m3tt4
IndoForum Beginner E
- No. Urut
- 103936
- Sejak
- 31 Agt 2010
- Pesan
- 431
- Nilai reaksi
- 10
- Poin
- 18
Bertemu dengan Murid Masa Lalu
Hari ini aku pergi ke vihara di daerah Jakarta untuk sembahyang kias anakku agar tahun ini terhindar dari segala mara bahaya, sekaligus menjalankan petunjuk Mahaguru TatmoCosu.
Pada malam harinya aku duduk meditasi, aku melihat seorang wanita dengan rambut terkuncir dan memakai baju Sutra warna abu-abu gaya wanita Tiongkok jaman dulu, aku mencoba untuk tak menghiraukannya karena kupikir itu hanya ilusiku, tapi setiap kucoba hilangkan dan kuabaikan, wujud wanita itu selalu saja datang dalam konsentrasi meditasiku sampai 3 kali, lalu tiba-tiba aku merasakan cakra mahkotaku terbuka seperti bunga teratai merekah dan rohku keluar dari tubuhku dalam sekali hentakan, mengikuti wanita itu entah kemana.
Akhirnya kami tiba di suatu tempat yang tidak asing bagiku dan rasanya aku pernah kesitu, tapi saat ini banyak orang berlalu lalang dan setiap orang yang berpapasan denganku selalu membungkukkan badan seperti memberi hormat, kami menuju ke sebuah rumah yang agak besar, aku masuk ke dalamnya dan melihat ada lukisan seorang Dewi mengenakan baju surgawi warna kuning tepat ditengah rumah tersebut, aku pernah melihat perwujudan Dewi itu dalam meditasi, lalu terbuka komunikasi antara aku dan wanita itu.
“Guru, aku Wei Siu Ling”
“Siapa kau, aku tidak mengenalmu.”
“Guru, aku muridmu. Aku sudah menunggu Guru lama sekali, selama kau pergi aku menjaga tempat ini untukmu. Apakah Guru tahu tempat apa ini?”
“Aku sepertinya pernah ke alam ini.”
“Ini adalah tempatmu, alam Sukhavati tingkat ke-27, tempat tinggalmu.”
“Begitukah? Mengapa kau memanggilku Guru, kapan aku punya murid?”
“Aku muridmua satu-satunya di alam Sukhavati ini, aku mohon kembalilah guru, kembalilah….”
Dengan perasaan bingung aku pergi meninggalkannya. Dan suaranya memintaku kembali masih terdengar olehku. Setelah itu aku masih dalam konsentrasi meditasi karena sepertinya masih ada sesuatu, tak lama kemudian tanpa aku harapkan sama sekali, aku melihat kedatangan Buddha, aku semakin bingung mengapa ada Buddha datang, Buddha itu berkata:
“Desi, aku Buddha Sakyamuni. Bagaimana keadaanmu?”
“Saya baik-baik saja, ada apakah Buddha Sakyamuni datang menemui saya?”
“Apakah kau percaya bahwa saat ini, kau sedang mendapat amanat dan anugrah besar?”
“Aku percaya, walaupun kadang masih ada kebimbangan dalam hati.”
“Apa yang dikatakan para Dewa adalah kebenaran, jika Dewa berbohong, bagaimana mungkin bisa mempercayai Dewa lagi, dan tidak akan mungkin ada keajaiban-keajaiban, kau telah mendapatkan anugrah dari Bodhisattva, pada waktunya berikanlah dia nama “xxx”. Ini adalah nama Buddha yang aku berikan. Ikutilah setiap petunjuk yang diberikan para Dewa kepadamu.”
Itulah perkataan Buddha Sakyamuni kepadaku, walaupun aku masih dalam keadaan bingung, aku mencoba meyakinkan hatiku kalau perkataan Buddha Sakyamuni dan para Dewa adalah kebenaran, apa yang terjadi padaku aku serahkan kepada para Dewa, aku percaya setiap bimbingan dan petunjuk yang diberikan kepadaku tidak akan salah.
Bertemu dengan seorang wanita yang mengaku muridku dan kehadiran Buddha Sakyamuni member petunjuk hari ini, membuat aku semakin yakin, bahwa kontak batin yang aku alami dengan para Dewa adalah kebenaran. Semua yang diberikan kepadaku, baik perlindungan, pertolongan, bimbingan, arahan dan perhatian dari para Dewa membuat aku semakin termotivasi untuk setulus hati menjalankan jalan dharmaku ini, ini semua semata-mata bukan hanya untuk diriku sendiri, tapi juga untuk semua orang yang berjodoh dengan jalan dharma Buddha yang sedang diamanatkan kepadaku. Semoga saja aku bisa bertemu dengan orang-orang yang berjodoh untuk bersama-sama mengembangkan jalan dharma ini sesuai dengan kehendak para Buddha dan Bodhisattva.
Hari ini aku pergi ke vihara di daerah Jakarta untuk sembahyang kias anakku agar tahun ini terhindar dari segala mara bahaya, sekaligus menjalankan petunjuk Mahaguru TatmoCosu.
Pada malam harinya aku duduk meditasi, aku melihat seorang wanita dengan rambut terkuncir dan memakai baju Sutra warna abu-abu gaya wanita Tiongkok jaman dulu, aku mencoba untuk tak menghiraukannya karena kupikir itu hanya ilusiku, tapi setiap kucoba hilangkan dan kuabaikan, wujud wanita itu selalu saja datang dalam konsentrasi meditasiku sampai 3 kali, lalu tiba-tiba aku merasakan cakra mahkotaku terbuka seperti bunga teratai merekah dan rohku keluar dari tubuhku dalam sekali hentakan, mengikuti wanita itu entah kemana.
Akhirnya kami tiba di suatu tempat yang tidak asing bagiku dan rasanya aku pernah kesitu, tapi saat ini banyak orang berlalu lalang dan setiap orang yang berpapasan denganku selalu membungkukkan badan seperti memberi hormat, kami menuju ke sebuah rumah yang agak besar, aku masuk ke dalamnya dan melihat ada lukisan seorang Dewi mengenakan baju surgawi warna kuning tepat ditengah rumah tersebut, aku pernah melihat perwujudan Dewi itu dalam meditasi, lalu terbuka komunikasi antara aku dan wanita itu.
“Guru, aku Wei Siu Ling”
“Siapa kau, aku tidak mengenalmu.”
“Guru, aku muridmu. Aku sudah menunggu Guru lama sekali, selama kau pergi aku menjaga tempat ini untukmu. Apakah Guru tahu tempat apa ini?”
“Aku sepertinya pernah ke alam ini.”
“Ini adalah tempatmu, alam Sukhavati tingkat ke-27, tempat tinggalmu.”
“Begitukah? Mengapa kau memanggilku Guru, kapan aku punya murid?”
“Aku muridmua satu-satunya di alam Sukhavati ini, aku mohon kembalilah guru, kembalilah….”
Dengan perasaan bingung aku pergi meninggalkannya. Dan suaranya memintaku kembali masih terdengar olehku. Setelah itu aku masih dalam konsentrasi meditasi karena sepertinya masih ada sesuatu, tak lama kemudian tanpa aku harapkan sama sekali, aku melihat kedatangan Buddha, aku semakin bingung mengapa ada Buddha datang, Buddha itu berkata:
“Desi, aku Buddha Sakyamuni. Bagaimana keadaanmu?”
“Saya baik-baik saja, ada apakah Buddha Sakyamuni datang menemui saya?”
“Apakah kau percaya bahwa saat ini, kau sedang mendapat amanat dan anugrah besar?”
“Aku percaya, walaupun kadang masih ada kebimbangan dalam hati.”
“Apa yang dikatakan para Dewa adalah kebenaran, jika Dewa berbohong, bagaimana mungkin bisa mempercayai Dewa lagi, dan tidak akan mungkin ada keajaiban-keajaiban, kau telah mendapatkan anugrah dari Bodhisattva, pada waktunya berikanlah dia nama “xxx”. Ini adalah nama Buddha yang aku berikan. Ikutilah setiap petunjuk yang diberikan para Dewa kepadamu.”
Itulah perkataan Buddha Sakyamuni kepadaku, walaupun aku masih dalam keadaan bingung, aku mencoba meyakinkan hatiku kalau perkataan Buddha Sakyamuni dan para Dewa adalah kebenaran, apa yang terjadi padaku aku serahkan kepada para Dewa, aku percaya setiap bimbingan dan petunjuk yang diberikan kepadaku tidak akan salah.
Bertemu dengan seorang wanita yang mengaku muridku dan kehadiran Buddha Sakyamuni member petunjuk hari ini, membuat aku semakin yakin, bahwa kontak batin yang aku alami dengan para Dewa adalah kebenaran. Semua yang diberikan kepadaku, baik perlindungan, pertolongan, bimbingan, arahan dan perhatian dari para Dewa membuat aku semakin termotivasi untuk setulus hati menjalankan jalan dharmaku ini, ini semua semata-mata bukan hanya untuk diriku sendiri, tapi juga untuk semua orang yang berjodoh dengan jalan dharma Buddha yang sedang diamanatkan kepadaku. Semoga saja aku bisa bertemu dengan orang-orang yang berjodoh untuk bersama-sama mengembangkan jalan dharma ini sesuai dengan kehendak para Buddha dan Bodhisattva.