unclean. It requires patience to listen to all their absurd reasons for this peculiar impurity of flesh. I will mention only what will suffice to show the inveterate folly of these critics of the Old Testament, who, while they denounce flesh, savor only fleshly things, and have no sort of spiritual perception. And a lengthy discussion of this question may perhaps enable us to dispense with saying much on some other points. The following, then, is an account of their vain delusions in this matter:—In that battle, when the First Man ensnared the race of darkness by deceitful elements, princes of both sexes belonging to this race were taken. By means of these princes the world was constructed; and among those used in the formation of the heavenly bodies, were some pregnant females. When the sky began to rotate, the rapid circular motion made these females give birth to abortions, which, being of both sexes, fell on the earth, and lived, and grew, and came together, and produced offspring. Hence sprang all animal life in earth, air, and sea. Now if the origin of flesh is from heaven, that is no reason for thinking it especially unclean. Indeed, in this construction of the world, they hold that these principles of darkness were arranged higher or lower, according to the greater or less amount of good mixed with them in the construction of the various parts of the world. So flesh ought to be cleaner than vegetables which come out of the earth, for it comes from heaven. ........Both natures are good, though one is better than the other. Whence then comes the peculiar impurity of flesh as it exists in this world, sprung, as they say, from heaven? They tell us, indeed, of the first bodies of these principles of darkness being generated like worms from trees of darkness; and the trees, they say, are produced from the five elements. But supposing that the bodies of animals come in the first place from trees, and afterwards from heaven, why should they be more unclean than the fruit of trees? Perhaps it will be said that what remains after death is unclean, because the life is no longer there. For the same reason fruits and vegetables must be unclean, for they die when they are pulled or cut. As we saw before, the elect get others to bring their food to them, that they may not be guilty of murder. Perhaps, since they say that every living being has two souls, one of the race of light, and the other of the race of darkness, the good soul leaves at death, and the bad soul remains. But, in that case, the animal would be as much alive as it was in the kingdom of darkness, when it had only the soul of its own race, with which it had rebelled against the kingdom of God. So, since both souls leave at death, why call the flesh unclean, as if only the good soul had left? Any life that remains must be of both kinds; for some remains of the members of God are found, we are told, even in filth...... that to the pure all things are pure; that the earth is the Lord's, and the fullness thereof; that every creature of God is good. All things in nature are good in their own order; and no one sins in using them, unless, by disobedience to God, he transgresses his own order, and disturbs their order by using them amiss.


The elders who pleased God kept their own order by their obedience, in observing, according to God's arrangement, what was appointed as suitable to certain times. So, although all animals intended for food are by nature clean, they abstained from some which had then a symbolical uncleanness, in preparation for the future revelation of the things signified.... On the other hand, since the Old Testament teaches us that the things now revealed were so long ago prefigured, that we may be firm and faithful in our adherence to them, it would be blasphemy and impiety to discard these books, simply because the Lord requires of us now not a literal, but a spiritual and intelligent regard to their contents.

They were written, as the apostle says, for our admonition, on whom the end of the world is come. 1 Corinthians 10:11 "For whatsoever things were written aforetime were written for our learning." Romans 15:4 Not to eat unleavened bread in the appointed seven days was a sin in the time of the Old Testament; in the time of the New Testament it is not a sin. But having the hope of a future world through Christ, who makes us altogether new by clothing our souls with righteousness and our bodies with immortality, to believe that the bondage and infirmity of our original corruption will prevail over us or over our actions, must continue to be a sin, till the seven days of the course of time are accomplished. In the time of the Old Testament, this, under the disguise of a type, was perceived by some saints. In the time of the New Testament it is fully declared and publicly preached.

Dan tolong kutipan diatas dibaca dan dipahami dengan baik.
 
Saudara Catholic,

Seperti yang sudah saya sebutkan pada komentar sebelumnya bahwa konteks Markus 7:19 bukanlah menghalalkan semua binatang. Coba anda baca mulai dari Ayat satu.

Jadi pada awalnya mereka berbicara mengenai tradisi cuci tangan, dimana orang Yahudi punya tradisi jika makan (walaupun makanannya yang halal) tetapi tanpa cuci tangan, maka makanan itu akan menjadi NAJIS/HARAM.

Demikian juga jika makan (walaupun makanannya yang halal) namun tempat memasaknya atau piringnya atau makanannya sendiri SUDAH DISENTUH OLEH ORANG YANG BUKAN YAHUDI, maka makanan itu akan menjadi NAJIS/HARAM.

Tradisi inilah yang ditentang Yesus, dan ia mengatakan bahwa semua makanan halal walaupun itu sudah dipegang oleh orang yang bukan Yahudi maupun memakannya dengan tidak mencuci tangan dimana tangannya mungkin sudah menyentuh orang yang bukan Yahudi.

Jadi pernyataan "SEMUA MAKANAN HALAL" adalah merujuk kepada makanan yang sudah halal baik itu yang sudah disentuh oleh orang yang bukan Yahudi maupun yang belum disentuh oleh orang yang bukan Yahudi, bukan mengatakan semuanya bisa kita makan termasuk binatang-binatang haram.

Coba anda merenung, apa mungkin Allah yang menciptakan kita menyuruh kita memakan semua binatang termasuk binatang-binatang haram/unclean tersebut!

Saya juga sudah membaca kutipan tulisan yang saudara lampirkan, dimana intinya mengatakan bahwa Larangan mengenai binatang haram yang ada di perjanjian lama hanyalah simbol/perlambang (mohon dikoreksi, karena bahasa Inggris saya masih berpasir-pasir), dimana binatang haram salah satu cirinya adalah tidak memahbiak dan ini perlambang dari orang-orang yang mendengar Firman Tuhan (words of wisdom) namun tidak memahbiak/merenungkan dan merefleksikan firman Tuhan itu dalam kehidupannya.

Tanggapan saya adalah: Jika kita kembali baca buku Imamat 11:1-31 disana disebutkan banyak ciri-ciri binatang haram, baik itu yang berkaki empat, unggas, ikan (tidak bersisik dan tidak bersirip). Jadi bukan hanya masalah memamah biak.

Kemudian jika itu hanya lambang supaya orang ingat terhadap keselahannya apabila tidak merefleksikan Firman Tuhan itu, apakah setelah kita mereflesikan Firman Tuhan tersebut, maka kita boleh memakan semua binatang sehingga larangan untuk tidak memakan binatang-binatang tersebut menjadi tidak berlaku lagi, padahal ada juga hukum yang mengatakan bahwa tubuh kita adalah Bait Kudus Allah, yang artinya tubuh kita ini adalah Kudus, dan berarti kita harus menjaganya dari makanan-makanan yang bisa merusaknya/mengotorinya.

Semua binatang memang diciptakan oleh Tuhan, tapi bukan semuanya untuk di makan, ada binatang yang gunanya sebagai Pembersih, Pembusuk/Pengurai, dan ada juga yang bisa dimakan oleh manusia.

Sebagai kelanjutannya, saya juga mengimbau marilah kita berusaha meninggalkan kebiasaan kita memakan daging hewan, marilah kita kembali ke pola makan yang ditaman eden (Vegetarian).

Mudah-mudahan penjelasan saya diatas bisa membantu saudara. Mohon maaf jika ada kata atau cara penyampaian saya yang salah / menyinggung perasaan selama ini.

Salam,
Tyven Bong.
 
Kis 11:5
"Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku.

Kis 11:6
Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung.

Kis 11:7
Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!

Kis 11:8
Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku.

Kis 11:9
Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!


Apa yg sudah dinyatakan halal dan haram sudah diperbaharui oleh Yesus!
Baca lagi tulisan Catholic!


Salam
Jebling
 
Saudaraku Jebling,

Coba anda baca kembali semua ayat di buka Kisah 10:1-48, jangan dipotong-potong supaya kita mengerti kebenaran yang disampaikan oleh pasal tersebut.

Karena pada pasal 28-29, Petrus sudah memberitahukan ke kita arti mimpinya, jadi jangan kita artikan ke hal yang lain lagi.

Lihat penjelasan kami pada komentar kami sebelumnya yang kami quote dibawah ini.

Semoga bisa membantu.

Salam,
Tyven Bong.


Salam Sejahtera,

Padahal kalau kita membaca pasal ini secara keseluruhan (Kisah 10:1-48), kita mendapati bahwa arti dari mimpi Petrus ini bukanlah mengenai makanan tetapi Tuhan menggunakan istilah makanan haram kepada Petrus untuk menggambarkan kesalahan dari budaya bangsa Yahudi yang pada waktu itu menganggap haram bangsa-bangsa diluar bangsa Yahudi.

Sebenarnya pada ayat Kisah 10: 28-29, Petrus sudah menjelaskan arti dari mimpinya, bahwa Tuhan ingin memberitahukan kepada Petrus supaya Petrus jangan menganggap haram untuk pergi/masuk ke rumah Kornelius yaitu seorang perwira pasukan Italia, jadi mimpi Petrus tersebut tidak berarti bahwa binatang-binatang haram yang sudah disebutkan di buku Imamat 11 tersebut semuanya menjadi HALAL.

Jadi akankah kita masih tetap memakan binatang yang sudah dinyatakan Tuhan adalah haram untuk umatNya?

Referensi Ayat:

Kis 10:28 Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.

Kisah 10:29 Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku dipanggil, lalu datang ke mari. Sekarang aku ingin tahu, apa sebabnya kamu memanggil aku."
 
Saudaraku Jebling,

Coba anda baca kembali semua ayat di buka Kisah 10:1-48, jangan dipotong-potong supaya kita mengerti kebenaran yang disampaikan oleh pasal tersebut.

Karena pada pasal 28-29, Petrus sudah memberitahukan ke kita arti mimpinya, jadi jangan kita artikan ke hal yang lain lagi.

Lihat penjelasan kami pada komentar kami sebelumnya yang kami quote dibawah ini.

Semoga bisa membantu.

Salam,
Tyven Bong.
Oke... kita bahas




Sebenarnya pada ayat Kisah 10: 28-29, Petrus sudah menjelaskan arti dari mimpinya, bahwa Tuhan ingin memberitahukan kepada Petrus supaya Petrus jangan menganggap haram untuk pergi/masuk ke rumah Kornelius yaitu seorang perwira pasukan Italia, jadi mimpi Petrus tersebut tidak berarti bahwa binatang-binatang haram yang sudah disebutkan di buku Imamat 11 tersebut semuanya menjadi HALAL.
Nah...
Allah sudah memberikan sebuah analogi/perumpamaan/penglihatan kepada Petrus, untuk sesuatu yg harus dikerjakan oleh Petrus.
Sudah pasti analogi/perumpamaan tersebut harus sesuai dengan apa yg akan diungkapkan/dinyatakan, bukan?

Kita bahas:

Orang Yahudi menganggap binatang tertentu adalah haram, sesuai dengan Perjanjian Lama!
Kornelius, oleh orang Yahudi, juga dianggap haram, karena bukan orang Yahudi!
Dalam mimpi Petrus, Allah mengumpamakan Kornelius = binatang yg dianggap haram oleh orang Yahudi!
Pergi dan masuk ke rumah Konelius oleh Allah diumpamakan dengan menyembelih dan memakan semua binatang tersebut (termasuk binatang haram)

Pada akhirnya, Petrus pergi juga ke rumah Kornelius karena oleh Allah Petrus ditegur bahwa: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram."
Hal ini berlaku untuk keduanya, baik Kornelius yg dianggap haram oleh bangsa Yahudi maupun binatang tertentu yg dianggap haram oleh bangsa Yahudi yg sama.

Kornelius tidak haram di hadapan Allah demikian juga binatang tertentu yg tadinya dianggap haram oleh yahudi adalah tidak haram di hadapan Allah!

Adakah analogi yg lebih baik dari ini?


Salam
Jebling
 
Kita tidak bisa samakan tradisi/kebudayaan dengan hukum Allah.

Yang membuat bangsa Yahudi menganggap bangsa lain adalah haram berasal dari tradisi/kebudayaan mereka.

Sedangkan mengenai binatang haram adalah hukum Allah.

Jadi tidak bisa langsung kita mengatakan kalau Tuhan mengatakan bahwa tradisi/kebudaayan Yahudi yang menganggap orang di luar Yahudi haram itu dihapuskan/dilarang oleh Allah maka hukum Allah yang berhubungan dengan haramnya beberapa jenis binatang juga dihapuskan.

Allah menggunakan penglihatan mengenai binatang haram kepada Petrus, karena itulah yang paling sesuai/dekat hubungannya dengan tradisi/kebudayaan mereka mengenai haramnya orang di luar Yahudi.

Sedangkan Petrus sendiri tidak ada mengatakan analogi yang anda sebutkan tersebut, dia hanya mengatakan bahwa arti mimpinya adalah "bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir". Petrus tidak ada berbicara lebih lanjut bahwa dengan penglihatan itu ia juga boleh memakan binatang-binatang haram/unclean.


10:28 Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.

Salam,
Tyven.
 
Yes 42:1 Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
Yes 42:2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
Yes 42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.

Yesus datang bukan untuk menegakkan hukum yang PL sudah ada tapi untuk menyatakan hukum baru yaitu hukum PB.

Matius 5
5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Sebelum Hukum Taurat digenapi hukum tersebut masih berlaku. Yesus pun masih melaksanakan hukum Taurat dan adat istiadat menurut Taurat kecuali hukum-hukum baru yang Ia nyatakan. Setelah Hukum Taurat (PL) digenapi oleh Yesus yang berlaku adalah hukum PB.
 
Yang membuat bangsa Yahudi menganggap bangsa lain adalah haram berasal dari tradisi/kebudayaan mereka
Dari mana tradisi itu berasal?

Sedangkan mengenai binatang haram adalah hukum Allah.
Hukum Allah bagi bangsa Yahudi!

Jadi tidak bisa langsung kita mengatakan kalau Tuhan mengatakan bahwa tradisi/kebudaayan Yahudi yang menganggap orang di luar Yahudi haram itu dihapuskan/dilarang oleh Allah maka hukum Allah yang berhubungan dengan haramnya beberapa jenis binatang juga dihapuskan.
Apakah kamu menganggap bahwa mimpi Petrus tidak berhubungan dengan kepergian Petrus ke rumah Kornelius?
Itulah yg dinamakan analogi!
Analogi harus sesuai dengan yg dimaksud!
Tidak mungkin sebuah analogi bertentangan/berbeda dengan yg dimaksud!

Menyembelih dan memakan semua binatang, termasuk yg haram tradisi Yahudi = Menerima semua bangsa termasuk bangsa di luar Yahudi!

Allah menggunakan penglihatan mengenai binatang haram kepada Petrus, karena itulah yang paling sesuai/dekat hubungannya dengan tradisi/kebudayaan mereka mengenai haramnya orang di luar Yahudi.
Tetapi kalau hukum binatang haram masih tetap berlaku, maka analogi tersebut tidak akan sesuai!
Akan terjadi seperti ini:
" Sembelihlah dan Makanlah semua binatang itu, tetapi pilihlah yg halal"
maka Ayat kelanjutannya yg merupakan kesimpulan dari itu semua harus berubah pula!
Kis 10:34 Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.antara orang yahudi yg satu dengan yang lain! tetapi akan tetap berbeda antara orang yahudi dengan orang bukan yahudi!

Kis 10:36
Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang, tetapi hanya semua orang yahudi!

Nah,
itulah yg terjadi kalau kamu menolak penglihatan dari Allah!

Sedangkan Petrus sendiri tidak ada mengatakan analogi yang anda sebutkan tersebut, dia hanya mengatakan bahwa arti mimpinya adalah "bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir". Petrus tidak ada berbicara lebih lanjut bahwa dengan penglihatan itu ia juga boleh memakan binatang-binatang haram/unclean.
Itulah kesalahan kamu!
Petrus mengatakan hal itu, karena Yesus telah merubah apa yg menjadi tradisi Yahudi (lihat tulisan Catholic!)

"bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir" itu sama dengan "Sembelihlah dan Makanlah (semua binatang yg dilihat Petrus baik yg dianggap halal maupun haram)"

seandainya yg kamu maksud adalah:

" Sembelihlah dan Makanlah (semua binatang yg dilihat Petrus, tetapi tidak yg haram)" itu berarti "bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir, kecuali kepada orang bukan Yahudi"

Di manapun juga analogi akan seperti itu!
Aneh nian dikau!:D:D:D

Bangunlah dan sadarlah! Jangan bermimpi untuk dapat menafsirkan Kitab Suci sesuai kehendak kamu sendiri tanpa melihat ajaran para rasul yg menulis Kitab Suci itu!


Salam
Jebling
 
Terima kasih atas tanggapannya,

Saya lebih percaya kepada apa yang diucapkan oleh Rasul Petrus yaitu orang yang bermimpi dan kemudian mengatakan arti/kesimpulan dari mimpinya.

Kenapa anda menambah arti mimpi/penglihatan orang padahal orangnya sendiri sudah mengatakan arti mimpinya/penglihatannya.

Sekarang cobalah tanya diri anda, kenapa Allah mengtakan kepada bangsa Yahudi mengenai binatang haram dan halal, bukankah maksudnya supaya bangsa Yahudi yang adalah umat pilihanNya mendapatkan kehidupan yang SEHAT melalui pola makan mereka???

Apakah kita sekarang bukan umat pilihan Allah yang metabolisme tubuhnya tidak sama dengan orang Yahudi dulu??? sehingga Allah menyuruh kita untuk memakan semua binatang haram????

Allah zaman bangsa Yahudi adalah sama dengan Allah yang sekarang, yang mengerti makanan yang terbaik bagi manusia ciptaanNya.

Salam,
Tyven Bong.
 
Terima kasih atas tanggapannya,

Saya lebih percaya kepada apa yang diucapkan oleh Rasul Petrus yaitu orang yang bermimpi dan kemudian mengatakan arti/kesimpulan dari mimpinya.

Kenapa anda menambah arti mimpi/penglihatan orang padahal orangnya sendiri sudah mengatakan arti mimpinya/penglihatannya.

Sekarang cobalah tanya diri anda, kenapa Allah mengtakan kepada bangsa Yahudi mengenai binatang haram dan halal, bukankah maksudnya supaya bangsa Yahudi yang adalah umat pilihanNya mendapatkan kehidupan yang SEHAT melalui pola makan mereka???

Apakah kita sekarang bukan umat pilihan Allah yang metabolisme tubuhnya tidak sama dengan orang Yahudi dulu??? sehingga Allah menyuruh kita untuk memakan semua binatang haram????

Allah zaman bangsa Yahudi adalah sama dengan Allah yang sekarang, yang mengerti makanan yang terbaik bagi manusia ciptaanNya.

Salam,
Tyven Bong.

Bro kan sudah di sempurnakan dalam Perjanjian Baru

7:14 Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.
7:15 Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."
7:16 [Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!]
7:17 Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.
7:18 Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
7:19 karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?"


Apa kamu pikir Yesus itu main main mengucapkan kata kata di atas itu ?

Kalau memang begitu bagaimana dengan Sunat ?, bagaimana dengan Poligami ?

Masih berlaku ?
 
Terima kasih atas tanggapannya,
ya...

Saya lebih percaya kepada apa yang diucapkan oleh Rasul Petrus yaitu orang yang bermimpi dan kemudian mengatakan arti/kesimpulan dari mimpinya.
Mimpinya adalah:
Allah berkata kepada Petrus: "Sembelihlah dan makanlah (semua binatang yg dilihat, baik yg oleh bagsa Yahudi dianggap halal maupun haram)!
akibat dari mimpinya, maka:
Petrus pergi dan masuk ke dalam rumah kornelius, karena Petrus telah mengerti bahwa:
Kis 10:34
Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang
Kis 10:36
Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang

dan juga sesuai dengan perkataanmu:
10:28 Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.

Kenapa anda menambah arti mimpi/penglihatan orang padahal orangnya sendiri sudah mengatakan arti mimpinya/penglihatannya.
Saya tidak pernah menambah apapun!
Manakah yg saya tambahkan?
Dalam penglihatan Petrus Allah menunjukkan semua binatang baik yg halal maupun haram.
Dan ALlah mengatakan: Sembelihlah dan Makanlah!
Apa yg saya tambahkan dari ayat itu?

Justru kamu yg menambahkan!
Dengan pengertian kamu bahwa ALlah melarang memakan binatang yg haram maka...
Seharusnya ALlah mengatakan: Sembelihlah dan Makanlah Binatang yg halal saja, jangan yg haram!

kalau itu maumu maka tidak perlu ada ayat ini:

Kis 11:8
Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku.

Kis 11:9
Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!


Sekarang cobalah tanya diri anda, kenapa Allah mengtakan kepada bangsa Yahudi mengenai binatang haram dan halal, bukankah maksudnya supaya bangsa Yahudi yang adalah umat pilihanNya mendapatkan kehidupan yang SEHAT melalui pola makan mereka???
Adakah ayat yg menyatakan itu?
Tolong dihadirkan di sini ya....
:):)

Apakah kita sekarang bukan umat pilihan Allah yang metabolisme tubuhnya tidak sama dengan orang Yahudi dulu??? sehingga Allah menyuruh kita untuk memakan semua binatang haram????
Ini bukan masalah metabolisme!
Eh... maaf mau nanya: apakah kamu bersunat?
Bagaimana pandangan kamu:
Apakah laki2 pengikut Kristus wajib bersunat?
Apakah sunat perintah Allah?
Tetapi jawab dulu pertanyaan saya sebelum ini, ya...
saya tunggu

Allah zaman bangsa Yahudi adalah sama dengan Allah yang sekarang, yang mengerti makanan yang terbaik bagi manusia ciptaanNya.
Betul!
Tetapi Allah tidak pernah berperan sebagai ahli gizi!
Baik bagi bangsa Yahudi maupun bagi bangsa2 yg lain... :D

-------------------------------------------------------------------------------------

Saya akan coba memahami Kisah Para RAsul tsb.
Dan seperti katamu, saya akan mencoba mulai dari ksimpulan/arti dari mimpi itu
dan lagi2 seperti katamu, saya mengambil kesimpulan kamu, walaupun ayatnya terlalu jauh melompat:


Kis 10:34
Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.

Kis 10:36 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang.

Kis 10:28
Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.


Bagaimana ALlah menunjukkan?
Adalah dengan penglihatan Petrus.

Kis 10:17
Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu. Sementara itu telah sampai di muka pintu orang-orang yang disuruh oleh Kornelius dan yang berusaha mengetahui di mana rumah Petrus.


Penglihatan apa?

Kis 10:15
Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram."


Mengapa ALlah menegur Petrus seperti itu?

Kis 10:14
Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir."


Apakah perkataan Allah sehingga Petrus menolak?

Kis 10:13
Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!"


Memang Petrus disuruh oleh ALlah untuk menyembelih dan makan apa?

Kis 10:12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung.

Apakah diantaranya ada yg haram? YA
Oleh karenanya Petrus menolak untuk menyembelih dan memakannya! (lihat ayat 14 di atas)

Pertanyaan selanjutnya:
Mengapa Allah menyuruh menyembelih dan memakan binatang yg dianggap haram oleh Petrus yg adalah bangsa Yahudi?

Markus7:19
karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.


Ternyata karena Yesus sudah menyatakan bahwa semua makanan halal!
Yang diubah Bukan hanya dalam konteks haram karena tidak cuci mencuci tangan, bejana, piring dll
Tetapi semua makanan yg masuk ke dalam tubuh adalah halal!
kalau tidak berarti markus 7:19 adalah salah atau ada yg hilang!


-------------

Dengan cara yg sama namun kita balik untuk mengambil kesimpulan, apabila sesuai dengan keinginan tyven bahwa ALlah tidak memperbolehkan makan binatang yg haram maka dalam penglihatan Petrus:

Kis 10:12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung.

Ayat ini bisa dibiarkan seperti ini atau diubah untuk menyesuaikan dengan keinginan tyven, maka apabila yg terakhir ini yg terjadi kis 10:12 seharusnya ada tambahan kata "halal" atau "tidak haram"
sehingga menjadi:

Kis 10:12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. Dan semuanya itu adalah binatang yg tidak haram.

Hal ini untuk menyatakan bahwa hukum ALlah untuk melarang memakan binatang haram masih berlaku!
Dan karena itu pula cocok dengan ayat selanjutnya:

Kis 10:13
Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!"


Namun, akan menjadi tidak cocok dengan ayat berikutnya (kis 10:14) karena tentu saja Petrus tidak akan menolak, bukan?
Dan juga ALlah tidak perlu menegur Petrus seperti di kis 10:15 karena Petrus menuruti kata Allah!

Kita putus sekian karena alternatrif pertama untuk menyesuaikan dengan selera tyven sudah melenceng dari Kitab Suci

Alternatif kedua:
Apabila

Kis 10:12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung.

Tidak diubah maka:

Kis 10:13
Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!"


harus diganti/ditambah dengan "binatang yg tidak haram", agar Allah tidak menyuruh Petrus memakan makanan yg haram (sesuai dengan hukum haram yg diyakini tyven)!
sehingga menjadi:

Kis 10:13
Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!, tetapi diantara binatang itu pilihlah yg tidak haram!"


Tetapi sama juga dengan alternatif pertama, bahwa kis 10:14 dan kis: 10:15 menjadi tidak cocok, karena Petrus tentu saja tidak akan menolak perintah ALlah dan ALlah tidak perlu menegur Petrus!

Alternatif II juga gagal!

Berarti yg disampaikan Tyvem sangat ngawur dan tidak alkitabiah. titik.


Salam
Jebling
 
Saudara Catholic,

Seperti yang sudah saya sebutkan pada komentar sebelumnya bahwa konteks Markus 7:19 bukanlah menghalalkan semua binatang. Coba anda baca mulai dari Ayat satu.

Sudah dibaca dan sudah jelas bahwa segala yg masuk ke dalam tubuh tidak dapat menajiskannya.

Jadi pada awalnya mereka berbicara mengenai tradisi cuci tangan, dimana orang Yahudi punya tradisi jika makan (walaupun makanannya yang halal) tetapi tanpa cuci tangan, maka makanan itu akan menjadi NAJIS/HARAM.

Tidak dikatakan bahwa tanpa cuci tangan makanan itu jadi haram. Kalau ada, tunjukkan ayatnya.

Demikian juga jika makan (walaupun makanannya yang halal) namun tempat memasaknya atau piringnya atau makanannya sendiri SUDAH DISENTUH OLEH ORANG YANG BUKAN YAHUDI, maka makanan itu akan menjadi NAJIS/HARAM.

Mana ayat yg mengatakan persis seperti yg kamu katakan diatas?

Tradisi inilah yang ditentang Yesus, dan ia mengatakan bahwa semua makanan halal walaupun itu sudah dipegang oleh orang yang bukan Yahudi maupun memakannya dengan tidak mencuci tangan dimana tangannya mungkin sudah menyentuh orang yang bukan Yahudi.

Tradisi yg dimaksud adalah tentang penghormatan kepada orang tua.

Jadi pernyataan "SEMUA MAKANAN HALAL" adalah merujuk kepada makanan yang sudah halal baik itu yang sudah disentuh oleh orang yang bukan Yahudi maupun yang belum disentuh oleh orang yang bukan Yahudi, bukan mengatakan semuanya bisa kita makan termasuk binatang-binatang haram.

Baca atas.

Coba anda merenung, apa mungkin Allah yang menciptakan kita menyuruh kita memakan semua binatang termasuk binatang-binatang haram/unclean tersebut!

Baca Tulisan St. Agustinus tersebut :

...that to the pure all things are pure; that the earth is the Lord's, and the fullness thereof; that every creature of God is good. All things in nature are good in their own order; and no one sins in using them, unless, by disobedience to God, he transgresses his own order, and disturbs their order by using them amiss.

Saya juga sudah membaca kutipan tulisan yang saudara lampirkan, dimana intinya mengatakan bahwa Larangan mengenai binatang haram yang ada di perjanjian lama hanyalah simbol/perlambang (mohon dikoreksi, karena bahasa Inggris saya masih berpasir-pasir), dimana binatang haram salah satu cirinya adalah tidak memahbiak dan ini perlambang dari orang-orang yang mendengar Firman Tuhan (words of wisdom) namun tidak memahbiak/merenungkan dan merefleksikan firman Tuhan itu dalam kehidupannya.

Tanggapan saya adalah: Jika kita kembali baca buku Imamat 11:1-31 disana disebutkan banyak ciri-ciri binatang haram, baik itu yang berkaki empat, unggas, ikan (tidak bersisik dan tidak bersirip). Jadi bukan hanya masalah memamah biak.

Kemudian jika itu hanya lambang supaya orang ingat terhadap keselahannya apabila tidak merefleksikan Firman Tuhan itu, apakah setelah kita mereflesikan Firman Tuhan tersebut, maka kita boleh memakan semua binatang sehingga larangan untuk tidak memakan binatang-binatang tersebut menjadi tidak berlaku lagi, padahal ada juga hukum yang mengatakan bahwa tubuh kita adalah Bait Kudus Allah, yang artinya tubuh kita ini adalah Kudus, dan berarti kita harus menjaganya dari makanan-makanan yang bisa merusaknya/mengotorinya.

Kalau begitu, tidak apa2 ya kalau kita berzinah, membunuh, mencuri, dll? Menurutmu kan gak apa2, toh yg penting makan makanan yg halal

Semua binatang memang diciptakan oleh Tuhan, tapi bukan semuanya untuk di makan, ada binatang yang gunanya sebagai Pembersih, Pembusuk/Pengurai, dan ada juga yang bisa dimakan oleh manusia.

Baca kutipan St. Agustinus diatas

Mudah-mudahan penjelasan saya diatas bisa membantu saudara. Mohon maaf jika ada kata atau cara penyampaian saya yang salah / menyinggung perasaan selama ini.

Salam,
Tyven Bong.

Semoga kamu mau membuka hati, utk merenungkan dan memahami apa yg kami jelaskan.
 
Saya sudah menjelaskan pengertian saya demikian juga dengan saudara semuanya.

Saya tidak ingin diskusi tentang firman Tuhan ini menjadikan kita berdosa karena saya melihat sudah banyak yang berdiskusi dengan emosi/menyerang/mengejek pribadi untuk menguatkan opininya.

Kalau saudara memang saat ini punya pengertian bahwa SEMUA BINATANG termasuk Binatang Haram (anjing, babi, ular, tikus, cicak, cacing, kepiting, cumi-cumi, udang, dll) menjadi halal untuk dimakan, silahkan anda lanjutkan pengertian tersebut.

Saya tetap percaya bahwa Tuhan tahu makanan yang terbaik buat manusia ciptaanNya, sama seperti pabrik pembuat mobil yang tahu betul jenis oli dan bahan bakar yang harus dimasukkan ke dalam mesin mobil tersebut.

Salam dalam kasih Yesus Kristus.
Tyven.
 
Saya sudah menjelaskan pengertian saya demikian juga dengan saudara semuanya.
Ya...

Saya tidak ingin diskusi tentang firman Tuhan ini menjadikan kita berdosa karena saya melihat sudah banyak yang berdiskusi dengan emosi/menyerang/mengejek pribadi untuk menguatkan opininya.
Kamulah yg melempar diskusi ini di forum katolik!
Tidak ada yg emosi atau menyerang pribadi kamu!
Secara pribadi dan dalam hal2 tertentu saya salut kepada kamu
terutama dengan keberanian dan kegigihan kamu.
Akan lebih baik lagi kalau kamu mau melengkapi dengan pengetahuan akan sejarah Gereja, Sejarah KS dll.
Dan akan jauh lebih baik kalau kamu mau menjawab pertanyaan2 kami, bukan lari2 dan mengalihkan ke hal lain!

Kalau saudara memang saat ini punya pengertian bahwa SEMUA BINATANG termasuk Binatang Haram (anjing, babi, ular, tikus, cicak, cacing, kepiting, cumi-cumi, udang, dll) menjadi halal untuk dimakan, silahkan anda lanjutkan pengertian tersebut.
Sesuai dengan Sabda Allah:
Markus7:19
karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.


Saya tetap percaya bahwa Tuhan tahu makanan yang terbaik buat manusia ciptaanNya, sama seperti pabrik pembuat mobil yang tahu betul jenis oli dan bahan bakar yang harus dimasukkan ke dalam mesin mobil tersebut.
Kamu belum menjawab banyak pertanyaan, salah satunya:
Manakah ayat yg mengatakan bahwa maksud dari pelarangan makan makanan haram agar umat pilihannya mendapatkan kehidupan yang SEHAT melalui pola makan mereka???
Pertanyaan lain:
Apakah kamu bersunat?
Menurut kamu apakah sunat merupakan kewajiban bagi pengikut Kristus?

Mengenai:
Kis 10:13
Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!"

Bukankah Allah menyuruh Petrus makan baik yg dianggap halal maupun haram oleh orang Yahudi?

Sebenarnya analogi adalah ilmu yg sangat sederhana...
ini dari KBBI:
analogi:
n 1 persamaan atau persesuaian antara dua benda atau hal yg berlainan; kias: 2 Ling kesepadanan antara bentuk bahasa yg menjadi dasar terjadinya bentuk lain; 3 Mik sesuatu yg sama dl bentuk, susunan, atau fungsi, tetapi berlainan asal-usulnya sehingga tidak ada hubungan kekerabatan; 4 Sas kesamaan sebagian ciri antara dua benda atau hal yg dapat dipakai untuk dasar perbandingan;
meng·a·na·lo·gi·kan
v membuat sesuatu yg baru berdasarkan contoh yg sudah ada; mereka-reka bentuk kata baru dng mencontoh bentuk yg telah ada

Btw, saya bukan guru dan ahli bahasa, tetapi saya rasa kita semua tidak kesulitan dalam hal ini.


Salam
Jebling
 
Saya sudah menjelaskan pengertian saya demikian juga dengan saudara semuanya.

Saya tidak ingin diskusi tentang firman Tuhan ini menjadikan kita berdosa karena saya melihat sudah banyak yang berdiskusi dengan emosi/menyerang/mengejek pribadi untuk menguatkan opininya.

Memang sebaiknya di hentikan saja, karena pemaksaan intepretasi pribadi seperti yg anda lakukan akan terus membawa perpecahan, ketika Kebenaran Sejati di ungkapkan kadang kadang bisa terasa sangat tidak enak, dan terasa sebagai menyerang/mengejek pribadi seseorang, jadi kenapa kita tidak mengikuti apa yg ada dalam Alkitab saja dan jangan di belokkan menjadi suatu kepentingan pribadi

Indonesia Katolik -Terjemahan Baru
1Tim 3:15 Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.

Douay Rheims Inggris Katolik
1Tim 3:15 But if I tarry long, that thou mayest know how thou oughtest to behave thyself in the house of God, which is the church of the living God, the pillar and ground of the truth.

King James Version
1Tim 3:15 But if I tarry long, that thou mayest know how thou oughtest to behave thyself in the house of God, which is the church of the living God, the pillar and ground of the truth.


yaitu tiang penopang dan dasar kebenaran adalah Gereja bukan pendapat pribadi.

Kalau saudara memang saat ini punya pengertian bahwa SEMUA BINATANG termasuk Binatang Haram (anjing, babi, ular, tikus, cicak, cacing, kepiting, cumi-cumi, udang, dll) menjadi halal untuk dimakan, silahkan anda lanjutkan pengertian tersebut.

Tetaplah berpegang pada Alkitab

Markus7:19
karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.

Kalau mau bersikeras dengan pendapat pribadi, tidak keberatan tapi tempatnya bukan disini.

Saya tetap percaya bahwa Tuhan tahu makanan yang terbaik buat manusia ciptaanNya, sama seperti pabrik pembuat mobil yang tahu betul jenis oli dan bahan bakar yang harus dimasukkan ke dalam mesin mobil tersebut.

Salam dalam kasih Yesus Kristus.
Tyven.

Pasti Tuhan tau karena dia Maha Tahu, cuma jangan pendapat pribadi seolah olah menjadi pendapat Tuhan.

MGBU kawan,
Manukdadali
 
Simak perkataan St. Agustinus berikut ini!

St. Agustinus mengatakan: "to the pure all things are pure," and that "every creature of God is good," is not opposed to the prohibitions of the Old Testament

simak juga penjelasan ini: simply because the Lord requires of us now not a literal, but a spiritual and intelligent regard to their contents.1 Corinthians 10:11 "For whatsoever things were written aforetime were written for our learning

The apostle speaks of the natures of the things, while the Old Testament calls some animals unclean, not in their nature, but symbolically, on account of the prefigurative character of that dispensation.

Apa yang diciptakan Allah adalah baik adanya. Seperti yang sudah ditulis leh St. Agustinus: The elders who pleased God kept their own order by their obedience, in observing, according to God's arrangement, what was appointed as suitable to certain times.

Lalu baca perkataan St. Agustinus berikut:

But having the hope of a future world through Christ, who makes us altogether new by clothing our souls with righteousness and our bodies with immortality

In the time of the Old Testament, this, under the disguise of a type, was perceived by some saints. In the time of the New Testament it is fully declared and publicly preached.

Silahkan juga anda membaca tulisan St. Agustinus di bawah ini (Contra Faustum, Book VI):

6. If you will not eat flesh why should you not slay animals in sacrifice to your God, in order that their souls, which you hold to be not only human, but so divine as to be members of God Himself, may be released from the confinement of flesh, and be saved from returning by the efficacy of your prayers? Perhaps, however, your stomach gives more effectual aid than your intellect, and that part of divinity which has had the advantage of passing through your bowels is more likely to be saved than that which has only the benefit of your prayers.

Your objection to eating flesh will be that you cannot eat animals alive, and so the operation of your stomach will not avail for the liberation of their souls. Happy vegetables, that, torn up with the hand, cut with knives, tortured in fire, ground by teeth, yet reach alive the altars of your intestines! Unhappy sheep and oxen, that are not so tenacious of life, and therefore are refused entrance into your bodies! Such is the absurdity of your notions.

And youpersist in making out an opposition in us to the Old Testament, because we consider no flesh unclean: according to the opinion of the apostle, "To the pure all things are pure;" Titus 1:15 and according to the saying of our Lord Himself, "Not that which goes into your mouth defiles you, but that which comes out." Matthew 16:11 This was not said to the crowd only, as your Adimantus, whom Faustus, in his attack on the Old Testament, praises as second only to Manichæus, wishes us to understand; but when retired from the crowd, the Lord repeated this still more plainly and pointedly to His disciples. Adimantus quotes this saying of our Lord in opposition to the Old Testament, where the people are prohibited from eating some animals which are pronounced unclean; and doubtless he was afraid that he should be asked why, since he quotes a passage from the Gospel about man not being defiled by what enters into his mouth and passes into his belly, and out into the draft, he yet considers not some only, but all flesh unclean, and abstains from eating it. It is in order to escape from this strait, when the plain truth is too much for his error, that he makes the Lord say this to the crowd; as if the Lord were in the habit of speaking the truth only in small companies, while He blurted out falsehoods in public. To speak of the Lord in this way is blasphemy. And all who read the passage can see that the Lord said the same thing more plainly to His disciples in private. Since Faustus praises Adimantus so much at the beginning of this book of his, placing him next to Manichæus, let him say in a word whether it is true or false that a man is not defiled by what enters into his mouth. If it is false, why does this great teacher Adimantus quote it against the Old Testament? If it is true, why, in spite of this, do you believe that eating any flesh will defile you? It is true, if you choose this explanation, that the apostle does not say that all things are pure to heretics, but, "to the pure all things are pure." The apostle also goes on to explain why all things are not pure to heretics: "To the impure and unbelieving nothing is pure, but both their mind and conscience are defiled." Titus 1:15 So to the Manichæans there is absolutely nothing pure; for they hold that the very substance or nature of God not only may be, but has actually been defiled, and so defiled that it can never be wholly restored and purified. What do they mean when they callanimals unclean , and refrain from eating them, when it is impossible for them to think anything, whether food or whatever it may be, clean? According to them, vegetablestoo, fruits, all kinds of crops, the earth and sky, are defiled by mixture with the race of darkness. Why do they not act up to their opinions about other things as well as about animals? Why do they not abstain altogether, and starve themselves to death, instead of persisting in their blasphemies? If they will not repent and reform, this is evidently the best thing that they could do.
 
Saudaraku tyven :

Aku sudah baca dari awal diskusi ini dan sebenarnya sudah dijelaskan kepadamu, tentang yg halal dan yg haram menurut Alkitab dan bapa Gereja.

Sekarang aku mau tanya denganmu, mohon dijawab dan dijelaskan !

Bila memang benar kamu menafsirkan apa yg diimpikan Petrus sedemikian jelasnya, dan hal itu merupakan kebenaran, tentu sebagian besar kamu implementasikan di kehidupan kamu saat ini, bukan ?

Nah tolong kamu simak apa yg tersirat dari ceritaku dibawah ini, begini :

Jika kamu sudah punya istri, biasanya istri membeli barang-barang kebutuhan RT. Dan istri yg baik tentu akan membeli barang tidak asal-asalan, maksudnya istrimu tentu akan tahu mana yg mahal dan mana yang murah. Boleh jadi yang mahal dijual oleh pedagang dengan cara yg tidak baik, jauh dari harga normalnya orang cari untung. Menurutmu barang itu halal atau tidak ? Atau boleh jadi barang yg dijual adalah barang curian atau sitaan polisi. Silakan dijawab ini dulu.

Kalo kamu konsisten dengan jawabanmu, kamu tentu lebih memilih bunuh diri saja saat ini. Karena apa ? Karena hanya sedikit barang yg murni halal yang bisa kita konsumsi saat ini. Termasuk BBM, yg setiap kali kita membutuhkannya.

Mungkin bisa kita renungi hal ini...saudaraku.
 
umm.. Yesus kan dah blg halal.. jd mgkn yang keliru dan bikin ga sehat itu, segala sesuatu yg berkelebihan atau berkekurangan.. jd kl dalam porsi wajar dan pas.. kan ga ada masalah to? sblm d masak jg d bersihin yg bener...
spt kata kk berkatan.. jmn skarang mao batesin yang kt makan susah bgt.. sayur kena pestisida.. daging2 kena penyakit.. orang2 yg sesat ngasih 'bumbu2' makanan yg g sehat spt micin, pengawet n perasa, pewarna, bahan2 kimia yg berbahaya lah pokoQ nya..
jadi makanan2 yg katanya tyven halal pun jg beresiko kesehatan toh?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.