• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sumpah.....................

marcedes

IndoForum Junior E
No. Urut
17648
Sejak
21 Jun 2007
Pesan
1.552
Nilai reaksi
20
Poin
38
sumpah..
tentu nya semua juga tahu kan sumpah itu...

seandai-nya...ada bocah berumur 8 tahun,karena ajakan-ajakan bocah tersebut BERSUMPAH " AKU TIDAK AKAN PERNAH GUNTING RAMBUT "...
nah, jika bocah tersebut telah berumur 15 tahun.....
katakan lah kebijaksanaan nya telah timbul dan mengetahui kalau SUMPAH nya tersebut, merupakan hal yang BODOH,,,kalau di langgar apa tdk apa-apa?

kalau gw pribadi tidak apa-apa,dan jika mungkin paling merupakan karma buruk yang kecil.....

coba jelaskan opini kalian............
 
Yo I Sama Sekali Tidak Ada Apa-apa.
Sumpah Didepan Siapa Dulu. Kalau Sumpahnya Didepan Sosok Yang Penuh Kasih Sayang Yang Sangat Lapang Dada. Walau Kau Sejuta Kali Melanggar. Tetap Akan Memaafkan Karena Panjang Sabar
Tetapi Asal Jangan Sengaja Melanggar
Walau Begitu, Sosok Panjang Sabar Itu
Tidak Akan Pernah Menghukuminya.
Kecuali Kelewatan Banget.
Yap Bagaikan Orang Tua Yang Penuh Kasih Sayang Yang Mendidik Anaknya.
Nak Janji Ya Besok Jangan Makan Makanan Luar
Nanti Sakit Perut Loh. Oh Ya Janji Janji.
Tapi Anaknya Tetap Melanggar Janji
Ya Nak Kamu Masih Makan Makanan Luar
Mak Maafkan, Besok Tidak Lagi.
Ternyata Makan Lagi, Tetapi Ibunya Tetap Maafkan.
Sampai Suatu Hari Anaknya Kena Sakit Perut.
Ya Tentu Anak Ini Merasa Nyesel
Karena Tidak Mendengar Nasehat Ibunya.
Tentu Sang Ibu Yang Kasih
Akan Selalu Memaafkannya.

Tapi Kalau Sumpah Didedan Sosok Yang Jahat
Wah Jangan Macem Macem Ya.
Sekali Langgar, Tinggal Tanggal Tunggu Mainnya.akan Menghantui Dan Mencelakakkan.
Seperti Tumbal Minta Kekayaan Sama Sosok (s)
Sudah Dikasih Kekayaan. Minta Anak Bayi, Tetapi Merasa Sayang Anaknya.
Wah Sosok Itu Akan Mengejarmu Sampai Kemanapun.
 
aduh...sory lupa di perjelas keadaan nya.....

begini anak-anak kan biasa sumpah langsung menghadap LANGIT( karena biasanya anak-anak percaya TUHAN )

nah kalau pada saat itu gimana?
--------------------------------------------------------------------------------
kasus ke-dua.......gw dengar-dengar neh....jadi bukan liat sendiri...

ada seorang anak yang narkoba.......terus karena kecanduan BAPAK-nya memasukkan anak nya ke VIHARA agar semacam rehabilitasi......sang Biksu pun me-IYA-kan nya.

terus BAPAK-nya ini melakukan sumpah d vihara.......inti sumpah nya begini "
jika anak saya bisa berhenti dari narkoba dan menjadi anak yang baik,,maka saya bersedia biarlah LANGIT memotong umur saya...saya rela "

ketika di vihara,karena pada dasar nya ANAK ini nakal,,,dia bahkan mencuri-curi waktu merokok dalam WC-vihara,
bahkan sempat mencuri UANG dari donatur yang ada di box-box,dengan cara mencungkil gembok-nya...

si biksu ini sudah kehabisan akal.......dan akhir nya memberi tahu kan kepada orang tua nya. untuk mengeluarkan anak ini dari vihara tersebut.....karena berita nya sudah sampai di telinga anak ini
sebelum di keluarkan...anak ini sudah lari duluan....
terus Bapak-nya shock mendengar kelakuan/sikap anak nya.....sekitar 2-3 hari bapak-nya pun meninggal....

nah, ini kejadian nyata yang gw dengar di salah satu vihara jakarta
--------------------------------------------------------------------------
gw mau nanya pendapat kalian tentang sumpah itu.............koq bisa yah sampai potong umur?
terus apa bisa sumpah itu di batalkan?

gw ga terlalu tahu masalah sumpah....makanya gw ga mau sumpah-sumpah..
paling sumpah untuk jadi orang baik.^^ hehehe
 
sumpah masa kecil, saya dulu juga pernah sumpah di depan O Ming Coh She (saya sendiri sampai sekarang ngak tahu dewi apa ^_^) tapi setelah besar sumpahnya tidak sejalan dengan harapan tapi kami semua baik2 saja. Mungkin karena masih kecil jadi sumpahnya dianggap angin lalu kali ye ^_^.
 
kalo pas kecil mah qt lom tau arti sumpah itu dengan benar, jadi gpp deh mnrt gw... hehehhe...

kalo skg sich da ga pernah sumpah2an gtu deh....
 
mohon penjelasan

apakah dalam agama budha itu sumpah apabila diucapkan lalu apakah akan ditagih sesuai yang sumpah itu? atau ada penjelasan lainnya?
 
wah bung digiman...gw juga ga terlalu jelas dalam hal ini..
gw berharap ada AHLI nya yang dapat menjelaskan ketika saya membuka thread ini,,,,,,

semoga yang punya pengalaman BISA MEMBANTU.
 
aduh...sory lupa di perjelas keadaan nya.....

begini anak-anak kan biasa sumpah langsung menghadap LANGIT( karena biasanya anak-anak percaya TUHAN )

nah kalau pada saat itu gimana?
--------------------------------------------------------------------------------
kasus ke-dua.......gw dengar-dengar neh....jadi bukan liat sendiri...

ada seorang anak yang narkoba.......terus karena kecanduan BAPAK-nya memasukkan anak nya ke VIHARA agar semacam rehabilitasi......sang Biksu pun me-IYA-kan nya.

terus BAPAK-nya ini melakukan sumpah d vihara.......inti sumpah nya begini "
jika anak saya bisa berhenti dari narkoba dan menjadi anak yang baik,,maka saya bersedia biarlah LANGIT memotong umur saya...saya rela "

ketika di vihara,karena pada dasar nya ANAK ini nakal,,,dia bahkan mencuri-curi waktu merokok dalam WC-vihara,
bahkan sempat mencuri UANG dari donatur yang ada di box-box,dengan cara mencungkil gembok-nya...

si biksu ini sudah kehabisan akal.......dan akhir nya memberi tahu kan kepada orang tua nya. untuk mengeluarkan anak ini dari vihara tersebut.....karena berita nya sudah sampai di telinga anak ini
sebelum di keluarkan...anak ini sudah lari duluan....
terus Bapak-nya shock mendengar kelakuan/sikap anak nya.....sekitar 2-3 hari bapak-nya pun meninggal....

nah, ini kejadian nyata yang gw dengar di salah satu vihara jakarta
--------------------------------------------------------------------------
gw mau nanya pendapat kalian tentang sumpah itu.............koq bisa yah sampai potong umur?
terus apa bisa sumpah itu di batalkan?

gw ga terlalu tahu masalah sumpah....makanya gw ga mau sumpah-sumpah..
paling sumpah untuk jadi orang baik.^^ hehehe

secara manusiawi sih melanggar sumpah yah menurunkan integritas sendiri. dalam karma sutra disebut sering bersumpah palsu bisa disambar petir... :-O

Saya ingat2:-/ kalo tidak salah Dhammapada Athakatha, bagian tentang pikiran... ada kisah seorang petapa sedang berlatih Jhana di pinggir pantai. Merasa terganggu oleh burung2 kecil, ia marahX( dan muncul pikiran demikian: 'burung sialan, aku belum mencapai Jhana gara2 kalian. Kalau aku bisa menjadi Elang, akan kumakan kalian'. pada akhirnya ia mencapai Jhana,lalu setelah meninggal menjadi dewa Brahma:>.tapi setelah itu ia benar2 telahir menjadi elang di pantai itu. Dan karena membunuh banyak mahkluk lain, ia pun jatuh ke alam rendah.:-O
Analisis saya sumpah itu adalah pernyataan pikiran / tekad bulat dengan kuat [tergantung seberapa seriusnya, segitu juga tekad melekat dalam hati]
Avamtasaka Sutra: 'Segala fenomena/alam semesta lahir dari pikiran'[kurang lebih begitu...:P] jadi bisa saja terwujud tanpa perlu intervensi pihak luar seperti dewa/hantu/dll. [seperti kasus bapak shock]

@digi...tentang penagihan sih biasanya kalo bikin janji yah ditagih. hehe... maksudnya kalo sampe sumpah di depan mahkluk tertentu bisa banget Anda ditagih sumpahnya [hal normal kan?] jadi itu tergantung penagihnya apa mau nagih apa nga.. makanya orang2 tua sering bilang jangan sembarang bicara terutama di tempat kramat.
Sumpah itu macam2 jenis dan sifatnya, tidak ada hal yang pasti [ wah, balik ke konsep Anicca lg yah..]
 
hmm, dari kekuatan pikiranku,
aku bersumpah bumi abad 21 atau abad 22 ini, akan menjadi bumi abad baru, dimana abad itu adalah abad zaman keemasan manusia, yang belum pernah terjadi pada masa sebelumnya. mudahan sumpahku terwujud. amin. (seperti yang dikatakan sang Peramal ulung, Nostradamos pada abad 15 silam=mengenai abad baru pada abad 21 atau 22)
 
@kano
yang kamu bilang ada benar nya juga.

tapi gw ada cerita ttg kisah nyata..gw sendiri dengar langsung dari pihak keluarga-nya
---------------------------------------------------------------------------------
mulai yah...
ada seorang ibu berumur 70++ yang memiliki 6 anak 3 laki-laki , 3 perempuan
saya membahas anak laki-laki sebut saja namanya A,B,dan C.

A sekarang lagi kerja d tempat yang jauh.....NusaTenggaraTimur.
B anak yang paling di harapkan untuk menyokon keluarga,,memiliki sifat luhur.
C anak paling serakah, dan tidak BAIK..malas kerja,dll

nah..pernah suatu waktu C ini iri HATI kepada B...dimana C meminta sejumlah uang kepada B..tetapi permintaan nya tidak di kabulkan,,,,kebetulan si IBU ini ada di tempat kejadian.

karena KESAL,JENGKEL,BENCI...sih C..langsung memasang DUPA di depan rumah B
dan berkata " SEMOGA KAU SEKELUARGA MATI,SEKARAT,dll..pokok nya di SUMPAHI yang tidak baik..
nah karena IBU ini saking SEDIH nya melihat kedua anak kandung nya bertengkar...
maka IBU ini langsung MENGAMBIL DUPA tsb..lalu berdiri di PERSIMPANGAN jalan.

lalu berkata " LEBIH BAIK SAYA YANG MENANGGUNG SUMPAH TERSEBUT...KETIMBANG KEDUA-ANAK KU MENDERITA....lalu TANCAP dupa."

nah sekitar 1 minggu berlalu ....si IBU ini sakit-sakitan.......
sakit nya ada-ada saja mulai dari DEMAM,PUSING,,, makan obat tidak sembuh-sembuh...

lalu kebetulan si B ini memiliki kenalan SEORANG AHLI NUJUM(ramal),,,setelah meramal-ramal...
lalu SI AHLI NUJUM ini berkata.." SAKIT INI DISEBABKAN KARENA IBU ANDA PERNAH BERSUMPAH DI PERSIMPANGAN JALAN,,DAN MAU MENANGGUNG SEMUA PENDERITAAN ANAK-ANAK NYA"..

nah 1 minggu kemudian lagi...kondisi IBU ini sudah sangat sekarat..

nah sih B kebetulan SEDANG MEMBANGUN RUMAH yang CUKUP BAGUS....
lalu sih B ini pergi keluar ke depan rumah nya
lalu memegang DUPA...
sambil BERKATA " SY MOHON KEPADA DEWA atau.LANGIT atau...TUHAN untuk MENUNDA kepergian IBU saya..sebelum SAYA MENYELESAIKAN RUMAH yang BAGUS INI,,dan INGIN KUPERLIHATKAN KEPADA IBU SAJA...SUPAYA IBU SAYA MERASAKAN RUMAH BARU."

sekitar 2 bulan rumah tersebut sudah selesai..tetapi IBU nya hidup selama 2 bulan dalam kondisi sekarat...
terus.....
ketika si B,memberi tahu kepada IBU nya bahwa RUMAH BARU tsb..sudah SELESAI..
maka IBU nya bergegas meminta anaknya B..untuk membawa nya ke sana...
karena IBUnya berkata "WAKTU SAYA SUDAH TIDAK BANYAK"
(dalam hal ini saya kurang mengerti ,,ketika seseorang sudah tahu ajal telah dekat mereka bisa merasakan nya )

setelah IBU tersebut pergi ke rumah BARU tersebut...
maka..setelah tinggal semalam......1 hari berikut nya..
IBU nya berkata kepada si B.
"tolong kumpulkan semua anak-anak ku,serta suami ku,karena saya tidak punya banyak waktu"

suami sih IBU ini...tinggal di rumah LAMA.......jarak ke rumah BARU kerumah LAMA memakan waktu 20 menit.

tetapi yang hadir pada wkt itu hanya si B dan 3 saudara peremuan lainnya....

suami nya sedang tunggu jemputan dari sopir si B..untuk di antar ke rumah BARU..

tetapi IBU ini berkata." B..saya sudah waktu nya pergi, saya akan MEMBERKAHI kau KEKAYAAN,KESEJAHTERAAN kepada mu di sana(alam lain)...tetapi KAMU HARUS MENJAGA SELURUH SAUDARA-SAUDARA mu"

B berkata " tapi IBU...BAPAK...belom datang tunggulah sebentar lagi.. saya mohon."
ibu ini berkata " tidak usah cemas,,saya tadi sudah meminta pamit kepada dia(suami)......
ibu pergi ya nak...."

setelah itu IBU itu meninggal...boleh dikatakan meninggal dgn tenang.

ketika si B memberi tahu kabar meninggal nya IBU kepada AYAH nya...
lalu AYAH nya berkata " oh ia saya sudah tahu,,tadi ibu mu sudah datang kesini untuk pamitan."

------------------------------------------------------------------------
nah yang saya HERAN..apa bisa ORANG LAIN MENANGGUNG KARMA BURUK YANG KITA PERBUAT?.....saya pernah mendiskusikan hal ini kepada BIKHU....jawabannya begini "apa mungkin saya makan nasi..anda yang kenyang"
berarti dari statment bikhu tsb,,,bahwa karma tidak bisa di pindah-pindah kan.


jadi bagaimana masalah ini,,apa mungkin karma buruk dari si IBU ini kebetulan BERBUAH pada saat itu,,atau bagaimana?....apa ada saudara yang bisa menjelaskan kepada saya...............
 
@Marcedes,
Ngikutan ya...:)

Wah tentang sumpah, jujur saya kurang mengerti. Memang kadang ada teman saya yang meminta saya untuk bersumpah. Tapi saya selalu menolak, rasanya terlalu berat ya suatu sumpah itu. Biasanya saya bilang "Jangan sumpah deh, Janji aja juga udah cukup ko..". Tapi beratnya dimana saya juga ga tau, cuma merasa bahwa itu terlalu berat.
 
hm...gw buka-buka forum samanggi-phala...akhir nya ketemu tentang sumpah...

Dari: Eka, jakarta
Namo Buddhaya,
Bhante, dulu saya pernah aktif di salah satu aliran Agama Buddha. Saya tinggal dengan keluarga om. Mereka sangat aktif di aliran ini. Saya masuk di aliran ini juga atas bimbingan mereka. Saya juga telah "ditabhiskan" sesuai dengan adat aliran tersebut. Dan saya juga pernah di sumpah untuk menjadi vegetarian seumur hidup. Dan kita juga tidak boleh makan bawang. Pertanyaan saya adalah :
1. Berdosakah saya kalo sekarang saya pindah ke aliran Theravada, yang menurut saya lebih realistis, sedangkan saya sudah pernah ditabhiskan di sana ?
2. Apa yang harus saya lakukan kalo saya ingin pindah ke aliran Theravada ? Apakah saya harus memberitahukan hal ini kepada sodara2 seiman di vihara yg dulu ?
3. Dosakah saya kalo sekarang saya makan bawang sedangkan saya sudah pernah di sumpah untuk tidak makan bawang ? Apa yang harus saya lakukan untuk mencabut sumpah itu ?
Atas bimbingan Bhante saya ucapkan banyak terima kasih.

Jawaban:
Anumodana atas niat Anda untuk menjadi umat Buddha dengan tradisi India atau Theravada.
1. Dalam pengertian Theravada, karena semua bentuk upacara ritual adalah bagian dari tradisi dan bukan Ajaran Sang Buddha, maka keinginan untuk mengikuti tradisi Theravada tidak ada masalah apalagi dosa yang lebih dikenal dalam Agama Buddha sebagai kamma buruk. Sebenarnya, pemilihan agama maupun tradisi adalah berdasarkan kecocokan. Setiap orang memiliki kecocokan masing-masing dan ada kemungkinan setelah melewati beberapa waktu terjadi perubahan kecocokan. Oleh karena itu, dalam Dhamma, penabhisan yang merupakan bagian dari suatu tradisi tidak mempunyai kekuatan yang mengikat seseorang untuk seumur hidup.

2. Jika ingin mengikuti tradisi Theravada, maka silahkan sering hadir dalam kegiatan puja bakti di vihara Theravada terdekat. Selain itu, sikap terpenting yang harus dimiliki adalah kemauan untuk melaksanakan secara sungguh-sungguh Jalan Mulia Berunsur Delapan seperti yang telah diajarkan oleh Sang Buddha. Pelaksanaan Jalan Mulia inilah yang akan mengantarkan seseorang untuk mencapai kebahagiaan dalam dunia ini, kebahagiaan setelah kehidupan ini dan kebahagiaan yang tertinggi yaitu mencapai kesucian atau Nibbana.
Setelah menetapkan sikap untuk mengikuti aliran Theravada, ada baiknya untuk memberitahukan sikap ini kepada teman-teman di tempat yang lama agar hal ini bisa dianggap sebagai pamitan kepada mereka. Mengikuti suatu tradisi serta meninggalkan tradisi yang lain bukan berarti menjadi orang asing atau bahkan bermusuhan. Persahabatan tetap bisa dijalin dengan mereka yang menjalankan tradisi yang berbeda, maupun agama yang tidak sama sekalipun. Persahabatan hendaknya didasari dari kecocokan pribadi, apapun agama dan tradisi yang ia ikuti.

3. Dalam pengertian Theravada, seseorang disebut melakukan kamma buruk bila ia mempunyai pikiran atau niat yang tidak baik. Padahal, makan bawang bukanlah merupakan kamma buruk. Hanya karena tradisi dan upacara maka seseorang bertekad untuk tidak memakannya. Dengan demikian, tentu tidak masalah kalau sekarang ia memakannya lagi. Tidak perlu melakukan pencabutan atas sumpah yang pernah disampaikannya. Namun, kalau memang hal ini meragukan, bisa juga ia mengucapkan tekad untuk kembali makan bawang di depan altar tempat dahulu ia pernah berjanji tidak makan bawang.Semoga jawaban ini bermanfaat.
Salam metta,
B. Uttamo


seperti nya penjelasan ini cukup bagus...dimana seperti yang kita ketahui tentang adanya PELANGGARAN SUMPAH......
tetapi lebih di utamakan pada NIAT ( pikiran yang baik atau buruk )....

khusus yang gw BOLD....seperti nya memang ada baik nya mengucapkan tekad batal di sertakan alasan di hadapan objek se-waktu kita bersumpah.

tapi..sesi tanya jawab ini kurang memuaskan..karena SOAL TANGGUNG KARMA BELOM GW TEMUKAN................................bantu-bantu donk....
 
SABBE SATTA
KAMMASSAKA
KAMMADAYADA
KAMMAYONI
KAMMABANDHU
KAMMAPATISARANA
YAM KAMMAM KARISSANTI
KALYANAM VA PAPAKAM VA
TASSA DAYADA BHAVISSANTI

Semua makhluk:
Memiliki karmanya sendiri
Mewarisi karmanya sendiri
Lahir dari karmanya sendiri
Berhubungan dengan karmanya sendiri
Terlindung oleh karmanya sendiri.
Apa pun karma yang diperbuatnya
Baik atau buruk,
Itulah yang akan diwarisinya.



Pandangan-Pandangan Keliru Mengenai Kamma

1. Kamma hanya dianggap sebagai hal yang buruk saja.

Pandangan ini beranggapan bahwa kamma hanya dianggap sebagai hasil yang buruk saja yang menimpa seseorang yang telah melakukan perbuatan buruk. Pandangan keliru (miccha ditthi) ini terjadi karena adanya kerancuan antara kamma (perbuatan) dengan kamma vipaka (hasil perbuatan) dan pemahaman yang salah terhadap kamma. Padahal, kamma yang berarti perbuatan sedangkan hasilnya disebut vipaka, tidak hanya berhubungan dengan perbuatan buruk ataupun akibat buruk semata, tetapi juga perbuatan baik ataupun akibat yang baik. Kamma vipaka (hasil perbuatan) tidak hanya berkaitan dengan hal-hal yang buruk tetapi juga hal-hal yang baik yang dialami oleh seseorang. Contoh: seseorang gemar berdana sehingga ia dihormati oleh setiap orang. Gemar berdana adalah kamma baik dan dihormati orang lain merupakan kamma vipaka (hasil perbuatan) yang baik.

2. Kamma vipaka (hasil kamma) dianggap sebagai nasib atau takdir yang tidak bisa diubah.

Pandangan ini dikatakan keliru karena jika hal itu terjadi maka seseorang tidak akan dapat bebas dari penderitaannya. Padahal seseorang dapat mengubah apa yang sedang ia alami. Selain itu, Guru Buddha telah mengajarkan mengenai Viriya atau semangat membaja yang berguna untuk mengatasi segala kesulitan. Sebagai contoh, seseorang yang lahir dalam keluarga yang kekurangan (miskin) karena kamma kehidupan lampau yang buruk yang telah ia lakukan dikehidupan yang lalu, ia dapat mengubah kondisi yang dialaminya tersebut dengan bekerja keras sehingga ia tidak lagi hidup dalam kemiskinan.

3. Prinsip kerja hukum kamma adalah mata dibayar mata, nyawa dibayar nyawa.

Pandangan ini beranggapan bahwa kamma akan selalu menghasilkan bentuk yang sama dengan hasil perbuatan (kamma vipaka), membunuh maka akan akan dibunuh, mencuri maka akan dicuri, menipu maka akan ditipu, dan sebagainya. Pandangan ini keliru karena kamma memiliki karakter yang dinamis dan tidak lepas dari kondisi-kondisi yang ada, sehingga tidak selamanya bentuk dari hasil kamma akan sama dengan bentuk kammanya. Tetapi yang dapat dipastikan adalah sifatnya, dimana kamma yang sifat buruk pasti akan menghasilkan hal yang sifatnya juga buruk, kamma baik pasti akan menghasilkan hal yang sifatnya juga baik.

4. Kamma orang tua diwarisi oleh anaknya.

Pandangan ini beranggapan bahwa orang tua yang melakukan kamma buruk maka hasilnya (vipaka) akan di terima oleh anaknya atau keluarga lainnya. Pandangan ini keliru karena prinsip kerja kamma adalah siapa yang melakukan perbuatan maka ia akan yang menerima hasilnya. Dalam Cullakammavibhanga Sutta; Majjhima Nikaya 135 Guru Buddha bersabda : "Semua mahluk hidup mempunyai kamma sebagai milik mereka, mewarisi kammanya sendiri, lahir dari kammanya sendiri, berhubungan dengan kammanya sendiri, dilindungi oleh kammanya sendiri. Kamma itulah yang membedakan makhluk hidup dalam keadaan rendah atau tinggi."

Dalam kasus tertentu terlihat sepertinya orang tua yang melakukan kamma buruk dan anaknya yang mengalami penderitaan. Hal ini bukan berarti kamma buruk orang tua diwarisi oleh anaknya, tetapi ini lebih berarti bahwa kamma buruk orang tua tersebut memicu kamma buruk si anak untuk berbuah. Dengan kata lain seseorang akan menerima akibat dari kammanya sendiri, tetapi kammanya dapat mempengaruhi atau mengkondisikan kamma orang lain untuk berbuah.


5. Kamma kehidupan lampau penentu segalanya yang terjadi di masa sekarang.

Pandangan ini beranggapan bahwa semua yang dialami seseorang pada masa sekarang, baik kondisi yang baik maupun buruk tidak lain merupakan hasil (vipaka) dari kamma kehidupan lampau saja. Pandangan ini keliru karena jika hal itu terjadi demikian maka seseorang hanya akan menjadi ”boneka” yang tidak bisa membebaskan diri dari penderitaan dan akan manjadi seseorang yang tidak memiliki kewaspadaan dan pengendalian diri. Hal ini telah dibabarkan oleh Guru Buddha dalam Tittha Sutta; Anguttara Nikaya 3.61 maupun dalam Sivaka Sutta; Samyutta Nikaya 36.21 {S 4.229} dan Devadaha Sutta; Majjhima Nikaya 101.

6. Kamma maupun vipaka (hasil kamma) ditentukan oleh tuhan.

Pandangan ini beranggapan bahwa semua yang diperbuat dan dialami seseorang pada masa sekarang, baik hal yang baik maupun buruk tidak lain merupakan kehendak tuhan. Pandangan ini keliru karena jika hal itu terjadi maka semua perbuatan dan semua yang dialami seseorang tidak lain hanya merupakan kehendak tuhan, sehingga seseorang tidak memiliki kehendak bebas, hanya akan menjadi ”boneka” yang tidak bisa membebaskan diri dari penderitaan dan akan menjadi seseorang yang tidak memiliki kewaspadaan dan pengendalian diri. Hal ini telah dibabarkan oleh Guru Buddha dalam Tittha Sutta; Anguttara Nikaya 3.61.

7. Kamma lampau dapat dihilangkan/dihapuskan.

Pandangan ini beranggapan bahwa kamma (perbuatan) buruk yang telah dilakukan seseorang, dapat dihilangkan/dihapuskan. Pandangan ini keliru karena kamma (perbuatan) lampau tersebut telah dilakukan dan telah terjadi sehingga tidak dapat dihapuskan. Sebagai contoh, Guru Buddha sendiri tetap menerima hasil dari kamma buruk kehidupan lampauNya berupa terlukanya kaki Beliau karena batu yang digulingkan oleh Devadatta. Jika kamma kehidupan lampau bisa dihapuskan maka Guru Buddha dengan mudah menghilangkannya dan kaki Beliau tidak akan terluka.

Kamma masa lampau tetap akan menimbulkan hasilnya seperti yang telah dijelaskan oleh Guru Buddha dalam Lonaphala Sutta; Anguttara Nikaya 3.99, dengan menggunakan perumpamaan garam yang sama banyaknya, yang satu dimasukkan ke dalam air di cangkir dan dan yang lain ke dalam sungai Ganga. Garam diibaratkan sebagai kamma buruk dan air adalah kamma baik. Ketika garam dimasukan ke dalam sebuah cangkir maka rasa garam tersebut akan terasa. Sedangkan garam yang jumlahnya sama dimasukan ke dalam sungai, maka air sungai tersebut tidak akan terasa asin. Jadi kamma buruk kehidupan lampau akan memberikan hasil/dampak tetapi dengan adanya kamma baik yang banyak yang dilakukan pada masa sekarang maka dampak dari kamma buruk tersebut menjadi berkurang bahkan tidak terasa.
 
hmm.....masuk AKAL SEHAT......
jadi menurut anda..apakah PENYEBAB ORANG TUA TSB MENDERITA,
dikarenakan KAMMA BURUK YANG BUAH NYA DI PERCEPAT KARENA SITUASI DAN KONDISI?
 
hmm.....masuk AKAL SEHAT......
jadi menurut anda..apakah PENYEBAB ORANG TUA TSB MENDERITA,
dikarenakan KAMMA BURUK YANG BUAH NYA DI PERCEPAT KARENA SITUASI DAN KONDISI?

sudah anda jawab.^_^

Dalam kasus tertentu terlihat sepertinya orang tua yang melakukan kamma buruk dan anaknya yang mengalami penderitaan. Hal ini bukan berarti kamma buruk orang tua diwarisi oleh anaknya, tetapi ini lebih berarti bahwa kamma buruk orang tua tersebut memicu kamma buruk si anak untuk berbuah. Dengan kata lain seseorang akan menerima akibat dari kammanya sendiri, tetapi kammanya dapat mempengaruhi atau mengkondisikan kamma orang lain untuk berbuah.
 
dengan penjelasan ttg GARAM dan Cangkir...serta GARAM dan LAUTAN LUAS, dalam penjelasan buddha....sangat masuk akal sih..hehehe..
 
Hukum ketersalingbergantungan segala fenomena mengatakan semua fenomena saling berhubungan dan memperngaruhi. menurut interpretasi saya, sumpah jahat seperti si C menyumpahi B bisa digolongkan karma buruk oleh pikiran. Di mana kita mengetahui pikirn mempunyai kekuatan,maksud saya seperti Dewa yang bisa mengintervensi, mempercepat ataupun memperlambast berbuahnya karma seseorang. Maka si C dlm hal ini berusaha mempercepat berbuahnya karma buruk B. Bila si B terpengaruh, maka secara bawah sadar (psikologis), kesadaran/pikiran B sendiri akan mempercepat proses karma buruk itu karena menganggap bahwa Kondisi2 utk brbuah sudah tiba. Proses ini secara psikologis dihalangi oleh Tekad baik si Ibu yang rela menanggung 'energi negatif' sumpah C. Jadi, bukan Ibu menanggung karma anaknya... kalau tidak ada karma buruk dan faktor2 pendukung, maka peristiwa buruk tidak bisa terjadi, contohnya saat Arya Manjushri membuktikan bahwa tindakan 'mengambil yg bukan miliknya' telah lama Beliau tinggalkan. Beliau menumpuk emas permata satu gerobak di tengah kota selama beberapa hari tanpa dijaga, namun tetap utuh, tidak ada seorangpun menyentuhnya. kenapa? padahal pencuri, org serakah di mana2... karena Arya Manjushri sudah tidak punya karma buruk lg.. hal buruk tdk bs muncul.
Kita tidak perlu takut dgn sumpah2 ataupun nujum/black magic.. pikiran yg penuh metta karuna lah yg melindungi kita. logikanya energi positif menutup jalur energi negatif msk. energi positif ini bisa berupa meditasi;karma baik; pembacaan paritta,sutra,nama Buddha,mantra,dll; ataupun mengacu pd kondisi mental/batin org itu.
lagipula si Ibu uda berusia 70++ [rata2 usia manusia skrg.. kita jg tidak tau kondisi kesehatan sebenarnya ] wajar waktunya sampai. si Ibu bertahan 2 bln lg bisa saja dgn kekuatan 'tekad'nya yg kuat.

semoga penjelasan singkat ini membantu... ;)
 
Hukum ketersalingbergantungan segala fenomena mengatakan semua fenomena saling berhubungan dan memperngaruhi. menurut interpretasi saya, sumpah jahat seperti si C menyumpahi B bisa digolongkan karma buruk oleh pikiran. Di mana kita mengetahui pikirn mempunyai kekuatan,maksud saya seperti Dewa yang bisa mengintervensi, mempercepat ataupun memperlambat berbuahnya karma seseorang. Maka si C dlm hal ini berusaha mempercepat berbuahnya karma buruk B. Bila si B terpengaruh, maka secara bawah sadar (psikologis), kesadaran/pikiran B sendiri akan mempercepat proses karma buruk itu karena menganggap bahwa Kondisi2 utk brbuah sudah tiba. Proses ini secara psikologis dihalangi oleh Tekad baik si Ibu yang rela menanggung 'energi negatif' sumpah C. Jadi, bukan Ibu menanggung karma anaknya...
kalau tidak ada karma buruk dan faktor2 pendukung, maka peristiwa buruk tidak bisa terjadi, contohnya saat Arya Manjushri membuktikan bahwa tindakan 'mengambil yg bukan miliknya' telah lama Beliau tinggalkan. Beliau menumpuk emas permata satu gerobak di tengah kota selama beberapa hari tanpa dijaga, namun tetap utuh, tidak ada seorangpun menyentuhnya. kenapa? padahal pencuri, org serakah di mana2... karena Arya Manjushri sudah tidak punya karma buruk lg.. hal buruk tdk bs muncul.
Kita tidak perlu takut dgn sumpah2 ataupun nujum/black magic.. pikiran yg penuh metta karuna lah yg melindungi kita. logikanya energi positif menutup jalur energi negatif msk. energi positif ini bisa berupa meditasi;karma baik; pembacaan paritta,sutra,nama Buddha,mantra,dll; ataupun mengacu pd kondisi mental/batin org itu.
lagipula si Ibu uda berusia 70++ [rata2 usia manusia skrg.. kita jg tidak tau kondisi kesehatan sebenarnya ] wajar waktunya sampai. si Ibu bertahan 2 bln lg bisa saja dgn kekuatan 'tekad'nya yg kuat.

semoga penjelasan singkat ini membantu... ;)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.