• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

[Universal]Tanya - Jawab

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. sone
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
haloo...gw bkn buddha,tp gw selalu tertarik dengan filosofi hidup buddha..
mungkin gw akan banyak bertanya ma tentang buddha..
lam kenal...
 
4 kesunyataan mulia...........
segala sesuatu yang berkondisi adalah dukkha.

EMPAT KESUNYATAAN MULIA

I. Kesunyataan Mulia tentang Dukkha
Hidup dalam bentuk apa pun adalah dukkha (penderitaan) :
a. dilahirkan, usia tua, sakit, mati adalah penderitaan.
b. berhubungan dengan orang yang tidak disukai adalah penderitaan.
c. ditinggalkan oleh orang yang dicintai adalah penderitaan.
d. tidak memperoleh yang dicita-citakan adalah penderitaan.
e. masih memiliki lima khanda adalah penderitaan.
Dukkha dapat juga dibagi sbb. :
a. dukkha-dukkha - ialah penderitaan yang nyata, yang benar dirasakan sebagai penderitaan tubuh dan bathin, misalnya sakit kepala, sakit gigi, susah hati dll.
b. viparinäma-dukkha - merupakan fakta bahwa semua perasaan senang dan bahagia --berdasarkan sifat ketidak-kekalan-- di dalamnya mengandung benih-benih kekecewaan, kekesalan dll.
c. sankhärä-dukkha - lima khanda adalah penderitaan ; selama masih ada lima khanda tak mungkin terbebas dari sakit fisik.

II. Kesunyataan Mulia tentang asal mula Dukkha
Sumber dari penderitaan adalah tanhä, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-habisnya. Semakin diumbar semakin keras ia mencengkeram. Orang yang pasrah kepada tanhä sama saja dengan orang minum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya. Rasa haus itu bukannya hilang, bahkan menjadi bertambah, karena air asin itu yang mengandung garam. Demikianlah, semakin orang pasrah kepada tanhä semakin keras tanhä itu mencengkeramnya.
Dikenal tiga macam tanhä, yaitu :

1. Kämatanhä : kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan :
a. bentuk-bentuk (indah)
b. suara-suara (merdu)
c. wangi-wangian
d. rasa-rasa (nikmat)
e. sentuhan-sentuhan (lembut)
f. bentuk-bentuk pikiran

2. Bhavatanhä : kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepercayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada).

3. Vibhavatanhä : kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, bahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda).

III. Kesunyataan Mulia tentang lenyapnya Dukkha
Kalau tanhä dapat disingkirkan, maka kita akan berada dalam keadaan yang bahagia sekali, karena terbebas dari semua penderitaan (bathin). Keadaan ini dinamakan Nibbana.

a. Sa-upadisesa-Nibbana = Nibbana masih bersisa. Dengan 'sisa' dimaksud bahwa lima khanda itu masih ada.
b. An-upadisesa-Nibbana = Setelah meninggal dunia, seorang Arahat akan mencapai anupadisesa-nibbana, ialah Nibbana tanpa sisa atau juga dinamakan Pari-Nibbana. Sang Arahat telah beralih ke dalam keadaan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.
Misalnya, kalau api padam, kejurusan mana api itu pergi? jawaban yang tepat : 'tidak tahu' Sebab api itu padam karena kehabisan bahan bakar.

IV. Kesunyataan Mulia tentang Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha
Delapan Jalan Utama (Jalan Utama Beruas Delapan) yang akan membawa kita ke Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha, yaitu :

Pañña
1. Pengertian Benar (sammä-ditthi)
2. Pikiran Benar (sammä-sankappa)
Sila
3. Ucapan Benar (sammä-väcä)
4. Perbuatan Benar (sammä-kammanta)
5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva)
Samädhi
6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma)
7. Perhatian Benar (sammä-sati)
8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

Delapan Jalan Utama ini dapat lebih lanjut diperinci sbb. :
1. Pengertian Benar (sammä-ditthi)
menembus arti dari :
a. Empat Kesunyataan Mulia
b. Hukum Tilakkhana (Tiga Corak Umum)
c. Hukum Paticca-Samuppäda
d. Hukum Kamma

2. Pikiran Benar (sammä-sankappa)
a. Pikiran yang bebas dari nafsu-nafsu keduniawian
(nekkhamma-sankappa).
b. Pikiran yang bebas dari kebencian
(avyäpäda-sankappa)
c. Pikiran yang bebas dari kekejaman
(avihimsä-sankappa)

3. Ucapan Benar (sammä-väcä)
Dapat dinamakan Ucapan Benar, jika dapat memenuhi empat syarat di bawah ini :
a. Ucapan itu benar
b. Ucapan itu beralasan
c. Ucapan itu berfaedah
d. Ucapan itu tepat pada waktunya

4. Perbuatan Benar (sammä-kammanta)
a. Menghindari pembunuhan
b. Menghindari pencurian
c. Menghindari perbuatan a-susila

5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva)
Lima pencaharian salah harus dihindari (M. 117), yaitu :
a. Penipuan
b. Ketidak-setiaan
c. Penujuman
d. Kecurangan
e. Memungut bunga yang tinggi (praktek lintah darat)

Di samping itu seorang siswa harus pula menghindari lima macam perdagangan , yaitu :
a. Berdagang alat senjata
b. Berdagang mahluk hidup
c. Berdagang daging (atau segala sesuatu yang berasal dari penganiayaan mahluk-mahluk hidup)
d. Berdagang minum-minuman yang memabukkan atau yang dapat menimbulkan ketagihan
e. Berdagang racun.

6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma)
a. Dengan sekuat tenaga mencegah munculnya unsur-unsur jahat dan tidak baik di dalam bathin.
b. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk memusnahkan unsur-unsur jahat dan tidak baik, yang sudah ada di dalam bathin.
c. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk membangkitkan unsur-unsur baik dan sehat di dalam bathin.
d. Berusaha keras untuk mempernyata, mengembangkan dan memperkuat unsur-unsur baik dan sehat yang sudah ada di dalam bathin.

7. Perhatian Benar (sammä-sati)
Sammä-sati ini terdiri dari latihan-latihan Vipassanä-Bhävanä (meditasi untuk memperoleh pandangan terang tentang hidup), yaitu :
a. Käyä-nupassanä = Perenungan terhadap tubuh
b. Vedanä-nupassanä = Perenungan terhadap perasaan.
c. Cittä-nupassanä = Perenungan terhadap kesadaran.
d. Dhammä-nupassanä = Perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran.

8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)
Latihan meditasi untuk mencapai Jhäna-Jhäna.

Siswa yang telah berhasil melaksanakan Delapan Jalan Utama memperoleh :

1. Sila-visuddhi - Kesucian Sila sebagai hasil dari pelaksanaan Sila dan terkikis habisnya Kilesa.
2. Citta-visuddhi - Kesucian Bathin sebagai hasil dari pelaksanaan Samadhi dan terkikis habisnya Nivarana.
3. Ditthi-visuddhi - Kesucian Pandangan sebagai hasil dari pelaksanaan Pañña dan terkikis habisnya Anusaya.

Tiga Akar Perbuatan
Tiga hal yang di bawah ini dapat disebut sebagai tiga akar atau sumber untuk melakukan perbuatan, yaitu :

1. Lobha = Kemelekatan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimbulkan keserakahan.
2. Dosa = Penolakan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimbulkan kebencian.
3. Moha = Kebodohan ; tidak dapat menbeda-bedakan mana yang buruk dan mana yang baik.

jadi anda tidak menderita? atau belum tahu akan menderita?^^

bisa di lanjutkan di thread tanya jawab kale,soalnya salah kamar ini mah ^^

buddha tidak pernah memaksa kita untuk mengikuti ataupun menuruti kata-katanya......
beliau hanya menyampaikan jika anda "jalan" ke sini maka akibat nya adalah ini-ini dan ini
jika "jalan" ke sana maka akibat nya adalah itu-itu dan itu.....selanjut nya silahkan anda pilih sendiri.


buddha hanyalah penunjuk jalan,tetapi yang jalan adalah kita sendiri
jadikanlah dirimu pulau bagi dirimu sendiri dan pelindung mu

Kebencian tak akan pernah berakhir apabila dibalas dengan kebencian. Tetapi, kebencian akan berakhir bila dibalas dengan tidak membenci. Inilah satu hukum abadi.
 
haloo...gw bkn buddha,tp gw selalu tertarik dengan filosofi hidup buddha..
mungkin gw akan banyak bertanya ma tentang buddha..
lam kenal...

idem

buktinya adalah di kaskus ada 2 trit yang sangat terkenal

Anda Bertanya, Muslim Menjawab

Anda Bertanya, Buddhist Menjawab

waduh penjelasan diatas panjang amat
 
@disastrous:
Terkena skors malah jalan2x nyari kebenaran ;)
Good Luck with your search...

apa akibat apabila ada yg melanggar sila ini?

apa hanya ada efek di dunia saja bagi yg melanggar ini seperti contohnya di penjelasan dibawah?
Setiap akibat dari perbuatan ke-5 sila tersebut selalu membawa akibat. Atau yang disebut Karma perbuatan.
Sila, merupakan salah satu bahan bakar untuk berkembangnya spiritual/batin...
Dengan menjaga sila, semakin cepat berkembangnya kesadaran batin

Membunuh berakibat usia kita menjadi pendek.
Mencuri berakibat hidup susah.
Berzina berakibat dibenci, penderitaan diusia tua.
Berdusta berakibat sulit mendapat kepercayaan murni dari orang.
Minum minuman keras berakibat menghancurkan tubuh dan sila.

Serta banyak lagi sebab-akibat yg tercantum dalam sutra sebab-akibat.
Sutra sebab-akibat yang dimaksud diatas terdapat kontroversi dan meragukan sumbernya (tidak bersumber dari tipitaka)

Bagi saya, 1+b*x^y hasilnya pasti 2 itu tidak mungkin,
sebab kita hanya mengetahu faktor 1,
kita masih tidak mengetahui faktor b,x dan y

sehingga, kepastian kalao 1 akan menimbulkan 2 itu absurd.

Kamma-Vipaka (Sebab-Akibat) dipengaruhi banyak faktor,
seperti Kehendak/Niat (Cetana), Lingkungan, Cuaca, Alam, dll

Kamma tidak dapat diperhitungkan Vipaka'nya secara general
 
halo kawan2..
masi pda igt aq gk nih??
hehehhe..
lama gk maen k budha..
 
masih dong.... dari mana saja om.... sini, gabung ramein lagi....
 
tanya

apa akibat apabila ada yg melanggar sila ini?

apa hanya ada efek di dunia saja bagi yg melanggar ini seperti contohnya di penjelasan dibawah?

eh sorry, sebelumnya, apakah Buddhism mengenal akhirat dan kiamat?

yak, sama seperti halnya agama lain. termasuk islam :) budhisme jg mengenal adanya karma akibat yang ditanggung dlm kehidupan sekarang, juga setelah kehidupan usai, bahkan setelah kehidupan berikutnya dst..

oiya, budhisme jg mengenal adanya akhirat dan kiamat.

penderitaan itu dari mana? n untuk apa ada penderitaan?



secara singkat dan simple, sebab/akar penderitaan berasal dari keenam indera manusia itu sendiri.

didalam budhisme jg dikenal 3 sumber akar penderitaan manusia:
1. Keserakahan
2. Kebencian
3. Kebodohan

Asal mula terjadinya penderitaan dan kelahiran:
Karena Ketidak Tahuan - muncul Bentuk Bentuk Aktifitas.
Karena pada Bentuk Bentuk Aktifitas - muncul Kesadaran untuk melakukan.
Karena pada Kesadaran untuk melakukan - muncul Batin dan Jasmani.
Karena pada Batin dan Jasmani - muncul Enam Indra.
Karena pada Enam Indra - muncul Kontak/pencerapan perasaan.
Karena pada Perasaan - muncul Nafsu Keinginan rendah.
Karena pada Nafsu Keinginan rendah - muncul Kemelekatan.
Karena pada Kemelekatan - muncul Perwujudan.
Karena pada Perwujudan - muncul Kelahiran.
Karena pada Kelahiran - muncul Usia tua dan Kematian.


Mengatasi penderitaan, dalam urutan terbalik:
Karena Padamnya Ketidak Tahuan menyebabkan berhentinya Bentuk Bentuk Aktifitas.
Karena Padamnya Bentuk bentuk Aktifitas menyebabkan berhentinya Kesadaran.
Karena Padamnya Kesadaran menyebabkan berhentinya Batin dan Jasmani.
Karena Padamnya Batin dan Jasmani menyebabkan berhentinya Enam Indra.
Karena Padamnya Enam Indra menyebabkan berhentinya Kontak.
Karena Padamnya Dengan Padamnya Kontak menyebabkan berhentinya Perasaan.
Karena Padamnya Perasaan menyebabkan berhentinya Nafsu Keinginan Rendah.
Karena Padamnya Nafsu Keinginan Rendah menyebabkan berhentinya Kemelekatan.
Karena Padamnya Kemelekatan menyebabkan berhentinya Perwujudan.
Karena Padamnya Perwujudan menyebabkan berhentinya menyebabkan berhentinya Kelahiran Kembali.
Karena Padamnya Kelahiran menyebabkan berhentinya Usia Tua dan Kematian.

Demikianlah hasil padamnya kelompok Penderitaan secara keseluruhan.

Bila dijabarkan lebih simpel lagi dengan menghilangkan istilah-istilah budhisme, cara untuk mengatasi penderitaan adalah:
Jalan Mulia berunsur delapan
1.Pandangan benar
2.Pikiran benar
3.Ucapan benar
4.Perbuatan benar
5.Mata pencaharian benar
6.Daya upaya/usaha benar
7.Perhatian benar
8.Meditasi benar


Bila manusia mampu menyucikan keenam indera serta ketiga akar penderitaan tsb dunia akan damai tiada peperangan.

Dalam salah satu kitab budhisme ada ajaran:
"ia menghina saya, ia memukul saya, ia mengalahkan saya." Bila seseorang masih menyimpan pikiran-pikiran semacam itu, maka kebencian tak akan berakhir."
"ia menghina saya, ia memukul saya, ia mengalahkan saya." Bila seseorang tidak lagi menyimpan pikiran-pikiran semacam itu, maka kebencian akan berakhir."
 
Salam kenal untuk semuanya........
Semoga Tuhan selalu beserta kita............
Numpang nanya boleh ya........
Saya punya temen yang Buddha, katanya sebentar lagi dia mau dibaptis secara Katolik TANPA MENINGGALKAN KEBUDDHAANNYA. Pertanyaan saya, memangnya orang Buddha boleh memiliki lebih dari satu agama, ya?
Mohon penjelasannya. Sekian dan terima kasih.
 
@St. Yosef

alo st yosef salam knl ..:)

bila orang tersebut tidak meninggalkan jalur/benih kebudhaan-nya atau melenceng dari ajaran/prinsip agama budha untuk keagama lain. seharusnya sih tidak apa-apa.

karena Sang Budha sendiri tidak melarang umatnya untuk menerima ajaran-ajaran yang baik dari agama manapun dengan point ia bisa mengehipasiko (membuktikan) ajaran tersebut serta memberi manfaat bagi dirinya sendiri juga orang lain.

Barangkali kebanyakan umat luar menganggap budhisme adalah agama takhayul. tapi sebenarnya budhisme adalah agama realitas. Bila ada anggapan budhisme adalah menyembah patung. itu adalah salah besar.

salam utk umat Kristiani disana..>:D<
 
Salam kenal untuk semuanya........
Semoga Tuhan selalu beserta kita............
Numpang nanya boleh ya........
Saya punya temen yang Buddha, katanya sebentar lagi dia mau dibaptis secara Katolik TANPA MENINGGALKAN KEBUDDHAANNYA. Pertanyaan saya, memangnya orang Buddha boleh memiliki lebih dari satu agama, ya?
Mohon penjelasannya. Sekian dan terima kasih.

lebih jauh lagi, agama buddha tidak mempermasalahkan ada yang disembah atau tidak ada yang disembah. apalagi hanya masalah 'baju' dengan nama agama. Mau Islam, Kristen, Hindu atau Katolik, bila memang perbuatan yang baik sudah dilakukan, karma baik akan menginguti.

Apabila teman anda setelah dibabtis menjadi Katolik bisa lebih baik lagi perbuatannya, itu yang lebih penting daripada hanya sebuah baju dengan nama agama.

Lalu, misal anda menanyakan, jika memang demikian, mengapa umat Buddha tidak memeluk agama lain saja? Hal ini lebih ke masalah agama lainnya apakah akan menerima? Seperti yang anda lihat, dibutuhkan baptis untuk menjadi Katolik. Namun tisarana sebagai umat Buddha tidak menjamin seseorang itu menjadi umat Buddha yang sesungguhnya. Ada banyak pemeluk Buddh yang pada kenyataannya lebih ke arah Khong Hu Cu atau Kristen. Dan ini tidak pernah dipermasalahkan. Kenapa? karena, apakah bila sudah ganti baju, akan lebih baik? Dalam dal perbuatan dan pengamalam ajaran?

Kemudian, timbul pertanyaan dari saya, bagimana pendangan Katolik atas hal ini. Misal, teman anda itu, dibaptis secara Katolik, tetapi tidak merubah kepercayaannya. Bila sudah menyangkut masalah Tuhan, agaknya pasti akan ada benturan antara 2 kepercayaan/agama ini?

Pada agama Buddha, jelas hal ini tidak begitu dipermasalahkan. Seperti saya sudah uraikan sebelumnya. Namun pertanyaan yang lebih menggelitik justru, bagaimana di Katoliknya, apakah ini diperkenankan, seorang yang sudah dibaptis secara Katolik untuk tetap berlindung pada Buddha, Dhamma dan Sangha? Apakah hal ini tidak bertentangan dengan keimanan Katolik?

Mohon pencerahannya...
 
melanjutkan jawaban atas postingan St. Yosef's

apa tidak apa bagi agama Buddha bila iya percaya dengan Tuhan agama lain dalam hal ini Yesus

tentunya akan ada benturan kepercayaan dan ajaran

bila orang tersebut berpapasan dengan hal yg membenturkan ajaran kedua agama gimana?
 
sang buddha tidak pernah memaksa bahwa seseorang harus percaya kepada beliau
beliau malah berkata bahwa "teliti lah terlebih dahulu menggunakan kebijaksanaan"

8. "Karena itu, warga suku Kalama, itulah yang Kumaksud dengan mengatakan, 'Janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu; atau oleh karena sesuatu yang merupakan tradisi; atau sesuatu yang didesas-desuskan. Janganlah percaya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci; juga apa yang katanya sesuai dengan logika atau kesimpulan belaka; juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian; juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama; juga apa yang terlihat cocok dengan pandanganmu; atau karena ingin menghormat seorang pertapa yang menjadi gurumu.'
Tetapi, warga suku Kalama, kalau setelah diselidiki sendiri, kamu mengetahui, 'Hal ini tidak berguna, hal ini tercela, hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaksana; hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan,' maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut."

9. "Kesimpulannya, warga suku Kalama, 'Janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu; atau oleh karena sesuatu yang merupakan tradisi; atau sesuatu yang didesas-desuskan. Janganlah percaya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci; juga apa yang katanya sesuai dengan logika atau kesimpulan belaka; juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian; juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama; juga apa yang terlihat cocok dengan pandanganmu; atau karena ingin menghormat seorang pertapa yang menjadi gurumu.' Tetapi, setelah diselidiki sendiri, kamu mengetahui, 'Hal ini berguna; hal ini tidak tercela; hal ini dibenarkan oleh para Bijaksana; hal ini kalau terus dilakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan,' maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut."

ini di kutip dari kalama sutta...

dimana suku kalama bertanya kepada sang buddha "banyak orang mengatakan ajarannya yang paling benar,dan mana yang seharusnya kita pelajari"

lengkap nya boleh baca di
http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka_dtl.php?cont_id=705

salam ^^
 
melanjutkan jawaban atas postingan St. Yosef's

apa tidak apa bagi agama Buddha bila iya percaya dengan Tuhan agama lain dalam hal ini Yesus

tentunya akan ada benturan kepercayaan dan ajaran

bila orang tersebut berpapasan dengan hal yg membenturkan ajaran kedua agama gimana?

Benturan justru datang dari agama lain, dan bukan dari agama Buddhanya. Misal, seorang Buddha melakukan Sholat Jumat secara Muslim.... tidak masalah, itu perbuatan yang mendatangkan karma baik. Namun, bolehkah di dalam agama Islam? Justru disitu pertanyaannya.

Sama halnya dengan mempercayai Jesus Kristus sebagai Tuhan. Tidak membentur apa-apa dalam agama Buddha. Silahkan mau percaya atau tidak, tidak pernah menjadi masalah. Yang lebih penting dan lebih utama adalah, bagaimana menjalankan apa apa yang sudah disuruh Tuhan. Baik Tuhan Jesus atau bukan Jesus.

Sebagai bukti nyata dari tidak adanya pertentangan yang datang dari agama Buddha. Sampai dengan detik ini, belum pernah satupun peperangan yang mengatas namakan agama Buddha. Oleh karenanya, agama Buddha tidak pernah rebutan umat, tidak akan melakukan kebodohan-kebodohan hanya untuk hal-hal yang bersifat promosi agama. Agama Buddha lebih tertarik pada penelitian diri sendiri, bagaimana memperbaiki kelakuan diri sendiri dan hal-hal lain yang jauh lebih penting, dari pada mempertentangkan, mengapa ada umatnya yang juga percaya kepada Jesus Kristus sebagai Tuhan.

Misal, anda seorang Muslim atau Kristen, dan berkehendak mempelajari agama Buddha secara benar-benar, dalam hal praktek dan teori. Tak seujung kuku pun anda akan dihalangi. Semua kebenaran akan dipaparkan kepada anda. Tidak adalah masalah dari dalam agama Buddha. Namun, pertanyaannya adalah, apakah hal ini diperbolehkan dari sisi agama anda, Muslim atau Kristen? Apakah ini tidak termasuk dalam kategori musryik? menduakan Tuhan?

Tidak masalah bagi pengikut Buddha untuk mau mempercayai Jesus sebagai Tuhan, sebagai anak Tuhan atau hanya sekedar nabi. Namun, mempercayai Sidharta Gautama sebagai Guru Agung, Thatagatta, Buddha dsb.... saya tidak tahu bagaimana pandangan Kristen dan juga Islam dalam hal ini.
 
@roughtorer
setuju dengan anda :), dan semua itu kembali ke pemikiran masing2 orang yg punya agama/kepercayaan.
oh yah salam kenal semua :)
 
wah, menangkap penjelasan disini

yg gw tangkap

sepertinya Buddha adalah suatu ajaran, bukan Agama (Menurut pandangan gw yg Islam)

sorry kalo ga berkenan dengan pernyataan gw
 
wah, menangkap penjelasan disini

yg gw tangkap

sepertinya Buddha adalah suatu ajaran, bukan Agama (Menurut pandangan gw yg Islam)

sorry kalo ga berkenan dengan pernyataan gw

Nah, ini juga tidak dipermasalahkan oleh agama Buddha. mau dibilang agama, mau dibilang ajaran.... yang pasti Sidharta Gautama tidak pernah mendogma umatnya untuk percaya begitu saja dengan apa yang dia ajarkan. Dan lagi, tidak masalah mau agama atau ajaran, sejauh menjalankan hal-hal yang baik, itu yang lebih utama.

Menjadi pemeluk Buddha harus menjalankan ajaran Buddha. berlidnung kepada Buddha Dhamma dan Shangha... kalau ingin percaya pada Tuhan, Allah, Jesus atau yang lain, dipersilahkan... sejauh tetap menekankan kepada Sila, Samadhi dan Panna.

Misal: Anda Muslim, anda tetap bisa mencapai Nibbana, bila syarat-syarat untuk mencapai Nibbana itu bisa anda jalani. Demikian juga bila anda kristen atau Hindu atau Katolik.... ajaran Buddha memandang semua dari pemeluk agama, bahkan yang tidak memeluk agama, punya kemungkinan yang sama besar untuk mencapai nibbana (tujuan akhir umat Buddha). Yang lebih penting adalah pengamalan dari pelaksanaan agama itu sendiri, bukan agamanya.... itu menurut Buddha Dharma.
 
@all buddhis
Salam
Memang, dalam agama kami seseorang yang telah dibaptis telah menjadi milik Kristus dan dosa-dosa asalnya telah diampuni. Sehingga tidak boleh mempunyai lebih dari satu kepercayaan(benar, masalahnya ada di agama kami). Alasan saya bertanya tentang hal ini hanya untuk mengetahui pendapat saudara-saudara di sini.
Terima kasih atas semua jawaban dan masukannya. Tuhan memberkati.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.