• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

IF Bali

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. goesdun
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
Jro Gede Karang: Legislator Patut Pahami Relativitas Budaya

Dalam membahas dan memutuskan suatu rancangan undang-undang kalangan legislatif di DPR-RI diimbau mampu mempertimbangkan aspek kemanfaatan, kepastian hukum, dan dampak sosio-kultural. Tujuannya untuk mengarahkan perkembangan masyarakat melalui social engineering, jangan sampai menyebabkan masyarakat terbelah, apalagi mengancam integrasi bangsa. 'RUU Pornografi mengandung tafsir beragam, dan menggambarkan kecenderungan negara intervensi terlalu jauh dalam kehidupan warganya,' kata Jro Gede Karang Tangkid Suarshana.

Dikatakan, kehidupan kebudayaan mengenal penghargaan atas keragaman dan prinsip relativitas kebudayaan, yang memberi ruang subjek kebudayaan untuk memilih. 'Kecenderungan menerapkan standar moral tertentu bisa menjadi kontraproduktif bagi kehidupan kebudayaan,' kata budayawan Jro Gede Karang Tangkid Suarshana ketika dimintai komentarnya mengenai pro-kontra RUU Pornografi.

Masyarakat Bali, menurut tokoh pariwisata yang mendapat gelar doktor kehormatan dalam pertukaran budaya ini, perlu menyikapi isu ini dengan proporsional. 'Jangan sampai penolakan ini menimbulkan kesan kita ini masyarakat yang permisif, atau tidak antipornografi.'

'Saya kira kita perlu mengingatkan, di luar norma hukum, ada norma agama, norma kesusilaan, dan norma sopan-santun yang berlaku dalam ruang kehidupan keagamaan dan ruang kebudayaan,' katanya. Ditambahkannya, di mana pun di dunia ini, masyarakat yang sudah dewasa (mature), keempat norma ini tumbuh bersama dalam perkembangan masyarakat.

Keprihatinan berbagai komponen warga negara tidak bisa dinafikan, ketersediaan dan kemudahan yang dimungkinkan teknologi informasi, terutama gejala maraknya reproduksi bahan-bahan pornografi yang memicu pornoaksi, memang telah mengancam semua anak bangsa tanpa kecuali. Meski demikian, bukan berarti negara serta merta dapat mengambil alih seluruh masalah dan memasuki ruang-ruang budaya dan ruang pribadi warga negara.

'Momentum ini sesungguhnya kesempatan kita semua untuk merancang suatu strategi kebudayaan menuju masyarakat terbuka dan dewasa. Suatu dialog terbuka yang jauh dari klaim bahwa suatu masyarakat belum atau sudah cukup matang dan terbuka, juga dijauhkan dari pemaksaan justifikasi yang terlalu puritan,' tandasnya.

Bagi Jro Gede Karang, dunia pariwisata memang akan sangat dirugikan dengan 'ideologi' di balik RUU Pornografi, tetapi jelas itu bukan satu-satunya alasan. 'Kita justru berpikir jauh lebih luas dan dalam, yaitu mengenai gagasan masyarakat yang maju, beradab, dewasa dan terbuka. Suatu gagasan di dalam kerangka keutuhan NKRI,' katanya mengingatkan. (r/*)
 
Asian Beach Games I / 2008

abg.jpg

www.bali2008.com


Kontingen Indonesia Dikukuhkan


Ketua KONI/KOI Rita Subowo mengukuhkan kontingen Asian Beach Games (ABG) I/2008 Indonesia di lapangan golf Sector Bar and Restaurant Bali Beach Golf Course, Sanur, Denpasar, Senin (6/10) kemarin. Acara pengukuhan ditandai penyerahan bendera Merah Putih kepada Komandan Kontingen Djoko Pramono.

Kontingen Indonesia berkekuatan 312 orang yang terdiri atas 210 atlet (128 putra dan 82 putri), 29 pelatih, 16 manajer, dan 57 teknisi. Mereka akan turun pada 17 cabang olah raga resmi serta dua ekshibisi, yaitu polo dan basket. ABG akan berlangsung 18-26 Oktober mendatang melibatkan 45 negara di Asia.

Rita Subowo yang juga Direktur Jenderal Bali Asian Beach Games Oganizing Committe (BABGOC) mengharapkan atlet Indonesia berjuang maksimal, sehingga bisa mengharumkan nama bangsa dan negara. 'Semoga para atlet Indonesia bisa merebut lebih dari dua emas,' katanya. Ia berharap banyak kepada atlet yang berjuang pada cabang pencak silat, perahu naga, voli, sailing dan selancar.

Menurut Djoko Pramono, atlet Indonesia telah melakukan persiapan sejak Oktober lalu plus serangkaian uji coba ke luar negeri. Dia optimis Indonesia bisa menggapai lebih dari dua emas sebagaimana harapan ketua KONI/KOI.

Menyingung kesiapan arena pertandingan, Djoko Pramono mengakui relatif telat. Karena kendala dana, venues baru bisa dipergunakan setelah 10 Oktober. Padahal jika tuntas lebih awal, atlet Indonesia bisa lebih dini memanfaatkannya sebelum berlaga di ABG. (kmb11)




THEME SONG - INSPIRE THE WORLD
1. Inspire The World
Download (right click and select "save file as") | Lyric

 
Pengamanan ABG sudah Siap

Bidang pengamanan sudah siap mengamankan peserta Asian Beach Games (ABG) I/2008 di Bali, 18-26 Oktober mendatang. Kesiapan itu disampaikan Danrem 163/Wirasatya Kolonel Inf. Dedy Kusnadi Tamim dan Polda Bali di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Selasa (7/10) kemarin.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo dan Menko Kesra Aburizal Bakrie. Rita Subowo yang juga Direktur Jenderal Bali Asian Beach Games Organizing Committe (BABGOC) meminta dukungan dari semua pihak demi lancarnya pelaksanaan ABG pertama di Indonesia. Menurutnya, ABG merupakan pertaruhan gengsi dan reputasi negara di mata internasional.

'Bidang pengamanan telah melakukan persiapan seksama bagaimana memberikan pengamanan yang terbaik. Kami meminta doa dan dukungan semua pihak, sehingga ABG berjalan lancar,' kata Rita Subowo.

Menurut dia, panitia ABG mendapat dana Rp 210 milyar. Sebanyak Rp 150 milyar merupakan bantuan pemerintah pusat lewat APBN, sedangkan sisanya berasal dari sponsor seperti Pertamina dan Lippo. Anggaran tersebut akan dimaksimalkan dengan menekan pengeluaran pos-pos tertentu.



Api ABG

Obor Api ABG I/2008 yang akan disulut di kaldron saat upacara pembukaan pada 18 Oktober mendatang, diambil dari desa Merapen, Jawa Tengah, Rabu (8/10) ini.

Sebelumnya, Desa Merapen yang dikenal sebagai tempat sumber api alam juga pernah dijadikan sebagai tempat pengambilan api untuk pelaksanaan SEA Games 1997 dan Pekan Olahraga Nasional (PON). Prosesi pengambilan api akan dilakukan Ketua Harian Bali Asian Beach Games (BABGOC) Rita Subowo yang juga Ketua KONI/KOI.

Sprinter peraih medali emas SEA Games XXIV/2007 di Thailand, Suryo Agung Wibowo, dipercaya sebagai pelari pertama yang akan membawa Obor Asian Beach Games secara beranting menuju Kantor Gubernur Jateng di Semarang. Pada 10 Oktober, api terlebih dahulu dibawa ke Jakarta dan kesokan harinya diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan duta besar negara sehabat dari 45 negara peserta Asian Beach Games. (kmb11/035)
source: BP
 
Konferensi Asia Pasific 'Anti-Aging'

Penuaan Tak Lagi Jadi Masalah

Konferensi Asia Pasific ke-7 tentang Anti-Aging Medicine kembali digelar di Nusa Dua, Bali pada 10-12 Oktober 2008 mendatang. Konfensi yang membahas secara teori dan praktik mengenai bidang ilmu kedokteran yang baru tentang antipenuaan (anti-aging) ini diikuti oleh ratusan peserta. Tak hanya dari Indonesia dan negara-negara Asia, namun juga dikuti negara dari Eropa, Amerika dan Australia.

Menurut Scientific Officer Asia Anti-Aging Confrence dr. Tanjung Subrata, M.Pro., Akp., Rabu (8/10) kemarin, konferensi ini akan menghadirkan pembicara utama Co-faounder and Chairman of Word & American Academy of Anti-Aging Dr. Robert M . Goldman, M.D., Ph.D., D.O., FAASP., ABAARM., President of European Council for Anti-Aging Research and Education Dr. Micahael Klentze, M.D., Ph.D., ABAARM. dan Profesor Studi Anti Aging Universitas Udayana Prof. Dr. Wimpie Pangkahila, M.D., Ph.D., Sp.And., FAACS.

Selain menghadirkan pembicara utama, tambah dr. Tanjung, konferensi juga akan menghadirkan pembicara-pembicara yang yang memiliki keahlian bidang ilmu yang mendukung bidang ilmu antipenuaan yang kini menjadi satu bidang ilmu kedokteran di dunia kesehatan. Di Indonesia, kini sudah ada Persatuan Kedokteran Antipenuaan Indonesia (Perkapi).

Ilmu antipenuaan ini, menurut dr. Tanjung, adalah satu-kesatuan dari berbagai disiplin ilmu yang saling mendukung. Berbagai terapi dan keahlian akan diungkap dalam konferensi ini, meliputi mengungkap mengenai hormon terapi, nutrisi, terapi sport medicine, sel terapi dan mengenai estetika atau kecantikan.

'Dengan menerapkan berbagai terapi yang berhubungan dengan penyakit yang diderita, tak saja menyembuhkan, namun memberikan satu regenerasi biologis yang dapat mempertahankan kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian kualitas hidup dapat lebih panjang,' katanya.

Untuk itu, tambah dr. Tanjung, peserta datang dari dokter spesialis yang memiliki disiplin ilmu yang berbeda namun memiliki hubungan yang erat dengan antipenuaan ini, antara lain dokter spesialis penyakit dalam, kulit kelamin, kandungan, andrologi dan dokter ilmu.

Konferensi yang berlangsung keempat kalinya di Bali ini, juga membuka dua buah post konferensi yakni kursus antipenuaan selama seminggu dari 13 sampai 19 Oktober dan kursus terapi olah raga (fitness trainning) dari 13 sampai 15. 'Post konferesni atau susulan ini akan lebih memberikan keahlian, sehingga setelah konferensi dengan berbagai materi dan praktik sebagai pembuka dan pengenalan, kursus post konferensi akan memberikan peserta untuk bisa lebih mendalami ilmu yang kini makin dicari para ahli itu,' tandasnya. (kmb/*)
source: BP
 
Ubud Writer and Reader Festival

oleh: Janet De Neefe
 
Nusa Dua Fiesta 10 – 14 Oktober 2008

Kegiatan tahunan di Bali Tourism Development Corporation (BTDC), Nusa Dua, yakni Nusa Dua Fiesta kembali digelar.

Kegiatan yang mendongkrak kedatangan wisatawan mancanegara ini digelar di Peninsula, Kawasan Pariwisata Nusa Dua, pada 10–14 Oktober 2008.

Nusa Dua Fiesta 2008 mengusung tema Pariwisata hijau (Green Tourism) sebagai benang merah dari pelaksanaan Konferensi PBB Pemanasan Global yang digelar di Kawasan Nusa Dua, Desember 2007.

Green tourism merupakan wujud komitmen kita bersama untuk mempertahankan Bali sebagai destinasi terkemuka dunia.

Acara yang ditampilkan dari tahun ke tahun juga mengalami dinamisasi.
Serangkaian acara dalam Nusa Dua Fiesta 2008 yang meliputi atraksi seni, budaya, sport, dan pameran didedikasikan bagi para wisatawan asing, domestik, maupun penduduk lokal.

Bukan hanya hiburan, dampak ekonomi pelaksanaan Nusa Dua Fiesta juga pasti dinikmati masyarakat sekitar.
 
abg.jpg

1st ASIAN BEACH GAMES

EVENT SCHEDULE
NO / EVENT / DATE / PLACE

  1. OPENING CEREMONY / 18 0CTOBER'08 / GARUDA WISNU KENCANA
  2. BEACH HAND BALL / 18-25 OCTOBER / MERTASARI BEACH SANUR
  3. BEACH KABADDI / 18-24 OCTOBER / TANJUNG BENOA
  4. BEACH PENCAK SILAT / 18-23 OCTOBER / KUTA BEACH
  5. BEACH SOCCER / 18-26 OCTOBER / MERTASARI BEACH SANUR
  6. BEACH SEPAK TAKREW / 18-26 OCTOBER / SANUR BEACH
  7. BEACH VOLLEY BALL / 18-26 OCTOBER / SANUR BEACH
  8. WOOD BALL / 18-25 OCTOBER / AYODYA AT NUSA DUA
  9. PARAGLIDING / 18-25 OCTOBER / TIMBIS
  10. BODY BUILDING / 19-20 OCTOBER / DISCOVERY MALL
  11. DRAGON BOAT / 19-24 OCTOBER / SERANGAN ISLAND
  12. SAILING & WIND SURFING / 19-25 OCTOBER / SERANGAN ISLAND
  13. JETSKI SPORT / 23-25 OCTOBER / MELIA BENOA / NUSA DUA BEACH
  14. BEACH WRESTLING / 24-26 OCTOBER / KUTA BEACH
  15. MARATHON SWIMMING / 25-26 OCTOBER / SANUR BEACH / SEMAWANG BEACH
  16. SURFING / 25-26 OCTOBER / HALFWAY BEACH IN KUTA
  17. TRIATHLON / 25-26 OCTOBER / PURA BIAS PANINSULA ISLAND
  18. CLOSING CEREMONY / 26 0CTOBER'08 / GARUDA WISNU KENCANA
venue-1.jpg
venue-2.jpg
venue-3.jpg

venue-4.jpg
venue-5.jpg
venue-6.jpg

venue-7.jpg
venue-8.jpg
venue-9.jpg

venue-10.jpg
venue-11.jpg
venue-12.jpg

venue-13.jpg
venue-14.jpg
venue-15.jpg

venue-16.jpg
venue-17.jpg
venue-18.jpg

venue-19.jpg
venue-20.jpg
venue-21.jpg

venue-22.jpg
venue-23.jpg
venue-24.jpg

venue-25.jpg
venue-26.jpg
venue-27.jpg
 
Kuta Karnival 2008 Angkat Tema Lingkungan

Kuta Karnival ke-6 yang dijadwalkan digelar 18-26 Oktober 2008 di kawasan Pantai Kuta, Bali, akan mengangkat tema lingkungan sebagai salah satu upaya mengendalikan pemanasan global.

Hal itu terungkap pada pengukuhan panitia kegiatan tahunan tersebut yang diketuai I Nyoman Graha Wicaksana di Kuta, Selasa.

Sejak penyelenggaraan Kuta Karnival pertama tahun 2002 atau setelah peristiwa bom di Kuta, ketua panitia dijabat I Made Supatra Karang. Namun tahun ini dilakukan regenerasi.

Dalam sambutannya, Graha Wicaksana meminta dukungan dari semua pihak untuk menyukseskan Kuta Karnival (KK) yang akan mengangkat isu lingkungan itu.

"Kegiatan ini bukan hanya milik masyarakat Kuta saja, tetapi semua masyarakat Bali. Kegiatan ini juga untuk mendukung program tahun kunjungan Indonesia (VIY/Visit Indonesia Year) 2008," katanya.

Regenerasi kepemimpinan kepanitiaan dimaksudkan untuk menjamin KK yang telah dikenal dunia, bisa menjadi agenda rutin tahunan. "Banyak yang memberikan apresiasi terhadap KK, termasuk Menbudpar Jero Wacik," tambahnya.

Sementara Ketua Kuta Small Bisnis Association (KSBA), Ketut Nugra, yang juga duduk dalam kepanitiaan KK, menyarankan agar momentum tersebut digunakan sebagai gerakan peduli lingkungan.

"Kita jadikan KK ke-6 sebagai kampanye lingkungan untuk turut mengendalikan pemanasan bumi. KK telah memiliki kesan mendunia, sehingga akan mampu menggugah kesadaran menjaga lingkungan," katanya.

Menurutnya kondisi alam yang makin parah akibat pencemaran dan perusakan lingkungan menjadi ancaman terbesar planet bumi saat ini.

"Jika pengerusakan alam dan lingkungan terus berlanjut, kita tidak akan bisa menikmati keindahannya," kata Nugra.(*Antara)
 
Tak Ada Pernikahan

1KOREKSI.gif


DARI hasil pengecekan Bali Post ke Banjar Pupuan Sawah, Kamis (16/10) kemarin, ternyata berita pernikahan sesama jenis ternyata tidak benar.

Sejumlah aparat di banjar tersebut menyatakan bahwa upacara itu hanya upacara pameras, nyolongin, Suddi Wedani dan mapendes (potong gigi).

Dengan demikian, berita yang dikutip dari kantor berita Reuters tersebut ternyata tidak benar. Bahkan, kontributor foto Reuters Murdani Usman yang juga datang ke Pupuan Sawah, Kamis kemarin, langsung menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan informasi tersebut.

Seperti diketahui sejumlah media besar, baik terbitan di Bali maupun di Jawa, memuat berita tersebut. Semuanya juga mengutif dari kantor berita yang sama, Reuters.

Sementara itu, rumah I Wayan Budiada dan Ni Wayan Suwarni, Banjar Pupuan Sawah, Selemadeg, Kamis kemarin sontak ramai dikunjungi tamu. Tamu itu di antaranya Camat Selemadeg I Gede Susila, Danramil E. Rajagukguk disertai Muspika Selemadeg. Hadir pula Ketua PHDI Selemadeg I Dewa Putu Sukadana, Klian Dinas Pupuan Sawah I Made Sukadana serta keluarga besar I Wayan Budiada dan sejumlah krama adat. Sejumlah wartawan media cetak lokal dan nasional juga berkumpul untuk meminta klarifikasi terkait pemberitaan kantor berita Reuters yang dikutif Bali Post, Kamis kemarin.

Ketua PHDI Selemadeg Dewa Sukadana yang mengaku hadir pada upacara Rabu (15/10) lalu, menyatakan tidak ada upacara pernikahan pada acara tersebut. 'Memang kami mengeluarkan surat suddhi wadani, tetapi tidak terkait dengan adanya upacara pernikahan,' jelasnya.

Mengenai proses masuk Hindu, katanya, siapa pun yang berkeinginan masuk Hindu dengan tanpa paksaan, wajib mendapat pelayanan suddi wadani. 'Kami selaku Ketua PHDI hadir dalam prosesi tersebut. Tidak ada upacara pernikahan. Saya sendiri yang terkait dengan upacara suddhi wadani keduanya,' terang Dewa Sukadana.

Pihak keluarga besar Wayan Budiasa menjelaskan, upacara yang berlangsung sesuai dengan surat undangan yang telah beredar yakni berupa upacara manusa yadnya mapandes (potong gigi). Tiga orang yang mapandes yakni Ni Putu Trisnayanti (16) anak Budiada-Suwarni, Christianus A. Huijbregts (67) dan Hendrikus Johannes Deijkers (67). Baik Christianus maupun Hendrikus melakukan upacara maperas (diakui anak secara adat Bali), suddhi wadani atau masuk agama Hindu dari sebelumnya memeluk Kristen, pacolongan (upacara 42 hari setelah lahir), tiga bulanan, dan mapandes (potong gigi). Para pejabat dan tokoh-tokoh masyarakat di Selemadeg diundang untuk turut menyaksikan upacara tersebut. Keduanya di-peras (diakui anak secara adat Bali) oleh Ni Made Rasti (70), ibu dari Budiada, dengan nama baru Made Hendrik dan Nyoman Kris.

Mangku I Made Arnawa mamuput upacara tersebut. Sementara seluruh keperluan banten dibeli dari tukang banten Ni Made Menri. Banten yang dibeli, kata Menri, berupa banten pameras, suddhi wadani, pacolongan, tiga bulanan dan potong gigi. 'Sama sekali tidak ada banten pawiwahan atau pernikahan,' jelasnya.

Demikian pula pemangku yang menangani upacara itu mengatakan tidak ada upacara pernikahan. 'Kami keluarga besar tentu saja tidak mengizinkan adanya pernikahan sejenis yang dilarang ajaran agama. Kami menerima Hendrik dan Kris karena niat baiknya sejak beberapa tahun lalu untuk menjadi pemeluk Hindu dan menjadi bagian dari keluarga besar kami. Tidak ada pernikahan dalam acara Rabu lalu,' terangnya yang dibenarkan keluarga besar lainnya.

Sementara itu, Hendrik dan Kris mengaku memang sejak belasan tahun lalu ingin memeluk Hindu. Ketika kuliah, Kris bahkan melakukan penelitian dan menyusun skripsi tentang Hindu di negaranya, Belanda. Demikian pula Hendrik yang merupakan kelahiran Cilacap, mengaku secara teratur membaca tentang Hindu. 'Kami memang tertarik dengan ajaran Hindu sejak belasan tahun lalu. Kami ingin menghabiskan hari tua bersama agama Hindu yang kami anut sekarang. Kami yakin bisa menjadi pemeluk Hindu yang baik dan kami sangat senang telah menjadi Hindu,' ujar Hendrik dengan bahasa Indonesia lancar.

Mengenai hubungan keduanya, Hendrik dan Kris mengaku sebagai saudara angkat. Mengapa sampai ke Pupuan Sawah, bermula dari perkenalannya dengan Suwarni, wanita asal Sronggo Pondok Kerambitan, 12 tahun lalu. Suwarni sempat bekerja di Maldives dan Turki bidang spa. Sejak lama keduanya telah dianggap sebagai saudara oleh Suwarni. Bahkan hubungan pertemanan itu terus berlanjut ketika dirinya menikah dengan Budiada, warga Pupuan Sawah. Seingat Suwarni, baik Kris maupun Hendrik adalah pensiunan pegawai pemerintahan di Belanda. Mereka telah menyampaikan niatnya masuk Hindu sejak lebih dari tiga tahun lalu. Karena keduanya tampak serius, untuk masuk Hindu dan menjadi bagian dari keluarga besar mereka, beberapa waktu lalu diadakan rapat keluarga hingga ke lingkungan pemaksan untuk membicarakan rencana keduanya masuk ke dalam keluarga besar mereka. Atas persetujuan seluruh anggota keluarga, akhirnya jadilah acara seperti kemarin (Rabu lalu).

'Tidak ada pernikahan. Kami semua kaget dengan pemberitaan itu,' terangnya. (kmb14)
 
Usai ABG, Kejuaraan Dunia Wushu

Usai menjadi tuan rumah Asian Beach Games (ABG) I/2008, Bali akan diberi kepercayaan menggelar kejuaraan dunia wushu junior. Kejuaraan yang digelar 7-14 Desember mendatang ini melibatkan 45 negara.

'Hingga kini sudah 45 negara yang menyatakan siap menurunkan atletnya di ajang bergengsi itu. Panitia sudah melakukan persiapan dengan memantau tempat pertandingan yang di pusatkan di Hotel Westin, Nusa Dua,' ujar Ketua Panitia IGK Manila setelah melakukan audensi dengan Gubernur dan Kapolda Bali di Denpasar, Jumat (17/10) kemarin.

Dalam pertemuan itu, Manila diterima Wakapolda Bali Irswanda Ismail mewakili Kapolda. 'Kami dari pihak kepolisian akan membantu seoptimal mungkin dalam segi keamanan. Karena suksesnya suatu event dan prestasi atlet tidak terlepas dari amannya suatu penyelenggaraan,' tutur Ismail.

Ismail mengharapkan para atlet Indonesia benar-benar mempersiapkan diri seoptimal mungkin. Dengan harapan Indonesia sebagai tuan rumah bisa sukses dari segi prestasi dan penyelenggaraan.

Indonesia menyiapkan 11 atlet dari nomor taulo dan delapan atlet sanshou yang lolos seleksi dalam seleknas. Menurut Wakil Sekjen PB WI Iwan Kwok, atlet nomor taulo yang berlatih di Medan langsung ditangani pelatih dari Cina. Sementara atlet nomor sansho akan melakukan pelatnas di Surabaya pekan depan. Hal ini bertujuan mengimbangi kejayaan atlet Cina yang dikenal memiliki kemampuan lebih dari negara lain. *BP
 
Amrozy-Counter Strike Tetap Ditembak

BOMBALI.gif


Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan Amrozy Counter Strike. dieksekusi dengan cara ditembak hingga mati. Putusan ini menyusul ditolaknya permohonan uji material (judicial review) UU Nomor 2/PNPS/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hukum Mati yang diajukan tim penasihat hukum terpidana mati kasus bom Bali I tersebut.

Demikian disampaikan Ketua MK Mahfud MD dalam pembacaan putusan permohonan uji material tersebut di gedung MK, Jakarta, Selasa (21/10) kemarin. Alasan penolakan itu, karena dalil-dalil pemohon mengenai pengujian formil tidak beralasan sehingga harus ditolak. Rasa sakit yang dialami terpidana mati merupakan konsekuensi logis sebagai akibat pelaksanaan pidana mati sesuai tata cara yang berlaku.

'Permohonan pemohon baik mengenai pengujian formil maupun pengujian material seluruhnya ditolak. Hukuman mati dengan cara ditembak tidak termasuk kategori penyiksaan terhadap diri terpidana mati. Alternatif tata cara pidana mati lainnya juga tetap menimbulkan rasa sakit, meskipun gradasi dan kecepatan kematian berbeda-beda,' kata Mahfud megutip putusannya tersebut.

Menurut MK, tidak ada satu cara pun yang menjamin tiadanya rasa sakit dalam pelaksanaan hukuman mati. Cara digantung, dipenggal pada leher, disetrum listrik, dimasukkan kamar gas dan disuntik mati, semuanya menimbulkan rasa sakit. Semua cara hukuman mati itu mengandung risiko terjadinya ketidaktepatan dalam pelaksanaan yang menimbulkan rasa sakit.

Atas putusan MK ini, anggota Tim Pembela Muslim (TPM) Wirawan Adnan mengaku menghormati putusan dan tidak ingin menilai putusan tersebut. Tetapi, pihaknya takkan menyerah begitu saja. Meski MK telah memutuskan eksekusi terpidana mati bom Bali tetap dengan cara ditembak mati, TPM tetap berupaya berjuang karena terpidana masih memiliki hak untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) yang diajukannya masing-masing. Jika ini diterima keluarganya, Rabu (21/10) segera mengajukan PK dan eksekusi bisa ditunda lagi. (kmb3) *BP
 
ABG Ditutup, Indonesia Juara Umum

1ABG2.gif


Asian Beach Games (ABG), Minggu (26/10) malam kemarin pukul 21.30 wita ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Nusa Dua, Bali. Kontingen Indonesia pada hari terakhir masih menambah satu medali emas lagi melalui pasangan Andy Ardiansyah/Koko Prasetyo di cabang bola voli pantai. Tambahan satu emas itu membuat Indonesia secara keseluruhan meraih 23 emas plus 10 perak 19 perunggu sekaligus memantapkan posisi sebagai juara umum.

Wapres dalam sambutannya mengatakan rasa bangga dan gembira atas suksesnya penyelenggaraan pesta olahraga terbesar dan pertama di Asia itu. Jusuf Kalla juga menyampaikan rasa hormat setinggi-tingginya kepada kontingen Indonesia yang mampu menjadi juara umum.

Ia berharap prestasi di ABG ini menjadi lokomotif atau pendorong bagi seluruh komponen olahraga Indonesia untuk lebih giat lagi membina atlet berprestasi. 'Saya kira ini merupakan sesuatu yang membanggakan. Mudah-mudahan ke depan prestasi olahraga kita di tingkat internasional akan semakin diperhitungkan,' kata Wapres.

Upacara penutupan yang dimeriahkan tarian kolosal dan tradisional dan ditandai dengan penyerahan bendera OCA dari Wakil Presiden OCA Timothy Fox kepada Wakil Presiden National Olympic Commitee (NOC) of Oman Habib Al Nabi Makki. Oman yang menjadi tuan rumah ABG II/2010 hanya mempertandingkan 11 cabang olahraga.



Penuh Atraksi



Seperti pada pembukaan di tempat yang sama, upacara penutupan juga dipenuhi dengan atraksi yang menampilkan berbagai budaya, seperti tarian dan laga dari seluruh penjuru Tanah Air.

Menjelang kedatangan Wakil Presiden, Band Saharadja, kelompok musik kontemporer asal Bali menghibur penonton melalui penampilan di Panggung Lotus Pond.

Setelah Wapres dan rombongan memasuki tribun kehormatan, ribuan tamu kemudiah disuguhi tarian dan musik karya Sentot S. yang mengolaborasikan tarian tradisional dan kontemporer Indonesia yang berasal dari lima pulau besar, yaitu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Papua.

Artis-artis Ibu Kota di antaranya Titik Puspa, Inul Daratista, Shanty dan Samuel, didukung oleh musisi Andy Ayunir secara bersama mengiringi parade atlet dengan melantunkan lagu 'Inspire The World' yang merupakan tema lagu dari ABG Bali 2008.

Oman yang akan menjadi tuan rumah pada ABG 2010, tidak ketinggalan menampilkan atraksi kesenian mereka melalui musik irama padang pasir. (Tim BP)

FINAL RESULT : http://indoforum.org/showpost.php?p=1013573&postcount=21
 
'Sinergi Seni Membangun Indonesia'

Putu Rudana Didorong Satukan Komponen Bangsa

DUKUNGAN untuk Putu Rudana yang sukses menyelenggarakan acara spektakuler 'Sinergi Seni Membangun Indonesia' ternyata tak hanya datang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Belakangan ini para sulinggih dan pandita di Bali pun ikut mendoakan serta merestui konsep paling ampuh menyatukan seluruh komponen untuk membangun bangsa ini. Restu itu datang dari Ida Pedanda Gede Made Gunung dari Ashram Yogadipatamaguhya, Banjar Tengah, Blahbatuh, Gianyar; Ida Pandita Parama Daksa Nata Ratu Bagus dari Ratu Bagus Ashram di Dusun Muncan, Selat, Karangasem; Ida Pedanda Gede Ketewel Kemenuh di Banjar Kemenuh, Sukawati; Ida Pedanda Istri Putri Rasmini dari Banjar Kemenuh Kelod; Sri Empu Wredha Pandita Darmika dari Banjar Juga, Mas, Ubud; Ida Dukuh Acarya Daksa dari Banjar Semaga, Penatih, serta Mangku Ketut Liyer, Ubud. Tokoh-tokoh spiritual ternama ini memberikan dukungan kepada Putu Rudana supaya terus berkarya dan mempersatukan seluruh komponen bangsa sehingga Indonesia menjadi negara yang kuat, aman dan damai.

Menurut Putu Rudana, Minggu (26/10) kemarin, sinergi seni ini bersifat fleksibel dan menyentuh segala aspek kehidupan. Tak hanya seni rupa, seni suara atau seni tari, juga aktivitas, adat-istiadat dan budaya. Adapun 'Sinergi Seni Membangun Indonesia' merupakan konsep hak cipta termahal yang khusus dipersembahkan kepada Sang Maha Pencipta. Konsep tersebut tak semata-mata didaftarkan ke Departeman Hukum dan HAM atau Budpar, juga akan dipertanggungjawabkannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. 'Karya cipta itu bukan hanya dalam bentuk fisik/benda, juga konsep yang mesti dihargai semua pihak sebagai hak atas kekayaan intelektual. Walau tidak didaftarkan, konsep sinergi seni membangun Indonesia ini, jiwanya merupakan persembahan kepada Tuhan,' tegasnya.

Hal yang paling utama, menurut Putu Rudana, yakni setiap orang mesti menghargai ide atau gagasan seseorang sebagai suatu hak cipta yang harus dilindungi sebagaimana halnya konsep Tri Kaya Parisudha (berpikir, berkata dan berbuat yang baik). 'Kalau mengutip atau menyadur konsep orang lain, kita juga mesti mencantumkan nama si empunya gagasan. Hal itu harus dibiasakan untuk memberikan penghargaan atas suatu ciptaan serta menghargai kreativitas positif,' tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Yudhoyono direncanakan mencanangkan konsep 'Sinergi Seni Membangun Indonesia' di Istana Negara, Jakarta, dalam waktu dekat ini, mengingat ampuhnya acara tersebut untuk mempersatukan semua komponen bangsa. Menurut Putu Rudana, untuk menghadapi globalisasi dunia yang kian kencang, saatnya semua komponen bersinergi sehingga menjadi bangsa yang utuh, bangsa Indonesia. Kita juga jangan sampai tepecah-belah oleh perbedaan politik maupun warna. Tetapi sebaliknya, perbedaan tersebut hendaknya dimaknai sebagai suatu kekuatan luar biasa untuk membangun sendi-sendi kehidupan yang penuh toleransi dan saling menghargai. (r/*BP)
 
Jelang Eksekusi Amrozy Counter Strike.

Silakan Mengadu ke Mahkamah Internasional

bombali.gif


Kejaksaan Agung (Kejakgung) mempersilakan terpidana mati dalam kasus bom Bali I Amrozy dkk. untuk mengadu ke Mahkamah Internasional. 'Silakan saja mengadu ke Mahkamah Internasional,' kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Jasman Pandjaitan, Senin (27/10) kemarin.

Ia menyatakan eksekusi terhadap Amrozy dkk. tetap dilakukan pada awal November 2008 di Nusakambangan, Cilacap. Pelaksanaan itu sudah sesuai dengan tahapan-tahapan syarat formal dan material karena upaya hukum dari kasasi sampai peninjauan kembali (PK) sudah dilaksanakan. 'Bahkan permohonan PK kedua kalinya, dijawab MA bahwa PK itu satu kali,' katanya. Kemudian, terpidana sendiri sudah menyatakan tidak akan mengajukan grasi.

Sebelumnya dilaporkan, Tim Pengacara Muslim (TPM) menanyakan kembali soal peninjauan kembali (PK) terpidana mati bom Bali I ke MA, Senin kemarin. Ia menegaskan jika eksekusi itu tetap dipaksakan untuk dilakukan, maka hal itu melanggar hukum.

Cukup Kondusif
Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. FX Sunarno mengatakan situasi di sekitar Pulau Nusakambangan, Cilacap, menjelang pelaksanaan eksekusi cukup kondusif. 'Diharapkan situasi dapat terus kondusif,' kata Kapolda, Senin kemarin.
Menurutnya, dari hasil pemantauan, belum terdapat indikasi keberadaan kelompok-kelompok tertentu yang tidak setuju dengan pelaksanaan eksekusi ini. 'Kami akan terus memonitor situasi. Jangan melakukan tindakan yang merugikan masyarakat,' katanya.

Belum Tahu
Keluarga terpidana mati kasus bom Bali I, Amrozy, di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, belum mendapatkan pemberitahuan jadwal eksekusi yang diumumkan Kejaksaan Agung awal November ini. 'Hingga kini keluarga di Lamongan belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi mengenai rencana eksekusi Amrozy Counter Strike,' kata Muhammad Chozin, kakak kandung Amrozy, Senin kemarin.

Menurutnya, keluarga tetap berkeyakinan eksekusi belum ada kejelasan, sebab sejak diumumkan secara resmi oleh Kejaksaan Agung, 24 Otkober lalu, tidak ada pemberitahuan secara resmi yang disampaikan kepada keluarga di Lamongan.

Kuasa Hukum
Sementara itu, TPM berencana untuk mengadukan Kejaksaan Agung ke Mahkamah Internasional, terkait keputusannya yang mentetapkan eksekusi pada awal November. Alasannya, TPM selaku kuasa hukum terpidana mati Amrozy Counter Strike. belum menerima salinan putusan PK ketiga yang sudah diputus MA tersebut.

'Rencananya kami akan mengadu ke Mahkamah Internasional, kalau eksekusi itu dilaksanakan awal November nanti oleh Kejaksaan Agung,' kata anggota TPM Qadhar Faisal yang datang bersama pengacara lainnya ke gedung MA, Jakarta untuk meminta salinan PK tersebut.

Menurutnya, pihaknya memiliki bukti pendaftaran PK ketiga tertanggal 30 Januari 2008 yang didaftarkan langsung TPM ke PN Denpasar. Sementara terpinda mati Amrozy Counter Strike. menandatangani langsung memori PK dan menyampaikannya kepada LP Batu Nusakambangan pada 30 Januari 2008. Namun, sampai sekarang belum diketahui putusannya.

Pengadilan tidak punya hak untuk menolak permohonan yang diajukan, kecuali dengan memeriksa dan membuat putusan. 'Kami berharap ada sebuah keputusan, karena perkara itu diselesaikan dengan putusan bukan dengan surat,' ungkap Qadhar Faisal. * (kmb3 / ant)
 
Made Wianta Pameran di Guam, AS

Aktivitas Otaknya Setara Pendeta Saat Meditasi

BELUM sepekan pulang dari penelitian aktivitas otak di Tokyo, seniman multitalenta Made Wianta, Rabu (5/11) hari ini bertolak ke Guam, AS, dalam rangka pameran amal di Outrigger Guam Resort.

Dihubungi di studionya Jalan Pandu 58 Denpasar, Selasa (4/11) kemarin, Wianta mengatakan pameran ini telah dirancang lama seusai pameran pertamanya di Guam, Februari 2008. Acara fundraising ini menghimpun dana bagi SKAL Club Guam untuk beasiswa anak-anak pintar dari keluarga kurang mampu.

Tentang penelitian aktivitas otak di Jepang, di studio Wianta kemarin diputarkan video proses riset di dua tempat yakni Foundation for Advancement of International Science Oohashi Laboratory dan National Institute of Neuroscience, National Center of Neurology and Psychiatry, Tokyo. Dalam video tampak Wianta menjalani serangkaian pemeriksaan dengan peralatan pemindai otak dengan 300 scan dan merekam aktivitas otak pada saat diam maupun beraktivitas melukis serta menabuh kendang.

Prof. Dr. Tsutomu Oohashi, brain scientist yang juga seniman bersama tim risetnya meneliti aktivitas otak Wianta melalui irisan-irisan dengan teknologi pencitraan tingkat tinggi. Oohashi yang juga dikenal dengan nama Shoji Yamashiro mendapatkan pencitraan otak Wianta saat melukis yang sangat berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Aktivitas otak Wianta menunjukkan pola yang amat jarang dan mirip aktivitas otak seorang pendeta tingkat tinggi yang sedang khusyuk melakukan meditasi.

Hasil riset itu menyimpulkan bahwa Wianta memiliki aktivitas otak yang spesial dan memunculkan gelombang alpha. Penemuan ini sangat menarik karena data-data ini diharapkan memberikan kontribusi untuk penelitian lebih jauh tentang mekanisme aktivitas otak dalam kaitan seni dan kreativitas.

Tak mengherankan jika sejumlah karya Wianta digunakan sebagai salah satu media penyembuhan dan relaksasi di salah satu rumah sakit jiwa di Jepang. 'Saya sendiri tidak menyangka kalau hasil karya saya dari periode titik-titik dan yang lainnya, bisa digunakan untuk penyembuhan,' kata Wianta.

Sudah sejak lama Wianta ingin mendapatkan jawaban tentang pandangan psikiatris terhadap hasil karyanya. Pada 1977 setelah bermukim empat tahun di Belgia, Wianta pernah memeriksakan karya dan berkonsultasi dengan Dr. Denny Thong, yang ketika itu menjadi pimpinan RSJ Bangli. Ini dilakukan karena karya-karya Wianta yang abstrak dinilai nyeleneh oleh banyak orang. Wianta pun disarankan ke paviliun Dr Denny Thong dekat RSJ Bangli. Di sana dia bertemu dengan pendeta dari Australia yang menyarankan agar Wianta terus berkarya dengan gayanya sendiri.

Lalu, Wianta mencoba berkonsultasi lagi dengan Prof. Dr. Moerdowo yang juga pelukis. Suatu kebetulan pada 1990-an psikiater Prof. Dr. Luh Ketut Suryani mendatangi studio Wianta untuk melakukan sebuah penelitian melalui wawancara panjang. Guru besar Universitas Udayana itu berpendapat beberapa karya Wianta mengandung unsur-unsur trance.



Memenuhi Kriteria

Pada 1996, Wianta bertemu dengan Oohashi dari Jepang. Oohashi jatuh hati dengan karya dan perjalanan kreativitas Wianta yang kemudian membuat film dokumenter tentang Wianta dan film itu diputar di sejumlah tempat. Oohashi terakhir membuat film "Echoscape Wianta Galaxy" yang diputar dalam ajang Tokyo International Movie Festival, Oktober 2008.

Oohashi juga memprakarsai penelitian otak Wianta dengan melibatkan sejumlah pakar di berbagai bidang. Di antaranya Dr. Norie Kawai dan Reiko Yagi. Oohashi sudah mencoba riset terhadap karya ratusan seniman secara visual, tetapi hanya karya Wianta yang memenuhi kriteria untuk bahan penelitiannya. Riset ini pertama kali dilakukan Oohashi untuk mengetahui korelasi antara karya seni visual dan otak senimannya.

Hasil dari penelitian ini akan dipublikasi dalam jurnal ilmiah internasional serta dikembangkan menjadi kajian ilmu pengetahuan dan seni yang mengaitkan aktivitas seniman, karya seni, juga berbagai implikasinya terhadap penikmat hasil karya tersebut. Setidaknya otak anak pemangku dari Apuan ini bisa dijadikan studi kasus dalam kaiatan kreativitas manusia Bali dan seni. 'Semoga penelitian ini bermanfaat bagi art and science. Para ahli bukan hanya membedah hasil karya, tetapi juga otak kreatornya yang berperan dalam penciptaan karya seni,' ujar Wianta. *BP
 
Siswa SMAN 4 Denpasar Ikuti CDLS 2008 di India

Tidak pernah berhenti mengukir prestasi tingkat dunia. Predikat itu rasanya sangat tepat disematkan kepada SMAN 4 Denpasar. Sekolah penyandang status Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) ini memang berulangkali meloloskan siswa-siswa terbaiknya sebagai duta Indonesia dalam berbagai event internasional.

Mulai Jumat (7/11) hingga Senin (17/11) mendatang, empat orang siswa SMAN 4 Denpasar -- Yoga Fitrana Cahyadi (XI IPS), Garlan Archista Duarsa (XI IPS), Vina Dewi Lestari (XI IPA 2) dan Evindya Vipascitadewi (X 4) -- berhak mengikuti kegiatan Community Development and Leadership Summit (CDLS) 2008 di di Modern School, Barakhamba Road, New Delhi, India.

Selama sepuluh hari berada di India, keempat siswa itu akan bergabung dengan siswa-siswa terbaik dari sejumlah negara seperti Australia (1 sekolah), Cina (2), Malaysia (2), Pakistan (1), Filipina (1), Saudi Arabia (1), Afrika Utara (1), Ukraina (1), Amerika Serikat (3) dan tuan rumah India menyertakan tiga sekolah.

Menurut Sri Wedarni, S.Si. (guru pembina yang mendampingi keempat orang siswa itu selama di India - red), event CDLS itu ditujukan untuk mempererat persahabatan antarpemuda dari berbagai belahan dunia sekaligus bersama-sama berjuang untuk menciptakan perdamaian dunia guna menciptakan kondisi masyarakat dunia yang lebih baik.

Pada event itu, siswa-siswa peserta CDLS saling tukar informasi pendidikan dan ilmu pengetahuan, keterampilan serta pengalaman termasuk belajar tentang ilmu kepemimpinan (leadership - red). "Intinya, mereka berkumpul bersama dan berdiskusi tentang kondisi dan permasalahan dunia saat ini sekaligus bersama-sama mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Setelah mengikuti pertemuan itu, cakrawala berpikir atau wawasan para siswa diharapkan bertambah luas. Nantinya, mereka juga diharapkan menjelma jadi pemimpin-pemimpin di negara masing-masing yang senantiasa berjuang untuk menciptakan perdamaian dan keharmonisan dunia," katanya.

Dalam kegiatan itu, katanya, kontingen masing-masing negara akan membawakan sebuah makalah yang terkait dengan tema sentral "Peace and Community Development". Untuk kategori individu, masing-masing peserta juga diwajibkan mempresentasikan sebuah essai yang temanya sudah mereka tawarkan kepada panitia sebelum kegiatan dilangsungkan. "CDLS 2008 ini merupakan event kedua yang diikuti siswa-siswa SMAN 4 Denpasar. Empat orang siswa SMAN 4 Denpasar juga mengikuti event serupa tahun 2007 lalu," katanya. (ian/*BP)
 
Boyong Piala Bergilir Presiden RI

DB SD Saraswati 3 Denpasar Juara Umum GPJB 2008

PRESTASI gemilang ditorehkan Drum Band (DB) Genta Mahardika Saraswati (GMS) SD Saraswati 3 (English Class) Denpasar pada Grand Prix Junior Band (GPJB) 2008 yang digelar di Stadion Tennis Indoor Senayan, Jakarta, belum lama ini. Pada event bergengsi tingkat nasional itu, siswa-siswa kreatif dari SD favorit pimpinan Dra. Cok Istri Murniati ini dinobatkan sebagai Juara Umum Divisi Junior GPJB 2008.

Ditemui Kamis (6/11) kemarin, Murniati mengatakan kreativitas seni yang ditampilkan anak didiknya sanggup mempesona para juri sehingga memberikan nilai akumulatif tertinggi untuk DB Genta Mahardika Saraswati. Dominansi DB GMS asuhan Bali Instructor Marching Band (BIMB) yang berdiri tahun 2005 lalu pada GPJB 2008 memang sangat nyata.

DB yang diperkuat siswa-siswa kelas III, IV dan VI itu sukses bertengger di posisi puncak setelah memboyong empat predikat terbaik alias juara I untuk kategori Colour Guard, General Effect, Display and Showman Ship dan Music Analysis Percussion Line Divisi Junior.

Satu-satunya gelar terbaik yang lepas adalah pada kategori Music Analyssis Horn Line. Pada kategori ini, anak-anak SD Saraswati 3 Denpasar harus puas bertengger di peringkat II. 'Prestasi membanggakan itu mengantarkan anak-anak menjadi jawara Divisi Junior sekaligus juara umum Divisi Junior GPJB 2008. DB GMS SD Saraswati 3 Denpasar juga berhak memboyong Piala Bergilir Presiden RI ke Bali,' katanya dengan wajah berseri-seri.

Meskipun baru berusia tiga tahunan, kata istri Camat Denpasar Barat Drs. I Made Mudra, M.Si. ini, DB GMS sudah sukses mengoleksi sejumlah prestasi bergengsi seperti Juara Umum I Divisi Sekolah Jembrana Marching Open Competition 2007, Juara Umum II Divisi Satu Langgam Indonesia 2008 dan sejumlah prestasi lainnya. 'Gelar Juara Umum Divisi Junior GPJB 2008 tentu saja makin memotivasi anak-anak kami untuk berlatih lebih giat sekaligus meningkatkan kreativitas sehingga prestasi membanggakan itu tetap bisa dipertahankan,' katanya dan menambahkan, DB GMS saat ini didukung sekitar 62 orang siswa.

Menurut Murniati, DB GMS merupakan salah bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang dimanfaatkan sebagai ruang berekspresi sekaligus meningkatkan cipta, rasa dan karsa para siswa. Dikatakan, kegiatan-kegiatan DB GMS bertujuan untuk membentuk dan mendidik siswa agar menjadi insan yang dinamis, kreatif, berdisiplin dan bertanggung jawab. 'Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa-siswa kami mampu meminimalisasi serendah mungkin dampak negatif kehidupan di era globalisasi ini,' tegasnya. (ian/*BP)
 
Kejuaraan Dunia Wushu Diikuti 50 Negara

Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2008 di Bali yang akan dilangsungkan di Hotel Westin, Kuta, Badung, 7-14 Desember mendatang, diikuti 50 negara. Hal itu dikatakan Ketua Panitia IGK Manila di Jakarta, Senin (10/11) kemarin.

'Jumlah 50 negara peserta berarti ada peningkatan dibanding kejuaraan dua tahun lalu di Kuala Lumpur, Malaysia, yang diikuti 42 negara. Ini jelas menjadi promosi bagi Indonesia khususnya Bali kepada dunia internasional,' kata Manila yang juga dikenal sebagai pendiri wushu di Indonesia.

Dengan banyaknya peserta, Manila yakin persaingan untuk meraih medali emas dari 22 nomor yang dipertandingkan bakal ketat. Untuk itu dia berharap kejuaraan kali bisa dijadikan momentum bagi peningkatan prestasi wushu nasional menuju SEA Games 2009 di Laos dan Asian Games 2010 di Beijing.

Wakil Ketua Umum PB WI Agus Susanto menambahkan, atlet sansho Indonesia yang ditempa di Surabaya sudah siap tempur untuk memberikan hasil yang terbaik. Para atlet tersebut merupakan hasil seleksi nasional September lalu.

Menurutnya, para atlet yang dipersiapkan ke Bali tinggal digenjot fisiknya. Pasalnya, faktor ini yang selalu menjadi kendala bagi para atlet saat turun di pertandingan. Semua itu terpantau saat tampil di seleknas, dari tiga ronde yang dipertandingkan mereka kedodoran sebelum pertandingan usai. (035) *BP
 
ikud ah... ngepost di forum bali

wong2 bali ane tanya dunk ada tmpt2 yang enak ngak wat makan2 barenng2 sama
tmn2 skull coz pertengahan taun dpn wa rencana na mw kebali n mgkin anak2 bali ada
yg mw bwat mini gath kek di semrang gtu,,,, :D
 
ikud ah... ngepost di forum bali

wong2 bali ane tanya dunk ada tmpt2 yang enak ngak wat makan2 barenng2 sama
tmn2 skull coz pertengahan taun dpn wa rencana na mw kebali n mgkin anak2 bali ada
yg mw bwat mini gath kek di semrang gtu,,,, :D

banyak tempat, dan coba salah satunya Pantai Jimbaran dan Pantai Kedonganan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.