• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Renungan Harian/Saat Teduh.

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. user.
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
Jumat, 20 April 2007.
DIPERLUKAN KESABARAN
Kasih itu sabar; kasih itu baik hati; ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong (1Kor. 13:4)

Bacaan: 1Kor. 13
Setahun: 2Sam. 9-11; Luk. 15:11-32

Penerbangan kami ke Singapura ditunda karena ada masalah pada mesin. Penundaan selama 15 menit berubah menjadi 30 menit, lalu 60 menit—dan kemudian 3 jam. Para petugas pemelihara pesawat sibuk menenangkan orang banyak, tetapi mereka sudah lelah dan menjadi cepat marah. Saat malam semakin larut, kumpulan orang banyak itu mulai berubah menjadi kerusuhan massa—mereka berteriak-teriak kepada petugas dengan bahasa kasar. Sang pilot bahkan datang untuk membantu, tetapi orang banyak itu pun berbalik melawan dia.

Saat saya memerhatikan kelanjutan situasi itu, seorang pria Singapura yang berdiri di sisi saya berkata dengan lembut, “Kesabaran akan sangat dibutuhkan malam ini.”

Hidup dapat membuat frustrasi, bahkan membangkitkan amarah. Namun demikian, kerap kali ketidaksabaran hanyalah cerminan dari keegoisan kita dalam menanggapi kekecewaan hidup. Kasih sejati digambarkan di dalam Alkitab sebagai pengorbanan diri (Yoh. 15:13), dan salah satu cara menunjukkan kasih itu adalah kesabaran terhadap orang lain. “Kasih itu sabar; kasih itu baik hati .… Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah” (1 Kor. 13:4,5). Kasih mengesampingkan keinginan pribadi kita dan berusaha meneladani Kristus.

Apakah hal itu terdengar mustahil? Ya, jika kita mengandalkan kekuatan kita sendiri. Namun, bila kita berdoa meminta pertolongan, Allah akan memberi kita kesabaran yang mencerminkan kasih-Nya—bahkan di tengah keadaan yang menjengkelkan.

Bila hatimu kesal, cemas mencekam
Apakah engkau mengeluh, mengomel, dan marah?
Ataukah batinmu dapat mengendalikan
Sebab kepada Yesus engkau berserah?


hot shoot : Saat tergoda untuk TIDAK sabar terhadap orang lain
ingatlah kesabaran Allah terhadap Anda


RIncian ayat bacaan hari ini : 1Kor. 13
13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

JSU>:D<:x
 
21 April 2007 -- S A B T U
Bertekun Di Dalam Doa | Kolose 4:2-4

Seberapa tahun silam, tiga mahasiswa seminari mengantar untuk suatu tugas khotbah. Di perjalanan, salah seorang bertanya, “Dr. Stanley, jika Anda hanya memiliki satu hal saja untuk disampaikan kepada kami, apakah itu?” Pertanyaan itu bukan untuk pertama kali. Mereka mengharapkan jawaban teologis yang panjang. Jawabannya sederhana, hal paling penting yang harus dilakukan adalah meluangkan waktu bersama Tuhan dengan berdoa dan merenungkan firman-Nya.

“Luangkanlah waktumu bersama Tuhan.” Di dunia yang serba instan ini, begitu banyak yang berharap doa dijawab instan. Mereka bertanya-tanya bila Tuhan tidak menjawab dengan segera: Apakah Tuhan marah? Apakah aku telah berdosa? Apakah ini bukan kehendak-Nya? Seringkali jawabannya karena tidak cukup meluangkan waktu untuk berdoa, sehingga Allah tidak dapat mengerjakan rincian doa. Berdoa adalah masalah ketekunan. Tidak cukup untuk berdoa sekali saja setelah itu berkata, “Ok Tuhan, Engkau pasti telah mencatat doaku.”

Hidup di zona peperangan rohani. Setiap kali berlutut, selain berurusan dengan Allah, kita juga berperang melawan si Jahat. Berarti, menjadi obyek kemarahan setan. Setan tahu bahwa tekun berdoa sangat berbahaya baginya, karena tekun berdoa memiliki persekutuan yang intim dengan Allah, dan kegairahan yang kuat untuk taat dan bersaksi bagi-Nya. Dan itu kekalahan bagi Setan.

Saudaraku, masuklah ke dalam kategori ini. Jadikanlah doa sebagai prioritas utama. Khususkanlah waktu dan tempat untuk bertemu muka dengan Bapa, maka kita pasti akan menjumpai-Nya.

JSU>:D<
 
SELALU BERSYUKUR
" Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab perbuatanNya mulia; baiklah hal ini diketahui seluruh bumi! " (Obaja 1:15)​

Sebagai seorang Kristen, setiap hari kita pasti selalu berdoa kepada Tuhan; namun doa yang bagaimana yang senantiasa kita naikan kepada Tuhan? Apakah dalam doa tersebut kita bersukacita sambil menaikan mazmur kepada Tuhan? Ataukah dosa kita hanya berisikan sederet permintaan dan juga keluh kesah saja? Karena biasanya ketika kita bangun pagi dan memulai hari yang baru, kita pasti langsung mengingat setumpuk masalah yang kita alami, sehingga di hari yang baru, raut muka kita tidak ada sukacita karena diliputi rasa kuatir dan cemas. Tetapi, seharusnya saat kita terjaga dari tidur panjang semalam, kita langsung datang berlutut kepada Tuhan dan bibir kita menaikan ucapan syukur. Oleh karena itu, kembali pemazmur mengingatkan kita. "Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian; bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya" (Mazmur 100:4)

" Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau "
 
22 April 2007 -- M I N G G U
Menelusuri Alkitab -- Doa Orang Benar

Ketika orang-orang Aram itu turun mendatangi dia, berdoalah Elisa kepada TUHAN: ‘Butakanlah kiranya mata orang-orang ini.’ Maka dibutakan-Nyalah mata mereka, sesuai dengan doa Elisa.” (II Raja-raja 6:18)

“TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya.” (Amsal 15:29)

“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:22)

“Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.” (Efesus 6:18)

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)

“Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami.” (I Tesalonika 1:2)

“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. (I Yohanes 5:14)

“Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.”(Wahyu 5:8)

JSU>:D<
 
KERJA KERAS
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia
Kolose 3:23

Salah satu ironi hidup terjadi pada Hari Buruh di Amerika Serikat dan Kanada, yaitu ketika sebagian besar pekerja diliburkan. Tetapi itu untuk alasan baik. Tak ada cara yang lebih untuk menghargai orang-orang yang bekerja keras selain memberi mereka hari libur!!. Tampaknya Hari Buruh adalah waktu yang tepat untuk melihat lebih dekat apa yang diperlukan unutk memberi yang terbaik kepada atasan kita.
1. Apa pun tugas kita, kita bekerja bagi kemuliaan Allah (Kolose 3:23). Dalam hal ini, tak ada pekerjaan yang lebih dari yang lain. Masing-masing pekerjaan itu hasilnya harus menghormati Allah.
2. Cara kerja kita dapat menarik simpati mereka yang belum mengikut Kristus (1 Tesalonika 4:11-12). Seorang atasan tidak perlu memberi tahu seorang pekerja Kristiani untuk memanfaatkan waktu dengan baik atau untuk bekerja keras.
3. Pekerjaan adalah sebuah cara untuk memenuhi tujuan ganda kita: mengasihi Allah dan sesama. Menunjukkan kasih kepada rekan kerja adalah cara yang baik untuk menunjukkan bahwa kita mengasihi Allah (Matius 22:37-40).
4. Kita harus bekerja bagi mereka yang bergantung kepada kita. Orang yang tidak menjaga kelangsungan hidup keluarganya layak dicela (1 Timotius 5:8).

Memiliki pekerjaan dapat berarti kerja keras, bahkan bagi mereka yang benar-benar menikmati pekerjaannya, tak ada salahnya menikmati Hari Buruh. Tetapi sebelum hari di mana pekerjaan kita di dunia usai, tugas kita adalah menjadikan pekerjaan kita sebuah kesaksian bagi kemuliaan Allah.

BUATLAH DALAM SEGALA TUGAS KITA NAMA ALLAH YANG DIPERMULIAKAN
 
23 April 2007 -- S E N I N.
Allah Atas Segala Keadaan | Kejadian 50:15-21

Kekristenan sejati terlihat melalui proses pertumbuhan dari susu kepada makanan keras. Menyerap kebenaran-kebenaran dasar dari iman dan mulai mengunyah “daging”. Pertanyaan seperti, “Apakah Allah ada di setiap keadaan?” biasanya ditanyakan oleh orang percaya yang mulai merasakan “makanan keras”. Jawaban bagi pertanyaan ini bertentangan dengan pikiran manusia. Allah tetap ada, baik dalam kemenangan maupun tragedi kehidupan. Kadang Dia sendiri yang menggerakkannya, kadang Dia mengizinkan sesuatu terjadi.

Saat merenungkan pengajaran firman, penting untuk memulainya dengan karakter dan janji-janji Tuhan. Misalnya ketika bertanya mengapa Allah mengizinkan kesulitan, penting untuk mengingat bahwa Dia sungguh baik (Mazmur 145:8-9); tujuan-Nya selalu baik; segala sesuatu dalam kendali-Nya; dan Dia mahakuasa (Mazmur 103:19); tidak ada sesuatu pun yang berada di luar kendali-Nya; Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Roma 8:28); Dia selalu menepati janji-janji-Nya (II Korintus 1:20). Fakta-fakta dan janji-janji inilah yang akan memampukan kita untuk meyakini keberadaan Tuhan di setiap keadaan.

Renungkan kehidupan Yusuf. Ia dikhianati saudara-saudaranya, difitnah isteri majikannya, dan dipenjara dengan semena-mena, tidak berdaya dan dilupakan. Namun Yusuf tidak membiarkan dirinya diombang-ambingkan keadaan. Ia tetap berpegang pada kebenaran bahwa Tuhan mengendalikan semuanya untuk mendatangkan kebaikan.

Entah Tuhan mendatangkan suatu pengujian atau mengizinkannya terjadi dalam hidup, Dia pasti memakainya sebagai bagian dari rencana-Nya untuk mendatangkan kebaikan. Percayakah akan hal itu?

JSU>:D<:x
 
24 April 2007 -- S E L A S A
Percaya Kepada Allah Dalam Segala Keadaan | Roma 8:28-29

Allah telah berjanji untuk berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia (Mazmur 34:8). Dia menjamin bahwa bagian paling sulit sekalipun dari kehidupan dijalin ke dalam rencana-Nya, dan tidak akan ada sesuatu yang dapat menjamah kehidupan tanpa seizin-Nya. Itulah kabar baik.

Ada banyak pertanyaan mengenai keberadaan Tuhan dalam segala keadaan. Misalnya: Apakah Allah yang menyebabkan seseorang berdosa? Allah tidak pernah memulai suatu dosa, ataupun membujuk untuk melanggar. Dia justru ingin melepaskan dari kuasa dosa (Kolose 1:13) dan mengubahnya untuk semakin serupa dengan Yesus (Roma 8:29).

Bagaimana Allah dapat memakai dosa untuk kebaikan kita? Saat jatuh, Dia akan membisikkan kita tentang sifat yang lemah, penuh kesalahan dan kesombongan. Roh-Nya akan menyadarkan, dan membawa kepada pertobatan sejati. Dia akan mengajar tentang akibat ketidaktaatan, dan berharganya pengampunan.

Apakah Allah hadir dalam kehidupan orang belum percaya? Allah tetap melibatkan diri dengan orang yang belum percaya, meski dengan cara berbeda. Dia terus menyatakan kasih-Nya, menyadarkan akan dosa dan kebutuhan akan Juruselamat. Namun, hukuman tetap berlaku bagi yang memberontak dan tidak percaya (Roma 1:18-25).

Yesus yang tanpa dosa, harus menderita sepanjang hidup-Nya di bumi oleh karena kesalahan, pemberontakan dan ketidakpedulian manusia. Allah selalu hadir dalam setiap aspek kehidupan, memakai segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita dan kemuliaan-Nya.

Saya percaya Roh Kudus akan mengajar lebih lagi tentang topik yang sangat penting ini. Marilah berdoa dan menerima kebenaran-Nya.

JSU:x>:D<
 
ADIL DAN BENAR

"Berilah keadilan kepadaku ya Tuhan" (Mzm 26:1)

Keadilan dan kebenaran merupakan hal penting dalam kehidupan manusia, sebab dalam doanya Daud memohon keadilan Allah. Layaklah baginya meminta keadlian dari Tuhan, sebab dia hidup dalam ketulusan dan tidak ada kepalsuan dalam dirinya. Tidak ada sedikitpun keraguan dan kebimbangan padanya dalam hal percaya kepada Allah. Daud memohon kepada Allah agar Tuhan menguji hati dan batinnya. Daud mohon agar Allah menyelidiki isi hatinya. Ia memohon agar Allah menyelami isi hatinya. Dalam keadaan bagaimanapun Daud tetap memusatkan gidupnya kepada Allah.

Ia mengambil keputusan untuk tidak bersengkongkol dengan orang-orang yang berbuat jahat. Daud tetap menjaga kemurnian dirinya. Ia tidak rela dirinya dicemarkan oleh kenajisan duniawi, sehingga Allah berkenan kepadanya. Ia menolak tegas praktek suap yang dapat menjerat dirinya. Tuhan tidak menemui cacat cela dalam hidup Daud hamba-Nya. Hidupnya penuh ibadah kepada Tuhan dan ia tidak lalai dalam memberitakan Tuhan yang Maha Besar.
Marilah kita relakan hati kita diselidiki oleh Tuhan dan Dia siap mengambil "bangkai dosa" yang ada dalam hati. Tujuannya agar kita sehat dan kita berkenan kepada-Nya dalam segala hal. Tolaklah tegas praktek suap, kemesuman, berkumpul dengan orang jahat dan bertindaklah adil dalam segala hal, maka Allah dalam Yesus pasti berkenan.

TEGAS MENOLAK DOSA ADALAH TANDA KETEGASAN DAN KEJELASAN IMAN
 
26 April 2007 -- K A M I S

Melewati Badai Hidup | Matius 9:18-33

Murid-murid Yesus sudah sering mengalami “saat-saat di puncak” bersama-Nya. Mereka menyaksikan anak pemimpin bait suci dibangkitkan dari kematian, yang buta melihat, yang bisu berkata-kata; yang kerasukan setan dibebaskan. Namun ketika badai menyerang di tengah danau, semua ketakutan. Pikiran mereka seolah tidak dapat mengingat apa yang pernah disaksikan mengenai kuasa Yesus. Yang lebih parah, Yesus yang sedang berjalan di atas air pun mereka kira hantu! (Matius 14:26)

Saat badai menerpa, kita seringkali melupakan pengetahuan akan Allah. Kita bergumul untuk mengingat jawaban doa di masa lalu, bimbingan yang pernah diterima dari Roh Kudus, dan pelajaran yang pernah dipelajari dari krisis-krisis terdahulu. Kita hanya mampu melihat badai, dan diri yang terkurung di dalamnya. Kita berpikir keras tentang apa yang harus dilakukan, padahal bagaimana mungkin berpikir jernih, bila emosi sedang terganggu?

Membaca Alkitab adalah kunci untuk mengingat bimbingan dan pertolongan Allah di masa lampau, serta janji-janji-Nya. Selain itu, catatan harian juga amat penting. Di dalamnya menuliskan hal-hal spesifik tentang bagaimana Allah bekerja dalam kehidupan dan menolong kita. Saat kesulitan kembali muncul, catatan ini sangat berguna untuk mengetahui apa yang dikehendaki Allah untuk dilakukan. Sekalipun masalah yang dialami sekarang belum pernah terjadi sebelumnya, Tuhan memiliki segala cara dan kemampuan untuk menolong.

Musuh menginginkan agar kita tidak lagi fokus pada Panglima kita yaitu Tuhan Yesus, melainkan pada masalah semata-mata. Karena itu, rajinlah membaca firman Tuhan, juga menulis catatan harian, untuk mengingat bagaimana Yesus begitu setia menjaga, menolong dan melindungi dengan kuasa-Nya.
 
BERTUMBUH KARENA ROH KUDUS
"Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil​

Dasar pertumbuhan kerohanian seorang percaya diawali dengan penyucian dan pengudusan oleh darah Kristus. Kemudian ia harus terus belajar firman Tuhan tiap-tiap hari dan kehidupan dalam persekutuan dengan Tuhan dam sesama orang percaya. Contoh yang Aljitab berikan adalah dari kehidupan jemaat mula-mula (Kis 2:41-47), sesuatu pertumbuhan yang luar biasa yang pernah terjadi dalam dewasa ini memiliki dasar yang sama yaitu kebangunan Rohani, mengakui otoritas Alkitab sebagai firman Allah dan ibadah atau persekutuan yang fokus pada penyembahan kepada Yesus Anak Domba Allah uang bertakhta sebagai Raja.

Dasar pertumbuhan tersebut di atas adalah karya Roh Kudus semata. Faktor manusia (hamba Tuhan) yang terlibat di dalamnya hanyalah alat. Peranan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya (gereja) yang bertumbuh tidak hanya pada saat-saat ibadah, KKR, dan sejenisnya. Tetapi justru di tengah-tengah tantangan, hambatan, dan penganiayaan. Dan memberikan damai ilahi bagi para syahid bila harus menghadapi maut (Kis 7:56). Di dalam Perjanjian Lama kita melihat hal yang sama. Daud menantang Goliat, dan Yusuf menolak rayuan istri Potifar, Daniel dan kawan-kawannya berani dibuang ke dalam dapur api yang menyala-nyala. Kiranya orang percaya (gereja) dewasa ini juga harus siap dipimpin oleh Roh Kudus agar sanggup bertumbuh dalam menghadapi tantangan dan hambatan.

IMAN YANG KOKOH JUSTRU MELALUI TANTANGAN
 
sip sip..gut bro boy888/no1
jadi klo gw ga sempet posin renungan..loe bisa kase jg disini:)....ty bro>:D<
 
27 April 2007 -- J U M A T

Berjalan Bersama Yesus Melewati Badai | Markus 6:45-56

Saat itu tengah malam. Angin berhembus kencang, ombak menerjang, jarak pandang sangat pendek, dan tidak ada siapa-siapa di danau Galilea. Bagi para murid, situasi demikian adalah krisis besar. Parahnya, Yesus tidak ada bersama mereka. Dia sedang berdoa di gunung.

Dalam keadaan terkurung badai, mereka mungkin berpikir Yesus telah melupakan. Namun, Dia tahu pasti dimana mereka berada dan apa yang dialami. Yesus tahu keberadaan kita. Tak ada tempat tersembunyi dari hadapan-Nya. Tak ada pengujian yang mampu merintangi pandangan-Nya. Kita akan selalu dilihat, diketahui dan dimengerti oleh-Nya!

Segera setelah Yesus meninggalkan tempat doa-Nya, Dia menuju murid-murid-Nya. Namun, tak satu pun dari mereka mengenali-Nya, oleh karena cara-Nya yang unik: Dia berjalan di atas air! Mungkin kita tidak mengenali Yesus saat Dia datang untuk meredakan badai hidup. Mengapa? Karena dilanda oleh ketakutan dan keputusasaan sendiri, sehingga tidak menyadari bahwa Dia sedang menghampiri.

Bila kita menyadari Yesus selalu hadir di saat paling sulit sekalipun, berarti kita telah menerima kebenaran yang sangat berharga. Murid-murid Yesus pernah menyaksikan bagaimana Yesus berkuasa atas ombak dan angin laut (Matius 8:23-26). Dalam badai kali ini, mereka melihat Tuhan berjalan di atas air, bahkan salah satu dari mereka berkesempatan melakukan hal yang sama. Di saat badailah kita dapat belajar tentang siapa Yesus, apa yang dilakukan-Nya, dan memahami potensi sebenarnya.

Saat kesulitan menerpa, mintalah mata rohani untuk mengenali kehadiran Tuhan. Lalu, dengarkanlah suara-Nya, dan taatlah (Yohanes 10:27).
 
TETAP SETIA
" Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan "


Kesetiaan adalah sesuatu yang harus ditunjukan oleh setiap orang dalam membangun sebuah hubungan, baik itu dalam suatu kerja sama maupun yang lainnya. Kesetiaan juga suatu kata yang disukai banyak orang tetapi sulit untuk dilakukan. Demikian juga dalam hal mengikut Tuhan kita semua patut menunjukan kesetiaan.

Dalam kitab Wahyu jemaat Smirna mengalami masa-masa yang sulit. Mereka falam kondisi miskin dan sedang menghadapi fitnah dari orang-orang yang mengaku diri sebagai orang Yahudi. Keadaan yang mereka hadapi memungkinkan jemaat itu tidak lagi setia dalam iman mereka. Karena itu rasul Yohanes memberikan nasihat sekaligus peringatan menghadapi tantangan, yakni hidup miskin dan difitnah.

Firman Tuhan ini mengingatkan kita juga tentang kesetiaan yang Tuhan tuntut dari kita dalam mengikuti-Nya. Tuhan mau supaya kita setia dalam segala situasi sekalipun situasi tidak mendukung pertumbuhan iman kita. Kesetiaan kita akan diperhitungkan oleh Allah dan kita akan mendapat upah yaitu mahkota kehidupan. Saudara, apakah saat ini kita sudah setia dalam mengikut Tuhan? Ataukah kita setia hanya pada saat-saat yang baik saja, saat tidak ada masalah dan tantangan? Hanya kita dan Tuhan yang tahu, tetapi marilah kita mulai setia di dalam mengikuti Tuhan dan Tuhan akan memberikan mahkota kehidupan sebagai pengharapan bagi kesetiaan kita. Jika hal ini menjadi motivasi, kita akan setia.

" TUHAN MENUNTUT KESETIAAN KEPADA SEMUA UMAT-NYA "
 
28 April 2007 -- S A B T U

Jaminan Tuhan di Saat Badai| Mazmur 32:1-8

Kesulitan hidup yang dihadapi seringkali membuat kita tidak sanggup berpikir. Emosi yang dirasakan begitu kuat sehingga menghalangi pikiran. Namun Allah telah berjanji untuk menolong.

Pertama, Tuhan berkomitmen untuk mengajar. Ketika kita menantikan-Nya, Dia akan memberi pencerahan atas situasi yang dialami, karena Dia dapat melihat segala sesuatu. Dia tahu langkah-langkah yang harus diambil. Mungkin kita terkejut dengan permintaan-Nya yang diluar perkiraan dan keinginan (Yesaya 55:8-9). Misalnya, ketika kita merasa sakit hati karena penghinaan yang diterima, Roh Kudus akan mengingatkan bahwa pembalasan itu hak-Nya; dan kita diminta-Nya berdamai dengan orang yang telah menyakiti (Roma 12:17-19).

Kedua, Allah telah berjanji untuk mengajar bagaimana menerapkan kebenaran yang telah diberikan-Nya. Saat merenungkan Firman, Roh-Nya akan mengajar bagaimana menerapkan Firman ke dalam masalah. Misalnya, firman Tuhan mengajar untuk memberi lebih kepada orang yang memaksakan kehendaknya (Matius 5:40-41). Mungkin Roh Kudus mendorong untuk menerapkan kebenaran ini kepada bos di kantor, yang selalu menuntut banyak.

Ketiga, Tuhan pasti membimbing dan menjagai kita saat melewati badai hidup. Roh Kudus akan memberitahukan tindakan-tindakan yang harus dilakukan, dan keputusan-keputusan yang harus diambil.

Badai seperti apa yang dihadapi sekarang? Ingatlah akan janji-janji Allah dan jaminan-Nya, supaya kita dapat menemukan solusi terbaik dari-Nya.

JSU:x>:D<
 
29 April 2007 -- M I N G G U

Menelusuri Alkitab -- Melewati Badai

Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” (Mazmur 34:8-9)

“TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.” (Mazmur 145:8-9)

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:8-9).

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33).

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28)

“Sebab Kristus adalah ‘ya’ bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan ‘Amin’ untuk memuliakan Allah.” (II Korintus 1:20)

“Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.” (II Korintus 5:7)

“Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih.” (Kolose 1:13)
 
30 April 2007 -- S E N I N

Pelajaran Di Saat Badai | Mazmur 34:1-20

Allah berjanji saat menghadapi kesulitan, Dia tetap mengarahkan mata-Nya pada kita. Dia akan mengajar dan membimbing, namun kita juga harus memahami keinginan-Nya, dengan cara:

1. Memiliki kerinduan nyata untuk mengikuti jalan Tuhan dan hanya jalan-Nya saja. Alkitab mengumpamakannya “seperti rusa merindukan air” (Mazmur 42:2). Kehausan ini menggambarkan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah.

2. Bersedia diajar Allah. Dia akan mengubah ujian menjadi pembelajaran saat kita mencari bimbingan-Nya. Seperti yang dialami Hana ketika memohon anak (I Samuel 1:1-2:10). Demikian juga Maria dan Marta, Lazarus mati (Yohanes 11:17-27). Berikanlah hati yang rela, untuk belajar memahami segala kehendak-Nya atas hidup kita. Jangan berpikir pelajaran dari Allah hanya akan diperoleh di ruang kelas yang aman dan nyaman. Dia tahu cara terbaik menanamkan hikmat-Nya. Seringkali Dia memilih kesulitan dan terluka sebagai saat tepat untuk mengajar.

3. Bersandarlah pada kehendak-Nya. Sebelum mengetahui solusi dari Allah, Dia meminta kita untuk membuat komitmen mengikuti jalan-Nya. Tuhan memanggil kita untuk berjalan dengan iman, bukan penglihatan (II Korintus 5:7); untuk mengakui ketidakberdayaan kita di luar Dia (Yohanes 15:5), dan untuk mengakui jalan-Nya selalu terbaik.

Masalah dan kesulitan hidup adalah fakta yang tidak menyenangkan, namun banyak pelajaran berharga yang diperoleh. Allah menginginkan hati yang lembut, roh yang mau diajar dan kehendak yang diserahkan sepenuhnya bagi-Nya. Apakah Anda sudah memberikannya?

JSU>:D<
 
JANGAN SAKITI HATI TUHAN
" Bertobatlah, hai orang Israel, kepada kepada Dia yang sudah kamu tinggalkan jauh-jauh ".(Yes 31:6).

Peribahasa "bagaikan kacang lupa kulitnya", sering terjadi pada orang yang tadinya tidak punya apa-apa kemudian mengalami keberhasilan dan sering dipuji-puji orang. Lupa bawha keberhasilannya merupakan pertolongan Tuhan, jawaban atas doa-doa yang dinaikkan. Lupa akan keterbatasan dan ketidakberdayaan yang pernah dialaminya.

Teks Firman Tuhan di atas mengatakan : "Celakalah orang orang Israel yang mengharapkan pertolongan Mesir. Celakalah Mesir yang mengandalkan kekuatan kuda dan percaya pada kereta dan pasukan berkuda tapi tidak memandang, tidak menganggap tapi meremehkan Allah Israel yang Mahakuasa".

Sangat menyedihkan, umat pilihan Allah, minta pertolongan pada bangsa yang tidak menghormati dan mempercayai Allah. Satu penghinaan bagi Tuhan, betapa sakit hati-Nya diabaikan oleh umat pilihan-Nya yang dikasihi-Nya.

Malapetaka akan menimpa orang jahat, yang dalam kesulitannya tidak berharap pada Tuhan dan orang lalim, yang sombong dan meremehkan Tuhan yaitu Mesir.

Mesir adalah manusia bukan Allah. Dalam Yeremia 17:5 Tuhan berfirman : "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!". Karena itu orang Israel harus bertobat kepada Tuhan.

Bagaimana dengan Bapak, Ibu? Apa dan siapa yang diandalkan dan dipercayai dalam menghadapi kesulitan hari lepas hari. Jangan menyakiti hati Tuhan seperti bangsa Israel yang meninggalkan Tuhan.

DALAM SEGALA KEADAAN DAN KEBUTUHAN ANDALKANLAH PERTOLONGAN TUHAN
 
Selasa, 1 Mei
WORLD WIDE WEB
Dan aku melihat bahwa hikmat melebihi kebodohan,
seperti terang melebihi kegelapan (Pkh. 2:13)

Bacaan: Ams. 4:5-13
Setahun: 1 Raj. 10-11; Luk. 21:20-38

Brewster Kahle memiliki visi besar terhadap internet. Ia memimpikan adanya akses universal terhadap semua pengetahuan manusia. Sebagai pustakawan digital dan direktur sekaligus salah satu pencetus Internet Archive, Kahle percaya bahwa masih banyak cara untuk menggunakan potensi internet yang luar biasa guna mengubah dan memperbaiki dunia kita. “Saya ingin,” ujarnya, “membangun perpustakaan yang megah ... Saat ini secara teknis kita dapat bermimpi untuk membuat Perpustakaan Alexandria.” Ia merujuk pada sebuah ruangan yang sangat luas dan penuh ribuan naskah pada zaman Mesir kuno sehingga disebut rumah segala pengetahuan di dunia.

Namun, pengetahuan berbeda dengan hikmat. Raja Salomo adalah orang yang berakal luas (1Raj. 4:29 -34). Di masa-masa yang baik, ia mempergunakan kapasitas yang diberikan Allah untuk mengumpulkan informasi serta wawasan dari setiap sudut kehidupan. Sebaliknya, saat Salomo lengah, ia menunjukkan bahwa segala pengetahuan di dunia tidak dapat mencegah seseorang kehilangan tujuan hidup (Pkh. 1:16 -18). Walaupun berpengetahuan luas, Salomo menikah dengan banyak perempuan asing. Pada masa tuanya, ia mendirikan altar bagi ilah-ilah istrinya (1Raj. 11:1-11). Kebodohannya itu membawanya pada kehancuran.

Hikmat adalah penerapan pengetahuan. Jangan sampai Anda terjerat dalam jaringan pengetahuan tanpa memiliki hikmat sejati yang berasal dari sikap takut akan Tuhan (Ams. 1:7; 9:10 )

Hidup di dekat Yesus setiap hari
Itulah hikmat yang sejati;
Menempuh jalan yang dipimpin-Nya
Itulah hikmat yang sesungguhnya.


hot shoot: HIKMAT memberikan sayap pada PENGETAHUAN


*JSU>:D<
 
HARTA KARUN
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang..." (Mat 13:44).

Sekitar tahun 1998 atau 1999 terdengar isu yang mengatakan bahwa Indonesia mempunyai harta karun peninggalan Soekarno yang bernilai sampai 2M US$. Kabar itu mengejutkan tetapi juga menyejukkan dan memberi harapan bagi keadan Indonesia yang terpuruk waktu itu. Semua orang berpikir jika benar maka dapat menyelamatkan keadaan Indonesia dan dapat dipakai untuk membayar hutang Indonesia pada bunk Dunia.

Firman Tuhan kali ini menjelaskan bahwa "hal Kerajaan Surga seumpama harta yang terpendam di ladang". Di sini Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang Kerajaan Surga kepada orang Israel supaya mereka mengerti dan memahaminya. Kita tahu harta yang terpendam atau harta karun merupakan harta yang masih tersembunyi yang belum kelihatan, tetapi saat harta itu ditemukan maka orang yang menemukan akan bersukacita. Bahkan dia rela menjual seluruh tanahnya untuk mendapatkan tanah tempat harta tersebut. Ini berarti ada pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih bernilai dari sebelumnya.

Saudara, bertemu Tuhan Yesus sama dengan mendapatkan harta karun, yang nilainya lebih besar dari apapun yang kita miliki, sehingga tidak rugi jika kita mengorbankan sesuatu yang kita miliki untuk mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar yakni hidup yang kekal bersama-Nya di Surga.

Bagaimana dengan Saudara, sudahkah Saudara bertemu dengan Kristus secara pribadi? Jika belum berdoalah supaya kuasa Roh Kudus menunjukkan jalan kepada Kristus.

KRISTUS ADALAH YANG TERBESAR BAGI KITA
 
Rabu, 2 Mei
DORONGAN SEMANGAT
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan membawa iman kita itu kepada kesempurnaan (Ibr. 12:2)

Bacaan: Ibr. 12:1-13
Setahun: 1Raj. 12-13; Luk. 22:1-20

Ketika putra saya Joe masih kecil, saya membawanya ke YMCA terdekat untuk belajar berenang. Saya dapat membayangkan ketika dia kelak meraih medali emas di Olimpiade.

Yang membuat saya kesal, Joe tidak tertarik untuk mengikuti kelas renang. Ia malah melihat air kolam, memandang pelatihnya, dan ia pun mulai menangis ketakutan.

Saya berpikir, Oh tidak, ternyata saya menjadi ayah seorang anak pengecut! Parahnya lagi, si pelatih meminta saya membawa Joe kembali ke ruang ganti. Ketika ia merengek-rengek minta pulang, saya memberinya sedikit semangat: “Kamu bisa, Joe! Ayah akan selalu menemanimu saat latihan, dan kita akan saling memberi tanda. Jika kamu takut, lihatlah Ayah; dan ketika Ayah mengacungkan jempol, ketahuilah bahwa kamu tidak ada apa-apa karena Ayah di sini mendukungmu.” Akhirnya Joe setuju, dan kini ia dapat berenang dengan baik.

Kita pun sering menghadapi keadaan yang tampaknya sulit dan mustahil. Pada saat itulah kita perlu yakin di dalam Yesus. Mungkin naluri pertama kita adalah melarikan diri dalam ketakutan. Namun, justru pada saat itulah kita harus melihat kepada Yesus, “yang memimpin kita dalam iman dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan” (Ibr. 12:2). Dia akan mengangkat tangan-Nya yang pernah terluka bekas dipaku dan berkata, “Bertahanlah. Teruskanlah bertanding. Aku dulu pernah melakukannya, dan dalam kuasa-Ku kau bisa menang. Kau pasti bisa!”

Berpeganglah pada Kristus dan Dia akan memberimu
Kemauan untuk menyelesaikan perjalanan;
Berpeganglah teguh pada-Nya dan teruslah bertahan,
Dan Dia akan memperbarui kekuatanmu.


hot shoot : KEMENANGAN KRISTUS DI MASA LALU MEMBERI KEKUATAN
DI MASA KINI DAN PENGHARAPAN DI MASA YANG AKAN DATANG.

JSU>:D<
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.