• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tanyakan [ASK] seputar islam disini (discussion)

Alhamdulillah
terima kasih ya kk, uda kasih solusinya. Semoga ilmu yang kk sampaikan diberikan ganjaran pahala yang besar oleh-Nya..

Amien...
 
Soal beberapa hal kehidupan

Harta hasil pekerjaan yang identik dengan zina, halalkah?
Contoh: artis yg dalam adegan filmnya berpelukan, berciuman, dll segala bentuk zina.
Makasih, syukran.
 
Assalammualaikum.Wr.Wb

Saya mau bertanya tentang arisan. Karena bagi saya itu sama saja dengan mengundi nasib, namun saya masih belum dapet jawaban yg meyakinkan saya sampai sekarang, jadi mohon bantuannya ya.

1.Dalam Islam apakah arisan yang biasa dilakukan masyarakat indonesia itu dilarang?

2.Adakah ayat/hadist yang melarang arisan atau semacamnya ?

Wassalammualaikum.Wr.Wb
 
Assalammualaikum.Wr.Wb

Saya mau bertanya tentang arisan. Karena bagi saya itu sama saja dengan mengundi nasib, namun saya masih belum dapet jawaban yg meyakinkan saya sampai sekarang, jadi mohon bantuannya ya.

1.Dalam Islam apakah arisan yang biasa dilakukan masyarakat indonesia itu dilarang?

2.Adakah ayat/hadist yang melarang arisan atau semacamnya ?

Wassalammualaikum.Wr.Wb

Arisan termasuk urusan mu’amalah manusia dan kaedahnya “Asal dalam mu’amalah adalah boleh sampai ada dalil yang melarangnya.” Bahkan arisan merupakan salah satu sarana sosial yang dapat membantu memenuhi kebutuhan sesama.

Syaikh al ‘Utsaimin rahimahullah berkata,”Arisan hukumnya adalah boleh, tidak terlarang. Barangsiapa mengira bahwa arisan termasuk kategori “memberikan pinjaman dengan mengambil manfaat” maka anggapan tersebut adalah keliru, sebab semua anggota arisan akan mendapatkan bagiannya sesuai dengan gilirannya masing-masing.” [Lihat Syarh Riyadhus Sholihin 1/838]

Namun, perlu diingatkan bahwa dalam acara arisan hendaknya diisi dengan sesuatu yang bermanfaat seperti pengajian ilmu, nasehat atau hal-hal yang bermanfaat, minimal adalah perkara-perkara yang mubah, janganlah mengisi acara arisan dengan hal-hal yang haram sebagaimana hal ini banyak terjadi, seperti ghibah, mendengar nyanyian, senda gurau yang berlebihan dan lain sebagainya. [Majalah al Furqon Edisi 6 Tahun Ketujuh / Muharrom 1429 / Jan-Feb 2008 Oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf al Atsary]
 
ooohh gitu ya,,,
ok deh makasih ya atas infonya nih kk bbbb1985able...:D:D
 
Harta hasil pekerjaan yang identik dengan zina, halalkah?
Contoh: artis yg dalam adegan filmnya berpelukan, berciuman, dll segala bentuk zina.
Makasih, syukran.
mohon dibalas supaya tidak meninggalkan penasaran di hati saudara muslim anda
 
kalo bersentuhan dengan non muhrim itu haram kan?

ya.
kalau perbuatannya haram.
seharusnya uang hasil dari perbuatan itu juga haram..

cuma saya blum berani berkomentar tentang haram atau tidaknya dalam sebuah film, karena belum ada ulama yang berfatwa.

cuma untuk sebuah perbandingan, saya pernah nonton film karya sineas Malaysia yang saya sendiri lupa judulnya (Udah lama banget, lebih dari 12 tahun yang lalu). disitu menceritakan tentang dunia artis film, ada seorang tokoh dalam film tersebut yang menyatakan bahwa "Jika seorang telah menikah dalam sebuah film dengan tata cara pernikahan resmi, artinya dia telah menikah secara resmi di luar film).

cuma itu yang bisa saya beritahukan. kalo ada kesalahan mohon di ralat. ilmu saya belum sampai bahkan ke batas ilmu pelajar fiqh.

wassalam.
 
Tanya : Bagaimana hukumnya sandiwara (sinetron, film, red) ?

Jawab :

Sandiwara, saya katakan tidak boleh karena:

Pertama: Di dalamnya melalaikan orang yang hadir, mereka memperhatikan gerakan-gerakan pemain sandiwara dan mereka senang(tertawa). Di dalamnya mengandung unsur menyia-nyiakan waktu. Orang Islam akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap waktunya. Dia dituntut untuk memelihara dan mengambil faedah dari waktunya, untuk mengamalkan apa-apa yang diridhai oleh Allah Ta'ala, sehingga manfaatnya kembali kepadanya baik di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana hadits Abu Barzah Al-Aslamy, dia berkata,'Telah bersabda Rasulullah, "Tidak bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga ditanya tentang umurnya, untuk apa dia habiskan. tentang hartanya darimana dia dapatkan, dan untuk apa dia infakkan. tentang badannya untuk apa dia kerahkan. " [Dikeluarkan Imam At Tirmidzi (2417) dan dia menshahihkannya]

Umumnya sandiwara itu dusta. Bisa jadi memberi pengaruh bagi orang yang hadir dan menyaksikan atau memikat perhatian mereka atau bahkan membuat mereka tertawa. Itu bagian dari cerita-cerita khayalan. Sungguh telah ada ancaman dari Rasulullah bagi orang yang berdusta untuk menertawakan manusia dengan ancaman yang keras. Yakni dari Muawiyah bin Haidah bahwasanya Rasulullah bersabda,

"Celaka bagi orang-orang yang berbicara(mengabarkan) sedangkan dia dusta (dalam pembicaraannya) supaya suatu kaum tertawa maka celakalah bagi dia, celakalah bagi dia."[Hadits hasan dikeluarkan oleh Hakim(I/46), Ahmad(V/35) dan At-Tirmidzi(2315).]

Mengiringi hadits ini Syaikh Islam berkata,'Dan sungguh Ibnu Mas'ud berkata,

"Sesungguhnya dusta itu tidak benar baik sungguh-sungguh maupun bercanda."

Adapun apabila dusta itu menimbulkan permusuhan atas kaum muslimin dan membahayakan atas dien tentu lebih keras lagi larangannya. Bagaimanapun pelakunya yang menertawakan suatu kaum dengan kedustaan berhak mendapat hukuman secara syar'i yang bisa menghalangi dari perbuatannya itu.[Majmu Fatawa(32/256)]


(Dinukil dari Edisi Indonesia Menepis Penyimpangan Manhaj Dakwah hal 84-93, Syaikh Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan)
 
Assalammualaikum.Wr.Wb

Hari selasa tanggal 16 maret di sekolah saya SMAN 10 Bekasi akan di adakan acara dzikir akbar bersama Ustad Hariyono, yg insyaallah ditanyangkan di jak tv.

Lalu teman saya meyatakan acara yang akan berlangsung tersebut adalah Bid'ah, karena Nabi Muhammad tidak mengajarkan berdzikir yang dipimpin oleh seseorang.

Lalu saya ingin bertanya :

1.apakah omongan teman saya benar, karena setahu saya dan teman saya itu tidak ada hadist yang meyatakan berdzikir yang dipimpin oleh seseorang ?

Wassalammualaikum.Wr.Wb
 
Assalammualaikum.Wr.Wb

Hari selasa tanggal 16 maret di sekolah saya SMAN 10 Bekasi akan di adakan acara dzikir akbar bersama Ustad Hariyono, yg insyaallah ditanyangkan di jak tv.

Lalu teman saya meyatakan acara yang akan berlangsung tersebut adalah Bid'ah, karena Nabi Muhammad tidak mengajarkan berdzikir yang dipimpin oleh seseorang.

Lalu saya ingin bertanya :

1.apakah omongan teman saya benar, karena setahu saya dan teman saya itu tidak ada hadist yang meyatakan berdzikir yang dipimpin oleh seseorang ?

Wassalammualaikum.Wr.Wb

Aneh kasih contekan aja ya bang...

assalammualaikum wr wb,

Sesuai dengan makna bahasa, yang disebut dengan majelis adalah tempat di mana orang-orang duduk berkumpul. Dan makna dzikirsecara bahasaadalah mengingat. Namun secara istilah, dzikir seringkali diidentikkan dengan ucapan lafadz di lidah dengan niat ibadah.

Oleh karena itu secar umum, majelis dzikir seringkali oleh para ulama dimaknai sebagai majelis yang dihadiri oleh orang banyak untuk melakukan dzikir di lidah.

Versi Lain Makna Majelis Dzikir

Memang ada sebagian ulama yang memaknai kata majelis dzikir bukan sebagai majelis untuk berdzikir secara lisan, tetapi dalam pandangan mereka majelis dzikir adalah majelis tempat diajarkannya ilmu agama.

Dalilnya adalah firman Allah SWT yang memerintahkan orang awam bertanya kepada orang yang punya ilmu. Dan di dalam Al-Quran, orang yang punya ilmu disebut ahludz-dzikri.

فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

"Maka bertanyalah kepada ahludz dzikir (ahli ilmu/ulama) jika kamu tidak mengetahui." (QS. An-Nahl: 43)

Kita menemukan komentar Imam Ibnul Qayyim tentang ahludzdzikir, beliau berkata, "Ahludz dzikir yaitu, orang yang paham tentang apa-apa yang diturunkan Allah kepada para Nabi."

Imam 'Atha' bin Abi Rabah (wafat tahun 114H) berkata, "Majelis dzikir adalah majelis ilmu, majelis yang mengajarkan halal dan haram, bagaimana membeli, menjual, bagaimana puasa, belajar tata cara shalat, menikah, thalaq (cerai) dan haji."

Imam asy-Syathibi menjelaskan, "Majelis dzikir yang sebenarnya adalah majelis yang mengajarkan al-Qur-an, ilmu-ilmu syar'i (agama), mengingatkan umat tentang Sunnah-Sunnah Nabi agar mereka mengamalkannya, menjelaskan tentang bid'ah-bid'ah agar umat berhati-hati terhadapnya dan menjauhkannya. Ini adalah majelis dzikir yang sebenarnya."

Majelis Dzikir Secara Lisan

Namun hujjah bahwa yang dimaksud dengan majelis dzikir adalah dzikir dengan lisan juga tetap kuat. Sebab di Al-Quran pun tidak selalu kata dzikir dikaitkan dengan ilmu. Tetap ada banyak ayat lain yang menyebutkan kata dzikir dalam arti dzikir dengan lisan.

Misalnya ayat berikut ini:

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِرَاتِ

"Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah..." (QS. Al-Ahzaab: 35)

Keutamaan Majelis Dzikir

Lepas dari perbedaan pendapat dengan makna majelis dzikir, namu keutamaanmajelis dzikir ini memang disebutkan di dalam hadits nabawi, salah satunya terdapat dalam kitab Riyadhusshalihin.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling, mereka mengikuti majelis-majelis dzikir. Apabila mereka menemui majelis yang didalamnya ada dzikir, maka mereka duduk bersama-sama orang yang berdzikir, mereka mengelilingi para jamaah itu dengan sayap-sayap mereka, sehingga memenuhi ruangan antara mereka dengan langit dunia, jika para jamaah itu selesai maka mereka naik ke langit (HR Bukhari no. 6408 dan Muslim no. 2689)

Hadits di atas dan beberapa hadits lainnya telah membuat seluruh ulama sepanjang zaman sepakat bahwa berdzikir di dalam suatu majelis itu disunnahkan dan punya keutamaan. Tidak ada satu pun ulama yang mengingkari keutamaan dzikir berjamaah.

Berbeda Secara Teknis

Namun ketika bicara tentang teknis berdzikir di dalam suatu majelis, para ulama punya pandangan yang berbeda.

Sebagian ulama memandang bahwa urusan teknis diserahkan kepada kreatifitas masing-masing. Misalnya, dzikir dilakukan dengan suara keras, dengan menggunakan langgam dan irama tertentu, bahkan ada lead vocal dan ada koor.

Bagi mereka, selama Rasulullah SAW tidak mengaturnya dan tidak juga melarangnya, dzikir berjamaah boleh dilakukan dengan berbagai teknis.

Namun sebagian ulama lain mengatakan sebaliknya, tidak boleh bila dilakukan secara koor, ada pimpinan dan ada jamaah yang mengikuti. Dalam pandangan mereka meski sudah di dalam satu majelis, dzikir tetap harus dikerjakan sendiri-sendiri. Bahkan ada juga yang tidak membolehkan dzkirdengan suara keras, harus di lisan saja tanpa terdengar.

Argumentasi mereka, bahwa dzkikr berjamaah dengan suara keras, dengan irama, ada pimpinan dan jamaah, tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Bagi mereka dzikir itu harus diucapkan secara berbisik, tidak boleh sampai terdengar.

Hujjahnya adalah kisah ketika Rasulullah SAW berjihad pada perang Khaibar, para sahabat menyerukan takbir seraya membaca, "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha illallah", dengan suara keras maka Rasulullah SAW bersabda:

"Tahanlah diri kalian, sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada Dzat yang tuli maupun jauh, sesungguhnya kalian berdoa kepada Dzat yang Maha mendengar yang dekat dan Dia selalu bersama kalian." (HR Bukhari dan Muslim)

Jadi sebenarnya kalau mau jujur, kedua belah pihak sebenarnya sedang berijtihad. Di mana masing-masing datang dengan argementasi yang disusunnya sendiri. Padahal tidak ada satu pun dalil yang secara kuat membenarkan teknis itu atau melarangnya.

Benar bahwa Rasulullah SAW tidak pernah diriwayatkan berdzikir dengan cara bersama-sama dengan satu komando dan diikuti dengan paduan suara jamaahnya, namun ternyata tidak ada satu pun dalil dari Beliau SAW yang melarangnya juga.

Hadits yang qath'i tsubutnya tidak bicara sama sekali tentang teknisnya. Sementara hadits yang qath'i secara dilalah tidak kita dapati tentang larangan teknik-teknik dzikir itu.

Berdzikir Asmaul Husna

Al-asma' al-husna adalah nama-nama Allah yang indah. Dan kita memang diminta untuk memanggil namanya yang indah itu dalam doa-doa kita.

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu (QS. Al-A'rah: 180)

Jadi memang dibenarkan ketika kita meminta kepada Allah, kita sebut namanya. Dan logikanya, ketika kita miskin minta diberikan harta oleh yang Maha Kaya, kita sebut nama-Nya sebagai Yang Maha Kaya. Kalau kita minta dikasihani oleh-Nya, maka kita sapa Dia dengan namaNya, Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Dan begitulah seterusnya.

Mabuk Dzikir

Sedangkan tata cara dzikir dengan berteriak-teriak sampai seperti orang gila, trace dan tidak ingat apa-apa, itulah bentuk dzikir yang bertentangan dengan sopan santun, etika dan akhlaq.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
 
^ Bismilahhirohman nirohim... ane coba tambah...

Aku bertanya, "Ya Rasulullah, apa keuntungan dan keberuntungan yang diperoleh dari majelis zikir (majelis taklim)?" Nabi Saw menjawab, "Keuntungan dan keberuntungan yang diperoleh dari majelis zikir (majelis taklim) ialah surga." (HR. Ahmad)

Apabila kamu melewati taman-taman surga makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, "Apa yang dimaksud taman-taman surga itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kelompok zikir (Kelompok orang yang berzikir atau majelis taklim)." (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkahi lagi Maha Tinggi memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis zikir. Apabila mereka mendapati satu majelis zikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit. Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka: Dari manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan, mengagungkan, membesarkan, memuji dan memohon kepada Engkau. Allah bertanya lagi: Apa yang mereka mohonkan kepada Aku? Para malaikat itu menjawab: Mereka memohon surga-Mu. Allah bertanya lagi: Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku? Para malaikat itu menjawab: Belum wahai Tuhan kami. Allah berfirman: Apalagi jika mereka telah melihat surga-Ku? Para malaikat itu berkata lagi: Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu. Allah bertanya: Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku? Para malaikat menjawab: Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami. Allah bertanya: Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat menjawab: Belum. Allah berfirman: Apalagi seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat itu melanjutkan: Dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu. Beliau bersabda kemudian Allah berfirman: Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan. Beliau melanjutkan lagi lalu para malaikat itu berkata: Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berzikir bersama mereka. Beliau berkata lalu Allah menjawab: Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka. (Shahih Muslim No.4854)

Maaf ane belum menemukan perihal pemimpin dalam dzikir, namun dapat dibaca dalam hadist2x tersebut, terdapat beberapa keutamaan majelis dzikir (kumpulan orang2x yang berdzikir)...

Logikanya, bila orang sedang berkumpul dan berdzikir (majelis dzikir), lalu si A dzikir A1, si B dzikir B1 dan seterusnya... dengan suara yang tidak keras namun tidak pelan juga, alhasil akan mengurangi kekhusyukan kita dalam berdzikir...

nah adanya pemimpin dalam majelis dzikir tersebut untuk menyatukan dan meyelaraskan dzikir kita sehingga meningkatkan kekhusyukan kita kepada Allah Ta'ala...

Wallahualam... mohon dibenarkan atau diralat apabila terdapat kekhilafan...

Semoga bermanfaat.
 
Assalammualaikum.Wr.Wb

@cimohai n ababil : Terima kasih nih uda kasih jawabannya..

__________________________________________________________________________


Tapi gw mau minta tolong lagi nih, sama saudara2ku yang seiman. Untuk memberikan masukan tentang permasalahan yang gw hadapi sekarang ini.

Dari Smp sekitar kelas 2/3, gw sering bgt melakukan suatu kemaksiatan (Setiap Hari) sampai Beberapa minggu setelah bulan puasa ramadhan tahun 2009. Setelah beberapa minggu bulan puasa itu gw berhasil lepas dari belenggu perbuatan dosa2 gw, dan gw merasa kualitas ibadah gw meningkat jauh..

Tapi sekitar 1 bulan ini gw sudah mulai kembali terjerumus oleh perbuatan dosa lama gw, walau tidak seperti dulu.. Dan sejujurnya gw pengen lagi merasakan kenikmatan dimana kualitas ibadah gw meningkatnya seperti dulu.

Jadi intinya gw pengen betul2 lepas dari perbuatan itu karna gw merasa dikejar2 oleh dosa2 gw, dan gw merasa apa jika gw lepas perbuatan itu gw terampuni oleh-Nya.

jadi gw harap ada yang bisa memberikan saran bagaimana gw bisa lepas dari perbuatan gw itu?

Wassalammualaikum.Wr.Wb
 
Wa'alaikum salam Wr. Wb...

berdasarkan cerita akhi, ane ga tau maksiat macam apa sampai tiap hari melakukannya? apakah (maaf) masturbasi, hubungan suami istri atau hal lainnya, sehingga dapat memberikan saran yang terbaik....

mohon diperjelas saja akhi...

Wassalam...
 
kk kk ... bleh tnya ga...
sya dpat tugas ni d sruh cri

bagaimana cara 1. sholat jenazah [ beserta bacaan dan cara nya ]
2. sholat duha [ beserta bacaan dan caranya ]

mohon bantuannya ya kk!!!
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.