• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Propoganda Terhadap BuddhaDhamma

biarlah orang-orang memilih serta mencari bukti yang mana paling oke...

kita d sini cuma bisa memperlihatkan bukti..bukan memaksa memilih.
 
hehehehe


kalau gue liat tuh emang dari agama kristen tuh memang kena batunya tuh,gereja di bom2 in ama agama lain yang rada radikal. liat aja suka bikin panas hati pemeluk agama lainnya bikin kesaksian palsu lah ,ngatain kita sembayang setan lah,bilang nga ada keselamatan diluar yesus lah,nah yesus nya aja belajar tantra dan wafat di tibet jadi siapa yang belajar sama siapa????:D
dasar propaganda konyol,baca buka isa hidup sang mahisa karangan anand krisna,udah terbukti nicolai notovic menemukan kitab himis,eh di serobot ama pihak dari pihak kristiani mengirimkan tim ke tibet ngambil kitab himis itu, udah takut tuh ketauan belangnya
film davinci code itu mempunyai pesan bahwa yesus pernah menikah dengan maria magdalena lalu mempunyai keturunan,kan kalo terbukti kan malu tuh umat kristen,masa nabinya kawin dengan maria magdalena lagi(kan ada dalam alkitab maria magdalena itu siapa)
nah bandingkan dong dengan sidharta gautama ia seorang putra raja,sempurna,baik hati welas asih,bijaksana,nga suka marah kaya yesus di bait allah tuh yang jualan diusir usirin kan kasian tuh pedagang kaki lima di bait allah digusur ama yesus,padahal kita tau gereja2 banyak sekarang di mall sangat bertolak belakang lag yesus dengan budha gautama guru agung kita nga ada cacatnya dalam kelakuan dan tindak tanduk

tul ngak ?:>

Saya teringat sama satu ceramah dharma bagaimana kita menjelaskan BUDDHA dengan NABI NABI lainnya kepada anak anak kita...

Misalnya :
- Buddha adalah dulunya putra mahkota dari suatu kerajaan di India, nah... Nabi lainnya tahu sendiri gimana statusnya sampai ada yang gak tahu anak haram atau bukan. heheheheheh...

- Buddha sewaktu meninggal dalam keadaan damai, dihadiri oleh orang banyak dan dihormati oleh raja raja. Nah... yang lainnya dihukum mati, dikejar kejar oleh penguasa/raja, bahkan ada nabi lain yang katanya mati karena penyakit kelamin (hayooo sapa yang penjahat kelamin yang suka ngumbar ngumbar hawa nafsu)...

Lho bagaimana bisa jadi NABI atau UTUSAN TUHAN yang begitu spesial jika ternyata hidupnya tak beres, matinya tak jelas...
 
Berkah


Kuala Lumpur, Malaysia - Saya mengenal sebuah keluarga Sinhale di Inggris. Ibunya merupakan seorang umat Buddha yang saleh tetapi suaminya tidak mempunyai agama yang tetap walaupun ia merupakan seorang yang sangat jujur dan baik

Beliau juga orang yang tidak banyak ngomong. Karenanya posisi ibunya menjadi lebih sukar sehingga anak perempuannya yang paling tua menjadi seorang penginjil Kristen yang sangat fanatik dan menuntut untuk berdoa setiap malam sebelum keluarganya makan malam.

Menjadi seorang umat Buddha yang sangat toleransi ibunya membiarkan anaknya melakukan ini, ayahnya duduk disana dengan sangat sabar menunggu dia menyelesaikannya dan anak-anaknya yang lain tersenyum sendiri berpikir bahwa kakaknya sedikit bermasalah.

Para penyebar injil suka melakukan hal sejenis ini. Mereka akan menggunakan setiap kesempatan untuk memaksa agama mereka di tengah pusat perhatian. Jika mereka adalah Kristiani mereka akan menuntut kamu untuk mengetahui itu. Satu hal yang anak perempuannya sering katakan sewaktu berdoa adalah "Terima kasih Yesus atas makanan ini yang kita makan dengan penuh syukur". Suatu malam, setelah berbulan bulan mendengar hal seperti itu ayahnya memutuskan bahwa ia sudah cukup untuk itu dan berkata dengan keras.. "Itu bukan Yesus yang menyediakan makanan ini di meja setiap malam tetapi saya. Itu adalah saya yang bekerja 50 jam seminggu untuk membeli makanan yang kita makan, bukan Yesus. Jika kamu pernah mengatakannya lagi saya akan mengusir kamu dari rumah ini dan kemudian kamu dapat meminta Yesus memberikan rumah baru untuk kamu tinggal.
 
Tuhan Di Dalam Tas​


Kuala Lumpur, Malaysia - Ketika saya sedang duduk membaca buku Buddhis sewaktu menunggu bus. Setelah beberapa saat, seorang anak muda duduk mendekat dan duduk disebelah saya, melihat buku saya dan bertanya apakah saya seorang umat Buddha?

Saya mengatakan bahwa saya benar seorang Buddhis dan beliau mulai menyerang saya dengan bualan, kebenaran yang setengah-setengah, hal-hal yang belum terbukti kebenarannya dari para penginjil seperti biasanya. Karena dia semakin bersemangat dia berkata "Tuhan ada dan saya dapat membuktikannya" saya tertawa dan memberitahukan kepadanya bahwa itu tidak mungkin. "Saya mempunyai bukti atas Tuhan dalam tas ini", beliau berkata.

Ini sangat menggugah rasa ingin tahu saya dan saya memintanya untuk menunjukkan kepadaku. Dia memasukkan tangannya dalam tas, mengeluarkan sebuah jeruk dan menunjukkannya. Saya menjadi benar-benar kebingungan. Saya bertanya "Bagaimana jeruk dapat membuktikan keberadaan Tuhan?"

Dia mengupas jeruk itu, memisahkan pangsa-pangsanya dan berkata "Tuhan telah merancang seluruh jagad raya ini untuk keuntungan manusia. Lihat jeruk ini, setiap pangsa dirancang dengan sempurna agar muat dalam mulut kita".

Saya tertawa terbahak-bahak dan berkata "Bagaimana dengan semangka! Bagaimana caranya kamu dapat memuat sebiji ke dalam mulutmu? Logika Simplistik seperti ini dapat membuat para penginjil percaya pada Tuhan.
 
Tuhan Di Dalam Tas​


Kuala Lumpur, Malaysia - Ketika saya sedang duduk membaca buku Buddhis sewaktu menunggu bus. Setelah beberapa saat, seorang anak muda duduk mendekat dan duduk disebelah saya, melihat buku saya dan bertanya apakah saya seorang umat Buddha?

Saya mengatakan bahwa saya benar seorang Buddhis dan beliau mulai menyerang saya dengan bualan, kebenaran yang setengah-setengah, hal-hal yang belum terbukti kebenarannya dari para penginjil seperti biasanya. Karena dia semakin bersemangat dia berkata "Tuhan ada dan saya dapat membuktikannya" saya tertawa dan memberitahukan kepadanya bahwa itu tidak mungkin. "Saya mempunyai bukti atas Tuhan dalam tas ini", beliau berkata.

Ini sangat menggugah rasa ingin tahu saya dan saya memintanya untuk menunjukkan kepadaku. Dia memasukkan tangannya dalam tas, mengeluarkan sebuah jeruk dan menunjukkannya. Saya menjadi benar-benar kebingungan. Saya bertanya "Bagaimana jeruk dapat membuktikan keberadaan Tuhan?"

Dia mengupas jeruk itu, memisahkan pangsa-pangsanya dan berkata "Tuhan telah merancang seluruh jagad raya ini untuk keuntungan manusia. Lihat jeruk ini, setiap pangsa dirancang dengan sempurna agar muat dalam mulut kita".

Saya tertawa terbahak-bahak dan berkata "Bagaimana dengan semangka! Bagaimana caranya kamu dapat memuat sebiji ke dalam mulutmu? Logika Simplistik seperti ini dapat membuat para penginjil percaya pada Tuhan.


salam
nice postingan, kalau bicara tentang kristen memang ngak ada habisnya,nah kita sebagai umat budha harus membentengi diri kita dengan pengetahuan bahwa di agama kristen itu kelemahannya banyak dan ditutupi oleh yang namanya tuhan,baca buku beyond belief,debat kairo,dialog islam kristem ahmeed deedat,isa hidup sang mahisa, maka kita tau bahwa propaganda umat kristen adalah UUD(ujung2 nya duit),liat aja per10an emang duit tinggal metik,logikanya kalau semua orang didunia ini kristen,siapa yang paling kaya didunia ini? sudah pasti pendetanya,liat aja kaya setphan tong,eku hidayat,gilbert,masi banyak lagi,jualan bacot ,jualan janji tuhan,bilang hidup dalam pelayanan,tetapi bisa lebih kaya dari pengusaha
 
santai bang.......

kutipan upali sutta...dari jaman sang buddha sudah banyak sekte yang mengaku paling benar...tetapi...gitu deh...bukti nya nol besar.

27. “Yang Mulia, pada suatu ketika ada seorang brahmana yang sudah tua, sudah berumur, dan dibebani usia. Dia mempunyai istri seorang gadis brahmana muda yang hamil dan sudah mendekati persalinan. Maka istrinya ini memberitahu dia: ‘Pergilah, brahmana, belilah seekor kera muda di pasar dan bawalah kembali kepadaku sebagai teman bermain bagi anakku.' Brahmana itu menjawab: ‘Tunggu, nyonya, sampai engkau telah melahirkan anak itu. Jika engkau melahirkan seorang anak lelaki, maka aku akan membeli seekor kera jantan muda di pasar dan membawanya kembali kepadamu sebagai teman bermain bagi anak lelakimu; tetapi jika engkau melahirkan seorang anak perempuan, maka aku akan membeli seekor kera betina muda di pasar dan membawanya kembali kepadamu sebagai teman bermain bagi anak perempuanmu.' Untuk kedua kalinya istrinya itu mengucapkan permohonan yang sama dan menerima jawaban yang sama pula. Untuk ketiga kalinya istrinya itu mengucapkan permohonan yang sama. Kemudian, karena pikirannya amat mencintai istrinya, brahmana itu lalu pergi ke pasar, membeli seekor kera jantan muda, membawanya kembali dan memberitahu istrinya:' Aku telah membeli seekor kera jantan muda ini di pasar [385] dan membawanya kembali kepadamu sebagai teman bermain bagi anak lelakimu.' Kemudian istrinya berkata: Pergilah, brahmana, bawalah kera jantan muda ini ke Rattapani, putra tukang celup, dan katakan kepadanya: “Rattapani yang baik, saya ingin agar kera jantan muda ini diberi warna yang disebut kuning-salep, kemudian dipukul dan dipukul lagi, dan diratakan di dua sisinya.”' Maka, karena pikirannya amat mencintai istrinya, brahmana itu membawa kera jantan muda itu ke Rattapani, putra tukang celup, dan berkata kepadanya: ‘Rattapani yang baik, saya ingin agar kera jantan muda ini diberi warna yang disebut kuning-salep, kemudian diketok dan diketok lagi, dan dilicinkan di dua sisinya.' Rattapani, putra tukang celup itu berkata kepadanya: ‘Yang Mulia, kera jantan muda ini akan tahan menerima warna itu tetapi tidak akan menerima ketokan dan pelicinan.' Demikian pula, Yang Mulia, doktrin Nigantha yang tolol itu akan menyenangkan orang-orang tolol tetapi bukan orang-orang yang bijaksana, dan doktrin itu tidak akan tahan bila diuji atau dilicinkan.

“Kemudian, Yang Mulia, pada saat yang lain brahmana itu membawa seperangkat pakaian baru ke Rattapani, putra tukang celup dan berkata kepadanya: ‘Rattapani yang baik, saya ingin agar seperangkat pakaian baru ini diberi warna yang disebut kuning-salep, kemudian dipukul dan dipukul lagi, dan diratakan di dua sisinya.' Rattapani, putra tukang celup itu berkata kepadanya: ‘Yang Mulia, seperangkat pakaian baru ini akan tahan menerima warna dan pukulan dan pelicinan.'

Demikian pula, Yang Mulia, doktrin Yang Terberkahi itu, yang telah mantap dan sepenuhnya tercerahkan, akan menyenangkan orang-orang yang bijaksana tetapi bukan orang-orang tolol, dan doktrin itu akan tahan bila diuji atau dilicinkan.

28. “Perumah-tangga, majelis dan raja mengenalmu demikian: ‘Perumah-tangga Upali adalah siswa Nigantha Nataputta.' Kami harus menganggapmu sebagai siswa siapa?”

Ketika hal itu dikatakan, perumah-tangga Upali bangkit dari tempat duduknya, dan dengan mengatur jubah atasnya pada satu bahu, [386] dia menyatukan kedua tangannya di dalam penghormatan ke arah Yang Terberkahi, dan memberitahu Nigantha Nataputta:

29. “Dalam hal itu, Yang Mulia, dengarkanlah siswa siapa saya ini:

Beliau adalah Yang Bijaksana, yang telah membuang kebodohan,
Telah meninggalkan keliaran hati,591 pemenang pertempuran;
Beliau tidak mengenal kesedihan yang dalam, berpikiran imbang sempurna,
Matang di dalam moralitas, memiliki kebijaksanaan yang unggul;
Berada di luar segala cobaan,592 Beliau tanpa-noda:
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.

Bebas dari kebingungan, Beliau berdiam dengan puas,
Menolak keuntungan dunia, bejana kegembiraan;
Makhluk manusia yang telah melakukan tugas petapa,
Manusia yang menanggung tubuh akhirnya;
Beliau sepenuhnya tanpa-tanding dan sepenuhnya tanpa-noda;
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.

Beliau bebas dari keraguan, dan sungguh terampil,
Penertib dan pemimpin yang unggul
Tak ada yang melampaui sifat Beliau yang gemerlapan;
Tak diragukan lagi, Beliau adalah penerang;
Setelah memotong kesombongan, Beliau adalah pahlawan;
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.

Pemimpin kelompok, Beliau tidak terukur,
Kedalaman Beliau tak diketahui, Beliau mencapai keheningan;593
Pemberi keamanan, pemilik pengetahuan,
Beliau berdiri di dalam Dhamma, terkendali di dalam diri;
Sesudah mengatasi semua ikatan, Beliau telah terbebas;
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.

Bergading tak-ternoda, yang hidup di tempat sunyi,
Dengan belenggu yang semuanya telah hancur, sepenuhnya terbebas;
Terampil di dalam diskusi, memiliki kebijaksanaan,
Panji-panjinya telah diturunkan,594 Beliau tak lagi bernafsu;
Setelah menjinakkan dirinya sendiri, Beliau tak lagi berkembangbiak:595
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.

Penglihatan yang terbaik, 597 tanpa rencana penipuan,
Memperoleh tiga pengetahuan, mencapai kesucian;
Hatinya telah dibersihkan, ahli berkotbah,
Beliau hidup sepenuhnya tenang, penemu pengetahuan;
Yang pertama dari semua pemberi, Beliau sepenuhnya mampu:
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.

Beliau adalah Yang Mulia, yang pikirannya telah berkembang,
Yang telah memperoleh tujuan dan membabarkan kebenaran:
Memiliki kewaspadaan dan pandangan terang yang menembus,
Beliau tidak condong ke depan maupun ke belakang;597
Bebas dari gangguan, mencapai keahlian:
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.

Beliau telah sejahtera secara benar dan berdiam di dalam meditasi,
Tak terkotori di dalam diri, sempurna di dalam kemurnian:
Beliau tidak bergantung dan sepenuhnya tanpa-ketakutan,598
Hidup terpencil, mencapai puncaknya;
Setelah menyeberangi sendiri, Beliau membawa kita ke seberang:
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.

Memiliki ketenangan tertinggi, dengan kebijaksanaan yang luas,
Manusia dengan kebijaksanaan yang besar, tanpa segala keserakahan;
Beliau adalah Tathagata, Beliau adalah Yang tertinggi,
Manusia tanpa-saingan, yang tiada banding;
Beliau pemberani, pandai di dalam segalanya:
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.

Beliau telah menghancurkan nafsu dan menjadi Yang Tercerahkan,
Bersih dari semua awan, sepenuhnya tak-ternoda;
Yang paling pantas menerima persembahan, yang paling bersemangat,
Manusia paling sempurna, di luar perhitungan;
Terbesar di dalam kemuliaan, mencapai puncak kebesaran:
Beliau adalah Yang Terberkahi, dan saya adalah siswa Beliau.

namo tassa bhagavato arahato sammasambuddhasa
namo tassa bhagavato arahato sammasambuddhasa
namo tassa bhagavato arahato sammasambuddhasa.
 
Geli baca postingan di Threat ini. Kebenaran ada di mana-mana. Itu saja sudah menjelaskan. Bukan Kristen/nasraninya yang salah menurut gw. Tapi ambisi sekelompok umatnya yang ingin melakukan Kristenisasi. Tidak hanya pada umat Buddha, tapi juga pada umat agama lain.

Beberapa waktu yang lalu, ada liputan Tempo tentang Alkitab yang dicetak dengan bahsa arab dan dimirip-miripkan dengan Al Quran. Tapi, sekali ini bukan dilakukan Jesus, tapi domba-dombanya yang tersesat. Kemudian, hal sama mungkin terjadi pada postingan bro Sinthung. Dan sekali lagi, ini umatnya yang terlalu fanatik, atau semangat menyelamatkan orang lainnya terlalu besar.

Saya punya teman sekolah, sebut saja namanya Jonny. Satu keluarga Buddhis semua. Hingga suatu saat kakaknya si Wati merried dengan seorang Kristen karismatik. Awalnya keluarga ini hidup dengan agama yang berbeda pada Wati dan suaminya. Sampai suatu saat, Jonny mengalami geger otak parah. Tidak sadarkan diri beberpa minggu dan bisa dikatakan sekarat. Karen Dokter sudah angkat tangan.

Suami Wati yang kharismatik, melakukan perjanjian dengan Wati. Mereka akan melakukan doa khusus untuk memohon keselamatan Jonny pada Tuhan. Dengan catatan, bila sembuh, Wati harus dipertobatkan. Lalu, Jonny sembuh. Sehat walafiat sampai sekarang. Wati memeluk Kristen dan Jonny juga.

Apakah hal ini salah? Saya rasa tidak. Jonny dan kakaknya menemukan kebenaran mungkin pada peristiwa itu. Walau bagaimanapun, hukum-hukum kesunytaan bekerja melebihi logika manusia seperti kita yang belum tercerahkan. Dan, kembali ke hak setiap orang untuk berkeyakinan sesuai dengan kepercayaannya. Silahkan saja pindah agama. Sejuta orang Buddha pindah ke agama Kristen, tidak berpengaruh bagi 1 umat Buddha yang mempunyai keyakinan akan kebenaran yang dipilihnya.

Kemudian, dipihak lain. Saya pernah didatangi seorang ibu dan remaja putri yang membawa selebaran tentang agama Kristen - Saksi Yehova. Saya menanyakan dengan ramah kedatangan ibu dan remaja putri tersebut dengan sopan. Siapa tahu mau belanja, pikir saya.

"Ada apa Ibu?"
"Eng.... begini nak, sekarang kan banyak agama palsu.... kami datang...... bla... bla... bla....."
"Oh.... maksud ibu agama saya, agama palsu?"
"Bukan begitu......."

Si Ibu merah padam mukanya, brosurnya saya simpan, saya baca dan misionaris mereka gagal.

Dua perbandingan saya perlihatkan, bagaimana cara mereka menyebarkan agama. Satu dengan perbuatan yang diwujudkan dalam 'pertolongan' nyata. Yang satu dengan melakukan siar agama yang ironisnya ternyata disiarkan juga di kalangan Kristen Katolik dan Kristen Protestan. Jadi sangat mungkin juga dilakukan pada Buddha, Hindu atau Islam.

Apapun alasannya, saya tidak akan mentolerir bom-bom yang ditujukan pada gereja. Perbuatan segelintir umat tidak bisa mewakili sebuah agama.

Siapa kah anda yang merasa kompeten untuk mewakili Sidharta Gautama?
Siapa kah anda yang merasa kompeten untuk mewakili Jesus Kristus?
Siapa kah anda yang merasa kompeten untuk mewakili Nabi Muhammad?
Siapa kah anda yang merasa kompeten untuk mewakili Pendiri agama yang lain?

Sehingga merasa sah-sah saja membabat ilalang-ilalalng yang dikira sudah menutupi jalan menuju kebenaran?

Kita hanya bisa memperkuat iman/keyakinan kita pada kebenaran yang kita pilih. Kebenaran yang kita pilih mempunyai cara tersendiri yang sangat rahasia untuk menanganinya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.