• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Renungan Harian/Saat Teduh.

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. user.
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
Kamis, 28 Juni 2007
Ayat Bacaan : Mazmur 29

ALLAH YANG MAHA BESAR
"Kepada Tuhan, hai penghuni sorgawi, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan" (Mazmur 29:1).​

Allah pusat penyembahan: Kebesaran Allah nampak dalam arah penyembahan kepada-Nya. Nama-Nya layak dimuliakan, disanjung, ditinggikan, dihormati, disembah untuk seterusnya dan selamanya (ayat 1-2a). Pusatkan pemyembahan Saudara hanya kepada Allah, bukan kepada manusia. Kekudusan para penyembah. Dalam penyembahan tidak boleh sembarangan atau asal-asalan saja, sebab para penyembah harus hidup dalam kekudusan. Ketidakkudusan penyembah akan mencemarkan makna penyembah. Allah layak disembah: Sebab firman-Nya berkuasa melindungi alam ciptaan-Nya. Firman-Nya penuh kuasa: Tidak ada yang dapat menandingi kuasa dan semarak firman-Nya.

Allah berkuasa atas alam: Dia layak disembah, sebab kekuatan firman-Nya dahsyat berkuasa mematahkan pohon aras (pohon kuat di antara pohon-pohon hutan). Pohon paling kuat tidak sekuat kekuatan firman-Nya (ayat 5). Firman-Nya berkuasa membuat gunung Libanon dan gunung Siryon goncang, sebab tidak tahan menghadapi hadirat Tuhan (ayat 6). Suara firman-Nya menyemburkan nyala api yang siap menghanguskan tiap dosa, sehingga tidak ada sesuatupun yang tahan menghadapi api-Nya (ayat 7). Padang gurunpun gemetar dan tidak tahan menghadapi kuasa firman-Nya (ayat 8).

Dia berkuasa di bumi dan di kekekalan sebagai Raja untuk selama-lamanya (ayat 10). Doa berkat: Isinya agar Tuhan memberikan kekuatan kepada umat-Nya dan biarlah berkat dan damai sejahtera-Nya turun kepada umat-Nya (ayat 11).

TUHAN RAJA MAHA BESAR YANG LAYAK DIMULIAKAN
 
Jumat 6 Juli 2007
Ayat bacaan : Kisah Para rasul 4 : 32-35

Uang Yang Lebih Banyak Bukan Jawaban.

Saat banyak orang menghadapi kebutuhan keuangan yang sangat besar... gunung hutang yang menumpuk, kebutuhan yang tidak terduga, kekurangan persediaan uang.... mereka mencari uang yang lebih banyak untuk menolong mereka keluar dari masalah keuangan. Mereka berpikir uang adalah jawaban. Berapa sering saat anda menghadapi kebutuhan keuangan yang sangat besar dalam hidup anda, Anda berpikir bagaimana bagaimana mendapatkan uang yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan itu ?

Tuhan tidak ingin kita menaruh kepercayaan kita kepada uang, tetapi kepada penyediaan supranaturalNya bagi hidup kita. Tuhan ingin menghancurkan belenggu hutang dan kemiskinan dari umatNya. Dia sedang melepaskan pengurapan keuangan untuk membawa kita kedalam posisi kemenangan atas keuangan sekalipun mungkin kita sedang menghadapi kebutuhan keuangan yang sangat besar, kita tidak dapat membatasi Dia. Kita akan berjalan dan bertindak dalam iman untuk mengklaim dan mempercayai apa yang telah disediakan bagi kita dalam perjanjianNya. Firman Tuhan dengan jelas menyatakan adalah kehendakNya dimana anda hidup dalam siklus penyediaan SupranaturalNya. Teruslah mendekat kepadaNya sebagai sumber Anda sehingga tidak ada kekurangan dalam hidup anda. Saya berkata kepada Anda, bahwa anda akan berkelimpahan atau Anda tidak akan pernah menghadapi masalah keuangan. Tuhan ingin anda tahu bahwa dalam menghadapi kebutuhan Anda sehari-hari, perjuangan dan keputusasaan atas situasi keuangan, Dia membuatnya mungkin bagi Anda untuk menghadapi penyediaan total ... pemenuhan yang terus menerus. Gereja mula-mula mengalami kecukupan Illahi Tuhan. Ditengah-tengah pencobaan, aniaya dan kemiskinan yang dahsyat, mereka memberi korban dan Tuhan secara supranatural menyediakan kebutuhan mereka ( ayat 34 )

Saat orang percaya memberi dengan bebas dan berkorban, tidak ada yang kekurangan diantara mereka! Tidak ada Kekurangan didalam Rumah Tuhan ! Adakah kekurangan didalam hidup anda ? Apakah Anda sedang menghadapi kebutuhan yang mendesak sedangkan Anda tidak memiliki uang yang cukup atau sumber untuk memenuhinya ? Jangan fokuskan maya anda pada kekurangan Anda. fokuskan pada sumber yang tidak terbatas, Tuhan Yang Makakuasa!

" Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus ( Filipi 4 : 19 )
 
Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. (Ibrani 12 : 1)

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.(Ibrani 12 : 2)

Didalam ibadah kita kepada Tuhan, selalu di tuliskan oleh Rasul Paulus, bahwa kita senantiasa harus berlomba. Dan jangan sampai kita mengalami kejenuhan, melainkan rohani kita harus senantiasa bertumbuh.

Bagaimana agar rohani kita bisa terus bertumbuh dan hidup kita mengalami keubahan dari hari ke hari ?

  • Kita harus meninggalkan dosa, jangan berendam trus didalam dosa kita.
    Jika diistilahkan kita sedang berlomba lari, kita tidak mungkin berlari dengan berpakaian serba berat ( pakaian baja ) tetapi hal yang membuat kita berat pada waktu kita harus berlari untuk memenangkan lomba, adalah jika beban berat dosa itu harus kita tanggalkan. Sehingga pada wakti kita berlari kita dapat berlari dengan mempunyai powerfull yang luar biasa.
  • Mata rohani kita harus tertuju pada Kristus, sekalipun dalam hidup sehari-hari pandangan duniawi kita kemana-mana, tetapi untuk kerohanian kita, jangan sampai kita lupa bahwa tujuan kita hidup semata-mata bukan hanya untuk keinginan duniawi, melainkan untuk meningkatkan iman kita agar lebih sempurna dan menyenangkan hati Tuhan.
  • Agar bisa berlomba dengan baik, maka kita harus mengisi tubuh kita dengan nutrisi yang baik, yaitu 4 sehat 5 sempurna. Artinya secara rohani agar iman kita dapat menuju sempurna kita harus ada pujian dan penyembahan kepada Tuhan, sehingga ada power yang luar biasa, agar kita bisa menjadi Kristen yang mempunyai iman yang luar biasa dan yang selalu berkemenangan

GBU
 
-= Renungan Harian =-

bro n sister, ini thread, gua buka untuk gua post, renungan harian untuk supaya kita makin bertumbuh...
Gua usahin update tiap hari...

THx
 
RENUNGAN HARIAN:
penuntun penggunaan

Renungan Harian perlu untuk membantu hubungan pribadi kita dengan Tuhan melalui firman-Nya, yakni dengan merenungkan firman Tuhan untuk mengoreksi dan memperbarui hidup kita agar sesuai dengan kehendak-Nya dan terus-menerus hidup melekat dengan sang Pokok (Yoh. 15:1-8).
Berikut ini adalah penuntun sederhana utk kita ber SaTe dgn renungan harian.. sehingga benar-benar dapat menjadi sarana untuk menjadikan kita semakin peka akan kehendak dan berkat Tuhan dalam proses bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus.

1. Berdoalah terlebih dahulu sebelum mulai membaca. Mohon dengan kesungguhan agar Tuhan berbicara melalui firman-Nya.

2. Bacalah bagian Alkitab yang telah ditentukan sampai mengerti benar. Sebaiknya lebih dari sekali.

3. Bacalah artikelnya dengan pengertian yang benar, sesuai dengan konteksnya, sambil tetap ingat bahwa yang terpenting tetaplah firman Tuhan dalam Alkitab, bukan artikel tersebut.

4. Renungkan bagian Alkitab dan artikel pada hari itu, serta mengaitkannya dengan kehidupan pribadi kita. Apakah Firman tersebut menjadi peringatan, peneguhan, penghiburan, atau petunjuk bagi kita dalam menjalani hidup sesehari?

5. Bersyukurlah untuk berkat yang telah kita peroleh dari firman Tuhan tersebut. Mohon Roh Kudus mengingatkan dan memberi kekuatan kepada kita untuk menaatinya pada hari itu dan hari-hari selanjutnya. Akui juga di hadapan Tuhan bila kita pernah melakukan dosa dengan mengingkari firman Tuhan pada hari itu serta dosa-dosa lainnya, dan mohon pengampunan dari-Nya.

Demikian tuntunan sederhana pada tahap permulaan kita mengadakan persekutuan dengan Tuhan. Untuk pertumbuhan iman selanjutnya, anda minta pimpinanNya dalam setiap langkah hidup anda tentunya..
Tuhan ingin anak-anak-Nya selalu rindu untuk bertumbuh dalam iman dan pengenalan akan Dia secara dewasa melalui hubungan pribadi yang teratur dengan-Nya. Roh Kudus akan memelihara kerinduan kita!
 
-= Apa yang benar =-

Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam (Yesaya 1:16,17)


Bacaan: Yesaya 1:11-18
Setahun: Yesaya 62-64; 1 Timotius 1

Suatu pagi saat komputer saya menyambut saya dengan “layar biru kematian”, saya tahu bahwa komputer itu rusak, tetapi saya tidak tahu cara memperbaikinya. Saya membaca dan mencoba beberapa hal, tetapi akhirnya saya harus meminta bantuan seorang ahli. Mengetahui bahwa ada sesuatu yang tidak beres hanyalah sebagian kecil dari permasalahan; saya tidak dapat memperbaikinya karena saya tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan.

Permasalahan itu mengingatkan saya akan para ahli yang tampil di acara berita televisi. Mereka semua “ahli” dalam mencari kesalahan, tetapi sebagian besar dari mereka tidak tahu sama sekali tentang apa yang benar.

Ini juga terjadi dalam hubungan antara sesama manusia. Dalam keluarga, gereja, dan tempat kerja, kita kerap kali mencari-cari kesalahan, sehingga justru tidak ada perbaikan. Tanpa bantuan seorang ahli pun kita tahu bahwa ada sesuatu yang keliru saat orang-orang mulai saling berselisih dan melukai dengan perkataan dan tingkah laku yang kasar. Namun, untuk mengetahui cara memperbaikinya, kita benar-benar memerlukan seorang ahli.

Allah menyatakan kepada nabi-nabi Israel bukan hanya apa yang salah, melainkan juga apa yang benar: “Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!” (Yesaya 1:16,17).

Daripada memusatkan perhatian kita untuk mencari-cari kesalahan, marilah kita menaati Pribadi yang mengetahui apa yang benar —JAL

ALKITAB SELALU MENUNJUK KE ARAH YANG BENAR
SEPERTI SEBUAH KOMPAS​

Yesaya 1:11-18
1:11 "Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai.
1:12 Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?
1:13 Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.
1:14 Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya.
1:15 Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.
1:16 Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,
1:17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!
1:18 Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.





---------------------------------------------

READ: Isaiah 1:11-18

Cease to do evil, learn to do good; seek justice, rebuke the oppressor.
Isaiah 1:16-17


When my computer greeted me one morning with what is ominously referred to as "the blue screen of death," I knew it was broken, but I didn’t know how to fix it. I read a little, tried a few things, but finally had to call an expert for help. Knowing that something was wrong was only a small part of the problem; I couldn’t fix it because I didn’t know the right thing to do.

The ordeal reminded me of the many pundits who appear on television news programs. All of them are "experts" at proclaiming what’s wrong, but most are clueless as to what is right.

This happens in relationships as well. In families, churches, and workplaces, nothing gets fixed because we get fixated on what’s wrong. It doesn’t take an expert to know that something is wrong when people quarrel and hurt each other with unkind words and behavior. But it does take an expert to know how to fix the problem.

God revealed to Israel’s prophets not only what was wrong but also what was right: "Cease to do evil, learn to do good; seek justice, rebuke the oppressor; defend the fatherless, plead for the widow" (Isa. 1:16-17).

Instead of focusing on what is wrong, let’s obey the One who knows what is right. —Julie Ackerman Link

Lord, grant me grace throughout this day
To walk the straight and narrow way,
To do whatever in Thy sight
Is good and perfect, just and right. —Huisman​

Like a compass, the Bible always points you in the right direction.​
 
nice thread bro..!!!
supaya kita bisa tiap hari jg blajar2 alkitab via renungan harian yah heheheh...
cuma sepertinya thread ini repost bro....
thread serupa sepertinya sdh ada di sini.
jadi klo ma bro mau isi renungan harian, bisa di reply saja kayanya di thread itu..
atau bisa jg di merged aja deh ya....
dear crew yg bertugas disini...
gimana....?
apakah di merged saja dgn thread serupa yg sudah ada???
atau ada alternatif lain???
 
mw coba ngasih jg deh...


22 Oktober 2007 -- S E N I N


Menanggapi Kritik Dengan Bijaksana | Filipi 2:1-11

Bagaimana cara menghadapi kritik-kritik yang mengesalkan? Bagaimana meresponi kritik dengan benar?

Pertama, saat kritik muncul, Anda harus tetap tenang. Jangan bersikeras membela diri dan tahanlah segala amarah yang “dirasa” saat itu. Beberapa orang mungkin mendebat, “Ya, saya hanya khilaf sesaat. sebagaimana Tuhan telah membuat saya”. Itu adalah argumen yang bodoh. Kita tidak dapat menyalahkan Tuhan ketika gagal mengontrol temperamen buruk kita. Respon demikian tidak membantu, tidak sehat, dan tidak bisa diterima.

Kedua, jangan langsung membela diri. Kesombongan (bukan kejujuran dan refleksi yang sesungguhnya) biasanya yang mendorong respon ini. Bila memungkinkan, alangkah bijaksananya membiarkan keterkejutan dan kejengkelan awal berlalu sebelum memberikan pembelaan diri dan alasan-alasan.

Ketiga, (ini sangatlah berat), mintalah Roh Kudus untuk menunjukkan kesalahan kita dalam masalah tersebut. Lepas dari benar atau tidaknya tuduhan-tuduhan tersebut, mungkin teman dekat kita dipimpin Tuhan untuk menyatakan hal yang tidak benar dalam diri kita? Kita tidak suka didapati salah, namun sebagai orang berdosa, kita tidak bisa selalu benar. Karena alasan inilah, selalu ada kesempatan konflik dalam hidup yang disebabkan kesalahan kita. Ketika orang-orang yang mengasihi mengkritik, kita harus berbesar hati menanggapi perspektif mereka.

JBU............
 
-= DIa tau kekuatanmu =-

Markus 6:48
Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.​

"Tuhan, bulan ini saya harus melunasi hutang buku-buku anak saya di sekolah", gumam seorang ibu beranak dua sambil menyapu di teras rumah kontrakannya. Ia lalu duduk di kursi, menangis. Ia juga menahan sakit kepala yang sudah dua minggu dia alami. Ibu ini begitu tertekan dengan hal yang menimpa keluarganya. Suaminya sudah 1 tahun terkena PHK karena tempat dia bekerja bangkrut dan belum mendapat pekerjaan pengganti. Mau usaha sendiri tidak punya modal, uang tabungan mereka yang tidak banyak semakin menipis dipakai untuk kehidupan sehari-hari. Padahal mereka keluarga yang setia pada Tuhan.

Kalau kita ada pada posisi ibu tersebut, kita bisa saja berkata bahwa Allah tidak sayang. Kita mungin bertanya, "Kok Tuhan Yesus tega membiarkan anak-anak-Nya susah padahal kita sudah setia pada-Nya?"

Tapi apa memang begitu? Saya kira tidak! Allah sangat sayang pada kita. Seperti Tuhan Yesus yang melihat murid-murid-Nya mendayung perahu di tengah angin sakal. Ketika mereka terlihat kepayahan, Yesus tidak tinggal diam membiarkan mereka tenggelam, tapi Dia menghampiri mereka dan akhirnya angin sakal reda. Mari tanamkan dalam hati kita bahwa Yesus Kristus berdaulat dalam hidup kita. Dia tahu kekuatan kita dalam menghadapi masalah-masalah. Kita tidak akan dibiarkan berjuang sendiri.

Pejamkan mata Anda sejenak dan lihatlah betapa Ia berkuasa dalam hidup Anda.
 
-= Peti beserta perhiasannya =-

Harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami (2 Korintus 4:7)


Bacaan: Roma 2:17-24
Setahun: Yesaya 65-66; 1 Timotius 2

Seorang pendeta dari Kanada, John Gladstone, membuat sebuah penerapan yang menarik dari sebuah babak menyedihkan dalam kehidupan Isaac Watts. Sang penulis nyanyian pujian asal Inggris yang terkenal itu jatuh cinta dengan seorang wanita muda yang cantik bernama Elizabeth Singer. Wanita muda tersebut mengagumi puisi, pemikiran, dan semangat Isaac, tetapi ia tidak dapat menutupi rasa tidak sukanya terhadap penampilan Isaac.

Isaac adalah seorang yang pendek dan kecil, memiliki mata berwarna abu-abu yang sangat kecil, berhidung bengkok, dan tulang pipi yang menonjol. Saat ia melamar Elizabeth, wanita muda itu dengan berat hati menjawab, “Tuan Watts, seandainya saja kotak perhiasaan itu seindah perhiasan di dalamnya.”

Pendeta John Gladstone menghubungkan kisah di atas dengan analogi “perhiasan” Injil dan “kotak perhiasan” gereja. Betapa banyak orang yang menolak kabar baik Injil karena meskipun para saksi memiliki sikap yang tulus, namun mereka terlalu menggebu-gebu! Apakah tanpa disadari, kita telah menjadi orang-orang yang tidak disukai dan tidak menunjukkan kasih? Bagaimana kita dapat menjadi “penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam kegelapan” (Roma 2:19) jika keindahan Yesus tidak terlihat di dalam diri kita?

Bagaimanapun caranya, kita harus mengabarkan Injil. Namun, marilah kita berdoa agar Roh Kudus membuat kita memiliki pribadi yang menarik, penuh kasih, dan bebas dari dosa, sehingga kita dapat menarik orang lain kepada-Nya —VCG

KEBENARAN DALAM HATI
MENGHASILKAN KEINDAHAN DALAM KARAKTER​

-----------------------------------

Roma 2:17-24
2:17 Tetapi, jika kamu menyebut dirimu orang Yahudi dan bersandar kepada hukum Taurat, bermegah dalam Allah,
2:18 dan tahu akan kehendak-Nya, dan oleh karena diajar dalam hukum Taurat, dapat tahu mana yang baik dan mana yang tidak,
2:19 dan yakin, bahwa engkau adalah penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam kegelapan,
2:20 pendidik orang bodoh, dan pengajar orang yang belum dewasa, karena dalam hukum Taurat engkau memiliki kegenapan segala kepandaian dan kebenaran.
2:21 Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: "Jangan mencuri," mengapa engkau sendiri mencuri?
2:22 Engkau yang berkata: "Jangan berzinah," mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala?
2:23 Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu?
2:24 Seperti ada tertulis: "Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain."
 
-= The Casket And The Jewel =-

READ: Romans 2:17-24

We have this treasure in earthen vessels, that the excellence of the power may be of God and not of us.2 Corinthians 4:7



Canadian minister John Gladstone has made a compelling application of a sad episode in the life of Isaac Watts. That famous English hymnwriter fell in love with a beautiful young woman, Elizabeth Singer. She admired his poetry, his mind, and his spirit, but for all her admiration she could not overcome her revulsion at his appearance.

Isaac was short and slight, afflicted with mere slits of gray eyes, a hook nose, and large cheekbones. When he proposed to Elizabeth, she all too hurtfully replied, "Mr. Watts, if only I could say that I admire the casket [jewelry box] as much as I admire the jewel it contains."

Gladstone draws a disturbing analogy between the "jewel" of the gospel and the "casket" of the church. How many people have rejected the good news because of its often sincere yet overly zealous witnesses! Are we unknowingly repulsive and unloving? How can we be "a guide to the blind, a light to those who are in darkness" (Rom. 2:19) if the beauty of Jesus cannot be seen in us?

By every means possible, let’s proclaim the gospel. But let’s pray that the Holy Spirit will make us personally winsome and loving and free from sin so that we can attract others to Him. —Vernon C Grounds

Let the beauty of Jesus be seen in me,
All His wonderful passion and purity;
Oh, Thou Spirit Divine, all my nature refine
Till the beauty of Jesus be seen in me. —Orsborn

Righteousness in the heart produces beauty in the character.​
 
23 Oktober 2007 -- S E L A S A

Salib | Matius 27:11-26
Salib, sebuah simbol universal dari Kekristenan – memiliki makna besar bagi Tuhan. Pertama, melalui kematian Yesus, Bapa menegaskan nilai dari setiap orang. Ia menyerahkan Putra-Nya yang tunggal, “…' setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).

Kedua, harga yang teramat mahal. Bapa maha kudus meninggalkan Yesus, Putra yang sangat dikasihi-Nya ketika Dia menanggung seluruh dosa umat manusia (Matius 27:46).

Ketiga, penebusan bagi umat manusia sudah terpenuhi. Darah Yesus yang tertumpah di kayu salib menebus kita dari perbudakan dosa dan memulihkan hubungan dengan Tuhan (I Petrus 1:18-19). Yang terakhir, keadilan Tuhan dibawa melalui salib.

Tuhan menyatakan bahwa kematian adalah hutang dosa (Yehezkiel 18:20). Bagaimanapun, Tuhan menginginkan sebuah pengorbanan yang tak bercela (Ulangan 17:1). Kita tidak mampu membayar hukuman sendiri karena dosa kita membawa pada kematian. Tuhan yang kudus mau mengampuni kita, namun pengganti yang sepadan harus didapatkan, yakni seseorang yang pantas membayar ketidaktaatan kita. Yesus, satu-satunya pribadi tanpa dosa, yang mau menggantikan dan mengambil tanggung jawab atas hutang kita. Semua kesalahan masa lalu, sekarang, dan akan datang telah ditanggung oleh Kristus. Penghukuman Tuhan atas kita telah diambil alih oleh Dia.


regards,

inTEAM.
 
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang (Amsal 17:22)​

Bacaan: Mazmur 126
Setahun: Yeremia 1-2; 1 Timotius 3

Seorang hakim memerintahkan seorang pria Jerman untuk berhenti tertawa di hutan. Joachim Bahrenfeld, seorang akuntan, dituntut ke pengadilan oleh salah seorang dari beberapa orang yang berjoging, dan berkata bahwa kegiatan joging mereka terganggu oleh ledakan tawa Bahrenfeld yang memekakkan telinga. Ia diancam akan dipenjara selama 6 bulan jika tertangkap sedang tertawa lagi. Bahrenfeld, 54 tahun, berkata bahwa hampir setiap hari ia pergi ke hutan untuk tertawa. Itu dilakukannya untuk melepaskan stres. “Bagi saya, tertawa adalah bagian dari hidup,” katanya, “seperti makan, minum, dan bernapas.” Ia merasa bahwa hati yang gembira, yang diungkapkan melalui tawa yang terbahak-bahak, penting bagi kesehatan dan kelangsungan hidupnya.

Hati yang gembira sangatlah penting dalam kehidupan kita. Kitab Amsal 17:22 berkata, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur.” Hati yang gembira memengaruhi jiwa dan kesehatan tubuh kita.

Namun, ada sukacita yang lebih dalam dan lebih bertahan lama bagi mereka yang percaya kepada Tuhan. Sukacita itu bukan sekadar didasarkan atas perasaan senang dan keadaan di sekitar kita, melainkan atas keselamatan dari Allah. Dia telah memberikan pengampunan dosa dan hubungan yang dipulihkan dengan-Nya melalui Yesus, Putra-Nya. Itu memberikan sukacita mendalam yang tidak dapat diusik oleh keadaan sekitar kita (Mazmur 126:2,3; Habakuk 3:17,18; Filipi 4:7).

Kiranya hari ini Anda mengalami sukacita karena telah mengenal Yesus Kristus! —MLW

SUKACITA DATANG DARI TUHAN YANG HIDUP DALAM DIRI KITA
BUKAN DARI SESUATU YANG TERJADI DI SEKITAR KITA


Mazmur 126
126:1 Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
126:2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
126:3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
126:4 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
126:6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
 
Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Efesus 5:16


Kalimat di atas bukan hal yang asing, tapi pasti kita sering mendengarnya. Mungkin baru beberapa menit yang lalu ada seseorang yang mengatakannya. Tapi kalimat itu kontra produktif dengan karakter Allah yang selalu punya waktu untuk beraktivitas. Mungkin sedikit dari kita yang menganalisa, betapa destruktifnya makna dibalik kalimat tersebut. Ketika Rasul Paulus mengatakan agar kita menggunakan waktu yang ada, ia ingin menekankan kita harus bekerja lebih keras dari iblis. Ini lebih berupa perintah daripada sekedar himbauan. 2 Petrus 5:8 mengingatkan kita untuk sadar dan berjaga-jaga, sebab lawan kita, si iblis sedang berkeliling mencari siapa saja yang dapat ditelannya alias ia sedang bekerja keras. Jika Anda tidak punya waktu untuk berjaga-jaga, Anda akan ditelannya.

Pernahkah Anda renungkan bagaimana perasaan Allah ketika kita berkata, "Maaf, saya tidak punya waktu!" Untuk Dia?? Ia juga berkata, "Engkau menyebut Aku Bapa, tapi tidak menghormati Aku. Engkau menyebut Aku Tuhan, tapi tidak melayani Aku. Engkau menyebut Aku sahabat, tapi tidak meyembah Aku. Maaf bila suatu saat engkau bertanya apakah namamu tercantum dalam kitab Kehidupan-Ku, saat itulah Aku akan berkata, ‘Maaf, Aku tidak punya waktu untuk menuliskannya.'" Jelas penyesalan tidak berguna, karena itu selagi masih ada waktu mari kita sediakan waktu untuk Dia.

Milikilah waktu bersama dengan Dia, sebagai bukti Anda sungguh mengasihi-Nya.
 
24 Oktober 2007 -- R A B U

Pesan Dari Salib | Yohanes 19:1:27

Roma menggunakan salib sebagai cara brutal untuk menghukum para penjahat. Melalui pengorbanan Yesus, kematian-Nya menjadi harapan dan hidup bagi mereka yang mempercayai-Nya.

Dalam Injil, salib diartikan berbagai macam. Bagi Pilatus, gubernur Yudea, salib adalah tempat di mana orang tak berdosa mati. Kaum Farisi dan Saduki, sebaliknya, melihat salib sebagai cara untuk menghilangkan masalah. Dalam hal ini seorang rabi radikal telah dibunuh sehingga posisi dan kekuasaan mereka tidak ada lagi terancam.

Ketika Yudas Iskariot mendengar Yesus dijatuhi hukuman mati, ia menjadi sangat kecewa. Saya percaya bahwa si pengkhianat (Yudas) berpikir bahwa semua tindakannya akan memaksa Yesus mengumumkan kerajaan-Nya, dan dia sebagai pemegang posisi tertinggi dalam pemerintahan baru. Kenyataanya, penilaiannya yang keliru menghancurkan semua ambisi pribadi.

Bagi Maria, yang mengetahui kesempurnaan dari hidup anaknya dan identitas-Nya sebagai Putra Allah, salib melambangkan kejahatan yang memalukan. Salib juga melambangkan penggenapan nubuatan. Ketika Yesus berumur delapan tahun, Simeon menubuatkan bahwa suatu pedang akan menembus jiwa Maria (Lukas 2:34-35). Salib menjawab itu semua.

Bagi pengikut Yesus, penyaliban adalah waktu dimana sahabat terkasih dan Mesias wafat. Persahabatan intim dengan Yesus seolah telah berakhir, sebagaimana mimpi akan dibebaskan dari pendudukan Roma.
GBU..
 
-= Kunci Hidup Menjadi Pemenang =-

Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
1 Korintus 9:24


Firman Tuhan mengatakan bahwa hidup ini seperti gelanggang pertandingan. Kalau kita ingin menjadi pemenang dalam pertandingan tersebut, maka ada tiga hal yang harus kira taklukkan.

1. Jarak.

Secepat apapun seorang pelari berlari, tetapi jika tidak menyelesaikan jarak yang ditentukan, maka ia tidak dapat disebut sebagai seorang pemenang. Itu berarti dalam kehidupan, kita harus konsisten berjuang sampai garis finish.

2. Waktu.

Apabila jarak yang ditentukan dapat diselesaikan, tetapi dengan waktu yang lebih lambat dari pelari yang lain, ia juga tidak dapat disebut sebagai seorang pemenang. Demikian juga dengan kehidupan kita. Kita harus dapat menggunakan waktu seefisien mungkin, dengan tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna dan sia-sia.

3. Sikap diri.

Selain jarak dan waktu, seorang pelari yang ingin menang harus mampu menaklukkan diri sendiri, khususnya sikap cepat puas diri dan tidak mau untuk menanggung kesulitan dalam dirinya. Tidak ada kemajuan tanpa kesulitan.

Menjadi seorang pemenang, berarti dapat menaklukkan tantangan sesulit apapun dalam hidup Anda.
 

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi
Matius 5:14

Bacaan: Matius 5:13-20
Setahun: Yeremia 3-5; 1 Timotius 4

Orang-orang sering bertanya kepada saya tentang hal yang paling berkesan saat melayani sebagai pemimpin Moody Bible Institute. Jawabannya adalah, siswa-siswinya. Saya mengagumi semangat mereka bagi Yesus dan cara mereka menunjukkannya kepada dunia di sekitar mereka. Para pemimpin perusahaan yang nonkristiani sering mengatakan kepada saya mengenai etika kerja siswa-siswi Moody yang patut dicontoh. Kepala polisi Chicago pernah berkata, “Saat siswa-siswi Moody kembali ke kampus, daerah di sekitarnya menjadi lebih terang, seperti ada seseorang yang menyalakan lampu di sana.”

Itulah maksud Yesus saat Dia mengatakan, “Kamu adalah terang dunia” (Matius 5:14). Itu adalah kata-kata yang ampuh dalam menggambarkan suatu perbedaan. Harus ada perbedaan yang jelas antara integritas yang dimiliki orang-orang kristiani dan kegelapan dunia yang merajalela.

Yang penting bukan berbicara tentang Yesus, melainkan bagaimana orang melihat kita. Walaupun mereka mungkin tidak ingin mendengar tentang Yesus, Anda boleh yakin bahwa mereka ingin melihat apakah Dia membuat perbedaan dalam hidup kita. Saat Yesus berkata, “Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik” (ayat 16). Maksud-Nya adalah sebelum kita berbicara, kita harus dapat menunjukkan bukti dari apa yang kita katakan. Kemampuan kita untuk bersinar bagi Yesus diukur oleh perbuatan baik kita, yang memberikan kesaksian kuat dalam hidup kita. Mari kita menyalakan lampu-lampu kita —JMS

UNTUK DAPAT MEMIMPIN ORANG LAIN KELUAR DARI KEGELAPAN DOSA
TUNJUKKANLAH SINAR KRISTUS DALAM HIDUP ANDA



Matius 5:13-20
5:13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
 
READ: Matthew 5:13-20

You are the light of the world. A city that is set on a hill cannot be hidden.Matthew 5:14


People often ask me what I miss most about serving as president of Moody Bible Institute. Without question it’s the students. I love their passion for Jesus and the way they demonstrate it to the world around them. Non-Christian employers often told me of the students’ exemplary work ethic. Chicago’s police super-intendent once said, "When the Moody students return to campus, it’s like somebody turned on the lights on the Near North side."

This is exactly what Jesus had in mind when He said, "You are the light of the world" (Matt. 5:14). It’s a powerful word picture of the impact of contrast. There should be a recognizable difference between the integrity of Christians and the prevailing darkness of our world.

It’s not about making speeches for Jesus; it’s about people observing us. Even though they may not want to hear about Jesus, you can be sure they’re watching to see if He makes a difference in our lives. When Jesus said, "Let your light so shine before men, that they may see your good works" (v.16), He was saying that before we can speak up we have to show up. Our capacity to shine for Jesus is measured by our good works, which reveal His compelling reality in our lives.

Let's turn on the lights. —Joe Stowell
You are called with a holy calling
The light of the world to be,
To lift up the lamp of the Savior
That others His light may see. —Anon.


To lead others out of the darkness of sin, let them see the light of Christ in your life.
 
Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu.
Yeremia 5:25


Masih ingat perumpamaan anak yang hilang? Saat di kandang babi ia hanya terpikir untuk bisa jadi kacung ayahnya. Itu keadaan terbaik yang berani ia pikirkan. Padahal dia ahli waris seorang kaya raya. Kenapa itu bisa terjadi? Awalnya dari dosa, ia tidak merasa layak mendapat yang lebih baik. Semua harta atau kelebihan dalam diri kita tidak dapat terlihat karena tertutup dosa. You can't see the treasure's within you because of sins. Inilah cara pandang kita terhadap dosa. Dosa menyebabkan degradasi nilai kita secara luar biasa.

Banyak orang iri melihat orang sukses dan para penyanyi ternama dipuja. Menurut saya mereka memang layak dipuja, itu extra reward hasil kerja keras mereka. Dan untuk orang-orang yang iri, di mana mereka saat orang-orang yang berhasil tadi sedang mempersiapkan diri meraih sukses? Jelas iri hati tidak membawa kita pada kesuksesan. Kunci mendapatkan yang kita inginkan terletak pada cara berpikir positif.

Tanyakan pada diri Anda: "Apa yang dapat saya lakukan untuk membuat diri lebih berharga dari sekarang?" Visualisasikan diri bukan sebagaimana Anda sekarang, tapi sebagaimana Anda menjadi nantinya. Ingatkan diri secara teratur bahwa Anda lebih baik daripada yang Anda kira.



Lakukan sesuatu yang dapat membuat Anda menjadi lebih berharga dari diri Anda yang sekarang.​
 

Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi … ganjaran itu menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya (Ibrani 12:11)

Bacaan: Ibrani 12:7-11
Setahun: Yeremia 6-8; 1 Timotius 5

Paman saya, Lester, yang tinggal di Florida, merasa kecewa karena pohon jeruk balinya tidak berbuah banyak. Lalu ia diberi tahu bahwa ia perlu memukul batang pohon itu beberapa kali menggunakan sebuah papan.

Rupanya, cara mendorong pertumbuhan yang tidak lazim ini ada benarnya juga. Seorang pakar berkebun berkata, “Terkadang, hormon yang mendorong munculnya bunga di pohon itu sepertinya terhambat, sehingga tidak ada bunga yang muncul. Hati-hati, piculah pohon itu untuk berbunga dengan cara mengejutkannya. Pukullah batang pohonnya … beberapa kali, sampai muncul memar kecil di kulit batangnya.” Saran ini ternyata dapat merangsang pertumbuhan.

Ketika berbagai-bagai masalah datang dalam kehidupan ini, kita terkadang merasa seperti dipukul dari samping. Kita merasa putus asa dan bertanya-tanya, Mengapa hal ini terjadi kepada saya?

Salah satu kemungkinannya adalah Allah sedang menggunakan sebuah pengalaman menyakitkan untuk menarik perhatian kita. Dalam Mazmur 119:71, Daud menulis, “Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” Selain itu, Ibrani 12:11 berkata bahwa ganjaran “menghasilkan buah kebenaran”.

Apakah Allah sedang menggunakan penderitaan hidup untuk membujuk Anda dengan penuh kasih agar Anda berubah? Musim kesulitan mungkin tidak mudah, tetapi jika kita mengizinkan diri kita dilatih oleh kesulitan itu, pertumbuhan yang baru akan terjadi pada saat kita semakin menjadi seperti Putra-Nya (Filipi 3:10) —CHK
BAGI UMAT ALLAH, PENDERITAAN DAPAT MENJADI PISAU PEMBABAT
yang MENYIAPKAN KITA AGAR BERBUAH LEBIH BANYAK



Ibrani 12:7-11

12:7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
12:8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
12:9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?
12:10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
12:11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.