• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

International News Today

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Alexis
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
5 April 2012

Harga Emas Terpukul Krisis Eropa

T8qOnpe0V4.jpg

Harga emas jatuh akibat kekhawatiran krisis utang Eropa kembali muncul. Bahkan, harga logam mulia ini sempat turun hingga lebih dari USD57 dolar.

Seperti dikutip dari Associated Press (AP), Kamis (5/4/2012), harga emas turun hingga USD57,9 atau 3,5 persen menjadi USD1.614,1.

Sebuah lelang surat utang pemerintah di Spanyol yang mengecewakan mengisyaratkan bahwa kepercayaan investor dalam keuangan negara itu melemah. Spanyol mengumumkan kenaikan pajak dan pemotongan anggaran pekan lalu, yang dapat melukai ekonomi lebih lanjut.

Imbal hasil obligasi di Spanyol langsung meroket, sangat mahal untuk negara yang tengah berusaha mengumpulkan uang. Indeks saham acuan Jerman jatuh 2,8 persen, indeks Prancis turun 2,7 persen di Prancis dan indeks Inggris turun 2,3 persen.

Sementara nilai tukar euro juga turun menjadi USD1,3106 per euro. Ini adalah posisi terendah sejak pertengahan Februari lalu. Sementara harga perak turun hingga enam persen, dan tembaga anjlok tiga persen.

Sementara seperti dikutip dari Reuters, harga emas mulai kembali naik tipis 0,2 persen pagi ini menjadi USD1.621,89. Dia menyebut harga emas pada periode sebelumnya menyentuh level terendahnya dalam tiga bulan, yakni USD1.611,8 per ounce.

 
Program Penghematan Sukses, Portugal Dapat Pinjaman Rp 62 Triliun dari IMF

unieropa.jpg

International Monetary Fund (IMF) telah menyetujui kredit pinjaman senilai 5,17 miliar euro (Rp 62 triliun) untuk Portugal setelah melihat kemajuan program ekonomi negara tersebut.

Dalam pernyataan tertulisnya, IMF mengatakan uang ini bisa cair setelah jajaran eksekutif IMF meninjau ada perubahan dalam program pinjaman tiga tahun senilai 27,6 miliar euro yang diberikan ke Portugal pada Mei 2011.

"Kemajuan baik berhasil dicapai dengan penerapan kebijakan-kebijakan program yang sedang berlangsung dan tanda-tanda awal mengindikasikan perlunya penyesuaian ekonomi,” kata Nemat Shafik, Managing Director dan Acting Board Chair IMF, seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, Kamis (5/4/2012).

Nemat menambahkan, di tengah lingkungan eksternal dan internal sulit, implementasi program yang kuat amat penting untuk memastikan kesuksesan program, membangun ulang kepercayaan diri pasar dan mengembalikan pertumbuhan.

Termasuk pencairan terakhir, IMF sudah mengucurkan danang sebesar 18,56 miliar euro (Rp 222,72 triliun) untuk Portugal yang tahun lalu bergabung dengan Yunani dan Irlandia dalam program bailout Uni Eropa-IMF.

Portugal menerima paket UE-IMF jangka tiga tahun bernilai sekitar 78 miliar euro sebagai imbalan komitmen untuk reformasi ekonomi negara dan pemberlakuan langkah-langkah penghematan.

 
Spanyol Kirim Bursa AS ke Zona Merah

0950383620X310.jpg

Sebuah lelang obligasi Spanyol yang mengerikan dan keengganan Federal Reserve untuk meluncurkan putaran baru stimulus AS, mengirim harga saham di Wall Street ke zona merah pada Rabu (4/4/2012) waktu setempat (Kamis pagi WIB).

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,9 persen pada penutupan perdagangan. Indeks komposit teknologi Nasdaq turun 45,48 poin atau 1,46 persen, menjadi 3.068,09 poin. Sedangkan indeks S&P 500 menyusut 14,41 poin (1,02 persen) menjadi 1.398,97.

"Kelemahan itu terjadi di tengah berlanjutnya kekhawatiran di Eropa dan risalah pertemuan Federal Reserve kemarin mengurangi harapan stimulus ekonomi lebih lanjut," kata analis Charles Schwab & Co.

Sebelum sesi perdagangan AS, Spanyol menghimpun hampir 2,6 miliar euro (3,4 miliar dollar AS) dalam lelang, namun terpaksa membayar suku bunga lebih tinggi di tengah kekhawatiran baru atas ketegangan keuangan publik meskipun anggaran sulit.

Hal tersebut membuat saham unggulan Dow jatuh 124,72 poin menjadi 13.074,83, dengan sektor bunk memimpin penurunan harga. bunk of America turun 2,6 persen dan JPMorgan Chase merosot 2,1 persen.

General Electric juga melemah tajam setelah Moody’s menurunkan peringkat kredit perusahaan. Meskipun konglomerat itu bersikeras bahwa "likuiditas dan posisi modalnya tidak pernah lebih kuat," dan bahwa "tindakan Moody’s didasarkan pada perubahan metodologi mereka sendiri daripada posisi kredit kami," saham GE turun sekitar satu persen.

Dunia usaha AS menambahkan pekerjaan lebih sedikit dari yang diperkirakan pada Maret, meskipun penciptaan lapangan kerja
di bulan sebelumnya direvisi lebih tinggi, data dari perusahaan payrolls ADP menunjukkan.

Sementara itu, sektor non-manufaktur memperlihatkan perlambatan aktivitas. "Industri AS di luar manufaktur melambat pada Maret, tetapi kecepatan keseluruhan masih dekat tertinggi dalam satu tahun," kata Jennifer Lee, seorang ekonom senior BMO Capital Markets.

Para analis Briefing.com mengatakan itu telah berdampak kecil terhadap pasar: "Saham tidak punya banyak reaksi segera terhadap data tersebut, tetapi beberapa penjualan berikutnya membuat Nasdaq pada sebuah sesi yang sedikit memperpanjang turun."


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Spanyol menjadi pemicu babak baru krisis Eropa?

spanyol-gagal.jpg


Spanyol menjual sebanyak 2,6 milyar euro surat hutang nya dalam lelang yang dilakukan kemarin. Hasil ini jauh dibawah target yang ditetapkan, yaitu sebanyak 3,5 milyar euro.

Hasil ini mencerminkan kegagalan Spanyol untuk meyakinkan para investor bahwa Spanyol dapat bangkit dari pengaruh krisis eropa.

Tidak ada masalah dalam pengadaan lelang surat hutang ini, namun bila melihat dari tingkat bunga yang tinggi dalam lelang ini, maka kita dapat melihat sebenarnya investor tidak lagi mempercayai Spanyol.

Dalam waktu dekat kita mungkin akan melihat babak baru dalam krisis Eropa.

 
China Siap Kucur Miliaran Dolar ke Karibia​
8 April 2012​

129267_uang-kertas-china-pecahan-100-yuan_300_225.jpg

Pertumbuhan pesat ekonomi China di tengah krisis ekonomi yang melanda Eropa dan Amerika Serikat membuka jalan bagi negeri itu untuk mencoba peluang di pasar baru. Kepulauan Karibia di kawasan Amerika Tengah adalah salah satu tujuan investasi itu.

Baru-baru ini, sebuah stadion senilai US$35 juta, atau setara dengan Rp318,6 miliar, baru saja dibuka di Kepulauan Bahama. Bangunan itu merupakan hadiah dari Pemerintah China, demikian menurut harian The New York Times.

Selain itu, bagian lain dari Karibia, Dominika, juga mendapat untung dari ekspansi China. Mereka kini punya sekolah grammar baru, rumah sakit yang direnovasi, dan stadion olah raga.

Pembangunan lain juga dipersiapkan di Antigua dan Barbados. Dalam waktu dekat, kedua negara itu akan memiliki sebuah pembangkit listrik, stadion kriket, dan sekolah.

China agaknya tak ingin tanggung-tanggung untuk masuk ke Kepulauan Karibia. bunk-bunk pemerintah tak henti mengguyur utang. Banyak perusahaan siap menanamkan modal. Pemerintah China tak sungkan pula membangun stadion, jalanan, kantor pemerintah, pelabuhan, dan resor sebagai hadiah.
Tahun lalu, China berjanji akan meminjamkan danang segar senilai US$6.3 miliar (Rp57,3 triliun) kepada pemerintah Kepulauan Karibia.

AS Gerah

Keberadaan China di sana tentu saja membuat gerah pemerintah Amerika Serikat. WikiLeaks pernah menyiarkan bocoran kawat diplomatik AS yang menyatakan kekhawatiran besar negeri Paman Sam itu atas gerakan China di Karibia, tulis New York Times.

"Saya tak merasa khawatir. Tapi, pemerintah Amerika Serikat harus selalu mengawasinya," kata Dennis C. Shea, Ketua Komisi Ulasan Keamanan dan Ekonomi Amerika-China.

China tetap kukuh dengan ekspansi mereka. Beberapa minggu belakangan, sebuah bunk pemerintah setuju menggelontorkan danang sebesar US$41 juta demi pembangunan pelabuhan dan jembatan. Selain itu, sebuah bangunan Kedutaan Besar China tengah didirikan di pusat kota.

 
9 April 2012

Awal Pekan, Rupiah Melemah

1924413620X310.jpg

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pada Senin (9/4/2012) pagi melemah lima poin didorong dari kekhawatiran pelaku pasar terhadap obligasi Spanyol tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Senin pagi melemah sebesar lima poin menjadi Rp 9.170 dibanding sebelumnya diposisi Rp 9.165 per dollar AS.

"Nilai tukar beresiko termasuk rupiah mencatat kinerja negatif dipicu oleh kenaikan yield obligasi Spanyol yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda," kata analis pasar uang Monex Investindo Futures Johanes Ginting di Jakarta, Senin.

Ia mengemukakan, obligasi Spanyol nampak masih tertekan untuk tiga sesi beruntun menyusul hasil lelang mengecewakan di awal pekan memicu kecemasan terhadap kemampuan pemerintah dalam mengatasi masalah fiskal yang tengah membelit.

Ia menambahkan, menjelang rilis beberapa data pekan depan, yang diperkirakan memperlihatkan penurunan pada ekspor Jerman dan melambatnya produktivitas sektor industri Perancis, sehingga akan menambah bukti bahwa krisis fiskal telah menghambat pertumbuhan ekonomi di kawasan itu. "Outlook Eropa masih negatif, dan berpotensi melanjutkan penurunan hingga di bawah 1,30 dollar AS seiring tidak ada yang berpotensi meredam kekhawatiran atas Spanyol," kata dia.

Analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih menambahkan, merespon perbaikan di pasar ketenagakerjaan di AS mendorong nilai tukar dollar AS menguat terhadap mata uang beresiko. "Perbaikan di pasar ketenagakerjaan AS berlanjut. Angka pengangguran untuk bulan Maret tercatat turun menjadi 8,2 persen dari sebelumnya 8,3 persen pada Februari," kata dia.

Ia mengatakan, nilai tukar rupiah juga mendapat sentimen negatif dari bunk Dunia yang merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari awal tahun sebesar 6,2 persen menjadi 6,1 persen untuk tahu 2012 akibat perlambatan ekonomi dunia.

 
Ditemukan Tambang Emas Terbesar di Eropa

alpen.jpg

Sebuah desa kecil di lembah Medel pegunungan Alpen, Swiss memiliki nilai 1,2 miliar dolar Amerika. Pasalnya desa terpencil ini diperkirakan menyimpan kandungan emas terbesar di Swiss dan Eropa.

Beberapa bunk di Swiss telah memberikan jalan bagi perusahaan tambang asal Kanada, NV Gold untuk melakukan eksplorasi senilai 1,2 miliar dolar. Presiden dan CEO perusahaan, John Watson, memperkirakan untuk awalnya, tambang emas ini dapat menghasilkan sekitar 800.000 troy ons emas, dan bernilai 1,2 milyar dolar.

“Kami akan membangun infrastruktur bangunan dan fasilitas lain di wilayah ini,” ungkap Watson yang dilansir dari dari Telegraph.co.uk, hari Minggu (8/4). Untuk ganti rugi dan pengambil alihan lahan, perusahaan akan memberikan kompensasi senilai lebih dari 27 juta dolar kepada penduduk desa.

Perusahaan juga menawarkan royalti saham kepada semua penduduk desa. Ditambah akses pekerjaan sebesar-besarnya untuk bekerja di proyek pertambangan. Namun 450 orang penduduk desa telah menyatakan menolak tawaran uang ganti rugi, royalti saham beserta tawaran pekerjaan tersebut.

“Tambang ini akan memiliki dampak besar pada lingkungan dan pemandangan lembah Alpen,” kata penduduk desa, Nicole Venzin.

Sayangnya Walikota di Lembah Mendel, Alpen, Peter Binz telah mendukung eksplorasi tambang emas yang diperkirakan terbesar di Swiss ini. Menurut Binz, tambang ini akan menjadi peluang pemasukan wilayah dan sumber mata pencaharian lain bagi warga desa.

Tambang emas ini diperkirakan akan mengorbankan, lembah Alpen. Lembah yang telah terkenal dengan keindahannya alamnya. Alasan inilah yang membuat penduduk setempat masih menolak pertambangan emas ini.


 
Pernah Kelaparan, Kini Brasil Ekspor Pangan

135797_parade-badut-di-kota-rio-de-janeiro_300_225.jpg

Brasil menjadi negara eksportir utama pangan dunia. Tapi, siapa kira bila pada 2002 negara di Amerika Selatan ini pernah miskin. Rakyatnya yang mencapai 50 juta itu mengalami kelaparan kronis.

Dengan pengalaman buruk itu, Brasil akhirnya menciptakan program "Nol Kelaparan", yang berfokus pada peningkatan akses pangan dan gizi. Dalam kurun 10 tahun, program ini ternyata cukup berhasil.

Duta Besar Brasil untuk Indonesia, Paulo Alberto da Silveira Soares, mengatakan Program Nol Kelaparan tidak hanya berhasil mengentaskan kelaparan, tapi juga mampu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. “Saat itu, tugas pemerintah daerah menjamin hak rakyat untuk mendapatkan pangan dan penyediaan stok pangan dalam kondisi darurat,” kata Alberto di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Senin 9 April 2012

Dalam program Nol Kelaparan, pemerintah Brasil fokus pada peningkatan pertanian skala kecil, disertai penyaluran kredit petani, penyuluhan, serta pembangunan irigasi di pedesaan. Termasuk di antaranya pemerintah terlibat mencari solusi penyebab struktural dari kerawanan pangan, serta reformasi agraria dan upah.

Yang tidak kalah penting, kata Alberto, program pembagian kartu pangan bagi keluarga miskin yang disertai pemberian bantuan uang tunai lewat program Bolsa Familia tetap diberikan. Dari program tersebut, kata Paulo, setidaknya berhasil mengurangi angka kerawanan pangan.

“Kasus gizi buruk pada balita telah berkurang dari 12,5 persen pada 2003 menjadi 4,8 persen pada 2008," katanya.

Setalah berhasil dalam program ini, pemerintah mencanangkan program "Brasil tanpa Kemiskinan" yang diluncurkan sejak Juni 2011. Program ini bertujuan mengentaskan 16,2 juta rakyat Brasil yang masih hidup dalam kondisi sangat miskin, dengan cara memperbesar bantuan tunai untuk 800.000 keluarga miskin.

Selain itu, pemerintah berupaya meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, sanitasi, air, listrik, pelatihan keterampilan, serta bantuan pendanaan untuk keluarga petani miskin.

Program ketahanan pangan yang dilakukan Brasil, menurut Paulo, bisa dijadikan rujukan bagi pemerintah Indonesia untuk bisa melakukan hal yang sama. Salah satunya, memprioritaskan ketahanan pangan sebagai kebijakan nasional dengan melibatkan multisektor.

“Harus memahami mengapa dan di mana orang lapar. Setelah itu memberikan mereka perlindungan sosial sebagai bentuk investasi masa depan, bukan sekadar kegiatan kemanusiaan,” katanya.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

RI Perlu Belajar Ketahanan Pangan dari Brasil

miskin-dalam.jpg

Pada tahun 2002 lalu, negara Brasil dengan penduduk sekitar 50 juta itu sempat mengalami kasus kelaparan kronis. Namun 10 tahun kemudian Brasil berubah menjadi negara eksportir utama pangan ke seluruh dunia.

Program zero hunger (nol kelaparan) yang berfokus pada peningkatan akses pangan dan gizi yang dijalankan selama 10 tahun terrnyata berhasil. Indonesia seharusnya meniru bisa meniru Brasil.

"Program Nol Kelaparan tidak hanya berhasil mengentaskan rawan pangan, tapi juga mampu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran," ungkap Dubes Brasil untuk Indonesia, Paulo Alberto da Silveira Soares dalam kuliah umum bertema 'Ketahanan Pangan dalam Pembangunan Masyarakat' di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (9/4/2012).

Menurut dia tugas pemerintah daerah adalah menjamin hak rakyat untuk mendapatkan pangan dan penyediaan stok pangan dalam kondisi darurat. Dalam program Nol Kelaparan, pemerintah Brasil fokus pada peningkatan pertanian skala kecil.

Petani menerima penyaluran kredit, penyuluhan serta pembangunan irigasi di pedesaan. Pemerintah terlibat mencari solusi penyebab struktural dari kerawanan pangan, reformasi agraria, dan upah minimum.

"Program pembagian kartu pangan bagi keluarga miskin yang disertai pemberian bantuan uang tunai lewat program Bolsa Familia juga dilakukan," katanya.

Menurut dia, dari program tersebut berhasil mengurangi angka kerawanan pangan. Kasus gizi buruk pada balita telah berkurang dari 12,5 persen di tahun 2003 menjadi 4,8 persen pada tahun 2008.

Setalah berhasil dalam program Nol Kelaparan lanjut dia, pemerintah mencanangkan program ‘Brasil tanpa Kemiskinan’ yang diluncurkan sejak Juni 2011 lalu. Program ini bertujuan mengentaskan 16,2 juta rakyat Brasil yang masih hidup dalam kondisi sangat miskin.

Caranya dengan memperbesar bantuan tunai untuk 800.000 keluarga miskin. Selain itu, pemerintah berupaya meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, sanitasi, air, listrik, pelatihan keterampilan serta bantuan pendanaan untuk keluarga petani miskin.

Menurut Paulo program ketahanan pangan yang dilakukan Brasil bisa dijadikan rujukan bagi pemerintah Indonesia untuk bisa melakukan hal yang sama. Salah satunya, memprioritaskan ketahanan pangan sebagai kebijakan nasional dengan melibatkan multisektor.

"Kita harus paham mengapa dan di mana orang lapar. Setelah itu memberikan mereka perlindungan sosial sebagai bentuk investasi masa depan, bukan sekedar kegiatan kemanusiaan," pungkas dia.

 
10 April 2012

Iran dan AS Tekan Harga Minyak Dunia

Harga minyak mentah turun pada Senin (9/4/2012) waktu New York, menyusul laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang melahirkan spekulasi bahwa permintaan bahan bakar AS akan melambat. Turunnya harga juga disebabkan oleh Iran yang setuju untuk melanjutkan pembicaraan mengenai program nuklirnya.

Kedua hal itu lantas membuat harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran Mei turun 85 sen menjadi 102,46 dollar AS per barrel di Nymex. Kontrak ini bahkan sempat menyentuh harga 100,81 dollar AS yang merupakan level intraday paling rendah dalam lebih dari tujuh minggu.

Sementara itu, harga minyak Brent untuk penetapan Mei merosot 76 sen, atau 0,6 persen, menjadi 122,67 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe exchange, London. "Angka pekerjaan yang kecil yang dirilis Jumat (6/4/2012) telah meningkatkan kekhawatiran akan aktivitas perekonomian mendatang," ujar Stephen Schork, Presiden Schork Group, di Villanova, Pennsylvania, Senin waktu setempat.

Pada Jumat lalu, Departemen AS menyebutkan, angka lapangan pekerjaan yang tercipta hanya 120.000 pekerjaan. Angka itu di bawah perkiraan rata-rata survei survei Bloomberg yang sebelumnya memprediksi bisa mencapai 205.000 pekerjaan.

Lalu, harga minyak juga didorong turun oleh kondisi Iran. Rencananya Iran dan anggota Dewan Keamanan PBB beserta Jerman akan berbicara mengenai proyek nuklir Iran pada 14 April 2012. Hal ini lantas menambah keyakinan bahwa suplai minyak mentah global tidak akan terganggu. Maklum saja Iran sempat mengancam akan menutup Selat Hormuz yang dipakai sebagai jalur pengiriman minyak dari sejumlah negara Timur Tengah ke belahan dunia lainnya, karena negara-negara Barat memberlakukan sanksi atas proyek nuklirnya.

"Jumlah pekerjaan telah memiliki dampak berlebihan karena kami (pasar) tutup pada Jumat. Ketika Anda menambahkan perundingan dengan Iran pada waktu yang akan datang, Anda telah menciptakan langkah mundur yang besar," tambah Stephen.

 
Ekonomi AS Bergejolak, Minyak Dunia Turun

minyak-mentah.jpg

NEW YORK – Harga minyak turun pada Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB), tertekan oleh data pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan di Amerika Serikat, ekonomi terbesar di dunia, kata para analis.

Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) atau minyak mentah light sweet untuk pengiriman Mei, merosot 85 sen menjadi berakhir pada 102,46 dolar AS per barel.

Minyak mentah Brent North Sea untuk penyelesaian Mei turun 76 sen menjadi 122,67 dolar AS dalam perdagangan elektronik; pasar London tutup pada Senin.

“Pasar ini terutama didorong oleh laporan pekerjaan AS yang menunjukkan perekrutan melambat,” kata Victor Shum, prinsipal senior di konsultan energi internasional Purvin & Gertz.

Meskipun pengangguran di Amerika Serikat jatuh ke tingkat terendah dalam lebih dari tiga tahun pada Maret, Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat melaporkan bahwa jumlah pengangguran melayang mendekati 13 juta dan perekrutan (mempekerjakan) melambat, sebuah peringatan tanda bahwa pemulihan mungkin dalam kesulitan.

Perekonomian menciptakan 120 ribu pekerjaan selama sebulan, jauh lebih rendah dari perkiraan 200 ribu oleh para ekonom.

Pekerjaan perdagangan ritel turun sebesar 34 ribu pada Maret, dengan sebagian besar kehilangan berasal dari toko barang dagangan besar. Kesehatan ekonomi AS diawasi ketat oleh pasar karena merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.

 
Pengangguran AS Picu Kenaikan Emas

RWEjxMcuzq.jpg

Harga emas naik setelah data pekerjaan di Amerika Serikat (AS) menunjukkan penurunan dan memicu adanya langkah stimulus moneter dari Federal Reserve (The Fed). Meskipun, kenaikan emas saat ini tidak menutup kerugian dalam tiga minggu belakangan.

Dengan volume perdagangan yang minim karena pasar liburan di pasar Eropa, spot emas telah meningkat ke USD1.637,99 per ons, naik sekitar USD7 atau 0,5 persen setelah keluarnya data lapangan pekerjaan di AS. Akan tetapi emas masih mencatatkan penurunan 1,8 persen dalam minggu ini.

Data pekerjaan naik hanya 120.000 dari prediksi banyak analis sebesar 203.000, bahkan lebih rendah sejak Oktober. Selain itu, tingkat pengangguran jatuh ke titik terendah tiga tahun sebesar 8,2 persen akibat menyusutnya angkatan kerja.

"Ini akan memunculkan perdebatan sengit terhadap kebijakan Quantitative Easing (QE) oleh The Fed. Karena, data lapangan pekerjaan merupakan fokus utama dari kebijkan QE," ungkap ekonom valas Jefferies & Co, Thomas Simons, di New York, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (7/4/2012)

Emas, telah menyentuh angka terendah dalam tiga bulan mendekati USD1.611,80 per ons pada awal pekan ini, namun emas mulai merangkak naik dalam dua hari terakhir, karena adanya harapan dukungan kebijakan moneter oleh The Fed.

Spot perak naik tipis 0,2 persen menjadi USD31,72 per ons, memperpanjang kenaikan 1,1 persen dalam sesi sebelumnya. Namun, logam ini masih mencatatkan penurunan mingguan sebesar 1,5 persen.

Sebelumnya, daya tarik safe haven ini mulai pudar seiring kekhawatiran krisis utang zona euro muncul kembali, akibat lelang utang pemerintah Spanyol minggu ini mencatatkan imbal hasil yang tinggi.

 
11 April 2012

Aksi Jual Investor Rubuhkan Wall Street

qt85AL1Hse.jpg

Indeks di Wall Street diwarnai maraknya aksi jual oleh investor. Akibatnya, indeks Dow Jones dan S&P 500 mengalami streak penurunan selama lima hari beruntun.

Indeks S&P 500 mencatatkan kinerja terburuk sejak 8 Desember. Penurunan ini, merupakan kerugian terbesar dari segi poin dan persentase untuk tiga indeks saham utama AS.

Semua sektor S&P 500 ditutup melemah, dengan sektor industri dan bahan dasar mengalami penurunan terbesar. Sekitar 80 persen saham yang tercatat di New York Stock Exchange dan Nasdaq Stock Market ditutup melmeah.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) anjlok 213,66 poin atau 1,65 persen ke 12.715,93, indeks S&P 500 (SPX) merosot 23,61 poin atau 1,71 persen ke 1.358,59 dan Nasdaq Composite Index (IXIC) turun 55,86 poin atau 1,83 persen menjadi 2.991.2,

Mengutip Reuters, Rabu (11/4/2012), salah satu chief market technician MKM Partners di Greenwich, Katie Stockton, mengatakan indeks S&P 500 bisa turun ke ksiaran 1.350 sebelum akhirnya dapat rebound.

Kekhawatiran terkait utang Eropa muncul kembali dan menjadi katalis penurunan lebih lanjut akibat imbal hasil utang Italia dan Spanyol yang meningkat.

Indeks patokan telah jatuh empat persen dalam lima sesi terakhir, streak terburuk sejak November, karena investor meragukan pemuliahan ekonomi dan kecenderungan The Fed untuk menjaga peredaran uang di pasaran.

Meski begitu, index S&P 500 masih naik delapan persen tahun ini, dibandingkan dengan gain 12 persen pada akhir kuartal pertama.

Komponen Dow Alcoa Inc (AA.N) naik 5,4 persen menjadi USD9,82 dalam perdagangan, setelah produse aluminium ini melaporkan hasil kuartalannya.

Volume perdagangan ditutup lebih tinggi dari rata-rata, dengan sekitar 8,18 miliar saham diperdagangkan di New York Stock Exchange, American Stock Exchange dan Nasdaq, di atas rata-rata harian tahun lalu yang mencapai 7,84 miliar.

 
Ancaman Terbesar Krisis Eropa Bukan Yunani, Tapi Spanyol

madrid-dalam.jpg

Ancaman terbesar krisis ekonomi global sekarang bukan Yunani lagi, melainkan Spanyol. Pasar saham Spanyol dan saham bunk-bunk besar bertumbangan. Indeks IBEX 35 melorot 10% sejak Januari, mencapai hampir 30% penurunan total sejak 2011.

Saham tiga bunk terbesar The American Depository Receipts, Banco Santander dan BBVA kembali merosot, masing-masing 11.6% dan 13.1% selama empat pekan terakhir. Berarti, sejak tahun lalu saham kedua bunk ini sudah turun lebih dari 40%.

Imbal hasil obligasi 10 tahun Spanyol mendekati 6% dan biaya penjaminan utang Spanyol sebentar lagi mencapai rekor tertinggi. Inilah fakta menakutkannya, yang dilansir dari CNBC (11/4/2012).

Banco Santander, BBVA dan bunk terbesar ketiga di Spanyol – La Caixa punya aset yang jika digabungkan mencapai US$ 2,7 triliun (Rp 24.570 triliun). Sementara GDP Spanyol hanya US$ 1,4 triliun (Rp 12.740 triliun).

Dalam kata lain, aset tiga bunk terbesar Spanyol hampir dua kali lipat besarnya keseluruhan ekonomi Spanyol. Sebaliknya, aset gabungan tiga bunk terbesar Amerika Serikat: JP Morgan Chase, bunk of America dan Citigroup hanya US$ 6 triliun (Rp 54.600 triliun) atau 40% dari total GDP Amerika Serikat.
Untuk alasan ini saja, kekhawatiran Ben Bernanke dan bankir sentral di seluruh Eropa tepat adanya. Mempertimbangkan kesulitan yang dialami bunk Sentral Eropa, IMF dan Komisi Eropa mengurus danang bantuan untuk Yunani.

Tingkat pengangguran Spanyol mencapai 23%, lebih buruk daripada Mozambik, Mikronesia atau Guinea Khatulistiwa. Angka ini juga berarti jumlah pengangguran di Spanyol sama banyaknya dengan warga usia kerja di Yunani.

Harga rumah di Spanyol terus turun, makin banyak perusahaan dan individual gulung tikar. Ekonomi Spanyol merupakan yang terbesar ke-14 di dunia, lima kali lebih besar daripada Yunani. Masalah Yunani sangat kecil dibandingkan Spanyol.

Jika masalah Yunani makin parah dan ketiga bunk besar itu harus mendapat danang tambahan, tidak jelas darimana uang itu bisa datang. danang bantuan di Eropa saat ini tidak cukup untuk mengatasinya dan banyak pengamat pesimis mengenai cara mengumpulkan uang sebanyak itu.

 
12 April 2012

Jim Yong Kim Manfaatkan Keterwakilan Negara Berkembang

QQ9zsp0tAW.jpg

JIKA pemilihan Presiden bunk Dunia pekan depan mengikuti tata cara tradisional seperti periode-periode sebelumnya, kandidat yang dicalonkan Amerika Serikat (AS) Jim Yong Kim dipastikan melaju mulus menduduki kursi orang nomor satu di lembaga internasional itu.

Namun, adanya desakan dari negara berkembang yang menginginkan penunjukan presiden bunk Dunia dilakukan sesuai dengan prestasi dan kelayakan, suksesi tersebut diperkirakan alot. Apalagi melihat kiprah dua calon lainnya, Ngozi Okonjo-Iweala dan Jose Antonio Ocampo,yang lama malang melintang di lembaga internasional. Kim yang saat ini menjabat sebagai Presiden Dartmouth College tersebut memang tidak memiliki dua dari kualifikasi tradisional untuk menjalankan sebuah lembaga pemberi pinjaman internasional yakni pengalaman dalam bidang keuangan dan diplomatik.

Hal ini berbeda dengan kandidat lain yang sebelumnya seperti Okonjo-Iweala yang aktif lembaga keuangan internasional atau Ocampo yang lama berkiprah di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kim adalah seorang dokter keturunan Korea Selatan yang berkebangsaan AS. Pengalamannya dalam bidang kesehatan masyarakat diakui sebagai salah satu masalah inti pembangunan.

Ilmuwan itu dikenal di kalangan ahli pengembangan untuk karyanya dalam memerangi penyakit human immunodeficiency virus (HIV/AIDS), kemiskinan dan menyelamatkan hidup di seluruh dunia.Dia bahkan pernah menjabat sebagai direktur departemen HIV/AIDS pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sempat menjadi penasihat dirjen WHO. Tetapi,Kim kurang mendapat pengakuan dari kalangan komunitas pembangunan masyarakat dunia.

Pria kelahiran 8 Desember 1959 tersebut juga tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan mengenai keuangan yang diperlukan guna menjadi orang nomor satu bunk Dunia.Namun, dibalik itu ada alasan logis mengapa Presiden AS Barack Obama mencalonkan Kim untuk menggantikan Robert Zoellick yang mundur Juni mendatang. Menurut Obama,AS mencari kandidat yang mampu memimpin dan mendapat dukungan luas di seluruh dunia. Gedung Putih yakin dunia akan terkesan dengan Kim karena alumnus Universitas Harvard itu memiliki keterampilan yang meyakinkan untuk memimpin institusi keuangan internasional.

Menteri Keuangan AS Timothy Geithner juga mengatakan,Kim mempunyai kemampuan luar biasa yang diperlukan dalam pembangunan. “Pengalamannya berasal dari apa yang telah dia lakukan di lapangan,bukan hanya dari penelitian akademik,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, orang-orang yang telah bekerja sama dengan Kim sangat terkesan dengan kemampuannya untuk mengatasi situasi yang rumit di lingkungan yang sulit.

Sejak Obama mencalonkan Kim menjadi Presiden bunk Dunia 23 Maret lalu,Kim yang yang menikah dengan seorang dokter anak di Children’s Hospital Boston,Younsook Lim,melayangkan surat secara resmi kepada Dartmouth Community yang isinya bahwa dia menerima pencalonan tersebut untuk melayani negara dan dunia.

“Jika saya terpilih, saya akan meninggalkan Dartmouth dan merangkul tanggung jawab sebagai Presiden bunk Dunia,” ungkapnya.

Sekadar diketahui,dalam beberapa pekan terakhir, pemimpin negara berkembang telah menyerukan mengenai diperlukannya Presiden bunk Dunia yang dapat mengubah bunk untuk menghadapi tantangan serta melihat dunia keluar perspektif Washington. Menanggapi hal tersebut, media Inggris The Guardian menyatakan, Kim memang bukan merupakan orang dalam Washington.Tetapi,dia memiliki pengalaman yang cukup lama mengelola administrasi serta memproklamirkan dirinya sendiri bahwa mempunyai pengetahuan yang khusus dan tidak selalu relevan dengan dunia nyata.

Dukungan terhadap Kim juga diberikan oleh Jepang dan Korea Selatan.Menteri Keuangan Jepang Jun Azumi mengungkapkan,secara substansial Kim memahami posisi negara-negara berkembang.“Dia akan menjadi orang yang cocok untuk menjadi Presiden bunk Dunia berikutnya,”imbuhnya.

Sementara, jika penyandang predikat magna cum laude dari Brown University, AS, tersebut terpilih menjadi Presiden bunk Dunia,maka Kim merupakan sepertiga dari 12 Presiden bunk Dunia sebelumnya yang tidak memiliki pengalaman perbankan.Dia juga akan menjadi orang keturunan Asia pertama yang akan bekerja di sebuah lembaga keuangan internasional.

Sumber
 
Minyak Mentah Brent Turun ke USD119/Barel

c45bbnap7o.jpg

Harga minyak mentah turun drastis akibat kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi pada negara konsumen minyak mentah terbesar kedua, China.

Data perdagangan Maret menunjukkan pertumbuhan impor China jauh di bawah ekspektasi, meskipun impor minyak mentah tetap tinggi.

Minyak mentah Brent turun USD2,79 per barel atau 2,27 persen dan menetap di USD119,88 per barel, penutupan terendah sejak 17 Februari, di bawah rata-rata 50 hari sebesar USD121,84 per barel.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), turun USD1,44 per barel dan menetap pada USD101,02 per barel, penutupan terendah sejak 14 Februari, setelah bergerak dengan rata-rata 100 harian sebesar USD101,65 per barel.

"Akumulasi kekhawatiran ekonomi yang menghantui pasar ditambah dengan data impor China, dan laporan pekerjaan AS dan Eropa membuat minyak mentah berada dalam tekanan," kata direktur BNP Paribas Prime Brokerage Inc, Tom Bentz, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (11/4/2012).

Energy Information Administration AS memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk 2012 dan 2013, dan memeprikakan akan adanya peningkatan pada produksi minyak negara non-OPEC.

Harga minyak sempat menguat di tengah berita tentang Iran mengurangi ekspor minyak ke Spanyol, dan mungkin menghentikan pengiriman ke Jerman dan Italia menjelang pembicaraan dengan negara Uni Eropa.

Sanksi oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat bertujuan untuk membatasi ambisi nuklir Teheran, hingga mengakibatkan penurunan impor minyak oleh beberapa negara Eropa.

Premi Brent mentah untuk menyempit menjadi USD18,86 per barel. Para analis mengatakan premi tersebut bisa dipersempit lagi jika perundingan nuklir dengan Iran membuahkan hasil.

Volume perdagangan Brent melampaui omset minyak mentah AS, karena para pedagang Eropa kembali dari liburan Paskah. Selain itu, RBOB bensin AS dan futures minyak pemanas juga turun lebih dari satu persen.

Di sisi lain, American Petroleum Institute mengatakan stok minyak mentah AS melonjak 6,6 juta barel pekan lalu, jauh lebih besar dari yang diperkirakan oleh analis.

Stok bensin naik 1,2 juta barel dan stok distilasi turun 476.000 barel. Sedangkan stok minyak mentah diperkirakan akan naik 2,1 juta barel. Stok bensin diperkirakan akan turun 1,3 juta barel dan stok distilat turun, sebesar 200.000 barel.

 
13 April 2012

Dollar AS Melemah, Harga Minyak Naik

0926103620X310.jpg

Harga minyak mentah naik untuk hari kedua di New York, Kamis (12/4/2012) waktu setempat karena saham-saham Amerika Serikat (AS) naik dan dollar AS melemah terhadap euro karena adanya spekulasi bahwa bunk-bunk sentral akan menstimulus pertumbuhan ekonomi dengan kebijakan moneter.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran Mei 94 sen menjadi 103,64 dollar AS per barrel di Nymex. Sedangkan, minyak Brent untuk penetapan Mei juga naik 1,53 dollar AS, atau 1,3 persen, menjadi 121,71 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe exchange, London.

"Rencana stimulus mungkin akan berada di atas meja kembali dan itu tentu mendukung untuk komoditas," sebut Tom Bentz, Direktur BNP Paribas Prime Brokerage Inc, di New York, Kamis waktu setempat.

Wakil Gubernur bunk Sentral AS (the Fed), Janet Yellen, memberikan tanda bahwa biaya pinjam kemungkinan akan tetap rendah hingga 2014 seiring the Fed kehilangan targetnya untuk lapangan pekerjaan yang penuh dan menjaga inflasi untuk tetap terkendali. Langkah ini telah dipastikan the Fed pada bulan lalu, dan diumumkan pertama kali oleh the Fed pada bulan Januari 2012, di mana bunk sentral akan menjaga suku bunga mendekati nol persen hingga 2014 dengan pertimbangan ekonomi tidak akan berubah banyak ke depannya.

Di tempat lain, Gubernur The bunk of Japan, Masaaki Shirakawa, Kamis waktu setempat, mengatakan, bunk akan mengejar "powerful easing" demi mengatasi deflasi. Karena langkah-langkah bunk sentral tersebut, indeks Standard & Poor's 500 menguat 1.4 persen. Sedangkan, dollar AS justru melemah 0.8 persen terhadap euro. Melemahnya dollar AS memberikan sentimen positif bagi komoditas sebagai alternatif investasi selain mata uang AS tersebut. "Kami bergerak secara tandem dengan saham-saham," tambah Tom.

 
Wall Street bangkit setelah lima hari turun

Dow-Jones-Melonjak.jpg

Indeks saham AS bangkit dari keterpurukan pada hari Rabu ini setelah penurunan 5 hari berturut-turut.

Indeks Dow Jones naik 89,46 poin atau 0,70 persen menjadi 12,805.39 pada penutupan. 500 Index Standard & Poor naik 10,12 poin atau 0,74 persen, ke 1,368.71. Nasdaq Composite Index menguat 25.24 poin atau 0,84 persen, ke 3,016.46.

Sebelumnya pada hari Selasa kemarin adalah persentase penurunan terbesar S&P 500 dalam empat bulan. Investor akan menilai apakah penurunan ini akan menyajikan kesempatan untuk melakukan aksi beli saham bagi mereka yang merindukan keuntungan dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Ekonomi AS terus berkembang sedang pada bulan-bulan akhir musim dingin, meskipun kenaikan harga gas mulai membuat khawatir produsen dan konsumen di seluruh negeri, Federal Reserve mengatakan bahwa hal ini berdampak kecil terhadap pasar saham.

 
16 April 2012

Harga Minyak Mentah Masih Dibayangi Ketegangan Iran

uQYG2ofwRa.jpg

Pergerakan harga minyak mentah sepertinya masih akan terus terhambat akibat ketegangan antara Iran dan negara-negara barat yang terus berlanjut terkait program nuklir Iran.

Research and Analysis Division PT Monex Investindo Futures Ariana Nur Akbar mengatakan, data ekonomi dari Amerika Serikat (AS) dan China membuat harga minyak mencatatkan pergerakan yang negatif dalam basis hariannya. Bahkan mungkin dalam perkiraan mingguannya.

"Selain itu, masalah lelang obligasi di Eropa yang masih belum menunjukkan perkembangan signifikan juga memberikan kontribusi terhadap lemahnya harga saat ini," ungkap dia kepada okezone di Jakarta, Senin (16/4/2012).

Dia menjelaskan, tingkat pertumbuhan dunia yang melambat dan pemulihan perekonomian global masih membuat investor cenderung menahan diri demi melihat dua faktor tersebut.

"Mengingat tingkat aktivitas produksi di AS, terutama China, mengalami perkembangan yang tak pasti," tambah dia.

Menurutnya, Federal Reserve (The Fed) yang saat ini masih melakukan proses tarik ulur pelonggaran kebijakan atau biasa disebut quantitaive easing 3 (QE3) masih belum jelas dan memberikan dampak pesimistis bahwa hal tersebut masih jauh dari kenyataan.

"Harga saat ini berkemungkinan akan bergerak turun ke area harga USD102 per barel, dengan potensi tingkat pertumbuhan dua ekonomi besar masih diragukan potensi penguatannya," tukas dia.

Dia memprediksi, untuk pergerakan turunnya, kisaran support mungkin akan dapat bergerak di level USD101,47-USD101,82 per barel. Sedangkan untuk pergerakan naiknya, kisaran resistance mungkin akan bergerak di area harga USD102,81-USD103,06 per barel.

 
Penggalangan danang IMF Terjebak Dalam Pergeseran Kekuatan Global

lagarde.jpg

Ketegangan di antara beberapa negara maju di dunia berada dipuncak pada rencana peningkatan sumber daya baru untuk danang Moneter Internasional (IMF) yang berisi utang krisis zona Eropa, dan negara berkembang telah memenangkan suara lebih banyak pada para pemberi pinjaman global.

Pemimpin keuangan dunia yang akan berkumpul di Washington pada pekan depan akan fokus pada proposal untuk negara-negara agar dapat memberikan kontribusi lebih banyak kepada IMF, sehingga lebih siap menghadapi dampak dari setiap eskalasi krisis utang Eropa.

Negara-negara yang menjadi “Emerging Market” seperti China, Brazil dan Rusia bersedia untuk berkontribusi lebih banyak bagi IMF. Akan tetapi mereka menginginkan sejenis imbalan yang lebih besar dari negara-negara lainnya.

Hal ini telah menjadi isu panas pada negosiasi resmi yang dimulai pekan ini, pada reformasi suara IMF tahap berikutnya akan selesai pada tahun 2013. Dorongan pasar yang berkembang berkemungkinan untuk mencairkan suasana pada pemungutan suara di Eropa.

Pada bulan Januari, IMF mengatakan bahwa akan membutuhkan $600 Miliar pada sumber daya baru untuk membantu negara yang “Tidak Bersalah”, yang telah terkena dampak dari situasi ekonomi dan keuangan zona Eropa.

Awal pekan ini, Direktur IMF – Christine Lagarde mengatakan bahwa pemberi pinjaman mungkin tidak perlu memberikan uang sebanyak itu karena adanya resiko ekonomi yang telah sedikit mereda. Pada hari Jumat, para pejabat dari kelompok 20 negara (G20) menyatakan kepada Reuters bahwa mereka kemungkinan besar akan setuju untuk menyediakan danang bagi IMF antara $400 Miliar dan $500 Miliar.

Seorang pejabat G20 yang meminta anonimitas, mengatakan bahwa upaya penggalangan danang kali ini kemungkinan akan meningkat sekitar $50 Miliar dari Jepang dan jumlah yang sama dari China dan Arab Saudi. Sedangkan dari negara-negara seperti Rusia, Meksiko dan Brazil jumlahnya lebih kecil.

Sumber
 
17 April 2012

Yield Obligasi Spanyol Tembus 6%, Krisis Eropa Kembali Memanas

madrid-luar.jpg

Imbal hasil (yield) surat utang Spanyol kembali menanjak, tembus posisi tertingginya sejak November tahun lalu yaitu 6%. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kembali memanasnya krisis utang Eropa.

"Spanyol sudah menggantikan Yunani dan Portugal menjadi sumber utama ketidakpastian pasar," kata Analis dari Brown Brother Harriman, Marc Chandler, dalam keteranga tertulisnya yang dikutip CNN, Selasa (17/4/2012).

Imbal hasil surat utang berjangka waktu 10 tahun berada di posisi 6,06%. Posisi tertinggi sebelumnya ada di November 2011, yaitu pada 6,7%.

"Investor jadi ragu akan stabilitas fiskal Spanyol dalam jangka pendek. Jika imbal hasil terus menanjak, Spanyol butuh bantuan luar," katanya.

Menurut Nick Stamenkovic, Analis RIA Capital Markets di Edinburgh, Skotlandia, masalah lain yang menimpa Spanyol adalah tingginya tingkat remaja pengganguran yang setara hampir 50% dari total pengangguran di negara matador tersebut.

Masalah ini, kata dia, bisa berujung pada masalah politik, seperti pemotongan anggaran kesehatan dan pendidikan oleh pemerintah setempat.

Spanyol juga dinilai tidak akan mempu mencapai target imbal hasil surat utangnya sebesar 5,3% di tahun 2012 ini, seperti melesetnya target tahun lalu. Kamis depan, Spanyol akan kembali melakukan lelang surat utang berjangka waktu 10 dan dua tahun.

Pasar saham Spanyol dan saham bunk-bunk besar bertumbangan. Indeks IBEX 35 melorot 10% sejak Januari, mencapai hampir 30% penurunan total sejak 2011.

 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.