singthung
IndoForum Junior E
- No. Urut
- 7164
- Sejak
- 21 Sep 2006
- Pesan
- 1.634
- Nilai reaksi
- 27
- Poin
- 48
Kelahiran dan Kematian
1. Latihan yang baik adalah bertanya kepada diri Anda sendiri dengan sungguh-sungguh,“Mengapa saya dilahirkan?” Tanyakan diri Anda sendiri dengan pertanyaan ini pada pagi hari, siang hari, dan malam hari... setiap hari.
2. Kelahiran dan kematian kita adalah satu hal. Anda tidak bisa mendapatkan yang satu tanpa yang lainnya. Terlihat agak lucu; bagaimana pada saat ada kematian, orang-orang menangis dan sedih; sedangkan pada saat ada kelahiran, orang-rang gembira dan senang. Itu hanyalah khayalan. Saya rasa jika Anda benar-benar ingin menangis, lebih baik melakukannya pada saat seseorang dilahirkan. Menangislah pada awalnya, karena bila tidak ada kelahiran, maka tidak akan ada kematian. Apakah Anda bisa mengerti hal ini?
3. Anda akan berpikir bahwa orang mengerti apa yang akan terjadi jika hidup di dalam kandungan seseorang. Betapa tidak nyaman! Bayangkan saja bila diam di dalam gubuk hanya sehari saja rasanya sudah sulit. Kunci semua pintu dan jendela, Anda sudah merasa tertekan. Jadi bagaimana rasanya tinggal di dalam kandungan seseorang selama sembilan bulan? Tapi Anda tetap mau dilahirkan kembali! Anda tahu ketidak nyamannya dalam kandungan, dan Anda masih mau menempelkan kepala di sana,untuk menaruh leher Anda di dalam jerat itu sekali lagi.
4. Mengapa kita dilahirkan? Kita dilahirkan agar kita tidak akan dilahirkan kembali.
5. Ketika seseorang tidak mengerti tentang kematian, hidup dapat menjadi sangat membingungkan.
6. Sang Buddha memberitahukan muridnya, Ananda, untuk melihat ketidak-kekalan,untuk melihat kematian dalam setiap nafas. Kita harus memahami kematian; kita harus mati agar dapat hidup. Apa artinya ini? Mati adalah jalan menuju akhir dari semua keraguan, semua pertanyaan kita, dan ada di sini dengan kenyataan saat ini. Anda tidak akan pernah mati besok. Anda harus mati sekarang. Dapatkah Anda melakukannya?Bila Anda dapat melakukannya, Anda akan tahu kedamaian tanpa pertanyaan lagi.
7. Kematian itu sedekat nafas kita.
8. Kalau Anda telah terlatih dengan benar, Anda tidak akan merasa ketakutan ketika jatuh sakit, juga tidak sedih jika seseorang meninggal. Ketika Anda pergi ke rumah sakit untuk menjalani perawatan, tanamkan di dalam pikiran jika Anda menjadi lebih sehat, itu bagus; dan jika Anda meninggal, itu juga bagus. Saya menjamin Anda bahwa bila dokter berkata kepada saya bahwa saya mengidap kanker dan akan mati beberapa bulan lagi, saya akan mengingatkan dokter itu, “Hati-hati, karena kematian juga akan datang menjemputmu. Ini hanya masalah siapa yang pergi duluan dan siapa yang pergi belakangan.” Dokter tidak dapat menyembuhkan kematian dan tidak dapat mencegah kematian. Hanya Buddha yang dapat disebut dokter, jadi kenapa tidak pergi dan menggunakan obat dari Buddha?
9. Jika Anda takut sakit, jika Anda takut mati, sebaiknya Anda merenungkan dari mana mereka berasal. Dari mana mereka datang? Mereka muncul dari kelahiran. Jadi jangan sedih bila seseorang meninggal. Itu adalah hal yang alami, dan penderitaanya dalam kehidupan ini berakhir. Jika Anda mau bersedih, bersedihlah pada saat orang dilahirkan: “Oh tidak, mereka datang lagi. Mereka akan menderita dan mati lagi!”
10. “Dia yang mengetahui” dengan jelas tahu bahwa semua keadaan yang berkondisi adalah tidak kekal. Jadi “Dia yang mengetahui” tidak akan menjadi senang atau sedih, karena tidak mengikuti perubahan kondisi. Untuk menjadi senang, adalah untuk dilahirkan; untuk menjadi kesal, adalah untuk mati. Setelah mati, kita lahir kembali; setelah dilahirkan, kita mati lagi. Kelahiran dan kematian dari satu momen ke momen berikutnya adalah putaran roda samsara yang tidak pernah berakhir.
Jasmani
11. Bila tubuh bisa berbicara, ia akan berkata kepada kita sepanjang hari, “Kamu bukan majikanku, kamu tahu.” Sebenarnya dia berkata kepada kita secara terus-menerus,tetapi dengan bahasa Dhamma. Jadi kita tidak dapat mengerti.
12. Kondisi bukan milik kita. Kondisi mengikuti jalan alaminya. Kita tidak bisa melakukan apapun tentang jalannya tubuh. Kita bisa mempercantiknya sedikit, membuatnya terlihat ceria dan bersih sejenak, seperti gadis muda yang memoles bibirnya dan membiarkan kukunya tumbuh panjang, tetapi ketika usia tua datang, semua orang akan mengalami kondisi yang sama. Itulah jalan tubuh kita. Kita tidak dapat mengubahnya dengan cara apapun juga. Apa yang kita bisa perbaiki dan percantik adalah pikiran.
13. Kalau tubuh ini benar-benar milik kita, pasti ia akan mematuhi perintah kita. Jika kita bilang, “Jangan jadi tua,” atau “Saya melarangmu untuk sakit,” apakah dia mematuhi kita? Tidak! Tubuh ini tidak peduli. Kita hanya menyewa “rumah” ini, tidak memilikinya. Kalau kita berpikir tubuh ini milik kita, kita akan menderita ketika harus meninggalkannya.
Tetapi dalam kenyataannya, tidak ada yang abadi, tidak ada yang tidak berubah atau tetap dimana kita bisa bergantung padanya.
Nafas
14. Ada orang yang lahir dan mati tanpa pernah sekalipun menyadari nafas masuk dan keluar dari tubuhnya. Itu menunjukkan betapa jauhnya mereka hidup dari dirinya sendiri.
15. Waktu adalah nafas kita saat ini.
16. Anda berkata bahwa Anda terlalu sibuk untuk bermeditasi. Apakah Anda punya waktu untuk bernafas? Meditasi adalah nafas Anda. Mengapa Anda punya waktu untuk bernafas tetapi tidak punya waktu untuk bermeditasi? Bernafas adalah sesuatu yang penting dalam kehidupan seseorang. Jika Anda melihat bahwa latihan Dhamma penting bagi hidup Anda, maka Anda akan merasa bahwa bernafas dan berlatih Dhamma adalah sama pentingnya.
Dhamma
17. Apa Dhamma itu? Tidak ada yang bukan (Dhamma).
18. Bagaimana Dhamma mengajarkan cara hidup yang semestinya? Dhamma menunjukkan bagaimana cara kita hidup. Dhamma mempunyai banyak cara untuk menunjukkannya. Melalui karang atau pohon atau apa saja yang ada di depan Anda. Sebuah pengajaran tanpa kata-kata. Maka tenangkan pikiran, hati, dan belajar memperhatikan. Anda akan menemukan keseluruhan Dhamma muncul dengan sendirinya di sini dan sekarang.Kapan dan dimana lagi Anda hendak mencarinya?
19. Pertama Anda mengerti Dhamma dengan pikiran Anda. Jika Anda sudah mulai mengerti, Anda akan melatih Dhamma. Jika Anda melatihnya, Anda akan mulai melihatnya. Ketika Anda melihatnya, Andalah Dhamma tersebut dan Anda telah memperoleh kebahagiaan dari Buddha.
20. Dhamma harus ditemukan dengan melihat ke dalam hati Anda sendiri, dan melihat mana yang benar dan mana yang salah, mana yang seimbang dan mana yang tidak seimbang.
21. Hanya ada satu keajaiban yang sesungguhnya, keajaiban Dhamma. Keajaiban yang lain seperti ilusi dari sebuah permainan kartu sulap. Ilusi mengalihkan kita dari permainan yang sesungguhnya: hubungan kita dengan kehidupan manusia, kelahiran, kematian,dan kebebasan.
22. Apapun yang Anda lakukan, buatlah menjadi Dhamma. Jika Anda tidak merasa baik,lihat ke dalam diri Anda. Jika Anda tahu itu salah tetapi tetap melakukannya, itu adalah kekotoran batin.
23. Sungguh sulit menemukan mereka yang mendengarkan Dhamma, yang mengingat Dhamma dan melaksanakannya, yang mencapai Dhamma dan melihatnya.
24. Semuanya adalah Dhamma bila kita memiliki perhatian penuh. Ketika kita melihat binatang berlari dari bahaya, kita melihat bahwa mereka seperti kita. Mereka melarikan diri dari penderitaan dan mencari kebahagiaan. Mereka juga memiliki rasa takut.Mereka takut akan kehidupannya seperti juga kita. Ketika kita melihatnya menurut kebenaran, kita melihat bahwa semua binatang dan manusia tidak berbeda. Kita semua adalah rangkaian dari kelahiran, usia tua, kesakitan, dan kematian.
25. Tanpa menghiraukan waktu dan tempat, keseluruhan pelaksanaan Dhamma menuju ke arah penyelesaian di tempat yang tidak ada apa-apa. Itu adalah tempat untuk melepaskan, kekosongan, untuk meletakkan beban. Ini adalah akhir.
26. Dhamma berada tidak jauh. Benar-benar dekat kita. Dhamma bukanlah tentang malaikat di langit atau sesuatu seperti itu. Dhamma adalah tentang kita, tentang apa yang sedang kita lakukan sekarang. Amati diri Anda sendiri. Kadang-kadang ada kebahagiaan, kadang penderitaan, kadang nyaman, kadang sakit ...ini inilah Dhamma.Apakah Anda melihatnya? Untuk mengetahui Dhamma, Anda harus membaca pengalaman-pengalaman Anda.
27. Sang Buddha menginginkan kita untuk berhubungan dengan Dhamma, tetapi orang-orang hanya berhubungan dengan kata-kata, buku-buku, dan kitab suci. Ini hanya menghubungkan dengan apa yang disebut “tentang” Dhamma, dan bukan berhubungan dengan Dhamma yang “asli” seperti yang diajarkan oleh Guru Agung kita. Bagaimana mereka dapat berkata bahwa mereka telah berlatih dengan benar dan semestinya, jika hanya melakukan itu? Jalan mereka masih jauh sekali.
28. Ketika Anda mendengarkan Dhamma, Anda harus membuka hati Anda dan menempatkan diri di tengah hati. Jangan mencoba untuk mengumpulkan apa yang Anda dengar atau berusaha keras untuk memahami apa yang Anda dengar melalui ingatan. Biarkan Dhamma mengalir ke dalam hati Anda sampai menampakkan dirinya sendiri, dan teruslah membuka diri ke arah aliran itu pada saat ini. Apa yang seharusnya dipahami akan Anda pahami dengan sendirinya, tidak melalui usaha keras yang Anda tetapkan.
29. Juga ketika Anda menguraikan Dhamma, Anda tidak boleh memaksakan diri. Uraian Dhamma harus terjadi dengan sendirinya dan harus mengalir secara spontan pada saat dan di lingkungan yang ada sekarang. Setiap orang mempunyai kemampuan untuk menerima pengetahuan dengan tingkatan yang berbeda, dan ketika Anda berada pada tingkatan yang sama, aliran Dhamma akan terjadi. Sang Buddha mempunyai kemampuan untuk mengetahui temperamen dan kemampuan seseorang untuk menerima ajaran. Beliau menggunakan metode spontan yang sama dalam mengajar. Itu bukan karena Buddha memiliki kemampuan supranatural untuk mengajar, tetapi karena Beliau lebih sensitif terhadap kebutuhan batin dari orang-orang yang datang kepadaNya. Jadi Beliau mengajar sesuai kebutuhan orang tersebut.
Hati dan Pikiran
30. Hanya ada satu buku yang patut dibaca: hati.
31. Buddha mengajarkan kita bahwa apapun yang membuat pikiran kita menderita di dalam latihan artinya mengenai sasaran. Kekotoran batin adalah penderitaan. Bukan pikiran yang menderita! Kita tidak tahu apa isi pikiran dan kekotoran batin kita. Terhadap apapun yang kita rasa tidak puas, kita tidak akan mau berurusan lagi dengan hal itu.Sebenarnya jalan hidup kita tidaklah sulit. Yang sulit adalah menjadi orang yang tidak puas, tidak bisa menerima. Kekotoran batin adalah kesulitan yang sebenarnya.
32. Dunia berada dalam bagian yang sangat tergesa-gesa. Pikiran berubah dari suka menjadi tidak suka dengan segala tergesa-gesaan yang ada di dunia. Jika kita bisa belajar untuk membuat pikiran tenang, itu akan menjadi bantuan yang sangat hebat bagi dunia.
33. Bila pikiran Anda senang, maka Anda pun akan senang kemana pun Anda pergi. Ketika kebijaksanaan muncul dalam diri Anda, Anda akan menemukan kebenaran kemana pun Anda melihat. Kebenaran itu ada dimana-mana. Sama halnya bila Anda telah belajar membaca, Anda dapat membaca dimana saja.
34. Jika Anda merasa alergi pada ke suatu tempat, Anda akan merasa alergi di semua tempat. Namun bukan tempat di luar Anda yang menyebabkan masalah, melainkan “tempat” di dalam Anda.
35. Lihatlah pikiran Anda sendiri. Orang yang membawa benda mengira dia mempunyai benda, tetapi orang yang melihatnya hanya melihat beban berat. Buanglah seluruh benda, hilangkan, dan temukan keringanan.
36. Pada hakikatnya, pikiran itu tenang. Di luar ketenangan ini, kegelisahan dan keraguan muncul. Jika seseorang melihat dan mengetahui adanya keraguan, maka pikiran menjadi tenang lagi.
37. Agama Buddha adalah agama hati. Hanya itu. Seseorang yang melatih hatinya adalah orang yang melatih ajaran Buddha.
38. Ketika cahaya redup, tidaklah mudah untuk menemukan jaring laba-laba tua di sudut ruangan. Tetapi ketika cahaya terang, Anda dapat melihatnya dengan jelas dan dapat membersihkannya. Ketika pikiran Anda terang, Anda akan dapat melihat kekotoran batin dengan jelas, dan juga membersihkannya.
39. Menguatkan pikiran tidak dapat dilakukan dengan mengerakkannya seperti menguatkan tubuh, tetapi dengan membuatnya diam, beristirahat.
40. Karena orang tidak melihat dirinya sendiri, mereka bisa melakukan segala jenis perbuatan buruk. Mereka tidak melihat pikirannya sendiri. Ketika orang akan melakukan perbuatan buruk, mereka akan memastikan ke sekeliling dahulu untuk melihat apakah ada orang lain yang melihat: “Apakah ibu saya akan melihat?” “Apakah suami saya akan melihat?” “Apakah anak-anak akan melihat?” “Apakah istri saya akan melihat?” Bila tidak ada yang melihat, maka mereka akan melakukan perbuatan buruknya. Ini namanya mempermalukan diri sendiri. Mereka mengatakan tidak ada yang melihat, jadi mereka segera menyelesaikan perbuatan buruknya sebelum orang lain melihat. Dan bagaimana dengan dirinya sendiri? Bukankah ada “seseorang” yang memperhatikan?
41. Gunakan hatimu untuk mendengarkan ajaran, bukan telingamu.
42. Ada orang yang melakukan perang terhadap kekotoran batinnya sendiri dan menaklukkannya. Ini namanya perang batin. Mereka yang berperang secara fisik,mengambil bom dan pistol untuk dilempar dan ditembak. Mereka menaklukkan dan ditaklukkan. Menaklukkan orang lain adalah jalan dunia ini. Dalam melaksanakan Dhamma kita tidak perlu berperang dengan orang lain, melainkan menaklukkan pikiran sendiri, dengan sabar menyingkirkan semua suasana hati.
43. Dari mana hujan datang? Hujan datang dari semua air kotor yang menguap dari bumi, seperti air seni dan air yang Anda buang setelah membersihkan kaki. Bukankah mengagumkan, bagaimana langit dapat mengambil air kotor dan mengubahnya menjadi air murni, air bersih? Pikiran Anda dapat melakukan hal yang sama terhadap kekotoran batin bila Anda membiarkannya bertindak.
44. Sang Buddha berkata untuk hanya menilai diri sendiri dan tidak menilai orang lain,tidak peduli seberapa pun baik atau buruknya orang tersebut. Sang Buddha menunjukkan hal ini dengan berkata, “Kebenaran adalah seperti ini.” Sekarang, apakah pikiranmu seperti itu atau tidak?
Ketidak-kekalan
45. Kondisi ada melalui perubahan. Anda tidak dapat mencegahnya. Coba pikirkan,dapatkah Anda mengeluarkan nafas tanpa menghirupnya? Apakah itu terasa enak? AtauAnda hanya menarik nafas tanpa mengeluarkannya? Kita ingin agar segala sesuatu kekal, tetapi tidak bisa. Itu mustahil.
46. Jika Anda tahu bahwa segala sesuatu tidak kekal, semua pemikiranmu berangsur-angsur akan terbuka, maka Anda tidak perlu berpikir terlalu banyak. Ketika yang lain muncul, yang perlu Anda katakan adalah “Oh, satu lagi!” Hanya itu.
47. Pembicaraan yang mengabaikan ketidak-kekalan bukanlah pembicaraan dari orang bijaksana.
48. Jika Anda benar-benar melihat ketidak-pastian dengan jelas, Anda akan melihat mana yang pasti. Yang pasti adalah bahwa segala sesuatu tidak terelakkan dari ketidak- pastian,tidak mungkin sebaliknya. Apakah Anda mengerti? Hanya dengan memahami hal ini,Anda dapat memahami Buddha, Anda dapat langsung melakukan penghormatan kepada-Nya.
49. Bila pikiran Anda mencoba memberitahu bahwa Anda telah mencapai tingkat kesucian Sotapanna, pergi dan menghormatlah pada seorang Sotapanna. Dia akan memberitahumu bahwa semua tidak kekal. Jika Anda bertemu seorang Sakadagami, pergi dan beri hormat kepadanya. Ketika dia melihatmu, dia akan berkata,”Bukan sesuatu yang dapat dipastikan!” Jika ada seorang Anagami, pergi dan menghormatlah.Dia hanya akan memberitahumu satu hal, “Tidak kekal!” Bahkan jika Anda bertemu seorang Arahat, pergi dan menghormatlah. Dia akan mengatakan kepada Anda dengan lebih tegas,”Ini bahkan lebih tidak pasti!” Lalu kamu akan mendengar kata-kata Buddha: “Segala sesuatu tidak kekal. Jangan bergantung pada apapun!”
50. Kadang saya pergi untuk melihat peninggalan keagamaan dan vihara-vihara kuno. Di beberapa te mpat pasti ada yang retak. Mungkin salah satu teman saya akan berkata,"Sungguh sayang bukan? Ada retakan.” Saya akan menjawab, “Kalau tidak ada yang retak, maka juga tidak ada hal seperti Buddha. Juga tidak akan ada Dhamma. Ada yang retak justru karena ini benar-benar sejalan dengan ajaran Buddha.”
51. Semua kondisi berjalan sesuai dengan jalannya sendiri. Walaupun kita tertawa atau menangis, semuanya tetap berjalan sesuai dengan jalannya sendiri. Dan tidak ada ilmu pengetahuan yang bisa mencegah jalan alami ini. Anda mungkin pergi ke dokter gigi untuk memeriksa gigi. Walaupun dokter gigi bisa mengobatinya, pada akhirnya gigi tersebut tetap akan berjalan sesuai dengan jalannya juga. Bahkan dokter gigi pun akan mengalami hal yang sama. Semuanya akan seperti itu pada akhirnya.
52. Apa yang bisa kita ambil untuk sebuah kepastian? Tidak ada, semua hanya perasaan. Penderitaan muncul, tinggal dan pergi. Lalu kebahagiaan muncul menggantikan penderitaan – hanya itu. Di luar itu, tidak ada apa-apa. Tetapi kita justru berlari dan berpegang pada perasaan terus-menerus. Perasaan tidaklah nyata, perubahanlah yang nyata.
Kamma
53. Ketika orang yang tidak mengerti Dhamma melakukan hal yang tidak seharusnya,mereka akan melihat ke sekeliling untuk memastikan bahwa tidak ada seorang pun melihatnya. Tetapi kamma kita selalu melihat. Kita tidak pernah benar-benar bisa kabur dari apapun.
54. Perbuatan baik menimbulkan hasil yang baik, perbuatan buruk menimbulkan hasil yang buruk. Jangan mengharapkan para dewa melakukan sesuatu untukmu, atau malaikat dan dewa penjaga melindungimu, atau hari yang menguntungkan untuk menolongmu. Karena semua hal ini tidak benar. Jangan percaya padanya. Jika Anda percaya, Anda akan penderita. Anda akan selalu menunggu hari yang tepat, bulan yang tepat, tahun yang tepat, para malaikat atau dewa penolong. Anda akan menderita walau hanya dengan cara itu. Lihatlah dalam perbuatan dan ucapan Anda, dalam kamma Anda sendiri. Melakukan perbuatan baik, Anda akan mewarisi kebaikan; melakukan perbuatan buruk, Anda akan mewarisi keburukan.
55. Melalui latihan benar, Anda membiarkan kamma lampau keluar dengan sendirinya. Mengetahui bagaimana semua ini muncul dan pergi, Anda hanya bisa mewaspadai dan membiarkan (kamma) berlari di jalurnya. Seperti mempunyai dua pohon, jika Anda memberi pupuk dan air pada satu pohon dan tidak mengurusi pohon yang lain, tidak akan ada pertanyaan mana yang akan tumbuh dan mana yang akan mati.
56. Beberapa dari Anda telah datang dari tempat yang beribu-ribu mil jauhnya, dari Eropa,Amerika, dan tempat lainnya untuk mendengarkan Dhamma di sini, di Vihara Nong Pah Pong. Berpikir bahwa Anda telah datang dari tempat yang sangat jauh dan melewati banyak rintangan untuk ke sini. Lalu berpikir bahwa ada orang-orang yang tinggal hanya di luar tembok ini tetapi belum pernah memasuki pagar vihara ini. Ini membuat Anda semakin menghargai kamma baik, bukan?
57. Ketika Anda melakukan perbuatan buruk, tidak ada tempat bagi Anda untuk bersembunyi. Bahkan jika orang lain tidak melihat, kamu dapat melihat diri Anda sendiri. Bahkan jika Anda masuk ke dalam lubang yang dalam, Anda tetap akan menemui dirimu sendiri di sana. Tidak mungkin Anda melakukan perbuatan buruk dan kabur darinya. Dengan cara yang sama, mengapa Anda tidak melihat kesucian sendiri?Anda akan melihat semuanya. Kedamaian, pergolakan, kebebasan, keterikatan. Anda akan melihat ini semua untuk diri Anda sendiri.
Latihan Meditasi
58. Kalau Anda ingin menunggu untuk bertemu Buddha yang akan datang, maka jangan berlatih. Anda mungkin akan berkeliling cukup lama untuk me lihat Buddha ketika Beliau datang.
59. Saya mendengar banyak orang berkata,”Oh, tahun ini adalah tahun yang buruk bagi saya.” “Bagaimana bisa?” “Saya sakit sepanjang tahun,” jawabnya. “Saya tidak dapat latihan meditasi sama sekali.” Oh! Kalau mereka tidak berlatih ketika kematian sudah dekat, kapan mereka bisa latihan lagi? Kalau mereka sehat, apakah Anda pikir mereka akan berlatih? Tidak. Mereka hanya akan tenggelam dalam kebahagiaan. Kalau mereka menderita, mereka tetap tidak berlatih. Mereka akan kehilangan kesempatan pula. Saya tidak tahu kapan mereka akan berpikir untuk berlatih.
60. Saya telah menetapkan jadwal dan peraturan vihara. Jangan melewati batas yang telah ada. Siapapun yang melanggar bukanlah orang yang datang dengan niat untuk sungguh sungguh berlatih. Apa yang diharapkan orang tersebut? Walaupun dia tidur dekat saya setiap hari, dia tidak akan melihat saya. Walaupun dia tidur dekat Buddha, dia tidak akan melihat Buddha; jika dia tidak berlatih.
61. Jangan pernah berpikir bahwa hanya dengan duduk dan mata ditutup berarti telah berlatih meditasi. Jika kamu berpikir seperti itu, maka segera ubah pemikiranmu.Latihan yang mantap adalah menjaga kesadaran pikiran di setiap sikap badan, apakah duduk, berjalan, berdiri, atau berbaring. Ketika selesai duduk, jangan berpikir bahwa Anda telah keluar dari meditasi tetapi berpikirlah Anda hanya mengubah sikap badan. Bila Anda dapat melakukan dengan cara ini, Anda akan mendapatkan kedamaian. Dimanapun Anda berada, Anda akan mempunyai kebiasaan berlatih dalam diri secara bertahap. Anda akan mempunyai kesadaran yang mantap dalam diri Anda.
62. “Sebelum saya mencapai Penerangan Sempurna, saya tidak akan beranjak dari tempat ini, walaupun darah saya mengering.” Anda telah membaca kalimat ini di dalam buku, dan mungkin akan berpikir untuk mencobanya sendiri. Anda akan melakukan hal yang sama seperti Buddha. Tetapi Anda belum mempertimbangkan bahwa kendaraan Anda hanya kendaraan kecil. Kendaraan Buddha adalah kendaraan besar. Buddha dapat melakukannya secara serentak pada saat bersamaan. Dengan kendaraan Anda yang terbatas dan kecil, bagaimana mungkin Anda dapat menanggungnya secara serentak? Ini semuanya adalah cerita yang berbeda.
63. Saya pergi berkelana untuk mencari tempat meditasi. Saya tidak menyadari bahwa tempat itu sudah tersedia, di hati saya. Segala meditasi telah ada dalam dirimu. Kelahiran, usia tua, penyakit, dan kematian ada dalam dirimu. Saya berkeliling ke segala penjuru sampai jatuh dalam kepenatan. Saat itu, ketika berhenti, saya menemukan apa yang selama ini saya cari, ada di... dalam diri saya.
64. Kita tidak bermeditasi untuk melihat surga tetapi untuk mengakhiri penderitaan.
65. Jangan melekat pada penglihatan atau cahaya dalam meditasi, jangan bangun dan jatuh karenanya pula. Apa yang hebat dari cahaya? Senter saya memiliki cahaya. Cahaya tidak dapat menolong kita untuk lepas dari penderitaan.
66. Anda buta dan tuli tanpa meditasi. Dhamma tidak mudah untuk dilihat. Anda harus bermeditasi untuk melihat apa yang tidak pernah Anda lihat. Apakah Anda terlahir sebagai guru? Tidak. Anda harus belajar terlebih dahulu. Lemon terasa asam hanya bila Anda telah mencicipinya.
67. Ketika duduk bermeditasi, katakanlah “Itu bukan urusan saya!” pada segala pikiran yang muncul.
68. Ketika merasa malas, kita harus berlatih dan tidak hanya ketika merasa bersemangat atau pada saat suasana hati mendukung. Ini merupakan latihan menurut ajaran Buddha. Menurut diri kita sendiri, kita berlatih hanya saat suasana hati baik. Bagaimana kita dapat maju? Bagaimana kita dapat memutus aliran kekotoran batin bila kita berlatih hanya menurut cara kita yang seperti itu?
69. Apapun yang kita lakukan, kita harus selalu melihat diri kita sendiri. Membaca buku tidak akan pernah membangkitkan apapun. Hari terus berlalu, tetapi kita tidak melihat diri kita sendiri. Memahami latihan adalah berlatih untuk memahami.
70. Tentu saja terdapat berbagai teknik meditasi, tetapi semua akan kembali ke sini, biarkan semua seperti apa adanya. Datanglah ke sini, tenang dan bebas dari perseteruan. Mengapa Anda tidak mencobanya?
71. Hanya berpikir mengenai latihan seperti memancing dalam bayangan dan menghilangkan maknanya.
72. Ketika saya telah berlatih selama beberapa tahun, saya tetap belum dapat mempercayai diri sendiri. Tetapi setelah saya mendapat banyak pengalaman, saya belajar untuk mempercayai hati saya sendiri. Ketika Anda telah memiliki pengertian yang mendalam, apapun yang terjadi, Anda dapat merasakan semuanya terjadi, semuanya hanya datang dan pergi. Anda akan mencapai suatu titik dimana hati akan berkata sendiri apa yang harus Anda lakukan.
73. Dalam latihan meditasi, sebenarnya adalah lebih buruk terjebak dalam keheningan dibandingkan terjebak dalam kegelisahan, karena pada akhirnya Anda akan ingin membebaskan diri dari kegelisahan tersebut, sebaliknya Anda akan terpaku dalam keheningan dan tidak berlatih lebih lanjut. Ketika kebahagiaan muncul dengan jelas dalam latihan Vipassana tersebut, jangan melekat padanya.
74. Meditasi hanya mengenai pikiran dan perasaan. Meditasi bukan sesuatu yang perlu dikejar atau diperjuangkan. Bernafas secara terus menerus selama bekerja. Alam telah menjaga proses alami. Yang perlu kita lakukan hanyalah mencoba untuk sadar, secara batin melihat dengan jelas. Meditasi adalah seperti itu.
75. Tidak berlatih dengan benar adalah seperti tanpa perhatian. Perhatian yang tidak terpusat sama seperti mati. Tanyakan diri Anda sendiri apakah Anda mempunyai waktu untuk berlatih ketika Anda mati? Tanyakan terus pada diri Anda, “Kapan saya akan mati?” Ketika kita merenung dengan cara ini, pikiran akan waspada setiap saat, pikiran yang penuh perhatian akan selalu hadir, dan kesadaran penuh akan mengikuti secara otomatis. Kebijaksanaan akan muncul, melihat segala sesuatu seperti apa adanya dengan jelas. Kesadaran menjaga pikiran sehingga mengetahui ketika sensasi muncul setiap saat, siang dan malam. Memiliki kesadaran menimbulkan ketenangan. Menjaga ketenangan adalah dengan pikiran terpusat. Bila pikiran seseorang terpusat, maka ia telah berlatih dengan benar.
76. Dasar dalam latihan kita, yang utama, haruslah selalu jujur dan lurus, --kedua, selalu waspada terhadap perbuatan salah; --ketiga, selalu rendah hati terhadap orang lain, tak banyak bicara, dan mudah puas (tidak memiliki banyak keinginan). Bila kita dapat puas dengan hal kecil saat berbicara dan hal lainnya, kita akan melihat diri kita sendiri, kita tidak akan terganggu. Pikiran akan mempunyai dasar kemoralan (sila), konsentrasi(samadhi), dan kebijaksanaan (panna).
77. Pada awalnya, Anda tergesa-gesa untuk maju, tergesa-gesa untuk kembali, dan tergesagesa untuk berhenti. Anda terus berlatih seperti ini sampai mencapai suatu tahap dimana bukan maju, bukan kembali, dan juga bukan berhenti! Selesai. Dimana tidak ada pemberhentian, tidak maju, dan tidak kembali. Itu telah selesai. Di saat itu, Anda akan menemukan bahwa segalanya hampa.
78. Ingatlah bahwa Anda tidak bermeditasi untuk “mendapatkan” sesuatu, tetapi untuk “melepaskan” sesuatu. Kita melakukan meditasi, tanpa keinginan, tetapi dengan membiarkannya hilang. Bila Anda “menginginkan” sesuatu, Anda tidak akan mendapatkannya.
79. Inti dari Sang Jalan cukup mudah. Tidak ada yang perlu dijelaskan panjang lebar. Lepaskan cinta dan benci, juga biarkan segalanya berjalan seperti apa adanya. Itulah yang telah saya lakukan selama ini dalam latihan.
bersambung...
1. Latihan yang baik adalah bertanya kepada diri Anda sendiri dengan sungguh-sungguh,“Mengapa saya dilahirkan?” Tanyakan diri Anda sendiri dengan pertanyaan ini pada pagi hari, siang hari, dan malam hari... setiap hari.
2. Kelahiran dan kematian kita adalah satu hal. Anda tidak bisa mendapatkan yang satu tanpa yang lainnya. Terlihat agak lucu; bagaimana pada saat ada kematian, orang-orang menangis dan sedih; sedangkan pada saat ada kelahiran, orang-rang gembira dan senang. Itu hanyalah khayalan. Saya rasa jika Anda benar-benar ingin menangis, lebih baik melakukannya pada saat seseorang dilahirkan. Menangislah pada awalnya, karena bila tidak ada kelahiran, maka tidak akan ada kematian. Apakah Anda bisa mengerti hal ini?
3. Anda akan berpikir bahwa orang mengerti apa yang akan terjadi jika hidup di dalam kandungan seseorang. Betapa tidak nyaman! Bayangkan saja bila diam di dalam gubuk hanya sehari saja rasanya sudah sulit. Kunci semua pintu dan jendela, Anda sudah merasa tertekan. Jadi bagaimana rasanya tinggal di dalam kandungan seseorang selama sembilan bulan? Tapi Anda tetap mau dilahirkan kembali! Anda tahu ketidak nyamannya dalam kandungan, dan Anda masih mau menempelkan kepala di sana,untuk menaruh leher Anda di dalam jerat itu sekali lagi.
4. Mengapa kita dilahirkan? Kita dilahirkan agar kita tidak akan dilahirkan kembali.
5. Ketika seseorang tidak mengerti tentang kematian, hidup dapat menjadi sangat membingungkan.
6. Sang Buddha memberitahukan muridnya, Ananda, untuk melihat ketidak-kekalan,untuk melihat kematian dalam setiap nafas. Kita harus memahami kematian; kita harus mati agar dapat hidup. Apa artinya ini? Mati adalah jalan menuju akhir dari semua keraguan, semua pertanyaan kita, dan ada di sini dengan kenyataan saat ini. Anda tidak akan pernah mati besok. Anda harus mati sekarang. Dapatkah Anda melakukannya?Bila Anda dapat melakukannya, Anda akan tahu kedamaian tanpa pertanyaan lagi.
7. Kematian itu sedekat nafas kita.
8. Kalau Anda telah terlatih dengan benar, Anda tidak akan merasa ketakutan ketika jatuh sakit, juga tidak sedih jika seseorang meninggal. Ketika Anda pergi ke rumah sakit untuk menjalani perawatan, tanamkan di dalam pikiran jika Anda menjadi lebih sehat, itu bagus; dan jika Anda meninggal, itu juga bagus. Saya menjamin Anda bahwa bila dokter berkata kepada saya bahwa saya mengidap kanker dan akan mati beberapa bulan lagi, saya akan mengingatkan dokter itu, “Hati-hati, karena kematian juga akan datang menjemputmu. Ini hanya masalah siapa yang pergi duluan dan siapa yang pergi belakangan.” Dokter tidak dapat menyembuhkan kematian dan tidak dapat mencegah kematian. Hanya Buddha yang dapat disebut dokter, jadi kenapa tidak pergi dan menggunakan obat dari Buddha?
9. Jika Anda takut sakit, jika Anda takut mati, sebaiknya Anda merenungkan dari mana mereka berasal. Dari mana mereka datang? Mereka muncul dari kelahiran. Jadi jangan sedih bila seseorang meninggal. Itu adalah hal yang alami, dan penderitaanya dalam kehidupan ini berakhir. Jika Anda mau bersedih, bersedihlah pada saat orang dilahirkan: “Oh tidak, mereka datang lagi. Mereka akan menderita dan mati lagi!”
10. “Dia yang mengetahui” dengan jelas tahu bahwa semua keadaan yang berkondisi adalah tidak kekal. Jadi “Dia yang mengetahui” tidak akan menjadi senang atau sedih, karena tidak mengikuti perubahan kondisi. Untuk menjadi senang, adalah untuk dilahirkan; untuk menjadi kesal, adalah untuk mati. Setelah mati, kita lahir kembali; setelah dilahirkan, kita mati lagi. Kelahiran dan kematian dari satu momen ke momen berikutnya adalah putaran roda samsara yang tidak pernah berakhir.
Jasmani
11. Bila tubuh bisa berbicara, ia akan berkata kepada kita sepanjang hari, “Kamu bukan majikanku, kamu tahu.” Sebenarnya dia berkata kepada kita secara terus-menerus,tetapi dengan bahasa Dhamma. Jadi kita tidak dapat mengerti.
12. Kondisi bukan milik kita. Kondisi mengikuti jalan alaminya. Kita tidak bisa melakukan apapun tentang jalannya tubuh. Kita bisa mempercantiknya sedikit, membuatnya terlihat ceria dan bersih sejenak, seperti gadis muda yang memoles bibirnya dan membiarkan kukunya tumbuh panjang, tetapi ketika usia tua datang, semua orang akan mengalami kondisi yang sama. Itulah jalan tubuh kita. Kita tidak dapat mengubahnya dengan cara apapun juga. Apa yang kita bisa perbaiki dan percantik adalah pikiran.
13. Kalau tubuh ini benar-benar milik kita, pasti ia akan mematuhi perintah kita. Jika kita bilang, “Jangan jadi tua,” atau “Saya melarangmu untuk sakit,” apakah dia mematuhi kita? Tidak! Tubuh ini tidak peduli. Kita hanya menyewa “rumah” ini, tidak memilikinya. Kalau kita berpikir tubuh ini milik kita, kita akan menderita ketika harus meninggalkannya.
Tetapi dalam kenyataannya, tidak ada yang abadi, tidak ada yang tidak berubah atau tetap dimana kita bisa bergantung padanya.
Nafas
14. Ada orang yang lahir dan mati tanpa pernah sekalipun menyadari nafas masuk dan keluar dari tubuhnya. Itu menunjukkan betapa jauhnya mereka hidup dari dirinya sendiri.
15. Waktu adalah nafas kita saat ini.
16. Anda berkata bahwa Anda terlalu sibuk untuk bermeditasi. Apakah Anda punya waktu untuk bernafas? Meditasi adalah nafas Anda. Mengapa Anda punya waktu untuk bernafas tetapi tidak punya waktu untuk bermeditasi? Bernafas adalah sesuatu yang penting dalam kehidupan seseorang. Jika Anda melihat bahwa latihan Dhamma penting bagi hidup Anda, maka Anda akan merasa bahwa bernafas dan berlatih Dhamma adalah sama pentingnya.
Dhamma
17. Apa Dhamma itu? Tidak ada yang bukan (Dhamma).
18. Bagaimana Dhamma mengajarkan cara hidup yang semestinya? Dhamma menunjukkan bagaimana cara kita hidup. Dhamma mempunyai banyak cara untuk menunjukkannya. Melalui karang atau pohon atau apa saja yang ada di depan Anda. Sebuah pengajaran tanpa kata-kata. Maka tenangkan pikiran, hati, dan belajar memperhatikan. Anda akan menemukan keseluruhan Dhamma muncul dengan sendirinya di sini dan sekarang.Kapan dan dimana lagi Anda hendak mencarinya?
19. Pertama Anda mengerti Dhamma dengan pikiran Anda. Jika Anda sudah mulai mengerti, Anda akan melatih Dhamma. Jika Anda melatihnya, Anda akan mulai melihatnya. Ketika Anda melihatnya, Andalah Dhamma tersebut dan Anda telah memperoleh kebahagiaan dari Buddha.
20. Dhamma harus ditemukan dengan melihat ke dalam hati Anda sendiri, dan melihat mana yang benar dan mana yang salah, mana yang seimbang dan mana yang tidak seimbang.
21. Hanya ada satu keajaiban yang sesungguhnya, keajaiban Dhamma. Keajaiban yang lain seperti ilusi dari sebuah permainan kartu sulap. Ilusi mengalihkan kita dari permainan yang sesungguhnya: hubungan kita dengan kehidupan manusia, kelahiran, kematian,dan kebebasan.
22. Apapun yang Anda lakukan, buatlah menjadi Dhamma. Jika Anda tidak merasa baik,lihat ke dalam diri Anda. Jika Anda tahu itu salah tetapi tetap melakukannya, itu adalah kekotoran batin.
23. Sungguh sulit menemukan mereka yang mendengarkan Dhamma, yang mengingat Dhamma dan melaksanakannya, yang mencapai Dhamma dan melihatnya.
24. Semuanya adalah Dhamma bila kita memiliki perhatian penuh. Ketika kita melihat binatang berlari dari bahaya, kita melihat bahwa mereka seperti kita. Mereka melarikan diri dari penderitaan dan mencari kebahagiaan. Mereka juga memiliki rasa takut.Mereka takut akan kehidupannya seperti juga kita. Ketika kita melihatnya menurut kebenaran, kita melihat bahwa semua binatang dan manusia tidak berbeda. Kita semua adalah rangkaian dari kelahiran, usia tua, kesakitan, dan kematian.
25. Tanpa menghiraukan waktu dan tempat, keseluruhan pelaksanaan Dhamma menuju ke arah penyelesaian di tempat yang tidak ada apa-apa. Itu adalah tempat untuk melepaskan, kekosongan, untuk meletakkan beban. Ini adalah akhir.
26. Dhamma berada tidak jauh. Benar-benar dekat kita. Dhamma bukanlah tentang malaikat di langit atau sesuatu seperti itu. Dhamma adalah tentang kita, tentang apa yang sedang kita lakukan sekarang. Amati diri Anda sendiri. Kadang-kadang ada kebahagiaan, kadang penderitaan, kadang nyaman, kadang sakit ...ini inilah Dhamma.Apakah Anda melihatnya? Untuk mengetahui Dhamma, Anda harus membaca pengalaman-pengalaman Anda.
27. Sang Buddha menginginkan kita untuk berhubungan dengan Dhamma, tetapi orang-orang hanya berhubungan dengan kata-kata, buku-buku, dan kitab suci. Ini hanya menghubungkan dengan apa yang disebut “tentang” Dhamma, dan bukan berhubungan dengan Dhamma yang “asli” seperti yang diajarkan oleh Guru Agung kita. Bagaimana mereka dapat berkata bahwa mereka telah berlatih dengan benar dan semestinya, jika hanya melakukan itu? Jalan mereka masih jauh sekali.
28. Ketika Anda mendengarkan Dhamma, Anda harus membuka hati Anda dan menempatkan diri di tengah hati. Jangan mencoba untuk mengumpulkan apa yang Anda dengar atau berusaha keras untuk memahami apa yang Anda dengar melalui ingatan. Biarkan Dhamma mengalir ke dalam hati Anda sampai menampakkan dirinya sendiri, dan teruslah membuka diri ke arah aliran itu pada saat ini. Apa yang seharusnya dipahami akan Anda pahami dengan sendirinya, tidak melalui usaha keras yang Anda tetapkan.
29. Juga ketika Anda menguraikan Dhamma, Anda tidak boleh memaksakan diri. Uraian Dhamma harus terjadi dengan sendirinya dan harus mengalir secara spontan pada saat dan di lingkungan yang ada sekarang. Setiap orang mempunyai kemampuan untuk menerima pengetahuan dengan tingkatan yang berbeda, dan ketika Anda berada pada tingkatan yang sama, aliran Dhamma akan terjadi. Sang Buddha mempunyai kemampuan untuk mengetahui temperamen dan kemampuan seseorang untuk menerima ajaran. Beliau menggunakan metode spontan yang sama dalam mengajar. Itu bukan karena Buddha memiliki kemampuan supranatural untuk mengajar, tetapi karena Beliau lebih sensitif terhadap kebutuhan batin dari orang-orang yang datang kepadaNya. Jadi Beliau mengajar sesuai kebutuhan orang tersebut.
Hati dan Pikiran
30. Hanya ada satu buku yang patut dibaca: hati.
31. Buddha mengajarkan kita bahwa apapun yang membuat pikiran kita menderita di dalam latihan artinya mengenai sasaran. Kekotoran batin adalah penderitaan. Bukan pikiran yang menderita! Kita tidak tahu apa isi pikiran dan kekotoran batin kita. Terhadap apapun yang kita rasa tidak puas, kita tidak akan mau berurusan lagi dengan hal itu.Sebenarnya jalan hidup kita tidaklah sulit. Yang sulit adalah menjadi orang yang tidak puas, tidak bisa menerima. Kekotoran batin adalah kesulitan yang sebenarnya.
32. Dunia berada dalam bagian yang sangat tergesa-gesa. Pikiran berubah dari suka menjadi tidak suka dengan segala tergesa-gesaan yang ada di dunia. Jika kita bisa belajar untuk membuat pikiran tenang, itu akan menjadi bantuan yang sangat hebat bagi dunia.
33. Bila pikiran Anda senang, maka Anda pun akan senang kemana pun Anda pergi. Ketika kebijaksanaan muncul dalam diri Anda, Anda akan menemukan kebenaran kemana pun Anda melihat. Kebenaran itu ada dimana-mana. Sama halnya bila Anda telah belajar membaca, Anda dapat membaca dimana saja.
34. Jika Anda merasa alergi pada ke suatu tempat, Anda akan merasa alergi di semua tempat. Namun bukan tempat di luar Anda yang menyebabkan masalah, melainkan “tempat” di dalam Anda.
35. Lihatlah pikiran Anda sendiri. Orang yang membawa benda mengira dia mempunyai benda, tetapi orang yang melihatnya hanya melihat beban berat. Buanglah seluruh benda, hilangkan, dan temukan keringanan.
36. Pada hakikatnya, pikiran itu tenang. Di luar ketenangan ini, kegelisahan dan keraguan muncul. Jika seseorang melihat dan mengetahui adanya keraguan, maka pikiran menjadi tenang lagi.
37. Agama Buddha adalah agama hati. Hanya itu. Seseorang yang melatih hatinya adalah orang yang melatih ajaran Buddha.
38. Ketika cahaya redup, tidaklah mudah untuk menemukan jaring laba-laba tua di sudut ruangan. Tetapi ketika cahaya terang, Anda dapat melihatnya dengan jelas dan dapat membersihkannya. Ketika pikiran Anda terang, Anda akan dapat melihat kekotoran batin dengan jelas, dan juga membersihkannya.
39. Menguatkan pikiran tidak dapat dilakukan dengan mengerakkannya seperti menguatkan tubuh, tetapi dengan membuatnya diam, beristirahat.
40. Karena orang tidak melihat dirinya sendiri, mereka bisa melakukan segala jenis perbuatan buruk. Mereka tidak melihat pikirannya sendiri. Ketika orang akan melakukan perbuatan buruk, mereka akan memastikan ke sekeliling dahulu untuk melihat apakah ada orang lain yang melihat: “Apakah ibu saya akan melihat?” “Apakah suami saya akan melihat?” “Apakah anak-anak akan melihat?” “Apakah istri saya akan melihat?” Bila tidak ada yang melihat, maka mereka akan melakukan perbuatan buruknya. Ini namanya mempermalukan diri sendiri. Mereka mengatakan tidak ada yang melihat, jadi mereka segera menyelesaikan perbuatan buruknya sebelum orang lain melihat. Dan bagaimana dengan dirinya sendiri? Bukankah ada “seseorang” yang memperhatikan?
41. Gunakan hatimu untuk mendengarkan ajaran, bukan telingamu.
42. Ada orang yang melakukan perang terhadap kekotoran batinnya sendiri dan menaklukkannya. Ini namanya perang batin. Mereka yang berperang secara fisik,mengambil bom dan pistol untuk dilempar dan ditembak. Mereka menaklukkan dan ditaklukkan. Menaklukkan orang lain adalah jalan dunia ini. Dalam melaksanakan Dhamma kita tidak perlu berperang dengan orang lain, melainkan menaklukkan pikiran sendiri, dengan sabar menyingkirkan semua suasana hati.
43. Dari mana hujan datang? Hujan datang dari semua air kotor yang menguap dari bumi, seperti air seni dan air yang Anda buang setelah membersihkan kaki. Bukankah mengagumkan, bagaimana langit dapat mengambil air kotor dan mengubahnya menjadi air murni, air bersih? Pikiran Anda dapat melakukan hal yang sama terhadap kekotoran batin bila Anda membiarkannya bertindak.
44. Sang Buddha berkata untuk hanya menilai diri sendiri dan tidak menilai orang lain,tidak peduli seberapa pun baik atau buruknya orang tersebut. Sang Buddha menunjukkan hal ini dengan berkata, “Kebenaran adalah seperti ini.” Sekarang, apakah pikiranmu seperti itu atau tidak?
Ketidak-kekalan
45. Kondisi ada melalui perubahan. Anda tidak dapat mencegahnya. Coba pikirkan,dapatkah Anda mengeluarkan nafas tanpa menghirupnya? Apakah itu terasa enak? AtauAnda hanya menarik nafas tanpa mengeluarkannya? Kita ingin agar segala sesuatu kekal, tetapi tidak bisa. Itu mustahil.
46. Jika Anda tahu bahwa segala sesuatu tidak kekal, semua pemikiranmu berangsur-angsur akan terbuka, maka Anda tidak perlu berpikir terlalu banyak. Ketika yang lain muncul, yang perlu Anda katakan adalah “Oh, satu lagi!” Hanya itu.
47. Pembicaraan yang mengabaikan ketidak-kekalan bukanlah pembicaraan dari orang bijaksana.
48. Jika Anda benar-benar melihat ketidak-pastian dengan jelas, Anda akan melihat mana yang pasti. Yang pasti adalah bahwa segala sesuatu tidak terelakkan dari ketidak- pastian,tidak mungkin sebaliknya. Apakah Anda mengerti? Hanya dengan memahami hal ini,Anda dapat memahami Buddha, Anda dapat langsung melakukan penghormatan kepada-Nya.
49. Bila pikiran Anda mencoba memberitahu bahwa Anda telah mencapai tingkat kesucian Sotapanna, pergi dan menghormatlah pada seorang Sotapanna. Dia akan memberitahumu bahwa semua tidak kekal. Jika Anda bertemu seorang Sakadagami, pergi dan beri hormat kepadanya. Ketika dia melihatmu, dia akan berkata,”Bukan sesuatu yang dapat dipastikan!” Jika ada seorang Anagami, pergi dan menghormatlah.Dia hanya akan memberitahumu satu hal, “Tidak kekal!” Bahkan jika Anda bertemu seorang Arahat, pergi dan menghormatlah. Dia akan mengatakan kepada Anda dengan lebih tegas,”Ini bahkan lebih tidak pasti!” Lalu kamu akan mendengar kata-kata Buddha: “Segala sesuatu tidak kekal. Jangan bergantung pada apapun!”
50. Kadang saya pergi untuk melihat peninggalan keagamaan dan vihara-vihara kuno. Di beberapa te mpat pasti ada yang retak. Mungkin salah satu teman saya akan berkata,"Sungguh sayang bukan? Ada retakan.” Saya akan menjawab, “Kalau tidak ada yang retak, maka juga tidak ada hal seperti Buddha. Juga tidak akan ada Dhamma. Ada yang retak justru karena ini benar-benar sejalan dengan ajaran Buddha.”
51. Semua kondisi berjalan sesuai dengan jalannya sendiri. Walaupun kita tertawa atau menangis, semuanya tetap berjalan sesuai dengan jalannya sendiri. Dan tidak ada ilmu pengetahuan yang bisa mencegah jalan alami ini. Anda mungkin pergi ke dokter gigi untuk memeriksa gigi. Walaupun dokter gigi bisa mengobatinya, pada akhirnya gigi tersebut tetap akan berjalan sesuai dengan jalannya juga. Bahkan dokter gigi pun akan mengalami hal yang sama. Semuanya akan seperti itu pada akhirnya.
52. Apa yang bisa kita ambil untuk sebuah kepastian? Tidak ada, semua hanya perasaan. Penderitaan muncul, tinggal dan pergi. Lalu kebahagiaan muncul menggantikan penderitaan – hanya itu. Di luar itu, tidak ada apa-apa. Tetapi kita justru berlari dan berpegang pada perasaan terus-menerus. Perasaan tidaklah nyata, perubahanlah yang nyata.
Kamma
53. Ketika orang yang tidak mengerti Dhamma melakukan hal yang tidak seharusnya,mereka akan melihat ke sekeliling untuk memastikan bahwa tidak ada seorang pun melihatnya. Tetapi kamma kita selalu melihat. Kita tidak pernah benar-benar bisa kabur dari apapun.
54. Perbuatan baik menimbulkan hasil yang baik, perbuatan buruk menimbulkan hasil yang buruk. Jangan mengharapkan para dewa melakukan sesuatu untukmu, atau malaikat dan dewa penjaga melindungimu, atau hari yang menguntungkan untuk menolongmu. Karena semua hal ini tidak benar. Jangan percaya padanya. Jika Anda percaya, Anda akan penderita. Anda akan selalu menunggu hari yang tepat, bulan yang tepat, tahun yang tepat, para malaikat atau dewa penolong. Anda akan menderita walau hanya dengan cara itu. Lihatlah dalam perbuatan dan ucapan Anda, dalam kamma Anda sendiri. Melakukan perbuatan baik, Anda akan mewarisi kebaikan; melakukan perbuatan buruk, Anda akan mewarisi keburukan.
55. Melalui latihan benar, Anda membiarkan kamma lampau keluar dengan sendirinya. Mengetahui bagaimana semua ini muncul dan pergi, Anda hanya bisa mewaspadai dan membiarkan (kamma) berlari di jalurnya. Seperti mempunyai dua pohon, jika Anda memberi pupuk dan air pada satu pohon dan tidak mengurusi pohon yang lain, tidak akan ada pertanyaan mana yang akan tumbuh dan mana yang akan mati.
56. Beberapa dari Anda telah datang dari tempat yang beribu-ribu mil jauhnya, dari Eropa,Amerika, dan tempat lainnya untuk mendengarkan Dhamma di sini, di Vihara Nong Pah Pong. Berpikir bahwa Anda telah datang dari tempat yang sangat jauh dan melewati banyak rintangan untuk ke sini. Lalu berpikir bahwa ada orang-orang yang tinggal hanya di luar tembok ini tetapi belum pernah memasuki pagar vihara ini. Ini membuat Anda semakin menghargai kamma baik, bukan?
57. Ketika Anda melakukan perbuatan buruk, tidak ada tempat bagi Anda untuk bersembunyi. Bahkan jika orang lain tidak melihat, kamu dapat melihat diri Anda sendiri. Bahkan jika Anda masuk ke dalam lubang yang dalam, Anda tetap akan menemui dirimu sendiri di sana. Tidak mungkin Anda melakukan perbuatan buruk dan kabur darinya. Dengan cara yang sama, mengapa Anda tidak melihat kesucian sendiri?Anda akan melihat semuanya. Kedamaian, pergolakan, kebebasan, keterikatan. Anda akan melihat ini semua untuk diri Anda sendiri.
Latihan Meditasi
58. Kalau Anda ingin menunggu untuk bertemu Buddha yang akan datang, maka jangan berlatih. Anda mungkin akan berkeliling cukup lama untuk me lihat Buddha ketika Beliau datang.
59. Saya mendengar banyak orang berkata,”Oh, tahun ini adalah tahun yang buruk bagi saya.” “Bagaimana bisa?” “Saya sakit sepanjang tahun,” jawabnya. “Saya tidak dapat latihan meditasi sama sekali.” Oh! Kalau mereka tidak berlatih ketika kematian sudah dekat, kapan mereka bisa latihan lagi? Kalau mereka sehat, apakah Anda pikir mereka akan berlatih? Tidak. Mereka hanya akan tenggelam dalam kebahagiaan. Kalau mereka menderita, mereka tetap tidak berlatih. Mereka akan kehilangan kesempatan pula. Saya tidak tahu kapan mereka akan berpikir untuk berlatih.
60. Saya telah menetapkan jadwal dan peraturan vihara. Jangan melewati batas yang telah ada. Siapapun yang melanggar bukanlah orang yang datang dengan niat untuk sungguh sungguh berlatih. Apa yang diharapkan orang tersebut? Walaupun dia tidur dekat saya setiap hari, dia tidak akan melihat saya. Walaupun dia tidur dekat Buddha, dia tidak akan melihat Buddha; jika dia tidak berlatih.
61. Jangan pernah berpikir bahwa hanya dengan duduk dan mata ditutup berarti telah berlatih meditasi. Jika kamu berpikir seperti itu, maka segera ubah pemikiranmu.Latihan yang mantap adalah menjaga kesadaran pikiran di setiap sikap badan, apakah duduk, berjalan, berdiri, atau berbaring. Ketika selesai duduk, jangan berpikir bahwa Anda telah keluar dari meditasi tetapi berpikirlah Anda hanya mengubah sikap badan. Bila Anda dapat melakukan dengan cara ini, Anda akan mendapatkan kedamaian. Dimanapun Anda berada, Anda akan mempunyai kebiasaan berlatih dalam diri secara bertahap. Anda akan mempunyai kesadaran yang mantap dalam diri Anda.
62. “Sebelum saya mencapai Penerangan Sempurna, saya tidak akan beranjak dari tempat ini, walaupun darah saya mengering.” Anda telah membaca kalimat ini di dalam buku, dan mungkin akan berpikir untuk mencobanya sendiri. Anda akan melakukan hal yang sama seperti Buddha. Tetapi Anda belum mempertimbangkan bahwa kendaraan Anda hanya kendaraan kecil. Kendaraan Buddha adalah kendaraan besar. Buddha dapat melakukannya secara serentak pada saat bersamaan. Dengan kendaraan Anda yang terbatas dan kecil, bagaimana mungkin Anda dapat menanggungnya secara serentak? Ini semuanya adalah cerita yang berbeda.
63. Saya pergi berkelana untuk mencari tempat meditasi. Saya tidak menyadari bahwa tempat itu sudah tersedia, di hati saya. Segala meditasi telah ada dalam dirimu. Kelahiran, usia tua, penyakit, dan kematian ada dalam dirimu. Saya berkeliling ke segala penjuru sampai jatuh dalam kepenatan. Saat itu, ketika berhenti, saya menemukan apa yang selama ini saya cari, ada di... dalam diri saya.
64. Kita tidak bermeditasi untuk melihat surga tetapi untuk mengakhiri penderitaan.
65. Jangan melekat pada penglihatan atau cahaya dalam meditasi, jangan bangun dan jatuh karenanya pula. Apa yang hebat dari cahaya? Senter saya memiliki cahaya. Cahaya tidak dapat menolong kita untuk lepas dari penderitaan.
66. Anda buta dan tuli tanpa meditasi. Dhamma tidak mudah untuk dilihat. Anda harus bermeditasi untuk melihat apa yang tidak pernah Anda lihat. Apakah Anda terlahir sebagai guru? Tidak. Anda harus belajar terlebih dahulu. Lemon terasa asam hanya bila Anda telah mencicipinya.
67. Ketika duduk bermeditasi, katakanlah “Itu bukan urusan saya!” pada segala pikiran yang muncul.
68. Ketika merasa malas, kita harus berlatih dan tidak hanya ketika merasa bersemangat atau pada saat suasana hati mendukung. Ini merupakan latihan menurut ajaran Buddha. Menurut diri kita sendiri, kita berlatih hanya saat suasana hati baik. Bagaimana kita dapat maju? Bagaimana kita dapat memutus aliran kekotoran batin bila kita berlatih hanya menurut cara kita yang seperti itu?
69. Apapun yang kita lakukan, kita harus selalu melihat diri kita sendiri. Membaca buku tidak akan pernah membangkitkan apapun. Hari terus berlalu, tetapi kita tidak melihat diri kita sendiri. Memahami latihan adalah berlatih untuk memahami.
70. Tentu saja terdapat berbagai teknik meditasi, tetapi semua akan kembali ke sini, biarkan semua seperti apa adanya. Datanglah ke sini, tenang dan bebas dari perseteruan. Mengapa Anda tidak mencobanya?
71. Hanya berpikir mengenai latihan seperti memancing dalam bayangan dan menghilangkan maknanya.
72. Ketika saya telah berlatih selama beberapa tahun, saya tetap belum dapat mempercayai diri sendiri. Tetapi setelah saya mendapat banyak pengalaman, saya belajar untuk mempercayai hati saya sendiri. Ketika Anda telah memiliki pengertian yang mendalam, apapun yang terjadi, Anda dapat merasakan semuanya terjadi, semuanya hanya datang dan pergi. Anda akan mencapai suatu titik dimana hati akan berkata sendiri apa yang harus Anda lakukan.
73. Dalam latihan meditasi, sebenarnya adalah lebih buruk terjebak dalam keheningan dibandingkan terjebak dalam kegelisahan, karena pada akhirnya Anda akan ingin membebaskan diri dari kegelisahan tersebut, sebaliknya Anda akan terpaku dalam keheningan dan tidak berlatih lebih lanjut. Ketika kebahagiaan muncul dengan jelas dalam latihan Vipassana tersebut, jangan melekat padanya.
74. Meditasi hanya mengenai pikiran dan perasaan. Meditasi bukan sesuatu yang perlu dikejar atau diperjuangkan. Bernafas secara terus menerus selama bekerja. Alam telah menjaga proses alami. Yang perlu kita lakukan hanyalah mencoba untuk sadar, secara batin melihat dengan jelas. Meditasi adalah seperti itu.
75. Tidak berlatih dengan benar adalah seperti tanpa perhatian. Perhatian yang tidak terpusat sama seperti mati. Tanyakan diri Anda sendiri apakah Anda mempunyai waktu untuk berlatih ketika Anda mati? Tanyakan terus pada diri Anda, “Kapan saya akan mati?” Ketika kita merenung dengan cara ini, pikiran akan waspada setiap saat, pikiran yang penuh perhatian akan selalu hadir, dan kesadaran penuh akan mengikuti secara otomatis. Kebijaksanaan akan muncul, melihat segala sesuatu seperti apa adanya dengan jelas. Kesadaran menjaga pikiran sehingga mengetahui ketika sensasi muncul setiap saat, siang dan malam. Memiliki kesadaran menimbulkan ketenangan. Menjaga ketenangan adalah dengan pikiran terpusat. Bila pikiran seseorang terpusat, maka ia telah berlatih dengan benar.
76. Dasar dalam latihan kita, yang utama, haruslah selalu jujur dan lurus, --kedua, selalu waspada terhadap perbuatan salah; --ketiga, selalu rendah hati terhadap orang lain, tak banyak bicara, dan mudah puas (tidak memiliki banyak keinginan). Bila kita dapat puas dengan hal kecil saat berbicara dan hal lainnya, kita akan melihat diri kita sendiri, kita tidak akan terganggu. Pikiran akan mempunyai dasar kemoralan (sila), konsentrasi(samadhi), dan kebijaksanaan (panna).
77. Pada awalnya, Anda tergesa-gesa untuk maju, tergesa-gesa untuk kembali, dan tergesagesa untuk berhenti. Anda terus berlatih seperti ini sampai mencapai suatu tahap dimana bukan maju, bukan kembali, dan juga bukan berhenti! Selesai. Dimana tidak ada pemberhentian, tidak maju, dan tidak kembali. Itu telah selesai. Di saat itu, Anda akan menemukan bahwa segalanya hampa.
78. Ingatlah bahwa Anda tidak bermeditasi untuk “mendapatkan” sesuatu, tetapi untuk “melepaskan” sesuatu. Kita melakukan meditasi, tanpa keinginan, tetapi dengan membiarkannya hilang. Bila Anda “menginginkan” sesuatu, Anda tidak akan mendapatkannya.
79. Inti dari Sang Jalan cukup mudah. Tidak ada yang perlu dijelaskan panjang lebar. Lepaskan cinta dan benci, juga biarkan segalanya berjalan seperti apa adanya. Itulah yang telah saya lakukan selama ini dalam latihan.
bersambung...

