Dari: Eka, jakarta
Namo Buddhaya,
Bhante, dulu saya pernah aktif di salah satu aliran Agama Buddha. Saya tinggal dengan keluarga om. Mereka sangat aktif di aliran ini. Saya masuk di aliran ini juga atas bimbingan mereka. Saya juga telah "ditabhiskan" sesuai dengan adat aliran tersebut. Dan saya juga pernah di sumpah untuk menjadi vegetarian seumur hidup. Dan kita juga tidak boleh makan bawang. Pertanyaan saya adalah :
1. Berdosakah saya kalo sekarang saya pindah ke aliran Theravada, yang menurut saya lebih realistis, sedangkan saya sudah pernah ditabhiskan di sana ?
2. Apa yang harus saya lakukan kalo saya ingin pindah ke aliran Theravada ? Apakah saya harus memberitahukan hal ini kepada sodara2 seiman di vihara yg dulu ?
3. Dosakah saya kalo sekarang saya makan bawang sedangkan saya sudah pernah di sumpah untuk tidak makan bawang ? Apa yang harus saya lakukan untuk mencabut sumpah itu ?
Atas bimbingan Bhante saya ucapkan banyak terima kasih.
Jawaban:
Anumodana atas niat Anda untuk menjadi umat Buddha dengan tradisi India atau Theravada.
1. Dalam pengertian Theravada, karena semua bentuk upacara ritual adalah bagian dari tradisi dan bukan Ajaran Sang Buddha, maka keinginan untuk mengikuti tradisi Theravada tidak ada masalah apalagi dosa yang lebih dikenal dalam Agama Buddha sebagai kamma buruk. Sebenarnya, pemilihan agama maupun tradisi adalah berdasarkan kecocokan. Setiap orang memiliki kecocokan masing-masing dan ada kemungkinan setelah melewati beberapa waktu terjadi perubahan kecocokan. Oleh karena itu, dalam Dhamma, penabhisan yang merupakan bagian dari suatu tradisi tidak mempunyai kekuatan yang mengikat seseorang untuk seumur hidup.
2. Jika ingin mengikuti tradisi Theravada, maka silahkan sering hadir dalam kegiatan puja bakti di vihara Theravada terdekat. Selain itu, sikap terpenting yang harus dimiliki adalah kemauan untuk melaksanakan secara sungguh-sungguh Jalan Mulia Berunsur Delapan seperti yang telah diajarkan oleh Sang Buddha. Pelaksanaan Jalan Mulia inilah yang akan mengantarkan seseorang untuk mencapai kebahagiaan dalam dunia ini, kebahagiaan setelah kehidupan ini dan kebahagiaan yang tertinggi yaitu mencapai kesucian atau Nibbana.
Setelah menetapkan sikap untuk mengikuti aliran Theravada, ada baiknya untuk memberitahukan sikap ini kepada teman-teman di tempat yang lama agar hal ini bisa dianggap sebagai pamitan kepada mereka. Mengikuti suatu tradisi serta meninggalkan tradisi yang lain bukan berarti menjadi orang asing atau bahkan bermusuhan. Persahabatan tetap bisa dijalin dengan mereka yang menjalankan tradisi yang berbeda, maupun agama yang tidak sama sekalipun. Persahabatan hendaknya didasari dari kecocokan pribadi, apapun agama dan tradisi yang ia ikuti.
3. Dalam pengertian Theravada, seseorang disebut melakukan kamma buruk bila ia mempunyai pikiran atau niat yang tidak baik. Padahal, makan bawang bukanlah merupakan kamma buruk. Hanya karena tradisi dan upacara maka seseorang bertekad untuk tidak memakannya. Dengan demikian, tentu tidak masalah kalau sekarang ia memakannya lagi. Tidak perlu melakukan pencabutan atas sumpah yang pernah disampaikannya. Namun, kalau memang hal ini meragukan, bisa juga ia mengucapkan tekad untuk kembali makan bawang di depan altar tempat dahulu ia pernah berjanji tidak makan bawang.Semoga jawaban ini bermanfaat.
Salam metta,
B. Uttamo