Pesawat AdamAir Masih Misterius
Rabu, 03/01/2007
MAKASSAR (SINDO) – Keberadaan pesawat Boeing 747-400 milik maskapai AdamAir nomor penerbangan DHI 574 (KI 574) yang hilang kontak dalam perjalanan Surabaya menuju Manado, hingga pukul 24.00 WIB tadi malam,belum jelas.
Kabar yang dirilis sebelumnya bahwa pesawat ditemukan dalam kondisi hancur di Desa Ranguan,Kec Matangnga, Kab Polewali Mandar (Polman),Sulawesi Barat, ternyata salah. Demikian pula kabar 90 korban tewas dan 12 penumpang selamat, tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Hasanuddin Marsma TNI Eddy Suyanto secara tegas meminta maaf kepada seluruh keluarga penumpang,masyarakat, serta media cetak maupun elektronik, karena ternyata pesawat Adam- Air belum ditemukan.
Pengumuman bahwa posisi pesawat masih misterius, sesuai hasil penyisiran tim TNI AU dengan menggunakan helikopter Puma serta pesawat Boeing 737- 200, sejak kemarin pagi.Namun, hingga pukul 18.00 WITA, tim tidak menemukan tanda-tanda keberadaan pesawat. ”Kita sudah melintas di sekitar wilayah Polman, tapi tidak ada tandatanda ada pesawat yang jatuh,” ungkap Eddy dalam jumpa pers di Aula VIP Emmy Saelan, Bandara Hasanuddin, Sulawesi Selatan.
Menurut Eddy, yang juga memimpin Search Mission Coordination (SMC),tim TNI AU yang menyisir Polman memutuskan untuk tidak dilakukan pendaratan karena cuaca juga tidak memungkinkan.Dia menjelaskan, dihentikannya pencarian pesawat di wilayah Polman, setelah berkoordinasi dengan Lantamal VI Makassar dan Polda Sulsel. Sebelum pengumuman ini,Marsma Eddy Suyanto pula yang pada pagi harinya menyampaikan bahwa pesawat AdamAir sudah ditemukan di Polman.Informasi bahwa pesawat sudah ditemukan berdasar laporan dari masyarakat di daerah Polman yang mendengar adanya ledakan serta tanda lainnya.
Saat itulah disimpulkan, operasi search and rescue (SAR) dititikberatkan di daerah Polman.Tim dari kepolisian, SAR,TNI AL,TNI AU, serta instansi terkait juga melakukan penyisiran melalui daerah menuju lokasi tersebut. Hasilnya, keberadaan pesawat tetap misterius. Selanjutnya,kata Eddy,pencarian akan difokuskan pada dua daerah, yakni Rantepao,Kab Tanatoraja, Sulawesi Selatan, dan Kab Majene,Sulawesi Barat,sesuai pantauan sinyal terakhir dari emergency locater beacon (ELBA) Singapura. ”Kami tetap melakukan pencarian pesawat dan tidak akan berhenti selama pesawat Adam- Air belum ditemukan, tidak mengenal malam maupun pagi, meski terhambat dengan cuaca hujan yang begitu deras” terang Eddy.
Pihaknya juga meminta kepada sanak keluarga penumpang yang umumnya sudah berada di Bandara Hasanuddin, sejak pagi kemarin, agar tidak percaya begitu saja mengenai informasi yang berkembang mengenai keberadaan pesawat. Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, yang tiba di Makassar petang kemarin, langsung menggelar konferensi pers terkait kesimpangsiuran informasi mengenai keberadaan pesawat yang dinyatakan sudah hilang sejak Senin lalu.Untuk itu,Menhub berharap kepada tim SAR untuk terus mencari pesawat. Di tempat terpisah, Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Setio Rahardjo mengatakan, hingga pukul 21.30 WIB kemarin, pesawat beserta seluruh penumpang dan awak kabin belum ditemukan.
Selain itu, sejauh ini belum ditemukan indikasi awal penyebab kecelakaan AdamAir. Namun, menurut dia, cuaca cukup berpengaruh pada terjadinya kecelakaan. ”Tapi tentunya ada penyebab lain yang harus kita selidiki. Saya belum berani berandai- andai,”kata Setio. Tim investigasi KNKT yang beranggotakan tiga orang dan diketuai Frans Wenas telah bertolak dari Jakarta, kemarin pagi. Selain itu, 2 orang dari National Transportation Safety Board (NTSB), 1 orang dari Federal Aviation Administration (FAA), 2 orang dari Boeing, dan 1 orang dari General Electric juga akan membantu penyelidikan. ”Tim NTSB akan berada di Jakarta pada 5 Desember nanti.Kita telah mendapatkan surat dari Kedutaan Amerika Serikat yang ada di Indonesia. Surat itu berbunyi bahwa AS akan memberangkatkan tim NTSB untuk membantu penyelidikan jatuhnya pesawat AdamAir,” kata Setio.
Rabu, 03/01/2007
MAKASSAR (SINDO) – Keberadaan pesawat Boeing 747-400 milik maskapai AdamAir nomor penerbangan DHI 574 (KI 574) yang hilang kontak dalam perjalanan Surabaya menuju Manado, hingga pukul 24.00 WIB tadi malam,belum jelas.
Kabar yang dirilis sebelumnya bahwa pesawat ditemukan dalam kondisi hancur di Desa Ranguan,Kec Matangnga, Kab Polewali Mandar (Polman),Sulawesi Barat, ternyata salah. Demikian pula kabar 90 korban tewas dan 12 penumpang selamat, tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Hasanuddin Marsma TNI Eddy Suyanto secara tegas meminta maaf kepada seluruh keluarga penumpang,masyarakat, serta media cetak maupun elektronik, karena ternyata pesawat Adam- Air belum ditemukan.
Pengumuman bahwa posisi pesawat masih misterius, sesuai hasil penyisiran tim TNI AU dengan menggunakan helikopter Puma serta pesawat Boeing 737- 200, sejak kemarin pagi.Namun, hingga pukul 18.00 WITA, tim tidak menemukan tanda-tanda keberadaan pesawat. ”Kita sudah melintas di sekitar wilayah Polman, tapi tidak ada tandatanda ada pesawat yang jatuh,” ungkap Eddy dalam jumpa pers di Aula VIP Emmy Saelan, Bandara Hasanuddin, Sulawesi Selatan.
Menurut Eddy, yang juga memimpin Search Mission Coordination (SMC),tim TNI AU yang menyisir Polman memutuskan untuk tidak dilakukan pendaratan karena cuaca juga tidak memungkinkan.Dia menjelaskan, dihentikannya pencarian pesawat di wilayah Polman, setelah berkoordinasi dengan Lantamal VI Makassar dan Polda Sulsel. Sebelum pengumuman ini,Marsma Eddy Suyanto pula yang pada pagi harinya menyampaikan bahwa pesawat AdamAir sudah ditemukan di Polman.Informasi bahwa pesawat sudah ditemukan berdasar laporan dari masyarakat di daerah Polman yang mendengar adanya ledakan serta tanda lainnya.
Saat itulah disimpulkan, operasi search and rescue (SAR) dititikberatkan di daerah Polman.Tim dari kepolisian, SAR,TNI AL,TNI AU, serta instansi terkait juga melakukan penyisiran melalui daerah menuju lokasi tersebut. Hasilnya, keberadaan pesawat tetap misterius. Selanjutnya,kata Eddy,pencarian akan difokuskan pada dua daerah, yakni Rantepao,Kab Tanatoraja, Sulawesi Selatan, dan Kab Majene,Sulawesi Barat,sesuai pantauan sinyal terakhir dari emergency locater beacon (ELBA) Singapura. ”Kami tetap melakukan pencarian pesawat dan tidak akan berhenti selama pesawat Adam- Air belum ditemukan, tidak mengenal malam maupun pagi, meski terhambat dengan cuaca hujan yang begitu deras” terang Eddy.
Pihaknya juga meminta kepada sanak keluarga penumpang yang umumnya sudah berada di Bandara Hasanuddin, sejak pagi kemarin, agar tidak percaya begitu saja mengenai informasi yang berkembang mengenai keberadaan pesawat. Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, yang tiba di Makassar petang kemarin, langsung menggelar konferensi pers terkait kesimpangsiuran informasi mengenai keberadaan pesawat yang dinyatakan sudah hilang sejak Senin lalu.Untuk itu,Menhub berharap kepada tim SAR untuk terus mencari pesawat. Di tempat terpisah, Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Setio Rahardjo mengatakan, hingga pukul 21.30 WIB kemarin, pesawat beserta seluruh penumpang dan awak kabin belum ditemukan.
Selain itu, sejauh ini belum ditemukan indikasi awal penyebab kecelakaan AdamAir. Namun, menurut dia, cuaca cukup berpengaruh pada terjadinya kecelakaan. ”Tapi tentunya ada penyebab lain yang harus kita selidiki. Saya belum berani berandai- andai,”kata Setio. Tim investigasi KNKT yang beranggotakan tiga orang dan diketuai Frans Wenas telah bertolak dari Jakarta, kemarin pagi. Selain itu, 2 orang dari National Transportation Safety Board (NTSB), 1 orang dari Federal Aviation Administration (FAA), 2 orang dari Boeing, dan 1 orang dari General Electric juga akan membantu penyelidikan. ”Tim NTSB akan berada di Jakarta pada 5 Desember nanti.Kita telah mendapatkan surat dari Kedutaan Amerika Serikat yang ada di Indonesia. Surat itu berbunyi bahwa AS akan memberangkatkan tim NTSB untuk membantu penyelidikan jatuhnya pesawat AdamAir,” kata Setio.

