Jumat, 20 April 2007.
DIPERLUKAN KESABARAN
Kasih itu sabar; kasih itu baik hati; ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong (1Kor. 13:4)
Bacaan: 1Kor. 13
Setahun: 2Sam. 9-11; Luk. 15:11-32
Penerbangan kami ke Singapura ditunda karena ada masalah pada mesin. Penundaan selama 15 menit berubah menjadi 30 menit, lalu 60 menit—dan kemudian 3 jam. Para petugas pemelihara pesawat sibuk menenangkan orang banyak, tetapi mereka sudah lelah dan menjadi cepat marah. Saat malam semakin larut, kumpulan orang banyak itu mulai berubah menjadi kerusuhan massa—mereka berteriak-teriak kepada petugas dengan bahasa kasar. Sang pilot bahkan datang untuk membantu, tetapi orang banyak itu pun berbalik melawan dia.
Saat saya memerhatikan kelanjutan situasi itu, seorang pria Singapura yang berdiri di sisi saya berkata dengan lembut, “Kesabaran akan sangat dibutuhkan malam ini.”
Hidup dapat membuat frustrasi, bahkan membangkitkan amarah. Namun demikian, kerap kali ketidaksabaran hanyalah cerminan dari keegoisan kita dalam menanggapi kekecewaan hidup. Kasih sejati digambarkan di dalam Alkitab sebagai pengorbanan diri (Yoh. 15:13), dan salah satu cara menunjukkan kasih itu adalah kesabaran terhadap orang lain. “Kasih itu sabar; kasih itu baik hati .… Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah” (1 Kor. 13:4,5). Kasih mengesampingkan keinginan pribadi kita dan berusaha meneladani Kristus.
Apakah hal itu terdengar mustahil? Ya, jika kita mengandalkan kekuatan kita sendiri. Namun, bila kita berdoa meminta pertolongan, Allah akan memberi kita kesabaran yang mencerminkan kasih-Nya—bahkan di tengah keadaan yang menjengkelkan.
Bila hatimu kesal, cemas mencekam
Apakah engkau mengeluh, mengomel, dan marah?
Ataukah batinmu dapat mengendalikan
Sebab kepada Yesus engkau berserah?
hot shoot : Saat tergoda untuk TIDAK sabar terhadap orang lain
ingatlah kesabaran Allah terhadap Anda
RIncian ayat bacaan hari ini : 1Kor. 13
13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
JSU

DIPERLUKAN KESABARAN
Kasih itu sabar; kasih itu baik hati; ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong (1Kor. 13:4)
Bacaan: 1Kor. 13
Setahun: 2Sam. 9-11; Luk. 15:11-32
Penerbangan kami ke Singapura ditunda karena ada masalah pada mesin. Penundaan selama 15 menit berubah menjadi 30 menit, lalu 60 menit—dan kemudian 3 jam. Para petugas pemelihara pesawat sibuk menenangkan orang banyak, tetapi mereka sudah lelah dan menjadi cepat marah. Saat malam semakin larut, kumpulan orang banyak itu mulai berubah menjadi kerusuhan massa—mereka berteriak-teriak kepada petugas dengan bahasa kasar. Sang pilot bahkan datang untuk membantu, tetapi orang banyak itu pun berbalik melawan dia.
Saat saya memerhatikan kelanjutan situasi itu, seorang pria Singapura yang berdiri di sisi saya berkata dengan lembut, “Kesabaran akan sangat dibutuhkan malam ini.”
Hidup dapat membuat frustrasi, bahkan membangkitkan amarah. Namun demikian, kerap kali ketidaksabaran hanyalah cerminan dari keegoisan kita dalam menanggapi kekecewaan hidup. Kasih sejati digambarkan di dalam Alkitab sebagai pengorbanan diri (Yoh. 15:13), dan salah satu cara menunjukkan kasih itu adalah kesabaran terhadap orang lain. “Kasih itu sabar; kasih itu baik hati .… Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah” (1 Kor. 13:4,5). Kasih mengesampingkan keinginan pribadi kita dan berusaha meneladani Kristus.
Apakah hal itu terdengar mustahil? Ya, jika kita mengandalkan kekuatan kita sendiri. Namun, bila kita berdoa meminta pertolongan, Allah akan memberi kita kesabaran yang mencerminkan kasih-Nya—bahkan di tengah keadaan yang menjengkelkan.
Bila hatimu kesal, cemas mencekam
Apakah engkau mengeluh, mengomel, dan marah?
Ataukah batinmu dapat mengendalikan
Sebab kepada Yesus engkau berserah?
hot shoot : Saat tergoda untuk TIDAK sabar terhadap orang lain
ingatlah kesabaran Allah terhadap Anda
RIncian ayat bacaan hari ini : 1Kor. 13
13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
JSU


....ty bro