• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

IF Bali

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. goesdun
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
12 Negara akan Bahas Tsunami di Bali

Nusa Dua (ANTARA News) - Seratus partisipan dari 12 negara di dunia menghadiri International Conference on Tsunami Warning (ICTW) di Nusa Dua, Bali, 11 hingga 14 Nopember ini.

ICTW yang bertujuan meningkatkan pemahaman dunia soal tsunami itu dibuka langsung oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman dengan mengambil tema "Menuju Komunitas Pesisir Pantai yang Lebih Aman".

"Kita harus belajar dari kejadian-kejadian tsunami yang pernah terjadi di dunia. Namun walau banyak belajar, manusia seringkali tidak belajar secara psikologis, padahal kesadaran di masyarakatlah kunci penting saat terjadi tsunami," kata Kusmayanto Kadiman dalam sambutannya saat membuka ICTW.

ICTW adalah forum pertemuan ilmiah di antara pakar tsunami dunia untuk menjadi ajang pertukaran informasi perkembangan teknologi dan penelitian di bidang kebencanaan tsunami. Konferensi ini adalah lanjutan dari peluncuran Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia.

Dalam konferensi akan tampil beberapa pembicara dari berbagai belahan dunia, yakni Hiroo Kanamori dari Caltech Pasadena, Eddie Bernard dari NOAA, Kenji Satake dari Universitas Tokyo, Stefan Dech dari UCSD dan Jan Sopaheluwakan dari LIPI.

Selain para pembicara akan dipaparkan sekitar 80 tulisan ilmiah dari 12 negara yang terbagi dalam lima sesi, yakni Sea-level Monitoring Database, Modelling and Simulation Information, Communication and Warning Dissemination, Crustal Deformation Monitoring dan Communnity Preparedness and Mitigation.

Menurut Ketua Panitia Prof. Dr. Ir. Andrianto Handojo, duabelas negara yang berpartisipasi antara lain Indonesia, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Filipina, Singapura, Malaysia, Srilangka, Taiwan, Thailand dan Swedia.

Paralel dengan ICTW, diadakan pula Asian Conference on Disaster Reduction 2008 (ACDR 2008). ACDR 2008 merupakan forum 28 negara Asia untuk memantau penerapan Hyogo Framework of Actions (HFA) di negara-negara tersebut. Tema utama dalam ACDR 2008 adalah kemitraan antara masyarakat dengan swasta dalam pengurangan resiko bencana.
 
Peradnya Steganography Juara II Asia Pasifik

SMAN 4 Denpasar Juara Umum Olimpiade Teknik Unud

Prestasi anak-anak SMAN 4 Denpasar patut dibanggakan. Tak hanya di tingkat lokal, prestasi yang direngkuh anak-anak sekolah di bawah kepemimpinan Drs. Wayan Rika, M.Pd. itu juga di tingkat nasional dan Asia Pasifik. Bahkan sempat beberapa kali mewakili Indonesia dalam ajang internasional.

Kali ini, siswa-siswi SMAN 4 Denpasar menorehkan prestasi sebagai juara umum dalam Olimpiade Teknik Unud 2008. Dalam ajang kompetisi se-Bali, Jatim dan se-Nusa Tenggara pada 13-15 November 2008, siswa-siswa SMAN 4 berhasil memperoleh tiga medali emas (juara I) dan 4 medali perunggu (juara III). Atas prestasi itu SMAN 4 Denpasar berhak menggondol piala bergilir.

Menurut I Gede Putu Dharma Yusa, salah seorang peraih juara, Kamis (20/11) kemarin, anak-anak SMAN 4 Denpasar mengikuti enam cabang dari tujuh cabang yang diperlombakan yakni LKTI, robot line follower, sketsa ide, rancang bangun jembatan mini, programming dan web desaign. Satu cabang tak diikuti yakni rancang bangun elektronik.

'Bersyukur, kami memperoleh juara umum dan berhak atas piala bergilir yang sebelumnya piala bergilir itu dipegang anak-anak Smansa. Ke depan prestasi ini semoga bisa ditingkatkan. Terima kasih kepada bapak/ibu guru dan teman-teman atas motivasinya,' katanya.

Karya tulis ilmiah berjudul 'Arsitektur dan Tata Letak Bangunan di Desa Adat Penglipuran sebagai Wujud Kristalisasi Nilai Budaya Bali Berbasis Tri Hita Karana' ditetapkan sebagai juara I dalam cabang lomba LKTI. Karya tulis ilmiah itu dibuat oleh Ni Luh Putu Harta Wedari, Putu Wisnu Arya Wardana dan I Gede Bagus Ananda Pratama.

Demikian pula robot line follower bertitel 'Robot Simplity-4' karya I Gede Putu Dharma Yusa dan Putu Wisnu Arya Wardana ditetapkan sebagai juara I. Juara I lainnya diraih I Made Wirantara dan Danny Aguswahyudi dalam lomba programming. Dalam lomba programming, anak-anak SMAN 4 atas nama Frederikus Hudi dan Robertus Hudi ditetapkan sebagai juara III. Juara III lainnya diraih dalam lomba rancang bangun jembatan mini dengan karya 'Rolling Bridge' ciptaan Heidi Patricia dan Theresa Noomi Putri. Dalam lomba sketsa ide SMAN 4 juga juara III atas nama Ragil Nastiti dengan karya Museum Arsitektur. Demikian pula juara III diraih dalam lomba web desaign karya I Wayan Jimmy Gunawan.



Juara Asia-Fasifik

Sementara itu, IB Putu Peradnya Dinata, siswa SMAN 4 Denpasar, yang sukses menggondol penghargaan Indonesian ICT Award (INAICTA) 2008 karena hasil karyanya 'Peradnya Virus Cleaner' dalam kompetisi di tingkat Asia Pasifik berhasil meraih juara II (merit).

Dalam ajang INAICTA lalu, ia mengirimkan dua software yaitu 'Peradnya Virus Cleaner' dan 'Peradnya Steganography'. Setelah melalui tahapan seleksi dan presentasi, 26 Juli 2008 lalu, kedua program itu masuk nominasi. 'Peradnya Virus Cleaner itu ditetapkan sebagai winner dan Peradnya Steganography masuk 5 besar.

Dari dua software itu 'Peradnya Steganography' ditetapkan sebagai juara II (merit) di tingkat Asia Pasifik,' ujar IB Peradnya Dinata, Kamis kemarin. (08/*BP)
 
Asyiknya 'Magibung' di Karangasem

Tradisi yang Masih Teguh Dipegang Masyarakat

GIBUNG.gif


BALI memang dikenal memiliki adat istiadat yang beraneka ragam. Adat istiadat yang dominan bernafaskan Hindu tersebut menyimpan berbagai upacara keagamaan, mulai dari dewa yadnya, pitra yadnya, manusia yadnya, hingga buta yadnya. Di Bali timur (Karangasem), upacara-upacara keagamaan itu masih sangat kental dan masyarakat pun sangat antusias melakoninya.

Dalam setiap prosesi upacara keagamaan senantiasa disertai dengan kegiatan makan bersama alias magibung. Kenapa harus magibung dan kenapa tidak menggunakan pola makan prasmanan atau makan jalan? Jawaban atas pertanyaan ini tiada lain bahwa masyarakat di sana masih berpegang teguh pada tradisi yang diwarisi secara turun temurun.

Karakteristik kegiatan magibung yang cukup menonjol dan dijumpai di sebuah desa tua, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, seperti (1) penyiapan makanan dilakukan secara bersama-sama, (2) makanan yang dijadikan gibungan bahannya bersumber dari daging, kelapa, dedaunan, dan nasi putih, dan (3) satu porsi gibungan dimakan atau disantap oleh delapan orang.

Paket gibungan yang hendak disuguhkan kepada tamu dan di lingkungan mereka sendiri, dikerjakan secara gotong royong penuh dengan rasa kekeluargaan. Jika pihak penyelenggara memperkirakan tamu-tamunya yang akan datang dalam jumlah besar, maka tempat pengerjaan paket gibungan dilakukan di balai banjar. Sebaliknya, jika tamunya sedikit, cukup dikerjakan di rumah bersangkutan.

Antara pria dan wanita sudah terdapat perbedaan tugas. Yang pria mengerjakan paket gibungan seperti membuat sate, lawar, dan urab-uraban. Mereka yang membantu di balai banjar sudah berdatangan sekitar pukul 01.00 dini hari. Pekerjaan diawali dengan membuat bumbu-bumbu sate dan lawar, kemudian dilanjutkan dengan memotong babi, dan proses ini berlanjut hingga pekerjaan selesai sekitar pukul 06.00, berbentuk paket gibungan yang siap saji dan siap santap.

Lalu, apa pekerjaan ibu-ibu dan remaja putri? Mereka sibuk memasak nasi sebagai kelengkapan gibungan. Di samping itu ada tugas tambahan seperti penyediakan minuman; kopi, teh, di saat kaum prianya bekerja di balai banjar. Pokoknya, seperti semboyan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), "Bersama kita bisa".

Bermacam Unsur

Bahan-bahan yang dipakai membuat gibungan terdiri atas daging babi, bisa juga dilengkapi dengan ayam atau dolong alias kuir, kelapa dipakai untuk membuat lawar dan urab-uraban, dedaunan semisal dan belimbing, dan yang tak kalah penting adalah nasi putih.

Dengan bahan-bahan itu, dalam gibungan jelas akan terlihat bermacam-macam unsur seperti sate lilit, sate pusut, sate asem atau sate tusuk, lawar merah dan putih, urab-uraban, urutan, hingga kuah penyedap makanan yang biasanya terdiri atas kuah komoh maupun kuah timbungan. Aroma magibung akan tampak semakin nikmat jika ditambah dengan tuak -- minuman khas Karangasem.

Satu paket gibungan -- masyarakat setempat menyebutnya karangan -- disantap atau dimakan secara bersama-sama oleh delapan orang. Masyarakat setempat menyebutnya satu sele atau asele. Mereka ini bisa orang dewasa dan bisa pula gabungan dengan anak-anak. Yang laki-laki ngumpul dengan laki-laki, perempuan ngumpul bersama perempuan. Ketentuan delapan orang dikaitkan dengan bobot porsi gibungan yang sedang mereka hadapi. Jika kebetulan jumlah orang kurang dari delapan, hal itu bisa dibijaksanai.

Dari serangkaian prosesi upacara atau yadnya, tampaknya kegiatan yang terakhir inilah yang paling ditunggu-tunggu para tamu yang datang termasuk saudara dan sanak familinya. Di kalangan anak-anak, magibung benar-benar dirasakan sebagai berkah dan menjadi kesenangan tersendiri. Maklum yang namanya anak-anak pasti suka dengan yang enak-enak. Waktu acara magibung biasanya berlangsung siang hari, namun belakangan sering lebih pagi, di bawah pukul 11.00. Beberapa pertimbangannya, satu di antaranya menghindari agar makanan yang lezat tersebut tidak cepat basi.

Tahu Aturan

Yang menarik dari kegiatan magibung ini bahwa setiap orang seperti sudah sama-sama tahu aturan mainnya sehingga tidak terlihat rebutan dalam mengambil makanan yang ditaruh di atas dulang atau di atas kelatkat -- tempat makanan terbuat dari serpihan bambu. Seberapa banyak lawar yang diambil dan seberapa besar daging, sate dan nasi yang dimakan, satu sama lain berada pada koridor dan komposisi yang teratur. Akhirnya mereka sama-sama puas, perut kenyang kembali ke rumah masing-masing.

Magibung merupakan sesuatu yang sangat mengasyikkan, tidak saja bagi anak-anak tapi juga bagi remaja dan orang dewasa. Bagi masyarakat setempat, kegiatan ini sudah dianggap biasa karena terlalu sering mengalaminya. Namun yang agak bermasalah biasanya orang luar Karangasem ketika mereka diajak magibung. Meski jumlah mereka dibijaksanai hanya empat orang, namun masih terlihat agak canggung dan merasa susah melakukannya. Sehingga, begitu acara magibung usai, mereka pun tidak merasakan kepuasan sebagaimana menggunakan tata cara makan yang lain semisal berbentuk prasmanan.

Bagi orang Buleleng yang kebetulan bekerja di Karangasem, misalnya sebagai guru atau karyawan sebuah instansi, pada umumnya agak mudah beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan adat setempat. Gejala ini diduga karena orang-orang Buleleng pada umumnya bersifat terbuka, mudah berkawan dan mencari kawan. Mereka, ketika menghadiri upacara keagamaan dan diajak magibung, pada awalnya memang ada rasa sedikit canggung. Tetapi setelah berjalan dua atau tiga kali, mereka malah menjadi ketagihan.

Informasi seperti ini sekurang-kurangnya diperoleh dari seorang tokoh desa pakraman Bungaya, Gede Sabantara (49), lewat perbincangan singkat baru-baru ini di sebuah balai banjar yang dijadikan tempat magibung. Menurutnya, saat ini cukup banyak orang perantauan yang berada di daerah Karangasem, tapi masih cukup banyak pula yang belum adaptif dengan budaya magibung. (BP/*romi sudhita)
 
Menkominfo : Dunia Penyiaran Harus Bersiap ke Digital

Nusa Dua - Dunia penyiaran diharapkan untuk segera berbenah diri untuk migrasi dari sistem analog ke sistem digital. Migrasi ke sistem digital dinilai sebagai sebuah keharusan.

Hal ini dikatakan Menteri Komunikasi dan Informasi, M. Nuh di sela-sela pembukaan Sidang Umum Asia-Pacific Broadcasting Union ke-45 di Nusa Dua, Bali, Senin.

Menurut M. Nuh terdapat sedikitnya dua alasan mengapa sistem penyiaran harus segera bermigrasi ke digital. Pertama, peralatan yang diproduksi sekarang ini dan yang ke depan bahkan hingga sistem transmisi penyiaran semuanya berbasis digital.

"Jadi mau tidak mau, semuanya akan beralih ke digital, apabila masih analog maka dikhawatirkan tidak akan bisa produksi," kata M. Nuh.

Alasan kedua menurut M. Nuh, bila sistem terus menggunakan sistem analog, maka akan ada keterbatasan-keterbatasan. Keterbatasan yakni pada pemanfaatan kanal atau frekuensi.

"Sistem analog, bagaikan satu rumah dalam satu kavling yang diisi satu keluarga. Bagaimana apabila keluarga semakin banyak? Maka akan ada yang menggunakan tempat ilegal. Sedangkan sistem digital, bagaikan rumah susun, yang dapat lebih banyak memuat keluarga," jelas M. Nuh.

Untuk itu dunia penyiaran di Indonesia diharapkan segera menyiapkan diri untuk segera beralih ke sistem digital. Apabila tidak beralih ke sistem digital, maka dikhawatirkan tidak akan mampu bertahan.

M. Nuh juga mengatakan kebutuhan dunia penyiaran untuk migrasi ke sistem digital adalah kebutuhan yang mendesak.

"Dunia penyiaran di Jepang diperkirakan akan memiliki sistem digital pada tahun 2012, sedangkan Indonesia baru mengadakan soft launch pada tahun ini," kata M. Nuh.(*ANTARA)
 
Bali Meramu Wisata Seni, Lingkungan dan Tenun

Denpasar - Rangkaian pesta seni, budaya dan lingkungan "Gempita Gianyar 2008" menjadi salah satu atraksi wisata tahunan di Bali yang cukup menarik dan mampu mendatangkan kunjungan wisatawan dari berbagai negara.

Pesta seni bertajuk "Mencumbu Alam di Bumi Kahyangan" yang berlangsung 14-16 November 2008 tersebut, dinilai sukses menampilkan sejumlah pentas seni, yang dipadukan kegiatan pelestarian lingkungan dan budaya.

Hujan yang setiap hari membasahi bumi Gianyar, justru meneduhkan suasana dan menambah antusiasme masyarakat Gianyar maupun wisatawan asing dalam menyambut pergelaran setahun sekali itu.

Seperti diungkapkan Srijori, seorang warga Bali, bahwa masyarakat maupun wisatawan menginginkan acara itu bisa terus berlangsung secara berkala setiap tahun.

"Kami dan warga lainnya berterima kasih karena banyak pihak yang memberi perhatian pada pelestarian kebudayaan dan lingkungan, hingga berhasil menyelenggarakan program seindah ini," ucapnya.

Kegiatan ini diawali pesta seni "Exotic Culture" di Pucak Payogan, menampilkan sendratari Calonarang yang dibawakan oleh tiga generasi penari terkemuka Maestro Ni Ketut Cenik, Ni Wayan Sekariani dan Sri Maharyeni serta I Ketut Rina.

Jay Subyakto sebagai penata artistik mengemas pertunjukan selama kurang lebih 90 menit dengan sangat apik.

Pergelaran dibuka dengan penampilan balaganjur, menggunakan seperangkat gamelan yang biasa diperuntukkan mengiringi pawai atau iring-iringan upacara agama atau upacara adat.

Seiring waktu, prosesi balaganjur juga mengandung makna ketulusan dalam "ngayah", yakni melaksanakan sesuatu tanpa pamrih.

Penonton kemudian diajak menyaksikan atraksi sabung ayam, sebuah budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Pulau Dewata. Adu ayam jago ini tidak hanya dilakukan oleh rakyat untuk hiburan semata, tetapi hadiah pemenang kemudian dimanfaatkan untuk pembangunan banjar atau semacam kantor dusun.

Penyanyi muda berbakat Gita Gutawa yang terlibat dalam pergelaran ini, tampil menyusul dengan membawakan lagu berbahasa Bali, "Choping Larung" karya Guruh Soekarnoputra.

Lagu ini menceritakan kegelisahan Frederick Chopin ? seorang komposer musik ? yang melihat rusaknya budaya Bali akibat pengaruh kebudayaan barat.

Chopin mengangankan dirinya dilarung di laut Bali jika meninggal dunia nanti.

"Saya ingin menampilkan wajah Bali seutuhnya dengan menyuguhkan budaya yang masih hidup seperti sabung ayam. Gita Gutawa datang dari Jakarta dan tampil bukan untuk membawakan lagu pop tetapi harus menyampaikan lirik dalam bahasa Bali," demikian Jay Subyakto.

Sendratari Calonarang diangkat karena usianya yang sudah sangat tua dan mempunyai jalan cerita yang istimewa.

Sendratari yang dahulu dipertunjukkan di pemakaman ini, menampilkan Tari Sisia yang dibawakan oleh Sri Maharyeni. Tariaan ini menggambarkan murid-murid atau pengikut dari Walu Nateng Dirah yang menerima pelajaran ilmu hitam secara langsung dari Walu Nateng Dirah.

Tari Walu Nateng Dirah sendiri, yang menceritakan tokoh sentral dalam sendratari "Calon Arang", dibawakan oleh Ni Wayan Sekariani. Walu Nateng Dirah adalah perempuan yang sangat sakti dan hidup di tengah hutan.

Ni Wayan Sekariani membawakan dua buah tarian lainnya secara berturut-turut yaitu Tari Padung yang menggambarkan upaya Patih Padung dalam membalas dendamnya pada Walu Nateng Dirah dan Tari Rangda yang merepresentasikan betapa kuat dan dahsyatnya ilmu hitam yang dikuasai Walu Nateng Dirah.

Maestro Ni Ketut Cenik tampil sebagai Rarung ? salah satu murid terbaik dan tersakti yang dimiliki oleh Waru Nateng Dirah ? yang kerap menunjukkan kekuatannya dengan cara memainkan atau memakan bayi yang telah meninggal dunia.

I Ketut Rina, bersama sanggarnya terakhir menginterpretasikan lakon Calonarang dengan caranya yang khas, disertai kejutan bola-bola api yang bergulir di antara para penari Kecak.

Pergelaran yang dihadiri oleh Bupati Gianyar Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Msi, Ketua BPK Anwar Nasution, sejumlah pejabat daerah, para pengurus Yayasan Sekar Saji Nusantara serta tamu-tamu penting lainnya ini menyisakan kesan yang mendalam.

"Pagelaran The Exotic Culture malam ini mampu membuktikan ke-eksotisannya. Luar biasa. Tidak semua warga Bali mengenal dan mengerti jalan cerita Calonarang. Mudah-mudahan masyarakat teredukasi dan memperoleh pengalaman berharga," kata Maryuna Anwar Nasution, Ketua Yayasan Sekar Saji Nusantara, setelah memberi penghargaan kepada pendukung acara.

Sang penata artistik menambahkan, bahwa Gempita Gianyar selanjutnya mungkin saja mengangkat unsur seni dari daerah lain di Bali dan bahkan dari propinsi lain di Indonesia.

Gempita Gianyar nantinya diharapkan menjadi wadah perwujudan apresiasi seni dan potensi budaya Nusantara.

Pesta Lingkungan

Pesta lingkungan diselenggarakan di Pantai Masceti, yang berada satu garis pantai dengan Pantai Sanur, namun memiliki pasir hitam yang keindahannya belum diperkenalkan secara maksimal.

Selain melestarikan seni budaya khas Gianyar dan Bali, Gempita Gianyar 2008 Green Gathering mempunyai misi melestarikan alam dan lingkungan hidup.

Wakil Bupati Gianyar Dewa Made Sutanaya, yang hadir bersama sejumlah pejabat pemerintah dan masyarakat setempat, berharap kegiatan tersebut dapat mencegah abrasi Pantai Masceti serta menjaga kebersihan dan kelestariannya.

Pesta lingkungan ditandai dengan penanaman pohon kelapa dan pohon camplung di sepanjang garis pantai serta melepas sejumlah tukik (anak penyu) ke laut oleh murid-murid SD Negeri 1 Keramas dan SD Negara 1 Medahan.

Gita Gutawa tampil membawakan lagu Tanah Airku, sehingga menambah semarak dan berkesan kegiatan pelestarian lingkungan yang dimaksudkan untuk mendidik anak-anak sekolah dasar dan masyarakat umum itu.

Jay Subyakto, salah seorang penggagas program ini, berharap pemerintah dapat bekerja sama dengan para pemerhati lingkungan lainnya seperti kelompok akademisi, organisasi pecinta lingkungan dan teknisi lingkungan.

Dengan demikian akan dapat bersama-sama menjalankan program restorasi dengan menciptakan teknologi sederhana yang memanfaatkan sumber daya alam, dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara kolektif.

Maryuna Anwar Nasution, Ketua Yayasan Sekar Saji Nusantara, berharap dalam empat-lima tahun ke depan, penghijauan Pantai Masceti dapat membuahkan hasil.

Pesta Tenun

Program terakhir dalam rangkaian Gempita Gianyar 2008 adalah Pesta Tenun yang diselenggarakan di Ubud Village Resort & Spa. Meski gerimis sempat turun di awal acara, peragaan busana yang bernuansa romantis ini secara sempurna menampilkan lebih dari 40 hasil karya rancang Thomas Sigar, Tjok Abi & Tude dengan motif-motif tenun Bali.

Bekerjasama dengan Putri Ayu Tenun Gianyar, Thomas Sigar menciptakan kain-kain tenun gaya baru Bali yang menampilkan motif-motif tradisional seperti Cakra ? Geringsing, Jempiring, Kepiting dengan sistem "airbrush" dalam warna-warna pelangi.

Kesempatan ini juga digunakan oleh Thomas untuk bekerjasama kembali dengan Rumah Mode Mamuli untuk kesekian kali.

Khusus untuk Gempita Gianyar 2008, Thomas menciptakan terobosan baru menambah tenun dengan imbuhan sungkit dan jalinan benang sutera halus berwarna tembaga-keemasan.

Ia juga secara kreatif menampilkan bahan-bahan yang terbuat dari serat dengan warna alam.

"Gempita Gianyar bukanlah sebuah program biasa, namun secara luhur memadukan seni, budaya dan pelestarian alam. Apa yang kami persembahkan kali ini betul-betul memperhatikan pemanfaatan kekayaan ekologi dan alam nusantara," papar Thomas Sigar.

Sementara Tjok Abi mengaku sangat berbahagia bisa terlibat aktif dalam gelaran perpaduan seni, budaya dan lingkungan. "Kesempatan ini merupakan satu lagi langkah kecil saya dalam meniti jalan menuju cita-cita mulia melestarikan dan mengembangkan kain tradisional Bali," ucapnya.

Ia juga sangat berharap momentum ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat dan wisatawan, tetapi lebih jauh dapat menggerakkan pemerintah dalam menjangkau desa-desa tempat penrajin.

Menurut dia, perlu upaya yang terintegrasi untuk memperjuangkan misi tersebut, misalnya Departemen Perindustrian bekerjasama dengan sarjana-sarjana desain tekstil, usaha mikro, industriawan dan organisasi promotor budaya, guna bersama-sama memperluas potensi pasar, pembeli dan pengguna kain Bali.

Festival Gempita Gianyar yang kedua kalinya, dengan meramu kegiatan seni, budaya dan lingkungan, dinilai berhasil menunjukkan magnet magis-nya, ditandai kehadiran dan keterlibatan masyarakat luas dan banyaknya wisatawan yang hadir.

Berbagai pihak terkait, baik masyarakat seni, warga Gianyar maupun Bali secara umum, tentu berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung, mampu memberdayakan modal sosial budaya dan tidak hanya berhenti menjadi kegiatan seremonial, sehingga menunjang pariwisata dan perekonomian Pulau Dewata. (*Tunggul Susilo / ANTARA News)
 
Perolehan Devisa Pariwisata Diprediksi 6,2 Miliar Dolar

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik memprediksi, penerimaan devisa dari sektor pariwisata selama 2008 sebanyak 6,2 miliar dolar AS.

"Tahun ini kita prediksikan 6,4 juta wisatawan mancanegara (wisman) dengan penerimaan devisa 6,2 miliar dolar AS," kata Jero Wacik di sela-sela acara Rapat Kerja (Raker) Pemasaran Pariwisata 2009 di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, wisatawan nusantara (wisnus) juga mengalami peningkatan dibanding 2007 yaitu sebanyak 223,4 ribu perjalanan dan menghasilkan Rp90 triliun dari pergerakan ekonomi di masyarakat.

Sampai akhir 2008 nanti, Menbudpar masih berharap dapat memenuhi target jumlah kunjungan wisman 2008 dari pemerintah yaitu 7 juta orang meski BPS (Badan Pusat Statistik) telah memprediksi hanya berkisar 6,3 - 6,4 juta orang.

"Tujuh juta wisman itu target optimis, sedangkan 6,5 juta wisman itu target moderat dan 6 juta wisman itu target minimum," katanya.

"Sampai Oktober kita sudah mendapatkan 5,1 juta wisman. November - Desember kita perkirakan ada penambahan sekitar 1,2 juta sehingga sampai akhir tahun ada 6,3 - 6,4 juta wisman," lanjut Menbudpar.

Sedangkan untuk 2009, Jero Wacik mengatakan, pemerintah atas usulan dari pemangku kepentingan pariwisata telah menetapkan untuk melanjutkan program Visit Indonesia.

"Tahun 2009, program Visit Indonesia harus dilanjutkan. Beberapa daerah juga sudah mencanangkan program Visit seperti Visit Musi, Visit Batam, Visit Bangka Belitung," katanya.

Dan pemerintah pun menunggu usulan dari pemangku kepentingan termasuk dari pelaku industri pariwisata dalam Raker Pemasaran Pariwisata 2009 tersebut untuk menetapkan target jumlah wisman 2009.

"Target yang realistis, tapi jangan ketakutan. Target optimis bisa 8 juta wisman dan target moderat bisa 7,5 juta wisman," kata Jero Wacik.

Sedangkan Dirjen Pemasaran Depbudpar, Sapta Nirwandar mengatakan pihaknya menerapkan strategi pemasaran pariwisata menjelang berakhirnya tahun 2008 ini yang difokuskan ke empat negara yaitu Singapura, Malaysia, Cina dan Australia.

"Kenapa kita pilih empat negara itu, karena wisman dari empat negara tersebut masih bisa berubah cepat di saat terakhir, wisman akhir minggu," kata Sapta.

Sedangkan destinasi yang ditawarkan yaitu Jakarta-Bandung, Yogya-Solo, Surabaya, Padang, Manado, Makassar, Bali dan Lombok, dengan produk pariwisata yang ditawarkan yaitu golf, spa, belanja, kuliner, diving dan musik.

Sapta juga mengatakan target tingkat kunjungan wisman 2009 sebanyak 8 juta orang dengan perolehan devisa sebanyak 8 miliar dolar AS dan target wisnus sebanyak 226 juta perjalanan dengan pengeluaran sebanyak Rp82 triliun.

Raker Pemasaran Pariwisata 2009 diikuti oleh pemangku kepentingan pariwisata Indonesia seperti kepala dinas pariwisata seluruh Indonesia, sembilan kantor cabang pemasaran pariwisata Indonesia di luar negeri sampai pelaku industri pariwisata seperti PHRI, ASITA, INCCA dan INACA.

Raker yang digelar dua hari sampai Kamis besok bertujuan untuk merumuskan program pemasaran pariwisata pada tahun 2009.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi: Surya Dharma, Kepala Informasi dan Hubungan Masyarakat, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Telepon: 021 - 3838167, 021 - 3838131, Fax: 021 - 3849715.(*ANTARA)
 
Media Aljazair Puji Kemajuan Pariwisata RI

Jakarta, 28/11 - Media berpengaruh di Aljazair, La Tribune, menurunkan tulisan mengenai kemajuan pariwisata Indonesia, termasuk destinasi DKI Jakarta. Dalam reportasenya yang berjudul 'Indonesia Membuka Diri kepada Dunia Sambil Mempertahankan Indentitasnya' yang dimuat pada edisi 9 November 2008 lalu, La Tribun menggambarkan perkembangan industri pariwisata Indonesia selain memiliki potensi alam yang sangat mendukung, juga memiliki infrastruktur pariwisata yang maju.

Infrastruktur itu, seperti di Jakarta, telah betebaran hotel berbintang yang sebagian dikelola oleh international chain hotel. Pemerintah Indonesia gencar mempromosikan pariwisata, di mana sektor ini dikembangkan sebagai alternatif untuk keluar dari ketergantungan sumber minyak bumi.

Sekretaris Ketiga Pensosbud KBRI Alger, R.Sakunto Paksi, dalam faksimilinya yang dikirim ke Depbudpar menyebutkan, baru-baru ini wartawan La Tribune berkunjung ke Jakarta mengikuti rombongan pengusaha Aljazair dalam Trade Expo Indonesia ke-23 yang berlangsung akhir Oktober lalu.

Dalam laporannya La Tribune menyebutkan, tahun-tahun belakangan ini Indonesia menjadi eldorado bagi wisatawan terutama negara-negara Barat, juga para pecinta pulau-pulau syurgawi seperti Bali dan Lombok. La Tribune menggambarkan bagaimana awal hubungan bilateral yang bersejarah melalui penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955. Hubungan khusus tersebut selalu dikenang dan dipelihara masyarakat kedua negara Indonesia dan Aljazair.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi: Surya Dharma, Kepala Informasi dan Hubungan Masyarakat, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Telepon: 021 - 3838167, 021 - 3838131, Fax: 021 - 3849715. (*ANTARA)
 
Lima Warga Bali

Mumbai- Keadaan genting di India belum teratasi sepenuhnya. Penyerbuan tiba-tiba para militan menuju dua hotel mewah di pusat finansial Mumbai hingga berita ini diturunkan masih berlangsung. Selain melakukan penembakkan membabibuta, para penyerang juga melakukan penyanderaan. Menurut pihak berwenang ada 200 orang terjebak di hotel Trident/Oberoi.

Kepala kepolisian negara bagian Maharashtra A.N. Roy mengatakan tak ada sandera di hotel Taj Mahal. Namun "masih ada cukup banyak" di Trident/Oberoi.

Sementara itu menurut informasi ada lima warga Bali yang berada di Hotel Raj Mahal saat penyerangan. Diperkirakan kelima orang itu adalah karyawan hotel setempat. Namun hingga semalam informasi tersebut belum mendapat konfirmasi dari aparat berwenang baik di India maupun Indonesia.

Kepala Oberoi Group S.S. Mukherji pada NDTV menyatakan sekitar 200 orang terjebak di dalam hotel Trident/Oberoi di sebelah selatan kota. Trident/Oberoi diserbu Rabu malam oleh pria dengan senjata berat dari kelompok militan Islam kurang dikenal yang menargetkan wisatawan asing.

Saat insiden berlangsung sekitar 380 orang berada di lingkungan hotel dan masih belum jelas berapa orang menjadi sandera utama pelaku. Militer India dibantu polisi berusaha mengakhiri kemelut dengan cepat tanpa menelan banyak korban jiwa, menyusul suara letusan tembakan masih terdengar hingga Kamis malam.

Kepala kepolisian negara bagian Maharashtra A.N. Roy mengatakan "kami berada dalam tahap akhir operasi. Kami memiliki kepercayaan diri penuh mampu mematahkan pertahanan teroris." Roy tak menjelaskan berapa banyak ekstremis berada di dalam hotel. Ia hanya mengatakan tak ada sandera di hotel Taj namun "masih ada cukup banyak" di Trident/Oberoi. (ton/afp)
 
Bali International BIO 2008 - 18 Negara Ambil Bagian

Denpasar - Kejuaraan biliar bertajuk 10th 9 ball Bali International Open (BIO) 2008 akan digelar di Next Biliar Centre (NBC) Renon dan Hotel Sanur Beach (HSB), Denpasar. Pertandingan babak kualifikasi berlangsung di NBC hingga 2 Desember, sedangkan babak utama sampai final di HSB hingga 6 Desember mendatang.

Menurut Ketua Umum PB POBSI Tutuk Kurniawan, mestinya 24 negara ambil bagian pada ajang memperebutkan total hadiah Rp 350 juta ini. Namun, karena sesuatu dan lain hal, atlet Australia, India, Thailand, Brunei, Qatar dan Vietnam akhirnya urung datang.

'Kehadiran 18 negara dengan 89 atlet termasuk kejutan. Jumlah peserta tahun ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah,' ujar Tutuk Kurniawan yang melakukan pemukulan bola pertama bersama tokoh biliar nasional Putera Astaman di NBC Renon, Minggu (30/11) kemarin.

Pebiliar yang batal ke Pulau Dewata antara lain juara dunia Dariel Pies asal Prancis dan Pangeran Mutak Dibilah dari Brunei. Mereka memilih mengikuti turnamen di Jepang berhadiah Rp 1,3 miliar.

Atlet terbaik Filipina, Jopen Bustamante, bisa turun, begitu juga Cang Jung Ling, Cuo Po Cheng, Lim Yun Mi, Park Tun Ji (Korea Selatan), Abdulah dan Hassan Safvar (Maldeva). Sementara dari kalangan pebiliar papan atas nasional berlaga Ricky Yang, Roby Suharli, Moh. Sulfikri, Siao Wie To, dan Bambang. Tidak ketinggalan dua pebiliar putra terbaik Bali, Yudarman dan Tony Cahaya Putra, yang langsung bermain di babak utama (128 besar) berkat fasilitas kemudahan (wild card).

Wakil DKI Jakarta, Angeline Ticoalu, hanya menargetkan masuk babak utama. 'Bisa ke lolos ke babak utama sudah bagus,' ujar juara PON XVII ini didampingi pebiliar Bali Desak Raka Kasih Ariati.

Ketua Umum Pengprov POBSI Bali I Gusti Agung Gede Dharma Putra didampingi Wakil Daniel Dino Dinata berharap bisa menyelenggarakan kejuaraan dengan sukses. 'Lewat agenda internasional ini segenap pengurus akan mendapat pengalaman berharga,' ungkap Dharma Putra. (kmb11*BP)
 
Depbudpar Targetkan 6,7 Juta Wisman Tahun 2009

Jakarta, 28/11 - Dirjen Pemasaran Depbudpar DR. Sapta Nirwandar mengatakan, pemerintah (Depbudpar) menetapkan target optimistis (tinggi) kunjungan wisman tahun 2009 sebesar 6,7 juta atau mengalami pertumbuhan 6,2 % dari pencapaian kunjungan wisman tahun 2008 yang diperkirakan sebesar 6,4 juta hingga 6,5 juta. Sementara untuk target moderat (sedang) dengan pertumbuhan 4% dan target pesimistik (rendah) dengan jumlah wisman sama dengan tahun ini.

"Untuk fokus pasar 2009 pemerintah bersama industri atau para pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata sepakat untuk memfokuskan pemasaran pariwisata pada 10 negara dan kawasan terutama negara di kawasan Asia," kata Sapta Nirwandar ketika menyampaikan hasil Rapat Kerja (Raker) Pemasaran Pariwisata 2009 di Jakarta, Kamis (27/11).

Disebutkan, kesepuluh negara dan kawasan tersebut yakni; Singapura, Malaysia, Jepang, Cina, Korea Selatan, India, Filipina, Australia, Timur Tengah, dan Eropa yang terdiri atas Inggris, Belanda, Perancis, Jerman dan Rusia.

"Kita memfokuskan pasar ke Filipina karena ternyata banyak wisman dari Filipina turutama kalangan ekspatriat yang berkunjung ke Indonesia. Tahun 2009 kita harapkan dapat menarik 150 ribu wisman Filipina," kata Sapta Nirwandar.

Dalam target optimistis 2009 sebesar 6,7 juta tersebut proyeksi kunjungan wisman dari Singapura sebanyak 1,3 juta, Malaysia 960.000, Eropa 970.000, Jepang 600.000, Australia 550.000, Cina 410.000, Korsel 390.000, dan India 210.000 wisman.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi: Surya Dharma, Kepala Informasi dan Hubungan Masyarakat, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Telepon: 021 - 3838167, 021 - 3838131, Fax: 021 - 3849715
(*ANTARA)
 
Pantai Kuta Dipenuhi Bangkai Ikan

Kuta, - Setelah gelombang cukup besar menghantam kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, kini daerah yang merupakan obyek kunjungan wisatawan mancanegara itu dipenuhi ribuan bangkai ikan dan aneka sampah.

Ikan-ikan itu terhampar di pasir putih yang biasa dipakai tempat berenang dan berjemur oleh para pelancong, demikian laporan dari Kuta, Kamis.

Petugas pada Posko SAR Balawista menyebutkan, onggokan sampah yang sebagian besar berupa barang-barang dari plastik, tersebar di daerah pantai setelah digiring ombak besar.

Menurut dia, ombak cukup besar setinggi satu sampai 1,5 meter sempat muncul pada Kamis dinihari hingga pagi hari bersamaan dengan munculnya angin cukup kencang.

Ketika ombak mulai mereda itulah, di sepanjang Pantai Kuta kemudian muncul onggokan sampah dan bangkai ikan dalam jumlah cukup besar.

Sebagian besar turis mancanegara yang semula sempat datang ke pantai untuk tujuan berenang atau berselancar di laut, mendadak harus mengalihkan tempat rekreasinya ke wilayah darat.

Tidak sedikit turis yang akhirnya "balik kanan" begitu melihat kawasan pantai penuh dengan taburan bangkai ikan dan sampah yang digiring ombak dari tengah laut.

Turis yang urung beraktivitas di pantai, terlihat langsung menuju areal pertokoan yang menjual aneka barang suveniran, atau bergerak ke ruang bar dan restoran bahkan kolam renang yang terdapat di sejumlah hotel berbintang.

Kasubag Humas Pemkab Badung Agus Sataki yang dihubungi terpisah menyebutkan, pihaknya bekerja sama dengan masyarakat setempat, kini tengah berupaya membersihkan sampah dan bangkai ikan yang sempat "namu" ke kawasan Pantai Kuta.

"Hingga siang ini, telah sebagian dari ribuan bangkai satwa perairan tersebut telah berhasil kita kuburkan," ucapnya.

Pada garis pantai sepanjang kurang lebih 10 kilometer itu, hampir di setiap sisinya ditaburi sampah dan ikan mati yang mayoritas berukuran sebesar gagang telepon rumah atau telapak kaki bocah usia sekolah taman kanak-kanak.

Adanya "banjir" ikan yang beberapa di antaranya telah tercium bau busuk, telah membuat pantai yang merupakan pusat kunjungan wisatawan mancanegara itu cukup menjijikkan.

Petugas pada Dinas Perikanan dan Kelautan Badung menduga bangkai ikan tersebut buangan para nelayan di tengah laut kemudian digiring ombak merapat ke pantai, seperti halnya sempat terjadi pada tahun lalu di pantai yang sama.(*ANTARA News)
 
Ikuti Kongres Global Warming di Amsterdam

SMAN 1 Sukawati Juara I UKS Se-Bali

Gianyar - SMAN 1 Sukawati di pengujung tahun 2008 kembali menorehkan prestasi gemilang sebagai juara I dalam Lomba UKS tingkat SMA se-Provinsi Bali, menyusul kesuksesannya pada Oktober lalu sebagai juara I Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Provinsi Bali dengan memboyong Piala Wakil Gubernur Bali.

Sementara di akhir November 2008 lalu, 24 siswa SMAN 1 Sukawati juga berkesempatan terbang ke Belanda mengikuti program pertukaran siswa dengan Unic Utrecht sekaligus mempresentasikan upaya krama Bali mengatasi pemanasan global di ajang Global Warming International Congress di Amsterdam.

Kepala SMAN 1 Sukawati Drs. I Nyoman Sudana, M.M., Selasa (9/12) kemarin menjelaskan, dua tugas berat bulan November lalu telah berhasil dilaksanakan oleh tim yang dibentuk di SMAN 1 Sukawati, yakni menjadi duta Kabupaten Gianyar dalam Lomba UKS tingkat Provinsi Bali dan menyiapkan 24 siswa melakukan program pertukaran siswa dengan Unic Utrecht Belanda. 'Keduanya sama-sama penting dan berpengaruh terhadap nama daerah bahkan nama bangsa,' jelasnya.

Dia bersyukur atas dukungan Bupati Gianyar Tjokorda Artha Ardhana Sukawati yang memberikan pembinaan langsung saat persiapan lomba UKS maupun memberikan pembekalan sebelum siswa berangkat ke Belanda. Sehingga kedua program itu terlaksana dengan baik dan hasil yang gemilang.

Dalam lomba UKS tingkat provinsi, persiapan yang dilakukan bukan semata-mata untuk lomba tetapi dilakukan secara permanen karena disadari program trias UKS yang bagian tak terpisahkan dari upaya meningkatkan mutu pendidikan. Ini dibuktikan bahwa SMAN 1 Sukawati dengan prestasi akademis dan nonakademis yang diraih selama ini.

Bahkan, untuk persiapan menjadi duta Bali dalam lomba UKS tingkat nasional, diupayakan optimal mungkin dilakukan perbaikan pada poin-poin titik kelemahan SMAN 1 Sukawati dalam pelaksanaan trias UKS selama ini. 'Dukungan lebih besar dari Bupati Gianyar dan Gubernur Bali sangat diharapkan nanti sehingga SMAN 1 Sukawati dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,' katanya.

Dalam program pertukaran 24 siswa SMAN 1 Sukawati selama dua pekan ke Belanda berjalan lancar. Di Belanda dilakukan studi tentang peninggalan sejarah Gereja Katedral dan Dom Tower, kota pelabuhan Rotterdam, kincir angin, Museum VOC dan Museum Tropen, serta diterima Kedubes RI di Den Haag dan mengunjungi Sekolah Indonesia Netherland.

Putu Sri Diniari, wakil SMAN 1 Sukawati, mempresentasikan tentang cara krama Bali mengatasi pemanasan global yakni dengan menerapkan konsep Tri Hita Karana. Implementasinya dengan peringatan hari raya Nyepi, Tumpek Uduh, dan menghormati hutan, gunung serta pantai di mana leluhur krama Bali membangun pura di sana. (kmb16/*BP)
 
Presiden Buka BDF : Konflik Sempurnakan Demokrasi

3-FORUM.gif


Denpasar - Bali Democracy Forum (BDF) secara resmi dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selaku inisiator, Presiden Yudhoyono menegaskan membangun demokrasi adalah sebuah tantangan masa depan di tengah keberagaman kondisi dan latar belakang pengelolaan pemerintahan. Perkembangan demokrasi di Indonesia bahkan hingga kini dalam proses mencari bentuk. Sering konflik dan berbagai kesulitan yang terjadi dalam konteks demokrasi telah menjadi penyempurna tataran demokrasi itu sendiri.

'Beragam kesulitan yang menimpa Indonesia mulai dari krisis keuangan hingga konflik kepentingan yang justru menyempurnakan demokrasi. Masyarakat menjadi lebih peka dan membangun komitmen membangun demokrasi. Ini adalah bagian dari seni pengelolaan demokrasi,' ujarnya.

Dalam menjadikan demokrasi sebagai agenda strategis di Asia, Kepala Negara meyakini kondisi negara-negara di kawasan Asia yang beragam dalam mengembangkan demokrasi akan membentuk karakter demokrasi Asia. Untuk itu, mengatasi tantangan-tantangan demokrasi adalah hal yang penting untuk dibahas bersama, baik menyangkut keselarasan demokrasi dengan harmonisasi kehidupan.

Sementara itu, PM Australia Kevin Rudd menyebut komitmen Australia dalam mengembangkan demokrasi. Dia menekankan perlunya kerja sama di kawasan untuk mendorong demokrasi. Untuk menjabarkan dukungannya terhadap BDF termasuk Institut for Face and Democrazy, negaranya memberikan paket bantuan sebesar 3 juta dolar Australia.

Menurutnya, BDF merupakan inisiatif regional dari Presiden Yudhoyono yang patut diapresiasi secara positif. Forum ini juga terbuka bagi seluruh negara yang berada di kawasan Asia dan Pasifik dan para delegasi dapat bertemu secara regular pada pertemuan tingkat menteri.

Kehidupan Layak

Pada kesempatan yang sama, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dan PM Timor Leste Xanana Gusmao menekankan kewajiban semua pemerintah memenuhi kebutuhan warganya atas kehidupan yang layak. Sultan Brunei menekankan tentang pentingnya penerapan sistem pemerintahan yang demokratis yang baik di kawasan Asia. Demokrasi diyakini tidak akan dapat berkembang dengan sendirinya. Semua komponen harus bergerak dan mendukung terbangunnya demokrasi yang ideal, walaupun itu relatif sulit untuk dicapai.

BDF yang diikuti 32 negara ini diarahkan sebagai media untuk saling menukar pengalaman dalam mengelola demokrasi. BDF merupakan forum pertama di tingkat pemerintahan yang memiliki konsentrasi pada pembangunan ruang demokrasi. Selama ini forum-forum demokrasi sering dibahas oleh lembaga-lembaga informal. Dipilihnya Bali sebagai identitas BDF, karena Bali dinilai sebagai cerminan kedamaian dan sebagai tempat memelihara kerukunan. Selain itu, secara teknis Bali mendukung kegiatan ini dan pemerintah ingin mempromosikan profil Bali. (044*BP)
 
'Whole Seller' Minta Harga Produk Pariwisata Diturunkan

Denpasar - Krisis global akhirnya berujung pada krisis pariwisata. Yang dialami Bali misalnya, tak hanya pembatalan (cancellation), tetapi juga desakan akan degradasi harga produk pariwisata dari mitra bisnis di luar negeri. Kendati demikian, pelaku pariwisata Bali diminta tidak panik, karena fenomena yang sama dialami hampir seluruh destinasi di dunia.

Demikian dikemukakan tokoh pariwisata I Gusti Bagus Yudhara di Denpasar, Jumat (5/12) kemarin. 'Hampir seluruh destinasi pariwisata di dunia akan mengalami kemunduran tahun depan dan bisa berlanjut tahun 2010 kalau krisis global khususnya Amerika dan Eropa tak segera diatasi. Kita berharap, resesi berakhir pertengahan tahun depan,' ujar Yudhara.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hasil survei BPD PHRI Badung terhadap 40 hotel di kawasan Seminyak, Legian, Kuta, Tuban, Jimbaran dan Nusa Dua yang diambil secara acak terungkap ada cancellation 10.735 rooms night untuk Januari - Februari 2009. Dari sisi revenue untuk kamar saja Bali mengalami potensial lost sekitar Rp 13 miliar. Cancellation berasal dari pasar Eropa, Amerika dan Australia (BP, 5/12).

Menurutnya, selain cancellation, kini ada desakan dari whole seller di luar negeri agar harga-harga produk pariwisata di Bali diturunkan. Permintaan degradasi harga produk ini bisa menjadi ancaman lain bagi Bali kalau tidak dikelola dan direspons dengan baik. Dalam situasi seperti sekarang, diharapkan semua komponen pariwisata di Bali tetap kompak, baik kalangan industri, pemerintah maupun masyarakat Bali.

Antara lain dengan menjaga keamanan di sini tetap kondusif, bukan hanya dari ancaman teroris tetapi juga yang lain. Misalnya mengenai penyakit rabies yang belakangan ini melanda kawasan Jimbaran. Agar tidak meluas dia mendesak agar segera dilokalisir, sehingga tidak mempengaruhi citra Bali. 'Dengan demikian kita hanya fokus menghadapi krisis global,' ujar Ketua Dewan Penasihat Asita Bali itu. (056*BP)
 
2008, Turis ke Bali Diprediksi Lampui Target

Denpasar - Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tahun 2008 ini diprediksi akan melebihi target yang ditetapkan yakni 1,9 juta, mengingat sampai akhir Oktober realisasinya sudah 1,784 juta. 'Sisa dua bulan ini dipastikan kunjungan akan meningkat cukup tajam,' ujar Kadisparda Bali Drs. Gede Nurjaya, M.M., kemarin saat diminta komentarnya soal target 1,9 juta wisman yang ditetapkan pusat.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, biasanya Desember merupakan booming turis ke Bali. Kalau melihat Desember tahun lalu, kunjungan wisman bisa sampai 300 ribu, kalau diasumsi jumlah kunjungan akan sama, maka kunjungan turis di tahun 2008 ini bisa melebihi 2 juta. 'Jadi prediksi kami bisa melampui target yang ditetapkan,' tambah Nurjaya optimis.

Sikap optimis itu juga dimungkinkan mengingat Bali masih menjadi daerah tujuan wisata terbaik saat ini. Bahkan peningkatan kunjungan di tahun mendatang sangat berpeluang mengingat akan ada penambahan-penambahan fasilitas yang bisa memudahkan turis ke Bali. 'Selain ada penerbangan langsung dari Shanghai Cina ke sini (Bali-red), juga Rusia rencananya membuka penerbangan serupa,' tambahnya.

Kondisi ini tentu akan sangat positif bagi pariwisata Bali, apalagi kunjungan turis dari kedua negara tersebut meningkat tajam dari tahunke tahun. 'Turis Cina ke Bali saat ini sudah menduduki urutan kelima,' tambahnya. Padahal tiga tahun silam, turis dari Negeri Tirai Bambu itu masih di di atas 10 besar. Saat ini sekitar 30 juta warga Cina melakukan kunjungan ke luar negeri.

Kunjungan turis Rusia juga meningkat, meski dari segi kuantitas belum begitu besar. Lima besar negara pemasok turis ke Bali saat ini tercatat Jepang, Australia, Korea, Taiwan dan Cina. Ke depan tambah Nurjaya perlu ada terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan turis ke Bali dari negara-negara lainnya yang sebenarnya juga memiliki potensi besar.

Terkait langkah itu, selain promosi yang perlu ditingkatkan, perbaikan fasilitas dan kualitas untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan dan pelayanan turis setelah berada di Bali harus pula ditingkatkan. Nurjaya mengatakan peran pramuwisata sangat penting dari sisi pelayanan. Untuk itu selain kualitas pramuwisata juga harus dijaga etika agar turis tak sampai komplin. Dikatakan pihaknya akan memberi sanksi tegas bahkan bisa pidana bagi pemandu wisata yang melakukan pelanggaran. (031*BP)
 
Dampak Krisis terhadap Pariwisata

Mulai Terjadi Perang Tarif

Denpasar - Sektor pariwisata Bali mulai terkena imbas krisis global. Laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menyebutkan, telah terjadi lebih dari 10 ribu cancellation room (pembatalan pesanan hotel) di Bali. Di lain pihak, guna mengatasi krisis sejumlah pelaku pariwisata di sejumlah negara seperti Singapura dan Malaysia sudah mulai menurunkan produknya. Fenomena yang diyakini berpotensi menimbulkan perang tarif ini, diprediksi akan terjadi pula di Bali.

Hal itu dikatakan Ketua Divisi Marketing Bali Tourism Board (BTB) Herdy Sayogha, Kamis (18/12) kemarin. Diutarakannya lebih lanjut, tanda-tanda perang tarif di Bali sudah ada kendati tidak secara terbuka. Hal ini akibat persaingan produk-produk pariwisata di Bali yang akan mulai menyeruak.

Herdy usai rapat koordinasi pelaksanaan konferensi sehari Indonesian Tourism Challenges The Global Crisis mengungkapkan, perang tarif harus segera diantisipasi. Pasalnya, perang tarif justru lebih banyak menimbulkan berbagai dampak negatif bagi destinasi pariwisata Bali.

Untuk itulah, kata Herdy, BTB sangat berharap perang tarif tidak sampai terjadi. Guna mencegah atau mengantisipasi hal tersebut, BTB akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk juga melakukan pemantauan. Salah satu bentuknya mengatur tarif promosi atau special over tariff.

Ditambahkannya, krisis ekonomi global akan berlangsung hingga 24 bulan mendatang sesuai perkiraan yang disampaikan APEC. Dari pertemuan BTB dengan stakeholder beberapa waktu lalu terunngkap, dampak krisis sudah mulai merambah pariwisata Bali dengan ditemukannya pembatalan di atas 10.000 room night di 10 hotel di Bali. Dari pertemuan itu juga terungkap, salah satu travel agent pasar Rusia ada yang mengaku mengalami penurunan hingga 50 persen. (ded*BP)
 
Pesraman Ajeg Bali 2008

Tabanan - Sebanyak 72 peserta pesraman Ajeg Bali yang terdiri atas siswa SD, SMP, dan SMA, Senin (22/12) kemarin, mulai diperkenalkan kehidupan pesraman. Ketika tiba di Pesraman Lumajang, Desa Samsam, Tabanan sekitar pukul 09.00 wita pagi kemarin, mereka langsung mengikuti kegiatan melukat di beji sebagai bentuk penyucian dan mengukuhkan diri sebagai siswa Pesraman Ajeg Bali.

Sebagai persiapan mengikuti kegiatan ini, mereka mendapatkan penjelasan tata krama kehidupan pesraman seperti bangun pagi, tidak membuang sampah sembarangan, mona brata saat makan serta tidak boleh membuang-buang makanan. Dijelaskan oleh para guru Ajeg Bali, makanan yang disediakan adalah vegetarian berbahan dasar alami dan dimasak dengan cara yang baik. Para siswa diminta tidak khawatir menyantap makanan vegetarian karena justru menyehatkan, mencerdaskan, dan menguatkan fisik serta mental. Ini telah dibuktikan sendiri oleh para guru.

Materi pertama diberikan oleh Ketua KPAID Bali dr. A.A. Sri Wahyuni, Sp.Kj. bersama timnya. Dengan santai dan komunikatif dr. Sri Wahyuni meminta kepada para siswa untuk menceritakan berbagai persoalan kecil yang mereka hadapi selama ini serta dengan siapa mereka bertemu sepulang sekolah. Selain itu, para peserta diminta menceritakan bagaimana tanggapan mereka terhadap persoalan tersebut. Pada intinya dr. Sri Wahyuni mengatakan bahwa orang tua memiliki peran yang tidak kecil bagi pertumbuhan dan perkembangan serta memberikan rasa aman bagi anaknya. 'Tugas pertama seorang anak adalah menyampaikan rasa hormat kepada orang tua, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana orang tua memperlakukan anak-anak agar tumbuh nilai-nilai dalam kehidupannya,' ujarnya.

Pada hari pertama, mereka diperkenalkan dasar-dasar meditasi guna mencapai ketenangan, kedamaian, dan meningkatkan konsentrasi. Selain itu, malam hari dilaksanakan dharma tula tentang wariga Bali. Salah satu guru Ajeg Bali, I Gusti Ketut Suwela, S.Pd. mengatakan kegiatan pesraman ini sebagai salah satu kegiatan positif guna mengisi mental dan spiritual para siswa serta mengembalikan pada situasi alamiah tubuh manusia. Selama belajar di sekolah, mereka telah mendapatkan berbagai pelajaran dan pengetahuan. Sementara itu, untuk mengisi liburan kegiatan bernilai spiritual dan budaya dinilai sangat penting. Karena kegiatan ini lebih merangsang dan mengaktifkan otak kanan serta kecerdasan emosi para siswa. (kmb14*BP)
 
Pasraman Ajeg Bali 2008 Berakhir

Terpilih Sembilan Peserta Terbaik

Tabanan - Pasraman Ajeg Bali tahun 2008 berakhir, Rabu (24/12) sore lalu. Setelah mendapat pembinaan yang cukup intensif, 72 peserta pasraman meninggalkan pasraman Lumajang Tabanan. Mereka mengaku sangat terkesan dengan kegiatan tersebut. Bahkan banyak di antaranya telah mengikuti kegiatan ini lebih dari satu kali, tetapi terasa berat ketika pulang. Peguyuban Guru Ajeg Bali dan panitia pelaksana akhirnya memilih peserta terbaik dari masing-masing tingkat.

Untuk tingkat SD terbaik I diraih I Gusti Agung Bintang Ayuni, disusul I Made Ricky Catur Purnama dan I Gede Yudi Arsawan sebagai terbaik II dan III. Sementara itu tingkat SMP Sayu Made Ardhia Pramayanti Putri ditetapkan sebagai terbaik I, disusul terbaik II dan III Dewa Made Yudha Wiratama dan Luh Made Sri Gati Antari. Tingkat SMA, Ida Ayu Komala Wasita Manuaba, Putu Widya Denyana dan Luh Putu Sania Febriana ditetapkan masing-masing sebagai terbaik I, II dan III. Ida Ayu Komala yang merupakan siswa SMA 3 Denpasar mengaku sangat senang mengikuti Pasraman Ajeg Bali. Sebab ia mengaku mendapat banyak hal-hal baru, keluarga baru serta sahabat-sahabat baru. Banyak kebiasaan yang dipelajarinya seperti bangun pagi dan melakukan meditasi, hal yang diakuinya masih jarang dilakukan di rumahnya.

Sementara itu Ardhia yang merupakan putri dari pasangan Drs. Alit Widusaka dan drh. Eni Tarniati ini mengaku sudah dua kali mengikuti pasraman. Ia mengaku masih harus belajar mengatur waktu untuk meditasi. Sebab selama ini siswa SMP 1 Denpasar ini belum membiasakan diri untuk bermeditasi. Tetapi efek meditasi dan pola hidup pasraman kata dia telah dirasakannya walau hanya tiga hari. Sementara itu pengalaman baru yakni hidup mandiri sangat dirasakan Bintang Ayuni. Sebelumnya ia mengaku sulit bangun pukul 05.00 wita pagi hari. Pengalaman bangun pagi yang menyenangkan yang dilanjutkan dengan meditasi adalah hal baru baginya, selain belajar mandiri. Setidaknya saya sudah mengenal pola hidup pasraman serta diperkenalkan hal-hal baru, ujar Bintang yang mengaku baru pertama kali ikut kegiatan pasraman.

Para siswa pasraman dari berbagai sekolah di Bali ini telah dibekali berbagai materi dan praktik yang berhubungan dengan kehidupan yang baik sebagai siswa. Selain itu para peserta dibiasakan dengan diskusi untuk saling memberi masukan dan menimbulkan pengertian.

Salah satu guru Ajeg Bali I Gusti Putu Suwela mengatakan aspek penilaian siswa meliputi sejauh mana keseriusan dan kedisplinan para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mewakili para Guru Ajeg Bali, Suwela berpesan agar seluruh peserta melakukan terus dalam kehidupannya apa yang telah diajarkan di pasraman. Kegiatan ini bukan hanya berkesan bagi peserta, Siswa Ajeg Bali (SAB) yang menjadi tutor dalam kegiatan ini yakni Arick Istriyanti, Kefany, Niki, Pradnya dan Arum juga tampak berat meninggalkan pasraman Lumajang. Kegiatan ini sangat berkesan buat saya dan menjadi pengalaman yang sangat berharga, ujar Arick siswa SMA 3 Denpasar yang telah diterima di salah satu universitas di Beijing ini. (kmb14*BP)
 
Besok, Gajah Mada Town Festival Dibuka

Denpasar (Bali Post) -
Perhelatan Gajah Mada Town Festival dipastikan akan dibuka Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Minggu (28/12) besok. Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini akan menampilkan beragam kesenian multietnik, food heritage dan great sale.

Demikian diungkapkan Kabag Humas Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena saat ditemui di sela-sela persiapan festival, Jumat (26/12) kemarin. Dikatakan, sesuai randown acara tepat pada pukul 15.45 wita Wali Kota Rai Mantra didampingi istri dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara bersama istri tiba di panggung utama setelah melakukan perjalanan nostalgia naik dokar dari kantor wali kota berkeliling menuju Jl. Veteran, Jl. Gatot Kaca, Jl. Arjuna dan finis di Jl. Gajah Mada. Iring-iringan ini akan dikawal oleh kelompok motor tua, sepeda tua dan dokar.

Pembukaan Gajah Mada Town Festival ditandai dengan penekanan tombol sirene. Dalam momen ini, wali kota juga akan memberikan penghargaan berupa Tri Hita Karana Award kepada 24 insan pariwisata. Kegiatan ini akan dihadiri kurang lebih 500 undangan dari semua kalangan seperti tokoh-tokoh masyarakat, pedagang, seniman, budayawan, usahawan, pejabat pemerintahan dan perangkat desa termasuk duta besar negara-negara sahabat yang ada di Bali. 'Semua komponen tersebut diharapkan turut ambil bagian dalam menata kembali kawasan Gajah Mada menjadi kawasan favorit dan sumber inspirasi,' katanya.

Usai pembukaan akan dilanjutkan dengan hiburan berupa fragmen kolosal Jaya Pangus, tarian multietnik, parade endek oleh ratusan pelajar dari seluruh SMA yang ada di Kota Denpasar, display marching band diikuti lawakan Cedil dan Lolak. Setelah itu, wali kota didampingi wakilnya bersama undangan lainnya akan berkeliling menyaksikan kawasan Gajah Mada dengan pajangan beraneka ragam makanan tradisional (food heritage), juga ada stan great sale dari Disperindag dengan produk-produk unggulan.

Terkait dengan kegiatan Gajah Mada Town Festival ini, maka Jalan Gajah Mada akan ditutup dari perempatan Jalan Kartini - Jalan Sulawesi sampai Catur Muka. 'Arus lalu lintas akan dialihkan ke Jalan Kartini dan Sulawesi,' jelasnya sembari mohon maaf kepada pengguna jalan atas pengalihan lalin selama berlangsungnya Festival Gajah Mada tersebut. (kmb12/*)
 
Diluncurkan, 'Long Stay in Bali Handbook'

Denpasar - Buku pedoman pribadi (handbook) 'Long Stay in Bali' mulai diluncurkan penulisnya Richard Susilo. Richard adalah President Office Promosi dan Komisaris Pandan College lembaga pendidikan bahasa Jepang di Bali. Karyanya ini sekaligus sebagai buku pertama berbahasa Jepang yang mengulas habis long stay in Bali bagi para lansia Jepang.

Long stay (tinggal minimal 3 bulan) diluncurkan untuk menarik minat para lansia Jepang (2,7 juta) ke Bali. Sebagian besar di antara mereka adalah menduduki posisi penting perekonomian Jepang alias orang berduit. Selama ini mereka hanya mengenal Bali sebagai objek wisata, bukan sebuah alternatif tempat tinggal sekaligus investasi ketika memasuki masa pensiun. 'Buku ini jelas promosi bagi Bali,' ujar Richard, Senin (29/12) kemarin.

Buku setebal 296 halaman ini bermula dari seminar JIEF (206) long stay in Bali. Saat itu Richard sebagai moderator mengundang dua orang Jepang yang lama di Bali, pimpinan Garuda di Jepang, Yayasan Long Stay Jepang dan Dubes RI untuk Jepang. Edisi perdana yang dicetak 50.000 eksemplar ini di antaranya memuat aturan hukum dan solusi tinggal lama di Bali, kepemilikan lahan dan rumah, informasi dokter, RS dan pengobatan sistem Jepang, properti, informasi pasar, biaya hidup dan transportasi serta finansial yang memungkinkan dilakukan di Bali. Makanya Richard Sussilo mengatakan buku ini membuka cakrawala para lansia di Jepang untuk datang ke Bali. Bagi Bali sangat pas secara ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan baru. Hanya masyarakat Bali menghadapi kendala dalam penguasaan bahasa Jepang. Itu sebabnya Pandan College hadir di Bali dan menyiapkan aneka beasiswa bagi siswa Bali. Informasi beasiswa bisa ditelepon Pandan College (255225).

Namun, Bali memiliki kelebihan dari pesaingnya seperti harga yang murah, alam indah dan mayoritas beragama Hindu yang suka damai. 'Orang Jepang menyebutnya Heiwa,' ujarnya.

Buku ini juga mendapat dukungan pejabat Jepang dan Bali. Ini bias kita lihat pada kata sambutan pada bab awal diisi oleh Kadis Pariwisata Bali Gede Nurjaya, Chairman Tokyo Expressway Koji Hasegawa, Dubes RI di Jepang Jusuf Anwar dan President Narita Airport Kosaburo Morinaka. (025/*BP)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.