m3tt4
IndoForum Beginner E
- No. Urut
- 103936
- Sejak
- 31 Agt 2010
- Pesan
- 431
- Nilai reaksi
- 10
- Poin
- 18
38. DI BIMBING DEWA PENGOBATAN
Aku punya pengalaman yang unik dengan guruku dewa pengobatan, dia mempunyai ciri khas yang jauh berbeda dengan guru-guruku yang lain. Dia tidak mempunyai jadwal dalam membimbingku, tidak seperti guru-guruku yang lain. Tapi dia selalu datang membimbingku secara spontan dan mendadak jika ada sesuatu yang akan terjadi padaku atau saat aku sedang menghadapi kasus yang membutuhkan pertolongannya. Aku saja sampai bingung, karena tidak tau kapan dia akan datang membimbingku, tidak ada jadwal yang pasti. Aku hanya bisa merasakan perubahan pada tubuhku jika dia mau datang membimbing.
Guru sejatiku mengatakan bahwa, dewa pengobatan ini walaupun sikapnya seperti itu, tapi dia punya kekuatan yang besar. Aku bisa mendapatkan pelajaran berharga darinya. Tapi aku agak sulit mengikuti kebiasaannya ini. Karena kadang 1 hari dia bisa 2 kali datang membimbing, kadang 2 hari tidak datang membimbing. Tapi aku akui bahwa bimbingannya memang tidak sembarangan dan punya kekuatan yang besar seperti yang dikatakan guru sejatiku. Dia mengajarkan aku membuat hu, mantra dan kata-kata. Dia berpesan kepadaku, bahwa kekuatan dalam diri itu tidak perlu diperlihatkan. Bersikap apa adanya saja dan jangan meninggikan diri.
Tentu saja aku selalu ingat kata-katanya itu, maknanya amat dalam dan mengajarkan kepadaku agar selalu rendah hati. Karakter guruku ini memang amat berbeda, dia selalu datang menemuiku dengan ceria dan bergembira. Dengan santainya berjalan dan melompat, seperti tidak ada beban dalam hatinya. Aku kadang berfikir ingin sepertinya, bisa selalu ceria dan bahagia. Tidak ada beban, menjalani semua masalah dengan enteng saja.
Saat pertama kali dia datang membimbing, aku tidak mengerti apa yang kurasakan, wajah dan bibir terasa tebal dan aku merasa agak sedikit pusing dan melayang. Saat aku sedang bingung, guru sejatiku memberitahu bahwa dewa pengobatan mau datang membimbing. Aku baru sadar dan langsung masuk kedalam meditasi untuk menerima bimbingannya. Kadang aku memang agak sedikit sulit membedakan perubahan dalam tubuhku ini, kedatangan dewa, panggilan guru sejatiku dan getaran mahluk gaib kadang tidak bisa kubedakan, hanya saja ada bagian tubuh tertentu yang membedakannya. Aku sudah mempelajari semua itu, agar aku bisa dengan segera mengetahui tanda-tandanya dan bisa bergerak dengan lebih cepat.
Dewa pengobatan ini telah menjadi budha, dia bisa mencapai pencerahaan walaupun masih minum arak. Hanya saja dia tidak menganggap arak itu adalah arak, tapi dia menganggap arak itu adalah air . sehingga tidak membuatnya mabuk dan membuatnya lupa diri. Dia bisa mengendalikan dirinya walapun dia minum arak.
Kita sebagai manusia apakah bisa seperti dewa pengobatan ini? Kebanyakan manusia tengelam dalam kemabukan minuman keras, tidak bisa mengendalikan diri dan terjerumus semakin dalam. Menjadi tergantung terhadap minuman beralhokol dan tidak bisa melepaskan diri dari semua itu. sungguh disayangkan. Sesungguhnya bukan minuman beralkoholnya yang dilarang untuk diminum, tapi akibat dari mabuk minum alhokol itulah yang tidak dibenarkan. Tidak sadarkan diri dan mempermalukan diri sendiri.
Aku punya pengalaman yang unik dengan guruku dewa pengobatan, dia mempunyai ciri khas yang jauh berbeda dengan guru-guruku yang lain. Dia tidak mempunyai jadwal dalam membimbingku, tidak seperti guru-guruku yang lain. Tapi dia selalu datang membimbingku secara spontan dan mendadak jika ada sesuatu yang akan terjadi padaku atau saat aku sedang menghadapi kasus yang membutuhkan pertolongannya. Aku saja sampai bingung, karena tidak tau kapan dia akan datang membimbingku, tidak ada jadwal yang pasti. Aku hanya bisa merasakan perubahan pada tubuhku jika dia mau datang membimbing.
Guru sejatiku mengatakan bahwa, dewa pengobatan ini walaupun sikapnya seperti itu, tapi dia punya kekuatan yang besar. Aku bisa mendapatkan pelajaran berharga darinya. Tapi aku agak sulit mengikuti kebiasaannya ini. Karena kadang 1 hari dia bisa 2 kali datang membimbing, kadang 2 hari tidak datang membimbing. Tapi aku akui bahwa bimbingannya memang tidak sembarangan dan punya kekuatan yang besar seperti yang dikatakan guru sejatiku. Dia mengajarkan aku membuat hu, mantra dan kata-kata. Dia berpesan kepadaku, bahwa kekuatan dalam diri itu tidak perlu diperlihatkan. Bersikap apa adanya saja dan jangan meninggikan diri.
Tentu saja aku selalu ingat kata-katanya itu, maknanya amat dalam dan mengajarkan kepadaku agar selalu rendah hati. Karakter guruku ini memang amat berbeda, dia selalu datang menemuiku dengan ceria dan bergembira. Dengan santainya berjalan dan melompat, seperti tidak ada beban dalam hatinya. Aku kadang berfikir ingin sepertinya, bisa selalu ceria dan bahagia. Tidak ada beban, menjalani semua masalah dengan enteng saja.
Saat pertama kali dia datang membimbing, aku tidak mengerti apa yang kurasakan, wajah dan bibir terasa tebal dan aku merasa agak sedikit pusing dan melayang. Saat aku sedang bingung, guru sejatiku memberitahu bahwa dewa pengobatan mau datang membimbing. Aku baru sadar dan langsung masuk kedalam meditasi untuk menerima bimbingannya. Kadang aku memang agak sedikit sulit membedakan perubahan dalam tubuhku ini, kedatangan dewa, panggilan guru sejatiku dan getaran mahluk gaib kadang tidak bisa kubedakan, hanya saja ada bagian tubuh tertentu yang membedakannya. Aku sudah mempelajari semua itu, agar aku bisa dengan segera mengetahui tanda-tandanya dan bisa bergerak dengan lebih cepat.
Dewa pengobatan ini telah menjadi budha, dia bisa mencapai pencerahaan walaupun masih minum arak. Hanya saja dia tidak menganggap arak itu adalah arak, tapi dia menganggap arak itu adalah air . sehingga tidak membuatnya mabuk dan membuatnya lupa diri. Dia bisa mengendalikan dirinya walapun dia minum arak.
Kita sebagai manusia apakah bisa seperti dewa pengobatan ini? Kebanyakan manusia tengelam dalam kemabukan minuman keras, tidak bisa mengendalikan diri dan terjerumus semakin dalam. Menjadi tergantung terhadap minuman beralhokol dan tidak bisa melepaskan diri dari semua itu. sungguh disayangkan. Sesungguhnya bukan minuman beralkoholnya yang dilarang untuk diminum, tapi akibat dari mabuk minum alhokol itulah yang tidak dibenarkan. Tidak sadarkan diri dan mempermalukan diri sendiri.