• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Misteri Cinta

singthung

IndoForum Junior E
No. Urut
7164
Sejak
21 Sep 2006
Pesan
1.634
Nilai reaksi
27
Poin
48
Misteri Cinta


Oleh: Bhikkhu Abhayanando



Kembangkanlah pikiran yang penuh cinta kasih; bersikaplah yang penuh welas asih
(Theragatha 979)


A. Cerita Cinta

Pesona cinta memang menarik bagi siapa saja. Kata orang; dunia tanpa cinta terasa hambar. Cinta, sejuta rasa, sejuta pesona bagi sebagian orang dan sebagian orang lagi, cinta sangat memuakkan. Benarkah demikian? Jawabannya ada di dalam diri kita masing-masing. Cerita cinta masing-masing orang tentunya berbeda-beda, tergantung bagaimana mereka memaknai cinta sesuai dengan kondisi batin orang tersebut.

Kata "cinta" menjadi perbincangan menarik bagi setiap orang, terutama kalangan anak muda. Cinta sering disamakan dengan ketertarikan antara lawan jenis. Banyak orang yang mengagung-agungkan cinta, sehingga terkadang mereka rela untuk bunuh diri hanya gara-gara mempertahankan cintanya. Cerita-cerita tentang cinta menjadi legenda tersendiri bagi setiap orang dan kadang orang meniru gaya cinta dari cerita-cerita cinta tersebut. Umpamanya, kisah cinta Roro Mendut dan Pronocitro, Kisah Rama dan Sinta, kisah cinta Romeo dan Juliet, dan masih banyak cerita tentang kisah cinta yang lain. Kisah cinta di atas menjadi motivasi tersendiri bagi orang yang lagi dirundung cinta.

Cerita cinta memang menjadi bahan perbincangan yang menarik bagi setiap orang, tetapi apakah kita sudah mengerti apa yang dimaksud dengan cinta yang sebenarnya. Bagi orang yang lagi kena panah asmara akan mengatakan, jika kita memberikan yang terbaik bagi pasangan kita, maka itulah tanda cinta yang sejati. Namun, marilah kita berpikir kembali, apakah dengan memberikan yang terbaik itu segalanya sudah beres? Apakah dengan memberi materi, selalu jalan bersama, menuruti apa yang dia minta atau memberikan semuanya yang kita miliki segala sesuatunya juga akan berjalan lancar? Pernahkah kita berpikir, kalau kita sudah memberikan semua yang kita miliki, cinta itu pasti awet? Banyak orang yang akhirnya menjadi kecewa setelah mereka berhubungan lama dengan pasangan nya, tetapi ternyata pasangannya itu hanya mau materi yang dimilikinya.

Dapat disimpulkan, bahwa argumentasi tentang cinta oleh setiap orang akan berbeda, tergantung kondisi batin orang tersebut. Orang yang lagi mabuk cinta akan mengatakan cinta itu indah, cinta itu membawa kesejukan dan segudang kata indah yang lainnya. Bagi orang yang dikecewakan oleh pasangannya akan mengatakan; cinta itu menyakitkan, cinta itu membuat penderitaan dan segudang kata sedih tentang cerita cinta. Ada juga yang berpendapat bahwa cinta itu semu.

Sebagian orang jatuh cinta pada pandangan pertama dan hidup bahagia sampai akhir hayat. Sebagian lagi jatuh cinta pada pandangan pertama, hanya untuk menyadari bahwa semua itu cuma nafsu dan menyesalinya di kemudian hari. Namun bagi sebagian besar yang lain, cinta butuh waktu untuk tumbuh, karenanya jika cinta tidak mekar seketika, kita seharusnya tidak berkecil hati terlalu dini. Ada pepatah yang mengatakan bahwa hati yang lemah tak akan memenangkan gadis pilihan. Ini bermakna bahwa orang yang mudah menyerah tidak akan bisa mendapatkan orang yang diinginkan.

Sebagian orang dapat bersikap dewasa secara perlahan-lahan untuk menarik perhatian orang lain dengan kasih sayang, timbang rasa, keteguhan, dan cinta mereka atas orang lain. Orang harus tidak menjadi egois dalam mewujudkan perasaanya dengan orang lain. Bagimanapun juga emosi manusia, seperti semua benda alam lain, akan berubah. Jika orang bersikap baik, akan selalu ada kesempatan bagi orang lain untuk menyadari nilai-nilai baiknya dan kemudian menumbuhkan perasaan untuknya, tetapi semua itu memerlukan waktu.

Namun, harus ada batas dalam usaha untuk mendapatkan hati orang lain, terutama jika jawabannya jelas, "tidak", jika demikian halnya, kita seharusnya tidak melangkah terlalu jauh dalam mengungkapkan cinta kita. Orang mesti mengakui hak orang lain untuk mengambil keputusan sendiri. Bila kita mengarungi dunia dengan pikiran, maka kita menemukan bahwa diri sendirilah yang paling kita cintai. Karena tidak ada lain yang kita cintai selain dirinya sendiri, maka perhatikan dan hormatilah orang lain seperti kamu mencintai dirimu sendiri (Samyutta Nikâya I:75).

B. Putus Cinta! Siapa Takut?

Dalam setiap hubungan cinta, selalu ada kemungkinan terjadinya perpisahan. Hubungan yang baik mimpi berubah menjadi masam, dan kedua belah pihak yang terlibat melihat ambang perceraian. Dalam setiap kejadian putusnya hubungan cinta, ada rasa sakit, terutama ketika perasaan telah bertaut sangat erat. Tautan emosional harus diputuskan cepat atau lambat, dan setiap kali diputuskan, kedua belah pihak yang terlibat harus terluka sedikit. Orang harus menerima kenyataan, bahwa kadang-kadang ia adalah subyek emosi yang bergejolak. Ingatan terhadap hal-hal yang telah dikatakan dan dilakukan tiba-tiba muncul dan memenuhi seseorang yang memenuhi tumpahan emosi. Saat cinta tumbuh dalam diri seseorang terhadap orang yang dicintainya akan muncul keterikatan yang justru memunculkan masalah baru. Cinta kita masih terikat oleh nafsu belaka yang akhirnya memunculkan penderitaan. Siapapun yang mengembangkan cinta kasih tanpa ikatan, dan mengarahkan pikirannya untuk melihat akhir dari kelahiran; maka belenggu penderitaan akan berkurang (Itivuttaka.21).

Tidak sedikit orang yang menderita akibat putus cinta, mereka linglung, tidak ada gairah hidup, putus asa, bahkan ada yang nekat bunuh diri. Penulis sering mendengar keluhan seperti ini, dan dapat disimpulkan bahwa mereka tidak mau menerima kenyataan atau perubahan. Angan-angan yang membahagiakan yang dulu pernah dirasakan jangan sampai berubah, itulah yang mereka inginkan, wajar jika saat terjadi perubahan banyak orang yang menderita shock. Pada saat shock, tentunya hal-hal yang dilakukan mengarah pada hal negatif, ada yang bunuh diri secara fisik, ada yang bunuh diri secara emosi dengan menjadi gila dan ada pula yang menolak untuk kawin dan tidak mau jatuh cinta lagi.

Mengapa semua itu harus terjadi? Mengapa mereka melakukan cara-cara yang salah untuk menyelesaikan masalah? Itu karena mereka belum mengembangkan pengertian terhadap ketidakpastian hidup, dan terperangkap dalam kebisingan emosi. Mereka menumbuhkan kemelekatan dan harapan yang berlebihan. Orang yang memiliki perhatian yang lebih baik tentang hidup, tahu bahwa hidup dipengaruhi delapan kondisi duniawi. Delapan kondisi duniawi ini, bagai gelombang samudera yang akan menghantam kita. Demikian pula,dengan cinta terkadang memberikan kesejukan diantara kedua belah pihak, mereka bisa saling setia, saling menghormati, dan tidak ada sifat mementingkan diri sendiri sehingga kedewasaan muncul.

Sebaliknya cinta juga akan berubah menjadi sarang penderitaan, mereka saling menyalahkan, bertindak ceroboh, ego yang dimunculkan, perselisihan selalu muncul, saling benci dan bahkan ada yang nekad untuk bunuh diri, pendek kata ketidakbahagiaan selalu akan muncul.

Kalau begitu, untuk apa mengembangkan cinta, jika hanya memunculkan kebahagiaan sementara, sesaat menyenangkan, sesaat kemudian menjengkelkan? Tentunya jangan berpikir sependek itu, kita harus berpikir panjang tentang fenomena hidup yang akan kita hadapi. Kita harus berpikir apakah hanya sebatas itu, cinta yang kita kembangkan, cinta itu hanyalah sebatas tali kasih antara seorang laki-laki dengan perempuan. Sebenarnya jika kita mau mendalami lebih dalam tentang apa yang dimaksud dengan cinta (sesuai dengan Dhamma), maka kita akan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang cinta yang sebenarnya. Saat cinta sejati tumbuh di dalam diri kita, kenapa harus takut dengan perubahan. Cinta sejati tumbuh karena pengertian dan pemahaman kehidupan. Karena itu, janganlah mencintai, karena perpisahan itu membawa penderitaan. Bagi mereka yang terbebas dari kemelekatan, tidak ada yang dicintai atau dibenci (Dhammapada XVI:3).

C. Cinta dalam Arti Sebenarnya

Pencarian kebahagiaan tak akan sukar kalau kita memiliki sifat mental yang tepat. Cinta adalah kunci kebahagiaan. Semua manusia memiliki potensi untuk memberi dan menerima kasih. Kita adalah gudang kasih yang potensial. Cinta adalah pemberian tak ternilai yang dipersembahkan kepada orang lain. Dengan cinta, kita membawa kehangatan yang memuaskan kebutuhan untuk dikasihi, karena mereka yang mengasihi dan kemudian yang dikasihi lebih bahagia dibandingkan dengan mereka yang hampa dari cinta. Semakin banyak kasih yang mereka berikan, semakin banyak pula kasih yang kita terima. Ini sesuai hukum universal sebab-akibat.

Dalam ajaran Sang Buddha, semangat kasih lebih penting dari pada pekerjaan yang baik. "Semua pekerjaan yang baik, apapun itu, tak berharga dibandingkan dengan cinta yang membebaskan hati. Cinta yang membebaskan hati melingkupi perbuatan baik. Ia bersinar, membawa terang dan cahaya." Cinta adalah salah satu instrumen alam terbesar. Kekuatan kasih yang berkuasa adalah ikatan dan perekat masyarakat dan alam semesta. Cinta adalah yang paling berharga dalam dunia ini. Tak peduli betapa tak bahagianya pun anda saat sekarang maupun di masa lalu, anda tetap akan menemukan kebahagiaan di masa mendatang. Kunci kepada kebahagiaan adalah kasih, dan kunci itu ada ditangan kita, saat ini dan selalu akan terus bersama kita.

Seperti uraian pada awal tulisan ini, terkadang kata cinta mempunyai arti yang berbeda bagi setiap orang. Cinta kasih, menurut umat Buddha tidak berarti kemelekatan terhadap seseorang atau suatu benda. Cinta seharusnya merupakan welas asih yang kekal dalam pengorbanan diri, yang bebas menghinggapi siapa saja.

Cinta adalah tempat di mana orang yang dicintai tumbuh. Ia memperkaya orang lain tanpa membatasi maupun menghalanginya. Cinta mengangkat kemanusiaan, cinta tidak memilih. Ada orang berpikir bahwa cinta adalah sesuatu untuk diterima, tetapi pada dasarnya cinta adalah proses memberi. Dalam menumbuhkan cinta, mulailah dari rumah, ayah dan ibu, anggota keluarga, kawan, tetangga, semua orang, semua mahkluk bahkan kepada musuh-musuh kita. Tumbuhkan cinta dan kesetiaan kepada mereka semua tanpa kecuali. Sama seperti air yang memberikan kesejukan, kepada yang baik maupun yang buruk, serta mencuci kotoran dan debu. Dengan cara yang sama, hendaknya engkau mengembangkan pikiran cinta kasih kepada teman dan lawan tanpa perbedaan. Setelah mencapai kesempurnaan dalam cinta kasih, engkau akan mencapai pencerahan (Jataka Nidanakatha168-169).

Mengembangkan cinta tidak selalu berarti memberikan hadiah, melainkan kelemahlembutan dan jiwa yang murah hati. Cinta adalah berkah yang bisa dilihat orang buta dan didengar orang tuli. Selama masih ada orang yang bisa anda hibur dengan kata-kata, yang bisa anda ceriakan dan gembirakan dengan kehadiran anda, betapa tak penting dan sepele pun hal itu. Satu ciri orang yang penuh cinta adalah ia memiliki hati yang welas asih. Kita harus mengembangkan kebiasaan menolong orang-orang yang kesusahan dan mereka yang kurang beruntung. Orang mesti tidak hanya simpati secara emosional, tetapi juga berusaha mengalihkan perasaan itu dalam tindakan berguna. Tindakan yang nyata amat berguna bagi setiap orang, itulah wujud cinta yang sebenarnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian yang tulus adalah cinta yang sebenarnya.

D. Cinta Itu Melepas

Mencintai berarti mengenyampingkan kepentingan dan keinginan diri sendiri demi kebaikan orang lain. Mencintai berarti bersikap menolong seseorang, walau seseorang tersebut pernah menyakiti kita sebelumnya. Mencintai berarti meluangkan waktu untuk membantu mereka yang membutuhkan bantuan. Semua tindakan di atas dilakukan demi memurnikan batin. Dengan melaksanakannya tanpa mementingkan diri sendiri dan disertai kehendak yang murni, maka tindakan-tindakan di atas tentunya adalah sama pentingnya duduk bersila melaksanakan meditasi cinta kasih. Melepaskan apa yang kita miliki dengan pikiran murni itulah wujud cinta kasih kita.

Pangeran Siddharta rela meninggalkan apa yang dimiliki, anak, istri, ayah, anggota keluarga, harta yang melimpah, istana yang megah dan segala kemewahan duniawi lainnya hanya untuk berjuang mencapai kebebasan dari penderitaan. Setelah perjuangan Beliau sukses, bukan berarti tinggal diam menikmati kebahagiaan-NYA sendiri, tetapi Beliau juga berusaha untuk menunjukkan kepada semua orang untuk berjuang mencapai pembebasan seperti yang Beliau capai. Sudah banyak orang yang sukses mencapai pembebasan dari belenggu penderitaan. Dengan cinta kasih (metta) beliau memberikan petunjuk kepada siswa-siswa-Nya.

Beliau melepaskan semua ikatan duniawi hanya untuk kepentingan semua makhluk, siapa yang sanggup berjuang seperti Beliau? Ketulusan selalu mendasari semua tindakan Beliau, betul-betul warna cinta kasih yang universal. Beliau merelakan untuk melepas apa yang menjadi miliknya hanya untuk kepentingan semua makhluk.

Cinta seorang Ibu kepada anak tunggalnya

Dalam Metta Sutta Sang Buddha selalu mengibaratkan cinta kasih (metta) seperti seorang ibu yang mengasihi anak tunggalnya. Selama mengandung sang ibu mengalami hal-hal yang terkadang sulit, setelah melahirkan sang ibu juga masih setia menemani anaknya. Bukan hanya materi bahkan jiwapun dipertaruhkan demi kebahagiaan seorang anak. Sang ibu hanya mengharapkan anaknya bahagia, oleh karena itu dengan ketulusan sang ibu merawat anaknya dengan baik, walaupun terkadang anaknya membuat sang ibu menjadi tersiksa.

Ada cerita yang bisa menjadi gambaran bagi kita untuk mengetahui seberapa jauh cinta seorang ibu kepada anaknya. Pada kehidupan yang lalu ada kisah dua orang wanita yang sedang berebut bayi. Tidak diketahui siapa sesungguhnya ibu dari bayi tersebut. Kemudian bayi tersebut dibawa ke guru Mahausadha. Bayi itu kemudian ditempatkan terpisah dari kedua wanita tersebut. Selanjutnya guru Mahausadha memerintahkan kedua wanita itu untuk mengambil bayi yang diperebutkan itu dan barang siapa dapat mengambil, maka itulah ibu yang sejati. Kedua manita itu saling meraih bayi dan terjadilah peristiwa saling tarik-menarik sehingga bayi itu menangis. Salah satu dari kedua wanita tersebut mejadi iba dan kemudian melepaskan pegangannya itu.

Seorang ibu yang sejati tentunya tidak akan tega jika anaknya mengalami penderitaan. Dia tahu kalau melepaskan pegangan anaknya, maka anaknya akan menjadi anak orang lain, tetapi ketulusan dan cinta kasih membuat ibu tadi tidak rela menyakiti anaknya sendiri. Justru apapun yang terjadi, asal dapat memberikan kebahagiaan bagi sang anak, maka ibu yang sejati akan melakukan yang terbaik bagi anaknya. Di saat itulah diketahui siapa ibu yang sejati, akhirnya bayi tadi dikembalikan kepada ibu yang sejati.

Dari kedua uraian di atas jelas bahwa cinta itu sebenarnya adalah bentuk dari pelepasan ego kita. Namun kadang orang salah mengerti, bukannya melepas ego, tetapi malah mempertinggi egonya. Dengan alasan cinta, terkadang kita menuntut kepada orang yang kita cintai. Sebagai contoh; kita selalu menuntut pasangan kita untuk selalu sesuai dengan harapan kita, tentunya pasangan kita bukannya bahagia, justru menderita, apa ini yang dinamakan cinta? Contoh yang lain, terkadang orangtua selalu menuntut anaknya untuk menjadi anak yang terbaik tanpa mengukur kemampuan anak tersebut, akhirnya anaknya menjadi stres gara-gara tuntutan orangtuanya tadi. Penafsiran yang salah ini justru akan membuat orang lain menjadi sengsara dan hanya untuk menyenangkan diri sendiri.

Ada ungkapan; cinta tidak harus memiliki, memang benar, kalau kita mau menolong orang lain, membuat orang lain gembira, perhatian dan bertindak sopan serta lemah lembut kepada orang lain, maka sebenarnya cara ini adalah cara mengungkapkan cinta yang sebenarnya. Pemberian yang disertai dengan ketulusan dalam bentuk apa saja adalah bentuk dari cinta yang murni (metta), sekali lagi cinta itu melepas dan tanpa tuntutan. Dari cinta timbulah kesedihan, dari cinta timbullah ketakutan, seseorang yang terbebas dari cinta, tidak akan mengalami ketakutan dan kesedihan (Dhammapada XVI:4).

E. Menumbuhkan Cinta Secara Dhamma

Setelah mengerti dan memahami makna cinta yang benar, tentunya kita juga berharap diri kita dicintai orang lain. Harapan kita itu tidak salah, tetapi untuk dapat orang lain mencintai kita, maka diri kita juga harus menumbuhkan benih-benih cinta (metta) kepada orang lain. Dapat disimpulkan bahwa, cinta itu sebenarnya adalah curahan pikiran, ucapan, dan tindakan yang disertai dengan ketulusan, jadi cinta mengandung tiga aspek Dhamma, yaitu: aspek sila, aspek samadhi dan aspek panna. Ketiga aspek ini selalu mewarnai cinta (metta) yang kita kembangkan.

Jika dalam perbuatan sehari-hari, kita mampu menerapkan ketiga aspek Dhamma tersebut, maka kekuatan cinta (metta) akan berkembang di dalam diri kita. Kita akan mampu mengarahkan cinta (metta) secara obyektif (universal), tanpa pamrih dan tidak membedakan kelompok, kedudukan, kebangsaan, keadaan, ataupun golongan. Tanpa pandang bulu semua makhluk mendapatkan cinta kasih yang sama, cinta seperti ini lahir dari kebijaksanaan.

Sebelum kita mengembangkan cinta kasih (metta), kita harus tahu obyek yang akan kita pancarkan metta, tentunya semua makhluk. Pertama-tama kita harus mengembangkan cinta kasih ke dalam diri kita, setelah dalam diri kita berkembang getaran cinta kasih (metta), kemudian kita mengembangkan ke semua makhluk. Memang, pengembangan dengan cara ini baru sebatas menunjukkan persahabatan, persaudaraan, secara tidak langsung pikiran-pikiran buruk tidak berkembang.

Di samping mengembangkan cinta kasih (metta) dengan cara metta bhavana, kita juga bisa menindaklanjuti dengan cara menunjukkan perilaku yang tidak merugikan makhluk lain. Kita dapat mengembangkan perilaku yang membuat orang lain menjadi akrab bersama kita; kejujuran, kerendahan hati, ketidaksombongan, sopan santun, lemah-lembut, pendek kata tidak ada niat untuk menyakiti makhluk lain. Untuk memunculkan perilaku semacam ini sangatlah sulit, namun akan berguna bagi perkembangan batin kita dan orang lain juga akan menerima dampak yang positif.

Menumbuhkan benih-benih cinta kasih harus dimulai dari tahap yang paling awal, baru kemudian berkembang seiring dengan latihan kita setiap saat. Kalau kita mampu mempraktikan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari, maka nanti yang akan berkembang adalah sifat yang baik dan akan berguna bagi diri kita bahkan semua makhluk.

Seseorang yang mengerti arti cinta sesungguhnya, akan selalu menjaga dan mengembangkan hal-hal tersebut di atas. Mencintai sesama tanpa dipecundangi raga (nafsu), berada pada pengertian benar untuk melalui "Magga" sang jalan. Cinta memang penuh cerita yang unik, tetapi jika bisa mengembangkan cinta kasih (metta), sesungguhnya kita menjadi pemenang karena bisa mengatasi pikiran-pikiran buruk. Kembangkanlah cinta yang sebenarnya, karena akibat dari cinta ini tidak membawa penderitaan kita dan orang lain, justru membawa kedamaian dan kebahagiaan. Sebaliknya cinta dalam arti umum hanya bersifat sementara dan kebahagiaan dan kedamaian yang muncul juga sementara. Begini aku, begitu pula orang lain; begini orang lain, begitu pula aku. Setelah memiliki penyamaan diri sendiri dan orang lain seperti itu, hendaklah ia tidak mencelakai siapapun atau menyebabkan orang lain celaka (Sutta Nipâta 705).


Daftar Pustaka:
Permata Dhamma Yang Indah;

Ven S Dhammika
Hidup Sukses dan Bahagia;
K Sri Dhammananda
Dhammapada;
Yayasan Abdi Dhamma Indonesia


"Begini aku, begitu pula orang lain;
Begini orang lain, begitu pula aku.
Setelah memiliki penyamaan diri sendiri dan orang lain seperti itu,
hendaklah ia tidak mencelakai siapapun atau menyebabkan orang lain celaka"
(Sutta Nipata 705)

"Siapapun yang mengembangkan cinta kasih
tanpa ikatan, dan mengarahkan pikirannya
untuk melihat akhir dari kelahiran;
maka belenggu penderitaan akan berkurang"
(Itivuttaka.21)
 
bro Sinthung Lagi Jatuh Cinta Yah?....

Karaniyamatthakusalena
Yan Tam Santam Padam Abhisamecca
Sakko Uju Ca Suhuju Ca
Suvaco Cassa Mudu Anatimani

Santussako Ca Subharo Ca
Appakicco Ca Sallahukavutti
Santindriyo Ca Nipako Ca
Appagabbho Kulesu Ananugiddho

Na Ca Khuddam Samacare Kinci
Yena Vinnu Pare Upavadeyyum
Sukhino Va Khemino Hontu
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta

Ye Keci Panabhutatthi
Tasa Va Thavara Va Anavasesa
Digha Va Ye Mahanta Va
Majjhima Rassaka Anukathula

Dittha Va Ye Va Addittha
Ye Ca Dure Vasanti Avidure
Bhuta Va Sambhavesi Va
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta

Na Paro Param Nikubbetha
Natimannetha Katthaci Nam Kanci
Byarosana Patighasanna
Nannamannassa Dukkhamiccheyya

Mata Yatha Niyam Puttam
Ayusa Ekaputtamanurakkhe
Evampi Sabbabhutesu
Manasambhavaye Aparimanam

Mettanca Sabbalokasmim
Manasambhavaye Aparimanam
Uddham Adho Ca Tiriyanca
Asambadham Averam Asapattam

Titthancaram Nisinno Va
Sayano Va Yavatassa Vigatamiddho
Etam Satim Adhittheyya
Brahmametam Viharam Idhamahu

Ditthinca Anupagamma
Silava Dassanena Sampanno
Kamesu Vineyya Gedham
Na Hi Jatu Gabbhaseyyam Punareti’ti

Inilah yang harus dikerjakan
oleh mereka yang tangkas dalam kebaikan.
Untuk mencapai ketenangan,
Ia harus mampu, jujur, sungguh jujur,
Rendah hati, lemah lembut, tiada sombong.

Merasa puas, mudah disokong/dilayani
Tiada sibuk, sederhana hidupnya
Tenang inderanya, berhati-hati
Tahu malu, tak melekat pada keluarga.

Tidak berbuat kesalahan walaupun kecil
yang dapat dicela oleh Para Bijaksana
Hendaklah ia berpikir :
Semoga semua makhluk berbahagia dan tentram,
Semoga semua makhluk berbahagia.

Makhluk hidup apa pun juga
Yang lemah dan kuat tanpa kecuali
Yang panjang atau besar
Yang sedang, pendek, kecil atau gemuk.

Yang tampak atau tidak tampak
Yang jauh atau pun dekat
Yang terlahir atau yang akan lahir
Semoga semua makhluk berbahagia.

Jangan menipu orang lain
Atau menghina siapa saja.
Jangan karena marah dan benci
Mengharapkan orang lain celaka.

Bagaikan seorang ibu yang mempertaruhkan jiwanya
Melindungi anaknya yang tunggal,
Demikianlah terhadap semua makhluk
Dipancarkannya pikiran (kasih sayangnya) tanpa batas.

Kasih sayangnya ke segenap alam semesta
Dipancarkannya pikirannya itu tanpa batas
Ke atas, ke bawah dan kesekeliling
Tanpa rintangan, tanpa benci dan permusuhan.

Selagi berdiri, berjalan atau duduk
Atau berbaring, selagi tiada lelap
Ia tekun mengembangkan kesadaran ini
Yang dikatakan : Berdiam dalam Brahma

Tidak berpegang pada pandangan salah (tentang atta/aku)
Dengan sila dan penglihatan yang sempurna
Hingga bersih dari nafsu indera
Ia tak akan lahir dalam rahim mana pun juga.




 
belum tuh mjwb pertanyaan , apakah sdg jatuh cinta ?

Cinta itu bukan ikatan, ia adalah media utk menyelesaikan emosi2 masa lampau dan tindakan2 masa lampau, menyesaikan hingga ada keadilan dan keseimbangan dalam kelahiran ini antara 2 belahan jiwa....

Cinta harus di wujudkan dengan perasaan, jangan dengan otak, jangan dengan ambisi2 tersembunyi.....cinta harus ada perasaan berbagi.....sharing......

Cinta adalah membayar hutang dan mengambil piutang. Hendaklah ia berada dalam koridor perasaan.

Cinta dengan penuh perasaan < bkn emosi dan nafsu > bisa membawa pada hati yang lembut, bisa menuntun pada hati nurani....... Maka sampailah kita pada permata kita yang lama hilang.

Cinta tidak selamanya buta.....syair lagu.....thx
 
yang jelas tidak usah melekat dengan namanya cinta..
termasuk cinta kasih / metta...
 
Cinta adalah kenangan, rasanya tak mudah dilupakan
cinta adalah kenangan, indahnya tak mudah dibayangkan

tangisan dan tawa serta angan angan
berjuta rindu dan harapan, semua tumbuh jadi satu
hayalan yang nyata serta angan-angan
berjuta rindu dan harapan, semua tumbuh jadi satu

-----------------------------

Maaf bro semua, saya umat Buddha yang seniman. Saya percaya pada Jalan Tengah yang diajarkan Sang Buddha. Inilah jalan tengah yang saya pilih. Berpijak pada Religi dan realiti. Saya tidak berambisi pada Nibbana pada masa ini. Saya hanya umat Buddha biasa yang hampir setiap hari jatuh cinta. Pada matahari, bulan, embun di rerumputan, bunga yang bermekaran, wajah elok yang menawarkan senyuman, jerit pedih yang anehnya justru melahirkan inspirasi.

Setidaknya dari hari ke hari, berusaha untuk memperbaiki diri. Tidak mengharapkan apa-apa, tidak ada pamrih, hanya usaha pribadi yang mengagungkan cinta. Karena paling tidak, saya bisa lahir di dunia, memiliki orang tua, saudara-saudari, teman, kerabat, pacar atau kekasih, semua karena cinta...

(koq, jadi saya yang sepertinya jatuh cinta..... hehehehe....)
 
bro gw mo tnya nih mnurt klian mngenai cnta gw. gw prnah jdian ama 1 cew.dlu syang bget dy ama gw.bs dblang timbal balik la cnta kmi ber-2.sma2 syang jg cnta.tiap hri ktemuan, ktanya sama ak wktu trlwati dgan tdak tersa.akhrnya bosan jga dua2nya.:D akhrnya dy ninggalin ak.:(uda psah ak jdi mrasa khilangan bget. mgkin slah ak jga yg ga bsa jdi yg terbaek bt dy.:(cew ni aktivis jga dvhra,uda vegetarian lgi hdupnya.krang dy uda ke batam ikt pendi2kan dsna.smpai skrang.mlah biase ngingatin gw ke vhra.yg maitreya psti tau la.:)krang cma bsa sms aj.itupn uda jrang bget.ktanya dsna dlrang,mang bener kyaknya.nmanya pndi2kan bro.gw msih syang ama dy kwan2.tpi cew ni klo diliat fisiknya perfect bget, byak cow2 jga yg naksir.lgi du2k bareng ama dy aja.ud ad byak yg MC-hpnya.klo ingt cew gw gtu,nyali gw jdi ciut mo blik lgi ama dy. ad tman gw blang.bodo u... OON npa dlu ga u pakai aj tu cew.psti ga kan kmna2 lgi.spenhnya jdi mlik loe. gw ga terpengaruh,gw ga moe la.ga tega jga,cew yg ak syang jdi rusak msa dpanny.aplgi anknya, bsa dblang ank tuhan.bsa2 gw dihkum mati2an ama yg diats:D.tpi prasaan ini.ga bsa dipungkiri nginget dy.ap yg mesti gw lakuin bro. . .
 
bro gw mo tnya nih mnurt klian mngenai cnta gw. gw prnah jdian ama 1 cew.dlu syang bget dy ama gw.bs dblang timbal balik la cnta kmi ber-2.sma2 syang jg cnta.tiap hri ktemuan, ktanya sama ak wktu trlwati dgan tdak tersa.akhrnya bosan jga dua2nya.:D akhrnya dy ninggalin ak.:(uda psah ak jdi mrasa khilangan bget. mgkin slah ak jga yg ga bsa jdi yg terbaek bt dy.:(cew ni aktivis jga dvhra,uda vegetarian lgi hdupnya.krang dy uda ke batam ikt pendi2kan dsna.smpai skrang.mlah biase ngingatin gw ke vhra.yg maitreya psti tau la.:)krang cma bsa sms aj.itupn uda jrang bget.ktanya dsna dlrang,mang bener kyaknya.nmanya pndi2kan bro.gw msih syang ama dy kwan2.tpi cew ni klo diliat fisiknya perfect bget, byak cow2 jga yg naksir.lgi du2k bareng ama dy aja.ud ad byak yg MC-hpnya.klo ingt cew gw gtu,nyali gw jdi ciut mo blik lgi ama dy. ad tman gw blang.bodo u... OON npa dlu ga u pakai aj tu cew.psti ga kan kmna2 lgi.spenhnya jdi mlik loe. gw ga terpengaruh,gw ga moe la.ga tega jga,cew yg ak syang jdi rusak msa dpanny.aplgi anknya, bsa dblang ank tuhan.bsa2 gw dihkum mati2an ama yg diats:D.tpi prasaan ini.ga bsa dipungkiri nginget dy.ap yg mesti gw lakuin bro. . .
apakah jika kotoran-nya diletakkan di dalam botol...anda akan rindu pada kotoran itu?tentu tidak kan

jadi apa yang anda rindukan?
apakah anda masih bisa bilang "dirinya"

jawaban singkat....anda melekat...hahaha

yang anda cintai dan anda sukai hanyalah fisik dan sifat yang bagus saat ini.
 
Kode:
apakah jika kotoran-nya diletakkan di dalam botol...anda akan rindu pada kotoran itu?tentu tidak kan

jadi apa yang anda rindukan?
apakah anda masih bisa bilang "dirinya"

jawaban singkat....anda melekat...hahaha

yang anda cintai dan anda sukai hanyalah fisik dan sifat yang bagus saat ini.
__________________
Terkendali ketika berjalan, terkendali ketika berdiri,
Terkendali ketika duduk dan berbaring,
Terkendali ketika menarik kaki tangan, Terkendali ketika meregangkan kaki tangan; Ke atas, ke sekeliling dan ke bawah, Sejauh alam ini membentang, Seorang bhikkhu mengamati bagaimana hal-hal muncul, Bagaimana kumpulan ini muncul dan lenyap

Ketika dia hidup demikian secara gigih Dengan sikap yang tenang dan diam,Selalu waspada, melatih diri,Dalam latihan ketenangan pikiran,Mereka menyebut bhikkhu yang berperilaku seperti itu
"Orang yang senantiasa bertetap hati."
Reply With Quote
weks. . . .msud u ap bro ga mudeng gw.byak paki perumpamaan sgala mcem loe:D.yg psti yg nma-nya cnta bro ap aj yg dilakuinnya psti dmata kta bgus trus.uda buta mata gw.prnah dgar lagu tae kambing rasa coklat./heh
 
biar saya jelaskan sekali lagi...mudah-mudahan di mengerti..........
coba tanya diri sendiri.. apa yang anda sukai dari dirinya?
jika anda menjawab semuanya...

maka coba cintai-lah kotoran nya....
anda pasti merasa risih dan tidak mau bukan....

berarti apa yang anda cintai?

yaitu hanyalah fisik dan sifat yang ada dari bagian dirinya saat ini..
kulit,wajah,body,mulut,moralitas,dll....apakah semua itu bisa tetap bagus?

orang bijak mengenal nya dengan ANICCA....
maka tidak perlu melekat...
karena tidak melekat maka tidak timbul penderitaan..

belajar lah banyak vipassana bro...

kata-kata hanya sampai sini..realita adalah prakek nya. selamat mencoba
 
wew. . .kk2 kok g reply lgi threadnya. bner lgi btuh pencerahan ne gw. rsa2nya blom ktemu jhati diri yg ssungguhya.:D
 
wah mkasih om marcedes ud mlai ngerti gw. cma 2 hal lgi gw mo tnya. vipasana tu ap ci??? trus mnurut loe gmna? krena 1 cew kta jdi berbt dosa. misal kek gini.krna mrsa di mainin ama cew jdi kta ga prnah srius lgi ama cew yg kta pacarin. bahkan cenderung mnyakitinya.bsa diblang hbis mnis sepah dibuang gtu.kta orng kan bljar dri pngalaman.prbaiki ksalahan yg dlu.mkanya ga mo jtuh lgi.:-/.ad jga kta yg jatuhin:D.smpai krang ju2r gw blom dpat cew yg bru, krna msih ska bndingin cew laen ama dy.=((.mhon maaf byak tnya.maklumlah bro, klo orang uda kna sindrom cnta,agk ssh masuk saran orng. /wah
 
wah mkasih om marcedes ud mlai ngerti gw. cma 2 hal lgi gw mo tnya. vipasana tu ap ci??? trus mnurut loe gmna? krena 1 cew kta jdi berbt dosa. misal kek gini.krna mrsa di mainin ama cew jdi kta ga prnah srius lgi ama cew yg kta pacarin. bahkan cenderung mnyakitinya.bsa diblang hbis mnis sepah dibuang gtu.kta orng kan bljar dri pngalaman.prbaiki ksalahan yg dlu.mkanya ga mo jtuh lgi.:-/.ad jga kta yg jatuhin:D.smpai krang ju2r gw blom dpat cew yg bru, krna msih ska bndingin cew laen ama dy.=((.mhon maaf byak tnya.maklumlah bro, klo orang uda kna sindrom cnta,agk ssh masuk saran orng. /wah

Sebelumnya maaf, saya coba menanggapi. Sebenarnya agak risih, karena ini msalah yang sangat pribadi kan?

Dari jenis tulisan, cara menulis dan isi permasalahan yang anda utarakan (hehehe... jangan terintimidasi yah...) sepertinya DingTing masih muda yah?... kalau boleh tau, umur berapa?

Masalah cinta ini, yang sekarang sedang adik hadapi, menurut saya bukan cinta. Tapi justru masih dalam tahap tergila-gila. Mula mula, mungkin kamu ketemu dengan ce yang ideal di mata kamu. Aku memandangnya sebagai adanya chemistry (ketertarikan fisik dan ragawi) antara kamu ke dia. bersentuhan tangan saja mungkin sudah bikin kaya kena setrum. Nah.... ini gejala cinta remaja, yang istilah saya, chemistry tadi.

Lalu, karena usia muda, pikiran yang belum terlalu dewasa, namun kebutuhan biologis sudah sampai pada tahap dewasa, terjadilah pacaran. Yang akhirnya, karena pikiran yang masih belum matang, maka, kemudian putus. Anda merasa dipermainkan. Padahal, mungkin saja, pesona anda sudah pupus di mata dia. Banyak penyebabnya, bisa jadi anda melakukan kesalahan, anda mengganggu aktivitas remaja dia, anda tidak disukai orang tuanya, anda suka marah ke dia, anda egois, atau mungkin memang dia sudah bosan pada anda.

Hal ini wajar. Sebahagian besar remaja normal mengalami hal seperti ini.

Lalu, anda menjadi seperti trauma kepada ce. dan seperti istilah anda, seperti 'habis manis sepah dibuang' pada ce anda yang baru. Disini, naluri anda yang bermain adalah naluri balas dendam yang terselubung, dengan bantuan hormon testoteron anda yang memang sedang menggelegak. Wajar saja. Saya masih memandangnya wajar. Sebatas, anda melakukannya dalam proses menyeleksi pasangan hidup yang nanti anda akan sunting menjadi ibu anak-anak anda (ini akan menimbulkan tawa, jika anda memang masih remaja... karena kedewasaan akan memaksa anda berpikir ke arah ini).

Lalu, anda mencurahkan isi hati anda di Forum Buddha. Maka, therapi memandang 'cinta' ala Buddha lah yang disajikan. Dengan mengutip yang ditulis Mercedes. Coba anda lihat kotorannya, apakah anda masih cinta? namun, sekali ini saya justru ingin mengingatkan anda. Bila anda mencintai seorang gadis/cewek yang baik dan sempurna dimata anda. Jangan merasa karena anda tidak menyukai 'kotoran'nya, berarti anda tidak cinta kepadanya. Ok.... Usia akan menuntun anda ke pandangan seperti yang ditulis Mercedes. Saya juga pernah muda kok... walau sekarang belum tua-tua banget, hehehe.

Dan ini bukan menakut-nakuti. Secara psikologis, kebiasaan mempermainkan pasangan ce/co bisa menjadi kecanduan. Ini berbahaya bila keterusan nanti kalau sudah menikah dan sudah membentuk keluarga.

Bercinta, yah bercinta saja... kalau bisa jangan sampai berzina. kalau juga terpaksa, lakukanlah hanya dengan ada cinta. Karena melakukan cinta tanpa alasan, sangat buruk dan rendah. Pelacur saja melakukannya karena alasan jelas, cari duit. Jangan mau bercinta hanya just for fun doang.... paling tidak lakukan dengan orang yang dicintai deh.... hati-hati penyakit, gaja nama baik dan harus nyaman....:D
 
coly kk bru bsa reply krang,bru plang lburan slnyaB-).yap,kk bener gw msih muda,umur gw bru 19 taon.pesona anda sudah pupus di mata dia(bener tu) slnya wktu mutusin dy beralasan ktanya ad yg pudar dihatinya ttg gw.aplgi klo bkan pesona gw ud pu2s dimata tu cew/sob.kk kyaknya gw uda ditahap mencintai kotorannya jga ni.uda ngebet bget gw ama dy.semuanya bgus dimata gw./omgkk ebat ya,bsa tau sedemikian rupanya kronologis cnta gw.kk ahli psikologis ya?klo bleh tau umur kk brapa???mnta sarannya lgi kk klo gw uda mulai mncintai kotoran tu cew jga:(
 
coly kk bru bsa reply krang,bru plang lburan slnyaB-).yap,kk bener gw msih muda,umur gw bru 19 taon.pesona anda sudah pupus di mata dia(bener tu) slnya wktu mutusin dy beralasan ktanya ad yg pudar dihatinya ttg gw.aplgi klo bkan pesona gw ud pu2s dimata tu cew/sob.kk kyaknya gw uda ditahap mencintai kotorannya jga ni.uda ngebet bget gw ama dy.semuanya bgus dimata gw./omgkk ebat ya,bsa tau sedemikian rupanya kronologis cnta gw.kk ahli psikologis ya?klo bleh tau umur kk brapa???mnta sarannya lgi kk klo gw uda mulai mncintai kotoran tu cew jga:(

gw pribadi pernah mengalami hal yg sama.......

gw juga baru-baru ini sekitar 1 minggu menasehati teman yang nyaris gila karena cinta.
sangat cinta pada wanita,malah hampir nekad pakai cara orang gila.

===========================

jadi jika anda ingin mencintai wanita....cintai saja "hanya" sebatas cinta
jangan terlalu berlebihan...karena itu semua tidaklah kekal
akan berubah...dan hancur

contoh lagi deh......ini kutipan dari YM acariya mahabowa nanasampanno
imajinasi kan tubuh-nya mulai dari wajah lengkap sampai kaki....

lalu lepas kulit-kulit nya....kulit adalah hal yang paling MENIPU. ...

lalu lihat limpa,jantung,paru-paru,otak,darah,....bagai lihat penjual daging menggantung DAGANGAN-NYA di pasar...


tanyakan pada diri anda.......ITUKAH yang KAMU CINTAI? pikirkan sepanjang malam sampai susah tidur?

==============

mungkin ketika ini anda langsung berkerut di dahi,,,
padahal....manusia ini memang KENYATAAN / REALITA terbuat dari usus,limpa,jantung,paru-paru,daging yang jijik.

hanya saja selama ini KULIT menutupi KEBUSUKAN dan KENYATAAN yang anda tidak dapat lihat...

semoga ini membawa pencerahan kepada anda...untuk tidak lagi melekat akan sesuatu hal yang bersifat TIDAK KEKAL.
dan mengenali DUKHA(penderitaan)
 
tq kk budhis.uda mulai terang kyaknya jlan gw.bakal brusaha dech bt ngelakuin yg kk blang tdi.gw jga ga mao,terikat trus.skit bget rsanya.smua aktvtas jdi tergngu,bdan jdi ga terurus hnya krna gtuan.menderita bget de rsanya/sob.bt MOD tlong ya ni thread jgan diilangin,bkal gw bka2 lgi ni, bca ulang2.:D
 
gw tambahin lagi yah.
bro Mercedes sudah menjelaskan secara rincih mengenai kulit yang mengelabui kita. Dengan kesadaran sendiri, mungkin kelak kamu bisa menyadari bahwa semuanya hanya ilusi. Ingatlah, ketika kita jatuh cinta.... mana bisa kita menilai orang yang kita cintai dengan objektif. Maksud saya gini. Misal cewek lu itu, waktu dia masih cinta sama lu, dia akan melihat semua yang kamu miliki, semua tentang kamu, adalah sempurna. Ini namanya tidak objektif. karena kita tahu, kamu jauh dari sempurna, seperti juga semua yang ada di muka bumi ini. Nobody perfeck.

Terus kembali ke kulit. Saya pernah ngasih penjelasan kepada teman juga dengan metodologi kulit ini. Kebetulan teman bukan Buddhis, tapi pemeluk agama lain. Jadi, sangat sukar untuk dia mencerna apa yang saya 'kuliah' kan, hahahahaha.... Dia malah bilang, 'Vin.... (nama saya Kevin, Roughtorer nama tengah) yang saya bilang kan kulit cewek, bukan kulit durian. Kalau kulit durian, memang mana mungkin saya jatuh cinta. Tapi ini kulit mulus wanita, putih, bersih, bercahaya, bikin pengen, bikin pusing... dibayangkan saja pusing...."

Saya agak kelabakan pada mulanya, sukar untuk menekankan suatu keyakinan yang jelas-jelas berbeda dengan keyakinan dia selama ini kan. Nah.... akhirnya saya bilang kaya gini....

"Kulit manusia atau kulit durian.... terbuat dari bahan yang sama kok...."

"Kok bisa....?" mulanya dia tambah bingung.

"Iya.... terbuat dari senyawa Carbon..... sama-sama dari Carbon....." aku menjelaskan dengan putus asa dan cuek berat sebenarnya.

Eh.... gak tahunya, walau kedengaran aneh.... dia manggut-manggut. Mungkin ada gengsi saat menyadari ada secercah kebenaran yang terkandung dari sebuah wacana yang diucapkan oleh pemeluk agama lain. Mungkin juga ketakutan akan iman-nya sendiri bila meyakini keyakinan orang lain. Maka, jalan sains yang dipakai untuk menjelaskan Dhamma, ternyata melonggarkan pengertian tersebut. Paling tidak, pikirannya tidak lantas menolak apa yang ingi kita sampaikan. Karena menurut keyakinan dia kan agama tidak boleh dicampur adukkan dengan sains.

Kembali lagi ke kamu yah.... Kalau gw, gw berusaha untuk tidak membohongi diri sendiri. Dalam hal bercintapun demikian. Gw tidak akan mau ngapa-ngapain dengan orang yang tidak gw cinta. Ada batasan dalam hal ini. Jadi, dengan pengertian seperti ini, mudah-mudahan ga tidak terperosok dalam mempermainkan orang lain.

Kalau kamu disakiti, lalu kamu menyakiti orang lain, seperti trauma, karena sakit hati pada cewek, maka cari cewek sebanyak-banyaknya. Cari cewek yang naksir dengan kamu, lalu mempermainkannya. Untuk apa? Apa bukan kamu justru menjadi lebih buruk dari pada orang yanag mengecewakan kamu?

Ada sebuah keegoisan laki-laki pada aku, bahwa aku tidak meladeni keinginan cinta dari orang yang tidak kucinta. Mengapa? Iya dong..... gw kan bukan gigolo... enak saja, kalo nafsu sama gw, gw harus melayani dia.... gitu coba cara berpikirnya. Kadang kalau lagi bete gara-gara patah hati, dinasehati pake jurus agama bisa bikin makin bete. jadi, lu tarik ke diri lu sendiri, pikir untung ruginya saja.

Sudah begitu, pengalaman gw, menangis sangat membantu. Terus hobby juga bisa menjadi pelarian yang mengasikkan. Seperti sekarang ini. Biar saja deh, Ebiet G. Ade yang ngurusin masalah hikmah.... kamu ambil positifnya saja. Kan jadi bisa ikutan kongko di Forum Buddhis. Banyak loh hal-hal yang sebelumnya mungkin membosankan atau 'gak nyambung' atau 'gak menarik' atau 'gak level' ternyata sangat nyaman untuk dipelajari, paling tidak dibaca dan berusaha untuk dimengerti.

Usia 19, wajarlah dengan segala kondisi tersebut. Perlahan, biarin saja mengalir seperti air. jangan dikarbit. kamu akan dewasa dengan sendirinya. Ingat saja, cinta-cintaan laki-laki dengan perempuan..... gak usah dipelajari juga bisa sendiri. Gak usah diusahakan juga datang sendiri. Sudah menjadi kecenderungan. Kalau di agama lain malah disebut sebagai kodrat, manusia hidup pasang-pasangan. Makanya, tidak usah terlalu digebu-gebu-in. Lu gak konsen ke situ saja, tanpa terduga cinta kaya gini bisa muncul tiba-tiba. Apalagi kalau lu mikirinnya siang malam.

Kamu sampai bilang sudah mencintai sampai tahap ke mencintai kotorannya. Coba bayangkan, kotorannya sekarang ada di meja makan kamu, dan kamu siap-siap untuk makan siang. Lalu, gak usah banyak-banyak, 3 ekor saja lalat hijau sebesar kelingking kamu terbang-terbang di atasnya. Dan,... baunya amit-amit deh.... padahal itu bagian dari dia, ornang yang kamu cintai.... hehehehe.... maaf kalo bikin mual.

Tentang saya.... lumayan berumur lah.... yang pasti, jenggot dan jambang gw udah tumbuh sempurna.... hahahaha.....
 
wew. . .kk2 kok g reply lgi threadnya. bner lgi btuh pencerahan ne gw. rsa2nya blom ktemu jhati diri yg ssungguhya.:D

Cinta harus pakai hati, karena ia adalah bagian dari perasaan. Bertimbanglah dengan hati, dengan demikian ada akal sehat. Harus ada pertimbangan dgn hati.

Cinta harus ada permintaan dan penawaran. Jk hny ada satu unsur saja akan berat dan menderita.
Agar cinta anda menarik perhatian, anda harus cukup baik, baik saja tak cukup, anda harus dewasa, dewasa saja tak cukup, anda harus mapan, anda harus bisa menjadi sandaran. Orang2 bisa mengandalkan anda. Makanya anda harus meningkatkan kemampuan, belajar terus, menciptakan masa depan yg bisa diandalkan. Ini baru membuat cinta anda menarik. Jika tidak begini maka cinta anda akan segera tidk menarik. Anda akan menderita, akan putus, dan jk sudah menikahakan bercerai. Karena segera menjadi tidak menarik, tidak memenuhi tuntutan kenyataan.
Cinta itu indah tp ia itu harus berpijak pada kenyataan, harus bisa menjawab semua problem kehidupan. Semua....ya semua.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.