|
LOUNGE |
TANYA JAWAB |
KESEHATAN |
MUSIC |
MOVIES |
OLAHRAGA |
KULINER |
ANIME |
JOKES
GAMES |
COMPUTER |
OTOMOTIF |
PETS |
PONSEL |
DEBATE |
GALLERY |
YOUTH |
BERITA & POLITIK
CURHAT |
RELIGI |
MISTERI |
GAYA HIDUP |
EDUKASI |
SARAN |
TEST
|
hehehehe
kalau gue liat tuh emang dari agama kristen tuh memang kena batunya tuh,gereja di bom2 in ama agama lain yang rada radikal. liat aja suka bikin panas hati pemeluk agama lainnya bikin kesaksian palsu lah ,ngatain kita sembayang setan lah,bilang nga ada keselamatan diluar yesus lah,nah yesus nya aja belajar tantra dan wafat di tibet jadi siapa yang belajar sama siapa????
dasar propaganda konyol,baca buka isa hidup sang mahisa karangan anand krisna,udah terbukti nicolai notovic menemukan kitab himis,eh di serobot ama pihak dari pihak kristiani mengirimkan tim ke tibet ngambil kitab himis itu, udah takut tuh ketauan belangnya
film davinci code itu mempunyai pesan bahwa yesus pernah menikah dengan maria magdalena lalu mempunyai keturunan,kan kalo terbukti kan malu tuh umat kristen,masa nabinya kawin dengan maria magdalena lagi(kan ada dalam alkitab maria magdalena itu siapa)
nah bandingkan dong dengan sidharta gautama ia seorang putra raja,sempurna,baik hati welas asih,bijaksana,nga suka marah kaya yesus di bait allah tuh yang jualan diusir usirin kan kasian tuh pedagang kaki lima di bait allah digusur ama yesus,padahal kita tau gereja2 banyak sekarang di mall sangat bertolak belakang lag yesus dengan budha gautama guru agung kita nga ada cacatnya dalam kelakuan dan tindak tanduk
tul ngak ?![]()
Tuhan Di Dalam Tas
Kuala Lumpur, Malaysia - Ketika saya sedang duduk membaca buku Buddhis sewaktu menunggu bus. Setelah beberapa saat, seorang anak muda duduk mendekat dan duduk disebelah saya, melihat buku saya dan bertanya apakah saya seorang umat Buddha?
Saya mengatakan bahwa saya benar seorang Buddhis dan beliau mulai menyerang saya dengan bualan, kebenaran yang setengah-setengah, hal-hal yang belum terbukti kebenarannya dari para penginjil seperti biasanya. Karena dia semakin bersemangat dia berkata "Tuhan ada dan saya dapat membuktikannya" saya tertawa dan memberitahukan kepadanya bahwa itu tidak mungkin. "Saya mempunyai bukti atas Tuhan dalam tas ini", beliau berkata.
Ini sangat menggugah rasa ingin tahu saya dan saya memintanya untuk menunjukkan kepadaku. Dia memasukkan tangannya dalam tas, mengeluarkan sebuah jeruk dan menunjukkannya. Saya menjadi benar-benar kebingungan. Saya bertanya "Bagaimana jeruk dapat membuktikan keberadaan Tuhan?"
Dia mengupas jeruk itu, memisahkan pangsa-pangsanya dan berkata "Tuhan telah merancang seluruh jagad raya ini untuk keuntungan manusia. Lihat jeruk ini, setiap pangsa dirancang dengan sempurna agar muat dalam mulut kita".
Saya tertawa terbahak-bahak dan berkata "Bagaimana dengan semangka! Bagaimana caranya kamu dapat memuat sebiji ke dalam mulutmu? Logika Simplistik seperti ini dapat membuat para penginjil percaya pada Tuhan.
27. “Yang Mulia, pada suatu ketika ada seorang brahmana yang sudah tua, sudah berumur, dan dibebani usia. Dia mempunyai istri seorang gadis brahmana muda yang hamil dan sudah mendekati persalinan. Maka istrinya ini memberitahu dia: ‘Pergilah, brahmana, belilah seekor kera muda di pasar dan bawalah kembali kepadaku sebagai teman bermain bagi anakku.' Brahmana itu menjawab: ‘Tunggu, nyonya, sampai engkau telah melahirkan anak itu. Jika engkau melahirkan seorang anak lelaki, maka aku akan membeli seekor kera jantan muda di pasar dan membawanya kembali kepadamu sebagai teman bermain bagi anak lelakimu; tetapi jika engkau melahirkan seorang anak perempuan, maka aku akan membeli seekor kera betina muda di pasar dan membawanya kembali kepadamu sebagai teman bermain bagi anak perempuanmu.' Untuk kedua kalinya istrinya itu mengucapkan permohonan yang sama dan menerima jawaban yang sama pula. Untuk ketiga kalinya istrinya itu mengucapkan permohonan yang sama. Kemudian, karena pikirannya amat mencintai istrinya, brahmana itu lalu pergi ke pasar, membeli seekor kera jantan muda, membawanya kembali dan memberitahu istrinya:' Aku telah membeli seekor kera jantan muda ini di pasar [385] dan membawanya kembali kepadamu sebagai teman bermain bagi anak lelakimu.' Kemudian istrinya berkata: Pergilah, brahmana, bawalah kera jantan muda ini ke Rattapani, putra tukang celup, dan katakan kepadanya: “Rattapani yang baik, saya ingin agar kera jantan muda ini diberi warna yang disebut kuning-salep, kemudian dipukul dan dipukul lagi, dan diratakan di dua sisinya.”' Maka, karena pikirannya amat mencintai istrinya, brahmana itu membawa kera jantan muda itu ke Rattapani, putra tukang celup, dan berkata kepadanya: ‘Rattapani yang baik, saya ingin agar kera jantan muda ini diberi warna yang disebut kuning-salep, kemudian diketok dan diketok lagi, dan dilicinkan di dua sisinya.' Rattapani, putra tukang celup itu berkata kepadanya: ‘Yang Mulia, kera jantan muda ini akan tahan menerima warna itu tetapi tidak akan menerima ketokan dan pelicinan.' Demikian pula, Yang Mulia, doktrin Nigantha yang tolol itu akan menyenangkan orang-orang tolol tetapi bukan orang-orang yang bijaksana, dan doktrin itu tidak akan tahan bila diuji atau dilicinkan.
“Kemudian, Yang Mulia, pada saat yang lain brahmana itu membawa seperangkat pakaian baru ke Rattapani, putra tukang celup dan berkata kepadanya: ‘Rattapani yang baik, saya ingin agar seperangkat pakaian baru ini diberi warna yang disebut kuning-salep, kemudian dipukul dan dipukul lagi, dan diratakan di dua sisinya.' Rattapani, putra tukang celup itu berkata kepadanya: ‘Yang Mulia, seperangkat pakaian baru ini akan tahan menerima warna dan pukulan dan pelicinan.'
Demikian pula, Yang Mulia, doktrin Yang Terberkahi itu, yang telah mantap dan sepenuhnya tercerahkan, akan menyenangkan orang-orang yang bijaksana tetapi bukan orang-orang tolol, dan doktrin itu akan tahan bila diuji atau dilicinkan.”
28. “Perumah-tangga, majelis dan raja mengenalmu demikian: ‘Perumah-tangga Upali adalah siswa Nigantha Nataputta.' Kami harus menganggapmu sebagai siswa siapa?”
Ketika hal itu dikatakan, perumah-tangga Upali bangkit dari tempat duduknya, dan dengan mengatur jubah atasnya pada satu bahu, [386] dia menyatukan kedua tangannya di dalam penghormatan ke arah Yang Terberkahi, dan memberitahu Nigantha Nataputta:
29. “Dalam hal itu, Yang Mulia, dengarkanlah siswa siapa saya ini:
Beliau adalah Yang Bijaksana, yang telah membuang kebodohan,
Telah meninggalkan keliaran hati,591 pemenang pertempuran;
Beliau tidak mengenal kesedihan yang dalam, berpikiran imbang sempurna,
Matang di dalam moralitas, memiliki kebijaksanaan yang unggul;
Berada di luar segala cobaan,592 Beliau tanpa-noda:
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.
Bebas dari kebingungan, Beliau berdiam dengan puas,
Menolak keuntungan dunia, bejana kegembiraan;
Makhluk manusia yang telah melakukan tugas petapa,
Manusia yang menanggung tubuh akhirnya;
Beliau sepenuhnya tanpa-tanding dan sepenuhnya tanpa-noda;
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.
Beliau bebas dari keraguan, dan sungguh terampil,
Penertib dan pemimpin yang unggul
Tak ada yang melampaui sifat Beliau yang gemerlapan;
Tak diragukan lagi, Beliau adalah penerang;
Setelah memotong kesombongan, Beliau adalah pahlawan;
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.
Pemimpin kelompok, Beliau tidak terukur,
Kedalaman Beliau tak diketahui, Beliau mencapai keheningan;593
Pemberi keamanan, pemilik pengetahuan,
Beliau berdiri di dalam Dhamma, terkendali di dalam diri;
Sesudah mengatasi semua ikatan, Beliau telah terbebas;
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.
Bergading tak-ternoda, yang hidup di tempat sunyi,
Dengan belenggu yang semuanya telah hancur, sepenuhnya terbebas;
Terampil di dalam diskusi, memiliki kebijaksanaan,
Panji-panjinya telah diturunkan,594 Beliau tak lagi bernafsu;
Setelah menjinakkan dirinya sendiri, Beliau tak lagi berkembangbiak:595
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.
Penglihatan yang terbaik, 597 tanpa rencana penipuan,
Memperoleh tiga pengetahuan, mencapai kesucian;
Hatinya telah dibersihkan, ahli berkotbah,
Beliau hidup sepenuhnya tenang, penemu pengetahuan;
Yang pertama dari semua pemberi, Beliau sepenuhnya mampu:
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.
Beliau adalah Yang Mulia, yang pikirannya telah berkembang,
Yang telah memperoleh tujuan dan membabarkan kebenaran:
Memiliki kewaspadaan dan pandangan terang yang menembus,
Beliau tidak condong ke depan maupun ke belakang;597
Bebas dari gangguan, mencapai keahlian:
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.
Beliau telah sejahtera secara benar dan berdiam di dalam meditasi,
Tak terkotori di dalam diri, sempurna di dalam kemurnian:
Beliau tidak bergantung dan sepenuhnya tanpa-ketakutan,598
Hidup terpencil, mencapai puncaknya;
Setelah menyeberangi sendiri, Beliau membawa kita ke seberang:
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.
Memiliki ketenangan tertinggi, dengan kebijaksanaan yang luas,
Manusia dengan kebijaksanaan yang besar, tanpa segala keserakahan;
Beliau adalah Tathagata, Beliau adalah Yang tertinggi,
Manusia tanpa-saingan, yang tiada banding;
Beliau pemberani, pandai di dalam segalanya:
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.
Beliau telah menghancurkan nafsu dan menjadi Yang Tercerahkan,
Bersih dari semua awan, sepenuhnya tak-ternoda;
Yang paling pantas menerima persembahan, yang paling bersemangat,
Manusia paling sempurna, di luar perhitungan;
Terbesar di dalam kemuliaan, mencapai puncak kebesaran:
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.