goesdun
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 32661
- Sejak
- 7 Feb 2008
- Pesan
- 3.024
- Nilai reaksi
- 66
- Poin
- 48
Peralihan Senjata Gaya Baru, Polisi Prancis Dibekali Taser
Paris - Polisi Prancis melakukan perubahan sedikit gaya dalam hal perbekalan senjata. Sebelumnya mereka menenteng senjata berpeluru tajam dan dalam praktiknya bisa membahayakan nyawa banyak orang dalam penggunaannya. Sekarang 20.000 polisi lokal negeri kiblat fesyen ini dibekali senjata kejut Taser sesuai dengan UU yang dikeluarkan Selasa (23/9) kemarin, walau ada seruan dari kelompok HAM agar penggunaannya ditangguhkan.
Petugas lokal kini ikut bersama polisi nasional serta satuan elite Gendarmerie dalam penggunaan senjata yang bisa mengeluarkan kejutan listrik 50.000 volt dan mampu melumpuhkan target dari jarak 10 meter, sebagai alat alternatif pengganti pistol.
Semua wali kota diminta untuk mengeluarkan izin penggunaan Taser bagi petugas keamanan mereka. Sebagai bagian dari program latihan polisi akan menerima bagaimana rasanya kejutan senjata tersebut. Banyak pihak juga melihat alternatif baru ini lebih aman dari pistol dan telah digunakan sejak 2000.
Menurut pemimpin Taser Prancis Antoine Di Zazzo, ada 346 wali kota menyatakan tertarik dengan model terbaru Taser X26 yang memiliki kamera untuk merekam setiap kali digunakan.
Hingga sekarang 4.615 Taser digunakan oleh satuan kepolisian nasional dan angkatan elite Gendarmerie. Senjata ini digunakan 280 kali tahun lalu, tanpa menimbulkan cedera serius dan berhasil memangkas penggunaan pistol hingga 15 persen.
Namun, pihak oposisi Partai Sosialis menentang keras penggunaannya kepada polisi lokal. Amnesti Internasional menyatakan lebih dari 290 orang tewas di seluruh dunia setelah kejang-kejang terkena Taser dan menuntut sebuah moratorium penggunaannya.
Komite PBB November lalu menyatakan penggunaan Taser merupakan "sebuah bentuk penyiksaan" yang bisa menimbulkan kematian. Kritikan dari PBB ini disampaikan setelah rangkaian peristiwa kematian di AS dan Kanada, terjadi setelah polisi menggunakan Taser untuk melumpuhkan target. Termasuk seorang polisi Polandia yang terekam meregang nyawa setelah disetrum benda kecil ini di Bandara Vancouver. (ton/afp)
Paris - Polisi Prancis melakukan perubahan sedikit gaya dalam hal perbekalan senjata. Sebelumnya mereka menenteng senjata berpeluru tajam dan dalam praktiknya bisa membahayakan nyawa banyak orang dalam penggunaannya. Sekarang 20.000 polisi lokal negeri kiblat fesyen ini dibekali senjata kejut Taser sesuai dengan UU yang dikeluarkan Selasa (23/9) kemarin, walau ada seruan dari kelompok HAM agar penggunaannya ditangguhkan.
Petugas lokal kini ikut bersama polisi nasional serta satuan elite Gendarmerie dalam penggunaan senjata yang bisa mengeluarkan kejutan listrik 50.000 volt dan mampu melumpuhkan target dari jarak 10 meter, sebagai alat alternatif pengganti pistol.
Semua wali kota diminta untuk mengeluarkan izin penggunaan Taser bagi petugas keamanan mereka. Sebagai bagian dari program latihan polisi akan menerima bagaimana rasanya kejutan senjata tersebut. Banyak pihak juga melihat alternatif baru ini lebih aman dari pistol dan telah digunakan sejak 2000.
Menurut pemimpin Taser Prancis Antoine Di Zazzo, ada 346 wali kota menyatakan tertarik dengan model terbaru Taser X26 yang memiliki kamera untuk merekam setiap kali digunakan.
Hingga sekarang 4.615 Taser digunakan oleh satuan kepolisian nasional dan angkatan elite Gendarmerie. Senjata ini digunakan 280 kali tahun lalu, tanpa menimbulkan cedera serius dan berhasil memangkas penggunaan pistol hingga 15 persen.
Namun, pihak oposisi Partai Sosialis menentang keras penggunaannya kepada polisi lokal. Amnesti Internasional menyatakan lebih dari 290 orang tewas di seluruh dunia setelah kejang-kejang terkena Taser dan menuntut sebuah moratorium penggunaannya.
Komite PBB November lalu menyatakan penggunaan Taser merupakan "sebuah bentuk penyiksaan" yang bisa menimbulkan kematian. Kritikan dari PBB ini disampaikan setelah rangkaian peristiwa kematian di AS dan Kanada, terjadi setelah polisi menggunakan Taser untuk melumpuhkan target. Termasuk seorang polisi Polandia yang terekam meregang nyawa setelah disetrum benda kecil ini di Bandara Vancouver. (ton/afp)