byakuya
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 46894
- Sejak
- 25 Jun 2008
- Pesan
- 14.460
- Nilai reaksi
- 288
- Poin
- 83
Nilai tukar rupiah (IDR) pada perdagangan awal pekan berhasil menguat di level Rp9.000-Rp9.010 per USD.
Kian derasnya dana asing yang masuk (capital inflow) ke pasar modal Indonesia mendongkrak penguatan rupiah secara terus menerus dan diprediksi bisa menembus level di bawal Rp9.00 per USD.
"Penguatan rupiah diiringi dengan capital inflow dan perekonomian indonesia yang masih baik menjadi salah negara untuk tempat berinvestasi," ujar analis Reliance Securities Gina Novrina Nasution, saat bernincang dengan okezone, di Jakarta, Senin (12/4/2010).
Sementara itu, selama sepekan ke depan, rupiah diproyeksikan stabil di kisaran Rp9.000 per USD. "Untuk minggu ke-2 April, kami masih melihat ada potensi penguatan karena arus modal asing masuk. Kisaran IDR kami perkirakan ada dalam rentang Rp9.000 sampai dengan Rp9.060 per USD," ujar analis Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih, dalam buletin yang dipublikasikan, di Jakarta, Senin (12/4/2010).
Pada perdagangan minggu lalu ditutup menguat ke level tertinggi terbaru di Rp.9.032 per USD (kurs tengah Bloomberg). Setelah sempat melemah kembali ke Rp9.069 per USD, rupiah menguat lagi. Namun IDR belum berhasil menembus penguatan dibawah Rp9.000 per USD, kendati aliran modal asing masih terus masuk.
Masuknya aliran modal asing ke regional Asia juga membuat penguatan terhadap USD terjadi di mata uang Asia lainnya.
Sementara dari bursa Jakarta, IHSG ditutup turun tipis ke 2.845,01 kendati indeks di bursa Asia justru ditutup naik. Penurunan ini diantaranya karena IHSG mengalami koreksi teknikal karena telah mencatat kenaikan yang terus-menerus dalam beberapa hari sebelumnya. Sedangkan harga minyak mentah WTI tercatat ditutup turun ke USD84,92 per barel.
Penurunan harga WTI ini kemungkinan akan berdampak negatif terhadap bursa Asia pada perdagangan Senin ini. Demikian pula tampaknya untuk IDR. Kami perkirakan ada tekanan pelemahan ke Rp9.050 per USD.
Kian derasnya dana asing yang masuk (capital inflow) ke pasar modal Indonesia mendongkrak penguatan rupiah secara terus menerus dan diprediksi bisa menembus level di bawal Rp9.00 per USD.
"Penguatan rupiah diiringi dengan capital inflow dan perekonomian indonesia yang masih baik menjadi salah negara untuk tempat berinvestasi," ujar analis Reliance Securities Gina Novrina Nasution, saat bernincang dengan okezone, di Jakarta, Senin (12/4/2010).
Sementara itu, selama sepekan ke depan, rupiah diproyeksikan stabil di kisaran Rp9.000 per USD. "Untuk minggu ke-2 April, kami masih melihat ada potensi penguatan karena arus modal asing masuk. Kisaran IDR kami perkirakan ada dalam rentang Rp9.000 sampai dengan Rp9.060 per USD," ujar analis Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih, dalam buletin yang dipublikasikan, di Jakarta, Senin (12/4/2010).
Pada perdagangan minggu lalu ditutup menguat ke level tertinggi terbaru di Rp.9.032 per USD (kurs tengah Bloomberg). Setelah sempat melemah kembali ke Rp9.069 per USD, rupiah menguat lagi. Namun IDR belum berhasil menembus penguatan dibawah Rp9.000 per USD, kendati aliran modal asing masih terus masuk.
Masuknya aliran modal asing ke regional Asia juga membuat penguatan terhadap USD terjadi di mata uang Asia lainnya.
Sementara dari bursa Jakarta, IHSG ditutup turun tipis ke 2.845,01 kendati indeks di bursa Asia justru ditutup naik. Penurunan ini diantaranya karena IHSG mengalami koreksi teknikal karena telah mencatat kenaikan yang terus-menerus dalam beberapa hari sebelumnya. Sedangkan harga minyak mentah WTI tercatat ditutup turun ke USD84,92 per barel.
Penurunan harga WTI ini kemungkinan akan berdampak negatif terhadap bursa Asia pada perdagangan Senin ini. Demikian pula tampaknya untuk IDR. Kami perkirakan ada tekanan pelemahan ke Rp9.050 per USD.


