• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

[Universal]Tanya - Jawab

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. sone
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
Kalo bosen, byk byk berdana aja
daripada malas malasan gak berdana nanti hidup yg akan dateng susah lo
^_^

MET HARI TRISUCI WAISAK!!!

LomX balik lagi^_^
mohon maaf untuk semua kalo pernah berbuat salah
 
Met hari Waisak juga semuanya...
Sori, kalo ada salah ketik, hahahah...
 
Berbuat salah mah wajar, yang penting kita mau mengakui dan mengubahnya, hehe...
Ayo pada ucapin met Waisak n bagi-bagi cerita di Lounge Buddha...

Ada pertanyaan neh...
Bagaimana kabar Biksu Tang (Tong Sam Cong) setelah mendapatkan kitab suci, jadi Buddha atau Bodhisattva?
Klo di tv2 jd Buddha, bener gak sih, koq g gk pernah denger Buddha Tang.
 
@atas
Menurut gw, dia tu gak jadi Buddha, paling jadi arahat aja kali..
Sebab gw juga gak pernah dengar ada namanya Budha Tang.
 
Yup sama, makanya g mo nanya, g gak pernah denger Buddha Tang, tapid tv bilangnya Buddha.
Tapi bukannya Arahat = Savaka Buddha?
 
savaka buddha itu orang yg jadi buddha karena mendengarkan dhamma dari buddha/ikutin ajarannya
 
Jadi, Arahat tu berbeda ama Savaka Budha. Itu menurut gw sih....
 
yup arahat beda ama savaka buddha
susah juga yah yg dah jadi arahat cuma bhiku thailand

pertanyaan:
1.kalo orang awam jadi arahat apa yg terjadi hayo?
2.buddha tidur sehari brp jem hayo?
 
pertanyaan:
1.kalo orang awam jadi arahat apa yg terjadi hayo?
2.buddha tidur sehari brp jem hayo?

Itu g jawab tar y,hehe...
Tapi g mo nanya dulu...
Klo Arahat beda sama Savaka Buddha, contoh Savaka Buddha siapa donk? Katanya murid2 utama Sang Buddha adalah contoh dari Savaka Buddha (itu yang g dapatkan dari buku2 sekolah) tapi bukankah semua murid utama Sang Buddha itu mencapai Arahat baru Parinibbana?

Klo gtu Arahat ama Savaka Buddha mana yang lebih tinggi dan klo Arahat uda parinibbana bisa jadi Buddha gak?

Perbedaan Arahat ama Savaka Buddha apa aja selain Buddha Savaka adalah Buddha yg mencapai keBudhaan dr ajaran Buddha2 lain dan Arahat adalah tingkat kesucian setelah Anagami?

Sorry nanyanya banyak bgt, bingung neh g soalnya -_-
 
Namaste,

Apakah Arahat = Savaka Buddha? Itu tergantung dari mana kita memandangnya.

Dari sudut pandang HASIL pencapaiannya, maka Savaka Buddha = Arahat bahkan Sammasambuddha adalah seorang Arahat. Mereka sama-sama mencapai Pencerahan tertinggi dengan kualitas yang sama. Oleh karena itu mereka disebut yang patut diberikan penghormatan (arahat).

Tetapi dari sudut pandang CARA pencapaiannya, Sammasambuddha meskipun juga adalah seorang Arahat, tetapi ia tidak sama dengan Savaka Buddha yang juga seorang arahat.

Perbedaannya terletak pada bagaimana mereka mencapai pencerahan sempurna. Sammasambuddha yang juga arahat mencapai pencerahaan dengan usahaNya sendiri, sedang Savaka Buddha yang juga seorang arahat mencapai pencerahaan dengan CARA mendengarkan, mengikuti ajaran Sammasambuddha.

Sariputta, Moggalana, Rahula, Kassapa, Yasodhara, Majapati Gotami adalah seorang Savaka Buddha sekaligus Arahat, karena mereka mencapai pencerahan sempurna dengan CARA mendengarkan dan mengikuti ajaran Sammasambuddha dan HASIL yang mereka capai adalah sama kualitasnya dengan seorang Sammasambuddha.

Singkatnya seorang Savaka Buddha pastilah mencapai Arahat, tapi yang mencapai Arahat belum tentu ia adalah seorang Savaka Buddha, karena bisa jadi ia seorang Pacceka Buddha ataupun Sammasambuddha.

Istilah Savaka Buddha, Pacceka Buddha, dan Sammasambuddha hanyalah titel yang membedakan bagaimana CARA mereka mencapai Pencerahan. Tapi ketiganya tetap adalah arahat.

Jadi di sini Arahat dipandang sebagai kualitas pencapaian bukan diartikan sebagai status pribadi antara siswa dengan guru. Dan dari sini kita bisa katakan bahwa kita tidak bisa mengatakan Arahat lebih tinggi dari Savaka Buddha atau sebaliknya.
---

1.kalo orang awam jadi arahat apa yg terjadi hayo?
Hanya ada 2 kemungkinan:
1. Ia akan memasuki sangha.
2. Ia akan segera parinibbana setelah 7 hari pencapaian.

2.buddha tidur sehari brp jem hayo?

1 jam. Dari jam 3 pagi sampai jam 4 pagi.
 
oh iya saya mo tanya nih

1. apakah pilem kera sakti itu ada dalam sejarah budha ?
2. trus koq simbol budha mirip nazi yah ?

mohon di jelaskan, sebelum nya saya minta maap klo ada kata2 yg kurang enak :) * gw tanya ini karena ga tau loh *[/Q


:) 1. Itu cuma Film saja
2. Beda tuh, posisinya dan bentuknya beda
 
wah berarti karma kita dapat dilimpahkan ke orang2 sekitar kita juga ya..

:)

"Sesuai dengan benih yang di tabur, begitulah buah yang akan dipetiknya. Pembuat kebajikan akan mendapatkan kebaikan, pembuat kejahatan akan memetik kejahatan pula. Taburlah biji-biji benih dan engkau pulalah yang akan merasakan buah dari padanya".

SABBE SATTA
KAMMASSAKA
KAMMADAYADA
KAMMAYONI
KAMMABANDHU
KAMMAPATISARANA
YAM KAMMAM KARISSANTI
KALYANAM VA PAPAKAM VA
TASSA DAYADA BHAVISSANTI

Semua makhluk:
Memiliki karmanya sendiri
Mewarisi karmanya sendiri
Lahir dari karmanya sendiri
Berhubungan dengan karmanya sendiri
Terlindung oleh karmanya sendiri.
Apa pun karma yang diperbuatnya
Baik atau buruk,
Itulah yang akan diwarisinya
 
kita umat buddhist tidak percaya tuhan knp maitreya percaya tuhan?

emang bisa dibuktiin kalo ada yg namanya tuhan

"Ketahuilah para Bhikkhu bahwa ada sesuatu Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak. Duhai para Bhikkhu, apabila Tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para Bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu."

Ungkapan di atas adalah pernyataan dari Sang Buddha yang terdapat dalam Sutta Pitaka, Udana VIII : 3, yang merupakan konsep Ketuhanan Yang Mahaesa dalam agama Buddha. Ketuhanan Yang Mahaesa dalam bahasa Pali adalah "Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang" yang artinya "Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak". Dalam hal ini, Ketuhanan Yang Mahaesa adalah suatu yang tanpa aku (anatta), yang tidak dapat dipersonifikasikan dan yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk apa pun. Tetapi dengan adanya Yang Mutlak, yang tidak berkondisi (asamkhata) maka manusia yang berkondisi (samkhata) dapat mencapai kebebasan dari lingkaran kehidupan (samsara) dengan cara bermeditasi.

Dengan membaca konsep Ketuhanan Yang Mahaesa ini, kita dapat melihat bahwa konsep Ketuhanan dalam agama Buddha adalah berlainan dengan konsep Ketuhanan yang diyakini oleh agama-agama lain. Perbedaan konsep tentang Ketuhanan ini perlu ditekankan di sini, sebab masih banyak umat Buddha yang mencampur-adukkan konsep Ketuhanan menurut agama Buddha dengan konsep Ketuhanan menurut agama-agama lain. Sehingga banyak umat Buddha yang menganggap bahwa konsep Ketuhanan dalam agama Buddha adalah sama dengan konsep Ketuhanan dalam agama-agama lain. Hal inilah yang menjadi dasar penulisan ini.

Bila kita mempelajari ajaran agama Buddha seperti yang terdapat dalam kitab suci Tripitaka, maka bukan hanya konsep Ketuhanan yang berbeda dengan konsep Ketuhanan dalam agama lain, tetapi banyak konsep lain yang tidak sama pula. Konsep-konsep agama Buddha yang berlainan dengan konsep-konsep dari agama lain antara lain adalah konsep-konsep tentang : Alam Semesta, Kejadian Bumi dan Manusia, Kehidupan Manusia di Alam Semesta, Kiamat dan Keselamatan atau Kebebasan.



Alam Semesta

Menurut pandangan Buddhis, alam semesta ini luas sekali. Dalam alam semesta terdapat banyak tata surya yang jumlahnya tidak dapat dihitung. Hal ini diterangkan oleh Sang Buddha sebagai jawaban atas pertanyaan bhikkhu Ananda dalam Anguttara Nikaya sebagai berikut :

Ananda apakah kau pernah mendengar tentang seribu Culanika loka dhatu (tata surya kecil) ? ....... Ananda, sejauh matahari dan bulan berotasi pada garis orbitnya, dan sejauh pancaran sinar matahari dan bulan di angkasa, sejauh itulah luas seribu tata surya. Di dalam seribu tata surya terdapat seribu matahari, seribu bulan, seribu Sineru, seribu jambudipa, seribu Aparayojana, seribu
Uttarakuru, seribu Pubbavidehana ....... inilah, Ananda, yang dinamakan seribu tata surya kecil (sahassi culanika lokadhatu). *

Ananda, seribu kali sahassi culanika lokadhatu dinamakan "Dvisahassi majjhimanika lokadhatu". Ananda, seribu kali Dvisahassi majjhimanika lokadhatu dinamakan "Tisahassi Mahasahassi Lokadhatu".

Ananda, bilamana Sang Tathagata mau, maka ia dapat memperdengarkan suara-Nya sampai terdengar di Tisahassi mahasahassi lokadhatu, ataupun melebihi itu lagi.

Sesuai dengan kutipan di atas dalam sebuah Dvisahassi Majjhimanika lokadhatu terdapat 1.000 x 1.000 = 1.000.000 tata surya. Sedangkan dalam Tisahassi Mahasahassi lokadhatu terdapat 1.000.000 x 1.000 = 1.000.000.000 tata surya. Alam semesta bukan hanya terbatas pada satu milyard tata surya saja, tetapi masih melampauinya lagi.

Catatan:

Buku Peringatan WAISAK 2528/1984 Yayasan Maha Bodhi Indonesia, Jakarta,
1984, hal. 53. Dikutip dari Anguttara Nikaya, Ananda Vagga.
Jambudipa adalah belahan bumi bagian selatan.
Aparayojana adalah belahan bumi bagian barat.
Uttarakuru adalah belahan bumi bagian utara.
Pubbavideha adalah belahan bumi bagian timur
 
Hai
new member on the line.
Ada 1 pertanyaan dari dulu saya bingung neh semoga bisa dibantu.
Saya mengetahui ada 2 kalimat:
1. Takdir kita ada di tangan kita sendiri
2. Segala sesuatunya sudah diatur oleh takdir
Umm, yang mana yang benar?
Makasih.

"Sesuai dengan benih yang di tabur, begitulah buah yang akan dipetiknya. Pembuat kebajikan akan mendapatkan kebaikan, pembuat kejahatan akan memetik kejahatan pula. Taburlah biji-biji benih dan engkau pulalah yang akan merasakan buah dari padanya".

SABBE SATTA
KAMMASSAKA
KAMMADAYADA
KAMMAYONI
KAMMABANDHU
KAMMAPATISARANA
YAM KAMMAM KARISSANTI
KALYANAM VA PAPAKAM VA
TASSA DAYADA BHAVISSANTI

Semua makhluk:
Memiliki karmanya sendiri
Mewarisi karmanya sendiri
Lahir dari karmanya sendiri
Berhubungan dengan karmanya sendiri
Terlindung oleh karmanya sendiri.
Apa pun karma yang diperbuatnya
Baik atau buruk,
Itulah yang akan diwarisinya
 
saya mau tanya Hari-hari besar aliran kalian ?
mulai dari aliran saya

Hari-Hari Besar BUDDHISME MAITREYA
Penangalan imlek
Bulan 11 Tgl. 15 - Pengagungan Tuhan YME ( Musim Dingin ), Parinibana Hong chang Ti Ciin ( Maha Sesepuh Maitreyawira)
Bulan 11 Tgl. 18 - Parinibana Hao Che Ta Ti ( Y.A.Maha Sesepuh kao San )
Bulan 1 Tgl. 1 - Kelahiran Buddha Maitreya===============>??????
Bulan 2 Tgl. 2 - Parinibana Buddha Cin kung
Bulan 2 Tgl. 19 - Kelahiran Bodhisatva Avolikitesvara
Bulan 2 Tgl. 23 - Parinibana Ibunda Suci ( She Mu / Yue Huei Phu sa )
Bulan 3 Tgl. 15 - Pengagungan Tuhan YME ( musim Semi )
Bulan 4 Tgl. 15 - Tri Suci Waisak
Bulan 4 Tgl 24 - Kelahiran Buddha Cin Kung
Bulan 5 Tgl 5 - Parinibana Te Wei Ciang Ciin ( Bacang)
Bulan 6 Tgl 15 - Pengagungan Tuhan ( Musim Panas )
Bulan 6 Tgl 19 - Kesempurnaan Bodhisatva Avolikitesvara
Bulan 6 Tgl 24 - Kelahiran Bodhisatva Satyakalama ( Kwan Kong / Kwan sheng Ti Ciin )
Bulan 7 Tgl 19 - Kelahiran Buddha Thien Ran ( Thien Ran Ku Fo / She Cun )
Bulan 8 Tgl 15 - Parinibana Buddha thien Ran ( Thien Ran Ku Fo / She Cun )
Bulan 8 Tgl 28 - Kelahiran Ibunda Suci ( She Mu / Yue Huei Phu sa )
Bulan 9 Tgl 15 - Pengagungan Tuhan YME ( Musim Gugur )
Bulan 9 Tgl 19 - Parinibana Bodhisatva Avolikitesvara

belum termasuk Ce It, Cap Go

BUDDHISME MAITREYA

Ketuhanan dalam Buddhisme Maitreya
Buddhisme Maitreya menganut konsep Ketuhanan ganda. Di satu sisi, ia dapat menerima konsep Ketuhanan yang personal, dengan menghadirkan sosok LAO MU (Bunda Semesta) sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Di sisi lain, ia menerima pula konsep Ketuhanan non-personal, di mana keberadaan Tuhan sesungguhnya adalah suatu kebenaran yang harus direalisasikan dalam pribadi kita, dalam wujud kebaikan, cinta kasih, dan perjuangan. Untuk selengkapnya baca di artikel Ketuhanan Maitreya.

Silsilah dan Keselamatan Buddhisme Maitreya
Dikisahkan bahwa pada masa setelah sesepuh Hui Neng, perkembangan Buddhisme memasuki dua periode, yaitu periode terbuka dan periode tertutup. Periode tertutup ditandai dengan munculnya Buddhisme Maitreya. Dalam periode ini, dipercaya adanya ajaran Buddha yang sifatnya rahasia, dan hanya dapat diwariskan kepada mereka yang berjodoh, yaitu mereka yang memiliki tumpukan pahala karma baik yang amat besar. Ajaran rahasia tersebut merupakan misi keselamatan tunggal dari Buddha Maitreya untuk membebaskan kita dari samsara. Kesalahan terbesar yang diwariskan dari generasi ke generasi adalah menganggap upacara pendhiksaan (semacam baptis di Kristen, atau visudhi di Buddhis) sebagai sarana atau tiket ke Nirwana. Padahal, secara Buddhis, hal itu tidak mungkin.

Penyimpangan oleh Intern Buddhisme Maitreya

Kekeliruan
- Anggapan bahwa upacara pendhiksaan merupakan upacara keselamatan.
- Keselamatan berarti setelah mati masuk Nirwana (surga).
- Seseorang yang belum di-dhiksa, setelah mati akan masuk Neraka.
- Adanya misi keselamatan tunggal dari Buddha Maitreya.
- Anggapan Triratna sebagai tiga mustika keselamatan: pintu nurani, pertanda suci, dan perkataan suci; yang semuanya bersifat rahasia.
Penyebab
- Pengaruh kepercayaan non-Buddhis yang menganggap adanya hadiah keselamatan
- Anggapan salah bahwa Nirwana adalah alam bahagia seperti surga.
- Kepercayaan salah bahwa setiap manusia yang mati akan terlahir di Neraka.
Pelurusan
- Pendhiksaan hanyalah upacara perlindungan, menunjuk Maitreya sebagai guru.
- Berlindung berarti meneladani pribadi Maitreya yang maha cinta kasih.
- Tiga mustika hanyalah simbolis: pintu suci (pikiran), pertanda suci (perbuatan), dan perkataan suci (ucapan), haruslah dijaga supaya bersih dan suci.
- Keselamatan bergantung pada faktor karma. Dengan kekuatan keyakinan dalam doa, memang ada faktor-faktor eksternal yang dapat membantu dalam batasan tertentu, tetapi segala akibatnya pun tidak terlepas dari faktor karma.
- Dengan meneladani pribadi Maitreya, berarti mengkondisikan cetana untuk terlahir di surga Tusita, tempat Bodhisatva Maitreya mengajar sekarang, sebelum mencapai Kebuddhaan yang sempurna (Samma Sam-Buddha).
- Dengan cinta kasih, memupuk jasa pahala, membangun tekad untuk terlahir di alam tempat Buddha Maitreya mengajar nantinya setelah mencapai Kebuddhaan yang sempurna (Samma Sam-Buddha).
- Dengan terlahir di alam Maitreya, mendengarkan ajaran-Nya, maka kita dapat terbebas dari samsara, sehingga tercapailah Nirwana.


Penyimpangan oleh Ekstern Buddhisme Maitreya

Kekeliruan
- Anggapan Maitreya telah hadir sebagai Buddha di dunia.
- Umat Maitreya ber-vegetarian karena dapat membuat orang menjadi suci.
Penyebab
- Anggapan bahwa sebagai umat Maitreya berarti mengikuti ajaran Buddha Maitreya.
- Semua umat Maitreya dianjurkan untuk ber-vegetarian.
Pelurusan
- Umat Maitreya meneladani pribadi Maitreya yang maha cinta kasih, tidak terlalu menekankan ajaran-ajaran yang teoritis dan filosofis, melainkan penekanan pada ajaran-ajaran yang praktis dalam kehidupan sehari-hari.
- Secara badani Maitreya memang belum terlahir sebagai seorang Buddha, tetapi bagi umat Maitreya, Beliau adalah seorang Buddha.
- Maitreya adalah pribadi yang maha cinta kasih, sehingga tidaklah mengherankan umat Maitreya dianjurkan bervegetarian, tetapi umat Maitreya menganggap vegetarian hanyalah salah satu sarana mendasar dalam membina diri. (bd)
 
@paribbajaka
bener
untuk pertanyaan pertama yg dimaksud dia akan parinibbanna setelah 7 hari
apa dia sudah menjadi sangha ato dia masih orang awam?
 
wa no Comment dah sama singthung

singthung ini dari vihara mana yah?
ini bhiku ato umat ?
pengertiannya dalem banget
 
KK Singthung dahsyat d...

Dari Vihara mana kk?
 
kl menurut g tuh, karena bayi yang baru lahir tersebut memiliki karma baik maka terlahir di keluarga yang memiliki orang tua yang baik n kaya raya yg juga memiliki karma yang baik.
gampangnya kaya kita mau nyocokin frekwensi radio aj. jadi karma nya mesti connect baru bisa ketemu (-+ sama dengan penjelasan delf). karena yg saya tau, karma kita gak bisa di wariskan ke anak cucu kita. kita sendirilah yg menanggung semua karma2 kita.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.