Update:
Kapal AS Bantu Pemetaan Laut
MAKASSAR, KOMPAS - Kapal United State Naval Ship Mary Sears, dengan nomor registrasi TAGS 65, akan membantu dalam pencarian hilangnya pesawat AdamAir KI 574 dalam penerbangan dari Surabaya menuju Manado. Kapal tersebut akan membantu melakukan pemetaan bawah laut.
Komandan Pangkalan Udara Hasanuddin Makassar Marsekal Pertama Eddy Suyanto, Minggu (7/1), mengatakan, kapal tersebut akan sampai di Makassar hari Selasa. "Atase Pertahanan (Kedutaan Besar) Amerika Serikat juga datang, tapi Atase Pertahanan datang untuk mengoordinasikan kedatangan kapal," kata Eddy, yang juga Ketua Tim Pencari AdamAir. Pesawat King Air dari AS mendarat di Lanud Hasanuddin untuk menginformasikan kedatangan kapal AS.
Pengoperasian kapal sipil itu akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan TNI AL. Kapal AS yang datang dilengkapi teknologi pemetaan bawah laut serta sonar untuk mendeteksi keberadaan logam di laut. Kapal tersebut merupakan salah satu dari tujuh kapal Oceanografic Survey milik Pemerintah AS. Panjang kapal 349 kaki (106,37 meter) dan kecepatan 16 knot (29,63 kilometer per jam).
Sebelumnya, tim investigasi AS membantu melacak jejak pesawat AdamAir yang hilang sejak tanggal 1 Januari lalu. Tim itu terdiri dari Robert Benson dan Clinton Crok Shank dari National Transportation Safety Board, TR Proven dari Federal Aviation Administration, Rickey Howes dan Lauri Anglin dari Boeing, serta Leslie McVey dari General Electric. Tim investigasi itu berada di Makassar selama tujuh hari sejak Sabtu lalu.
Pencarian dilakukan di darat dan laut. Setelah kedatangan tim AS, pencarian lebih fokus ke arah perairan Selat Makassar. Kapal AS melengkapi kapal Indonesia yang beroperasi di radius 120 mil laut (222,24 kilometer) dari titik hilangnya kontak terakhir AdamAir dari menara Air Traffic Control Makassar.
Pencarian di Selat Makassar dilakukan TNI AL sejak hari ketiga pascahilangnya AdamAir, yaitu dengan melibatkan KRI Fatahillah, KRI Pulau Rupat, KRI Ajak, dan KRI Teluk Rengat. Kapal-kapal itu melakukan patroli dan pencarian di sepanjang Selat Makassar, terutama di sekitar perairan Majene, Mamuju, dan Teluk Mandar di Polewali Mandar.
Anggota tim investigasi Komite Nasional Keselamatan Kerja, Soeryanto Cahyono, mengatakan, kerja sama investigasi dengan tim investigasi AS merekomendasikan pencarian di dasar laut. "Hampir sebagian yang direkomendasikan mereka sudah dijalankan tim pencari pesawat," ujar Soeryanto.
Kemarin, tim pencari dari Singapore Air Force fokus di perairan Selat Makassar. Menggunakan pesawat Fokker 50 yang dilengkapi teknologi radar dan inframerah, tentara Singapura menyusuri perairan laut di gugusan Kepulauan Balangan, yang lebih dekat dengan Kalimantan. Selama dua jam pesawat itu memantau di perairan kepulauan dengan ketinggian 1.000-1.500 kaki (304,8-457,2 meter). Ketinggian terbang pesawat bisa lebih direndahkan ketika radar ataupun inframerah yang dimiliki pesawat tersebut menemukan obyek yang dilacak.
Minggu pagi udara cerah, sebagaimana disaksikan Kompas yang ikut dalam pemantauan itu, cukup membantu pencarian secara manual. Perairan tampak tenang, sejumlah kapal terlihat melintasi perairan. Namun, semakin siang semakin terbentuk gumpalan awan yang kian tebal sehingga pandangan pun terhalangi.
Namun, dengan pencarian total empat jam terbang, tidak ditemukan jejak pesawat yang dicari. Dua awak pesawat yang selalu memantau di sisi jendela tak menemukan obyek yang dicari. Begitu juga teknologi inframerah belum memberikan petunjuk ke arah itu. Memang teknologi itu lebih mencari obyek yang berada di permukaan laut atau daratan. Obyek di dalam laut tidak bisa dipantau teknologi tersebut.
Kemarin, tim pencari kembali melakukan penerbangan sebanyak sembilan kali. Selain pesawat Fokker 50, juga Cassa dan Nomad milik TNI AL, Boeing 7373-200 Intai milik TNI AU, dan helikopter milik kepolisian, terus mengudara menyusuri kawasan yang dicurigai tempat hilangnya pesawat AdamAir. Fokus pencarian tetap dilakukan di perairan Selat Makassar.
Sementara pencarian di darat difokuskan di Mamuju, Sulawesi Barat, dan Tanatoraja, Sulawesi Selatan, yang sejak Sabtu lalu dijadikan posko. Selama ini pencarian dilakukan di hampir semua wilayah di Polewali Mandar, Mamasa, Majene, Mamuju, Tanatoraja, bahkan hingga ke Palu bagian selatan, Sulawesi Tengah, serta Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Pelacakan melalui telepon seluler telah dihentikan karena hasilnya nihil.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I Kuntadi Budianto menegaskan, fasilitas radar PT Angkasa Pura I masih berfungsi dengan baik. Sebelum menghilang, pesawat AdamAir KI 574 tertangkap dan terdeteksi jelas oleh radar di Bandara Makassar. "Radar berfungsi mendeteksi pesawat bukan menangkap pancaran ELBA (Emergency Locator Beacon Aircraft)," ujar Kuntadi.
Di Jakarta, Fraksi Partai Amanat Nasional DPR dalam pernyataan sikapnya menyatakan agar dilakukan investigasi menyeluruh atas musibah hilangnya pesawat AdamAir.