• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

IF Bali

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. goesdun
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
Kemiskinan Picu Pariwisata Seksual Anak

Denpasar - Eksploitasi seksual komersial pada anak (ESKA) oleh orang-orang yang melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain cenderung dipicu oleh kemiskinan. Pelakunya umumnya berstatus wisatawan asing atau wisatawan lokal.
Hal itu mengemuka pada Konferensi Asia Tenggara Tentang Pariwisata Seksual Anak di Bali yang digelar Rabu (18/4) - Jumat (20/3).

Koordinator Koalisi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ECPAT) grup afiliasi di Indonesia, Ahmad Sofian, mengatakan bahwa pariwisata bukan penyebab ESKA, tetapi para pelaku yang memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan oleh jasa travel, hotel, dan jasa sektor pariwisata lainnya sebagai sarana kejahatan tersebut.

Menurutnya, dalam konferensi yang dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta dari negara di kawasan Asia diharapkan dapat menghasilkan suatu kesepakatan untuk membebaskan kawasan wisata di negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia dari segala bentuk pariwisata seks anak. 'Dengan adanya komitmen itu, upaya perang melawan eksploitasi seksual terhadap anak di kawasan wisata ASEAN yang melibatkan kejahatan transnasional diharapkan lebih terukur dan terkoordinasi,' ujar Sofian.

Selama konferensi berlangsung telah diidentifikasi tantangan-tantangan utama dalam perang melawan eksploitasi anak. Tantangan utama yang juga akar penyebab pariwisata seksual anak adalah kemiskinan disusul keterbatasan akses pendidikan, relasi gender, dan lemahnya kapasitas penegak hukum.

Kemajuan teknologi, khususnya penggunaan internet yang semakin meluas dan gambar-gambar yang melecehkan anak, telah meningkatkan praktek eksploitasi seksual anak.

Tantangan lainnya adalah adanya krisis ekonomi, belum adanya kesepakatan terhadap istilah pariwisata seks anak yang menurut beberapa pemangku kepentingan pariwisata dipandang dapat memberikan dampak negatif bagi industri pariwisata, masih adanya ketidakcocokan antara hukum adat dan hukum negara, terutama dalam konteks batas usia perkawinan serta terbatasnya keterlibatan dan dukungan oleh sektor swasta dalam usaha untuk memerangi pariwisata seksual anak.

Setelah membahas semua permasalahan di atas, dalam konferensi tersebut disusun rencana aksi yang tujuannya mengimbau negara-negara anggota ASEAN untuk meratifikasi Protokol Opsional KHA (Konvensi Hak-hak Anak) mengenai perdagangan anak, pelacuran anak dan pornografi anak, menegakkan perangkat hukum untuk menghukum pelaku kejahatan seksual anak dan bila perlu bekerja sama di tingkat regional dan internasional untuk memastikan penegak hukum yang tepat sampai mengembangkan kurikulum pendidikan seks dan hak reproduksi untuk anak di sekolah.

Selain itu, dalam konferensi tersebut juga mengimbau sektor wisata untuk meningkatkan upaya melindungi anak dari pariwisata seksual anak, membuat dan menampilkan bahan-bahan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran dan memberdayakan anak untuk melindungi dirinya sendiri dari pariwsata seksual anak serta menyadarkan klien dan pelanggan untuk memahami peran dan tanggung jawab mereka untuk melindungi anak dan khususnya bagi penyedia layanin internet, untuk menciptkan mekanisme pelaporan berbasis internet. (kmb24*BP)
 
Hari ini Puncak Karya Panca Bali Krama

Amlapura - Upacara mapedada wewalungan (hewan untuk upakara tawur) digelar Selasa (24/3) kemarin di Pura Penataran Agung Besakih. Prosesi dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 13.00. Usai prosesi mapepada, wewalungan itu disembelih dan diolah menjadi upakara tawur terkait puncak Karya Panca Bali Krama (PBK) pada tilem kesanga Rabu (25/3) hari ini.

Upacara mapepada wewalungan di Pura Penataran Agung Besakih di-puput Ida Pedanda Gde Made Gianyar dari Geria Budakeling, Karangasem dibantu sejumlah tapini di antaranya Ida Pedanda Istri Mas dari Geria Budakeling. Ida Pedanda Istri Mas yang telah berusia lebih dari 100 tahun tetap semangat memberi petunjuk pangayah lainnya. Prosesi mapepada wewalungan dimulai dengan menghias hewan yang bakal dipakai sarana caru (tawur) itu. Hewan-hewan seperti sejumlah kerbau, sapi (godel), kambing, menjangan, kijang, anjing bangbungkem, kucit butuan diberi kalung atau selempot dari kain merah, kuning atau hitam. Hewan yang besar seperti sapi, kerbau juga dikenakan karuista (ikat kepala dari alang-alang). Bersama hewan berkaki empat itu juga disertakan puluhan penyu, angsa, itik, ratusan ayam manca warna (lima warna).

Hewan caru ini juga diperciki tirta pabersihan, lantas dituntun mapepada (berjalan) mengitari ke arah kiri (mresamya), palebahan Pura Penataran Agung Besakih sebanyak tiga kali. Prosesi iring-iringan mapepada terdepan seluruh senjata Dewata Nawa Sanga seperti Gada, Nagapasa, Padma, Angkus dan Trisula serta kekober. Berikutnya di-pundut pajenengan Ida Ratu Bagus Pande berbentuk pedang.

Usai mengitari palebahan Pura Penataran tiga kali, iring-iringan yang diikuti baleganjur itu kembali masuk ke Penataran di depan bale pawedaan. (bud)

Hari ini juga umat melaksanakan Tawur Agung Kesanga (yang dikenal dengan ritual Pangrupukan),

Kamis (26/3) besok umat Hindu merayakan hari raya Nyepi tahun Saka 1931.

DALAM perayaan Nyepi umat melaksanakan catur brata panyepian yakni amati geni (tak menyalakan api), amati karya (tidak beraktivitas/tak bekerja), amati lelungan (tak bepergian) dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan). Yang pada hakikat Nyepi sesungguhnya adalah sunia ring sejeroning redaya (mengheningkan hati) nyujur nirmala (mencapai kesucian).

Pada hakekatnya melakukan introspeksi atas segala kekurangan tahun sebelumnya guna membangkitkan spiritual. Karena itu tahun baru saka 'dirayakan' dengan suasana sepi. Dalam suasana sepilah / 'menyepikan' gejolak indria , spiritual itu bisa dibangkitkan.
'Nafsu indria harus patuh pada kendali kesadaran budi.

Dengan demikian hidup mampu menjalankan kesucian atman dan selalu ada pada jalan dharma.
 
Bali Kembali ke Kebijakan Satu Pintu

DENPASAR - Perkembangan pariwisata Bali diakui mengubah masyarakat dengan budaya spiritual menjadi masyarakat materialistis, dan secara fisik perubahan budaya masyarakat telah mengubah ekologi. Karena itu, Pemerintah Provinsi Bali akan mengembalikan kebijakan satu pintu dalam pengembangan pariwisata, menyusul kesepakatan bersama antarkabupaten/kota.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Sedhawa di Denpasar, Selasa (31/3), mengatakan, Pemprov Bali tengah mengevaluasi dan menyusun ulang rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Pulau Bali untuk 20 tahun ke depan dengan target tahun 2009 dapat disahkan DPRD Bali. Rencana tata ruang dan wilayah ini diharapkan mampu mengendalikan dan menata ulang pembangunan melalui pemetaan wilayah serta memiliki payung hukum yang jelas.

Menurut Sedhawa, pihaknya optimistis kebudayaan Bali dapat kembali dalam waktu 20 tahun melalui penerbitan RTRW. ”Kami tengah berupaya keras mengembalikan pariwisata yang berbudaya berbasis agraria dengan pariwisata kerakyatan. Setidaknya ada upaya sekarang ini mengembalikan kepercayaan masyarakat kembali kepada norma-norma spiritual, di antaranya berbasis agraris,” ujarnya.

Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Bali Nengah Suarca mengatakan, ruang lingkup RTRW yang tengah diselesaikan itu tidak hanya mengatasi karut-marutnya pembangunan karena pesatnya pariwisata. Penyusunan RTRW untuk 20 tahunan itu juga mencakup pemetaan kawasan mana saja yang diperbolehkan diubah karena investasi atau lainnya.

Pada tahun 1970-an, pengembangan pariwisata hanya diperbolehkan di kawasan teben atau hilir, seperti (sekarang) kawasan Nusa Dua, dan Sanur. Pengembangan tidak diperbolehkan di kawasan ulu atau atas, antara lain Gunung Agung yang dianggap kawasan suci. Namun, dalam perkembangannya, investasi pariwisata merambah ke mana-mana. Pembangunan hotel berbintang marak di beberapa kawasan dan tidak memedulikan lagi kawasan ulu dan teben tersebut.

Kabupaten hati-hati

Diperoleh informasi, sejumlah bupati di Bali menyatakan telah berusaha keras untuk memastikan agar pengembangan pariwisata di daerah mereka tetap sesuai dengan konsep Tri Hita Karana atau keselarasan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Untuk itu, mereka berhati-hati menerima investor pariwisata terkait jenis ataupun lokasi pengembangan fasilitas pariwisata.

”Kami selama ini tidak main-main mengembangkan pariwisata di daerah kami. Dasarnya tetap pariwisata budaya dan agama. Jika itu hilang, apa yang akan kami jual,” kata Bupati Karangasem Wayan Geredeg ketika dihubungi dari Denpasar.

Ia mengungkapkan, Karangasem menetapkan tiga wilayahnya untuk pengembangan wisata sesuai dengan topografi masing-masing. Ketiga wilayah itu adalah Padang Bai dan Candi Dasa untuk pengembangan wisata pantai, Taman Ujung untuk kawasan wisata spiritual, dan Tulamben untuk pariwisata bawah laut. Karangasem tengah membangun pelabuhan kapal wisata pertama, dan terbesar di Bali, di sekitar kawasan Padang Bai. Pelabuhan itu tak akan memakan kawasan hijau.

Secara terpisah, Bupati Buleleng Putu Bagiada menyatakan komitmennya untuk mengembangkan wisata selaras dengan pelestarian hutan, di samping pengembangan wisata pantai di Pantai Lovina. Pembangunan delapan hotel dan resor di kawasan Taman Nasional Bali Barat, misalnya, juga diwajibkan selaras dengan upaya pelestarian kawasan itu.

Budayawan Ketut Sumarta melukiskan Bali membutuhkan komitmen bersama guna mendorong pengembangan pariwisata yang akrab dan menyatu dengan tradisi adat-istiadatnya.

”Pariwisata jangan menjadi kambing hitam atas gangguan yang menimpa tradisi adat. Khusus di Bali, pariwisata justru menghidupkan tradisi setempat, seperti pementasan barong, kecak, tek-tekan, dan gamelan. Tradisi juga harus mampu mengikuti tuntutan perkembangan. Tradisi berkarakter agraris harus diolah menjadi tradisi berkarakter jasa, sesuai tuntutan dunia pariwisata,” kata Pemimpin Redaksi Sarad, majalah budaya Bali, itu.

Oleh sebab itu, obyek wisata berupa taman safari, golf, atau balap mobil di Bali, misalnya, adalah obyek yang melenceng dari arah wisata budaya.

General Manager Hotel Inna Bali Maryanto mengaku resah terhadap kehadiran hotel berbintang di Bali yang bertambah banyak dan terkesan tak terkendali. Karena itu, pembangunan hotel-hotel berbintang agar distop.

Sekretaris Jenderal Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Bali Perry Markus menilai perlu pengkajian secara menyeluruh sebelum mengatakan bahwa industri wisata Bali jenuh. Jadi, perlu rencana induk untuk beberapa waktu ke depan. Setelah dilalui, direvisi kembali sesuai dengan tuntutan zaman.(AYS/BEN/SEM/ANS*Kompas)
 
LSI: PDIP Pimpin Bali, Demokrat Ungguli Golkar

Denpasar - Berdasarkan penghitungan cepat Lembaga Survey Indonesia (LSI) di Bali, PDIP berhasil mempertahankan dominasinya di provinsi ini, sedangkan Partai Demokrat menyalip Partai Golkar untuk berada di posisi dua, kata Peneliti LSI Bali, I Made Arsana Putra, di Denpasar, Jumat (10/4).

Dari hasil survei LSI Bali, PDI Perjuangan memperoleh 44,5 persen suara, Partai Demokrat 20 persen dan Partai Golkar 16 persen suara, sedangkan dua partai baru, Hanura dan Gerindra, memperoleh suara di atas tiga persen masing-masing 3,4 dan 3,1 persen.

"Sisa suara sekitar 13 persen adalah akumulasi dari partai-partai kecil lainnya," kata Arsana Putra.

Dari data LSI ini, empat kursi DPR Pusat akan menjadi milik PDIP dengan satu sisa suara, sedangkan Demokrat dan Partai Golkar masing-masing dua dan satu kursi.

Angka ini menunjukkan telah terjadi pergeseran dibandingkan Pemilu 2004 dimana PDIP memperoleh lima kursi, Partai Golkar dua kursi, Demokrat satu kursi dan Partai Karya Peduli Bangsa satu kursi.

"Yang menarik di Bali adalah fenomena Partai Demokrat yang berhasil menyodok Partai Golkar. Bahkan PDI Perjuangan pun perolehan suaranya menurun," kata Arsana Putra.

Penghitungan suara cepat yang dilakukan LSI Bali mengambil sampel 33 TPS yang tersebar di seluruh Bali dengan tingkat kesalahan hingga empat persen.

LSI juga mencatat jumlah suara golput dan tidak sah di Bali mencapai 35 persen atau lebih tinggi dibandingkan sewaktu pemilihan gubernur beberapa waktu lalu yang hanya 24 persen. (*AN)

Berdasarkan hasil sementara perolehan suara Pemilu 2009, menunjukkan PDIP tidak lagi dominan akan lebih menguntungkan warga Bali, artinya Paralelisasi dukungan politik ke beberapa partai, akan bisa menciptakan kualitas politik, baik dari sisi partai maupun kader yang bakal menjadi wakil rakyat. Mereka akan dituntut untuk lebih berkualitas dan berperilaku elegan dan tentu akan lebih menguntungkan rakyat.
 
Orpicka dan Windha Tertantang Garap Orkestra

Perihal proses kreatif kolaborasi musikal yang dilakukan banyak seniman musik Bali sudah jamak terjadi. Namun, seringkali, kolaborasi tersebut menghasilkan produk yang tanggung atau kurang matang. Senyawa kolaboratifnya hanya terjadi di permukaan, tidak menyentuh elemen-elemen esensialnya.

Adalah dua seniman musik Bali beda latar belakang, Oka Orpicka dan I Nyoman Windha, SSKar., M.A., punya "mimpi" untuk bekerja sama menggarap produk kolaborasi. Keduanya, setelah bertemu dan berdiskusi secara intens beberapa bulan belakangan ini, merasa terpanggil dan tertantang untuk menggarap sajian karya musikal kolaborasi dalam format orkestra.

"Konsep garapannya sudah kami rancang. Saya harapkan karya ini setidaknya bisa memberi angin segar pada perkembangan musik kolaborasi etnik dan modern di Bali. Sekaligus, memberi hal positif juga bagi perkembangan musik orkestra di Bali," papar Oka Orpicka.

Hal yang sama juga dikatakan I Nyoman Windha. "Saya memang senang berhadapan dengan tantangan. Lewat kerja sama ini saya ingin mengeksplorasi musik etnik yang saya tekuni selama ini dengan musik modern," kata seniman tabuh yang sudah banyak berkarya dan sudah menciptakan perangkat gamelan dengan bilah notasi diatonis tujuh nada ini.

Dalam karya ini, jelas Orpicka, akan disenyawakan sejumlah lagu pop Bali yang semuanya diciptakan Orpicka dengan konsep musikal gamelan ala Windha. Proses seperti ini memang bukan hal baru terjadi dalam perjalanan kreatif permusikan di Bali, namun setidaknya -- sebagaimana dikatakan Orpicka maupun Windha -- kini hasil maksimal benar-benar ingin dicapai.

"Selama ini saya lihat kebanyakan karya kolaboratif etnik-modern di Bali kurang menyeluruh dan belum menyentuh hal-hal substansial. Terlebih kalau itu dipentaskan dalam format orkestra secara live," kata Orpicka. "Kami memang berupaya memaksimalkan kolaborasi etnik-modern itu, baik dalam tataran elemen-elemennya, strukturnya, maupun substansinya," tambah Windha.

Niat kedua seniman musik ini memang menjanjikan. Dari proses latihan yang kini tengah digiatkan di Lembaga Pendidikan Musik (LPM) Farabi Bali, Denpasar, terlihat bahwa kerja kreatif ini memang tidak main-main. Perangkat gamelan lengkap dari Windha dan perangkat musik orkestratif dari Orpicka pun digabung. Gabungan ini, sekali lagi, tidak saja dalam koridor fisikal berupa output audio semata, tetapi juga "perkawinan" konsep dan pemikiran dari Orpicka-Windha.

Perihal hasil akhir nanti, tentu yang ditunggu bukan hanya wacana. "Kami bekerja maksimal dan sungguh tidak main-main," tegas Orpicka. Kapan konser orkestra ini akan digelar? "Tidak lama lagi. Tunggu saja tanggal mainnya," katanya.

Dua Kekuatan

Orkestra kolaborasi ini memang menjanjikan. Karya ini seolah merupakan gabungan dua kekuatan spirit musikal, dengan masing-masing spesifikasinya, antara Orpicka dan Windha.

Orpicka termasuk musisi Bali -- pemain gitar, vokalis, dan pencipta lagu -- era 1980-an yang selalu merasa gelisah. Musisi yang berangkat dari pijakan rock sejak berusia belia ini, dalam peta musik Bali, pernah membidani kelahiran grup rock La Madosk, Crystal Rock Band (CRB), dan Kaze Band. Dia pula termasuk penggerak spirit indie ketika membuat album rock untuk CRB pada 1985.

Seiring perkembangan usia, Orpicka lalu masuk ke ruang kreativitas di wilayah spiritual. Dari sini, lahirlah karya-karya lagu berbahasa Bali dari tangannya dengan tema dan nuansa spiritual, yang kemudian terangkum dalam album bertajuk "Ciwaratri". Album berikutnya, dengan grup Srintil yang dibentuknya, bertajuk "Kasmaran" dan "Bidadari". Album yang disebut terakhir ini merupakan album kompilasi yang menampilkan vokalis sejumlah tokoh eksekutif.

Orpicka pernah merintis "Orpicka Music School" (OMS) di Denpasar. OMS yang diprakarsainya bekerjasama dengan sejumlah musisi dan pakar musik Bali ini, bagi Oka, merupakan sebagian dari hasil kegelisahannya. Namun, OMS tak berusia panjang, karena Orpicka lalu membangun lembaga musik yang lebih besar dan eksklusif bersama Dwiki Dharmawan. Di lembaga pendidikan musik bernama Farabi Bali inilah kini Orpicka -- peraih predikat pencipta lagu terbaik pada "Gita Denpost Award 2001" -- ini "membangun" segala impiannya untuk kemajuan musik Bali umumnya.

Bagaimana dengan Windha? Sebagaimana Orpicka, Windha juga tipe seniman yang gelisah dan selalu mengadakan pencarian kreatif. Ia adalah salah satu komposer Bali yang karya-karyanya diakui menonjol oleh masyarakat pegiat karawitan. Selain cukup produktif dan telah malang melintang menularkan gending-gending-nya hampir di seluruh Bali, dosen di ISI Denpasar ini juga mengajar gamelan di mancanegara.

Konser kolosal berjudul "Mulih ke Bali" yang disebut sebagai konser "Jes Gamelan Ngejazz" pernah digelar Windha di Taman Budaya Bali, Denpasar, serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB). Lalu, belakangan ia juga banyak berkolaborasi dengan orkestra jazz Dwiki Dharmawan dan tampil di "Java Jazz" di Jakarta baru-baru ini.

Berkolaborasi dengan musik modern atau musik mancanegara seakan sudah menjadi "santapan" Windha sejak dulu. "Berdasarkan pengalaman berkolaborasi dengan para komposer asing dan menyadari potensi serta nilai yang dimiliki oleh gamelan Bali, saya merasa terus tertantang bertualang dalam pementasan musik eksperimental inovatif," papar Windha.

Windha lahir di Banjar Kutri, Singapadu, Gianyar, pada 4 Juli 1956. Sebagai anak desa yang lahir di tengah-tengah lingkungan kesenian yang tumbur subur, sejak belia ia telah akrab dengan gamelan atau karawitan Bali. Bakatnya dalam bidang gamelan kemudian ditempa secara formal di Konservartori Karawitan (Kokar) Bali, Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Denpasar, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dan di Mills College, AS, untuk jenjang gelar masternya.

Hasil-hasil karya Windha banyak tersebar di pasaran. Hampir setiap tahun ia melahirkan karya monumental. Atas prestasinya itu, beberapa kali ia mendapat kesempatan mengajar gamelan di luar negeri khususnya di Amerika Serikat. Selain itu, bersama ISI Denpasar, ia telah beberapa kali melawat ke luar negeri seperti Jepang, Kanada, Australia, dan beberapa negara di Eropa.

Tak kurang dari 80 komposisi karawitan telah dibuat Windha, baik garapan untuk konser maupun iringan tari. Iringan tabuh ciptaannya untuk tari Cendrawasih, Siwanataraja, Belibis yang koreografinya dibuat NLN Swasthi Widjaja Bandem, sudah begitu akrab di kalangan sekaa-sekaa gamelan Bali. Begitu juga tabuh-tabuh lepas ciptaan lainnya, selain banyak disajikan dalam pergelaran seni pertunjukan pada umumnya, juga secara khusus pernah dibawakan oleh grup-grup Gong Kebyar Bali dalam kompetisi di arena PKB yang sebagian besar keluar sebagai juara.

Windha pernah pula menggarap musik eksperimental kontemporer bertajuk "Sangkep" pada 1983 dalam "Pekan Komponis Muda" di TIM Jakarta. Khusus untuk grup gamelan Sekar Jaya Amerika, ia telah membuat 15 garapan, sebagian utuh memakai gamelan Bali dan sebagian lagi mempergunakan media paduan gamelan dengan musik dunia lainnya. (tin*BP)
 
PKB XXXI Penuh Inovasi dan Kreativitas Seni

Guna menghilangkan kesan monoton, Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXI yang akan dilangsungkan 13 Juni-11 Juli 2009 mendatang, dirancang penuh inovasi dan kreativitas seni.

Hal itu ditegaskan Kadis Kebudayaan Bali Dr. Ida Bagus Sedhawa, S.E., M.Si. didampingi Kabid Kesenian dan Film I Made Santha, S.E., M.Si., Jumat (24/4) kemarin.

'Dinas Kebudayaan Provinsi dan kabupaten/kota bersama-sama panitia PKB 2009 telah merancang program dan isian materi PKB penuh dengan inovasi dan kreativitas pada materi pengembangan, penggalian kesenian-kesenian langka dan hampir punah untuk dibina dan ditampilkan pada PKB 2009,' ujarnya.

Di bidang pawai, panitia melakukan upaya pemindahan lokasi dari Renon ke Lapangan Puputan Badung dengan rute Jalan Surapati dan sepanjang Jalan Hayam Wuruk. Pemindahan lokasi ini dengan harapan akan dapat memberikan kesempatan kepada seniman dan masyarakat penikmat seni untuk dapat mengapresiasi karya-karya seni pawai secara leluasa.

Panggung kehormatan dipusatkan di tiga titik yaitu panggung 1 di depan Br. Kayumas Kaja, panggung 2 di Br. Kelandis dan panggung 3 di depan Br. Kedaton, dengan harapan prosesi pawai akan dapat berjalan dengan utuh dan masyarakat akan lebih luas dapat menikmati sajian pawai dimaksud.

Isian materi mengacu pada tema 'Bhawacakra' -- Roda Kelahiran. Tema ini diterjemahkan dalam karya seni dengan konsep utpeti, stiti dan pralina (lahir, hidup dan mati). Materi pawai akan dimeriahkan oleh tiga generasi seniman, yaitu seniman anak-anak, remaja dan seniman tua sesuai dengan konsep utpeti, stiti dan pralina dengan stil isian materi kekhasan kabupaten/kota.

Sementara dalam pergelaran akan diisi karya-karya inovasi oleh para seniman dari kab/kota se-Bali seperti kesenian pelestarian berupa hasil rekonstruksi dan revitalisasi, di antaranya karawitan, gambang, gambuh anak-anak, arja anak-anak, wayang wong, selonding, legong Leko.

Di samping kesenian pelestarian juga disajikan kesenian pengembangan -- kreasi baru dan kolaborasi, seperti Tari Kreasi Baru Petopengan, Tari Kembang Janger, Wayang Kreasi Inovasi, Gender Wayang Massal tingkat anak-anak dan remaja, Nglawang Inovasi, Baleganjur Kreasi dan sebagainya.

Yang tidak kalah pentingnya pada saat pembukaan PKB di Taman Budaya akan dimeriahkan dengan sendratari kolosal Mahabarata dengan judul 'Bima ke Surga' dengan pemain-pemain inti yang sangat kondang seperti Nyoman Sujena (pemeran tokoh Bima), Nyoman Mundra (pemeran tokoh Sekuni) dan Cedil yang memerankan atma di yama loka dan sebagainya.

Sementara Taman Budaya akan disteril bagi pedagang kaki lima (PKL). Yang diperbolehkan adalah pedagang mesuun dengan pakaian adat ringan. PKB kali ini juga akan menyajikan makanan kuliner khas kabupaten/kota. (r/08*BP)
 
Lagi, Pendaki Gunung Agung Tewas Jatuh ke Jurang

Seorang dari dua pendaki Gunung Agung, Munieb Setiabudi (24), ditemukan tewas Kamis (7/5) kemarin pagi, di wilayah sekitar daerah Kori Agung di lereng Gunung Agung setelah terjatuh saat mendaki gunung tertinggi di Bali itu. Korban terpeleset dan terjatuh ke jurang sedalam sekitar 10 meter. Tubuhnya terhempas di dasar jurang dengan bebatuan tajam.

Informasi dari Besakih, mayat korban baru dievakuasi dan tiba di Desa Besakih, kemarin malam, sekitar pukul 20.00 wita. Korban mendaki Gunung Agung dari jalur Desa Besakih yakni ke arah timur dari Pura Besakih, Selasa (5/5) pukul 16.30 wita. Korban yang mahasiswa pecinta alam dari sebuah universitas di Surabaya, Jawa Timur, mendaki berdua bersama rekannya, Nur Rubianto (27).

Korban beralamat di Jl. Gembung 4/17, RT/RW 04/02, Desa Karasamu, Simokerto, Surabaya. Saat sudah sempat mencapai puncak, keduanya turun Rabu (6/5). Kondisi saat itu licin karena sebelumnya turun hujan. Wilayah Kori Agung berada di ketinggian sekitar 2.600 meter di atas permukaan laut. Saat menuruni lereng gunung itulah, korban diduga terpeleset dan jatuh ke jurang.

Rekannya Nur tak mampu menolongnya. Dia yang sudah lelah memutuskan turun sendiri guna mencari pertolongan ke pos polisi Besakih. Nur, bersama pemandu pendaki lokal Gunung Agung dari Desa Besakih serta tim Basarnas mendaki mencari korban, Kamis (7/5) kemarin. Pukul 06.15 tim mendapati tubuh korban sudah tidak bernyawa. Kondisi mayak bengkak, hidung mengeluarkan darah dan menderita lula-luka di kepala.

Tahun lalu, empat mahasiswa pencinta alam dari Bandung mendaki Gunung Agung dalam kondisi cuaca dingin dan hujan. Dua korban ditemukan tewas di dasar jurang pada ketinggian sekitar 2.600 meter di atas permukaan laut (DPL), sementara dua korban lainnya sampai saat ini tak ditemukan mayatnya. Beberapa wisman juga ada yang tersesat dan kelelahan mendaki gunung itu, namun wisman itu akhirnya selamat. (013*BP)
 
APO Gelar Workshop di Bali

Asian Productivity Organization (APO) menggelar Workshop on Planning and Management of Rural-based Agroprocessing Enterprises di The Jayakarta, Bali. Kegiatan yang dibuka Senin (11/5) kemarin dan berakhir 15 Mei mendatang ini, diikuti 21 peserta dari 10 negara anggota APO yakni Bangladesh, Kamboja, India, Indonesia, Iran, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, Thailand dan Vietnam.

Para peserta merupakan perwakilan pemerintah, LSM, UKM dan akademisi yang menangani perencanaan, pengembangan dan pengelolaan industri pengolahan hasil pertanian di negaranya masing-masing. Pertemuan akan mengkaji kinerja industri pengolahan hasil pertanian berbasis pedesaan di negara-negara anggota APO . Workshop dibuka Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Departemen Pertanian Zaenal Bachruddin.

Disebutkan, pertemuan APO yang diadakan di Bali tersebut dilatar-belakangi tantangan perubahan iklim ekonomi global terhadap pengolahan hasil pertanian di pedesaaan. APO memandang tantangan secara langsung dipengaruhi kondisi pasar global, perkembangan bioteknologi dan teknologi informasi yang sangat pesat, serta meningkatnya kepedulian konsumen terhadap lingkungan, kesehatan dan kandungan nutrisi produk olahan hasil pertanian.

Sektor ini dipandang harus dapat menjalankan usahanya secara efisien dan meningkatkan daya saing agar dapat terus tumbuh dan berperan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sayangnya kondisi tersebut masih jauh dari harapan.

Selain itu perencanaan dan manajemen pada industri pengolahan hasil pertanian berbasis pedesaan adalah faktor yang sangat kompleks. Untuk itulah, di samping harus terus menjaga keseimbangan modal dan keuntungan, situasi terkait perkembangan teknologi, logistik dan pemasaran, masih ada dimensi penting sebagai pertimbangan utama yakni bahan baku hasil pertanian. (ded) *BP
 
Bali Raih Penghargaan Pulau Terbaik Asia Pasifik

Pulau Bali sebagai tujuan pariwisata utama di Indonesia berhasil meraih penghargaan The Best Island (Pulau Terbaik) se-Asia Pasifik dari sebuah majalah pariwisata, DestinAsia yang berbasis di Hong Kong.

"Bali meraih penghargaan The Best Island se-Asia Pasifik pada 2009 dari Majalah DestinAsia yang berbasis di Hong Kong," kata Direktur Sarana Promosi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Esthy Reko Astuty, di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, terpilihnya Bali sebagai The Best Island ditentukan berdasarkan polling pembaca sepanjang tahun yang ditentukan setiap Februari. Kemenangan Pulau Dewata itu merupakan pilihan pembaca se-Asia Pasifik.

"Bali telah terpilih sebanyak empat kali berturut-turut untuk penghargaan yang sama," katanya.

Sejak 2006 itu pula Majalah DestinAsia menominasikan Bali sebanyak lima kali dalam award yang mereka gelar setiap tahun.

Esthy berpendapat, dengan penghargaan itu maka Bali harus mulai meningkatkan kualitas pariwisatanya sebagai tujuan wisata utama untuk memelihara citra sebagai pulau terbaik dan menjadi destinasi wisata paling diimpikan di kawasan Asia Pasifik.

"Dipilihnya Bali sebagai Pulau Terbaik selama empat kali berturut-turut menunjukan bahwa Bali masih menjadi primadona pariwisata di kawasan Asia Pasifik," katanya.

Majalah DestinAsia merupakah majalah pariwisata yang terbit dan dipasarkan di Hong Kong, Singapura, Thailand, India, Malaysia, Australia, Taiwan, dan sejumlah negara di Timur Tengah.

Hingga kini Bali sekurang-kurangnya telah menerima 25 penghargaan tingkat internasional dari berbagai lembaga publikasi dan negara lain sejak 1998. Sebagian besar penghargaan yang diberikan kepada Bali terutama dalam hal keunikan dan kecantikan alam Bali yang tidak ada duanya.(*AN)
 
Indonesia Pertimbangkan Berlakukan Travel Warning

Sanur - Badan Kesehatan Dunia melaporkan, penularan flu A atau H1N1 sudah terjadi di 39 negara. Penyebaran yang semakin meluas ini menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah Indonesia untuk memberlakukan travel warning (peringatan untuk tidak berkunjung) terutama ke negara-negara epidemic flu A.

Rencana travel warning baru akan diberlakukan pada saat tingkat kematian akibat infeksi flu A cukup tinggi. Sedangkan tingkat kematian akibat flu A kini dilaporkan baru mencapai 6,2 persen.

Wakil Ketua Pelaksana Harian Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan menghadapi pandemic influenza (Komnas FBPI) Dr. Emil Agustiono, M. Kes pada keteranganya di Sanur (18/5) menyatakan sebelum memberlakukan travel warning, pemerintah terlebih dahulu akan memperketat
pengawasan kesehatan dan memperketat pemberian visa.

“Memeberikan suatu pngetatan pemeriksaan orang-orang dari daerah tertular untuk mendapatkan visa di Indonesia tetapi karena ini sifatnya ringan tidak seperti flu burung, kita hanya memberikan travel advisory aja,”jelas Dr. Emil Agustiono, M. Kes.

Emil Agustiono menambahkan pemerintah Indonesia telah menyiapkan dana mencapai 38 milyar rupiah bagi upaya respon penanggulangan dan kesiapsiagaan menghadapi penyebaran flu A. Dana tersebut baru dari Komnas FBPI. Kemungkinan dana tersebut akan bertambah dari departemen-departemen lain. (mlt) *BB
 
Wuih cuma oom goesdun yg berjibaku disini, member bali lainnya pada kemana nih om?
 
Wuih cuma oom goesdun yg berjibaku disini, member bali lainnya pada kemana nih om?

ya.kurang peminat?
sebenarnya forum ini mesti menjadi pelepas rasa rindu terhadap Bali.

Untuk sementara saya isi info seputar kegiatan dari Bali.

Presiden Dijadwalkan Buka PKB XXXI di Taman Budaya

Pada Pesta Kesenian Bali (PKB) sebelumnya, Presiden selalu membuka hajatan kesenian tahunan itu pada pawai PKB. Namun kali ini, Presiden RI dijadwalkan membuka secara resmi PKB ke-31, Sabtu (13/6) malam mendatang di Gedung Ardha Candra Art Center, Taman Budaya Bali. Seusai membuka PKB, Presiden dijadwalkan akan menonton sendratari 'Bima Swarga' garapan para seniman Pemprov Bali. Demikian dikatakan Kasubdis Kesenian dan Film Disbud Bali Made Santa, S.E., M.Si., Selasa (26/5) kemarin.

Presiden dan masyarakat Bali akan disuguhi sendratari 'Mahabaratha' dengan pemeran tokoh-tokoh yang tak asing lagi, seperti Nyoman Sujena yang memerankan Bima dan Nyoman Mundra memerankan tokoh Sekuni. Kedua seniman itu amat terkenal pada saat masa jayanya sendratari PKB di tahun 80-an. Dewa Ngakan Sayang dan Ketut Kodi tampil sebagai dalang dalam sendratari tersebut. 'Kita ingin mengembalikan masa jayanya sendratari di PKB. Mudah-mudahan masyarakat kembali menggandrungi sendratari seperti pada awal-awal PKB digelar,' ujar Santa.

Dulu, masyarakat sangat mendambakan sendratari di PKB. Masyarakat dari berbagai daerah sengaja datang ke PKB menonton sendratari. Bahkan, rela datang lebih awal agar kebagian tempat duduk. 'Pada waktu itu magnet sendratari demikian kuat menyedot penonton. Kali ini kita coba tampilkan kembali sendratari 'Mahabaratha', apakah magnetnya masih kuat atau tidak. Jika masih kuat, pada PKB 2010 nanti bisa jadi setiap malam minggu digelar sendratari 'Mahabratha' secara berseri,' katanya.

Sementara pawai PKB XXXI akan dilepas Gubernur Bali di depan Banjar Kayumas Kaja, pindah dari lokasi sebelumnya di depan Monumen Bajra Sandhi. Pawai PKB mengacu pada tema 'Bhawa Cakra'--roda kehidupan. Konsep ini dituangkan dalam bentuk seni tiga kehidupan manusia yakni lahir (utpeti), hidup (stiti) dan mati (pralina). Karena itu, nantinya ada kesenian yang menggambarkan dunia anak-anak seperti dolanan, dunia remaja (di situ ada prosesi mapeed dan tari kreasi) dan dunia orangtua. (08) *BP
 
Perang Selat Bali Diperingati

Perang laut di Selat Bali pada masa perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan diperingati, Kamis (4/6) kemarin di Monumen Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk. Perjuangan pasukan yang dipimpin Kapten Markadi (pasukan M) berlangsung selama sebulan yakni 4 April hingga 4 Juni 1946 itu hingga menyebabkan sejumlah pejuang bangsa gugur.

Memperingati perjuangan Kapten Markadi beserta pasukannya itulah dibangun monumen perjuangan serta peringatan setiap tahun untuk mengenang jasa para pahlawan tersebut. Hadir dalam peringatan tersebut Muspida Jembrana dan Banyuwangi, sejumlah veteran dan keluarga Kapten Markadi juga ikut hadir dalam upacara peringatan tersebut.

Ketua Legiun Veteran Kabupaten Jembrana, I Nyoman Nirba seusai upacara mengatakan, getirnya perjuangan yang dilakukan para pejuang saat pertempuran tersebut. Meskipun saat itu dari segi persenjataan pasukan M lebih sedikit dibanding penjajah Belanda, namun semangat pejuang untuk meraih kemerdekaan mampu mengusir para penjajah dari Selat Bali. Nirba mengharapkan pada generasi penerus dapat becermin terhadap semangat perjuangan para pejuang dan mempertahankannya guna membangun bangsa serta menjaga persatuan Indonesia. (sur) *BP
 
2009 BALI ART FESTIVAL Program

Saturday, June 13 2009
Activity : Opening Parade Of The 31st Bali Arts Festival 2009
Time : 15.00
Place : Puputan Badung Square Denpasar

Activity : Opening Ceremony Of The 31st Bali Arts Festival 2009 Presenting Colossal Exhibition Dance
Time : 19.00
Place : Open Stage Ardha Candra

Sunday, June 14 2009
Activity : Flowers & Coconut Leaves Arrangement Festival
Time : 10.00
Place : Ksirarnawa Building

Activity : Ngelawang Parade
Time : 10.00
Place : Taman Budaya Area

Activity : Participant from Department of arts and Culture East Lampung Regency.
Time : 16.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Classic Dance from Japan by SOEI Production TV Japan.
Time : 18.30
Place : Open Stage Ardha Candra

Activity : Puppet Shadow by Sanggar Pongah Nutur Br.Mapagan Peninjoan Tembuku Bangli Regency.
Time : 19.30
Place : Kriya Buildings

Activity : Participant from Departments of arts and Tourisms West Sumatra Province
Time : 20.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Woman's Gong Kebyar Parade Merdangga Giri Suwari Mundul Village Buleleng Regency and Woman's Gong Kebyar Parade Githa Swara Dauhwaru Villa Jembrana Regency.
Time : 20.00
Place : Ksirarnawa Buildings

Monday, June 15 2009
Activity : Performance Gamelan Saih Pitu by Sanggar Raka Rai Tembuku Village Bangli Regency.
Time : 10.00
Place : Angsoka Stage

Activity : Participant from Regent West Jakarta
Time : 11.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Performance Angklung Kebyar Parade presented by Group Angklung Eka Satya Dharma Kerti Karangasem Regency and Group Angklung Swaram Sebunibus Village Nusa Penida Klungkung Regency
Time : 14.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Creation Arts by Sanggar Kuta Kumara Agung Temaun Village Badung Regency.
Time : 19.00
Place : Wantilan Stage


Tuesday, June 16 2009
Activity : Gong Selonding Creation presented by Group Selonding Pasraman Saraswati Maha Pradnya Karangasem Regency.
Time : 10.00
Place : Angsoka Stage

Activity : Social Dance Joged Bumbung by Sanggar Kipas Kuta Badung Regency
Time : 11.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Prembon Mask Parade by Sanggar Giri Anglangkara Carang Sari Village Badung Regency
Time : 16.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Music Creation presented by Group Suling Kreatif Denpasar City
Time : 20.00
Place : Front Stage Kriya Buildings

Activity : Dance Creation by SMKN Kubu Bangli Regency
Time : 20.00
Place : Open Stage Ksirarnawa


Wednesday, June 17 2009
Activity : Gambang Kerawitan Arts presented by Group Gambang mekar Sari Desa Tumbak Bayuh Mengwi Badung Regency.
Time : 10.00
Place : Angsoka Stage

Activity : Janger Arts presented by Group Sanggar Indra Kila Karangasem Regency.
Time : 11.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Angklung Kebyar Parade presented by Group Angklung Bankti Swara Yasa Pandang Sumbu Kelod Village Denpasar and Group Angklung Darma Santi Yeh Tengah Payangan Village Gianyar Regency.
Time : 14.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Youth Gong Kebyar Parade by Sanggar Seni Kumara Widya Suara SMPN 4 Mendoyo Jembrana Regency and Group Gong Kebyar Taruna Mekar Tujuk Kaja Village Tabanan Regency.
Time : 20.00
Place : Open Stage Ardha Candra


Thursday, June 18 2009
Activity : Dance and Drama by Sanggar Rwabhineda Jl. Serma Mendra No.3 Sanglah Denpasar
Time : 10.00
Place : Angsoka Stage

Activity : Social Arts Joged Bumbung by Brahmana Bukut, Cempaga Village, Bangli Regency.
Time : 12.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Dance and Drama by Basundari Group and Instrument Gong Gede by Group Gamelan Cendana Batubulan Village Giarnyar Regency.
Time : 18.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Gong Kebyar Parade by Group Gong Kebyar Eka Wakya Paket Agung Village Buleleng Regency and Group Gong Swara Dharma Prawerti Pedungan Village Denpasar City.
Time : 20.00
Place : Open Stage Ardha Candra


Friday, June 19 2009
Activity : Utsawa Dharma Gita
Time : 09.30
Place : Angsoka Stage, Ayodya, Ksirarnawa, Ratna Kanda and Wantilan Stage.

Activity : Angklung Kebyar Parade presented by Group Angklung Surabrata Lemukiah Village Buleleng Regency and Group Angklung Bilokpoh Tegalcangkring Village Jembrana Regency.
Time : 16.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Participant from Department arts and Tourism East Java Province
Time : 16.00
Place : Angsoka Stage

Activity : Woman's Gong Kebyar Parade presented by Group Gurnita Stri Acarya Karangasem Regency and Group Sri Candrama Dipa Tatiapi Pejeng Village Gianyar Regency.
Time : 20.00
Place : Ksirarnawa Buildings

Activity : Arja Performance presented by Group Arja Siwaratri Biya Keramas Blahbatuh Vilalge Gianyar Regency.
Time : 20.00
Place : Ayodya Stage


Saturday, June 20 2009
Activity : Utsawa Dharma Gita
Time : 09.30
Place : Angsoka Stage, Ayodya, Ksirarnawa, Ratna Kanda and Wantilan Stage

Activity : Mask Prembon Parade Presented by Sanggar Tedung Bukit Sari Village Jembrana Regency.
Time : 16.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Youth Gong Kebyar Parade presented by Gong Tampak Swara Kencana Tampak Gangsul Village Dangin Puri Kauh Denpasar City and Group Pasraman Pradesa Bangli Bangbang Tembuku Village Bangli Regency.
Time : 20.00
Place : Open Stage Ardha Candra


Sunday, June 21 2009
Activity : Utsawa Dharma Gita
Time : 09.30
Place : Angsoka Stage, Ayodya, Ksirarnawa, Ratna Kanda and Wantilan Stage.

Activity : Food Contest
Time : 10.00
Place : First Floor Ksirarnawa

Activity : Traditional Arts from Tabanan Regency
Time : 20.00
Place : Kriya Building

Activity : Prembon Mask Parade presented by Sanggar Bajra Cita Kedui Tembuku Village Bangli Regency.
Time : 16.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Youth Arja presented by Sanggar Seni Citta Usadhi Badung Regency.
Time : 20.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Woman's Gong Kebyar Parade presented by Sekar Sari Bongan Jawa Village Tabanan Regency and Gong Kebyar Sekar Klasik Museum Gunarsa Banda Village Klungkung Regency.
Time : 20.00
Place : Ksirarnawa Buildings


Monday, June 22 2009
Activity : Dance and Gong Creation presented by Yayasan Senang Hati Jl. Sasi Tengah Kawan Tampak Siring Village Gianyar Bali.
Time : 10.00
Place : Angsoka Stage

Activity : Dance presented by Komunitas Seni Budaya 7 Gunung Magelang middle Java.
Time : 10.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Angklung Kebyar Parade presented by Gita Kencana Kerobokan Kaja Village North Kuta Badung Regency and Taman Sari Pakraman Bunyuh Perean Baturiti Village Tabanan Regency.
Time : 14.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Workshop Dialog Program
Time : 14.00
Place : Ratna Kanda Stage

Activity : Participant from Nakhon Si Thammarat Rajachat University Songkla Thailand Selatan.
Time : 18.00
Place : Ksirarnawa Building

Activity : Youth Gong Kebyar Parade presented by Putra Segara Pancingan Kusamba Village Klungkung Regency and Abasan Singapadu Tengah Village Gianyar Regency.
Time : 20.00
Place : Open Stage Ardha Candra.


Tuesday, June 23 2009
Activity : Gong Traditional Kerawitan Gambang presented by Desa Adat Telepud, Pujung Kaja Sebatu village Gianyar Regency.
Time : 10.00
Place : Angsoka Stage

Activity : Angklung Kebyar Parade presented by Yadnya Kerti Blumbang Kawan Village Bangli Regency and Group Angklung Werdhi Ulangun Bambengan Sukasada Village Buleleng Regency.
Time : 14.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Participant from Anjugan Prov. Bangka Balitung TMII Jakarta
Time : 16.00
Place : Ksirarnawa Buildings

Activity : Jegog Creation presented by Sanggar Yudistira Jembarana Regency
Time : 19.00
Place : Open Stage Ardha Candra

Activity : Palegongan Creation Dance presented by Sanggar Pelangi Budaya Nusantara Jl.Tukad Banyusari No.73 Denpasar
Time : 20.00
Place : Kriya Buildings


Wednesday, June 24 2009
Activity : Painting Competition
Time : 10.00
Place : Arts Center Area

Activity : Janger Dance Kembang Girang presented by Sanggar Kori Agung Mas Sukawati Village Gianyar Regency.
Time : 11.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Bulan Pucak buat Nyoman Sayang presented by Theatre Ambengan Village Buleleng Regency.
Time : 19.00
Place : Ksirarnawa Buildings

Activity : Participant from College of The Holy Cross Department of Theatre Amerika
Time : 20.00
Place : Ksirarnawa Buildings

Activity : Puppet Show Ramayana presented by Sanggar Seni Saba Sari Blahbatuh Village Gianyar Regency.
Time : 20.00
Place : Kriya Buildings


Thursday, June 25 2009
Activity : Kerawitan Gambang presented by Sekaa Gambang Denpasar City
Time : 10.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Social Dance Joged Bumbung presented by Winagun Semara Mendoyo Dangin Tukad Vilalge Jembrana Regency.
Time : 11.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Mask Dance Parade presented by Banjar Kelandis Sumerta Kauh Village Denpasar City.
Time : 20.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Puppet Show presented by Dalang Anom Ranuara Denpasar City.
Time : 20.00
Place : Ksirarnawa Building

Activity : Balinese POP Song Competition Participant from Denpasar City, Gianyar and Badung Regency.
Time : 20.00
Place : Open Stage Ardha Candra


Friday, June 26 2009
Activity : Performance Leko Pancadarwa pendem from Jembrana Regency.
Time : 10.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Handicraft Competition
Time : 10.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Mask Dance Prembon Parade presented by Sanggar Seni Jenggala Sedah Abianbase Village Gianyar Regency.
Time : 16.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Pupput Show presented by Bunter Tangi Lingkungan Terusan Lelateng Village Jembrana Regency.
Time : 20.00
Place : Kriya Buildings

Activity : Balinese Pop Song Competition participant from Buleleng, Klungkung and Bangli Rebency.
Time : 20.00
Place : Open Stage Ardha Candra


Saturday, June 27 2009
Activity : Karawitan Genggong presented by Sekar Sari Munduk Lumbung Baturiti Village Tabanan Regency.
Time : 10.00
Place : Angsoka Stage

Activity : Mask Dance Prembon presented by Sanggar Seni Werdi Senggita Kerambitan Village Tabanan Regency.
Time : 16.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Kontemporer Arts presented by Sekaa Semut Tabanan Village Tabanan Regency.
Time : 20.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Balinese POP Song Competition Participant from Karangasem, Jembrana and Tabanan Regency.
Time : 20.00
Place : Open Stage Ardha Candra


Sunday, June 28 2009
Activity : Children Fashion Show
Time : 10.00
Place : Ksirarnawa Building

Activity : Performance Gong and Dance presented by Sanggar Wira Kencana from Jakarta
Time : 10.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Youth Mask Dance presented by Sanggar Kertha Jaya Jl. Pulau Bungin No.1 Denpasar
Time : 10.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Adult's Fashion Show
Time : 15.00
Place : Ksirarnawa Buildings

Activity : Mask Dance Prembon Parade presented by Eka Murti Pakraman Tegeh Baturiti Village Tabanan Regency.
Time : 16.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Calonarang Presented by Universitas Hindu Indonesia Denpasar.
Time : 20.00
Place : Kriya Buildings

Activity : People Puppet Show presented by Sanggar Tri Datu Anturan Village Singaraja Regency.
Time : 20.00
Place : Ayodya Stage


Monday, June 29 2009
Activity : Karawitan Gambang presented by Sanggar Gambang Wijaya Kusuma Padangbulia Sukasada Village Buleleng Regency.
Time : 10.00
Place : Angsoka Stage

Activity : Joged Bumbung presented by Dharma Kanti Angsori Baturiti Kabu Village Tabanan Regency.
Time : 11.00
Place : Ayodya Village

Activity : Workshop / Dialog Program
Time : 14.00
Place : Ratna Kanda Stage

Activity : Adult's Gong Kebyar Parade presented by Sanggar Gita Lestari Petak Kaja Village Gianyar Regency and Group of Artist Bangli (HSB) Tegal Bebalang Village Bangli Regency.
Time : 20.00
Place : Open Stage Ardha Candra


Tuesday, June 30 2009
Activity : Balinese Sacred Literary Reading Contest
Time : 10.00
Place : Angsoka, Ayodya, Ratna Kanda, Wantilan, Ksirarnawa

Activity : Dance and presents for the old artist
Time : 19.00
Place : Open Stage Ardha Candra

Activity : Contemporer Arts Music and Dance presented by Sanggar Praba Cakra Suara Banjar Adat Tegal Village Buleleng Regency.
Time : 20.00
Place : Angsoka Stage

Activity : Puppet Shadow Creation presented by Gus Gong Tegal Jadi Marga Village Tabagan Regency.
Time : 20.00
Place : Kriya Building

Activity : Legong Dance Classic presented by Sanggar Bali Ganda Sari Bedulu Village Gianyar Regency.
Time : 20.00
Place : Ayodya Stage


Wednesday, July 01 2009
Activity : Gong Semara Pagulingan presented by Sekar Tunjung Biru Tanjung Benoa Kuta Selatan Village Badung Regency.
Time : 10.00
Place : Angsoka Stage

Activity : Pupput Shadow presented by Jro Dalang Sudarma Bungkulan Sawan Village Buleleng Regency.
Time : 12.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Youth's Gong Kebyar Parade presented by Kriya Kumara Sandhi Karangasem Regency and Sekar Segara madu Tanjung Benoa Kuta Selatan Village Badung Regency.
Time : 20.00
Place : Open Stage Ardha Candra


Thursday, July 02 2009
Activity : Symposium
Time : 09.00
Place : Natya Mandala ISI Denpasar

Activity : Social Arts Kembang Janger presented by Sanggar Dharma Santhi Bila Tua Kubutambahan Village Buleleng Regency.
Time : 11.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Mask Dance Parade presented by Kene Kamasan Village Klungkung Regency.
Time : 16.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Participant from Department of Youth and Sport and Department of Arts and Tourism from Pesisir Selatan West Sumatra Province.
Time : 18.30
Place : Ksirarnawa Building

Activity : Adult's Gong Kebyar Parade presented by Guntur Madu Sibang Gede Abian Semal Village Badung Regency and Gong Kebyar Kumbaka Yoni Tojan Village Klungkung Regency.
Time : 20.00
Place : Open Stage Ardha Candra


Friday, July 03 2009
Activity : Symposium
Time : 09.00
Place : Natya Mandala ISI Denpasar

Activity : Karawitan Saron presented by Besang Kawan Village Klungkung Regency
Time : 10.00
Place : Angsoka Stage

Activity : People Puppet Shadow presented by Sanggar Seni Madu Raras Pengosekan Ubud Village Gianyar Regency
Time : 14.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Mask Dance Prembon Parade presented by Sanggar Seni Santhi Budaya Singaraja Village Buleleng Regency.
Time : 20.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Participant from Tainan National University of Arts.
Time : 20.00
Place : Ksirarnawa Building

Activity : People Puppet Calonarang presented by Sanggar Gita Bandana Praja Denpasar
Time : 20.00
Place : Kriya Building


Saturday, July 04 2009
Activity : Gong and Creation Dance Followed by Gender Wayang presented by Sanggar Gita Mahardika Babakan Sukawati Village Gianyar Regency.
Time : 11.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Dance Creation presented by SMK 3 Sukawati Vilalge Gianyar Regency
Time : 16.00
Place : Ksirarnawa Building

Activity : Contemporer Arts presented by Sanggar Seni Nrita Dewi Junjungan Ubud Village Gianyar Regency
Time : 19.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Final Competition for Jegeg Bagus Bali Province
Time : 18.00
Place : Open Stage Ardha Candra


Sunday, July 05 2009
Activity : Ngelawang Parade presented by Karangasem, Buleleng, Denpasar, Bangli and Badung Regency.
Time : 10.00
Place : Arts Center Area

Activity : Gong and Dance presented by LKB Saraswati Jakarta
Time : 10.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Mask Dance Prembon Parade presented by Smara Sandi Group Besang Ababi Village Karangasem Regency.
Time : 16.00
Place : Wantilan Stage

Activity : The Amazing Bedoyo Calonarang Dance Padneswara Group Jakarta
Time : 20.00
Place : Kriya Building

Activity : Participant from India Culture Center (ICC)
Time : 20.00
Place : Ksirarnawa Building


Monday, July 06 2009
Activity : Gong and Creation Dance presented by Kupu Kupu Tarum Semara Mredangga Perean Baturiti Village Tabanan Regency
Time : 10.00
Place : Angsoka Stage

Activity : Workshop / Dialog Program
Time : 14.00
Place : Ratna Kanda Stage

Activity : Jegog Collaboration presented by Yudistira Sound Factory from Jembrana Regency
Time : 19.00
Place : Kriya Building

Activity : Mask Tradition presented by Anak Agung Kompyang Oka Temaja Klungkung Regency
Time : 20.00
Place : Ksirarnawa Building

Activity : Youth's Gong Kebyar Parade presented by Anturan Village Buleleng Regency and Pendamping Sanggar Saraswati Singapadu Vilalge Gianyar Regency
Time : 20.00
Place : Open Stage Ardha Candra


Tuesday, July 07 2009
Activity : Performance Janger Arts presented by Mother's of PKK Banjar Grenceng Denpasar City.
Time : 10.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Woman's Gong Kebyar presented by Asti Sweta Swara Sesetan Village Denpasar City and Woman's Gong Kebyar from Puri Kanginan Village Bangli Regency.
Time : 20.00
Place : Ksirarnawa Building

Activity : Dance and Drama Calonarang presented by Salju Group Denpasar.
Time : 20.00
Place : Kriya Building


Wednesday, July 08 2009
Activity : Youth's Dance and Creation presented by Sanggar Alit Sundari Dlod Rurung Batuyang Batubulan Kangin Village Gianyar Regency
Time : 10.00
Place : Angsoka Stage

Activity : Joged Bumbung presented by Dharma Putra Anggabaya Penatih Village Denpasar City
Time : 11.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Music and Dance presented by Group Terang Bulan Japan
Time : 18.00
Place : Ksirarnawa Stage

Activity : Contemporer Arts presented by Sanghyang Jaran Tusan Banjarangkan Village Klungkung Regency
Time : 19.00
Place : Kriya Building

Activity : Adult's Gong Kebyar presented by Sanggar Seni Sabda Prabha Krisna Tegalcangkring Jembrana Regency and Sanggar Taruna Patria Tengah Kerambitan Village Tabanan Regency
Time : 20.00
Place : Open Stage Ardha Candra

Thursday, July 09 2009
Activity : Participant from North Minahasa
Time : 10.00
Place : Angsoka Stage

Activity : Youth's Dance and Gong Creation presented by Legian Kuta Village Badung Regency
Time : 11.00
Place : Ratna Kanda Stage

Activity : Dance and Baleganjur Parade presented by Klukung, Bulaleng, Gianyar, Tabanan and Karangasem Regency
Time : 16.00
Place : Open Stage Ksirarnawa

Activity : Pupput and Mexico Dance presented by Lucia Mendoza and Carla Pedroza Castaneda.
Time : 19.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Adult's Gong Kebyar presented by Askra Muni Karangasem Regency and Pendamping Sanggar Seni Dwi Mekar Buleleng Regency
Time : 20.00
Place : Open Stage Ardha Candra


Friday, July 10 2009
Activity : Dance and Angklung Kebyar Creation presented by SMP Dwijendra Denpasar
Time : 10.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Youth's Performance presented by Sanggar Githa Ariswara Mas Ubud Village Gianyar Regency
Time : 14.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Participant from Department of Arts and Tourism Daerah Istimewa Jogyakarta
Time : 19.00
Place : Wantilan Stage

Activity : Woman's Gong Kebyar presented by Gita Wherdi Ayu Group Peminga Benoa Kuta Selatan Village Badung Regency and Woman's Gong Kebyar presented by Mekar Sari Group Balerung Mandera Srinertya Waditra Peliatan Ubud Village Gianyar Regency
Time : 20.00
Place : Ksirarnawa Building

Activity : Odalan Bali presented by Sanggar Seni Cudamani Pengosekan Ubud Village Gianyar Regency
Time : 20.00
Place : Ayodya Stage

Saturday, July 11 2009
Activity : Legong Keraton Classic presented by Sanggar Banjaransari Banjar Palawak Sukawati Village Gianyar Regency
Time : 10.00
Place : Ayodya Stage

Activity : Participant from Payon Percussion Jakarta
Time : 14.00
Place : Ratna Kanda Stage

Activity : Social Dance Joged Pingitan Third Generation presented by Yayasan Tri Pusaka Sakti Pekandelan Batuan Sukawati Village Gianayar Regency
Time : 14.00
Place : Ratna Kanda Stage

Activity : Closing Ceremony For The 31st Bali Arts Festival 2009 and Colossal Dance Drama from Bali.
Time : 20.00
Place : Open Stage Ardha Candra
 
Jepang-Bali Kolaborasi : Sajikan Tari Kreasi

DALAM pelaksanaan PKB, seniman Jepang kerap hadir menghibur masyarakat Bali. Selain menyuguhkan tarian khas negeri Sakura, bajang jegeg/deha teruna dari negeri Matahari Terbit itu terkadang juga membawakan tarian Bali. Awalnya, memang mereka belajar tarian Bali dari seniman Bali. Setelah mahir mereka juga tampilkan hasil belajarnya itu di habitanya sendiri, Bali. Atau menciptakan tarian kreasi sendiri bersinergi dengan seniman Bali. Menakjubkan, mereka mampu membawakan tari kreasi dengan cukup sempurna, seperti yang tampak pada penampilan Sanggar Tari Basundhari Jepang pimpinan Ami Hasegawa berkolaborasi dengan Gamelan Cendana pimpinan Ketut Suanda, S.Sn. di Wantilan Taman Budaya, Kamis (18/6) kemarin.

Penampilan kedua sanggar ini diawali dengan pementasan tabuh kreasi pepanggulan Gong Gede 'Cetakeng Tawang' yang ditata I Wayan Sukrisna Saskara, S.Sn. Dilanjutkan dengan tari Puspa Buana -- tari penyambutan yang menceritakan tentang keragaman bunga yang ada di jagat raya ini. Sebuah tarian khusus disuguhkan untuk mengawali sebuah acara atau penyambutan tamu atau undangan. Penarinya Junko Kobayashi, Minako Matsushige, Sachiko Tanabe, Tomoko Uchiyama, Yukiko Matsuda dan Yumiko Matsui.

Seniman Jepang itu juga membawakan tari Legong Sakura, tari Topeng Tua, tari Putri Hana, tari Basundhari dan tari Cedil. (08) *BP
 
Dramatari dari USA (24 Juni 2009)

Jam: 20.00 - 22.00
Tempat: Panggung Tertutup Ksirarnawa

MIMPI
Produksi: Departmen of Theatre, The College of Holy Cross, Worcester-Massachusetts, USA.
Bekerja sama dengan Sanggar Seni Citta Usadhi, Kabupaten Badung

Mimpi adalah dramatari musikal lintas budaya yang bernuansa Bali-Amerika. Dipentaskan pertama kali tahun 2004, di Holy Cross College, Massachusetts-Amerika Serikat, garapan ini adalah hasil kolaborasi antara Lynn Kremer (USA) dengan dua seniman/seniwati Bali: Desak Made Suarti Laksmi dan I Nyoman Catra. Cerita inti yang dikisahkan dalam garapan ini di ambil dari cerita anak-anak, Bangau Putih yang juga terdapat di banyak negara seperti Jepang dan Rusia.
Untuk persiapan pementasan di arena PKB ini, Prof. Kremer dan krewnya telah berlatih di Sanggar Seni Citta Usadi di Mengwi Tani, Kabupaten Badung. Pada tanggal 22 Juni 2009 yang lalu, Mimpi diuji cebakan di GEOKS Singapadu-Gianyar yang mendapat sambutan hangat penonton.

Drama musikal ini berkisah tentang pertemuan seorang jejaka tukang tenun, Putu, dengan seorang gadis yang tiada lain dari penjelmaan seekor bangau putih yang pernah diselamatkannya pada suatu malam yang dilanda hujan badai. Tak lama setelah perka-winan mereka, sang istri menawarkan diri untuk menenun selembar kain yang bisa dijual di pasar guna mendapatkan guna untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Satu syarat yang diajukan adalah sang suami tidak boleh melihatnya ketika lagi menenun. Setelah berhasil menjual kain tenunan ini dengan harga mahal, sang suami mulai tergoda oleh dunia material yang membuatnya lupa diri. Ia lalu meminta istrinya untuk menenun kain yang lebih baik agar bisa dijual dengan harga yang lebih mahal. Ketika sang suami memaksanya untuk menenun kain yang ketiga, si putri bangau terpaksa menurutinya sembari mengingatkan suaminya bahwa permintaan ini bisa menyebabkan kematian dirinya. Ketika ia tidak muncul-muncul selama beberapa hari, sang suami diam-diam mengintip dari balik kelambu dan sangat kaget mendapatkan istrinya yang tiada lain seekor bangau putih yang sedang mencabik-cabik bulunya untuk ditenun menjadi selembar kain. Terkejut dan ketakutan, bangau putih pun terbang dan tidak pernah kembali lagi.

Putu tersentak dari mimpinya dan bersyukur bahwa perbuatan serakah yang telah diperbuatnya hanyalah dalam mimpi. Sambil mengelus-ngelus dada, Putu merasa bersyukur bahwa walaupun hidup dalam kesederhanaan, ia tidak sampai kehilangan jati diri hanya karena uang dan harta.

Kisah ini dibingkai dalam dua gagasan: pertama adalah mimpi, dan yang kedua cerita-dalam-cerita yang terjadi ketika Putu (jejaka penenun) pergi ke pasar untuk menjual kain buatan istrinya. Di sekitar pasar ia menyaksikan rombongan topeng yang mementaskan kisah ”Celeng Ngigel”, sebuah cerita anak-anak dari Singaraja yang diadopsi oleh Judy Sierra.

Empat belas pemain tamu, termasuk team kreatif dan beberapa pemain aslinya, datang dari Amerika Serikat. Nyanyian-nyanyian dan teks yang diucapkan dalam garapan ini diambil dari atau berdasarkan inspirasi yang bersumber pada: Bali; Living in Two World, The Dancing Pig, The Crane Wife, Tibet Through the Red Box, Blossoms of Longing, dan Dammapada. *Ketut Syahruwardi Abbas
 
PKB : Sepintas tentang GENGGONG

Genggong termasuk gamelan langka dan bebarungan alit. Instrumen utamanya adalah genggong (jew’s harp) yang terbuat dari pelepah enau. Desa yang memiliki tradisi genggong yang kuat adalah Batuan (Gianyar). Di sini genggong dimainkan sebagai pengiring tari, yaitu Tari Kodok dan sebagai sajian musik instrumental. Di kalangan wisatawan, gamelan genggong selalu dikaitkan dengan frog dance karena genggong selalu dikaitkan dengan Tari Kodok.

Barungan gamelan genggong biasanya terdiri dari 4 – 6 buah genggong, 2 buah suling, sepasang kendang kecil, sebuah klenang, dan sebuah gong palu (guntang). Kesederhanaan bentuk dan musik yang ditimbulkan oleh barungan ini mengingatkan kita kepada musik dari kalangan masyarakat petani.

Pada umumnya, genggong hanya memainkan lagu-lagu berlaras slendro. Untuk membunyikannya, genggong dipegang dengan tangan kiri dan menempelkannya ke bibir. Tangan kanan memetik “lidah”-nya dengan jalan menarik tali benang yang diikatkan pada ujungnya. Perubahan nada dalam melodi genggong dilakukan dengan mengolah posisi atau mengubah rongga mulut yang berfungsi sebagai resonator. Teknik permainan genggong yang khas adalah ngoncang dan ngongkek (menirukan suara katak).

Press Room PKB
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.