• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Salah Faham Terhadap Dunia Sufi

emang para waliyullah itu susah ditebak mas apa maunya..
suka yg aneh-aneh, tp klo kita mw kontemplasi lg, ada manfaatnya jg kok .. :D
 
BismiLah ..

Dalam dunia Tasawuf terdapat 2 golongan, pertama mereka golongan Ahlus Sunnah Wal-Jama'ah. Mereka mematuhi ajaran Alquran dan mematuhi amalan dan peraturan yang dicontohkan dari perilaku dan kata-kata Nabi Muhammad Saw.
Yang kedua, ialah kaum yang sesat atau kaum sufi yang palsu yang terdiri dari berbagai golongan..

Banyak golongan orang-orang sufi yang sesat, antara lain :

1. Golongan Hululiyyah, mereka berpendapat halal melihat orang yang bukan muhrimnya. mereka berbaur antara lelaki dan perempuan dan menari bersama-sama. hal ini jelas sekali berlawanan dengan ajaran islam dan prinsip islam.

2. Golongan Haliyyah, mereka ini gemar menari, memekik, menyanyi, menjerit dan menepuk tangan. konon, dalam hal demikian mereka dapat mengatasi dan melampaui hukum-hukum syariat islam. hal ini jelas sesat karena Nabi Muhammad Saw sendiri pun mengikuti syari'at, walaupun ia kekasih Allah SWT.

3. Golongan Awliyaiyyah, mereka ini mendakwakan diri dekat dengan Allah. dengan kata lain mereka telah mencapai peringkat Awliya' Allah. menurut mereka apabila telah menjadi wali Allah, mereka tidak perlu lagi menjalankan syari'at. mereka berpendapat bahwa seorang wali menjadi anaknya Allah dengan itu mereka lebih tinggi derajatnya dari pada nabi. pendapat mereka ini adalah silap, salah dan sesat yang akan membawa mereka kepada kebinasaan.

4. Golongan Syamuraniyah, Mereka percaya kalam (perkataan) adalah kekal dan barang siapa yang menyebut kalam yang kekal (kalam Allah) itu tidak terikat dengan hukum atau syari'at agama. Dalam upacara ibadah mereka menggunakan alat musik. Perempuan dan lelaki berbaur menjadi satu tanpa adanya hijab..

5. Golongan Hubbiyyah, golongan ini berkata bahwa apabila seseorang telah mencapai ke peringkat cinta, mereka tidak lagi berada di bawah hukum syari'at. mereka tidak perduli dengan pakaian. Kadang-kadang mereka bertelanjang bugil. ini adalah ajaran sesat dan menyesatkan..

Bersambung ya .. :)

sumber : kitab Sirr al-Asrar fi ma Yahtaj Ilayh al-Abrar (Syeikh Abd Al-Qodir Al-Jilani) (edisi terjemahannya oleh pustaka sufi, ahli bahasa Abdul Majid, Hj. Khatib mei 2006).
 
Ane Lanjut Lagi ya .. :)

BismiLah ..

6. Golongan Hurriyyah, mereka senang berteriak-teriak, memekik, menyanyi dan bertepuk tangan konon katanya untuk mendapatkan dzawq (ekstase). mereka mendakwa bahwa dalam keadaan dzawq itu mereka bersenggama atau bersetubuh dengan bidadari. setelah mereka keluar dari keadaan dzawq, merekapun mandi hadast. mereka ini tertipu dengan diri mereka sendiri, sesatlah mereka.

7. Golongan Ibahiyyah, mereka ini tidak menyuruh berbuat baik dan tidak melarang berbuat jahat. sebaliknya mereka menghalalkan hal yang haram, zina pun dihalalkan. bagi mereka, semua wanita halal untuk semua lelaki. inilah golongan yang sesat dan miskin yang meminta sedekah dari rumah ke rumah..

8. Golongan Mutakassiliyyah, mereka mengamalkan prinsip bermalas-malasan dalam mencari nafkah. Mereka meniggalkan dunia dan keduniaan. Maka musnalah mereka dalam kemalasan mereka sendiri.

9. Golongan Mutajahhiliyyah, mereka berpura-pura bodoh dan berpakaian tidak senonoh dan bersikap seperti orang kafir. Padahal Allah berfirman :
"Janganlah kamu cenderung meniru orang-orang yang zalim, kelak kamu akan disentuh (dijilat) api nereka."(Alquran)

Nabipun bersabda :
"Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka mereka dikira sebagai ahli kaum itu"

10. Golongan Wafiqiyyah, mereka berpendapat bahwa Allah yang mampu mengenal Allah. Dengan itu mereka tidak mau berusaha mencari hakikat atau kebenaran. Karena kebodohan mereka itu, mereka terseret ke jurang kerusakan dan kesesatan.

11. Golongan Ilhamiyyah, Mereka ini mementingkan iLham. Tidak mau menuntut ilmu dan belajar. Mereka berkata bahwa al-quran merupakan hijab bagi mereka. Mereka menggunakan puisi karangan mereka sebagai ganti al-quran. Mereka membuang al-quran dan meninggalkan ibadah salat dan lain-lain. mereka mengajarkan anak mereka ber-puisi sebagai ganti Al-quran, maka sesatlah mereka.

Selesai.. :)

Golongan-golongan di atas hanyalah sebagian dari golongan tasawuf yang sesat, tidak menutup kemungkinan zaman sekarang pun ada golongan yang menyerupai golongan mereka itu.
Mudah-mudahan kita termasuk orang yang diselamatkan oleh-NYA, baik di dunia maupun di akhirat ..:)

Sumber : Kitab Sirr al-Asrar fi ma Yahtaj Ilayh al-Abrar (Syeikh Abd Al-Qodir Al-Jilani) (terjemahan oleh pustaka sufi mei 2006, ahli bahasa oleh Abdul Majid, Hj. Khatib)
 
BismiLah ..

Konflik Antara Tradisi Sufi dan Tradisi Fiqh

Pada perkembangan tradisi sufi banyak sekali menibulkan konflik tajam dengan ahLi fiqh. para elit birokrat dan ulama-ulama (fiqh) melarang ajaran sufi karena dianggap bukan sebagai ajaran islam. pemikiran dan ajaran ittihad dan al hulul menjadi sasaran kritik. dianggap sesat oleh ulama-ulama yang cenderung pada tradisi fiqh.

bahkan konflik tersebut pada ujungnya meminta korban nyawa Al Hallaj. Al Hallaj dihukum oleh penguasa bagdhad pada tahun 992 Hijriyah. Hal itu karena pernyataan Al Hallaj sendiri 'Ana Al-Haqq' (aku adalah Tuhan).

Pasca tragedi Al Hallaj, para ulama fiqh menjaga jarak dengan ulama sufi. Ulama fiqh menilai bahwa ulama sufi semakin liar, baik dalam ajaran praktek maupun dalam praktek ibadahnya.

Karena konflik antara ulama sufi dan ulama fiqh terus mencuat, maka munculah ulama-ulama yang berusaha menjadi penengah dan mendamaikan dua aliran keilmuan itu.
diantarannya :
1. Al Sarrajj menulis kitab Al Luma'
2. Al Kalabadzi menulis kitab AL Ta'arruf li Madzab Ahl Al Tasawuf
3. Imam Qusyairy Dengan kitabnya Al-Risalah fi Ilm al Tashawwuf..

Bersamaan dengan itu, muncul konsep tentang perjalanan sufi dalam mencapai tingkat ma'rifatullah. Konsep itu kemudian dikenal dengan istilah maqomat dan ahwal

Sumber : Mendaki Tangga Ma'rifat (Syeikh Ibnu Jabr ar-Rummi) (mau cari kitab yg bahasa arabnya ilang, jadi pake yg terjemahan aja :D)
 
BismiLah ..

Konflik Antara Tradisi Sufi dan Tradisi Fiqh

Pada perkembangan tradisi sufi banyak sekali menibulkan konflik tajam dengan ahLi fiqh. para elit birokrat dan ulama-ulama (fiqh) melarang ajaran sufi karena dianggap bukan sebagai ajaran islam. pemikiran dan ajaran ittihad dan al hulul menjadi sasaran kritik. dianggap sesat oleh ulama-ulama yang cenderung pada tradisi fiqh.

bahkan konflik tersebut pada ujungnya meminta korban nyawa Al Hallaj. Al Hallaj dihukum oleh penguasa bagdhad pada tahun 992 Hijriyah. Hal itu karena pernyataan Al Hallaj sendiri 'Ana Al-Haqq' (aku adalah Tuhan).

Pasca tragedi Al Hallaj, para ulama fiqh menjaga jarak dengan ulama sufi. Ulama fiqh menilai bahwa ulama sufi semakin liar, baik dalam ajaran praktek maupun dalam praktek ibadahnya.

Karena konflik antara ulama sufi dan ulama fiqh terus mencuat, maka munculah ulama-ulama yang berusaha menjadi penengah dan mendamaikan dua aliran keilmuan itu.
diantarannya :
1. Al Sarrajj menulis kitab Al Luma'
2. Al Kalabadzi menulis kitab AL Ta'arruf li Madzab Ahl Al Tasawuf
3. Imam Qusyairy Dengan kitabnya Al-Risalah fi Ilm al Tashawwuf..

Bersamaan dengan itu, muncul konsep tentang perjalanan sufi dalam mencapai tingkat ma'rifatullah. Konsep itu kemudian dikenal dengan istilah maqomat dan ahwal

Sumber : Mendaki Tangga Ma'rifat (Syeikh Ibnu Jabr ar-Rummi) (mau cari kitab yg bahasa arabnya ilang, jadi pake yg terjemahan aja :D)

Sory ni mas Gilang, saya mau tanya:
Apa sih kriteria untuk menjadi seorang wali Allah:-/:-/:-/
 
Sory ni mas Gilang, saya mau tanya:
Apa sih kriteria untuk menjadi seorang wali Allah

Wah mas, buat jadi wali Allah ga ada kriterianya, yg menjadikan seseorang itu wali bukan berdasarkan kehendak sendiri mas, tapi Allah juga mas yg menghendaki seseorang menjadi kekasih-NYA..
kita sebagai hamba Allah, hanya memiliki hak untuk manjalankan apa yg diperintahkan oleh-NYA dan menjauhkan apa yg dilarang.

wali ga bisa dikader mas, klo ulama memang harus dikader

mudah-mudahan puas ya mas :)
 
bro....
Berdasarkan pengetahuan gue (dari apa yang gue pernah baca), aliran sufi mulai berkembang setelah islam bersentuhan dgn hindu (india). paham/aliran ini melembaga pertama kali di wilayah iraq. jadi paham ini memasukkan unsur2 filsafat hindu/india dalam ajarannya. kenapa di iraq cepat berkembang? itu karena wilayah itu sebelum ditaklukkan islam adalah para pengikut/orang2 hindu. begitu juga dgn yg di indonesia, syech siti jenar.
Setau gue, tujuan tertinggi ajaran hindu dan sufi adalah penyatuan dengan Tuhan, bahwa ada dzat Tuhan di dalam diri. nah, melalui kontemplasi akan bisa dicapai kemanunggalan kawula lan Gusti Allah. cmiiw.
 
Wah mas, buat jadi wali Allah ga ada kriterianya, yg menjadikan seseorang itu wali bukan berdasarkan kehendak sendiri mas, tapi Allah juga mas yg menghendaki seseorang menjadi kekasih-NYA..
kita sebagai hamba Allah, hanya memiliki hak untuk manjalankan apa yg diperintahkan oleh-NYA dan menjauhkan apa yg dilarang.

wali ga bisa dikader mas, klo ulama memang harus dikader

mudah-mudahan puas ya mas :)
Sapa bilang wali bisa dikader:-/:-/:-/

:D:D:D
Syarat menjadi wali Allah adalah mudah
Anda menjalankan RUKUN ISLAM dengan benar sesuai tuntunan Rasulullah
sudah cukup menjadikan anda wali Allah.

Ulama dikader:-/:-/:-/ Da'i kalee
 
Lah serius mas, ulama sekarang banyak yg ulama ketoprak Lho /gg ..
Buktinya apa? banyak ulama dimana-mana, tetapi kenapa masih banyak juga tindak kriminal ?

klo mau jadi ulama ketoprak gampang mas, sampean ke tanah abang, trus bli gamis,bawa tasbeh kemana-mana, pasti sampean di panggil ulama deh .. :)

afwan :)
 
Lah serius mas, ulama sekarang banyak yg ulama ketoprak Lho /gg ..
Buktinya apa? banyak ulama dimana-mana, tetapi kenapa masih banyak juga tindak kriminal ?

klo mau jadi ulama ketoprak gampang mas, sampean ke tanah abang, trus bli gamis,bawa tasbeh kemana-mana, pasti sampean di panggil ulama deh .. :)

afwan :)
mungkin ga sejauh itu, paling-paling dipanggil pak (H)aji aja.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.