• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tuhan & Ajaran Sang Buddha

hehehe bukan, cuma umat Buddha biasa.

Avuso = rekan Bhikkhu,sahabat/kawan. ===> banyak di jumpai dalam sutta-sutta. seperti yang dijelaskan oleh Carodhammo

KalyanaMitta = sahabat/teman/kawan sejati (bisa dijumpai dalam Sigalovada Sutta)

oh... kirain :D:D:D....

Konsep atma yang kekal ini berbedah dengan pandangan Buddhis.... Benar bagi pemeluknya masing masing.

Menurut ajaran Buddha roh itu tidak kekal kk? Yang kekal itu apa? bagaimana dengan reinkarnansi? rebirth? terus ada lagi... apa yah.... purnavaba?.... (gw ingatnya purna bayar.... maaf.... bukan menghina yah... susah bahasanya...)

Bedanya apa kakak? mohon bantuan? sangat menarik...
 
Buddha tidak pernah bilang roh tidak kekal.. yg buddha maksudkan adalah kesadaran itu tidak kekal, sering berubah....

coba jelaskan sedikit apa itu roh ??

mungkin ini bisa membantu utk menemukan "titik temu" nya
 
Buddha tidak pernah bilang roh tidak kekal.. yg buddha maksudkan adalah kesadaran itu tidak kekal, sering berubah....

coba jelaskan sedikit apa itu roh ??

mungkin ini bisa membantu utk menemukan "titik temu" nya

Semakin membingungkan, roh dan kesadaran.

Menjawab pertanyaan anda (Thrideye) tentang roh.... saya mencoba untuk tidak menjelaskan. Mengapa, karena saya ingin mengosongkan cangkir dulu, sebelum saya menuangkan air ke dalam cangkir tersebut. Kalau saya menjelaskan tentang roh versi saya, pembelajaran tidak didapat, yang ada, kita akn berarugumentasi antara roh versi saya dan roh versi anda. Biarlah kalaupun ada perbedaan persepsi antara keyakinan saya dengan keyakinan roh dalam ajaran Buddha, akan saya jadikan bahan baku untuk penelitian di dalam kepala saya.

ini saya dapat dari situs lain:

Menurut Hindu yg kekal adl Tuhan (Roh Maha Agung) dan atma (roh yg kecil, kotor, berwujud)..dlm Hindu disebutkan bahwa roh tidak bisa mati alias kekal, yg mati adl jasad bukan roh..

kemudian dengan hal ini, juga saya baca dari situs lain:

Menurut Buddha Dhamma, lahir adalah munculnya khandha. Proses penjadian saat ini merupakan hasil dari keinginan menjadi pada kehidupan lampau, dan keinginan saat ini mengkondisikan hidup pada masa kelahiran mendatang. Proses di dalam satu jangka kehidupan merupakan aliran proses kesadaran yang dilanjutkan pada masa kehidupan berikutnya tanpa ada yang hijrah ke tempat lain dan pandangan ini berbeda dengan teori reinkarnasi roh yang diajarkan oleh kepercayaan tertentu.

kembali dikatakan roh....

4.)Apa yang dimaksud dengan khandha?
5.)Menurut yang saya quote tersebut, kelihatannya justru di Buddhis sendiri menolak reinkararnansi? Atau menolak reinkarnansi roh....

6.)Apa beda kesadaran dengan Roh?

Semakin belajar semakin tidak tahu... itu yang saya rasakan sekarang :D:D:D
 
Semakin membingungkan, roh dan kesadaran. ini saya dapat dari situs lain:



1.) Lantas bagaimana yang dimaksud Roh, dalam hal ini yang dimaksudkan Buddha benarkah seperti yang saya quote.... yaitu Roh semata-mata kombinasi dari kekuatan yang berubah (anicca).
2.) Sementara samakah asumsi roh seperti itu dengan roh yang diutarakan oleh sdr Jakaloco (menurut pandangan Hindu)?



kemudian dengan hal ini, juga saya baca dari situs lain:



kembali dikatakan roh....

3.)Apa yang dimaksud dengan khandha?
4.)Menurut yang saya quote tersebut, kelihatannya justru di Buddhis sendiri menolak reinkararnansi? Atau menolak reinkarnansi roh....

5.)Apa beda kesadaran dengan Roh?

Semakin belajar semakin tidak tahu... itu yang saya rasakan sekarang :D:D:D

Mana yang benar, Roh tidak kekal, atau Kesadaran yang tidak kekal?

harus samakan presepsi dulu.
apa itu roh ??
roh = atman/jiwa ??
roh = kesadaran ??

kalo udah sepakat.. baru bisa dilanjutkan pembahasannya..

mari buat kesepakatan dulu deh.. bagaimana ???
 
harus samakan presepsi dulu.
apa itu roh ??
roh = atman/jiwa ??
roh = kesadaran ??

kalo udah sepakat.. baru bisa dilanjutkan pembahasannya..

mari buat kesepakatan dulu deh.. bagaimana ???

Dari dua asumsi roh yang berbeda (antara ajaran) tidak akan ada kata sepakat. Itu yang saya hindari. saya ingin tahu mengenai roh/atma dalam Buddha... dan pada saat ini tidak tertarik dengan roh dari ajaran lain. Seperti yang sudah saya quote ke anda. Roh yang saya maksud seperti itu.

Kalau anda lebih suka berdebat. Maaf, jika telah mengganggu anda. Saya ke FR Buddha untuk belajar. Bukan untuk berdebat. Saya tidak ingin seperti perdebatan sengit antar aliran di FR ini hanya karena masing-masing mempertahankan persepsi masing-masing. Jadi, jelas kesepakatan dari saya, persepsi roh... sesuai dengan ajaran Buddha.

Kalau pertanyaan saya tidak dijawab juga tidak apa-apa... makasih banyak atas waktunya....

Kepada yang lain, yang bersedia membantu saya:

ini saya dapat dari situs lain:

Menurut Hindu yg kekal adl Tuhan (Roh Maha Agung) dan atma (roh yg kecil, kotor, berwujud)..dlm Hindu disebutkan bahwa roh tidak bisa mati alias kekal, yg mati adl jasad bukan roh..

kemudian dengan hal ini, juga saya baca dari situs lain:

Menurut Buddha Dhamma, lahir adalah munculnya khandha. Proses penjadian saat ini merupakan hasil dari keinginan menjadi pada kehidupan lampau, dan keinginan saat ini mengkondisikan hidup pada masa kelahiran mendatang. Proses di dalam satu jangka kehidupan merupakan aliran proses kesadaran yang dilanjutkan pada masa kehidupan berikutnya tanpa ada yang hijrah ke tempat lain dan pandangan ini berbeda dengan teori reinkarnasi roh yang diajarkan oleh kepercayaan tertentu.

kembali dikatakan roh....

4.)Apa yang dimaksud dengan khandha?
5.)Menurut yang saya quote tersebut, kelihatannya justru di Buddhis sendiri menolak reinkararnansi? Atau menolak reinkarnansi roh....

6.)Apa beda kesadaran dengan Roh?


sebelum dan sesudahnya, terima kasih.
 
@Traktor,
sama2 mau sharing kok dianggap mau debat ????

emang salah ngomong apa saya????

wah... jgn negatif thinking dong..
emang ajakan saya itu, ajakan debat ???
 
@Traktor,
sama2 mau sharing kok dianggap mau debat ????

emang salah ngomong apa saya????

wah... jgn negatif thinking dong..
emang ajakan saya itu, ajakan debat ???

Yup....

Makanya sudah saya jelaskan.... seperti diawal tadi.... saya harus mengutarakan roh versi mana? Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Zooroaster, Khong Hu Cu, Taoisme?

Tidak bakal ada kata sepakat, kalau ingin menyamakan persepsi. Saya tidak mempermasalahkannya sama sekali. Saya hanya ingin tahu pandangan dalam Buddha Dharma, makanya saya bertanya di tempat yang saya rasa tepat di Forum ini, FR Buddha.

Mudah-mudahan ada teman yang mau membantu saya. Mengapa saya bertanya, karena saya membaca. Dalam memahami apa yang saya baca, banyak pertanyaan muncul di benak saya. Ini yang ingin saya tanyakan kepada umat Buddha di FR ini.

Kesepakatan yang anda minta, saya ingin membahas roh dan kesadaran kemudian konsep anatta sesuai dengan Buddha Dharma.

Saya ulangi yah:

ini saya dapat dari situs lain:

Menurut Hindu yg kekal adl Tuhan (Roh Maha Agung) dan atma (roh yg kecil, kotor, berwujud)..dlm Hindu disebutkan bahwa roh tidak bisa mati alias kekal, yg mati adl jasad bukan roh..

kemudian dengan hal ini, juga saya baca dari situs lain:

Menurut Buddha Dhamma, lahir adalah munculnya khandha. Proses penjadian saat ini merupakan hasil dari keinginan menjadi pada kehidupan lampau, dan keinginan saat ini mengkondisikan hidup pada masa kelahiran mendatang. Proses di dalam satu jangka kehidupan merupakan aliran proses kesadaran yang dilanjutkan pada masa kehidupan berikutnya tanpa ada yang hijrah ke tempat lain dan pandangan ini berbeda dengan teori reinkarnasi roh yang diajarkan oleh kepercayaan tertentu.

kembali dikatakan roh....

4.)Apa yang dimaksud dengan khandha?
5.)Menurut yang saya quote tersebut, kelihatannya justru di Buddhis sendiri menolak reinkararnansi? Atau menolak reinkarnansi roh....

6.)Apa beda kesadaran dengan Roh?


sebelum dan sesudahnya, terima kasih.
 
@traktor...

kasihan bingung yah...sy coba jelaskan...mudah-mudahan di mengerti.oke

manusia dalam pandangan buddhis hanya terdiri dari 2.
1. JASMANI(tubuh kita,yang terdiri dari organ-organ)
2.BATIN ( kesadaran,pencerapan,pikiran,perasaan)

inilah yang dimaksud dengan khandha....bisa di sebut manusia terdiri dari 5 khanda yaitu:
1.jasmani
2.kesadaran
3.pikiran
4.pencerapan
5.perasaan.
semua ini disebut 5 khandha.

dan kelima semua ini tidaklah kekal dan tanpa diri...selalu berubah-ubah....sesuai sifat alami-nya.

====
betul sekali,,buddhis memang menolak jika disebut REINKARNASI / RE-INCARNATION
karena....jika disebut reinkarnasi...maka ada sesuatu "inti"/diri.. yang kadang orang sebut "roh"...itu berpindah dari tubuh satu ke-tubuh baru.


dalam buddhis yang ada RE-BIRTH. / tumimbal lahir.
ketika kita cuti patisandi(meninggal).....kita akan terlahir sebagai manusia baru... ataupun dewa/peta/binatang
contoh ilustrasi...
ada 2 lilin....lilin A dan lilin B.....ketika kita saat ini adalah lilin A...ketika sumbu dan lilin tersebut sudah nyaris habis.....maka secara langsung api tersebut pindah ke Lilin B(jika selama ada tanha/nafsu untuk lahir)


jika di katakan apakah API lilin A...sama dengan lilin B?
tentu tidak dapat dikatakan sama
tetapi jika dikatakan ASAL MULA api dari lilin B...adalah lilin A...
baru boleh dikatakan benar.

jika disebut re-incarnation yang memiliki "inti" berpindah tubuh saja.
harusnya ketika kita lahir...kita sudah pintar duluan tanpa belajar....karena bekal ilmu kehidupan dulu.

mengapa bisa demikian....
ke-5 khandha kita semua nya saling berpengaruh 1 sama lain...
contoh....jika fisik kita lelah...pikiran kita susah untuk tenang....

jika sebaliknya ketika kita mendengar kabar buruk(pikiran menjadi sedih/kaget),
fisik kita bisa langsung jadi lemas seperti sedang sakit...

============
sekali lagi....tidak ada ROH dalam buddhis....jadi manusia tidak memiliki roh....
jika manusia memiliki ROH(bentuk asli)...apakah roh tersebut bisa bertambah umurnya?
bayangkan jika anak-anak sampai jadi kakek-nenek...apakah roh nya juga berubah?

dan jikalau seorang kakek yang keriput,bagaimana bentuk wajah dari roh nya jika meninggal?...apakah keriput juga....( tentu orang lebih baik mati dalam kondisi paling ganteng/cantik...biar bisa awet ^^)

==============
dalam buddhis ada 4 macam kelahiran.
1.kelahiran melalui rahim ( mamalia )
2.kelahiran melalui adanya kelembapan/suhu (jamur/bakteri,dsb-nya)
3.kelahiran melalui telur (ayam,bebek,burung,dsb-nya)
4.kelahiran dengan cara spontan(seperti dewa ataupun peta.../ makhluk halus).

jadi....mengapa jika dikatakan ada seseorang meninggal lantas kita melihat-nya dalam bentuk halus bahkan mirip wajah nya sebelum meninggal

ini bisa dikatakan hampir kemungkinan besar terlahir dialam peta dengan kemelekatan akan 5 khandha nya....(tapi ini pun tergantung jenis PETA-nya )
maklum dalam buddhis ada banyak jenis PETA/SETAN.
bahkan ada setan yang bertampan bikkhu/bhante.

dalam buddhis ada 31 alam kehidupan.
terbagi menjadi 4 alam menderita,1 alam manusia, dan 26 alam surga.
4 alam menderita disebut

1.alam neraka..
2.alam binatang
3.alam peta
4.alam raksasa asura.

sebelum belajar lebih lanjut dalam pandangan buddhis..
coba belajar dulu dari awal(tanpa konsep)
karena bentuk "roh" yang selalu di KATAKAN mirip dengan rupa kita sekarang ini...
itu kebanyakan datang dari pandangan sejak kita lahir/bersifat pengetahuan yang di tanam SEJAK AWAL.

misal nya : ada nya TUHAN yang maha esa...yang mampu mengatur semua didunia ini
semua orang dari kecil hampir kebanyakan telah ditanamkan pikiran ini.

==========
jadi jelas lah...kesadaran tentu tidaklah kekal
jika kesadaran ini kekal dan tidak berubah......harus nya jika orang dengan obat bius,kecapean,minum alkhohol......bahkan jika kita sudah terlalu dimakan usia
kesadaran nya menurun bukan?......apakah bisa disebut kekal tidak berubah?

pikiran.....coba tanyakan bentuk-bentuk pikiran anda yang waktu kecil dengan yang sekarang......jika anda waktu anak-anak dan yang sekarang bagaimana..apakah anda masih percaya dengan adanya superman?...
tentu bentuk-bentuk pikiran kita sudah berubah...bagian mananya yang kekal?

pencerapan.
coba tanyakan pencerapan anak kecil dengan se-waktu anda remaja....
mana lebih cepat pencerapan....dan bandingkan dengan orang yang usia tua..
pencerapan nya menurun kembali...apakah bisa disebut kekal?

perasaan.
ini hari kita sedih,besok senang....tentu berganti-ganti terus bukan....
bisakah saya jika senang,,,,maka perasaan ini senang terus tanpa berubah?
adalah hal mustahil....apakah bisa disebut kekal?

jasmani.
tubuh kita dari kecil,remaja,dewasa,tua....lalu mati,,,jadi busuk dan tulang.
apakah jasmani ini kekal?...bagian mananya yang kekal?

maka dalam buddhis disebut 5-khandha ini tidak kekal...selalu berubah-ubah sesuai sifat alami-nya...^^

salam metta.
 
oh... kirain :D:D:D....



Menurut ajaran Buddha roh itu tidak kekal kk? Yang kekal itu apa? bagaimana dengan reinkarnansi? rebirth? terus ada lagi... apa yah.... purnavaba?.... (gw ingatnya purna bayar.... maaf.... bukan menghina yah... susah bahasanya...)

Bedanya apa kakak? mohon bantuan? sangat menarik...

Avuso Traktor, silahkan baca link dibawah ini dengan pelan-pelan dan pahami dulu yang ini dulu. sebelum membaca buang dulu label yang ada terlebih dahulu karena ibarat kalau gelas sudah penuh kalau diisi dengan air lagi akan tumpah

https://www.forum.or.id/showthread.php?t=47591&highlight=paham+anatta

terus yang ini

http://www.bhagavant.com/home.php?link=dhamma_sari&n_id=54

terus yang ini lagi

http://www.bhagavant.com/home.php?link=dhamma_sari&n_id=75


semoga bisa bermanfaat bagi anda.
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
 
kalo nggak ada titik temu.. mau bahas apa ???

bahas dari sudut pandang yg ini.. pasti disanggah dgn sudut pandang yg itu...

paling tidak harus diupayakan dgn kata2/pandangan yg menjembatani perbedaan presepi ini...
 
@traktor...

kasihan bingung yah...sy coba jelaskan...mudah-mudahan di mengerti.oke

manusia dalam pandangan buddhis hanya terdiri dari 2.
1. JASMANI(tubuh kita,yang terdiri dari organ-organ)
2.BATIN ( kesadaran,pencerapan,pikiran,perasaan)

inilah yang dimaksud dengan khandha....bisa di sebut manusia terdiri dari 5 khanda yaitu:
1.jasmani
2.kesadaran
3.pikiran
4.pencerapan
5.perasaan.
semua ini disebut 5 khandha.

dan kelima semua ini tidaklah kekal dan tanpa diri...selalu berubah-ubah....sesuai sifat alami-nya.

====
betul sekali,,buddhis memang menolak jika disebut REINKARNASI / RE-INCARNATION
karena....jika disebut reinkarnasi...maka ada sesuatu "inti"/diri.. yang kadang orang sebut "roh"...itu berpindah dari tubuh satu ke-tubuh baru.


dalam buddhis yang ada RE-BIRTH. / tumimbal lahir.
ketika kita cuti patisandi(meninggal).....kita akan terlahir sebagai manusia baru...
contoh ilustrasi...
ada 2 lilin....lilin A dan lilin B.....ketika kita saat ini adalah lilin A...ketika sumbu dan lilin tersebut sudah nyaris habis.....maka secara langsung api tersebut pindah ke Lilin B(jika selama ada tanha/nafsu untuk lahir)


jika di katakan apakah API lilin A...sama dengan lilin B?
tentu tidak dapat dikatakan sama
tetapi jika dikatakan ASAL MULA api dari lilin B...adalah lilin A...
baru boleh dikatakan benar.

mengapa bisa demikian....
ke-5 khandha kita semua nya saling berpengaruh 1 sama lain...
contoh....jika fisik kita lelah...pikiran kita susah untuk tenang....

jika sebaliknya ketika kita mendengar kabar buruk(pikiran menjadi sedih/kaget),
fisik kita bisa langsung jadi lemas seperti sedang sakit...

============
sekali lagi....tidak ada ROH dalam buddhis....jadi manusia tidak memiliki roh....
jika manusia memiliki ROH(bentuk asli)...apakah roh tersebut bisa bertambah umurnya?
bayangkan jika anak-anak sampai jadi kakek-nenek...apakah roh nya juga berubah?

dan jikalau seorang kakek yang keriput,bagaimana bentuk wajah dari roh nya jika meninggal?...apakah keriput juga....( tentu orang lebih baik mati dalam kondisi paling ganteng/cantik...biar bisa awet ^^)

==============
dalam buddhis ada 4 macam kelahiran.
1.kelahiran melalui rahim ( mamalia )
2.kelahiran melalui adanya kelembapan/suhu (jamur/bakteri,dsb-nya)
3.kelahiran melalui telur (ayam,bebek,burung,dsb-nya)
4.kelahiran dengan cara spontan(seperti dewa ataupun peta.../ makhluk halus).

jadi....mengapa jika dikatakan ada seseorang meninggal lantas kita melihat-nya dalam bentuk halus bahkan mirip wajah nya sebelum meninggal

ini bisa dikatakan hampir kemungkinan besar terlahir dialam peta dengan kemelekatan akan 5 khandha nya....(tapi ini pun tergantung jenis PETA-nya )
maklum dalam buddhis ada banyak jenis PETA/SETAN.
bahkan ada setan yang bertampan bikkhu/bhante.

dalam buddhis ada 31 alam kehidupan.
terbagi menjadi 4 alam menderita,1 alam manusia, dan 26 alam surga.
4 alam menderita disebut

1.alam neraka..
2.alam binatang
3.alam peta
4.alam raksasa asura.

sebelum belajar lebih lanjut dalam pandangan buddhis..
coba belajar dulu dari awal(tanpa konsep)
karena bentuk "roh" yang selalu di KATAKAN mirip dengan rupa kita sekarang ini...
itu kebanyakan datang dari pandangan sejak kita lahir/bersifat pengetahuan yang di tanam SEJAK AWAL.

misal nya : ada nya TUHAN yang maha esa...yang mampu mengatur semua didunia ini
semua orang dari kecil hampir kebanyakan telah ditanamkan pikiran ini.

==========
jadi jelas lah...kesadaran tentu tidaklah kekal
jika kesadaran ini kekal dan tidak berubah......harus nya jika orang dengan obat bius,kecapean,minum alkhohol......bahkan jika kita sudah terlalu dimakan usia
kesadaran nya menurun bukan?......apakah bisa disebut kekal tidak berubah?

pikiran.....coba tanyakan bentuk-bentuk pikiran anda yang waktu kecil dengan yang sekarang......jika anda waktu anak-anak dan yang sekarang bagaimana..apakah anda masih percaya dengan adanya superman?...
tentu bentuk-bentuk pikiran kita sudah berubah...bagian mananya yang kekal?

pencerapan.
coba tanyakan pencerapan anak kecil dengan se-waktu anda remaja....
mana lebih cepat pencerapan....dan bandingkan dengan orang yang usia tua..
pencerapan nya menurun kembali...apakah bisa disebut kekal?

perasaan.
ini hari kita sedih,besok senang....tentu berganti-ganti terus bukan....
bisakah saya jika senang,,,,maka perasaan ini senang terus tanpa berubah?
adalah hal mustahil....apakah bisa disebut kekal?

jasmani.
tubuh kita dari kecil,remaja,dewasa,tua....lalu mati,,,jadi busuk dan tulang.
apakah jasmani ini kekal?...bagian mananya yang kekal?

Maka dalam buddhis disebut 5-khandha ini tidak kekal...selalu berubah-ubah sesuai sifat alami-nya...^^

salam metta.

Makasi kakak..... penjelasan anda sangat jelas dan langsung ke intinya.

Namun, ada beberapa yang tidak terjawab (jadi masih tetap bingung juga :D)

1. Apa perbedaan kesadaran dengan roh (seperti yang sudah ditulis kk
Thirdeye)
2. Berarti yang terlahir kembali ini (kontinu terus menerus) adalah tanha?
3. Tanha yang 'kekal' yang bisa menyebabkan kelahiran kembali /rebirth?
4. Memusnakan Tanha, berarti Nibbana?
5. Tentang Tuhan Yang Maha Esa.... saya justru merasa itu sama dengan Nibbana. Tentu saja, pengertian Tuhan yang saya miliki, tidak sama seeprti pengertian Tuhan yang ada di Flame Arena :D.... saya menolak Tuhan seperti itu. kalau mau didefenisikan secara singkat, mungkin pandangan saya tentang Tuhan adalah lebih sebagai 'sifat/kondisi' dari pada pewujudan yang dibuat atau berusaha digambarkan manusia. Sampai pada titik ini... Saya yakin (dengan keyakinan saya...) saya adalah mahluk Tuhan.... Tuhan didalam saya... Saya bisa bersatu menyatu dengan Tuhan.... bila sudah tidak ada Tanha. Perbedaan justru terajdi pada tingkat persepsi. Istilah, Tuhan cenderung populer dengan imej-imej yang sangat manusiawi... padahal, kembali menurut saya.... ituhanya kondisi/sifat/keadaan.

tapi, btw... terima kasih.... tidak apa-apa kali ini saya masukkan asumsi saya mengenai Tuhan.... maaf Mod.... bukan mau mencampuradukkan.... :D:P


Avuso Traktor, silahkan baca link dibawah ini dengan pelan-pelan dan pahami dulu yang ini dulu.

https://www.forum.or.id/showthread.php?t=47591&highlight=paham+anatta

Ok Bos.... Plis jangan panggil saya avuso... tidak pantas bagi saya.... itu terlalu tinggi. saya jadi merinding disini.... saya hanya ingin belajar Dhamma... dan saya bukan Buddhis.... kalau salah maaf yah.

intisarinya sudah ada di penjelasan Mercedes.... hehehehe... lumayan juga, bisa untuk bacaan malam.
Kok bisa kompak yah penjelasannya... waktunya hampir sama.... jawabannya juga mirip.... hahaha... satu berisi uraian lengkap, satu penjelasan singkat (kesimpulan)


kalo nggak ada titik temu.. mau bahas apa ???
bahas dari sudut pandang yg ini.. pasti disanggah dgn sudut pandang yg itu...
paling tidak harus diupayakan dgn kata2/pandangan yg menjembatani perbedaan presepi ini...

Saya tidak akan menyanggah bro.... penjelasan seperti diatas sangat saya harapkan....
 
@Traktor, Mercedes, Sinthung, Thirdeye

Lanjut bro, saya juga ikut belajar nih.... hehehehe
 
1. Apa perbedaan kesadaran dengan roh (seperti yang sudah ditulis kk
Thirdeye)
2. Berarti yang terlahir kembali ini (kontinu terus menerus) adalah tanha?
3. Tanha yang 'kekal' yang bisa menyebabkan kelahiran kembali /rebirth?
4. Memusnakan Tanha, berarti Nibbana?

sy jawab dari atas ke bawah yah.
1. harusnya avuso thirdeye yg jawab^^....
sy nimbung dikit....mulai lah bertanya pada diri anda "apakah aku?" bukan "siapakah aku?"

jika anda bertanya pada diri anda "apakah aku?" bisakah anda definiskan sendiri....anda itu apa?...
jika direnungkan terus menerus.....ntar kalau dah yakin dengan jawaban anda...post silahkan..

2.bukan yang terlahir adalah tanha....melainkan yang menyebabkan kelahiran adalah tanha/nafsu.
tanha sendiri ada 3.

Dikenal tiga macam tanhä, yaitu :
1. Kämatanhä : kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan :

a. bentuk-bentuk (indah)
b. suara-suara (merdu)
c. wangi-wangian
d. rasa-rasa (nikmat)
e. sentuhan-sentuhan (lembut)
f. bentuk-bentuk pikiran

2. Bhavatanhä : kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepercayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada)

3. Vibhavatanhä : kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, bahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda).

3. betul sekali setelah memusnakan tanha,maka nibbana bisa dicapai,,,,yakni tidak akan terlahir kembali.
bisa juga disebut telah mencapai tingkat kesucian "arahat"

untuk lebih rinci......untuk mencapai nibbana harus memusnakan 10 rintangan
dalam buddhis disebut 10 belenggu/samyojana.

Manusia suci menurut pandangan Buddhis ada empat yaitu :

1. Sotapanna, orang suci yang paling banyak akan terlahir tujuh kali lagi.

2. Sakadagami, orang suci yang paling banyak akan terlahir sekali lagi.

3. Anagami, orang suci yang tidak akan terlahir lagi di alam manusia, tetapi langsung terlahir kembali di salah sebuah dari lima alam Suddhavasa. Dari salah sebuah alam Suddhavasa ini Anagami itu akan mencapai tingkat kesucian tertinggi sebagai Arahat dan akhirnya ia mencapai parinibbana.

4. Arahat, orang suci yang telah menyelesaikan semua usahanya untuk melenyapkan semua belenggu yang mengikatnya. Bila ia meninggal dunia, ia tidak akan terlahir di alam mana pun. Ia akan parinibbana.

**) Ada sepuluh macam belenggu (samyojana) yaitu :

1. Pandangan sesat tentang adanya pribadi, jiwa atau aku yang kekal (sakkaya-ditthi).

2. Keragu-raguan yang skeptis pada Buddha, Dhamma, Sangha, dan tentang kehidupan yang lampau dan kehidupan yang akan datang, juga tentang hukum sebab akibat (vicikicchã).

3. Kemelekatan pada suatu kepercayaan bahwa hanya dengan melaksanakan aturan-aturan dan upacara keagamaan seseorang dapat mencapai kebebasan (silabbata-parãmãsa).

4. Nafsu indriya (kãma-rãga).

5. Dendam atau dengki (vyãpãda).

6. Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam bentuk (rüpa-rãga). Alam bentuk (rüpa-rãga) dicapai oleh seseorang apabila ia meninggal sewaktu dalam keadaan samadhi dan telah mencapai Jhãna I, Jhãna II, Jhãna III atau Jhãna IV

7. Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam tanpa bentuk (arüpa-rãga). Alam tanpa bentuk (arüpa-rãga) dicapai oleh seseorang apabila ia meninggal sewaktu dalam keadaan samadhi dan telah mencapai Arüpa Jhãna I, Arüpa Jhãna II, Arüpa Jhãna III atau Arüpa Jhãna IV

8. Perasaan untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain (mãna).

9. Kegelisahan (uddhacca). Suatu kondisi batin yang haus sekali karena yang bersangkutan belum mencapai tingkat kebebasan sempurna (arahat).

10. Kebodohan atau ketidak-tahuan (avijjã).

Sotãpanna telah melenyapkan tiga belenggu (samyojana),
yaitu (1) sakkaya-ditthi, (2) vicikicchã, dan (3) silabbata-parãmãsa.

Sakadagami telah melenyapkan tiga belenggu (samyojana)
yaitu (1) sakkaya-ditthi, (2) vicikicchã, dan (3) silabbata-parãmãsa dan telah melemahkan belenggu (4) kãma-rãga dan (5) vyãpãda.

Anãgami telah melenyapkan lima belenggu (samyojana)
yaitu (1) sampai dengan (5).
Lima samyojana (1 - 5) dikenal sebagai lima belenggu rendah

Orambhãgiya-samyojana.
Arahat telah melenyapkan sepuluh belenggu (1 - 10).

Lima samyojana berikut yaitu samyojana 6 - 10 dikenal pula dengan nama belenggu tinggi atau Uddhambhãgiya-samyojana.
Orambhãgiya-samyojana dan Uddhambhãgiya-samyojana telah dimusnahkan oleh Arahat.

untuk melenyapkan tanha.........maka dengan menggunakan jalan tengah beruas 8
IV. Kesunyataan Mulia tentang Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha
Delapan Jalan Utama (Jalan Utama Beruas Delapan) yang akan membawa kita ke Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha, yaitu :

Pañña
1. Pengertian Benar (sammä-ditthi)
2. Pikiran Benar (sammä-sankappa)
Sila
3. Ucapan Benar (sammä-väcä)
4. Perbuatan Benar (sammä-kammanta)
5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva)
Samädhi
6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma)
7. Perhatian Benar (sammä-sati)
8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

Delapan Jalan Utama ini dapat lebih lanjut diperinci sbb. :
1. Pengertian Benar (sammä-ditthi)
menembus arti dari :
a. Empat Kesunyataan Mulia
b. Hukum Tilakkhana (Tiga Corak Umum)
c. Hukum Paticca-Samuppäda
d. Hukum Kamma

2. Pikiran Benar (sammä-sankappa)
a. Pikiran yang bebas dari nafsu-nafsu keduniawian
(nekkhamma-sankappa).
b. Pikiran yang bebas dari kebencian
(avyäpäda-sankappa)
c. Pikiran yang bebas dari kekejaman
(avihimsä-sankappa)

3. Ucapan Benar (sammä-väcä)
Dapat dinamakan Ucapan Benar, jika dapat memenuhi empat syarat di bawah ini :
a. Ucapan itu benar
b. Ucapan itu beralasan
c. Ucapan itu berfaedah
d. Ucapan itu tepat pada waktunya

4. Perbuatan Benar (sammä-kammanta)
a. Menghindari pembunuhan
b. Menghindari pencurian
c. Menghindari perbuatan a-susila

5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva)
Lima pencaharian salah harus dihindari (M. 117), yaitu :
a. Penipuan
b. Ketidak-setiaan
c. Penujuman
d. Kecurangan
e. Memungut bunga yang tinggi (praktek lintah darat)

Di samping itu seorang siswa harus pula menghindari lima macam perdagangan , yaitu :
a. Berdagang alat senjata
b. Berdagang mahluk hidup
c. Berdagang daging (atau segala sesuatu yang berasal dari penganiayaan mahluk-mahluk hidup)
d. Berdagang minum-minuman yang memabukkan atau yang dapat menimbulkan ketagihan
e. Berdagang racun.

6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma)
a. Dengan sekuat tenaga mencegah munculnya unsur-unsur jahat dan tidak baik di dalam bathin.
b. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk memusnahkan unsur-unsur jahat dan tidak baik, yang sudah ada di dalam bathin.
c. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk membangkitkan unsur-unsur baik dan sehat di dalam bathin.
d. Berusaha keras untuk mempernyata, mengembangkan dan memperkuat unsur-unsur baik dan sehat yang sudah ada di dalam bathin.

7. Perhatian Benar (sammä-sati)
Sammä-sati ini terdiri dari latihan-latihan Vipassanä-Bhävanä (meditasi untuk memperoleh pandangan terang tentang hidup), yaitu :
a. Käyä-nupassanä = Perenungan terhadap tubuh
b. Vedanä-nupassanä = Perenungan terhadap perasaan.
c. Cittä-nupassanä = Perenungan terhadap kesadaran.
d. Dhammä-nupassanä = Perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran.

8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)
Latihan meditasi untuk mencapai Jhäna-Jhäna.

dari 8 itu.....di perincikan menjadi 3...yakni
SILA :(Ucapan Benar (sammä-väcä), Perbuatan Benar (sammä-kammanta) ,Pencaharian Benar (sammä-ajiva)

SAMADHI: Daya-upaya Benar (sammä-väyäma),Perhatian Benar (sammä-sati), Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

PANNA : Pengertian Benar (sammä-ditthi), Pikiran Benar (sammä-sankappa)

demikian...^^

salam metta
 
sy jawab dari atas ke bawah yah.
1. harusnya avuso thirdeye yg jawab^^....
sy nimbung dikit....mulai lah bertanya pada diri anda "apakah aku?" bukan "siapakah aku?"

jika anda bertanya pada diri anda "apakah aku?" bisakah anda definiskan sendiri....anda itu apa?...
jika direnungkan terus menerus.....ntar kalau dah yakin dengan jawaban anda...post silahkan..

Saya ini tidak ada. Hanya bentuk bentuk fisik yang bsia dilihat manusia, daya tarik kimiawi yang disebut chemistry oleh para ilmuan. Wujud fisik 3 dimensi... yang terdiri dari hal-hal renik lain yang tidak berkesudahan. Traktor itu tidak ada. Apakah Traktor bila dipisah, t r a k t o r .... masih sama dengan Traktor? Tidak. Perpaduan huruf huruf tunggal itulah yang membentuk opini dan visi, mewujud dalam sebuah Traktor. secara sendiri sendiri, 'T' tidak ada kaitan sama sekali dengan Traktor. Demikian juga huruf huruf yang lain.

Secara fisik, kasat mata, perpaduan yang membentuk saya ada, bisa diraba, bisa dirasa. Secara rohani, spritual, saya bukan apa-apa.... hanya tulang, darah, air, onderdil onderdil yang semakin menua.... yang kebetulan masih bisa berfungsi saat ini. Ditambah kinerja otak, membentuk pikiran, gejala-gejala homonal yang menaikkan nafsu. Dan kebutuhan spritual yang menimbulkan nurani.

2.bukan yang terlahir adalah tanha....melainkan yang menyebabkan kelahiran adalah tanha/nafsu.
tanha sendiri ada 3.

Bagi manusia yang tidak mengenal dan tidak percaya reinkarnansi, adakah keinginan untuk terlahir kembali? Bila keinginan untuk terlahir kembali itu diasumsikan kepada surga atau neraka... dan bila hal ini termasuk keterikatan juga, paham maksudnya.


untuk lebih rinci......untuk mencapai nibbana harus memusnakan 10 rintangan
dalam buddhis disebut 10 belenggu/samyojana.

untuk melenyapkan tanha.........maka dengan menggunakan jalan tengah beruas 8

dari 8 itu.....di perincikan menjadi 3...yakni
SILA :(Ucapan Benar (sammä-väcä), Perbuatan Benar (sammä-kammanta) ,Pencaharian Benar (sammä-ajiva)

SAMADHI: Daya-upaya Benar (sammä-väyäma),Perhatian Benar (sammä-sati), Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

PANNA : Pengertian Benar (sammä-ditthi), Pikiran Benar (sammä-sankappa)

demikian...^^

salam metta

Panjang sekali bro.... sampai sekarang masih belum jelas/belum ngerti. kecuali bagian terakhir, Sila, Samadhi, Panna.

Mau tanya, bor Mercedes, apakah harus hapal semua uraian 10 rintangan
dalam buddhis disebut 10 belenggu/samyojana? Atau cukup mengerti saja. Terus terang saya susah ngerti, apalagi menghapalnya. :D
 
Bagi manusia yang tidak mengenal dan tidak percaya reinkarnansi, adakah keinginan untuk terlahir kembali? Bila keinginan untuk terlahir kembali itu diasumsikan kepada surga atau neraka... dan bila hal ini termasuk keterikatan juga, paham maksudnya.

saya ga begitu nangkap maksud anda, tapi mudah2 yang saya tangkap sama dengan maksud anda.
Lahir kembali tidak hanya berdasarkan keinginan untuk terlahir di suatu alam saja. Selama seseorang masih terikat dengan sesuatu maka dia akan tetap terlahir kembali (belum mempu melepaskan semua ikatan / keinginan), keinginan bisa dimulai dari keinginan berbuat baik sampe keinginan2 yang tidak baik. Seseorang yang ingin terlahir di alam surga (kalo neraka kayanay jarang banget deh mungin malah tidak ada), maka hal ini juga masuk dalam ikatan yang belum lepas.

Mau tanya, bor Mercedes, apakah harus hapal semua uraian 10 rintangan
dalam buddhis disebut 10 belenggu/samyojana? Atau cukup mengerti saja. Terus terang saya susah ngerti, apalagi menghapalnya

@Traktor setahu saya tidak harus hapal kok. saya saja pernah baca trus lupa tuh.
dan lagi agama Buddha lebih mementingkan praktek bukan teori. teori hanya membantu praktek anda, tidak lebih. tapi hati2 terkadang teori malah membuat anda bingung dan tidak berbuat apa2.

Semoga membantu, kalo ada yang salah maklum yach, masih belajar dan terus belajar...
 
--------------------------

nggak jadi deh... besok gue udah mau ke palembang... sampe tgl 20 Okt..
takutnya nggak bisa me reply kalo udah kasih pernyataan...
 
Saya ini tidak ada. Hanya bentuk bentuk fisik yang bsia dilihat manusia, daya tarik kimiawi yang disebut chemistry oleh para ilmuan. Wujud fisik 3 dimensi... yang terdiri dari hal-hal renik lain yang tidak berkesudahan. Traktor itu tidak ada. Apakah Traktor bila dipisah, t r a k t o r .... masih sama dengan Traktor? Tidak. Perpaduan huruf huruf tunggal itulah yang membentuk opini dan visi, mewujud dalam sebuah Traktor. secara sendiri sendiri, 'T' tidak ada kaitan sama sekali dengan Traktor. Demikian juga huruf huruf yang lain.

Secara fisik, kasat mata, perpaduan yang membentuk saya ada, bisa diraba, bisa dirasa. Secara rohani, spritual, saya bukan apa-apa.... hanya tulang, darah, air, onderdil onderdil yang semakin menua.... yang kebetulan masih bisa berfungsi saat ini. Ditambah kinerja otak, membentuk pikiran, gejala-gejala homonal yang menaikkan nafsu. Dan kebutuhan spritual yang menimbulkan nurani.
hebat sudah bisa mengerti dengan cepat....
jika kita meneliti diri kita adalah "apa"..
tidaklah lebih dari jasmani dan batin....

Bagi manusia yang tidak mengenal dan tidak percaya reinkarnansi, adakah keinginan untuk terlahir kembali? Bila keinginan untuk terlahir kembali itu diasumsikan kepada surga atau neraka... dan bila hal ini termasuk keterikatan juga, paham maksudnya.
inilah yang agak sulit dipahami.....kadang orang merasa ketika telah mengerti teori tentang pencapaian nibbana.....mereka telah merasa mencapai nibbana..

ambil contoh kecil saja:
ketika kita ingin menyumbang untuk fakir miskin di jalan....ketika buka dompet kita mencari duit terkecil dari dompet kita(Rp1.000,-)
mengapa bukan yang terbesar?
karena ketidakrelaaan dan adanya keterikatan akan nilai dari uang.

seorang arahat sejati......ketika kehilangan 100juta atau pun 1 sen....dalam batin nya tidak akan ada rasa kehilangan ataupun kesedihan...karena memandang semua itu bukan milik-ku
keter-ikatan akan "nilai" uang itu sudah hilang.

beda dengan kita yang menjalani perumah tangga(saya) belum bikkhu......
ketika duit kita hilang 100 juta....(sakit kepala,sedih pada saat itu juga)
ketika duit kita hilang 1 sen ( tenang-tenang saja seperti tidak ada yang hilang)

sekiranya dapat di pahami.....

ketika masih ada nya nafsu seperti "terikat" akan ini...maka tetap akan terlahir...

ketika kita ingin terlahir di alam surga ataupun neraka...tetap ini namanya "keinginan" tetapi seorang arahat yg merealisasikan nibbana....
bebas dari berkeinginan menjadi ataupun tidak berkeinginan menjadi

==========
Mau tanya, bor Mercedes, apakah harus hapal semua uraian 10 rintangan
dalam buddhis disebut 10 belenggu/samyojana? Atau cukup mengerti saja. Terus terang saya susah ngerti, apalagi menghapalnya
mau hafal ataupun mengerti terserah dari anda.
hafal tapi tidak menaklukkan 10 hal itu sama saja nol.
mengerti tapi tidak menjalankan 10 hal itu sama saja nol.

pengacara yang handal mengerti seluk beluk UUD..tetapi kadang masih saja terima suap dari belakang.

salam metta.
 
saya ga begitu nangkap maksud anda, tapi mudah2 yang saya tangkap sama dengan maksud anda.
Lahir kembali tidak hanya berdasarkan keinginan untuk terlahir di suatu alam saja. Selama seseorang masih terikat dengan sesuatu maka dia akan tetap terlahir kembali (belum mempu melepaskan semua ikatan / keinginan), keinginan bisa dimulai dari keinginan berbuat baik sampe keinginan2 yang tidak baik. Seseorang yang ingin terlahir di alam surga (kalo neraka kayanay jarang banget deh mungin malah tidak ada), maka hal ini juga masuk dalam ikatan yang belum lepas.



@Traktor setahu saya tidak harus hapal kok. saya saja pernah baca trus lupa tuh.
dan lagi agama Buddha lebih mementingkan praktek bukan teori. teori hanya membantu praktek anda, tidak lebih. tapi hati2 terkadang teori malah membuat anda bingung dan tidak berbuat apa2.

Semoga membantu, kalo ada yang salah maklum yach, masih belajar dan terus belajar...

Pertama:
hebat sudah bisa mengerti dengan cepat....
jika kita meneliti diri kita adalah "apa"..
tidaklah lebih dari jasmani dan batin....

inilah yang agak sulit dipahami.....kadang orang merasa ketika telah mengerti teori tentang pencapaian nibbana.....mereka telah merasa mencapai nibbana..

ambil contoh kecil saja:
ketika kita ingin menyumbang untuk fakir miskin di jalan....ketika buka dompet kita mencari duit terkecil dari dompet kita(Rp1.000,-)
mengapa bukan yang terbesar?
karena ketidakrelaaan dan adanya keterikatan akan nilai dari uang.

seorang arahat sejati......ketika kehilangan 100juta atau pun 1 sen....dalam batin nya tidak akan ada rasa kehilangan ataupun kesedihan...karena memandang semua itu bukan milik-ku
keter-ikatan akan "nilai" uang itu sudah hilang.

beda dengan kita yang menjalani perumah tangga(saya) belum bikkhu......
ketika duit kita hilang 100 juta....(sakit kepala,sedih pada saat itu juga)
ketika duit kita hilang 1 sen ( tenang-tenang saja seperti tidak ada yang hilang)

sekiranya dapat di pahami.....

ketika masih ada nya nafsu seperti "terikat" akan ini...maka tetap akan terlahir...

ketika kita ingin terlahir di alam surga ataupun neraka...tetap ini namanya "keinginan" tetapi seorang arahat yg merealisasikan nibbana....
bebas dari berkeinginan menjadi ataupun tidak berkeinginan menjadi

==========

mau hafal ataupun mengerti terserah dari anda.
hafal tapi tidak menaklukkan 10 hal itu sama saja nol.
mengerti tapi tidak menjalankan 10 hal itu sama saja nol.

pengacara yang handal mengerti seluk beluk UUD..tetapi kadang masih saja terima suap dari belakang.

salam metta.


Kayanya sudah jelas. Ada kesalahpahaman karena kurang 'saya' di kalimat saya sebelumnya.

Tentang Teori dan praktek ini yang menarik. Teori dulu atau praktek dulu? Bagi saya, mengenal dulu baru bisa menjalankan. Seide dengan apa yang disebut dalam Sila Samadhi dan Panna yang tadi sudah anda jelaskan keapda saya. Dalam melaksanakan sila.... tentu ada rambu-rambu yang harus dipatuhi. Jadi, rambu-rambu ini saya anggap sebagai pengetahuan. Istilah kita, teori. Seperti yang say adapat di sini. Ini belajar teori dulu. Kemudian setelah sila berhasil dilaksanakan, baru masuk ke tahap samadhi. Perenungan, penelitian kondisi kondisi bathin. Dalam agama lainpun ini ada. Dalam istilah ini, ada yang menyebutnya zikir, ada yang lebih suka disebut sembahyang atau doa. Dengan catatan, jangan di anggap soal 'minta-minta' nya. Tapi nilai dari keseriuasan. Atau khusuk, konsentrasi dari sembahyang, doa atau zikir tersebut. Jadi ini sebenarnya nilai yang sangat universal dari ajaran Buddha - saya rasa. Lalu, setelah proses ini berjalan, baru timbul apa yang disebut Panna.... maaf bila saya samakan dengan kebijaksanaan.

Pada kondisi yang perfect.... hal tersebut membawa manusia menuju Tuhan. Atau dalam pengertian disini Nibbana. Tuhan, dalam pengertian yang saya maksud, bukan Tuhan yang di FA yah.... Tuhan yang lebih kepada kondisi dan sifat, dari pada wujud walaupun abstrak.

ok... soal hapal menghapal. Itu hanya metode untuk mengerti suatu bahan pembelajaran. Saya hanya ingin tahu kebiasaan umat Buddha. Apakah dihapal matikan, atau cukup dimengerti saja. Ternyata penjelasan bro, menuju intinya.... isi dari yang diuraikan, bukan bentuk tulisan yang tergores di kitab suci. Setuju sekali.

Terima kasih sudah berbagi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.