• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

{txt} Beberapa cerita .....

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Sigma
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
Astronot pertama yang mendarat di bulan, Neil Armstrong, selain mengucapkan ‘Satu langkah kecil untuk manusia, satu lompatan besar untuk kemanusiaan’, sebenarnya juga mengucapkan ‘Anda beruntung Mr Gorsky’ ketika menapakkan kakinya di bulan.
Banyak orang yang penasaran apa maksud dari ucapannya ‘Anda beruntung Mr Gorsky', mengingat tidak ada nama Gorsky di NASA maupun familinya. Tapi Neil Armstrong hanya tersenyum saja setiap kali ditanya. Setelah 26 tahun kemudian, baru ia mau buka mulut, karena toh Mr Gorsky telah meninggal dunia.
Keluarga Mr. Gorsky tinggal bersebelahan dengan rumah Neil Armstrong waktu masih anak-anak. Seperti biasa di hari libur Neil bermain baseball dengan teman-temannya di halaman belakang. Suatu saat bola yang dipukul mendarat di bawah jendela kamar Mr Gorsky.
Neil lari mengejar dan ketika sedang membungkuk mau mengambil bola tersebut, ia mendengar istri Mr Gorsky berteriak ke arah suaminya, “Apa, oral seks? Kamu ingin oral seks? Tunggu sampai anak sebelah pergi ke bulan, baru aku mau melakukan oral seks.”
 
Joni tersesat dan mengetuk sebuah rumah dengan harapan ia dapat tumpangan menginap. “Anda boleh menginap di lantai atas dengan catatan jangan mengganggu anak perempuan saya, atau Anda akan menerima akibatnya,” kata tuan rumah.
“Oke,” kata Joni. Ketika Joni melihat anak perempuan tuan rumah yang cantik dan seksi, ia sangat tertarik. Tapi mengingat ancaman ayahnya, Joni berpura-pura tak acuh. Sayangnya Sari, nama anak perempuan tersebut, kelihatan sekali kalau juga tertarik sama Joni.
Malam semakin larut dan Joni tak bisa lagi menahan hasratnya. Terpikir bahwa tuan rumah sedang tidur pulas, ia mengetuk pintu kamar Sari dan merekapun melakukan hubungan terlarang dengan penuh gairah. Setelah itu Joni kembali ke kamarnya.
Pagi harinya, ketika bangun Joni merasa ada yang menindih dadanya. Ternyata sebuah batu dengan kertas bertuliskan ‘Siksaan I: Batu pada dada’. “Kalau cuma begini sih, siapa takut?” gumam Joni kemudian membuang batu ke luar jendela.
Begitu batu melewati jendela, Joni melihat tulisan yang ditempel dekat jendela berbunyi ‘Siksaan II: Batu diikatkan dengan tali ke testikel kiri’. Dengan panik Joni bangkit menuju jendela. Terpikir olehnya lebih baik patah tulang daripada dikebiri paksa, ia menerjunkan diri melompati jendela.
Pada saat itu baru terbaca tulisan di tanah yang berbunyi ‘Siksaan III: Testikel kanan diikatkan dengan tali pada kaki tempat tidur’.
 
Seekor gajah betina sedang istirahat di bawah pohon kelapa. Tak lama kemudian datang seekor monyet jantan menghampiri gajah. Lalu gajah minta tolong si monyet untuk dicarikan kutu di sekujur tubuhnya.
Sang monyet pun mulai mencari kutu dari kepala sampai ekor gajah. Ketika sampai di sekitar kemaluan si gajah, sang monyet terangsang dan mengalami ereksi. Karena tidak tahan akhirnya sang monyet melakukan penetrasi sementara si gajah betina sedang lelap tertidur.
Tiba-tiba angin tertiup kencang sehingga sebuah kelapa jatuh tepat di atas kepala si gajah betina. Gajah berteriak, "Aduuuh!"
Dengan bangganya sang monyet berkata, "Sakiiiit ya, Jah...."
 
Seorang dokter melihat pasiennya yang sedang membuat kopi, kemudian memasukkan sebutir obat kedalamnya. Dengan penasaran dokter bertanya kepada si pasien.
Dokter: "Obat apa yang kamu masukkan ke dalam kopimu?"
Pasien: "Obat penurun panas, biar kopinya cepat dingin."
 
Tiga perspektif tentang "BURUNG" lelaki:

1. GENTLEMAN! Karena selalu berdiri di hadapan cewek.
2. SNIPER! Karena selalu menembak malam-malam.
3. GOSIP! Karena selalu berpindah dari mulut ke mulut
 
Budaya ‘berpikir’ panjang orang Indonesia:
1. Semaksimal mungkin memperpanjang masa jabatan.
2. Para birokrat memperpanjang waktu pengurusan perijinan.
3. Semaksimal mungkin memperpanjang daftar kekayaan.
Itu baru sebagian, kalau diteruskan bisa-bisa memperpanjang masalah.
 
Seorang lelaki berbaring dalam keadaan sakit parah, bahkan hampir meninggal. Istrinya dengan setia menungguinya di sisi pembaringan. Si istri menggenggam tangannya dengan lembut dan sambil meneteskan air mata, ia membaca doa-doa.
Si suami membuka matanya, menatap istrinya dengan wajah sayu dan berkata dengan suara yang lemah, “Istriku sayang…”
“Ssshhh. Sudahlah Mas, jangan banyak bicara. Mas harus istirahat,” kata istrinya.
“Tapi… aku harus mengaku dan meminta maaf darimu,” kata si suami bersikeras. “Tidak ada yang perlu dikatakan, semuanya baik-baik saja. Sudah… tidurlah,” kata si istri dengan lembut.
“Aku harus mati dengan tenang,” kata si suami. “Karena itu aku harus mengaku kalau aku… aku pernah berselingkuh dengan adik perempuanmu, perempuan tetangga sebelah, dan juga dengan sahabatmu Ina. Belum lagi sekretaris di kantorku dan satu lagi adik perempuan seorang teman.”
“Saya tahu, saya tahu semuanya…,” kata si istri. “Karena itu aku memberimu racun…”
 
Di sebuah kafe, seorang lelaki untuk kesekian kalinya melihat seorang perempuan yang sama, yang sangat cantik dan berpakaian seksi, duduk sendirian. Setelah mengumpulkan semua keberaniannya, ia melangkah mendekati dan menyapanya.
Mereka pun berbincang-bincang kesana-kemari dan akhirnya si lelaki memberanikan diri untuk mengajak si perempuan menginap di hotel. Dengan sopan si perempuan menolak. “Mungkin Anda agak heran, perempuan dengan penampilan seperti saya, suka ke kafe malam-malam sendirian umumnya gampang diajak bersenang-senang. Tapi saya tidak. Saya akan menjaga kesucian saya sampai menemukan lelaki yang tepat.”
“Wah, apakah prinsip Anda itu tidak menyulitkan diri sendiri?” tanya si lelaki. “Bagi saya sendiri sih tidak masalah,” jawab si perempuan. “Tapi yang jelas suami saya jadi marah besar.”
 
Lady Immigration officer ask to Korean tourist, "What's your name?"
"Pak Yu," said the tourist.
Lady Immigration angry & shouted back, "Fuck you!"
"Now tell me your full name."
"Pak Yu Tu."
 
Seorang perempuan masuk ke dalam apotek sambil menggendong bayi. Ketika sedang menunggu resepnya selesai dikerjakan, perempuan tersebut melihat alat timbang badan untuk orang dewasa.
Ia menghampiri alat timbang tersebut, tapi kemudian tampak kebingungan. Seorang pegawai apotek yang melihatnya, menghampiri dan bertanya kenapa ia tampak bingung.
“Sebenarnya saya ingin menimbang bayi ini, tapi sepertinya bukan untuk bayi,” kata perempuan tersebut.
“Memang ini timbangan untuk orang dewasa. Tapi bisa kok dipakai untuk menimbang bayi. Caranya bayi dan ibunya naik ke atas timbangan, lalu dicatat berapa angkanya. Setelah itu Ibu naik ke timbangan sendirian dan dicatat angkanya. Saya bisa membantu menggendongkan bayinya. Nah, angka pertama dikurangi angka kedua, itulah berat bayi,” kata pegawai apotek.
“Tapi tetap saja tidak mungkin,” kata si perempuan.
“Lho, kenapa tidak?” tanya pegawai apotek.
“Karena saya bukan ibunya, tapi tantenya….”
 
Di sebuah stasiun, seorang lelaki duduk di ruang tunggu sambil kedua tangannya menggendong masing-masing satu bayi. Seorang perempuan tertarik dengan bayi tersebut dan menghampiri.
“Duh lucu sekali bayinya. Kembar ya?” tanyanya.
“Tidak tahu,” jawab si lelaki.
“Perempuan semua, lelaki semua atau satu lelaki satu perempuan?” tanya perempuan itu lagi.
“Tidak tahu,” jawab si lelaki.
“Mas ini bagaimana sih. Bapaknya kok nggak tahu apa-apa,” kata si perempuan sewot.
“Eh Mbak, saya ini bukan bapaknya. Enak aja nuduh, tanya dulu dong.”
“Lalu kedua bayi itu anak siapa?”
“Begini Mbak, saya kan bekerja sebagai sales sebuah produk kondom. Nah kedua bayi ini merupakan ‘keluhan’ dari pelanggan, yang harus saya bawa ke pabrik yang memproduksi kondom tersebut.”
 
Seorang perempuan sedang dalam proses melahirkan, dibantu oleh dokter kandungan. Tiba-tiba ia berhenti mengejan dan memanggil dokternya, “Dokter, tolong ya nanti ceritakan warna dari setiap bagian tubuh anak saya.”
“Lho kenapa?” tanya dokter dengan heran.
“Mmm, saya sebenarnya aktris porno dan anak ini saya dapatkan ketika main dalam blue film. Saya tidak tahu persis siapa ayahnya,” kata perempuan tersebut. Dokter mengangguk mengerti.
Akhirnya ketika kepala si bayi keluar, dokter berkata, “Nah kepala bayi sudah mulai muncul, warna rambutnya pirang. Apakah di film itu ada aktor bulenya?”
“Ada Dok, makasih.”
“Wah, kulit mukanya agak pucat dan matanya sipit. Apakah ada aktor Cinanya juga?”
“Ada Dok, ada…”
“Sekarang keluar dada dan kedua tangannya. Kok warnanya hitam. Ada aktor negronya ya?”
“Iya, ada…”
“Nah, sekarang kakinya. Warnanya coklat sawo matang. Ada orang Indonesianya rupanya.”
“Oh ya…”
Setelah seluruh tubuh bayi keluar, dokter memukul pantatnya dan keluarlah suara tangisnya, “Ooeeeee…..”
“Terimakasih Tuhan. Aku kira tadi ia akan menyalak,” desah si ibu baru.
 
Anda pasti pernah membaca iklan kontak jodoh yang dikirim oleh perempuan. Hati-hati, banyak arti tersembunyi dalam iklan tersebut.
Jika ia menulis berusia 30-an, artinya 38 tahun.
Suka petualangan, artinya gonta-ganti pacar sebanyak yang tak terbayangkan oleh Anda.
Atletis artinya dadanya rata.
Wajah rata-rata, artinya jelek.
Terpelajar, artinya drop out.
Emosi stabil, artinya minum obat penenang dari dokter jiwa.
Trendi, artinya seluruh tubuhnya berbulu dan dicat warna warni.
Lugu, artinya suka lampu mati dan hanya posisi misionari.
Terbuka, artinya putus asa.
Romantis, artinya kelihatan cantik hanya kalau dilihat dengan cahaya lilin.
Tinggi dan berat proporsional, artinya tinggi besar.
Berjiwa muda, artinya memakai gigi palsu karena sudah ompong.
 
Seorang lelaki baru saja membuka sebuah toko miliknya. Ia menerima sebuah karangan bunga. Sayangnya kartu ucapan yang menyertai buket tersebut membuatnya merasa tidak enak juga, karena berbunyi, “Seiring duka cita yang mendalam.”
Ketika sedang kebingungan dengan apa yang diterimanya, telpon di ruangannya berdering, yang ternyata dari toko bunga yang telah mengiriminya buket. “Saya minta maaf karena telah terjadi kesalahan dalam pengiriman bunga, kartunya tertukar.”
Dengan lega si pemilik toko berkata, “Oh, nggak apa-apa. Saya mengerti kok. Dalam bisnis, hal-hal seperti ini bisa terjadi kapan saja.” Penelepon dari toko bunga berkata, “Masalahnya kartu untuk Anda terkirim ke upacara pemakaman.”
“Kalau boleh tahu, ucapan dalam kartu tersebut bagaimana bunyinya?” tanya pemilik toko.
“Selamat telah menemukan lokasi yang baru…”
 
Agus sedang bersiap-siap pergi ke rumah sakit untuk menjalani vasektomi ketika adik lelakinya, Anang, datang menghampiri bersama istrinya. Sambil menggendong anak pertamanya, Anang berkata, “Pikirkan lagi Kak.”
“Apalagi yang perlu dipikirkan. Tekadku sudah bulat,” kata Agus. Adiknya mencoba sekali untuk membujuknya. “Begitu divasektomi, Kakak tidak bisa punya anak. Nanti kalau sudah bertemu dengan jodoh Kakak, aku yakin Kakak akan ingin punya anak sendiri. Coba lihatlah keponakanmu ini…”
Karena Agus diam saja tidak mengomentari, Anang berkata, “Ayolah, aku ingin menjadi paman. Buatkan keponakan untukku.” Agus menatapnya dan bertanya, “Bener kamu menginginkan keponakan?” Anang mengangguk.
“Kamu sudah mendapatkannya. Yang kamu gendong itu…,” kata Agus.
 
Pak Guru memberikan tugas kepada murid-muridnya untuk membawa barang elektronik dan menjelaskannya di depan kelas. Keesokan harinya semua murid melaksanakan perintah Pak Guru.
Mini membawa walkman dan bercerita bahwa dengan alat itu orang bisa mendengarkan musik. “Bagus,” kata Pak Guru. “Lalu apa yang kamu bawa, Aldi?,” tanya Pak Guru kepada murid lainnya.
“Saya membawa blender untuk membuat jus dan membantu ibu menghancurkan bumbu untuk masakannya," kata Aldi. Pak Guru mengacungkan jempolnya, memuji keterangan yang diberikan Aldi.
Tiba-tiba Pak Guru menyadari hanya si Thole yang tidak membawa barang elektronik seperti yang diperintahkan. "Thole, kamu tidak membawa apa-apa?”
“Bawa kok Pak, ada di luar ruangan,” jawab Thole. Semua keluar ruangan dan melihat peralatan di rumah sakit yang digunakan untuk membantu pasien agar jantung dan paru-parunya tetap berfungsi.
“Hah, itu kan peralatan rumah sakit. Ayahmu tahu kalau kamu membawa peralatan itu?” tanya Pak Guru. Si Thole mengangguk mengiyakan. “Lalu apa katanya?” tanya Pak Guru.
“Aaaaaahhhhhh…,” jawab Thole.
 
Suatu sore si Thole bertanya kepada ayahnya, “Yah, darimana sih asalnya Thole.” Dalam hati ayah si Thole berkata datang juga saatnya untuk menerangkan hubungan lelaki dan perempuan dewasa.
Dengan hati-hati ayah Thole mula-mula bercerita tentang sepasang burung, kemudian pertemuan antara ayah Thole dan ibunya, perkimpoian mereka dan seterusnya sampai si Thole lahir.
Selesai bercerita, dengan bernafas lega si ayah menatap Thole, yang wajahnya berkerut menunjukkan ekspresi sama sekali tidak mengerti. “Ada yang aneh, Le?” tanya ayahnya.
“Semuanya aneh. Soalnya Bocel waktu ditanya darimana asalnya, dia jawab Tegal,” kata Thole.
 
Si Thole dan dua temannya sedang duduk-duduk di teras rumahnya sepulang sekolah. Sambil menunjuk mobil Mercy warna gading yang diparkir di rumah sebelah, si Bocel berkata, “Nanti kalau sudah besar, aku mau jadi dokter agar bisa beli mobil seperti itu.”
Teman satunya, si Kuncung menunjuk mobil satunya yang diparkir tidak jauh dari Mercy, lalu berkata, “Aku pengen jadi pengusaha sukses biar bisa Ferrari seperti itu.”
Si Thole memandang kedua temannnya dan berkata, “Kalau aku akan belajar bagaimana caranya menyedot titit orang dewasa.”
Kedua temannya tentu saja kaget mendengar omongan si Thole. Mereka memandangnya tak percaya dan juga jijik. Lalu si Thole melanjutkan, “Karena dengan cara itulah Tante In mendapatkan kedua mobil tersebut.”
 
Sorang polisi menangkap seorang pemalak yang juga peminum berat. Doi sangat meresahkan masyarakat di sekitarnya.
Polisi: "Kenapa kamu malak?"
Pemalak: "Terus terang, saya malak supaya dapat uang untuk beli minuman keras."
Polisi: "Lalu kenapa kamu minum?"
Pemalak: "Supaya dapat keberanian buat malak."
 
Rina (bangga): "Buyutku berperang melawan Napoleon. Kakekku berperang melawan orang Amerika. Dan ayahku berperang melawan orang Australia."
Arul (kalem): "Kayaknya keluargamu nggak pernah akur dengan orang lain deh…"
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.