• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

International News Today

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Alexis
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
Jum'at, 13 Juli 2012

Moodys Pangkas Peringkat Italia 2 Level

dKWsFILXn0.jpg

Lembaga pemeringkat Moodys Investors Services menurunkan peringkat surat utang pemerintah Italia sebanyak dua notch menjadi Baa2 dari sebelumnya A3. Moodys juga memperingkatkan, pemangkasan peringkat itu bisa kembali dilakukannya jika Italia kehilangan akses ke pasar uang.

Dengan demikian, peringkat Italia tersebut hanya berjarak dua notch dari status sampah (junk) dan dapat meningkatkan biaya pinjaman lebih tinggi untuk penjualan obligasi. Rating yang diberikan Moodys ini juga di bawah peringkat terbaru yang diberikan oleh Standard & Poors Ratings Services dan Fitch Ratings.

"Peringkat utang Italia bisa kembali diturunkan jhika terjadi pemerintahnya tidak bisa mengatasi masalah keuangannya, atau atau kesulitan dalam melaksanakan reformasi ekonomi," kata Moodys seperti dilansir dari CNBC, Jumat (13/7/2012).

"Jika akses Italia mencari danang dari publik menjadi dibatasi atau negara tersebut memerlukan bantuan eksternal, maka peringkat utang tersebut bisa turun ke level yang lebih rendah lagi," tambah dia.

Di sisi lain, keberhasilan implementasi reformasi ekonomi dan kebijakan fiskal yang efektif memperkuat prospek pertumbuhan ekonomi Italia dan neraca pemerintah akan kredit positif dapat menyebabkan outlook stabil.

Moodys mengatakan downgrade ini didorong oleh kerentanan Italia meningkat menjadi risiko peristiwa politik, seperti isu keluarnya Yunani dari zona euro atau Spanyol yang memerlukan bantuan lebih lanjut.

Badan itu mengatakan negara ini menghadapi masalah pendanaan tumbuh diberikan tingkat utang yang tinggi dan kebutuhan pinjaman signifikan tahunan dari 415 miliar euro (USD506 miliar) pada 2012-2013, serta basis investor di luar negeri berkurang.

 
Jum'at, 13 Juli 2012

Peugeot pecat 8000 karyawan, Industri Mobil mulai terpuruk?

peugeot.jpg

Pabrikan mobil Perancis, Peugeot Citroen merencanakan memecat 8000 karyawannya dan menutup cabang perakitan mobilnya di luar Paris.

Minggu lalu, Peugeot mengumumkan bahwa penjualan mereka turun 13% akibat dampak krisis di eurozone. Pabrikan tersebut juga menyadari bahwa sampai pertengahan tahun ini mereka akan menghadapi kerugian atau mungkin hanya break-even sampai akhir tahun 2014.

Sebelumnya, data-data manufaktur dari berbagai negara dilaporkan menurun. Peugeot mungkin menjadi awal terpuruknya industri otomotif dunia?

 
Senin, 16 Juli 2012

Euro stabil, investor harapkan The Fed lanjutkan quantitative easing

euuu-150x150.jpg

Euro stabil terhadap dolar hari ini. fokus investor kembali tertuju pada The Fed. Ketua The Fed, Ben S Bernanke akan bersaksi pada Kongres pada Selasa dan Rabu depan mengenai kebijakan per enam bulannya.

Dolar Australia turun, namunn terbatas dengan lonjakannya pada Jumat lalu setelah data GDP Cina yang lebih lemah dari perkiraan. Cina merupakan tujuan ekspor terbesar bagi Australia.

Pasar tampak sedikit sepi hari ini karena bursa Tokyo ditutup hari ini. investor juga tampak menahan posisinya menunggu kesaksian Ben Bernanke di Kongres Selasa dan Rabu mendatang. Investor mengharapkan The Fed melanjutkan quantitative easingnya.

Euro stabil di 1,2242 per dolar AS, mendekati kisraran terendahnya selama dua tahun terakhir di 1,2162 per dolar AS yang disentuhnya pada Jumat lalu. sementara dolar menurun 0,2 persen terhadap yen di 79,09 yen.

 
Selasa, 17 Juli 2012

Wall Street Terhantam Data Penjualan Ritel AS

8VEP5xSkpM.jpg

Tiga indeks utama Wall Street berakhir melemah. Turunnya indeks saham Amerika Serikat (AS) tersebut lantaran kekhawatiran pelaku pasar akan pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) nyaris menyentuh level terendah. Lalu harga minyak mentah menguat dan dolar jatuh ke satu bulan terhadap yen akibat penjualan ritel yang lemah. Hal ini menunjukan perekonomian belum tumbuh dengan baik, dan stimulus lanjutan the Fed pun diperkirakan bisa mendorong ekonomi lebih lanjut.

Penjualan ritel AS turun 0,5 persen pada bulan Juni. Permintaan merosot untuk segala jenis barang, mulai dari mobil dan elektronik untuk bahan bangunan. Ini menandakan pemulihan ekonomi lesu.

Pasar masih terus menanti pernyataan pernyataan tengah tahun dari Gubernur the Fed Bernanke sebelum panel Kongres pada hari Selasa dan Rabu. Investor mencermati tiap kata yang keluar dari mulutnya untuk mencari petunjuk tentang kemungkinan digelontorkannya stimulus.

bunk-bunk sentral dari Eropa, China dan Brasil awal bulan ini menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan yang rapuh. Hal ini menggarisbawahi meningkatnya kekhawatiran tentang pelambatan ekonomi global.

 
Selasa, 17 Juli 2012

Yen Menguat, Nikkei Terpukul

index-nikkei.jpg

Index Nikkei Jepang terpeleset turun setelah nilai Yen yang menguat memukul para eksportir Jepang dari segi profit.

Nikkei turun 0,1% ke level 8.718,24 atau penurunan yang ke 6 harinya secara berturut-turut. Menguatnya Yen telah memberati index Nikkei Tokyo seiring akan berkurangnya profit dari perusahaan-perusahaan Jepang yang mengekspor produknya ke luar negeri.

Para analis kawatir jika Nikkei berpeluang turun sampai ke level 8.500 dalam beberapa minggu kedepan.

“Saat ini, beberapa orang akan menyadari bahwa proyeksi profit akan turun 10 – 20%. Jadi, penurunan harga saham perusahaan-perusahaan Jepang yang terdaftar di Index Nikkei tidaklah turun terlalu tajam”, ujar Maruyama – kepala strategi market dari BNP Paribas.

 
Rabu, 18 Juli 2012

Dolar AS melemah, meski kabar QE3 masih belum jelas

Forex-Dollar-US-and-Euro-300x201.jpg

Dolar AS melemah di perdagangan Selasa (17/07) mengikis kenaikan yang terjadi setelah pernyataan Ben Bernanke, Gubernur bunk Sentral AS di depan Komisi Perbankan Konggres pada Selasa dan akan dilakukan lagi Rabu ini.

Dalam pernyataannya di depan Komisi ini, Bernanke merasa kecewa dengan data-data makroekonomi saat ini dan pasar tenaga kerja yang masih lamban tumbuhnya pun demikian dia juga tidak mengindikasikan akan mengeluarkan kebijakan moneter yang lunak. Selain pernyataan Ben Bernanke, para investor juga melihat data-data ekonomi AS memberikan tekanan pada perdagangan dimana data harga konsumen datar-datar saja di bulan Juni ini sementara harga makanan naik disaat penurunan harga energy. Data-data ini memberikan kekuatan Dolar AS dimana Indek Dolar naik ke 83.321 dari sebelumnya di 82.911.

Investor juga menilai bahwa kondisi Industri AS membaik, dari data bulan Juni dikatakan bahwa aktifitas produksi industri mengalami kenaikan sebesar 0.4% meski dalam hitungan kuartal, maka kuartal kedua ini mengalami perlambatan dari rata-rata tahunan.

 
Rabu, 18 Juli 2012

Bernanke laporkan pemulihan ekonomi AS buruk, tanda akan QE ?

bernanke.jpg

Kepala Federal Reserve Ben Bernanke menyatakan proyeksi ekonomi yang buruk pada laporan di depan Kongres AS selasa kemarin, namun hanya mengisyaratkan sedikit petunjuk mengenai babak baru quantitative easing yang ditunggu oleh market.

Bernanke menjelaskan bahwa pemulihan ekonomi AS masih terhambat karena ketidakpastian status krisis di Eropa dan masalah keputusan arah kebijakan fiskal AS.

Bernanke juga mengatakan bahwa Fed siap mendukung pemulihan ekonomi dengan berbagai alat kebijakan yang siap digunakan.

Dengan melemahnya perekonomian di berbagai belahan dunia, banyak bunk Sentral di masing-masing negara yang telah melakukan kebijakan monetary easing termasuk European Central bunk, bunk of England dan bunk Sentral China.

 
Kamis, 19 Juli 2012

Meski masih melemah, euro berupaya bangkit dari penurunan

dollarEURO1.jpeg

Euro diperdagangkan semakin melemah terhadap dolar AS, Rabu, setelah data sektor perumahan AS mengangkat greenback setelah ketidakpastian yang dikeluarkan oleh Kanselir Jerman menekan euro.

Kekhawatiran atas prospek untuk AS mereda setelah data resmi menunjukkan bahwa jumlah pembangunan rumah baru AS naik melampaui perkiraan pada bulan Juni, mencapai tingkat tertingginya sejak April 2010.

Departemen Perdagangan mengatakan pembangunan perumahan AS meningkat 6,9% di Juni dengan penyesuaian musiman menjadi 760.000, berbanding ekspektasi untuk kenaikan sebesar 5,2%. Laporan tersebut juga melaporkan jumlah izin bangunan yang dikeluarkan turun 3,7% pada bulan Juni menjadi 755.000.

Sehari sebelumnya, Bernanke memberikan pandangan suram terhadap prospek ekonomi AS dalam testimoninya di Senat pada hari Selasa, namun gagal menunjukkan secara eksplisit jika langkah-langkah stimulus tambahan akan segera terlaksana.

Bernanke dijadwalkan untuk kembali memberikan testimoninya pada ekonomi dan kebijakan moneter di hadapan House Financial Services Committee hari ini.

Euro mengalami tekanan di sesi Eropa setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan dia tidak yakin proyek Eropa akan berhasil, tapi menegaskan ia optimis meskipun menghadapi kesulitan saat ini.

Euro terpantau kembali menjauh dari level bawah sesi terhadap dolar 1,2216, menyentuh level 1,2266 pada perdagangan sesi sore AS, atau 0,23%. Euro juga masih mendekati level penurunan tiga tahun setengah terhadap pound, turun 0,27% ke level 0,7835 dan melemah terhadap yen, turun 0,47% diperdagangkan di level 96,73.

Sementara itu, Jerman menjual lebih dari $4 miliar obligasi dua tahun pemerintah pada hasil yang negatif untuk pertama kalinya pada lelang yang sama, mencerminkan kekhawatiran investor berkelanjutan atas krisis utang di wilayah tersebut.

 
Jum'at, 19 Juli 2012

Existing Home Sales & Unemployment

economic-news1.jpg

Data perumahan AS (existing home sales) akan dirilis malam ini. Data perumahan ini dianggap penting sebagai indikator awal untuk menentukan apakah pemulihan ekonomi berjalan baik atau tidak.

19.30 : Unemployment Claims, data inisial tingkat pengangguran di AS akan dirilis malam ini. Konsensus nya diperkirakan meningkat ke angka 365 ribu, artinya lebih buruk dari yang sebelumnya.

21.00 : Data Existing Home Sales di AS untuk bulan Juni akan dirilis oleh National Association of Realtors (NAR). Data ini diperkirakan naik dari 4,55 juta ke 4,65 juta.

 
Jum'at, 20 Juli 2012

Crude Oil reli dalam 4 minggu terakhir

crude-oil1.jpg

Crude Oil melakukan reli dalam 4 minggu terakhir atau naik sekitar 20% setelah ketegangan di Timur Tengah menurun.

Crude Oil naik berturut-turut selama 7 hari berturut-turut seiring menurunnya eskalasi ketegangan di wilayah Timur Tengah dan meredanya gangguan suplai minyak di selat Hormus.

Proyeksi global ekonomi untuk tahun 2012 diperkirakan hanya naik sedikit sekitar 3,2% dan 3,7% untuk tahun 2012.

 
Senin, 23 Juli 2012

Bantuan Yunani terancam diputus

greek-troika-150x150.jpg

The International Monetary Fund diperkirakan akan menghentikan bantuannya kepada Yunani. Hal ini kembali meningkatkan kemungkinan bahwa Yunani akan bangkrut awal September mendatang, menurut laporan press Jerman Minggu (22 Juli 2012) lalu dari sumber yang tidak diidentifikasikan.

Grup bantuan “Troika “ yang memberikan Yunani bantuan, the European Commission, the International Monetary Fund, dan the European Central bunk akan melakukan peninjauan minggu ini untuk mengukur kemajuan yang dicapai Yunani untuk mendapat bantuan lebih lanjut.

Namun, Der Spiegel melaporkan bahwa jelas sudah bahwa pemerintah Yunani belum mampu mengurangi belanjanya hingga 120% dari pertumbuhan ekonomi 2020, seperti yang disyaratkan sebelumnya.

Jika Yunani diberikan tambahan waktu untuk mencapai target pemangkasannya, Yunani bahkan membutuhkan tambahan €10 miliar hingga €50 miliar ($12,1 miliar-$60,5 miliar).

Secara terpisah, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble, seperti dikutip dari sebuah harian mengatakan bahwa Yunani harus mengandakan usahanya untuk memenuhi syarat danang bantuan.

Sementara itu Wall Street Jounal mengatakan bahwa koalisi Yunani yang baru berencana untuk mengumumkan langkah penghematan barunya dan mencari tambahan anggaran baru dari pemotongan yang akan datang minggu ini dengan inspektor international Troika.

 
Senin, 23 Juli 2012

Pertumbuhan ekonomi China melemah dalam 3 bulan terakhir

industri-china.jpg

Pejabat bunk Sentral China memprediksikan bahwa ekspansi ekonomi China akan menurun ke angka 7,4% pada kuartal ini.

Song Guoqing, seorang member komite kebijakan moneter di bunk Sentral China memperingatkan bahwa penurunan harga barang-barang yang diimbangi dengan nilai inflasi yang tinggi akan menyakiti beberapa perusahaan industri China.

Ekonomi China menurun ke angka 7,6% dalam 3 bulan terakhir yang berakhir pada Juni ini setelah krisis finansial yang terjadi di eropa telah menghilangkan peluang profit yang seharusnya bisa didapatkan.

 
Selasa, 24 Juli 2012

Outlook Jerman di turunkan Moodys

obligasi-jerman-300x200.jpg

Secara mengejutkan, pihak Pelayanan Investor dari Moody pada hari Senin (23/07) menurunkan outlook Jerman dari triple A menjadi minus terkait masa depan Eropa yang tidak menentu ini.

Bukan hanya Jerman, Moody juga menurunkan outlook dari Belanda, Luxemburg, dan Finlandia pula. Moody menilai bagaimana kemungkinan Yunani bisa lolos dari krisis saat ini dan melihat peluang keberhasilannya akan berpengaruh terhadap Spanyol dan Itali saat ini.

Beberapa kejadian bisa dihindari dan kemungkinan perekonomian wilayah ini untuk bangkit masih ada, namun hal ini akan terwujud manakala dukungan terhadap penyelesaian krisis ini berlaku bersama-sama pula khususnya dukungan terhadap Spanyol dan Italia.

Tanggungan akan mengatasi krisis ini makin menurun jika peringkat anggota-anggota meningkat menurut Moodys, jika wilayah di Euro membaik maka Euro akan membaik. Moody outlook untuk Belanda dan Luxembourg masing-masing triple A.

 
Selasa, 24 Juli 2012

Euro terpuruk terhadap dollar dan Yen, terendah sejak tahun 2010

dollar-as.jpg

Euro terpuruk mendekati level terendah dalam 2 tahun terakhir setelah Moody’s memotong kredit rating Jerman turun 1 tingkat menjadi Aaa-

Moody’s juga memotong kredit rating Belanda dan Luxemburg dan memperingatkan bahwa mereka seharusnya lebih berperan dalam menyelesaikan krisis Eropa.

Euro berada tidak jauh di level $1,2067 atau merupakan level terendah dari Euro terhadap dollar AS pada tahun 2010, begitupula terhadap Yen Jepang.

Spanyol dijadwalkan akan melakukan lelang surat hutangnya untuk menggalang danang dalam memperbaiki kondisi ekonomi dan sistem perbankan yang hancur akibat ketidak percayaan para investor.

 
Selasa, 24 Juli 2012

Investor memburu safe haven, Dolar dan Yen menjanjikan

Forex-Dollar-US-and-Euro-300x201.jpg

Dolar AS menguat terhadap hamper semua mata uang lainnya pada perdagangan Senin (23/07) dimana Euro tersungkur hingga ke level terendahnya dalam dua tahun ini atas naiknya bunga obligasi Spanyol dan Italia serta ancaman kebangkrutan Yunani yang menghadapi dihentikannya bantuan ke Negara Dewa-dewa tersebut.

Euro jatuh hingga ke $1.2133 dari sebelumnya di $1.2161, terendah sejak Juni 2010. Indek Dolar AS naik ke 83.6400 dari sebelumnya di 83.457.

Yen sebagaimana Dolar AS juga menjadi minat saat kondisi runyam saat ini, dimana investor akan mengungsikan investasinya ke asset yang aman, safe haven. Dalam perdagangan Euro atas Yen, EUR/JPY juga jatuh 95.12 yen, bahkan sempat ke ¥94.24, level dimana tidak pernah terlihat sebelumnya sejak tahun 2000.

Dalam perdagangan lainnya, GBP/USD jatuh ke $1.5523 dari $1.5619. sementara perdagangan AUD/USD diperdagangkan di $1.0279, turun dari $1.0382.

Pada perdagangan USD/JPY diperdagangkan di ¥78.38 turun dari ¥78.47. menguatnya Yen ini menimbulkan masalah domestic Jepang, sehingga Menteri Keuangan Jepang, Jun Azumi menyatakan bahwa Tokyo akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk meredam spekulasi dan kelebihan fluktuasi pasar atas menguatnya Yen saat ini. Dengan kata lain, Jepang diperkirakan akan melakukan intervensi.

 
Rabu, 25 Juli 2012

Dolar AS terus menguat, Euro diperkirakan tembus $1.19

Forex-EURUSD-1-300x300.jpg

Dolar AS terus menunjukkan kekuatannya atas mata uang lainnya, disaat kekhawatiran akan Eropa terus berlangsung. Hal ini membuat Dolar masih memuncaki di tangga tertinggi dalam dua tahun ini.

Dalam perdagangan Euro atas Dolar AS, EUR/USD terus melanjutkan penurunannya menyusul laporan pejabat Uni Eropa yang menyatakan bahwa Yunani tidak mampu menjalankan kewajibannya dan menyatakan Yunani perlu melakukan restrukturisasi hutang mereka lebih lanjut. Euro dibeli di $1.2066, turun dari sebelumnya pada harga $1.2133 saat penutupan perdagangan hari Senin.

Indek Dolar AS,yang mengukur kekuatan Dolar AS atas enam mata uang besar lainnya terus naik ke 84.009 dari sebelumnya di 83.640. Indek Dolar AS sebelumnya belum pernah menembus angka 84 semenjak bulan Juli 2010.

Ada spekulasi bahwa saat harga ada di level $1.20 level, akan terjadi rebound Euro, namun lebih banyak yang melihat pada factor fundamental daripada teknikal dimana saat ini lebib baik melakukan aksi jual atas Euro. Dengan kompleksitas masalah Eropa, terakhir Moodys justru memangkas peringkat kredit Jerman menjadi triple A sementara Belanda dan Luxemburg menjadi Negatif outlook-nya .

Dalam jangka pendek bahkan diperkirakan Euro akan ada di kisaran $1.19, setidaknya pada bulan Agustus ini. Kelanjutan cerita ini akan tergantung pada kebijaksanaan yangakan diambil oleh European Central bunk. ECB diperkirakan akan melunak dengan memberikan proyeksi pertumbuhan yang lebih rendah dan inflasi sehingga menjadi alasan untuk mengeluarkan kebijakan yang lunak termasuk memangkas suku bunga dan melakukan pembelian asset kembali. ECB dijadwalkan akan melakukan pertemuan pada 2 Agustus nanti.

 
Rabu, 25 Juli 2012

IMF: Resiko dari pelemahan ekonomi Cina signifikan

IMF-assessment-on-China-150x150.jpg

The International Monetary Fund mengatakan bahwa pelemahan ekonomi Cina menghadapi resiko yang signifikan dan terlalu bergantung pada investasi. IMF mendorong pemerintah unttuk mendorong konsumsi dan menyalurkan simpanan warganya kesektor lain selain perumahan.

Untuk mencapai pelemahan yang lebih lambat akan menjadi tantangan utama, seperti dikatakan oleh direktur dari dewan eksekutif IMF dalam pernyataannya hari ini (25 Juli 2012). IMF juga mengatakan bahwa Cina memiliki kesempatan untuk mengambil keputusan tegas, jika diperlukan, untuk menghadapi pelemahan eksternal terutama dengan kebijakan fiskal. IMF juga mengatakan bahwa yuan secara “moderat” terlalu murah,yang mana dibantah oleh Cina.

Penilaian IMF ini juga menekankan ketegangan antara usaha Cina untuk mengatasi pelemahannya dalam 6 kuartal terakhir dan membatasi ancaman ekspansi jangka panjang dengan lebih mendorong konsumsi. Para pemimpin telah memotong tingkat suku bunga dan meningkatkan investasi sementara pemimpin Partai Komunis bersiap untuk meneruskan tonggak pemerintahnya tiap 10 tahun sekali.

Para pejabat Cina sepakat jika krisis hutang Eropa yang memburuk mereka harus menyeimbangkan pendekatan fiskal dan kebijakan moneter, menurut laporan staf IMF. Selain itu, staf IMF juga mengatakan bahwa pilihan yang ada untuk mendorong ekonomi sambil menghindari efek dari kredit yang didanai stimulus termasuk, subsidi untuk konsumsi, insentif untuk mengurangi polusi dan belanja yang lebih besar sebaggai pengaman sosial.

IMF mengulangi perkiraannya minggu lalu bahwa produksi domestik bruto Cina akan tumbuh 8% pada 2012 dari 8,2% pada April dan tumbuh 8,5% pada 2013 dari perkiraan beberapa bulan lalu di 8,8%. Infalsi diperkirakan akan berada dikisaran 3 hingga 3,5% untuk tahun ini dan melemah ke 2,5 hingga 3% pada 2013.

Para pejabat Cina menyatakan optimisme mereka bahwa paling tidak pertumbuhan tahun ini dapat mencapai 7,5%.

Cina meningkatkan belanja modalnya sebagai respon dari pelemahannya dan IMF mengatakan kekhawatirannya atas keberlangsungan program yang “memiliki level investasi yang tinggi dengan konteks pelemahan permintaan eksternal dan kapasitas yang berlebihan.” IMF melihat investasi domestik bruto sedikit terkoreksi tahun ini menjadi 48,5% dari GDP.

Pada pejabat IMF menyambut usaha Cina untuk mendinginkan bursa perumahannya dengan mengatakan, “menghapus potensi gelembung property membutuhkan reformasi penyaluran tabungan rumah tangga keluar sektor perumahan kearah aset finansial lainnya.

Sejauh ini, Wen Jiabao bersumpah untuk “tidak goyah” untuk mempertahankan kendali properti walaupun ia juga mentoleransi beberapa langkah untuk mendukung pasar properti.

 
Kamis, 26 Juli 2012

Pendapatan Apple Hempaskan Indeks Nasdaq

HEymQCZA5N.jpg

Indeks S & P 500 jatuh masih terpantau melemah pada hari keempat selama perdagangan pekan ini. Disusul indeks Nasdaq yang turut merosot setelah pendapatan dari Apple tersandung. Namun di sisi lain, hasil pendapatan yang kuat dari Boeing dan Caterpillar mengangkat Dow Jones.

Apple Inc (AAPL), perusahaan Amerika Serikat (AS) dengan kapitalisasi pasar yang tinggi, melaporkan penjualan pada akhir Selasa jatuh dan jauh dari harapan Wall Street. Hal ini dikarenakan ekonomi Eropa merosot sehingga konsumen menahan membeli iPhone sebelum versi baru diharapkan keluar pada musim gugur.

Dilansir dari Reuters, Kamis (26/7/2012), saham Apple turun 4,3 persen menjadi USD574,97. Apabila Apple tidak merugi, indeks S & P akan berakhir lebih tinggi. Adapun indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 58,73 poin atau 0,47 persen ke 12.676,05. Indeks Standard & Poor 500 (GSPC) turun 0,42 poin atau 0,03 persen ke 1.337,89. Serta Nasdaq Composite Index (IXIC) turun 8,75 poin atau 0,31 persen ke 2.854,24.

Adapun Dow industrials berhasil menguat berkat keuntungan Caterpillar (CAT) dan Boeing (BA). Di mana saham Caterpillar naik 1,4 persen menjadi USD82,60 setelah laba kuartalan dengan mudah mengalahkan ekspektasi Wall Street.

"Ekspektasi sudah sangat rendah dan ini adalah positif besar bagi pasar," kata Jack Ablin, kepala investasi di Harris Private bunk di Chicago.

Di samping itu, investor berharap Federal Reserve akan segera bertindak untuk memberikan rangsangan lebih pada perekonomian sehingga bisa mendukung saham. Laporan yang disampaikan The Wall Street Journal pada Selasa waktu setempat mengatakan pejabat Fed dapat bergerak lebih dekat untuk mengambil langkah-langkah lebih untuk membantu ekonomi yang lesu.

 
Kamis, 26 Juli 2012

Yield obligasi AS turunkan permintaan

US-treasury6-150x150.jpg

Obligasi AS turun karena kekhawatiran bahwa yield yang bergerak kearah rekor terendahnya akan mengurangi permintaan sementara para investor tengah bersiap menawar tiga paket obligasi terakhir pada lelang minggu ini.

Yield obligasi 10 tahun AS naik 2 basis poin atau 0,02 poin persentase ke 1,42% di Tokyo menurut data Bloomber Bond Trader. Harga obligasi berkupon 1,75% yang bermaturitas pada Mei 2022 turun 5/32 atau $1,56 ke 103 1/32. Kemarin suku bunganya turun ke 1,379%, rekor terendahnya.

Departemen Perdagangan dijadwalkan akan menjual $29 miliar obligasi tujuh tahunnya hari ini. Kemarin Departemen Perdagangan melelang $35 miliar obligasi 5 tahun dan jumlah sama untuk obligasi dua tahunnya pada 24 Juli.

 
Jum'at, 27 Juli 2012

Yunani di Ambang Default

ZhqJFAWSIw.jpg

Peluang Yunani keluar dari zona euro semakin besar menyusul belum adanya kepastian pencairan danang talangan (bailout) terakhir senilai 31,5 miliar euro dari total 130 miliar euro sesuai kesepakatan Maret lalu.

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya tekanan dari kreditur internasional yakni Uni Eropa dan danang Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) sehingga memaksa Athena berpacu dengan waktu untuk tetap berada di zona euro. Besarnya peluang Yunani keluar dari zona euro juga diperkuat laporan Citigroup.

Perbankan yang berbasis di Amerika Serikat (AS) itu kemarin merilis hasil riset yang menyatakan bahwa dalam 12-18 bulan ke depan peluang Yunani keluar dari euro mencapai 90 persen. Persentase tersebut naik dibandingkan dengan penelitian sebelumnya di mana hanya 50-75 persen peluang Yunani keluar dari euro.

"Artinya, dalam dua atau tiga kuartal ke depan Yunani akan keluar dari sistem mata uang tunggal Eropa," kata Citi dalam pernyataan resminya dikutip Reuters.

Pada laporan tertanggal 25 Juli yang didistribusikan sehari kemudian, Citi juga memperkirakan bahwa Italia dan Spanyol bakal memanfaatkan bailout dari Uni Eropa dan IMF untuk menyelamatkan perbankan.

"Kami melihat krisis di zona euro masih suram. Dalam beberapa tahun ke depan, kawasan ini akan tambah rumit karena menumpuknya jumlah utang negara dan restrukturisasi perbankan," kata ekonom Citigroup.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kalangan berspekulasi mengenai kemungkinan default Yunani dan keluar dari blok mata uang tunggal. Anggota parlemen konservatif Jerman bahkan menyarankan agar Yunani mulai membayar setengah uang pensiun dan pekerja publik dengan mata uang lama yakni drachma.

Langkah tersebut dianggap penting untuk melatih negara tersebut jika positif keluar dari Eropa. Sumber diplomatik Brussels mengatakan, ada dua hal yang menghambat pencairan bailout Yunani. Pertama, Athena tidak menghormati kewajibannya dengan baik dan karena kurangnya kemauan politik dari parlemen.

"Tidak ada solusi. Jika Pemerintah Yunani dan troika menyepakati reformasi, negara tersebut bahkan tidak dapat mencapai tujuannya," ujar sumber tersebut dikutip AFP kemarin.

Dia menambahkan, akibat hal itu, Perdana Menteri (PM) Yunani Antonis Samaras telah meminta perpanjangan waktu selama dua tahun untuk melaksanakan program reformasi tentang pemangkasan pengeluaran dan utang. Analis Capital Economics memperkirakan, kemungkinan perpanjangan masa reformasi akan sama dengan sebuah bantuan tambahan sebesar 40 miliar euro (USD48,4 miliar) untuk Yunani.

Analis Societe Generale bahkan meyakini jumlahnya bisa membengkak menjadi sekitar 60 miliar euro. Juru Bicara Pemerintah Yunani Simos Kedikoglou mengatakan, perpanjangan reformasi keuangan Yunani akan mencakup upaya restrukturisasi dan saat ini negosiasinya tengah berlangsung.

Pada bagian lain, Menteri Keuangan Yunani Yannis Stournaras kemarin bertemu auditor lembaga pemberi pinjaman untuk membicarakan pelunasan obligasi sebesar 3,2 miliar euro yang dimiliki oleh bunk Sentral Eropa (European Central bunk/ECB) yang akan jatuh tempo 20 Agustus mendatang.

Pada pertemuan tersebut,Pemerintah Yunani diminta melakukan penghematan sebesar 11,7 miliar euro untuk periode 2013-2014. Namun, langkah tersebut harus mendapatkan persetujuan akhir dari parlemen.

 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.