• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pesawat Adam Air Jatuh Senin Petang

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Bulubabi
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
Tragedi Adam Air ; SAR Kerahkan Supranatural
(09 Jan 2007)

MAKASSAR -- Meski telah mengerahkan kekuatan penuh, baik udara, laut dan udara, namun hingga hari kedelapan pencarian, tim search and rescue (SAR) belum menemukan tanda-tanda titik jatuhnya pesawat Boeing 737-400 milik maskapai penerbangan Adam Air. Sebagai alternatif lain, SAR mulai kemarin juga mengerahkan kekuatan supranatural untuk ikut mencari pesawat yang membawa 102 penumpang dan kru itu.
Tim supranatural beranggotakan empat orang, yaitu Andi Muis (ketua), Sulaiman Dg Tata (wakil ketua), Aswar, dan Rahman (anggota). Mereka berasal dari Lembaga Adat Sulsel sekaligus kelompok zikir Wannurtika Rahmatullah Al Basir An Nur Al Islam.

Sore kemarin, Andi Muis dkk ini juga diberangkatkan ke lokasi yang menjadi sasaran pencarian pesawat. Hanya saja, berbeda dengan petunjuk ELBA yang ditangkap satelit Singapura, rombongan tim supranatural ini justru menunjuk Kawasan Wentira, Sulawesi Tengah sebagai titik jatuhnya Adam Air.

Kawasan Wentira ini oleh kalangan paranormal di Indonesia, memang dikenal sebagai salah satu wilayah paling angker di seluruh pelosok nusantara. Paranormal asal Kota Parepare, Hj Bungawali kepada Fajar pekan lalu, juga meyakini Adam Air jatuh di "wilayah jin" ini.

Rombongan tim supranatural berangkat dari Lanud Hasanuddin dengan pesawat Cassa 616 milik TNI AL sekitar pukul 15.30 Wita. Ikut dalam rombongan itu Danlanud Hasanuddin Marsma Eddy Suyanto, Dandim 1408 Letkol Inf Marga Taufik, dan Danyon Marinir Mayor Jayus.

Menurut Ketua Tim Supranatural, Andi Muis, ditunjuknya Kawasan Wentira, Kecamatan Tavaili, Palu, Sulawesi Tengah bersumber dari wangsit yang diperolehnya saat melakukan zikir sehari sebelum berangkat ke lokasi.

Menurut sumber Fajar, rombongan tim supranatural ini dijadwalkan menginap semalam di Palu, untuk selanjutnya melakukan pencarian di wilayah Wentira. Hanya saja, Kepala Penerangan Lanud Hasanuddin, Mulyadi yang dikonfirmasi malam tadi, mengaku tidak mengetahui rencana tersebut. "Yang pasti, hingga pukul 21.30 Wita malam tadi, Danlanud dan rombongan belum tiba di Makassar," kata Mulyadi.

Bagaimana prosesnya sehingga Tim SAR akhirnya "tergoda" dengan kekuatan supranatural? Ini bermula dari saran Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla saat berkunjung ke posko tim SAR, Sabtu lalu. JK meminta agar unsur supranatural tidak diabaikan dalam proses pencarian.

Alasannya, segala kemampuan telah dikerahkan. Ada yang mencari melalui darat, udara, dan laut. Khusus melalui udara, selain menggunakan pesawat intai dalam negeri, pesawat Fokker 50 milik Singapura juga dilibatkan. Tapi, hasilnya tetap nihil.

Nah, hal itu membuat kelompok zikir Wannurtika Rahmatullah Al Basir An Nur Al Islam tergerak untuk membantu. Informasi yang diperoleh Fajar menyebutkan, mereka sempat menelepon ke posko Adam Air Jumat lalu untuk menawarkan jasa, namun tidak ditanggapi.

Sebelumnya, pada Kamis malam, mereka menggelar zikir bersama di markasnya di Jl Batua Raya, Makassar untuk meminta petunjuk lokasi Adam Air. Dari situ, mereka mengaku mendapat bisikan bahwa lokasi jatuhnya Adam Air berada di kawasan kebun kopi Wentira--wilayah antara Palu dan Poso.

Wakil ketua kelompok zikir, Syamsuddin, menyebut bisikan itu berasal dari nenek moyang mereka. Petunjuk itu berulang saat zikir bersama Minggu malam. Lokasinya sama, tepatnya di wilayah pegunungan yang berhutan lebat di Wentira.

Atas petunjuk itu, kemarin Muis dkk nekat mendatangi posko Adam Air di ruang VIP Bandara Hasanuddin. Muis mengenakan songkok to Bone dan anggotanya menggunakan peci karet mirip peci jemaah haji. Ia menyampaikan langsung wangsitnya plus peta lokasi. Mereka juga meminta agar diikutkan untuk memastikan lokasi tersebut.

* Zikir Bersama

Senin pagi, sekitar 200 warga Lanud Hasanuddin dan keluarga penumpang Adam Air menggelar zikir dan doa bersama di hanggar Skadron Teknik 044 selama 1,5 jam. Acara itu dimulai pukul 10.00 Wita.

Zikir yang dihadiri Danlanud Eddy Suyanto dan Ketua Basarnas Bambang Karnoyudho itu dipimpin ustaz Alimuddin. Kepada wartawan, Eddy mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk menemukan Adam Air. "Kami sudah mengerahkan seluruh kekuatan dan juga teknologi, tapi hasilnya tetap nihil. Sembari berusaha, kami juga menyerahkan diri kepada Tuhan agar diberi kemudahan dalam tugas ini," katanya.

Tak sedikit peserta zikir yang meneteskan air mata, baik dari anggota Lanud Hasanuddin maupun istri-istri mereka. Kegiatan ini sendiri terbilang mendadak. Danlanud memutuskan menggelar zikir pada apel Senin pagi.





NO COMMENT LAH~ Gw.......Wapres sendiri neh yang usulin
 
boleh nggak saya post disini om bb /?
 
no permition for u pi /e4/e4
tapi masih ganjil aja nih kejadian ...
 
dr pada cape nyari tuh pesawat,mendingan kita ngobrol aja yuk di sini /e4/e4/e4
 
Update :
sampe sore tadi pesawat Adam Air belum ditemukan lokasi pencarian masih difokuskan pada area Sinyal Lempengan Logam di perairan sekitar dua mil dari Tanjung Rengas, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat...
 
ya gue juga tahu lah updatenya kok dikit gitu /swt

mana pula nih tukang updatenya /an/an/an
 
Dobel post mantaf..../no1


Black Box Sulit Ditemukan
Jum'at, 12/01/2007

2007.12.news.headline.1.jpg

PETUNJUK PENTING Kepala Basarnas Bambang Karnoyudho ( tengah) dan Danlanud TNI AU Hasanuddin Marsma TNI Eddy Suyanto (kanan) menunjukkan temuan pecahan sayap kanan belakang pesawat AdamAir bernomor seri 65C25746-76 di Lanud Hassanuddin, Makassar, kemarin.

MAKASSAR (SINDO) – Misteri hilangnya pesawat AdamAir nomor penerbangan DHI/KI 574 selama 11 hari, terjawab menyusul ditemukannya serpihan pesawat di perairan Parepare dan Kab Barru, Sulawesi Selatan, dini hari kemarin.Bahkan,pada sore harinya,sistem sonar (sound navigation and ranging) milik KRI Nala berhasil mendeteksi adanya sebuah lempengan logam di dasar laut perairan Majene, Selat Makassar. Temuan itu makin menguatkan dugaan pesawat AdamAir yang hilang dalam penerbangan dari Surabaya menuju Manado, Senin (1/1) itu, jatuh ke laut. Namun, untuk menyingkap penyebab kecelakaan itu akan sulit mengingat kotak hitam pesawat diperkirakan berada di dasar laut yang sangat dalam.

Serpihan besar pertama ditemukan oleh seorang nelayan bernama Bakri, warga Desa Lojie,Kec Mallusettasi,Kab Barru, Sulsel, pada Selasa (9/1) di Pulau Kanikiang, perbatasan langsung Kota Parepare dengan Kab Barru, 8 km dari pantai. Serpihan berupa ekor sayap sebelah kanan (tail horizontal stabilizer) yang berukuran satu meter itu tersangkut jaring penangkap ikan milik Bakri. Semula, Bakri tidak mengetahui benda itu ekor pesawat dan hanya membawa ke rumahnya sebagai barang rongsokan. Abdullah, rekan Bakri,yang mengetahui adanya pesawat AdamAir yang hilang, langsung mengaitkan dengan benda yang ditemukan Bakri, lalu melaporkan ke Polwil Parepare pada Rabu (10/1) sore.

Dari laporan tersebut, Kapolwil Parepare Kombes Genot Hariyanto meneruskan hal itu ke Danlanud Hasanuddin Marsma TNI Eddy Suyanto sebagai SAR Mission Coordinator (SMC). Kemudian,tim Komisi Nasional Keselamatan Nasional (KNKT) bersama Badan SAR Nasional (Basarnas) melakukan pengecekan dan menyatakan itu sebagai serpihan pesawat. Selain ekor pesawat, Dandim 1405 Parepare juga menemukan 10 serpihan pesawat AdamAir, antara lain, lima papan meja, dua sobekan kain meja,dan beberapa kepingan lain.

Polres Barru juga menemukan beberapa serpihan, yakni sabuk pengaman pada kursi,rompi warna oranye, pelampung, gabus tempat duduk,dan papan fiber. Marsma TNI Eddy Suyanto, dalam jumpa persnya di posko SAR, Makassar, mengungkapkan, setelah dilakukan pengecekan serta analisis, dipastikan serpihan yang ditemukan merupakan bagian pesawat AdamAir yang selama ini dicari.

Menurut Eddy, dari adanya penemuan serpihan, pihaknya menitikberatkan pencarian di bagian perairan Parepare yang diduga terbawa arus air dari utara ke selatan. Eddy menambahkan, seluruh KRI yang melakukan pencarian di laut difokuskan di Selat Makassar, yang dibagi dua,yaitu perairan Majene, Sulawesi Barat,dan menyusuri pantai barat Sulawesi, dari selatan ke utara. Khusus untuk daerah Majene, kapal yang dikerahkan adalah KRI Fatahillah, KRI Ajak, KRI Nala, USNS Mary Sears milik Amerika Serikat, dan Baruna Jaya.

Kemudian,untuk pantai barat Sulawesi dikerahkan KRI Kakap, KRI Leuser,dan KRI Suluh Pari. Eddy menjelaskan, untuk saat ini pencarian badan pesawat diprioritaskan pada titik koordinat 03.40.24,5 LS dan 113.10.58,2 BT, tempat terjadinya kehilangan kontak dengan menara kontrol Bandara Hasanuddin, Makassar, pada Senin (1/1) sekitar pukul 14.58 WIB. Area pencarian termasuk pada kedalaman 1500 hingga 1700 meter. ”Kami menitikberatkan pencarian di Majene,retakan pesawat berada di wilayah tersebut dan di situ pula saat itu dinyatakan hilang dari radar,” ujar Eddy. Dalam pencarian kemarin,KRI Nala berhasil mendeteksi logam di sekitar lokasi saat pesawat kehilangan kontak dengan menara kontrol (ATC) Bandara Hasanuddin, Makassar. Pangarmatim Laksda TNI Moekhlas Sidik menjelaskan, temuan baru logam di dasar laut itu tertangkap sonar KRI Nala pada pukul 15.00 Wita.

Logam itu terletak pada kedalaman sekitar 1.660 meter di bawah laut. Belum dipastikan, apakah logam itu bangkai pesawat AdamAir, namun temuan baru ini makin memperkuat dugaan bahwa pesawat nahas yang telah 11 hari menghilang ini jatuh di perairan sekitar Majene. Terkait penemuan serpihan-serpihan badan pesawat di perairan Malusetasi, Kab Barru, Sulawesi Selatan, Moekhlas mengatakan, itu bisa saja terjadi dengan asumsi bahwa setiap hari,serpihan-serpihan itu bergerak ke selatan mengikuti arus air laut dengan kecepatan 0,07 knot/hari. Dalam pencarian lewat udara, Marsma Eddy Suyanto sudah menginstruksikan semua armada baik Cassa,Nomad,helikopter Super Puma, King Air 200 milik Kanada maupun Fokker-50 milik AU Singapura, bergerak ke area perairan Parepare tempat ditemukannya serpihan,serta perairan Majene yang diduga tempat jatuhnya pesawat AdamAir.

Marsma Eddy Suyanto berharap, dari penemuan serpihan pesawat itu keberadaan penumpang bisa diketahui. ”Kami berharap dapat memberikan petunjuk untuk menemukan para penumpang dalam kondisi apapun sehingga keluarga penumpang yang berada di Makassar dapat terobati dengan penemuan tersebut,”jelas Eddy. Bersamaan dengan diketemukannya serpihan, penduduk Parepare digemparkan oleh jenazah perempuan yang mengapung di perairan Parepare. Beserta jenazah itu, terdapat KTP atas nama Yahaman Sinaga, 63, yang ternyata masih hidup dan kemarin berada di Bekasi, Jawa Barat. ”Saya kaget kenapa KTP saya ada di sana,” ujarnya.

Jenazah itu sendiri, setelah diidentifikasi diperkirakan baru meninggal dua hari, dan bukan penumpang AdamAir. Di Jakarta,Menteri Perhubungan (Menhub) Hatta Rajasa mengatakan, part number pada serpihan yang ditemukan sesuai dengan part number yang tertulis pada part catalog maintenance Boeing milikAdam- Air,yaitu 65c25746 datar 76b. Hatta berharap,temuan awal ini Adamdapat menjadi titik terang untuk menemukan secara keseluruhan pesawat tersebut, terutama untuk mengevakuasi seluruh korban yang berjumlah 102 penumpang. Hatta juga menegaskan,pencarian belum akan dibatasi oleh waktu, meskipun merujuk pada Peraturan Pemerintah No 36/2006 tercatat batas waktu pencarian dan pertolongan adalah tujuh hari.

”Jadi, tetap saja ada dasar hukum kita untuk memperpanjang, apalagi ini menyangkut kemanusiaan,”jelas dia. Di tempat terpisah, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Setio Rahardjo menuturkan, meski serpihan yang berasal dari sayap belakang Adam- Air telah ditemukan, pihaknya belum dapat mengidentifikasi penyebab kecelakaan pesawat nahas itu. Menurut dia, bukti itu hanya bagian kecil dari pesawat sehingga analisis masih sulit dilakukan. ”Belum bisa (di)analisis.Tunggu sampai ada hasil temuan yang lebih baik,” katanya. Melihat serpihan itu, Setio menyimpulkan bahwa pesawat Adam- Air memang jatuh ke laut.

Apalagi, lanjutnya, didukung dengan data satelit yang diperoleh KNKT,yaitu pesawat hilang kontak di atas Selat Makassar. Untuk dapat menganalisis penyebab jatuhnya pesawat, menurut Setio, terdapat empat barang yang harus ditemukan,yaitu kotak hitam/black box,mesin, instrumen di dalam mesin, dan sayap depan. ”Ini yang harus ditemukan,” tambahnya. Setio sedikit pesimistis barangbarang tersebut dapat ditemukan. Sebab,jika ternyata memang pesawat jatuh di perairan, kemungkinan besar telah berada di dasar perairan yang cukup dalam. Sementara kemampuan rata-rata alat selam maksimal 50 meter. ”Menurut tim AS, untuk mendatangkan alat selam memerlukan biaya USD5 juta,” kata Setio.Dia mencontohkan, kesulitan pencarian di perairan ini sebelumnya pernah terjadi di Italia. Saat itu, black box baru ditemukan setelah tujuh tahun dari kecelakaan.

sumber: koran sindo

Sinyalemen Meledak Makin Kuat
Jum'at, 12/01/2007

SERPIHAN pesawat AdamAir DHI/KI 574 yang ditemukan di Pantai Lojie, Desa Boro, Kec Mellusetasi, Kab Barru, Sulsel, kemarin menimbulkan dugaan kuat, pesawat jatuh di laut.

Sejumlah pengamat penerbangan berkesimpulan, laut sebagai tempat terakhir mendaratnya pesawat Boeing jenis 737-400,meski lokasi tepat jatuhnya belum diketahui. Menurut Ketua Federasi Pilot Indonesia Kapt Manotar Napitupulu, jika melihat lokasi ditemukannya serpihan, kemungkinan besar pesawat memang meledak. ”Kemungkinan terbesar pesawat meledak,” ujar Manotar kepada SINDO, kemarin. Dengan menilik bentuk serpihannya yang berukuran kecil,dia memperkirakan pesawat meledak saat terbang dalam ketinggian yang cukup tinggi. Meski demikian, jika memang pesawat itu meledak, dia melihat sejumlah kejanggalan.

Bentuk kejanggalan ini, contoh dia, terlihat pada pemberitaan yang menyatakan saat terakhir kontak dengan Air Traffic Controllers(ATC),pilot tidak mengeluhkan kondisi pesawat. ”Selain itu, pesawat pun telah dinyatakan laik terbang,”tambah Manotar. Dia menyimpulkan, ledakan pada pesawat AdamAir terjadi bukan karena kerusakan mesin. ”Indikasi ke arah sana (kerusakan pesawat) saya pikir tidak ada,” tuturnya Menurut dia, indikasi yang paling dimungkinkan adalah adanya bahan peledak,amunisi,atau bahanbahan kimia yang tidak dikemas dengan baik pada pesawat yang mengangkut 102 penumpang itu. Sebab, jelas dia, di luar adanya kemungkinan bahan peledak,secara teori pesawat meledak hanya jika terjadi tabrakan.

”Misalnya tabrakan dengan gunung yang tingginya 10 ribu kaki,”tambah Manotar. Dengan indikasi seperti ini, dia meminta tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) agar lebih jeli dengan mengecek kargo manifes milik AdamAir.Sebelumnya, Ketua KNKT Setio Rahardjo mengaku telah meminta persetujuan manajemen AdamAir untuk mengambil kargo manifes itu. ”Akan diambil oleh orang KNKT yang ada di Surabaya,”kata Setio. Manotar melanjutkan, tim KNKT akan kesulitan menganalisa penyebab kecelakaan yang sesungguhnya jika hanya mengandalkan temuan serpihan itu. Kuncinya, ujar dia, terletak pada kotak hitam/black boxyang saat ini masih sulit diidentifikasi keberadaannya.

Dia menjelaskan, black box yang berwarna oranye ini terdiri atas dua buah. Pertama,memuat flight data recorder, seperti kecepatan dan ketinggian pesawat. Kotak hitam ini dapat berputar selama 25 jam.Berikutnya, adalah cockpit voice recorder yang hanya dapat merekam selama 30 menit.Data yang tersimpan di dalamnya,seperti percakapan- percakapan pilot dengan kopilot dan ATC. ”Di dalamnya (black box) terdapat data-data penting jadi harus ditemukan,”tuturnya. Sementara itu, Dosen Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung (ITB) Mahardi memaparkan sejumlah kemungkinan penyebab meledaknya pesawat. Dalam kasus AdamAir, jelasnya, kemungkinan terbesar ledakan berasal dari barang-barang berkategori bahaya yang tidak dikemas dengan baik. ”Bisa berupa bahan bakar, cairan, atau bahan-bahan kimia.Tapi kalau dugaan adanya bom sepertinya kecil,”ujarnya,tadi malam.

Menurutnya, cairan-cairan itu berpotensi menimbulkan ledakan jika terjadi guncangan. Kemungkinan berikutnya,adanya kebocoran pada pesawat sehingga masuknya udara dari luar. Sebab, dalam kondisi pesawat yang sedang terbang tinggi, tekanan di dalam dan luar pesawat berbeda jauh.Karena itu,jika terjadi kebocoran,ledakan sangat mungkin terjadi.Fenomena alam seperti petir, lanjut dia, juga berpotensi menimbulkan ledakan pada pesawat. ”Kecil dugaannya jika ledakan terjadi karena teroris atau adanya bom karena sekuritidi bandara cukup baik,”tambah dia. Pengamat penerbangan Kamis Martono melihat ada dua kemungkinan waktu terjadinya ledakan pesawat. Kemungkinannya adalah pesawat meledak saat masih mengudara atau sewaktu menyentuh air.

”Jika pesawat menyentuh air dalam kecepatan yang tinggi, itu sama seperti dia menabrak benda keras,” jelasnya. Sementara menurut SAR Mission Coordinator (SMC) Marsma TNI Eddy Suyanto, dari hasil temuan serpihan, pesawat AdamAir diperkirakan meledak sebelum jatuh ke laut. Hal ini dibuktikan dari banyaknya serpihan yang ditemukan di perairan meskipun belum dipastikan di mana badan pesawat terjatuh. Eddy juga menduga bahwa selama pencarian,arus air begitu deras yang rata-rata tujuh mil per jam, sehingga semua serpihan pesawat sudah tidak lagi di titiknya,terbawa arus hingga ke perairan Parepare. Di tempat terpisah Menteri Perhubungan Hatta Rajasa mengatakan, masih terlalu dini menyimpulkan bahwa pesawat meledak.Sebab, belum adanya bukti signifikan yang mengarah ke sana. ”Saya tidak mau berspekulasi soal itu. Tunggu hasil investigasi KNKT,” tegas Hatta
 
hari yg beda nggak apa2 tuh /e4/e4/e4
 
btw pesawatnya katanya ada di laut yah /hmm
jarang liat berita sih /...
 
mungkin juga kit3 ;));));))
kan belum di temukan rangka badan pesawatnya /e4/e4/e4
 
Diduga Alat Navigasi Pesawat, Tim AdamAir Didatangkan


Laporan Wartawan Kompas Adi Sucipto

20070112aci3.jpg



GRESIK, KOMPAS - Kepolisian Resor Gresik, Jawa Timur mendatangkan tim AdamAir, Sabtu (13/1) pagi. Tim yang datang sekitar pukul 08.00 hingga 9.00 WIB itu akan memeriksa tabung silinder berwarna oranye yang ditemukan di Bawean, karena diduga alat navigasi pesawat.

Tabung tersebut sejak Jumat (12/1) malam sudah dievakuasi ke Kantor Kesatuan Pelaksana Pengaman Pelabuhan Gresik. Namun, tim identifikasi dari Polres Gresik yang menduga itu alat navigasi pesawat, tidak bisa memastikan milik pesawat apa karena harus disesuaikan nomor serinya.

Alat tersebut, hingga Sabtu masih diamankan di Kepolisian Resor Gresik menunggu kedatangan tim dari Adam Air. Kepala Unit Polairud Bawean Ajun Inspektur Satu Ali Shodikin mengatakan diduga itu alat navigasi pesawat. Sebab di kapal laut tidak ditemukan benda sejenis. "Setiap terkena air per lima detik tabung itu menyala kelap-kelip berwarna merah (flashing)," kata Ali.

Hal yang sama dikatakan Nahkoda Kapal Patroli KM 470 Kesatuan Pengamamanan Laut dan Pantai (KPLP) Gresik Dedi Supriyanto. Tetapi Edi maupun Ali tidak mau berspekulasi itu milik Adam Air ataukah KM Senopati Nusantara. "Tabung itu terbuat dari fiberglas," katanya menjelaskan.

Dedi mengatakan itu alat untuk sinyal tanda bahaya sewaktu pesawat mau jatuh tenggelam di kedalaman air. Bila dalam kondisi bahaya alat itu akan meluncur seperti roket sebagai tanda bahaya.

"Jadi ada tiga bagian dalam dua tabung yang ditemukan bisa diidentifikasi sebagai silent recovery device, dan like smoke signal. Ini diduga sebagai alat darurat pesawat sebagai tanda bahaya saat pesawat mau jatuh di kedalaman air," kata Dedi.

Sementara itu dari dari dua tabung yang ditemukan satu sudah dipotong menjadi dua bagian menjadi sekitar 0,5 meter dan 1,5 meter karena hendak dijual oleh penemunya. Beratnya sekitar 5 kilogram. Setelah dibuka berisi serbuk coklat kehitaman.
 
wah, dikid2 adam air ketemu yah /...
tapi kok udah ga utuh lagi ya/...
Moga2 cepet ketemu deh Adam Air /no1
 
wew tapi badan pesawatnya blom ketemu tuh /sob d mana penumpang n awaknya ya /sob
 
kalo meledak+jatoh kelaut pasti ngapung donk??? /hmm /hmm
 
loe kira mesin jetnya tuh ringan ,mana bisa ngapung /e4/e4/e4
 
Nabrak Laut dengan kecepatan tinggi = Nabrak Beton...
 
baru ditemuin lg ya sayap kirinya ma nelayan ?
 
@itlust
bukannya baru sayap belakang aja ya /?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.