• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pesawat Adam Air Jatuh Senin Petang

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Bulubabi
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
wew brita darimana tuh kk /? /? masak 6 jam setelahnya masih bisa d hub /? /?
 
nggak tahu rasanya ,masak ke dimensi lain sih /swt
 
Begh... napa bisa ada dimensi lain sgala/...

ga jelas brita nya/...
 
berita TV tadi siang, kalau naik pesawat murah, nyawanya juga murah /omg
berarti mesti pilih naik garuda saja, lebih aman /heh
jadi takut naik pesawat /sob
 
makanya cc...harga murah tapi nyawa taruhannya../sob
 
gue yakin deh pesawatnya jatuh ke laut tuh..dan tenggelam di dasar laut..

Setau gw, pesawat jatuh ke laut akan mengapung jika kekuatan jatuhnya tidak terlalu dasyat.

mungkin saja pas jatuh pesawatnya terbentur ke karang dan akhirnya bocor, terus air laut merembes masuk ke dalam pesawat yang mengakibatkan tenggelam
 
nggak mungkin bisa ngapung bos emang pesawat ringan apa.;));));))
 
wew berat jenis udh keliatan bos klo benda berat jatuh ke dalam laut pasti akan lgsg tenggelam /wah emang tuh pesawat dari krupuk apa =))
 
Update:
Kapal AS Bantu Pemetaan Laut




MAKASSAR, KOMPAS - Kapal United State Naval Ship Mary Sears, dengan nomor registrasi TAGS 65, akan membantu dalam pencarian hilangnya pesawat AdamAir KI 574 dalam penerbangan dari Surabaya menuju Manado. Kapal tersebut akan membantu melakukan pemetaan bawah laut.

Komandan Pangkalan Udara Hasanuddin Makassar Marsekal Pertama Eddy Suyanto, Minggu (7/1), mengatakan, kapal tersebut akan sampai di Makassar hari Selasa. "Atase Pertahanan (Kedutaan Besar) Amerika Serikat juga datang, tapi Atase Pertahanan datang untuk mengoordinasikan kedatangan kapal," kata Eddy, yang juga Ketua Tim Pencari AdamAir. Pesawat King Air dari AS mendarat di Lanud Hasanuddin untuk menginformasikan kedatangan kapal AS.

Pengoperasian kapal sipil itu akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan TNI AL. Kapal AS yang datang dilengkapi teknologi pemetaan bawah laut serta sonar untuk mendeteksi keberadaan logam di laut. Kapal tersebut merupakan salah satu dari tujuh kapal Oceanografic Survey milik Pemerintah AS. Panjang kapal 349 kaki (106,37 meter) dan kecepatan 16 knot (29,63 kilometer per jam).

Sebelumnya, tim investigasi AS membantu melacak jejak pesawat AdamAir yang hilang sejak tanggal 1 Januari lalu. Tim itu terdiri dari Robert Benson dan Clinton Crok Shank dari National Transportation Safety Board, TR Proven dari Federal Aviation Administration, Rickey Howes dan Lauri Anglin dari Boeing, serta Leslie McVey dari General Electric. Tim investigasi itu berada di Makassar selama tujuh hari sejak Sabtu lalu.

Pencarian dilakukan di darat dan laut. Setelah kedatangan tim AS, pencarian lebih fokus ke arah perairan Selat Makassar. Kapal AS melengkapi kapal Indonesia yang beroperasi di radius 120 mil laut (222,24 kilometer) dari titik hilangnya kontak terakhir AdamAir dari menara Air Traffic Control Makassar.

Pencarian di Selat Makassar dilakukan TNI AL sejak hari ketiga pascahilangnya AdamAir, yaitu dengan melibatkan KRI Fatahillah, KRI Pulau Rupat, KRI Ajak, dan KRI Teluk Rengat. Kapal-kapal itu melakukan patroli dan pencarian di sepanjang Selat Makassar, terutama di sekitar perairan Majene, Mamuju, dan Teluk Mandar di Polewali Mandar.

Anggota tim investigasi Komite Nasional Keselamatan Kerja, Soeryanto Cahyono, mengatakan, kerja sama investigasi dengan tim investigasi AS merekomendasikan pencarian di dasar laut. "Hampir sebagian yang direkomendasikan mereka sudah dijalankan tim pencari pesawat," ujar Soeryanto.

Kemarin, tim pencari dari Singapore Air Force fokus di perairan Selat Makassar. Menggunakan pesawat Fokker 50 yang dilengkapi teknologi radar dan inframerah, tentara Singapura menyusuri perairan laut di gugusan Kepulauan Balangan, yang lebih dekat dengan Kalimantan. Selama dua jam pesawat itu memantau di perairan kepulauan dengan ketinggian 1.000-1.500 kaki (304,8-457,2 meter). Ketinggian terbang pesawat bisa lebih direndahkan ketika radar ataupun inframerah yang dimiliki pesawat tersebut menemukan obyek yang dilacak.

Minggu pagi udara cerah, sebagaimana disaksikan Kompas yang ikut dalam pemantauan itu, cukup membantu pencarian secara manual. Perairan tampak tenang, sejumlah kapal terlihat melintasi perairan. Namun, semakin siang semakin terbentuk gumpalan awan yang kian tebal sehingga pandangan pun terhalangi.

Namun, dengan pencarian total empat jam terbang, tidak ditemukan jejak pesawat yang dicari. Dua awak pesawat yang selalu memantau di sisi jendela tak menemukan obyek yang dicari. Begitu juga teknologi inframerah belum memberikan petunjuk ke arah itu. Memang teknologi itu lebih mencari obyek yang berada di permukaan laut atau daratan. Obyek di dalam laut tidak bisa dipantau teknologi tersebut.

Kemarin, tim pencari kembali melakukan penerbangan sebanyak sembilan kali. Selain pesawat Fokker 50, juga Cassa dan Nomad milik TNI AL, Boeing 7373-200 Intai milik TNI AU, dan helikopter milik kepolisian, terus mengudara menyusuri kawasan yang dicurigai tempat hilangnya pesawat AdamAir. Fokus pencarian tetap dilakukan di perairan Selat Makassar.

Sementara pencarian di darat difokuskan di Mamuju, Sulawesi Barat, dan Tanatoraja, Sulawesi Selatan, yang sejak Sabtu lalu dijadikan posko. Selama ini pencarian dilakukan di hampir semua wilayah di Polewali Mandar, Mamasa, Majene, Mamuju, Tanatoraja, bahkan hingga ke Palu bagian selatan, Sulawesi Tengah, serta Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Pelacakan melalui telepon seluler telah dihentikan karena hasilnya nihil.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I Kuntadi Budianto menegaskan, fasilitas radar PT Angkasa Pura I masih berfungsi dengan baik. Sebelum menghilang, pesawat AdamAir KI 574 tertangkap dan terdeteksi jelas oleh radar di Bandara Makassar. "Radar berfungsi mendeteksi pesawat bukan menangkap pancaran ELBA (Emergency Locator Beacon Aircraft)," ujar Kuntadi.

Di Jakarta, Fraksi Partai Amanat Nasional DPR dalam pernyataan sikapnya menyatakan agar dilakukan investigasi menyeluruh atas musibah hilangnya pesawat AdamAir.
 
kalo gini minta bantuan dari USA,kalau pres USA datang ke ind malah di caci maki, malu2 in aja ;));));))
 
Ga juga koq, di USA juga kan pernah kejadian keq gini
 
iya tapi apa USA minta bantuan orang lain /?
what a shame /?
 
Masalahnya teknologi di USA udah boleh di bilang paling Maju jadi buat apa minta bantuan dari negara yang teknologinya lbh di bwh.
Ya jangan dibandingkanlah dengan Indo
 
maksud saya indo nya om,kalau ada musibah USA yg bantu,tapi kok USA di benci banyak orang indo /swt contoh perang israel vs libanon apa hubungannya dgn USA sampe2 di demo pakai bakar benderanya USA,pres nya USA ke indo di tolak oleh rakyat indo.
sekalian aja tuh suruh demo nolak bantuan USA untuk nyari pesawat yg hilang,atau waktu tsunami kok bantuan nya USA di terima ;));));))
 
Di Indo ga Smua koq benci ama USA, cuman golongan2 tertentu aja
missal waktu Bush datang ke bogor kan ga smua kontra ma dia.
kalo menurut gw seh kerjasama seh boleh2 aja asal jgn termakan taktik monopoli nya bush/gg
 
terus ini thread topic nya apa ya /? ;));));))
rusak deh ini thread di buat oleh tsnya sendiri /e4/e4/e4
 
begh.....termakan rayuan manis gw/an



Pencarian Nihil

Hingga pukul 22.00 WIB kemarin, pencarian pesawat Adam- Air belum juga membuahkan hasil. Pesawat TNI AL jenis Nomad dan helikopter Super Puma milik TNI AU sempat terbang hingga Sulawesi Tengah selama sekitar tiga jam. Setelah berputar-putar di area bagian selatan Sulteng, Kulawi, yang berbatasan dengan Tanatoraja, Sulsel, dua pesawat itu kembali lagi ke posko Bandara Mutiara, Palu, tanpa hasil. Menurut pilot pesawat Nomad TNI AL Gering Saptos, pihaknya sempat menyusuri pegunungan Momo Kalewanta, Kab Donggala, Sulawesi Tengah, yang sulit ditembus karena awan sangat tebal. Sementara pesawat TNI AU, mencari di Pasang Kayu dan Majene (Sulbar) hingga pantai Barat perbatasan Kabupaten Donggala dan Tolitoli.

”Kami juga telah menyisir pegunungan Kulawi yang berbatasan dengan Tanatoraja. Sayang, kami belum temukan tanda-tanda keberadaan pesawat AdamAir.Walau begitu, kami tetap akan berusaha terus,” ujar Gering. Upaya penyisiran juga dilakukan Polres Sumenep untuk memastikan dugaan jatuhnya pesawat AdamAir di Perairan Sapudi, dekat Pulau Madura. Seperti diberitakan, tiga nelayan asal Pulau Bulu Manuk, yakni Masmudi, 34, Asmawan, 30 dan Fadli, 41, mengaku melihat pesawat terbakar di perairan Masalembo. Namun, karena dirundung rasa takut, ketiga nelayan itu menjauh dari tempat jatuhnya pesawat.

Baru Sabtu (6/1) lalu kabar tersebut beredar luas di masyarakat. Informasi yang simpang siur di masyarakat membuat kepolisian melakukan penyisiran. Kapolres Sumenep AKBP Budiono Sandi melalui Kabag Ops Kompol Ary Wahyudi membenarkan, pihaknya melakukan penyisiran di perairan Sapudi, tepatnya di utara Pulau Buluh Manuk. Menurutnya, hingga kini tim dari polres terus mendekati lokasi yang diduga sebagai tempat jatuhnya pesawat AdamAir. Pencarian juga dilakukan oleh nelayan setempat. ”Sampai saat ini, rombongan masih kesulitan mendekati perairan yang diduga sebagai tempat jatuhnya pesawat,” terang Ismail, salah satu nelayan yang ikut dalam pencarian. Dia menambahkan, arus perairan di utara Pulau Buluh Manuk tersebut terkenal deras sehingga kalau pun benar dugaan pesawat jatuh di tempat tersebut kemungkinan besar terseret arus laut. Bahkan, kata Ismail,nelayan setempat tidak berani melintas perairan itu.

Menurut rencana, tim investigasi asal Amerika Serikat (AS) yang tiba di Makassar, Sabtu (6/1), akan segera memulai pencarian pesawat AdamAir. Tim tersebut berasal dari National Transportation Safety Board (NTSB), Federal Aviation Administration (FAA), Boeing, dan General Electric, yang akan mulai melakukan tugasnya Senin (8/1).Mereka akan berkoordinasi dengan SAR Mission Coordinator (SMC) Marsma TNI Eddy Suyanto. ”Selama menjalankan misinya, tim akan didukung oleh pesawat jenis Viper C-12,” kata wakil atase pers Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, Shannon Quenn. Tim investigasi AS yang beranggotakan enam orang itu akan berada di Makassar selama tujuh hari. Mereka adalah Robert Benson dan Clinton Crok Shank dari NTSB,TR Proven dari FAA,Rickey Howes dan Lauri Anglin Boeing, serta Leslie Mcvey dari General Electric GE. Shannon menambahkan,untuk membantu pencarian pesawat AdamAir, Pemerintah AS telah mengerahkan satelit untuk melakukan pencitraan di beberapa titik.Dalam daftar penumpang pesawat, ada tiga warga AS, Scott Jackson, Lindsey, dan Stephanie.
 
Update:

KRI Fatahillah Terima Sinyal Lempengan Logam

Laporan Wartawan Kompas Nina Susilo


SURABAYA, KOMPAS – Dinas Penerangan Komando Armada Timur TNI-Angkatan Laut, menyatakan akan segera melacak tiga titik di perairan Mamuju, Sulawesi Barat untuk mendeteksi kemungkinan lokasi jatuhnya pesawat AdamAir. Untuk itu, Panglima Armatim, Senin (8/1) memerintahkan Komandan Lantamal VI Makassar segera lacak perairan itu.

“Berdasarkan pengematan dengan sinar sonar KRI Fatahillah, ada sinyal yang cukup kuat di perairan sekitar dua mil dari Tanjung Rengas, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat,” ungkap Kepala Dinas Penerangan Armatim, Letkol Laut (P) Toni Syaiful.

Letkol Syaiful menjelaskan, pencarian ke lokasi itu semula dilakukan berdasarkan keterangan saksi ayah dan anak Baharudin (37) Gusman (15) dari Desa Salo Pompom, Kecamatan Kaluku, Mamuju. Saksi menceritakan, pada saat kejadian sekitar pukul 14.00 Wita ia sedang memancing, ketika sebuah pesawat terbang rendah dengan ketinggian sekitar 200 dari permukaan laut. Beberapa saat kemudian di arah timur terdengar suara keras, tapi tidak melihat asal suara karena kabut tebal.

Berdasarkan kesaksian itu, KRI Fatahillah mendekati lokasi itu dan sekitar pukul 03.00 Senin (8/1) menerima sinar sonar dari lempengan logam. Sinyal itu berada pada koordinat 02.35.18 S/118.48.36 B, 02.36.12 S/118.46.42 T, dan 02.31.30 S/118.33.40 T.

“Kedalaman sinyal itu sekitar 1.000 meter di bawah permukaan air laut. Karena itu, diperlukan alat selam khusus,” kata Letkol Laut (P) Toni Syaiful.
 
tuh kan kemungkinan besar tenggelam ke dasar laut /e4/e4/e4
 
kloke laut emank sulit cari bangkainya /sob

penumpangnya ga ada yg selamat ya /sob
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.