• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mendapatkan Kontak Batin dgn Dewa (Buddhist, Taoist)

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. m3tt4
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
18. TERBUKANYA MATA KETIGA

Awal mulanya aku adalah seorang awam yang beragama Kristen, dan turun temurun keluargaku semua beragama itu. Jadi waktu itu aku sudah terbiasa mengikuti kebaktian digereja dan belajar alkitab. membaca doa bapa kami dan 10 perintah allah sudah kuhafal diluar kepala.

Disini Aku tidak ingin membandingkan agamaku sebelumnya dengan agamaku yang sekarang, berpindahnya aku keagama budha bukan karna paksaan atau pun merasa kecewa dengan kepercayaanku sebelumnya. Mungkin jodoh kepercayaanku memang sudah digariskan dari atas, akan memeluk agama budha dikemudian hari tanpa aku rencanakan sama sekali.

Sebelumnya aku sama sekali tidak mengetahui cara-cara sembahyang agama budha, hanya kadang melihat suamiku mempersiapkan perlengkapan saja disaat dia akan bersembahyang. Awalnya aku merasa canggung dan kaku, dan tidak tau apa yang harus aku lakukan disaat menghadap para dewa. Hanya membakar dupa dan berdoa seadanya saja. Mungkin para dewa mengetahui kesulitan yang aku alami ini. Sehingga dengan tidak disengaja, ada saja orang yang mengajariku melipat kertas sembahyang. Dan sejak roh ku terbangunkan aku dibimbing oleh guruku, sehingga dengan sendirinya aku bisa melakukan puja bakti di altar rumahku secara pribadi. Dan sampai saat ini kujalani puja bakti itu setiap hari.

Pada saat aku mendapatkan anugrah pengelihatan gaib yang disebabkan seringnya melafal salah satu mantera, pada saat itu mata ketigaku belum terbuka karna aku belum menjalani meditasi. aku juga belum mendapatkan anugrah-anugrah besar lainya dari guru-guruku, seperti mengetahui masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang dan belum bisa bekomunikasi dengan dewa. Mata ketigaku baru terbuka dihari 21 aku menjalani meditasi. Terbukanya mata ketigaku ini, membuat aku yang sebelumnya awam, dan tidak mengerti hal-hal gaib. Menjadi bisa merasakan dan mengetahuinya. Kelebihan yang kumiliki itu timbul dengan sendirinya secara mendadak dan begitu cepat berkembang dalam diriku. Kadang disaat ada orang yang bertanya kepadaku tentang dirinya, aku bisa langsung mendapatkan petunjuk tentang orang itu dari guru sejatiku yang selalu membimbing aku siang dan malam. Aneh kurasakan tapi begitu nyata kualami. Pernah suatu kali, ada seorang rekan bisnisku datang untuk mengambil barang pesanannya kerumahku. Disaat dia duduk didepanku dan kami mengobrol, guruku itu memberi petunjuk bahwa orang tersebut ada masalah pada hatinya, memberitahuku agar menyuruhnya memeriksa kesehatan hatinya dan menghindari kafein dan makanan berlemak tinggi.

Karna ini yang pertama kalinya aku memberi petunjuk pada orang lain aku sedikit tidak enak, iya kalau petunjuk itu benar, kalau tidak, aku bisa malu dengan orang itu. guruku menasehatiku, jika aku tidak memberitahu kepadanya sekarang, nanti dia akan menghadapi masalah karena kerusakan hatinya itu akan semakin parah. Benar juga, akhirnya aku berfikir bahwa tidak ada salahnya untuk diberitahukan, kalau tidak benar tidak apa aku malu padanya yang penting aku sudah menjalan apa yang harus kujalankan, tapi kalau petunjuk ini benar bukankah bisa membantu dia sedini mungkin. Lalu aku memberitahu hal ini pada suamiku karna pada saat itu aku belum mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya, sehingga suamiku yang mewakili aku untuk mengatakan petunjuk itu padanya. Dan orang itu mengatakan akan memeriksakannya.

Setelah kurang lebih 1 bulan kemudian, rekan bisnisku itu datang lagi untuk mengambil pesanannya yang lain. Dia mengatakan padaku kalau dia sudah memeriksakan hatinya itu. dan ternyata benar, dokter mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan lab bahwa membran/selaput/saringan hatinya ada penyumbatan/kotor dan batas perhitungan kesehatan membrannya sudah lebih dari batas normal dan dia dianjurkan untuk menghindari kafein dan makanan berlemak. Petunjuk itu sama dengan yang diberikan oleh guruku. Benar-benar mukjizat terjadi, perkataan dewa memang tidak boleh diragukan. Dan dewa itu maha tahu, apa yang tidak terlihat dan tidak dirasakan manusia, dewa bisa mengetahui dan merasakannya.

Kelebihan mendapatkan petunjuk tentang hal itu adalah sebagian kelebihan yang aku miliki saat ini setelah mata ketigaku terbuka. Salah satu Anugrah yang besar yang diberikan dewa kepadaku.
 
19. MERASAKAN AURA SUATU TEMPAT

Sejak mata ketigaku terbuka, aku seperti hidup di dua alam. Alam manusia dan alam gaib. Mungkin pembaca tidak percaya dengan apa yang aku katakan. Tapi, ini benar ku alami.

Mendapatkan bimbingan dari guru yang mengajarkan ilmu hitam dan ilmu gaib, juga menambah pengetahuanku akan hal-hal gaib. Saat ini Aku bisa merasakan suatu rumah, tanah, daerah apakan dihuni oleh mahluk gaib, arwah atau sejenisnya.

Dulu waktu aku baru mendapatkan bimbingan dari guruku. Aku bisa merasakan keberadaan mahluk gaib itu, tapi aku tidak diperbolehkan untuk berkomunikasi dengannya,karna ada mahluk gaib yang baik dan ada yang jahat, karna jika mahluk gaib itu jahat akan bisa mencelakakan aku karna pada saat itu pondasi kekuatan yang aku miliki belum cukup.
Jadi tiap kali aku merasakaan keberadaan mahluk gaib, aku memohon petunjuk guruku apakah aku diperbolehkan berkomunikasi atau tidak. Jika guruku mengatakan boleh maka aku akan berkomunikasi dengan mahluk itu, tapi jika guruku mengatakan tidak boleh, aku tidak berani melanggarnya. Karna aku percaya kalau guruku ingin melindungi aku dari mara bahaya.

Pernah suatu kali, saat aku pergi kesuatu tempat untuk menjalankan tugas, didaerah itu aku merasakan keberadaan mahluk gaib, dan mahluk gaib itu berusaha untuk berkomunikasi denganku, karna dia sudah mengetahui keberadaanku didaerahnya. Karna guruku tidak mengijinkan, aku tidak berani dan berusaha menjauh dari daerah itu, atau aku tidak menghiraukan getaran mahluk itu. mungkin karna tidak ada reaksi dariku, getaran mahluk itu hilang dengan sendirinya dan tidak kurasakan lagi saat aku telah jauh dari daerahnya.

Tapi saat ini, aku telah diberikan bekal dan berkah dari para guruku untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan yang berasal dari alam gaib, dan secara perlahan alam gaib itu terbuka mengikuti perkembangan latihanku. Sepertinya guruku telah mengetahui sampai dimana kekuatan yang kumiliki saat ini, sehingga dia tidak membiarkan alam gaib itu terbuka sekaligus. Jika aku sudah sampai pada tahap tertentu, maka akan datang kasus seseorang yang bisa kutangani sesuai tahapan yang aku miliki. Begitu seterusnya. semakin lama, kasus yang datang menghampiriku semakin berat, butuh kekuatan ekstra untuk menghadapinya. Kadang bisa mengorbankan nyawaku sendiri demi menolong orang lain yang tidak kukenal.
 
20. ROH YANG MEMINTA DISEBRANGKAN

Ini adalah kisah dimana aku pertama kalinya menjalankan tugasku menyebrangkan roh.

Saat aku mulai bisa berkomunikasi dengan para dewa dan arwah, ada beberapa arwah yang meminta untuk disebrangkan. Petunjuk ini diberikan oleh guruku dan aku me riceknya kembali dengan berkomunikasi dengan arwah tersebut. Aku menuliskan cerita ini dalam suatu kisah.:

1. Salah seorang kerabatku dulu pernah menyewa rumah yang ada disebelahnya untuk dijadikan gudang penyimpanan barang. dia hanya menyewa beberapa tahun saja, karna pemiliknya berniat untuk menjual rumah tersebut. Karna dia merasa tempat itu dekat dengan rumahnya dia berniat untuk membelinya, tapi negosiasi dengan pemilik rumah itu tidak mendapatkan kesepakatan, sehingga kerabatku itu tidak jadi membelinya. Tapi sejak kerabatku tidak menyewa tempat itu, rumah itu tidak laku-laku dijual. Lalu kerabatku itu berniat untuk menawarnya kembali. Tapi awalnya kerabatku itu tidak mau membelinya, karna mereka merasa ada penunggu dirumah itu, salah seorang penghuni ada yang diganggu, begitu juga pembantunya. Kerabatku itu meminta petunjuk dariku, apakah rumah itu baik jika dia beli? apakah ada penunggunya? dan apakah rumah itu berjodoh dengan dia?. Aku menanyakan hal ini pada guruku, petunjuknya rumah itu baik, memang ada penunggunya seorang nenek tua yang tidak jahat tapi dia minta disebrangkan, dan rumah itu berjodoh dengannya dan akan menjadi miliknya. Begitulah petunjuknya.
Akhirnya mendengar petunjuk itu, kerabatku berniat untuk membeli rumah tersebut, tapi sebelumnya ingin melakukan penyebrangan roh nenek tersebut. Lalu sebelum melakukan penyebrangan rohnya aku mencoba berkomunikasi dengan arwah nenek tersebut. Dan setelah bernegosiasi lagi dengan pemilik rumah tersebut dan melewati beberapa halangan akhirnya rumah tersebut bisa menjadi milik kerabatku, benar-benar telah berjodoh dengannya.

2. 2. Tidak biasanya aku memimpikan orang yang sudah meninggal, ini adalah pengalaman mimpiku yang pertama. Didalam mimpi itu, orang yang tidak begitu kukenal masuk dalam mimpiku, dia adalah kakak ipar adikku yang berbeda kepercayaan denganku. Yang telah meninggal akibat sakit komplikasi ginjal dan paru-paru. Dia memiliki 2 anak. Aku hanya merasa aneh pada mimpiku itu, aku tidak pernah bertemu dengannya, tapi nama orang itu pernah aku dengar dari adikku itu. aku menanyakan perihal mimpi itu pada guruku, dan guruku mengatakan bahwa jika orang yang sudah meninggal masuk kedalam mimpi orang yang masih hidup, maka itu berarti ada sesuatu yang ingin dia sampaikan. Aku diminta guruku untuk mencoba berkomunikasi dengan orang yang telah meninggal itu. malamnya aku mencoba berkomunikasi dengan orang tersebut, saat komunikasi dengannya tersambung, aku mendengar suaranya begitu sedih, dia meminta tolong agar bisa disebrangkan. Karna sudah 1 tahun ini dia kedinginan, kelaparan dan tidak ada tempat tinggal. Aku bertanya kepadanya, bukankah saat kematiannya itu ada pemanjatan doa dari keluarga dan orang-orang yang seagama dengannya, mengapa dia masih berkeliaran.

Dia sendiri tidak tau kenapa bisa demikian. Aku katakan padanya bahwa kepercayaanku berbeda dengannya, jika aku melakukan penyebrangan roh tentunya sesuai dengan ritual agamaku. Dia bilang tidak apa-apa, dia yakin rohnya bisa tertolong dengan ritual penyebrangan agamaku. Mendengar suaranya aku menjadi terharu dan aku menceritakan hal ini pada adikku itu, yang lebih membuatku aneh, ternyata saat aku memimpikan dia, hari itu tepat 1 tahun kematiannya dan pada bulan yang sama pula dengan bulan kematiannya, begitu kebetulan. berhubung adikku itu kepercayaannya berbeda denganku, dia tidak begitu yakin dengan perkataanku. Jadi melihat reaksinya itu aku memutuskan untuk melakukan penyebrangan roh iparnya itu sendiri.

Aku menjalankan ritual penyebrangan roh pada tanggal 15 bulan 7 penanggalan china. Pada hari itu ada beberapa arwah dan roh leluhur yang aku lakukan pelimpahan jasanya dan sebelum mereka dibawa disebrangkan, aku mencoba untuk berkomunikasi kembali dengan arwah-arwah itu sekedar mengetahui keadaan mereka. Ternyata arwah tersebut merasa bahagia akan disebrangkan.

Ini adalah sebagian dari roh yang telah kusebrangkan, dan didunia ini masih banyak roh-roh yang terlantar dan belum tersebrangkan. Menjalankan ritual penyebrangan roh adalah sebagian dari tugas yang harus kujalani. Setiap selesai menjalankannya, melihat dan mendengar para roh itu terselamatkan hatiku merasa bahagia.
 
21. SEMPAT BERFIKIR MENINGGALKAN KEDUNIAWIAN TOTAL

Dalam menjalankan jalan kebenaran ini, kehidupanku yang dulunya banyak kuisi dengan mencari kesenangan, mencari teman untuk bercanda dan berkumpul untuk ngobrol. Menjadi hilang sama sekali. aku tidak tau mengapa saat ini keinginan untuk berkumpul dan mengobrol dengan teman-temanku semakin pudar. Aku lebih banyak mendekatkan diriku kepada para dewa, jika ada waktu aku habiskan dengan membaca mantera dan bersembahyang dan menjalani meditasi.

Sampai suatu ketika, saat aku sudah tidak menyadari lagi bahwa aku sudah semakin jauh dengan teman-temanku dan tidak memperhatikan suami dan anak-anakku, karna aku selalu menghabiskan waktuku dengan bersembahyang. Sempat terjadi hal yang membuatku sedih. padahal aku menganggap aku sudah berbuat hal yang baik, tidak lagi bersikap egois, tidak lagi mudah marah dan tidak lagi mempunyai ambisi mencari kesenangan duniawi. Aku sempat merasa kecewa terhadap apa yang aku terima. Menjalani kehidupanku saat ini begitu sulit.

Dengan perasaan sedih, aku menghadap guruku untuk mencurahkan isi hatiku.

Aku berkata kepadanya, mengapa disaat aku lebih banyak meluangkan waktu untuk mendekatkan diri pada tuhan, walaupun aku sudah bersikap sabar, tetap saja cobaan datang menghampiriku.

Aku bertanya kepada guruku, apakah aku harus meninggalkan keduniawian total agar bisa menjalani jalan kebenaran ini dengan lebih tenang? Apakah aku harus meninggalkan suami dan anak-anakku, sehingga aku tidak mendapatkan cobaan berat dalam menjalani hidupku?
Guruku berkata :
“ desi … kau tidak diarahkan untuk meninggalkan keduniawian. Kau telah bisa melihat masa depanmu dan disitu melihat sendiri kau akan membentuk keluarga yang bahagia, jadi jangan berfikir yang tidak-tidak. Mendekatkan dirimu pada para dewa tentunya harus tetap memperhatikan keluargamu dan membina keluargamu sebaik-baiknya. menjalani kehidupanmu dengan menjalankan kerohaniaan sekaligus keduniawian memang tidak mudah, tapi jika engkau bisa melewatinya engkau akan semakin kuat menghadapi cobaan apapun.”

Mendengar petunjuk guruku itu aku menjadi sadar, bahwa semua masalah yang aku alami dalam keluargaku adalah atas perbuatanku sendiri, jika aku berusaha menjaga dan tetap memperhatikan keluargaku dengan tulus. Maka aku tentu tetap bisa dengan bebas mendekatkan diriku pada para dewa. Dan tidak merasa tertekan karna harus menjalankan keduanya, yaitu menjalankan kebenaran sekaligus menjalankan kehidupanku sebagai orang awam.

Aku tahu bahwa mencurahkan waktuku lebih banyak untuk bersembahyang tentunya akan membuat ikatan batin dengan tuhan semakin kuat. Tapi aku hidup didunia ini sesungguhnya bukan mutlak menenggelamkan diriku dalam kerohanian dan tidak memikirkan kebahagiaan keluargaku.
 
22. DIUNDANG PERAYAAN ULANG TAHUN DEWA

Pada suatu malam, aku dan suamiku pergi ke sebuah vihara didaerah Tangerang, kami bersembahyang disana untuk memperingati ulang tahun salah satu dewa di vihara itu. setelah aku selesai bersembahyang guruku memanggil.
“ desi … kau telah diundang secara khusus oleh dewa rejeki untuk menghadiri ulang tahunnya ditempatnya.”
“ sungguhkah..??? jawabku.
“ ya, saat kau pulang nanti bermeditasilah.”
“baik.”
Perasaanku bercampur aduk menjadi satu, benarkah aku telah diundang oleh dewa rejeki untuk menghadiri ulang tahunnya. Dulu sebelum rohku terbangunkan dan aku sudah bisa mendapat pengelihatan karena telah banyak membaca salah satu mantera. Pada saat hari ulang tahun dewa tersebut seperti sekarang ini, aku pernah pergi kesuatu tempat, menaiki sebuah perahu menyusuri sebuah sungai yang penuh dengan bunga. Dan melihat dari kejauhan kembang api berhamburan. Seperti apa tempat dewa rejeki itu dan aku belum pernah melihat dewa itu sebelumnya.

Sesampainya dirumah aku membasuh diriku dan mulai untuk bermeditasi sesuai petunjuk guruku. Saat memasuki Samadhi, rohku keluar dan pergi kesuatu tempat. Tempat itu sama persis dengan yang aku lihat dulu saat aku membaca mantera. Sebuah sungai dan sebuah perahu dan aku naik diujung perahu itu, perahu itu bergerak menyusuri sungai yang penuh dengan bunga, kembang api menyala dikejauhan. Benar benar sama, tapi kali ini apa yang kualami tidak hanya sampai disitu, perahu itu terus berjalan sampai ketepian. Sampai ditepi,Aku turun dari perahu itu dan melihat banyak sekali orang-orang, mereka semua seperti menuju suatu tempat, aku mengikuti orang-orang tersebut. Aku melihat pintu gerbang yang besar sekali, didalam pintu gerbang itu aku juga melihat rumah-rumah seperti daerah perkampungan. Aku terus berjalan dan sampai didepan sebuah rumah yang besar, anehnya orang orang yang datang pergi menuju kemeja penerima tamu dan menulis buku tamu. seperti menghadiri acara pernikahan saja. Tapi aku melakukan hal yang sama dengan orang-orang tadi, menuliskan namaku dibuku tamu itu dan aku dipersilahkan masuk. Saat aku masuk keruangan itu aku melihat banyak sekali tamu yang datang, bangku-bangku berjejer disebelah kiri dan kanan dan mereka terlihat bergembira. Aku berjalan ditengah ruangan itu menuju kearah depan. Dan sesampainya didepan aku melihat ada seorang tua berjenggot dan memegang tongkat sedang duduk dan dikanan kirinya ada juga yang sedang duduk, wajah mereka hampir serupa, tapi memakai baju yang berbeda. Apakah yang ditengah itu dewa rejeki?
Saat aku sampai didepan dewa itu, ia berkata :

“ desi … kau sudah tiba ? aku adalah dewa rejeki ,aku mengundangmu secara khusus untuk menghadiri acara ulang tahunku. Semua ini karena jodoh sehingga kau bisa ketempatku ini. Semoga kau berbahagia.”

Lalu aku dibawa oleh seorang pelayan untuk duduk ditempat yang telah disediakan untukku. Aku melihat semua orang bergembira, dan dewa rejeki mengundang para tamunya untuk bersulang arak dan aku ikut bersulang. Pada saat waktu makan, salah seorang pelayan menawarkan aku sepotong daging ayam, aku katakan aku tidak makan itu, aku vegetarian. Lalu pelayan itu mengambilkan satu piring sayur untukku dan memakannya.

Disaat acara belum selesai, aku berpamit pulang pada dewa rejeki, dan mengucapkan selamat ulang tahun dan mengucapkan terima kasih karena telah mengundangku.lalu aku beranjak pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan kagum. Karna kali ini aku sudah bisa datang ketempat dewa rejeki dan bertemu dengannya.

Ternyata jika roh sudah terbangun, mata ketiga telah terbuka. Maka alam gaib dengan alam manusia terlihat hanya setipis benang saja. Begitu dekat dengan diri kita tapi kita tidak merasakannya.
 
23. HARI ULANG TAHUN YANG BERBEDA

Biasanya bila hari ulang tahunku sudah mau dekat, aku pasti sibuk untuk mempercantik diriku, membeli baju baru, mempersiapkan masakan dan merencanakan untuk mengundang teman-temanku kerumah. Dan setelah itu pergi kesuatu tempat untuk bersenang-senang dengan teman-temanku itu. hari ulang tahunku itu kuhabiskan dengan hura-hura dan bersenang-senang saja.

Tapi dihari ulang tahunku saat ini, aku sama sekali tidak mempersiapkan apapun, tidak ingin membeli apapun dan tidak menginginkan apapun apalagi bersenang-senang. Saat ini Pikiranku berubah, aku malah berfikir untuk membalas budi orang tuaku yang telah melahirkan dan membesarkan aku. Pikiran ini terlintas begitu saja, aku merasa dihari ulang tahunku ini aku lebih ingin berbagi dengan orang tuaku untuk membalas jasa-jasanya. Orang tuaku sempat kaget, karna tidak biasanya seperti ini dan mereka belum pernah mengalami hal itu karena tidak ada tradisinya.

Dulu saat hari ulang tahunku ,aku pasti menghamburkan uang demi memenuhi keinginan merayakan ulang tahunku itu. tapi kali ini benar-benar berbeda, tidak ada lagi hura-hura dihari ulang tahunku. Aku lebih banyak mendekatkan diriku pada guru-guruku, dan memohon bimbingan dan nasehat dari mereka.

Pada suatu ketika, guru sejatiku memanggil. Dan mengucapkan selamat ulang tahun padaku dan dia memberikan aku hadiah ulang tahun yang berharga, begitu juga guru-guruku yang lain, masing-masing memberiku hadiah yang tidak ternilai dan amat berguna untukku. Aku amat bahagia saat itu, walaupun tiada perayaan, tiada teman-teman yang berkumpul dan tiada kesenangan duniawi yang kualami dulu, tapi hari itu aku benar-benar bahagia dan terharu, menangis dihadapan guruku dan mengucapkan banyak terima kasih atas semua perhatiannya.

Pengalaman mendapat perhatian dari para guruku pada saat ulang tahunku, mendapatkan hadiah-hadiah khusus dari mereka, akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah aku lupakan. Karna hari ulang tahunku kali ini benar-benar berbeda dengan yang dulu. Ulang tahunku ini lebih berarti dan lebih berkesan buatku.

Aku sudah tidak ingin menghabiskan waktuku dan hidupku ini dengan suatu yang tidak berguna, selain berusaha untuk menjaga keluarga dan usaha, aku lebih tenang jika berada dekat dengan para guruku. Aku merasa terlindung karenanya. Mencurahkan semua isi hatiku padanya, karna para guruku lebih bisa dipercaya bisa menjaga rahasia. Dan bisa membimbingku kearah yang baik.
 
24. JUBAH YANG DIBERKATI

Pada awal-awal aku mendekatkan diriku pada para dewa, melakukan puja bakti dan ritual penyebrangan roh. Aku hanya mengunakan pakaian yang biasa aku pakai sehari hari. Pernah suatu kali saat aku akan diangkat murid oleh dewa tao, dewa tersebut memberikan aturan padaku agar aku memperhatikan pakaian yang aku pakai saat puja bakti atau pun saat menerima bimbingan dari para guruku. Karna kadang aku bertemu dengan para guruku itu dengan hanya mengunakan kaos dan celana pendek saja, aku pikir yang penting hati tulus dewa pasti tidak akan marah, tapi peraturan tetap peraturan.

Tiap kali dewa tao itu datang membimbing aku tidak diperkenankan memakai pakaian yang tidak sopan. Dan aku mulai memilih-milih pakaian saat menghadap guruku itu. Ini membuat aku berfikir untuk mengunakan jubah puja bakti, agar aku terlihat lebih sopan saat menghadap para guru. Suamiku penuh perhatian, dia membelikan aku jubah puja bakti itu di salah satu vihara di jakarta, jubah itu berwarna kuning. Dan aku mulai mengenakan jubah itu saat puja bakti dan menghadap para dewa. ternyata dewa merencanakan lebih dari itu, aku diarahkan untuk memakai jubah luarnya. Dan aku membelinya divihara yang sama. Jubah luarnya itu tidak boleh sembarangan bisa dipakai. Hanya orang-orang tertentu saja yang boleh memakainya. Aku meminta petunjuk dari guru sejatiku mengenai jubah itu, guruku mengizinkannya dan menganjurkan agar aku membelinya. Jubah pujabakti itu memang sudah dipersiapkan untukku dengan warna dan gambar yang telah ditentukan.

Sampai dirumah aku mohon guruku untuk memberkati jubah itu agar aku bisa memakainya untuk pujabakti. Tapi guruku mengatakan agar aku meminta berkat dari yang maha kuasa. Dan aku meminta petunjuk apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan berkat itu. Karna aku bisa berkomunikasi dengan dewa, ternyata aku juga bisa berkomunikasi dengan yang maha kuasa, mungkin pembaca tidak percaya.

Disaat aku memohon agar yang maha kuasa mau memberkati jubahku itu, DIA meminta agar aku meditasi dan menyuruh aku mengenakan jubahku itu . Awalnya aku tidak tau maksudnya, tapi disaat aku meditasi menghadap kelangit. Tiba-tiba rohku keluar dan tiba diistana langit. Didepan aku melihat pintu gerbang yang dijaga 2 orang penjaga. Tapi gerbang itu sudah terbuka dan kedua penjaga itu membungkukkan badan saat aku melewatinya. Aku melewati 3 gerbang tanpa hambatan sedikitpun tidak seperti sebelumnya aku pernah dihalangi oleh penjaga gerbang itu dan harus bersujud 3 kali baru bisa masuk keistana langit.

Aku pernah datang keistana langit 2 kali. Dan ini yang ke 3 kalinya.
Sampai diistana langit aku masuk kedalam dan menghadap yang maha kuasa. DIA berkata :
“ desi kau sudah datang,?”
“ yang maha kuasa, kenapa aku bisa kesini, aku kira ENGKAU hanya akan mengirimkan sinar kearahku untuk memberkati saat aku meditasi?”
“ aku akan memberkati jubahmu, tentunya kau harus datang menemuiku.”

Lalu aku melihat DIA membuat dua lembar hu, dia memegang 1 hu disebelah kanan dan satu hu lagi disebelah kiri, lalu hu itu tiba-tiba terbakar dengan sendirinya. Tidak lama kemudian aku melihat seekor naga dan seekor burung hong datang menghampiri DIA. Yang maha kuasa menyuruhku berdiri dan mengarahkan kedua tangannya kepadaku, lalu naga dan burung hong itu melesat kearahku dan masuk kedalam jubahku.
“desi … aku telah menganugrahkan naga emas dan burung hong emas kepadamu, mereka akan melindungi dan menjagamu. jalanilah tugasmu dengan baik. Kau boleh kembali.”
Aku mengucapkan terima kasih kepadaNYA, dan berpamitan.
Sejak itu jubahku telah diberkati oleh yang maha kuasa dengan kekuatannya.
 
25. PESAN SALAH SATU BUDHA UNTUK TIDAK MEMBEDAKAN ALIRAN

Pada suatu hari salah satu dewa yang menjadi guruku telah selesai membimbingku, dan biasanya bila satu dewa selesai membimbing akan ada dewa lain yang akan mengantikannya. Hal ini akan diberitahukan oleh guru sejatiku, kapan waktunya, siapa dewanya dan kemana aku harus menghadap dewa tersebut.

suatu hari, saat aku dan suamiku sedang berbincang diruangan kantor kami, tiba2 saja ada salah satu pengurus vihara didaerah tangerang menghubungi suamiku lewat telpon genggamnya, pengurus vihara itu ingin mencari donatur/penyumbang untuk acara cioko/penyebrangan roh di viharanya, karna baru beberapa hari yang lalu kami telah mengadakan acara yang sama, kami mengatakan bahwa dengan berat hati bahwa saat ini kami tidak bisa menyumbang. Setelah pembicaraan selesai aku merasakan guruku memanggil dan berkata:
“ desi … kau harus ikut berpartisipasi, biar sedikit yang penting kau ada ketulusan untuk membantu, karna hal ini termasuk ujianmu untuk mendapatkan bimbingan dari salah satu dewa yang ada divihara itu.”

Demikianlah guruku itu berkata, akhirnya kami memutuskan untuk ikut berpartisipasi. Suamiku langsung menyiapkan barang-barang yang akan dibawa ke vihara itu, sementara menyiapkan barang-barang tersebut, terlintas dalam pikiran suamiku untuk mengajak saudara-saudaranya ikut berpartisipasi juga dan bersama-sama melakukan kebajikan. Ternyata saudara-saudaranya itu mau ikut. Yach… lumayan untuk tambahan membantu orang lain. Lalu keesokan harinya aku dan suamiku pergi kevihara itu dengan membawa barang-barang yang telah kami persiapkan dan sekaligus menemui dewa yang ada divihara itu.

Sesampainya disana, aku langsung bersembahyang kepada para dewa di vihara itu, setelah selesai aku menuju ruang dewa yang diberitahukan oleh guruku itu. karna dewa tao tersebut duduk disamping salah satu budha, aku menghadap budha itu terlebih dulu dan memohon petunjuk darinya. Begini petunjuk yang diberikan olehnya.:
“desi, menjalani jalan kebenaran janganlah membedakan antara aliran. biarkan sekelompok orang mengatakan bahwa mencapai kebudhaan itu hanya bisa dicapai atas usaha diri sendiri, dan biarkan sekelompok orang mengatakan bahwa untuk mencapai kebudhaan itu disamping dari usaha diri sendiri juga dibantu oleh mahluk suci/dewa yang membimbing seperti yang sedang engkau jalani saat ini. Karna Semua aliran adalah sama, tujuannya membawa manusia kembali kepada Tuhan.”

Aku tahu dalam dunia ini, manusia memupunyai kepercayaan dan keyakinan yang berbeda, kepercayaan itu ada yang sudah dianut sejak lahir, ada yang setelah dewasa baru bertemu dengan kepercayaannya itu. yang penting didalam hati tulus dan yakin sepenuhnya terhadap kepercayaannya itu dan tidak tergoyahkan, aliran apapun/kepercayaan apapun akan tetap bisa membawa manusia kembali kepada tuhan dan mendapat tempat yang baik bersama denganNYA. Bukankan itu yang diharapkan oleh kita umat manusia ???

Tapi kadang aku juga suka mendengar dan melihat, banyak orang yang suka membanding-bandingkan agama/aliran tertentu dan menganggap bahwa agama/aliran yang mereka anut itu adalah yang paling benar. Sesungguhnya semua agama/aliran adalah sama, bertujuan membimbing manusia kejalan yang benar. Semua tergantung manusianya, apakah benar-benar menjalankan ibadahnya dengan baik atau tidak.
 
26. DIKIRIMI ILMU HITAM

Pernah suatu malam, akibat melepaskan seseorang dari percobaan guna-guna, pengirim guna-guna tersebut menemuiku dengan sangat marah.

Aku mendadak terbangun pada pukul 3 pagi, karena merasa sesuatu yang tidak enak dalam diriku. Mataku begitu terang dan tidak bisa dipejamkan lagi saat itu, biasanya aku paling susah untuk bangun pagi, tapi pagi ini sepertinya agak berbeda. Aku merasa tidak nyaman untuk berbaring, akhirnya aku bangun dan mandi dan memutuskan untuk bermeditasi. Sebelum meditasi aku melafal mantera terlebih dahulu, tapi badanku semakin tidak enak rasanya. Aku berusahan menyelesaikan mantera yang kubaca lalu langsung masuk dalam meditasi. Dalam meditasiku itu tiba tiba aku merasakan ada getaran mahluk tidak bersih, sepertinya mau berkomunikasi denganku. akhirnya komunikasi dengan seorang pengirim guna-guna tersambung.
“ siapa kau, mengapa menggangguku ?” orang itu bertanya.
“ namaku desi, aku mengganggu kamu? Balik aku bertanya dengan bingung.
“ ya, kau sudah membuat mahluk yang kumasukkan pada tubuh pasienku kembali.”

Mendengar perkataannya itu aku baru ingat, karna baru kemarin aku melepaskan seseorang dari guna-guna, memberikan air putih yang telah aku beri mantera. ternyata dialam gaib itu cepat sekali reaksinya. Dalam satu hari dia sudah tau keberadaanku dan saat ini datang menemuiku.
“ aku tidak bermaksud mengganggu, ini hanya kebetulan saja. Orang yang kau guna-guna itu masih kerabatku, dan kebetulan dia datang kerumahku. Maaf jika membuatmu terganggu.”
“ tidak bisa, kau harus menerima akibat perbuatanmu menolong orang itu.”
“ tolong jangan marah, sungguh saya tidak bermaksud sama sekali.”
“ apa kamu mau saya santet hah…?

Pengirim guna-guna itu semakin marah dan terus mengoceh padaku. Dalam meditasiku itu, tubuhku terguncang menahan serangannya dan rasanya tidak kuat lagi. karna pada saat itu aku hanya bisa menahannya dan belum bisa melawan serangannya. dan disaat puncak serangan itu, aku ditolong oleh salah satu budha. Budha itu menutup komunikasi kami dan memancarkan sinar putih yang begitu terang,terlihat jelas walaupun mataku terpejam. Suara pengirim guna-guna itu mendadak hilang tidak terdengar lagi. Aku telah terlepas darinya.

Budha itu berkata kepadaku.:
“desi , kau harus berhati-hati. Kau harus selalu mengikuti petunjuk guru-gurumu dan para dewa, agar kau terhindar dari hal-hal yang tidak baik.”

Aku mengucapkan terima kasih atas pertolongan budha tersebut.
Ternyata kekuatan guna-guna itu memang ada, kali ini aku baru mengetahuinya dan hampir terkena juga, jika tidak ditolong budha. Mengapa ada saja orang yang mempunyai niat jahat terhadap sesamanya, kemana hati nurani mereka? Demi harta dan harga diri menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Tega menyakiti orang lain yang tidak tau apa-apa.

Kadang aku berfikir, mengapa tuhan membiarkan orang-orang seperti itu bebas merajalela di dunia ini, apakah tuhan tidak bisa membuat orang-orang jahat itu hilang kekuatannya agar tidak bisa mencelakai orang lain. Mungkin karna manusia didunia ini terlalu banyak dosa dan kesalahan, sehingga harus mengalami hukuman didunia terlebih dahulu baru menjalani hukuman di neraka agar manusia lebih mawas diri. Entahlah … ini hanya pemikiranku. Segala aturan langit aku tidak mengetahuinya hanya para dewa yang tahu.
 
27. PENUNGGU SEBUAH TELAGA

Pagi ini aku dan suamiku berangkat ke daerah puncak, pergi kesuatu telaga didaerah itu. ini adalah petunjuk dari guruku agar aku mendapatkan energy gaib dari tempat itu. saat mendapatkan tugas itu, aku sempat takut, karna telaga itu dikatakan angker dan ada penunggunya. Aku takut jika aku bermeditasi disana aku diganggu/dirasuki oelh penunggu telaga tersebut. Karna berdasar cerita yang kudapatkan dari internet, pernah ada satu orang yang mengunjungi telaga itu sempat diganggu.

Tapi guruku meyakinkan aku bahwa tidak akan terjadi apa-apa, jika niat kita baik dan bersikap sopan saat mengunjungi telaga itu, tidak akan terjadi apa-apa. Aku diminta tidak usah takut. Karna para dewa melindungi.

Akhirnya kami pergi juga, kami tidak berani membawa anak kami. Karna kata guru kami tidak boleh. Karna anak-anak belum bisa melindungi dirinya dengan melafal mantera. Jadi tidak boleh dibawa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kira-kira 1 kg jarak kami dari telaga itu, mendadak telingaku terasa aneh. Aku merasakan perbedaan daerah itu, sepertinya aku sudah masuk dikawasan berkekuatan gaib dan hal ini kurasakan terus selama aku berada ditelaga itu. Dan tidak lama kami sampai di telaga tersebut. Telaga itu adalah tempat wisata, tapi saat kami datang hari itu begitu sepi, hanya ada 3 atau 4 orang saja yang ada.

Kami mencari tempat teduh untuk menunggu petunjuk selanjutnya. Ternyata tempat tersebut banyak sekali monyet-monyet liar berada disana. Aku sempat takut karna ada satu monyet yang terus mengikuti kami. Lalu guruku memanggil dan meyuruhku untuk bermeditasi. Saat aku mengambil air telaga untuk membasuh wajah dan tangan dan kakiku, aku merasakan getaran aneh, tanda komunikasi dengan mahluk tidak bersih kurasakan. Aku pikir mungkin aku tidak sopan, karna mengambil airnya tanpa meminta izin terlebih dahulu. Aku bertanya pada guruku apa yang terjadi, kata guruku mahluk penunggu telaga itu ingin berkomunikasi denganku. Dan guruku mengizinkan aku untuk berkomunikasi dengan mahluk itu.
tiba-tiba dalam meditasiku, ada suara kudengar.
“ hai perempuan siapa kau?”

Aku memperkenalkan diriku, dan mengatakan kepadanya bahwa aku tidak bermaksud jahat dan hanya menjalankan tugas dari guruku untuk bermeditasi ditempat ini. Aku meminta izin darinya.
“ kau sepertinya bukan orang biasa, karna kau dikelilingi oleh banyak dewa dan aku melihat ada dewa pelindung juga, mereka semua memancarkan sinar.”

Sempat kaget juga mendengar perkataannya, ternyata dewa pelindung datang menemani aku dan suamiku. Pantas saja begitu banyak monyet disekeliling kami tapi tidak ada yang mengganggu. Penunggu telaga itu mengizinkan aku untuk bermeditasi ditempatnya.dan aku bisa meditasi dengan tenang

Setelah aku selesai meditasi aku mengucapkan terima kasih kepada penunggu telaga itu. dan dia menitip pesan agar orang-orang yang datang ketempatnya tidak boleh memikirkan/membicarakan sesuatu yang tidak baik, karna hal itu akan menjadi mala petaka bagi mereka. Begitu pesannya. Dan kami berpamitan. Dalam perjalanan keluar telaga itu, kami harus melewati gerombolan monyet-monyet yang lumayan banyak, agak takut juga tapi berusaha tetap tenang melewatinya, anehnya melihat kami melewati mereka ,mereka tidak menyerang kami malah membuka jalan untuk kami bahkan aku melihat ada satu monyet yang bertiarap seperti member hormat. Ah ,akhirnya bisa keluar juga dari tempat itu tanpa ada gangguan sedikitpun.

Saat dalam perjalanan pulang kira-kira 1 km dari telaga itu, telingaku kembali normal. Mungkin aku telah keluar dari daerah gaib. Dan sejak aku pergi ke telaga itu, kekuatan gaib yang kumiliki semakin kuat. Aku bisa dengan cepat merasakan keberadaan mahluk gaib. Itulah yang aku alami.
 
28. KISAH SEORANG MEDIUM

Ada seorang medium datang kerumahku, dia masih teman suamiku. Dia mempunyai temperament yang agak kasar, dan emosinya suka meledak-ledak jika ada orang yang membuatnya marah.

Saat dia datang, dia bercerita pada suamiku bahwa dia tidak sanggup lagi menjalani pekerjaannya menjadi medium dari seseorang yang mendanai dia. Pekerjaannya membantu orang yang mendanainya tersebut untuk melakukan hal-hal yang tidak baik dengan mengunakan tubuhnya dirasuki oleh mahluk gaib/arwah.

Saat kami kerumahnya, aku belum merasakan apa-apa. Tapi saat naik keatas lotengnya, aku melihat banyak rupang dewa duduk dimeja altar, aku berfikir untuk bersembahyang dan bersujud dihadapan rupang-rupang dewa tersebut tapi aku agak binggung harus kemeja altar yang mana dulu. Saat aku dalam kebingungan salah satu dewa yang rupangnya ada dialtar tersebut berkata kepadaku.
“ desi, kau tidak boleh bersembahyang dan bersujud disini. Rupang-rupang yang ada disini memang rupang dewa. tapi yang duduk bukan dewa, tapi mahluk-mahluk yang kotor. Tempat ini sudah kotor, jadi pulanglah kerumahmu.”

Aku tersentak mendengarnya, kaget dan sedih. Mengapa bisa begini. Mengapa medium itu tidak tau, kalau tempatnya itu sudah kotor dan bukan dewa yang duduk dialtarnya. Dengan gontai dan berat hati aku turun kebawah dan mengajak suamiku untuk kembali kerumah.

Sesungguhnya medium itu sejak dilahir telah didampingi oleh satu dewa dan melindunginya, tapi dia tidak menyadarinya, malah membenci dewa tersebut. Dia Lebih memilih dirasuki oleh mahluk-mahluk tidak baik agar dapat membantu orang yang mendanainya untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Dan ditubuhnya juga menempel satu arwah/roh seseorang, roh itu minta tolong kepadaku agar bisa membebaskan dia dari kurungan dewa yang melindungi medium itu. aku bertanya kenapa dia bisa terkurung ditubuhnya. Roh itu bercerita, bahwa dulu dia amat membenci ayah dari medium itu, karena saat ayahnya masih muda telah melakukan pelecehan pada adik sepupunya, dan ayahnya itu tidak merasa bersalah atas perbuatannya. Sehingga disaat roh itu meninggal karna sakit, masih ada dendam didalam hatinya sehingga membawa dia ketempat ayahnya itu, tapi sampai disana malah ditangkap oleh dewa pelindung medium itu dan tidak bisa terlepas.
Aku mengatakan kepada roh itu akan mencoba untuk membantunya, yang penting dia berjanji untuk tidak menggangu keluarga medium itu. diapun berjanji.

Awalnya aku memohon pada dewa yang mendampingi medium itu agar bisa melepaskan roh tersebut, dewa itu memberikan petunjuk agar aku memanterai air putih untuk diberikan kepada medium itu, tapi waktu aku berikan dia tidak meminumnya, akhirnya dewa pendampingnya itu tidak tahu lagi harus bagaimana untuk menolong orang yang dilindunginya itu, Akhirnya aku disuruh untuk memohon salah satu dewa yang bisa membantu melepaskan roh itu sekaligus menyebrangkannya. karna tidak ada jalan lain lagi. Setelah mendapatkan petunjuk dari dewa tersebut, aku menjalankan ritual penyebrangan rohnya sesuai tanggal yang ditentukan setelah roh itu dilepaskan oleh dewa tersebut. Dan roh itu mengucapkan terima kasih.

Dari kejadian ini aku berfikir dalam hati, mengapa manusia yang telah memiliki indra ke-6/kelebihan yang diberikan oleh dewa, tidak dia pergunakan untuk hal-hal yang baik. Merelakan tubuhnya dirasuki oleh roh apa saja demi mendapatkan kekayaan. Orang yang memiliki kelebihan dari para dewa, jika mereka mempergunakan kelebihan mereka untuk menolong orang banyak tanpa pamrih, mungkin kehidupan didunia ini tidak akan sekacau ini. Semua umat manusia akan hidup dengan damai dan bahagia. Tanpa ada kekuatiran, karena banyak para orang pintar membantu orang yang masih awam melepaskan kekuatiran mereka selama hidup didunia ini, dan secara perlahan membantu mereka membina diri dan mendekatkan diri pada para dewa. agar segala karma mereka bisa sedikit-demi sedikit terbayar

Kenapa banyak manusia tidak menyadari bahwa semua perbuatan kita pasti berakibat. Karma itu tidak dapat dihindari bagaikan baying-bayang tubuh yang mengikuti diri kita, kemana dan dimana saja kita berada.
Hidup didunia ini sungguh menyedihkan, orang yang menapaki jalan kebenaran itu sedikit, yang sesat malah banyak. Orang yang mendapat penerangan sedikit, yang terjerumus malah banyak. Sangat disayangkan.
 
29. AKIBAT BERKATA KASAR PADA ORANG LAIN

Disini aku menceritakan satu kisah seorang wanita, yang sekitar beberapa tahun belakangan mulai sering kerasukan dan tak sadarkan diri. Dia tidak tahu kenapa bisa seperti itu. sudah beberapa kali menemui orang pintar tapi jawaban yang dia dapat tidak memuaskan hatinya. Tanpa sengaja di main kerumahku untuk mengunjungi saudaranya yang saat itu berada dirumahku. Dia menceritakan perihal dirinya itu saat aku berada disitu. Dulu dia dan suaminya beragama budha, dan menurut cerita dia dan suaminya sudah pindah keagama lain disebabkan kecewa dengan pengurus diviharanya saat itu.

Pada saat itu guruku memberi petunjuk bahwa ada roh yang menempel padanya, roh itu yang telah membuat dirinya mengalami kerasukan dan tidak sadarkan diri. Dan pada saat itu juga roh tersebut ingin berkomunikasi denganku, guruku mengizinkannya. Akhirnya kami berbincang

Roh itu mengatakan bahwa dia benci dengan wanita ini, karena saat mereka masih muda, mereka satu vihara yang sama. Dan wanita itu pernah mengucapkan kata-kata kasar padanya saat dia masih hidup sehingga roh itu membencinya. Karna itu saat orang yang dihina/dimaki tersebut meninggal rohnya mengikuti wanita itu. dan pada hari-hari tertentu roh tersebut membuat wanita itu hilang kesadaran, dan kadang keluarganya terkena penyakit yang aneh.

Sesungguhnya dia ingin pergi tapi karena ada sesuatu yang belum terselesaikan dia tersangkut pada wanita itu. aku katakan jika aku bisa membantunya pergi dari wanita itu dan menyebrangkannya apakah dia mau, ternyata dia mau. Tapi dia ada satu permintaan, katanya wanita itu harus sujud 3 x lebih dulu dengan menyebut namanya dan meminta maaf atas perbuatannya. Maka dia tidak akan mengganggu lagi. Aku menyanggupinya.

Lalu aku beritahukan hal itu pada wanita itu, padahal aku tidak tau kalau dulunya wanita itu suka berkata kasar pada orang lain, dan wanita itu mengakui sendiri. Mendengar apa yang kukatakan, wanita itu mengikuti persyaratan yang diajukan oleh roh tersebut. Dan akhirnya roh tersebut pergi meninggalkan wanita tersebut dan tak menganggu lagi karna telah disebrangkan oleh salah satu dewa.
Ternyata tidak hanya sampai disitu, setelah beberapa lama roh tersebut pergi. Wanita itu masih suka tidak sadar, aku bertanya pada guruku kenapa dia masih seperti itu, padahal roh yang membenci dia sudah tidak mengganggu dia lagi. Guruku berkata bahwa, roh yang menempel padanya karena dendam sudah tidak ada, tapi iman wanita itu tidak kuat sehingga dia mudah diganggu roh halus yang berada disekitarnya.

Untuk perlindungan dalam dirinya sendiri harus dilakukan dengan sering membaca doa dan mantera dan mendekatkan diri kepada tuhan menurut kepercayaannya sehingga tidak ada lagi roh-roh jahat yang berani mendekatinya. Karena tiap manusia berbeda-beda ada yang mudah dirasuki dan diganggu oleh roh jahat ada yang tidak. Manusia Yang mudah dirasuki roh jahat harus membuat perlindungan untuk dirinya.

Hindarilah berkata kasar dan tidak baik pada orang lain dan janganlah membicarakan kejelekan/kekurangan orang lain, karena apa yang kita lakukan pasti ada karmanya yang akan kita terima dikehidupan saat ini atau dikehidupan kita yang akan datang.

Petaka atau bahagia tidak akan datang dengan sendirinya, tapi semua itu berdasarkan apa yang kita perbuat. Meyakini hukum karma, menjauhi kejahatan dan memupuk kebajikan adalah hal yang bijaksana untuk masa depan kita kelak.
 
30. ROH YANG MENGIKUTI KAKAKNYA

Suatu hari aku melihat seseorang, sebut saja mila, guruku memberi petunjuk bahwa mila sedang diikuti oleh satu roh. Roh ini bisa membuat mila celaka, saat ini mila masih kecil, dan roh tersebut sedang mencari kesempatan untuk mencelakakannya, jadi guruku berpesan agar tidak membiarkan mila pergi kemana-mana seorang diri. Aku memberitahukan petunjuk guruku itu kepada orang tua mila.

Esok paginya saat aku sedang mempersiapkan anakku untuk pergi kesekolah, tiba-tiba aku mencium bau wangi bedak wanita dan tubuhku merasakan ada mahluk gaib/roh yang berada didekatku. Tapi hanya sekilas kurasakan, guruku mengatakan bahwa roh yang aku ketahui ingin mencelakakan orang datang melihatku. Aku agak kaget, bagaimana dia bisa tau padahal orang yang dia ikuti ada didaerah lain. Guruku mengatakan dunia gaib itu hanya selembar kain tipis, jika sudah masuk kedunia gaib semuanya akan tersambung dan sekejab mata bisa mengetahuinya. Seperti diriku, alam gaib sudah terbuka untukku dan selalu mendapatkan petunjuk. Begitu juga dengan mahluk gaib lainnya dan orang-orang yang telah memasuki alam gaib itu.

Merasakan roh itu telah datang kepadaku, aku memutuskan untuk berkomunikasi dengannya untuk mengetahui apa yang dia inginkan dan mengapa dia mengikuti mila. Sepulang mengantar anakku kesekolah aku memanggil roh itu untuk datang dan berkomunikasi dengannya.

Dalam komunikasi roh itu mengatakan bahwa dia mati karena bunuh diri minum racun, hal itu dia lakukan karena telah ditinggal oleh kekasihnya. Dan disaat dia diambang kematian, kakak perempuannya tidak berusaha menolongnya dan tidak segera membawanya kerumah sakit. Akhirnya dia mati mengenaskan, karena rasa kesal pada kakaknya itu, roh itu mencelakai kakaknya tersebut hingga meninggal, dengan harapan kakaknya tersebut bisa menemaninya. Tapi dugaannya salah, kakaknya itu malah direinkarnasi lagi menjadi mila dikehidupan sekarang ini. Karena itu roh tersebut mengikuti mila dan mencari peluang untuk mencelakakan mila yang dia anggap kakaknya itu agar bisa menemaninya.

Aku katakan kepada roh itu,supaya jangan menganggu mila karena dia tidak tau apa-apa, walaupun itu roh kakaknya tapi kakaknya tersebut sudah tidak mengenal dirinya. Mungkin saat dia minum racun tersebut kakaknya panik dan tidak tau harus berbuat apa sehingga tidak sengaja membiarkannya mati. Mendengar penjelasanku roh itu menangis, aku mendengar tangisannya yang begitu sedih. Dia kesepian dan tidak bisa reinkarnasi, kalau tidak mengikuti kakaknya itu kemana dia harus pergi. Begitu katanya.

Aku katakan padanya bahwa aku akan membantunya. Mendengar perkataanku itu dia agak kaget dan bertanya apakah aku bisa membantunya. Aku katakan akan mencoba dan mencari cara agar dia bisa disebrangkan dan bisa reinkarnasi kembali. Aku memintanya untuk menunggu kabar dariku dan selama menunggu kabar dariku, dia tidak boleh menggangu mila. Dia menyetujuinya.

Guruku menyuruh agar aku minta petunjuk pada salah satu dewa yang yang mengurus hal ini. Dan setelah mendapatkan petunjuk apa yang harus kulakukan aku segera memberitahu hal itu pada roh tersebut dan menyuruhnya untuk bersiap-siap. dia mengucapkan terima kasih. Aku juga bertanya kepadanya apa permintaannya, dia mengatakan bahwa dia suka tubuhnya selalu harum dan dia meminta bedak wangi padaku. Cara penyebrangan rohnya agak berbeda, karna aku menyebrangkannya bukan disaat pintu alam baka terbuka. Jadi tata cara dan ritualnya agak khusus. Akhirnya roh tersebut telah tersebrangkan, aku ucapkan terima kasih pada para dewa dan para budha karna satu roh gentayangan telah terselamatkan lagi.
 
31. AMANAT MENULIS BUKU PERTAMA

Ikatan batin yang terjalin antara aku dan guru-guruku telah terlewati dengan baik, walaupun belum sampai bertahun-tahun tapi waktu kontak batin yang baru seumur jagung telah memberikan aku banyak pengamalan. Banyak hal yang terjadi selama waktu itu, kesedihan, kebahagiaan, kemarahan, kebimbangan datang silih berganti. Cobaan dan godaan tak henti-hentinya menghalangi jalanku ini. Guru-guruku selalu memberiku kekuatan dan kesabaran yang besar kepadaku.

Apa yang kulakukan dan apa yang kuperbuat tak luput dari perhatian guru-guruku. walaupun mereka selalu memperhatikanku, tapi mereka juga bisa menjaga privasiku, mereka mengerti bahwa aku adalah orang awam yang tak luput dari hal-hal duniawi. Mereka selalu mengingatkan aku bahwa aku bukanlah orang yang meninggalkan keduniawian total sama sekali. yang terpenting berusaha menjalankan 5 sila sebaik-baiknya. yaitu, tidak mencuri, tidak berbohong, tidak berzinah, tidak bermabuk-mabukan dan tidak membunuh. Menjalankan kehidupan dengan baik dan berbuat kebajikan.

Awal mula salah satu guruku mengamanatkan agar aku menulis buku pertamaku ini, aku sempat tidak yakin karena aku tidak bisa mengarang ataupun menulis buku. saat aku masih sekolah di smp dan sma setiap kali ada tugas membuat karya tulis aku pasti tidak pernah mengumpulkan karena tidak tau cara menulisnya dan malu untuk bertanya pada guru pembimbingku disekolah. makanya diberi amanat menulis buku pertamaku ini oleh guruku itu membuat aku gemetar dan tidak percaya diri, karna aku belum lama mendapatkan kontak batin dan bimbingan dari guru-guruku itu tapi sudah diminta untuk menulis buku.

Apa sudah pantas bagiku untuk menulisnya dan apakah aku sudah diizinkan, tapi guru-guruku selalu meyakinkan aku untuk menulis buku ini, karena ini adalah buku pertamaku, jadi salah satu guruku yang memberikan judul untuk bukuku ini sekalugus membimbingku dalam penulisan sampai penerbitannya. Aku mengatakan kepada guruku bahwa tulisanku begitu berantakan dan kacau balau, kata-kata yang kutulis begitu polos dan membingungkan. Tapi guruku berkata.
“ desi, jika buku pertamamu ini telah tersusun dengan bagus dengan memakai kata-kata yang yang telah oleh dengan baik, itu namanya bukan buku pertama. Buku pertamamu tentu saja akan tertulis dengan kepolosan dan apa adanya. Jadi kau tidak usah kuatir, tulislah semua pengalamanmu apa adanya.”
Mendengar nasehat guruku itu aku menjadi bersemangat menulis bukuku ini. Aku diamanatkan untuk membuat tulisan dengan 50 bahan cerita, pada saat tulisanku telah mendapatkan 23 cerita, aku mendapatkan cobaan. Aku mengalami panas dalam yang tidak pernah kurasakan sebelumnya sama sekali. selama 5 hari aku menahan sakit dan tidak bisa tidur. Tidak bisa bersadhana, membaca mantera dan meneruskan bukuku yang baru 23 cerita itu. rasanya aku tidak tahan dengan rasa sakit ini. Aku memohon pertolongan guruku agar bisa menyembuhkan sakitku ini, tapi guruku mengatakan bahwa aku sedang mendapat ujian dalam penulisan bukuku ini, guru sejatiku tidak boleh melanggar hukum langit dengan menolongku, aku harus melewati cobaan itu sendiri tanpa pertolongan darinya. karena jika aku bisa melewati cobaan itu maka aku akan naik tingkat lagi. Begitu petunjuk yang diberikan oleh guru sejatiku.

Tapi aku begitu menderita selama 5 hari itu, segala macam obat telah aku minum, dari obat demam, sakit gigi, sakit kepala, panas dalam, radang dan antibiotic. Tapi sakitnya tidak hilang-hilang malah kian hari bertambah sakit saja. Tapi aku tetap tidak pergi memeriksakan diriku ke dokter dan tetap menulis buku dan memaksakan diriku untuk bersadhana dan membaca mantera. Sampai tulisan ku telah mendapatkan 31 cerita, sakitku mulai membaik, karena secara tiba-tiba saja suami ku menemukan ramuan/jamu yang berhasiat mengobati sakitku itu. Setelah minum ramuan itu beberapa kali aku mulai membaik.

Dari pengalamanku ini, aku menyadari bahwa menulis buku untuk dapat membuka hati umat manusia itu tidak mudah, banyak cobaan dan godaan yang menghalangi. Jika hati tidak kuat menahan cobaan dan godaan itu, mungkin akan mengurungkan niat menulis. Aku bersyukur atas perlindungan dan pertolongan guru-guruku secara langsung maupun tidak kepadaku. Atas segala berkat yang telah diberikan kepadaku, aku menahan segala penderitaanku itu demi menjalankan amanat tersebut.
 
32. SILUMAN ULAR DAN SILUMAN BURUNG

Aku pernah mencoba membantu seseorang yang suaminya terkena guna-guna, suaminya itu selalu mengalami halusinasi, merasakan bahwa istrinya berselingkuh dengan pria lain, padahal istrinya itu tidak melakukan apa-apa. Kadang suaminya tersebut entah kenapa ingin memukul istrinya tersebut, saat dia sadar dia tidak tahu mengapa dia sampai seperti itu. istrinya itu tidak tahan dengan sikap suaminya tersebut, karena telah jauh berbeda dengan yang sikapnya yang dulu.

Akhirnya melalui salah seorang temanku, dia datang meminta bantuanku. Aku mencoba membantunya dan meminta petunjuk guruku mengenai masalahnya itu. setelah mendapatkan petunjuk, aku segera memberitahukan orang tersebut. Ternyata lagi-lagi karena dendam dan kebencian, ada 2 orang yang telah mengirimi suaminya guna-guna sehingga membuat suaminya itu berubah. Dengan tujuan agar rumah tangga mereka hancur berantakan. Ternyata kedua pengirim guna-guna itu adalah wanita. Aku tidak bisa menceritakan terlalu jelas mengenai motif guna-guna itu pada istrinya tersebut, untuk menghindari timbulnya masalah baru dalam rumah tangga mereka. Biar hanya aku yang tau, karena aku merasa itu lebih aman.

Setelah aku memberitahukan apa yang harus dilakukannya untuk melepaskan guna-guna tersebut pada suaminya. Dia langsung menjalankan petunjuk yang kuberikan dengan segera. Setelah 2 hari telah lewat, saat sedang sibuk dengan pekerjaanku, aku merasa aneh pada tubuhku, merasa dingin dan mual. Pertanda sesuatu tidak baik, aku memutuskan untuk bermeditasi. Setelah beberapa lama aku masuk meditasi, tiba-tiba saja aku melihat seekor ular yang tidak begitu panjang dan agak gemuk bergerak-gerak dan berdiri didepanku, aku mendiamkannya beberapa saat sampai tersambungnya komunikasi diantara kami,lalu aku mendengar ular itu berkata.
“siapa kau berani-beraninya membuat aku keluar dari tubuh orang yang aku ikuti”
“maaf aku bukan siapa-siapa, aku tidak bermaksud menganggu.”
“ kenapa kau membuat aku tidak bisa menjalankan tugas yang diberikan oleh majikanku. Cepat kau lepaskan semua, agar aku bisa masuk kembali ketubuhnya.”
“ mohon kau jangan menganggu dia lagi, dia sudah cukup menderita”
“ tidak bisa, aku harus menjalankan tugas sampai tuntas.”
“ maaf, aku tidak bisa melakukannya.”
“ jika kau tidak mau melakukannya maka aku akan menyerangmu.”
Ular itu menghampiriku dan melilitkan tubuhnya padaku aku merasakan lilitannya semakin kuat, melihat hal ini aku tidak tinggal diam, segera mengeluarkan jurus yang diajarkan oleh salah satu guruku untuk melawannya, ular itu tidak tahan dan melepaskan lilitannya dan menjauh, tapi dia tidak puas dan masih berusaha untuk menggigitku, aku segera mengeluarkan jurus tertinggi yang diajarkan oleh salah satu guruku yang lain, ular itu terpental jauh dan lari. Aku telah selamat dari serangannya berkat ilmu yang diberikan oleh guru-guruku.

Tapi tidak berhenti disitu, keesokan harinya aku kembali merasakan getaran yang sama. Dalam meditasiku aku melihat seekor burung terbang kearahku. Ternyata dia salah satu kiriman guna-guna pada orang yang aku bantu lepaskan, tapi burung ini tidak seperti siluman ular tadi. Dia lebih terlihat bijaksana dan tidak pemarah, dia bisa menerima perkataanku. Dan rela pergi dengan baik-baik. Dia diberi tugas oleh majikannya untuk membuat orang yang dia tuju mengalami penderitaan, majikannya mendapatkan dia dari sebuah gunung. Aku agak lega karena Menghadapi siluman burung ini lebih mudah tanpa serangan darinya, hanya cukup bernegosiasi saja dia sudah mengerti.
 
33. BERTEMU DENGAN DEWA-DEWA CILIK

Sejak aku mendapat bimbingan dari dewa yang menangani ilmu hitam dan ilmu gaib, aku menjadi dekat dengan alam gaib.
Suatu kali aku dan suamiku diajak makan oleh saudara kami di sebuah rumah makan, saat aku masuk kerumah makan itu aku belum merasakan apa-apa, tapi setelah aku duduk beberapa lama disalah satu meja, aku mulai merasakan suasana yang aneh. Aku seperti merasa berada didunia yang lain, walaupun aku sedang duduk bersama keluargaku.

Lalu aku pergi ke kamar mandi rumah makan itu, karena aku merasa agak aneh, aku memejamkan mata dan mencoba merasakan dan melihat suasana rumah makan itu dengan mata batinku, ternyata saat aku sedang meneliti tempat itu, aku melihat ada beberapa anak kecil dengan lincahnya berlari kesana kemari. Aku pikir apakah rumah makan itu memelihara tuyul? Dan kulihat yang makan ditempat itu lumayan banyak, tapi orang-orang yang makan disitu hanya berkumpul di satu sisi saja, karena sisi tempat duduk yang lainnya kadang diduduki oleh anak-anak kecil itu. Dengan perasaan bingung aku kembali kemeja dan masih tetap merasakan sesuatu yang lain, kadang aku merasa seperti ada seseorang berada disampingku. Dan dalam kebingunganku itu, guruku memberi tahu bahwa anak-anak kecil itu adalah dewa-dewa cilik yang berada didunia mengumpulkan jasa pahala mereka agar mereka bisa naik kenirwana dengan membantu manusia.

Saat aku dan keluargaku selesai makan, kami segera keluar dari rumah makan tersebut. Dan saat aku keluar dan naik kemobil, aku merasa punggungku tertekan seperti ada yang naik kepunggungku. Mendadak saja telapak tanganku terasa dingin tapi berkeringat. Apa yang sedang terjadi padaku? Sesampainya aku dirumah saudaraku, perasaanku semakin aneh saja, aku bertanya pada guruku. Guruku mengatakan bahwa salah satu dari dewa cilik yang ada dirumah makan tadi telah menempel padamu. Aku kaget, kog bisa begitu dan untuk apa dia mengikutiku. apa yang harus aku lakukan, apakah dia akan mengangguku? Guruku bilang pertemuanku dengan dewa cilik itu karena jodoh, aku berjodoh dengannya. Dia akan bisa membantuku dalam menjalankan misiku dan dia bukan mahluk yang jahat. Mendengar petunjuk guruku aku agak lega.

Dewa cilik itu selalu mengikutiku. sesampainya aku dirumah, aku segera berkomunikasi dengannya. Dia memanggilku dengan sebutan nyonya dan dia memberitahukan aku siapa namanya. Lucu sekali, dan katanya jika ada hal yang butuh bantuannya supaya jangan sungkan untuk memberitahukannya.
Dewa cilik itu bisa membuat tubuhnya menjadi kecil, dan dia suka sekali duduk dihidungku, jika dia sedang duduk di situ aku pasti merasa tertekan pada hidungku ini.
Ternyata tidak hanya sampai disitu, teman-teman dewa cilik itu juga ingin membantuku, dan mereka meminta izin apakah diperbolehkan. Aku bertanya pada guruku mengenai permohonan dewa-dewa cilik itu, guruku mengizinkannya. Dan akhirnya beberapa dewa cilik ikut bersamaku.

Suatu kali ada 1 dewa cilik yang tidak betah tinggal dengan tuannya, karena tuannya itu telah melakukan sesuatu yang tidak baik, sehingga dia memutuskan untuk pergi meninggalkan tuannya, mungkin jodoh dengan tuannya itu telah habis. Dan yang tidak habis pikir, dewa cilik itu juga ingin ikut bersamaku. Wah … semakin ramai saja. Tapi dewa-dewa cilik itu tidak sembarangan bermain dan dia selalu meminta izin kepadaku terlebih dulu jika ada yang ingin mereka lakukan dan setiap aku membutuhkan bantuan mereka akan selalu datang membantuku. Mereka selalu membantuku dalam menjalankan tugas-tugasku.
 
34. MENJALANKAN SADHANA

Sejak aku berjodoh dengan seorang budha hidup yang menjadi guruku, aku selalu menjadikan guruku itu pemacu semangatku dalam menjalankan dharma, melakukan ritual penyebrangan roh, pelimpahan jasa dan bersadhana kepada para budha dan para dewa. aku begitu mengagumi guruku itu, karena dalam kehidupan ini dia telah memiliki murid yang jutaan jumlahnya. Alirannya tersebar di segala tempat. Dulu saat aku pertama kali membaca buku yang ditulis, aku tidak mengerti dan tidak memahami, mungkin karena pada saat itu aku belum terbuka dan roh ku belum terbangunkan, sehingga bukunya itu hanya kuanggap buku biasa saja. Tapi jodoh memang berkata lain, walaupun aku tidak ingat lagi tentang buku tulisannya yang kubaca itu, seperti ada dorongan yang kuat membuat aku kembali mencari buku-bukunya tersebut dan kembali menyimaknya.

Guruku itu berpesan agar mempelajari buku-bukunya tersebut, karena ada banyak sekali hal-hal dalam buku itu yang bisa bermanfaat untukku dalam menjalankan misiku saat ini. Memang aku akui setelah aku terbuka, aku lebih memahami semua yang guruku itu alami, apa yang dia alami dalam kehidupan ini, juga pernah kualami. Roh kami sama-sama terbangunkan dengan sendirinya. Awalnya aku tidak begitu yakin dengan apa yang aku alami, sepertinya tidak masuk akal. Guru sejatiku berkata, semakin aku pikirkan apa yang kualami ini semakin tidak masuk akal. Karena pada awalnya aku adalah seorang awam yang menjalani hidup seperti orang awam pada umumnya, lebih banyak menghabiskan waktu untuk kepentingan diri sendiri, jarang berpuja bakti dan mendekatkan diri pada para dewa.

Tapi saat ini, aku telah merubah kebiasaanku dengan menjalani kehidupan duniawi seimbang dengan rohaniku sehingga menjalani kehidupan di dunia yang penuh dengan penderitaan ini aku menjadi lebih tenang. Aku juga melakukan sadhana setiap hari, membaca mantera dan bermeditasi disela-sela pekerjaanku, bimbingan dari guru-guruku juga masih kujalani setiap hari, aku sudah tidak banyak mengeluh lagi seperti pada awalnya aku diberi bimbingan. Aku sudah lebih mengerti keterbatasan para dewa dalam menolong umat manusia sehingga semakin hari aku semakin sabar dalam menghadapi masalah dalam hidupku.

Mungkin jika aku yang dulu, banyak sekali keinginan dan harapan yang mau kucapai untuk kepentinganku dan khayalan-khayalan bisa memiliki sesuatu yang berharga dan bisa menyenangkan hatiku selalu berusaha kukejar. Tapi, aku tidak lagi seperti yang dulu. tidak ada lagi ambisi untuk memenuhi kebutuhanku sendiri, aku lebih memilih apa adanya, tidak ingin bersaing dan tidak ingin merasa lebih dari orang lain.

Tujuanku saat ini adalah menjalankan bhavanaku dengan baik, bersadhana pada para budha dan dewa dan menjalankan misi yang telah diberikan kepadaku. Sadhana-sadhana yang kulakukan setiap hari bisa mendatangkan kontak batin langsung pada budha dan dewa yang ku sadhanakan. Dari menjalankan sadhanaku itu aku bisa mendapatkan petunjuk dan bimbingan yang baik dan bermanfaat.

Aku katakan bahwa sadhana amat penting, para budha dan dewa turun untuk memberkati sadhana yang aku lakukan. Aku baru benar-benar menyadari hal ini ketika suatu kali aku menjalankan sadhana dialtar rumahku, saat sedang bershadana pada satu budha aku terpaksa menghentikan sadhanaku itu, karena harus mengurus karyawanku yang baru kembali mengirim barang. aku langsung ditegur oleh salah satu guruku, bahwa tidak boleh menghentikan shadana di tengah jalan, tidak baik. Karena saat aku bersadhana itu para budha dan para dewa turun untuk memberkatinya, tidak sopan jika harus membuat mereka menunggu. Para dewa mungkin tidak marah atas kesalahanku, tapi menjalankan sadhana haruslah sempurna agar apa yang kita mohonkan dikabulkan oleh para budha dan dewa. sejak itu aku selalu berusaha menjalankan sadhana dengan sempurna.
 
35. SEMPAT INGIN MENYERAH

Saat aku baru menjalani bimbingan kurang lebih 5 bulan, aku sempat berfikir ingin menyerah dan tidak mau lagi meneruskan semua ini. Pikiranku sempat kacau saat itu dan ingin berontak. Karena aku tidak tahan dengan tekanan-tekanan yang kurasakan. Pada awalnya menolong orang amat membuat aku susah dan menderita rasanya jika ada orang yang bertanya dan meminta solusi untuk masalahnya aku mulai timbul rasa takut. Aku merasa lelah dan tidak kuat menjalaninya saat itu.

Padahal guruku sudah mengatakan kepadaku, bahwa apapun masalah orang yang bertanya kepadaku, aku pasti akan mendapatkan petunjuk dari guruku itu, apa yang kudengar dari guruku itulah yang harus disampaikan, tidak boleh ditambah apalagi dikurangi. Tapi aku tetap takut waktu itu, aku takut petunjuk yang guruku katakan tidak sesuai dengan kenyataannya.

Rasa takut berbuat kesalahan itu yang membuat aku tertekan. Dan berusaha menghindar dari pertanyaan orang tentang masalah mereka. Padahal misi telah diberikan oleh guruku, rohku telah terbangunkan, dan mata ketigaku telah terbuka. Tapi aku tidak menjalankan misiku dengan baik malah berusaha menghindar dari misiku itu.

Rasa tertekan itu demikian berat kurasakan, sampai sering membuat aku menangis. Dan sempat berfikir jika seandainya aku tetap menjadi orang awam mungkin aku tidak akan tertekan seperti ini. Dan ingin rasanya memberikan kelebihan-kelebihan yang kudapatkan ini kepada orang lain saja, agar aku bisa tenang.

Aku ini memang orang bodoh dan polos, mendapatkan kekuatan dari para dewa malah tidak menginginkanya. Semakin berusaha menghindar, malah dewa semakin dekat.
Guruku memberi nasehat kepadaku.
“ kau berjodoh dengan para dewa, kelebihan yang kau miliki datangnya tanpa keinginan dalam dirimu, semakin engkau tidak menginginkannya, kelebihan itu akan semakin bertambah dalam dirimu. Tidak semua orang bisa mendapatkan berkah sepertimu, semua itu karena jodoh di kehidupanmu yang lalu. Mengapa engkau tidak menghargainya?.”
Aku katakan bahwa aku tidak siap menjalani ini dan merasa tertekan.
“ menolong orang jangan dijadikan beban. Jalanilah kehidupanmu dengan tenang dan ikutilah setiap petunjuk para dewa. maka kau tidak akan salah jalan. ”

Mendengar nasehat guruku itu, aku kembali meyakinkan diriku dan mengumpulkan kekuatan dalam diriku untuk menghadapi segala hal yang akan terjadi pada diriku. Awalnya terasa berat dan tidak terbiasa menghadapi kasus-kasus orang yang datang padaku. Tapi sekarang aku sudah lebih tenang dan bisa menghadapinya dengan lebih jernih, karena aku yakin dan percaya bahwa guru-guruku, para budha dan dewa selalu memberikan petunjuk kepadaku sehingga aku taHu apa yang harus aku lakukan. Dan aku tidak berniat untuk mundur lagi, saat ini aku sudah setengah jalan, aku tidak mau mengecewakan guru-guruku yang telah membimbing aku dengan sabar selama ini.

Semoga saja apa yang aku lakukan dalam menjalankan misiku ini, aku bisa memberikan kebahagiaan untuk orang banyak dan bisa melepaskan mereka dari kesulitan hidup didunia ini.
 
36. HATI-HATI DENGAN GUNA-GUNA

Selama aku menjalani kehidupanku sekarang ini, membantu orang menghadapi kasus yang mereka alami, sebagian besar permasalahan yang mereka hadapi selain karna karma juga akibat guna-guna atau ilmu hitam yang dikirim seseorang.

Guna-guna yang mereka terima biasanya dikarenakan rasa benci dan dendam seseorang. Biasanya karena kesalahan orang yang diguna-guna tersebut atau rasa sakit hati pengirim guna-guna itu. karena manusia hidup didunia ini selalu bersosialisasi, kadang tanpa sengaja menyakiti hati orang lain, namun kadang juga tanpa rasa bersalah karena memang sudah sifat dalam dirinya suka menyakiti orang lain.

Manusia awam banyak yang tidak menyadari kalau dirinya terkena guna-guna, karena dalam dirinya tidak ada perlindungan dewa. ada guna-guna yang tidak besar kekuatannya tapi ada juga guna-guna yang kuat yang bisa merengut nyawa orang yang diguna-gunai itu. menjadi manusia itu sesungguhnya serba salah. Berusaha berbuat baik pasti ada saja yang iri dan tidak suka, berbuat jahat malah lebih parah lagi. Hidup bersosialisasi dan bergaul dengan teman juga tidak menyadari telah diguna-gunai oleh teman sendiri.

Hati manusia memang tidak bisa diduga, diluar terlihat baik dan bersahabat, Tapi didalam punya rencana yang jahat. kita tidak bisa menduga apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Karena itu, untuk menghindari hal-hal yang yang tidak diinginkan, ada baiknya kita lebih mendekatkan diri kepada para dewa, jangan disaat kita telah mengalami sakit dulu atau setelah kita terkena guna-guna itu baru kita datang kepada para dewa untuk memohon pertolonganNYA. Seharusnya sebelum hal itu terjadi, dekatkanlah diri kita selalu kepada para dewa, agar para dewa selalu melindungi kita dari hal-hal yang tidak baik yang akan mencelakakan kita dimanapun kita berada.

Guna-guna itu sesungguhnya baru akan mengenai diri kita jika kita tidak ada perlindungan dalam diri kita dan tidak ada dewa yang menahannya karena kita jauh dengan para dewa. Apalagi jika hidup kita penuh dengan kesalahan dan dosa, jika ada orang yang membenci kita dan mengirimi kita guna-guna, maka dalam sekejap mata akan dengan mudah terkena guna-guna itu. selain mendekatkan diri kepada para dewa, kita juga harus menjaga sikap dan tingkah laku kita terhadap orang lain, selalu berbuat kebaikan dan mengindari dari perbuatan jahat. sehingga kita terhindar dari niat seseorang untuk mengirimkan kita guna-guna dan ilmu hitam.

Berhati-hatilah dengan guna-guna, karena kita tidak menyadari seberapa besar kekuatannya. Bidang kedokteran tak bisa mendeteksi guna-guna, jadi jika ada seseorang yang mendadak sakit ataupun mendadak meninggal, hal itu terlihat begitu wajar. Karena gaib itu tidak terlihat hanya bisa dirasakan, tapi kita tidak tau apa yang terjadi dan kenapa bisa terjadi pada kita.

Dalam menjalani kehidupan didunia ini, kita tidak boleh meremehkan sesuatu hal yang kita anggap tidak penting. Sehingga kita tidak mawas diri dan berhati-hati dalam berhubungan dengan sesama. Saling menghargai dan saling mengerti kesulitan dan penderitaan orang lain, akan membuat hidup kita lebih bermakna. Haruslah kita menjaga sikap dan tingkah laku kita dengan baik, agar tidak ada dendam ataupun kebencian orang lain terhadap kita.
 
37. PERGI KETEMPAT-TEMPAT KERAMAT

Beberapa kali aku diberi tugas oleh guruku untuk pergi ketempat-tempat keramat, seperti gua, gunung, telaga dll.

Mendapatkan tugas itu aku sempat bertanya-tanya. Untuk apa aku pergi kesana, karena berdasarkan yang aku dengar, tempat-tempat seperti itu biasanya didatangi orang untuk mendapatkan kekuatan/ilmu dan juga mencari kekayaan/pesugihan. Dan sepertinya bukan tempat-tempat yang baik menurutku. jika aku pergi ketempat seperti itu apa tidak ada gangguannya, dan orang-orang akan menganggap aku tidak benar.

Guruku mengatakan;
“ desi … aku menyuruhmu untuk pergi ketempat seperti itu bukan untuk mencari ilmu ataupun mencari kekayaan, tapi agar kau bisa menyerap energy dari tempat itu untuk mendekatkan dirimu dengan alam gaib. Sesungguhnya tempat-tempat seperti itu energynya sangat kuat, hanya saja banyak orang karena ketamakan dan ambisinya untuk mendapatkan kekuatan dan harta menyalah gunakan tempat itu. aku tidak menuntunmu untuk menjalani ritual ditempat itu, atau memohon pada penunggu-penunggu tempat itu. tapi untuk menambah kekuatanmu dalam dunia gaib dan juga agar kau bisa menerima semua bimbingan dari para dewa. karena untuk berhubungan dengan para dewa, rohmu harus masuk kealam gaib, baru bisa menerima setiap bimbingan.”

Petunjuk guruku itu, membuat semua pikiran-pikiran jelekku hilang. Dan aku tidak perduli lagi pada perkataan orang dan tidak takut jika ada hal terjadi saat aku pergi ketempat-tempat itu, guruku pasti menjaga dan melindungi aku. Akhirnya aku dan suamiku pergi menjalankan tugas

Benar saja sampai di suatu gunung yang ditunjuk, aku dan suamiku dipandu oleh orang yang berasal dari daerah itu, kami diajaknya berkeliling dan sempat diajak ke makam keramat, dan biasanya orang-orang yang datang kesana akan menjalankan ritual ditempat itu dan memohon sesuatu. Aku dan suamiku disuruh untuk menjalankan ritual agar usaha lancar dll, Tapi berdasarkan petunjuk guruku aku tidak diperbolehkan menjalaninya. Aku ketempat itu hanya untuk bertemu dengan para dewa disana dan bermeditasi dialam terbuka. itu saja. Jadi kami menolak ajakan pemandu tersebut dengan baik-baik.

Kadang ketempat seperti itu, banyak orang yang memanfaatkan kesempatan. Memasang harga yang mahal untuk perlengkapan sembahyang, malah kadang kami dipandu untuk sedikit-sedikit memasukkan uang kami disuatu tempat. Mereka memanfaatkan kesempatan bagi pendatang yang ingin bersembahyang disana. Saat kami bersembahyang ada orang yang memberikan kami dupa, kami mengira dupa tersebut kami bayar dengan sukarela, ternyata malah kami harus membayar dupa tersebut dengan harga yang telah ditentukan oleh mereka dan ternyata sangat mahal. Pengalaman sekali dimanfaatkan, kami tidak lagi menerima jika ada yang memberi kami dupa. Kami lebih memilih untuk beranjali dan bernamaskara saja dihadapan para dewa. Para dewa pasti mengerti dan mengetahui semua ini, terlebih lagi mereka tidak mengharuskan aku untuk mempersembahkan dupa kepada mereka.

Sesungguhnya tempat-tempat keramat itu memang punya kekuatan gaib yang besar, asalkan manusia mempergunakan kekuatan yang didapat dari tempat tersebut untuk menjalankan dharma, mungkin akan sangat baik. Tapi kebanyakan manusia pergi ketempat itu untuk tujuan tertentu, menjadi sesat dan mempergunakan kekuatannya untuk mencelakai orang lain atau untuk mencari keuntungan materi semata.

Kebanyakan orang mengasumsikan tempat-tempat keramat itu tempat yang tidak baik, sebenarnya bukan tempatnya yang tidak baik, tapi orang yang datang kesanalah yang tidak mempunyai niat yang baik dan luhur.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.