• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

IF Bali

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. goesdun
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
Gubernur Bali Dukung Konvensi WFTGA

WORLD Federation of Tourist Guide Associations (WFTGA) beranggotakan 100 ribu pramuwisata dari 60 negara telah memilih Bali sebagai tempat pelaksanaan Konvensi Internasional dua tahunan asosiasi Pramuwisata Dunia, 8 - 16 Januari 2009 di Discovery Kartika Plaza. Sebagai bukti bahwa Bali layak jadi tuan rumah, bulan lalu President WFTGA Mrs. Rosalind Newlands, Mr. Aladdin Khalifa dan Mr. Johnny Lee beraudiensi langsung dengan Gubernur Bali di Renon.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali Dewa Made Beratha mendukung Konvensi Internasional Pramuwisata. ''Bahkan, Gubernur secara langsung menawarkan jamuan makan malam di Jaya Sabha untuk Opening Dinner tanggal 12 Januari 2009 kepada 350 peserta luar negeri. Sekaligus acara ini sebagai ajang promosi pariwisata Bali,'' kata Nyoman Kandia, Ketua Organizing Committee Konvensi WFTGA.

Kandia yang lahir di Desa Mas, Ubud dan telah menjadi pramuwisata sejak 1989 menargetkan peserta Konvensi WFTGA 800 orang dari sekolah pariwisata, kepala Dinas Pariwisata provinsi dan kepala Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-Indonesia, anggota HPI di 33 provinsi, dan pengelola kawasan ekowisata serta peserta luar negeri.
Dikatakannya, tema yang diangkat adalah ''Ecotourism & Tourist Guides' Roles''. Selama workshop akan dihadirkan 25 pembicara ekowisata dari dalam dan luar negeri, termasuk mantan Menbudpar I Gede Ardika.

Dikatakan, manfaat konvensi bagi pramuwisata Indonesia yaitu saling tukar pengalaman dalam menjelaskan objek ekowisata serta membuat jejaring di antara pramuwisata sejagat. Persiapan konvensi sudah hampir rampung dikelola oleh Melali MICE, event organizer yang profesional.
Menurut rencana Konvensi WFTGA akan dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di akhir masa jabatan Bapak Dewa Beratha sepuluh tahun ngayah jadi Gubernur Bali, HPI menyampaikan rasa salut dan bangga atas komitmen beliau dalam meningkatkan SDM pramuwisata Bali, dan melindungi pramuwisata lokal dari serbuan turis asing nyambi jadi tour guide di Pulau Dewata.

''Semoga Bapak Mangku Pastika, gubernur pilihan rakyat Bali yang akan dilantik, memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan pramuwisata Bali agar tidak menjadi penonton di kandang sendiri,'' tandas Nyoman Kandia yang kini menjabat Ketua Umum DPP HPI dan Presiden Pramuwisata ASEAN. (r/*)
source: BP
 
TPM Minta Suntik Mati

TPM (Tim Pembela Muslim) akhirnya memperbaiki gugatan uji material atas UU No. 2/PNPS/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hukuman Mati. Dalam persidangan kedua di gedung MK itu, pengacara Amrozy Counter Strike. ini mengajukan permohonan yang telah diperbaiki. Pemeriksaan berkas ini dilakukan panel hakim konstitusi yang diketuai Maruarar Siahaan dengan dua hakim anggota yakni HM Arsyad Sanusi dan M Alim.

Dalam kesempatan itu, anggota TPM Wirawan Adnan berpendapat pelaksanaan eksekusi dengan cara ditembak merupakan pelanggaran hak konstitusional dan bentuk penyiksaan. Menanggapi hal itu, hakim Maruarar Siahaan melayangkan pertanyaan cara eksekusi yang baik dan tidak menyiksa.

Wirawan langsung menanggapinya, cara eksekusi yang baik dengan memberi obat tidur atau bius. Setelah itu barulah terpidana disuntik mati. Dengan cara ini, terpidana tidak merasakan sakit secara fisik. Hakim Maruarar sempat tersenyum. Pasalnya, ia heran dengan pendapat yang tak konsisten itu. 'Sebelumnya minta dipancung. Sekarang kok minta disuntik mati?' seloroh Maruarar sambil tertawa kecil. (kmb3)
source: BP
 
Presiden akan Buka ABG

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendukung penuh pelaksanaan Asian Beach Games (ABG) I/2008 di Bali, 18-26 Oktober mendatang. Apalagi ajang olah raga pantai pertama di Indonesia itu melibatkan 45 negara di Asia.

'ABG harus didukung segenap komponen dan masyarakat Bali. Event ini memberi implikasi positif di bidang olah raga dan pariwisata Bali. Dengan digelarnya ABG, Bali akan semakin dikenal di Asia dan dunia,' ujar Mangku Pastika ketika menerima audensi panitia pelaksana ABG (Bali Asian Beach Games Organizing Committe/BABGOC) di Sekar Tunjung Centre, Denpasar, Minggu (31/8) kemarin.

BABGOC dipimpin Direktur Jenderal Rita Subowo. Ikut mendampingi Rahmat Gobel, I Gusti Bagus Alit Putra, Ida Bagus Antara, Sumohadi Marsis, Atal S. Depari, Maryoto Subekti dan Kadis Pendidikan Bali TIA Kusuma Wardani.

Rita Sobowo menyatakan sangat terkesan dengan dukungan Gubernur Bali yang akan lebih menyebar gaung ABG ke kabupaten dan kota di Bali.

Pada kesempatan itu, mengungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan membuka secara resmi ABG I di Monumen Garuda Wisnu Kencana, Nusa Dua, pada 18 Oktober dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menutupnya pada 26 Oktober. "Kami telah dua kali diterima Presiden dan pertemuan terakhir dalam kesempatan rapat Kabinet,' ujar Rita.

Acara pembukaan akan dihadiri keluarga Kerajaan Inggris dan Qatar, sejumlah menteri olah raga, dan Panitia Olimpiade Beijing 2008. Ketua Umum Komite Olimpiade Internasional (IOC) Jaques Rogge juga akan datang.

Sampai saat ini sudah terdaftar 2.300 atlet dan 900 ofisial. Para atlet akan tampil pada 17 cabang olah raga pantai, yakni bola tangan, kabaddi, pencak silat, sepak takraw, sepak bola, bola voli, gulat, binaraga, perahu naga, jetski, renang marathon, paragliding, selancar, selancar angin, triathlon, woodball, dan sailing. Hanya tiga negara, yakni Butan, Tajikiztan dan Kirgiztan, yang belum memberikan konfirmasi tentang jumlah kontingennya.

Panitia Pelaksana ABG I telah merekrut 2.000 sukarelawan dan akan mencari 1.000 orang lagi untuk menyukseskan pesta olah raga yang sekaligus akan dijadikan ajang promosi pariwisata Bali itu. Untuk kenyamaan media peliput, panitia akan menyiapkan media center di Inna Grand Bali Beach di Sanur dengan kapasitas sekitar 200 wartawan. (kmb11)
source: BP
 
Selamatkan Pertanian, Perlu Komunikasi Bali-Jepang

Kemajuan teknologi dan industri di Jepang, ternyata tidak menyebabkan sektor pertaniannya terpuruk. Bahkan, sektor itu terus dikembangkan sehingga tetap terjaga harmonisasi antarkeduanya. Sementara di Bali, kemajuan pariwisata ternyata tidak mampu mengangkat sektor pertanian. Padahal, basis pariwisata Bali adalah pertanian dan budaya. Demikian terungkap pada simakrama Konsul Jenderal Jepang di Bali Eiichi Suzuki dengan Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB) Satria Naradha di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Selasa (2/9) kemarin.

Eiichi Suzuki menegaskan, pemerintah maupun warga Jepang sangat mengenal dan dekat dengan Bali. Oleh karenanya, ia yakin warga Jepang ke Bali akan mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Terhadap apa yang disampaikan Eiichi Suzuki, Pimpinan KMB Satria Naradha berharap Jepang lebih sering memberikan masukan melalui dialog-dialog, baik dengan pemerintah maupun masyarakat Bali. Dari dialog tersebut, tidak saja akan lebih mempererat hubungan kedua negara, juga akan terjadi sinergi dalam pengembangan hal-hal yang menyangkut budaya, ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Dalam kunjungan tersebut, Eiichi Suzuki yang didampingi Deputy Consul General Hirashima Shusaku, M.A. mengatakan setiap tahunnya sekitar 350 ribu warga Jepang mengunjungi Bali. Mereka bukan saja berwisata, juga datang dalam konteks kebudayaan dan kesenian seperti ikut berperan dalam kegiatan Pesta Kesenian Bali maupun event lainnya.

Katanya, pemerintah maupun warga Jepang sangat mengenal dan dekat dengan Bali. Bahkan, saking besarnya perhatian pemerintah maupun warga Jepang terhadap Bali, pada acara penutupan Tahun Persahabatan Indonesia-Jepang, 6 Desember nanti akan dilaksanakan di Bali.

Untuk itu, ia berharap keamanan Bali bisa stabil dan terus dijaga dengan baik. Ia juga minta pada acara Desember nanti, KMB (Kelompok Media Bali Post) ikut berpartisipasi.

Pimpinan KMB Satria Naradha menyambut baik apa yang diharapkan Konsul Jenderal Jepang tersebut. Selain siap memberi dukungan pada acara penutupan Tahun Persahabatan Indonesia-Jepang, ia juga menjelaskan komitmen media di bawah naungan KMB seperti TV, media cetak dan radio dalam menjaga ajeg Bali agar Bali tetap harmoni. Hal itu dinilai penting mengingat pesat dan derasnya perkembangan Bali belakangan ini. Karenanya, kehadiran warga Jepang serta hubungan pemerintah Jepang yang makin erat dengan Bali diharapkan akan ikut membantu upaya-upaya melestarikan Bali, ekonomi masyarakatnya dan budaya Bali itu sendiri.

Kepada wartawan, Eiichi Suzuki mengatakan, meski Jepang sebagai negara industri namun tidak meninggalkan sektor pertaniannya. 'Ini menyebabkan pertanian tetap berkembang dan tercipta hubungan harmonis antara industri dan pertanian,' jelasnya.

Ia juga menegaskan, ke depan agar ada peningkatan hubungan dan komunikasi yang lebih erat antara generasi muda Indonesia dengan Jepang, sehingga kedua belah pihak bisa sama-sama meningkatkan kemajuan ekonomi, pariwisata dan budaya. (031)
source: BP
 
Kesenian Kuno Jepang 'Noh' dan 'Kyogen' Dipentaskan di ISI Denpasar

KOMEDI tradisi Jepang yang telah ada sejak 700 tahun lalu dipertunjukkan untuk pertama kalinya di Bali. ISI Denpasar merupakan satu dari tiga tempat di Bali yang mendapatkan kesempatan langka tersebut pada Jumat (5/9) kemarin.

Sebelumnya pada 3 September 2008 telah dipentaskan di SMA Negeri 1 Ubud dan terakhir akan dipentaskan di Puri Saren Ubud pada 7 September 2008 nanti. Acara ini terlaksana atas kolaborasi ISI Denpasar, Puri Saren Ubud dan Japan Traditional Culture Foundation, yang disponsori sepenuhnya oleh Dinas Kebudayaan Jepang.

'Noh' dan 'Kyogen' merupakan dua jenis teater tradisional Jepang yang dipentaskan secara berganti-ganti di atas panggung yang sama. Noh adalah drama musikal yang menyertai orkes dan kor. Kebanyakan lakon Noh merupakan olahan dari karya sastra klasik Jepang yang bercerita tentang kehidupan para bangsawan pada zaman dahulu.

Kontras dengan lakon Noh yang serba serius, Kyogen diperuntukkan bagi hal-hal yang lucu. Melalui dialog dan nyanyian, pemain Kyogen mementaskan dunia orang kebanyakan oleh orang-orang terkenal. Baik pemain Noh maupun musikus di orkes semuanya profesional di bidang masing-masing.

Pada tahun 2000, Hagoromo, sebuah lakon Noh, dipentaskan oleh seorang pemain putri (perempuan diperbolehkan untuk menjadi pemain Noh, baru setelah Perang Dunia Kedua) pada sebuah pertunjukan bersama Suwentra di Denpasar. Pada tahun 2001, Umewaka Rokuro, pemain Noh terkemuka, memperkenalkan dunia Noh, meski terbatas di STSI (sekarang ISI Denpasar). Akan tetapi, Kyogen belum pernah diperkenalkan di Bali. Acara ini jadi pementasan pertama Kyogen di Pulau Dewata ini.

Pada pementasan di ISI Denpasar dipentaskan 4 jenis kesenian. Pertama dipentaskan Sanbaso, yang merupakan Tari Doa atau dikenal dengan Okina. Kesenian yang kedua yaitu Setsubun 'tanggal 2 Februari' yang menceritakan kegiatan pada hari berakhirnya musim salju dan dimulainya musim semi. Ketiga merupakan pentas instrumentalia Shishi yang berarti Singa. Terakhir, Bo-shibari yang artinya terikat. Rombongan Jepang terdiri dari 16 orang seniman Jepang yang dipimpin Tojiro Yamamoto, seorang seniman kenamaan Jepang.

Sementara dari ISI Denpasar menampilkan Tarian Selat Segara, Jauk Manis dan Topeng Tua sebagai tari penyambutan. Sebagai akhir dari acara, diadakan workshop tetabuhan Jepang, di mana para dosen dan mahasiswa ISI Denpasar diperkenankan untuk mencoba alat musik Jepang yang dipandu oleh para seniman Jepang tersebut. (r/*)
source: BP
 
Dari 'Workshop' Surinamese - Javanese

Reinkarnasi Gamelan Jawa di Suriname

Gamelan Jawa telah bereinkarnasi menjadi suatu musik baru khas negara Suriname, Amerika Selatan. Gamelan tersebut telah berkolaborasi dengan alat musik India, Amerika Latin, dan musik asli Suriname. Hal ini terungkap dalam workshop Surinamese - Javanese Gamelan Music History di gedung Natya mandala ISI Denpasar, Kamis (4/9) lalu. Workshop ini dibawakan oleh R. Harrie Djojowikromo, seorang konsultan Human Resuorces menagement asal Belanda yang sangat concern terhadap gamelan Jawa di Suriname. R. Harrie adalah generasi ke-9 keturunan Jawa di Suriname.

Menurut paparan R. Harrie Widjojokromo sejarah perkembangan gamelan Jawa-Suriname dimulai dari tahun 1890. Ketika para imigran Jawa gelisah karena mereka tidak punya akses bahkan untuk mendengarkan musik tradisional mereka sendiri. Itu dikarenakan mereka tidak punya gamelan sendiri.

Akhirnya pada tahun 1904, para pemilik tanah mengirimkan seperangkat gamelan Gedih secara komplit dari Semarang pada mereka dengan beberapa pelatih gamelan. Gamelan tersebut adalah (kendang, saron, peking, ketuk kenong, gong kempul, dan gender), dan mencoba membuat Gendhing Jawa-Suriname mereka sendiri dengan Gendhing Jawa sebagai patokan. Gendhing Jawa-Suriname mempergunakan laras Slendro.

Dalam workshop tersebut terungkap begitu besarnya kecintaan R. Harrie terhadap gamelan Surinamese-Javanese. Pada tahun 2005, R. Harrie pernah mendapat undangan dari Dep. Music and Fine Arts Creighton University, di Omaha-Nebraska, Amerika Serikat.

Dipilihnya ISI Denpasar sebagai tempat workshop karena ia tertarik untuk mengembangkan kesenian gamelan Surinamese-javanese ini sama seperti sanggar-sanggar kesenian di Bali mengembangkan keseniannya. ISI Denpasar sebagai institusi pendidikan seni di Bali diharapkan dapat memberi masukan di dalam pengembangan gamelan ini dan juga dapat menginformasikan kepada dunia tentang gamelan Surinamese-javanese.

Workshop ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa ISI Denpasar. Mereka antusias mengikuti workshop ini karena tema yang dibawakan merupakan sesuatu yang baru di dalam perkembangan gamelan Jawa di luar negeri.
source: BP
 
Digelar, 'Tanah Lot Spectakuler 2008'

TANAH Lot memang selalu memberikan kejutan setiap tahunnya. Setelah sukses menggelar lomba lari 10 kilometer, lomba layang-layang, kecak kolosal, okokan dan tektekan kolosal, serta beberapa event besar lainnya di tahun-tahun sebelumnya, kali ini Tanah Lot kembali menggelar Tanah Lot Spectacular 2008. Event kali ini disebut spektakuler karena dalam satu hari tiga event besar akan diadakan dalam satu hari penuh yakni Tanah Lot 10 K 2008, Okokan & Tektekan Kolosal 1.500 Penari, dan Tanah Lot Kites Festival 2008 yang akan berlangsung dari tanggal 12-14 September 2008.

Atraksi spektakuler ini sekaligus menjadi atraksi opening ceremony untuk lomba layang-layang Tanah Lot Kites Festival 2008. Tarian Okokan dan Tektekan Kolosal ini merupakan kesenian asli Kabupaten Tabanan yang erat kaitannya dengan Kabupaten Tabanan yang merupakan lumbung berasnya Bali.

Selain itu, pada 12 September 2008 pukul 13.00 wita sampai selesai juga akan dilaksanakan lomba layang-layang kreasi yang juga memeriahkan acara opening ceremony tersebut. Selain itu, beberapa pelayang luar negeri juga sudah memastikan diri untuk mengikuti dan memeriahkan lomba layang-layang kreasi ini. Atraksi spektakuler lainnya yang juga ikut memeriahkan event spektakuler ini adalah Kites Surfing dan Boogie Kites.

'Dipastikan selama event spektakuler tersebut berlangsung, Tanah Lot akan dipadati oleh ribuan pengunjung,' demikian dijelaskan oleh I Made Sujana, Manajer Operasional Objek Wisata Tanah Lot yang sekaligus selaku Ketua Umum Panitia Tanah Lot Spectacular 2008.

Selain itu penduduk lokal dipastikan juga akan membanjiri Tanah Lot sehingga selama tiga hari tersebut Tanah Lot akan seperti lautan manusia. Selanjutnya pada 13-14 September 2008 akan diadakan lomba layang-layang tradisional (bebean, janggan, pecukan) yang akan dimulai pukul 10.00 - 16.00 wita. Untuk lomba layang-layang tradisional ini akan dibagi menjadi lima grup terbang di mana setiap grup juga dibagi masing-masing menjadi dua session.

Untuk mengantisipasi kemacetan dan hal-hal yang tidak diinginkan, pihak panitia telah menyiapkan regu pengamanan yang akan stand by tiga hari penuh mulai dari pintu masuk objek wisata Tanah Lot sampai ke areal tempat perlombaan berlangsung. Selain itu panitia juga mengimbau kepada pengguna jalur jurusan Kediri - Tanah Lot pada 12 September 2008, bahwa jalan tersebut akan ditutup dari pukul 06.00 sampai dengan 09.00 wita.

Bagi para penonton lomba layang-layang terutama tanggal 13-14 September 2008 yang mengendarai kendaraan sepeda motor lebih baik masuk ke lokasi perlombaan melalui jalur pantai Kedungu - Belalang untuk menghindari kemacetan di jalur utama jalan menuju Tanah Lot. (r/*)
 
Commonwealth bunk tennis classic resmi digelar

COMMONWEALTH bunk TENNIS CLASSIC MENGUMUMKAN NAMA PEMAIN UNTUK 2008

Bali - Commonwealth bunk Tennis Classic akan menampilkan sejumlah nama-nama pemain tenis berbakat, disertai dengan beberapa nama baru yang akan turut bermain dalam ajang tenis bergengsi di Asia Tenggara, sebagai bagian dari rangkaian turnamen tenis Sony Ericsson WTA Tour.

Turnamen yang akan digelar di Grand Hyatt Resort, Nusa Dua, Bali antara tanggal 7 hingga 14 September, menjanjikan nama beberapa pemain yang sudah berprestasi cemerlang selama tahun 2008. Selain para pemain yang sudah memenangkan berbagai gelar selama tahun ini, ada juga pemain-pemain lain yang berhasil mencetak kemenangan yang mencengangkan dalam peringkat tertinggi, termasuk di dalamnya kemenangan yang menjadi berita utama sepanjang Grand Slam yang berlangsung di Melbourne, Paris dan London.

  • Siapa yang berhasil mencetak kemenangan di semi-final Grand Slam mereka yang pertama?
  • Siapa yang berhasil lolos babak kualifikasi dalam Last Eight Club di Wimbledon dengan keberhasilannya mencapai babak perempat final pada upayanya untuk ke-12 kalinya?
  • Siapa yang mengalahkan pemain papan atas Venus Williams di French Open?
  • Siapa yang menjadi pemain Cina pertama yang berhasil mencapai babak semi-final dalam sebuah turnamen seri Grand Slam?
  • Siapa yang menjadi pemain pertama yang pernah mengalahkan pemain nomor satu dunia Justine Henin di Dubai?
  • Pemain mana yang berhasil memetik dua kali kemenangan dalam dua kejuaraan ganda Grand Slam selama tahun ini?
  • Petenis mana yang menundukkan juara sebelumnya Maria Sharapova d Wimbledon karena dia tidah menyukai bajunya?


Commonwealth bunk Tennis Classic 2008
 
Pemerintah Minta MK Tolak Permohonan Amrozy

BOMBALI.gif

Pemerintah menolak jika tata cara hukuman mati sesuai UU Nomor 2/PNPS/1964 dengan ditembak di jantung merupakan penyiksaan. Rasa sakit yang ditimbulkan merupakan konsekuensi logis dari hukuman mati tersebut. Begitu pula dengan Amrozy Counter Strike. ketika nanti harus menjalani eksekusi.

Penegasan ini dikatakan Menkum dan HAM Andi Matalatta selaku kuasa hukum pemerintah, saat membacakan tanggapan pemohon terpidana mati Amrozy dalam sidang uji material (judicial review) di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (11/9) kemarin. 'Hukuman mati bukan penyiksaan. Sakit itu konsekuensi logis dari hukuman mati,' ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, sangat sulit membuat mati seseorang tanpa melalui proses sakit. Hanya terpidana mati yang memperkirakan cara mana yang dianggapnya lebih sakit. Semua pasti akan menyampaikan tanggapan yang berbeda. Mungkin ada memperkirakan cara dipancung lebih sakit atau mungkin juga digantung atau dengan ditembak. Tetapi, pemerintah menilai cara yang lebih cepat dan tidak menyiksa terpidana saat dieksekusi mati adalah dengan ditembak. Pasalnya, yang menjadi sasarannya yakni jantung. Organ tubuh ini merupakan sumber kehidupan manusia. Dengan ditembak jantungnya, berarti terpidana tidak harus terlalu lama merasa sakit.

Atas dasar inilah, kata Menkum dan HAM, pemerintah tidak sependapat hukuman mati dapat dilakukan dengan cara lain seperti yang diajukan terpidana mati kasus bom Bali I itu. 'Dengan penjelasan ini, kami mohon majelis hakim konstitusi memutuskan untuk menolak permohonan dari pihak pemohon ditolak atau setidak-tidaknya tidak diterima,' tandasnya.

Sebelumnya, Amrozy Counter Strike. melalui Tim Pembela Muslim (TPM) mengajukan permohonan uji material terhadap tata cara hukuman mati. (kmb3)
source: BP
 
Kebakaran Hutan Gunung Agung Dipantau dengan Helikopter

Kebakaran hutan di gunung Agung, Selasa (16/9) kemarin di pantau dengan helikopter Polda Bali bersama staf Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Karangasem. Masih ada beberapa titik api yang membakar hutan di lereng timur gunung Agung.

Sementara, Kadishutbun Karangasem Drs. Ketut Mudita, SP. mengatakan, beberapa titik api yang masih ada direncanakan dipadamkan secara manual melibatkan regu penjaga hutan dan warga terdekat lokasi kebakaran hutan di gunung.

Sebenarnya, kata Mudita, Senin (15/9) sudah dilakukan upaya pemadaman api. Regu penjaga dan pengawas kebakaran hutan bersama warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, yakni ranting pohon yang berisi daun dengan memukul-mukul api.

Selanjutnya, kami tugaskan tim pengawas dan pemantau kebakaran hutan, guna menjaga jangan sampai ada api yang merembet dan membakar hutan lagi, ujar Mudita.

Di lain pihak, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg mengatakan belum menyampaikan rencana pemadaman api agar ke depan tak lagi ada kebakaran hutan gunung Agung. Sementara, karena berdasarkan laporan api sudah mengecil dipadamkan secara manual. Ke depan tengah diurus bantuan helikopter dari pemerintah pusat. Pemkab Karangasem diminta cuma membantu lauk-pauk personil dan pilot serta kopilotnya. (013)
 
Aksi Budaya Tolak RUU Pornografi

Sorak sorai gema perdamaian dan lagu-lagu nusantara terdengar sahut menyahut dari sekitar 1000 orang yang turun ke jalan dalam aksi budaya menolak RUU Pornografi, Rabu (17/9) hari ini di Renon, Denpasar, Bali.

Seribuan orang dari berbagai agama dan profesi bersatu dalam Komponen Rakyat Bali (KRB) itu longmarch dari Lapangan Timur Bajra Sandhi Renon sampai kantor DPRD Bali. Musisi Bali dari berbagai aliran seperti Superman is Dead (SID) dan Johny Agung and Double T berjalan turut bernyanyi bersama di sepanjang jalan.

RUU Pornografi adalah penjelmaan RUU APP (Anti Pornografi dan Pornoaksi) yang pada 2006 lalu memicu aksi penolakan besar-besaran masyarakat Bali sehingga akhirnya ditunda pembahasannya oleh DPR RI.

RUU ini dinyatakan dapat merusak kebhinekaan karena menerapkan standar moral dari kelompok tertentu yang menilai sebuah peristiwa atau seseorang melakukan tindakan porno.

Dalam RUU itu yang disebut pornografi sangat luas dan mempengaruhi berbagai bidang. Disebutkan pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.

Menyikapi RUU Pornografi yang akan segera disahkan maka Komponen Rakyat Bali (KRB) dengan ini menyatakan dengan tegas menolak RUU Pornografi.

Pertimbangannya adalah dalam proses pembahasan RUU Pornografi, DPR tidak transparan dan tidak partisipatif, sehingga secara hukum pembahasan RUU tersebut cacat hukum karena telah melanggar prinsip-prinsip asas –asas Umum Tata Pemerintahan yang Baik (Good Governance).

RUU Pornografi tidak perlu, karena selama ini Indonesia telah memiliki peraturan perundang-undangan yang sudah mengatur tentang kesusilaan dan pornografi, yaitu KUHP, UU Perlindungan Anak, UU Penyiaran, UU Pers, dan lain-lain.

Hak atas tubuh adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi oleh siapapun, oleh karenanya siapapun juga tak terkecuali negara harus melindungi, menghormati dan memenuhi hak asasi manusia.

RUU Pornografi sangat berbahaya, karena tidak mencerminkan kebhinekaan bangsa, mengintervensi persoalan private warga negara tentang tubuh dan moralitas, khususnya tubuh perempuan. Memasung kebebasan berekspresi sebagai hak dasar manusia, rentan terhadap disintegrasi bangsa, dan multi tafsir sehingga dapat dijadikan alat untuk mengkriminalisasikan setiap orang oleh orang atau kelompok tertentu. *Luh De Suriyani
 
ISI Denpasar Terima 24 Mahasiswa Asing dari 17 Negara

Pada tahun ajaran 2008/2009 ini, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menerima 24 orang mahasiswa asing dari 17 negara, penerima beasiswa Dharmasiswa Pemerintah Republik Indonesia.

Itu terungkap dalam acara penerimaan mahasiswa asing oleh Pj. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S, M.A. di ruang sidang setempat, Rabu (17/9) kemarin. Mahasiswa asing tersebut akan belajar tentang kesenian Bali selama satu tahun. Masing-masing mereka mengikuti perkuliahan Seni Tari (6 orang), Karawitan (6), Seni Rupa/Lukis (2), Seni Rupa/Batik (2), Fotografi (1) dan lain-lain 1 orang.

Mereka berasal dari Jepang 1 orang, Italia 1 orang, Jerman 1 orang, Rusia 1 orang, Polandia 1 orang, Ceko 3 orang, Slovakia 2 orang, Serbia 1 orang, Spanyol 1 orang, Hungaria 2 orang, Inggris 1 orang, Kanada 1 orang, Amerika 3 orang, Meksiko 2 orang, Chili 1 orang, Afrika Selatan 1 orang dan Zambia 1 orang.

Alasan mereka memilih ISI Denpasar karena kesenian Bali yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia dan ISI Denpasar sebagai institusi pendidikan seni di Bali dianggap mampu untuk tempat mentransfer kesenian Bali tersebut.

Prof. Wayan Rai sangat gembira menyambut kedatangan mahasiswa asing tersebut, meskipun terjadi penurunan jumlah dibandingkan tahun lalu. Itu membuktikan kesenian Bali masih diakui di dunia internasional dan ISI Denpasar masih dipercaya oleh kalangan internasional sebagai tempat untuk menuntut ilmu tentang kesenian Bali.

Kemarin juga dilaksanakan Sosialisasi Sertifikasi Dosen. Acara tersebut dipimpin Prof. Wayan Rai sebagai pembicara sekaligus asessor, Pembantu Rektor I Drs. I Ketut Murdana sebagai moderator, dan Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST, M.A. sebagai asessor. Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 50 dosen dari Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar.

Dalam sosialisasi tersebut yang dipakai sebagai modal dasar dalam sertifikasi dosen ini adalah visi yang jelas untuk memajukan perkuliahan dan kemampuan dosen dalam melakukan inovasi dalam hal mengajar dan juga berkarya. Ditegaskan pula sertifikasi dosen ini bukanlah sebuah surat izin mengajar akan lebih ditekankan kepada peningkatan profesionalisme sesuai bidang kompetensi keilmuan. (r/*)
source: BP
 
Sukseskan Maha Bandana Prasada, Pemkot Operasikan 'Shutlle Bus'

Mendukung pentas budaya akbar Maha Bandana Prasada yang berlangsung tiga hari berturut-turut mulai tanggal 18 - 20 September 2008, Dinas Pariwisata Kota Denpasar kembali mengoperasikan shuttle bus. Operasi angkutan wisata yakni shuttle bus ini telah diuji coba selama dua hari Agustus 2008 lalu dalam acara Sanur Village Festival dan cukup diminati wisatawan asing dan domestik yang kebetulan berlibur dan menginap di Denpasar ataupun di Sanur.

'Untuk kali ini pada event Maha Bandana Prasada tidak ada salahnya kami mengoperasikan shuttle bus kembali untuk menunjang kepariwisataan di Kota Denpasar. Karena dengan fasilitas bus gratis wisatawan dapat menikmati atraksi budaya dan kesenian yang terpusat di Lapangan Puputan Badung,' ujar Kadiparda Denpasar Drs. Putu Budiasa, Jumat (19/9) kemarin.

Dikatakannya, jadwal shuttle bus yang diperuntukkan bagi wisatawan yang ingin melihat-lihat objek wisata di Denpasar juga akan dioperasikan pada Asian Beach Games (ABG), dan Gajah Mada Festival yang digelar bulan Desember mendatang. 'Kami akan operasikan bus ini selama event tersebut berlangsung. Misalnya, untuk ABG, shuttle bus akan beroperasi selama empat hari yakni 23-26 Oktober. Sedangkan Gajah Mada Festival selama tiga hari dari tanggal 20-22 Desember,' katanya.

Rute bus dengan berkapasitas 40 tempat duduk itu, kata Budiasa, masih dari Banjar Semawang Sanur melintasi Bali Hyatt, Hotel Griya Santrian, Restoran Pergola, Grand Bali Beach, Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Matahari Department Store, Puputan Badung, Taman Budaya dan kembali ke Sanur. Setiap tempat yang telah ditentukan, bus yang dipandu oleh seorang guide wisata ini akan berhenti selama 3 menit untuk menurunkan dan menaikkan penumpang tanpa dipungut bayaran.

Untuk menyukseskan operasional shuutle bus itu, pihaknya akan mensosialisasikan kembali keberadaan angkutan wisata tersebut kepada pihak penggelola hotel dan objek wisata di kawasan Denpasar. Ia berharap pihak hotel juga ikut memberi tahu kepada tamunya bahwa Pemkot telah menyiapkan shuttle bus secara gratis. (kmb12/*)
source: BP
 
1.200 Petembak Dunia Berlaga di Serangan

Sekitar 1.200 petembak dunia dari 54 negara dipastikan ambil bagian pada kejuaraan dunia tembak reaksi ke-15, di Serangan, pada 19 Oktober hingga 2 November mendatang.

Ketua Pengprov Perbakin Bali Brigjen Pol. Drs. Andi Chaerudin, di Kuta, Sabtu (20/9) kemarin menjelaskan, kehadiran tiap petembak kelas dunia dipastikan membawa dua pucuk senjata, plus 700 butir peluru. 'Jadi, setidaknya 2.400 pucuk senjata akan masuk ke Bali, berikut 840.000 butir peluru,' sebut Wakapolda Bali ini.

Sekum Perbakin Gede Kusuma Wijaya menambahkan, tim Bali menurunkan enam petembak yakni dirinya, Cahaya Wirawan Hadi, Haji Almin, dr. Hari Wirawan, Vigor Agung Waluyo, dan Berman Simorangkir. 'Kami siapkan 36 stage di lokasi kejuaraan tembak reaksi,' terang Gede Kusuma.

Sementara Ketua Panpel Djoko S. Soeroso mengemukakan, Indonesia menurunkan 100 petembak, dan andalannya Soni Prabowo. 'Soni sempat meraih perak untuk nomor revolver di bawah juara dunia asal AS, pada kejuaraan di Thailand. Padahal, poinnya terpaut cuma sedikit,' jelas Djoko.

Bahkan, sang juara mengakui, seandainya Soni menggunakan senjata secanggih miliknya, dipastikan dirinya akan kalah. Djoko sengaja memilih Bali dibandingkan Jakarta, sebab pesertanya akan membludak. Dikemukakan, Filipina mengirimkan 150 petembak, AS menerjunkan 60 petembak termasuk tim inti beranggotakan angkatan daratnya. 'Petembak elite dunia dipastikan seluruhnya ambil bagian,' ucapnya.

Pada bagian lain, Sekjen International Practical Shooting Confederation (IPSC) Vince Pinto mengakui, kejuaraan yang digelar tiap tiga tahun tersebut merupakan kebanggaan bagi Indonesia. Pasalnya, Indonesia baru masuk IPSC 11 tahun, dan kini beranggotakan 85 negara, sedangkan AS belum pernah menjadi tuan rumah. (022)
 
Kebakaran Hutan Gunung Agung Kian Parah Sembilan Titik

Kebakaran hutan di lereng Gunung Agung, Karangasem kian parah. Senin (22/9) kemarin, setidaknya sembilan titik api besar dan kecil terlihat di barat wilayah Tulamben, Kubu, Karangasem.

Ketua Bappeda Karangasem, IW Artha Dipa, S.H., saat ditemui usai membuka Rapat Koordinasi Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) di Amlapura mengatakan pihaknya bekerja sama dengan masyarakat dan aparat keamanan, sudah berupaya memadamkan api. Namun, kebakaran hutan tetap terjadi. Diperkirakan, ratusan hektar hutan sudah hangus terbakar.

Dikatakan, penanaman pohon kalah jauh dibandingkan luas hutan yang terbakar tiap musim kemarau. 'Kini direncanakan program reboisasi kawasan areal hutan dengan pohon yang basah seperti pule, beringin, dan sejenisnya. Jenis pohon seperti itu juga diharapkan mampu menyimpan air, sehingga bencana alam kekeringan bisa dikurangi,' katanya.

Dalam rapat koordinasi GNKPA itu juga terungkap di Bali terdapat tak kurang 162 buah sungai. Namun, sebagian besar dari sungai itu tukad bangka (dialiri air saat musim hujan karena banjir bandang). Sebaliknya, di luar musim hujan lebat sungai-sungai itu kering. Hal itu diduga akibat terbatasnya hutan di hulu sungai, perbukitan dan gunung gundul. Akibatnya, saat hujan lebat terjadi banjir bandang, semenrara saat kemarau terjadi kekeringan. (013)
 
Hindari Kepunahan,Kesenian Langka Perlu 'Dibangunkan'

Kesenian langka atau seni-seni yang hampir punah di Bali perlu segera 'dibangunkan' dengan cara direkonstruksi dan direvitalisasi. Dengan demikian, generasi muda Bali dapat mewarisinya dalam rangka memperkuat jatidiri menghadapi budaya global. Kepala Dinas Kebudayaan Bali Nyoman Nikanaya mengatakan hal itu Minggu (21/9)

Kesenian itu saat ini masih ditemukan jejaknya di kabupaten/kota. 'Melalui upaya revitalisasi dan rekonstruksi, kesenian langka atau kesenian hampir punah itu diharapkan tidak kehilangan jejaknya atau punah sama sekali,' kata Nikanaya, dibenarkan Kasubdis Kesenian Disbud Bali Made Santha.

Dalam konteks itu tahun 2008 Pemprop Bali, dalam hal ini Dinas Kebudayaan Bali, melakukan langkah-langkah penyelamatan dengan melibatkan 18 sekeha dan 18 pembina seni di seluruh Bali. Dikatakannya, di masing-masing kabupaten/kota masih terdapat kesenian langka atau hampir punah. Kesenian ini akan 'dibangunkan' lagi agar lestari.

Prosesnya, para pembina akan melakukan pelatihan selama tiga bulan dan dipantau tim propinsi Bali. Hasil pembinaan itu akan dipentaskan oleh masing-masing sekeha di masing-masing kabupatan/kota. Tujuannya, agar kesenian itu lebih dikenal oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Kesenian langka yang akan direvitalisasi meliputi Gambang dan tari Sangyang di Buleleng, Baris Keloping di Bangli, Joged Dewa di Tabanan, Joged Pingitan di Gianyar, kesenian Penting di Karangasem, Baris Dengklang di Klungkung, Gong Luwang di Badung, Gambang di Denpasar, Leko dan Bumbung Gebyog di Jembrana.

'Dalam menghadapi kemajuan teknologi dan arus globalisasi, penguatan jatidiri penting dilakukan. Budaya itulah jatidiri masyarakat Bali. Dengan lestarinya budaya Bali tentu tak ada salahnya kita bercita-cita agar Bali mampu menjadi daerah adibudaya,' kata Santha menambahkan. (08)
 
Bali Tolak RUU Pornografi

JOGED.gif

Gubernur Bali Drs. Made Mangku Pastika bersama Ketua DPRD Bali I.B. Wesnawa, B.A. sepakat berjuang menolak pengesahan RUU Pornografi di DPR-RI. Hanya substansinya berubah.'Kalau Gubernur Bali Dewa Beratha menolak RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, kini RUU Pornografi,' katanya di hadapan ratusan massa komponen rakyat Bali di halaman kantor Gubernur Bali, Selasa (23/9) kemarin. Perjuangan ini dilakukan demi menjaga keutuhan bangsa, Pancasila dan UUD 45.

Sikap DPRD Bali, kata Wesnawa, tak berubah sejak 2006 tetap menolak RUU ini. Hanya dia meminta gerakan ini tetap memelihara ketenteraman dan tak menodai perjuangannya dengan tindakan anarkis. Harapan tersebut disetujui oleh komponen rakyat Bali. 'Kami akan melakukan perlawanan ini secara estetika untuk menyelamatkan NKRI dan kebhinekaan ini,' seru salah satu anggota massa yang hadir.

Untuk itu gerakan demo dengan membawa spanduk akan selalu diiringi dengan musikalisasi dan puisi, kesenian daerah seperti joged bumbung dan bleganjur. Gubernur Bali juga berharap masyarakat tak berprasangka terlalu jauh atas pengesahan RUU Pornografi. 'Terlalu dini berbicara pembangkangan sipil sementara RUU belum disahkan,' katanya. Di samping itu, secara sosiologis perlu dipertimbangkan jika UU ini dipaksakan berlaku. 'Bagaimana menegakkan aturan yang tak sesuai dengan kondisi sosiologi peraturan tersebut,' katanya. (029)
 
'Booming' Pariwisata Bali Kesempatan untuk Berbenah

Dalam dua bulan terakhir, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali mencapai 6.000 orang per hari. Bahkan, pada beberapa hari tertentu melonjak sampai 7.000 per hari. Angka ini melampaui capaian tertinggi pada tahun 2001, sebelum bom Bali I. Realitas ini sekaligus mengisyaratkan kondisi kepariwisataan Bali secara perlahan mulai pulih.

Praktisi pariwisata Bali I Gusti Bagus Yudhara mengingatkan, agar seluruh komponen di Bali bisa menjaga momentum ini, sehingga tak terjadi sesuatu yang membuat pariwisata Bali terpuruk lagi. 'Terutama dari segi keamanan tak boleh kendor. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab biasanya lihai menanfaatkan kelengahan,' ujar Yudhara di Denpasar, Kamis (25/9) kemarin.

Konsul Meksiko ini juga berharap booming pariwisata ini juga seyogianya dimanfaatkan oleh pemda, DPRD dan komponen industri pariwisata untuk melakukan pembenahan di tingkat regulasi. Khususnya menyangkut penegakan hukum seputar ketinggian maksimal bangunan, batas kawasan suci, penataan lingkungan dan sampah serta isu strategis lainnya yang mengerucut pada kesamaan persepsi.

Calon anggota DPD yang telah lulus verifikasi KPUD ini menambahkan, saat ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengupayakan pemerataan 'kue pariwisata'. Kalau selama ini lebih banyak terfokus pada Bali Selatan, sudah saatnya mulai disebar di Bali Utara dan Bali Timur yang juga memiliki potensi pariwisata yang cukup memadai. 'Untuk mewujudkan cita-cita ini perlu diupayakan bersama,' tegasnya.

Dari sisi industri pariwisata, misalnya, travel agent di Bali bisa mengarahkan rute kapal pesiar (cruise) untuk mengelilingi Bali. Titik-titik strategis seperti Pelabuhan Benoa, Padangbai (Karangasem) dan Celukan Bawang (Buleleng) bisa ditautkan menjadi rute resmi, sehingga penumpang cruise yang dikenal memiliki spending power yang kuat bisa menyinggahi daerah-daerah di mana pelabuhan itu berada.

Kendati tidak menginap, dengan turun ke darat selama beberapa jam, para penumpang cruise bisa membelanjakan dolarnya untuk pedagang cenderamata, kerajinan dan lainnya. Dengan demikian akan memberi dampak ekonomis bagi masyarakat yang disinggahi. 'Jadi, menikmati Bali tak lagi sebatas dari darat tetapi juga dari laut,' gagas mantan Ketua Asita Bali empat periode itu. (056)
 
'Open House' Gubernur Bali

Tanpa Solusi, Tiru Gaya Pemulung

AGENDA bertemu masyarakat dengan label open huose yang digulirkan Mangku Pastika - Puspayoga berpotensi menjadi acara basa-basi ketika substansi dari permasalahan Bali dalam agenda ini tak terjawab. Open house sebagai terobosan hanya akan menjadi media politik semata ketika momen ini dikelola tak lebih dari perilaku para pemulung yang suka memungut, mengumpulkan lalu memilah aspirasi publik. Akan lebih celaka lagi ketika aspirasi yang diserap dikelola dengan kepentingan politik, lalu dipasarkan dengan dalih peningkatan pendapatan rakyat Bali.

Potret open house yang dilakukan Minggu (28/9) lalu, juga patut dikritisi mengingat tak ada hal khusus yang direkomendasikan dari pertemuan ini. Meskipun hadir dengan pasukan lengkap, setelah tiga jam menyerap aspirasi, sang Gubernur dan Wakil Gubernur dan pesertanya meninggalkan lokasi tanpa ada kesepakatan tentang langkah apa yang akan dilakukan pascapertemuan ini. Open house mestinya diformat secara lebih cerdas dengan tema yang jelas, sehingga masyarakat yang datang ke lokasi jauh-jauh hari sudah menyiapkan diri, termasuk membawa tawaran solusi. Kalau hanya datang dan melihat adanya sambung rasa antara pejabat dan rakyat, tampaknya agenda ini harus dievaluasi lagi.

Sejumlah pakar ilmu pemerintahan mengatakan open house berpotensi membuat pencitraan penguasa lemah ketika aspirasi publik tak mendapat agregasi yang jelas. Dalam agenda open house berpotensi terjadi peningkatan arus aspirasi publik terhadap perbaikan kinerja dan penjagaan terhadap Bali. Kondisi ini akan menjadi bumerang bagi pemimpin, ketika agregasinya atas aspirasi publik ini lambat dan pejabat teknisnya tak siap. 'Open house hanya akan menjadi agenda penumpukan aspirasi ketika gubernurnya gagal mengambil solusi,' ujar pakar pemerintahan Dr. I Ketut Putra Erawan, M.A., Senin (29/9) kemarin.

Ia berharap terobosan open house jangan meniru gaya pemulung yang mengumpulkan semua barang bekas lalu memilahnya. Harus ada perbedaan open house gaya legislator dengan open house gaya birokrat. Dalam dunia birokrasi, kajian-kajian teknis harus dibuatkan secara cepat dan akurat, mengingat ada perangkat yang jelas sesuai aspirasi yang masuk. Sedapat mungkin ada tema bulanan yang diusung setiap open house. Ini akan membuat agenda tersebut menjadi efektif. Partisipasi publik terarah dan persiapan pejabat teknis yang akan menjadi agregator aspirasi jelas. Di sinilah pentingnya ada mediasi, komunikasi dan publikasi yang jelas di tingkat birokrasi, jika ingin menjalin komunikasi publik.


Kegagalan Birokrasi

Menurut Erawan, kegagalan membangun komunikasi di jajaran birokrasi dan menerjemahkan kebijakan kepada publik akan berdampak buruk. Bali hendaknya memiliki pemimpin yang konsisten dan juru bicara yang cerdas dalam mengkomunikasikan masalah dan kebijakan wilayahnya agar terjadi sambung rasa yang efektif. Kesalahan membangun pencitraan akan memposisikan seorang pejabat publik sebagai figur yang plinplan, karena tak adanya konsistensi sikap terhadap satu kasus.

Di lain pihak, Ketua Kajian Ajeg Bali Prof. Sutantra mengatakan open house jangan dijadikan media tebar pesona. Kini bukan saatnya lagi pemimpin Bali menggampangkan permasalahan. 'Jangan lagi merasa diri super power karena merasa diri mampu mengatasi Bali sendirian. Semua komponen harus dilibatkan. Yang penting adalah terbangunnya konsistensi sikap, bukan ikut-ikutan plinplan,' sarannya.

Ia berharap kasus-kasus yang telah menyulut polemik di Bali segera diselesaikan lewat mediasi yang jelas. Menurutnya, ketegasan dalam menyikapi kasus Uluwatu, Bukit Mimba, serta keresahan perajin Bali dalam urusan hak cipta mestinya terjawab dalam waktu dekat, untuk membuktikan adanya komitmen membela krama Bali. Kasus-kasus berpolemik ini jangan dijadikan bahan negosiasi untuk kepentingan politis.


Lip Service

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Bali Made Dauh Wijana menyatakan, ke depan open house yang digagas ini tidak hanya bersifat lip service, atau tidak hanya menampung masukan. Tetapi, harus bisa memberikan nilai strategis terkait substansi yang dibahas. Diharapkan ke depan open house dapat dijadikan spirit dalam melakukan kegiatan sekaligus media untuk berkoordinasi.

Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya juga mengatakan hal serupa. Ia berharap open house tidak hanya menjadi lip service politik, namun benar-benar dilaksanakan sesuai kewenangan di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/ kota. (dir/kmb)
source: BP
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.