Ditemukan Potongan Rambut Menempel di Puing Kursi
Selasa, 16/01/2007
MAKASSAR (SINDO) – Tim SAR gabungan yang melakukan operasi pencarian badan pesawat AdamAir DHI/KI 574 di Kab Barru, Sulawesi Selatan, kemarin menemukan potongan rambut seseorang beserta kulit yang menempel pada kursi.
Namun, belum dipastikan apakah rambut itu milik penumpang pesawat yang hilang dalam penerbangan Surabaya–Manado itu. Menurut SAR Mission Coordinator (SMC) Marsma TNI Eddy Suyanto, potongan rambut tersebut panjangnya sekitar lima cm dan disimpan dalam sebuah kantung plastik kecil beserta kulit kepalanya. Potongan rambut beserta kulit itu akan diserahkan kepada kepolisian untuk diperiksa di laboratorium forensik (labfor) Polda Sulsel.
”Kami belum bisa memastikan milik siapa potongan rambut dan kulitnya itu sebelum pihak labfor melakukan pemeriksaan yang mendalam,” kata Eddy Suyanto di Makassar,kemarin. Menurut Eddy yang juga Danlanud Hasanuddin, penemuan potongan rambut pada kulit yang menempel di kursi adalah hasil operasi tim gabungan darat yang dikerahkan dari Tanatoraja menuju perairan Barru dan Parepare.
Dalam pencarian kemarin, selain potongan rambut,sebanyak 14 serpihan kembali ditemukan, termasuk serpihan kursi, papan fiber, selang tujuh meter, dan sandaran kursi.Hingga hari ke-15,sudah ada 112 serpihan yang ditemukan dan baru 78 serpihan yang dinyatakan milik AdamAir, sedangkan sisanya, 34 buah, masih diteliti oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Eddy menambahkan, dari penemuan tersebut pihaknya tetap menginstruksikan untuk terus melakukan penyisiran di perairan Barru dan Parepare.Pencarian melalui udara pun tetap diintensifkan.
Sebanyak enam penerbangan, termasuk Boeing 737-200, Cassa, Nomad, dan helikopter Super Puma, diberangkatkan dari Lanud Hasanuddin,namun hasilnya nihil. Mengenai penemuan avtur oleh Fokker 50 milik AU Singapura di perairan Selat Makassar, tim SAR mengaku tidak bisa mengambil sampelnya dengan menggunakan helikopter maupun kapal laut.Hal ini disebabkan terjangan ombak besar setinggi dua meter sehingga tumpahan avtur menghilang.
”Tumpahan avtur milik pesawat AdamAir sangat sedikit dan dengan cepat dapat terbawa arus dengan cuaca yang tidak mendukung,” papar Eddy. Dalam pencarian di perairan Majene, Barru, dan Parepare, tim SAR mendapat bantuan investigator dari Aircraft Accident Investigation Bureau of Singapore (AAIB) untuk mendeteksi keberadaan black box milik pesawat AdamAir.
Alat yang dibawa oleh tim ini berfungsi mencari underwater locator beacon (ULB) yang ada pada black box.Alat yang dibawa oleh AAIB mampu menangkap suara hingga 6.000 meter di bawah laut yang dipasang di kapal penelitian Baruna Jaya IV milik BPPT. ”Mudah-mudahan dengan adanya alat itu kita bisa menggambarkan keberadaan black box serta mengetahui badan pesawat yang selama ini masih misterius,” terang Eddy.
Keberadaan black box, Ketua Tim Investigasi KNKT Frans Wenas mengharapkan bisa segera ditemukan dalam kurun 15 hari lagi. Sebab,baterai yang memancarkan ULB hanya dapat bertahan selama 30 hari sejak pertama kali memancar. Jika pesawat AdamAir sudah hilang sejak 1 Januari lalu, maka umur baterai itu tinggal 15 hari lagi. ”Akan sulit dicari kalau baterai habis karena black box sudah tidak mengeluarkan suara,” jelas Frans Wenas di sela rapat dengar pendapat umum dengan Komisi V DPR di Jakarta,kemarin.
Wenas juga menyatakan,rekonstruksi bangkai pesawat AdamAir guna keperluan investigasi penyebab kecelakaan diperkirakan memerlukan waktu lama. Sejauh ini, KNKT kesulitan menemukan komponen-komponen dari pesawat AdamAir karena berada di kedalaman perairan. ”Berdasar data-data yang ditemukan, kita asumsikan badan pesawat berada di laut dan ini mempersulit rekonstruksi,” ujar Frans Wenas.
Menurut Frans, rekonstruksi baru akan dilakukan setelah komponen- komponen besar pesawat sudah terkumpul semua. Komponen besar itu, jelas Frans, meliputi badan,ekor, dan mesin pesawat. Hingga saat ini, KNKT telah mendapatkan kurang lebih 78 temuan yang telah dikonfirmasi. ”Sebagian besar elevator,” kata Frans. Namun, lanjut dia, temuantemuan ini tidak terlalu signifikan sehingga penyebab kecelakaan masih sulit diidentifikasi. Jika seluruh komponen utama telah ditemukan, ungkap Frans, rekonstruksi membutuhkan waktu sekitar setahun.
Namun, jika black boxsudah ditemukan dan digabungkan dengan komponen-komponen utama, waktu rekonstruksi bisa kurang dari satu tahun. Sementara investigator senior KNKT, Joseph Tumenggung, meminta kepada semua pihak agar tidak mengeluarkan pernyataan spekulatif tentang penyebab terjadinya kecelakaan pesawat AdamAir yang hingga saat ini belum ditemukan.
Menurut dia,spekulasi yang terjadi beberapa hari ini soal penyebab kecelakaan telah membuat keluarga korban menjadi resah. ”Saya belum bisa mengatakan apaapa mengenai kecelakaan pesawat AdamAir itu karena belum melihat faktanya, termasuk apakah pesawat itu meledak di udara atau bagaimana,” ujar Joseph di Lanud Hasanuddin,Makassar.
Dia mengatakan, fakta yang ada saat ini baru sebatas serpihanserpihan yang diduga merupakan bagian dari pesawat. Serpihan itu belum bisa memberi petunjuk apa-apa soal penyebab jatuhnya pesawat. ”Saya, sebagai orang ahli investigasi, belum bisa memberikan kejelasan apa-apa sebelum semuanya dianalisis untuk mengetahui kepastian kecelakaan pesawat itu,” jelasnya.(hatta sujatmin/ CR-05)
Sumber :
http://www.seputar-indonesia.com/ed...ukan-potongan-rambut-menempel-di-puing-2.html