Saya pernah dengar (maaf kl ada yg salah/krg berkenan), dlm ajaran agama budha esoterik-> topik2 yg tdk disebutkan scr umum, ada disinggung ttg istri dewa Shiva atau Isvara adalah dewi Kali. Dewi Kali adalah dewi penghancur. Wujudnya bertangan 4, satu tangan memegang pisau, satu tangan memegang ember berisi darah, tangan lainya memegang kepala manusia, satu tangan lainya membentuk mudra. konon, para penganut ilmu hitam tingkat tinggi menggunakan objek dewi Kali ini sebagai objek visualisasi/persembahan.
Sebenarnya benar/tdk?
Di Nepal ada Dewi Nepal adalah bocah/dewi-dewi kecil yang dipilih dan begitu dipuja karena dianggap sebagai titisan Dewi Kali.
Dan biasanya titisan Dewi Kali yang disebut “Kumari” baru akan “pensiun” setelah mengalami menstruasi.
Dewi kali bukan penguasa alam gelap atau alam hitam.
Tapi merupakan penjelmaan sifat penghancur dari Siwa sendiri.
Jadi Dewi Kali merupakan semacam dewa yang berwatak kejam, yang memang haus
darah, tepi mereka justru turun untuk membasmi iblis dan juga kejahatan yang merajalela di dunia, seperti juga bhairawa yang merupakan wujud kemarahan sang siwa....
Kali = the Black One, adalah salah satu dewi yang populer dalam agama Hindu (India) dan tantra, dikenal juga sebagai dewi Durga atau Chandi (yang maha buas).
Dewi Kali selalu diasosiasikan sebagai penyebar penyakit, kematian dan kerusakan.
Disebut pula dengan nama Pravati sebagai permaisuri Mahadewa Shiwa.
Secara etymology Kali adalah bentuk feminim dari kata Kala yang berarti waktu atau terkadang berarti pula sebagai "yang hitam".
Dalam pengertian ini dewi Kali dianggap pula sebagai "ibu dari waktu"
Kalau dalam versi Tantra disebut Durga yaitu Ibu Kebajikan, dipuja tidak saja oleh para dewa bahkan setan pun memujanya.
Dari kisah Ramayana, dikabarkan bahwa Rama memuja Durga untuk dapat membunuh Rahwana.
Kemudian dalam Mahabrata, Kresna memuja Durga untuk dapat mengalahkan Kurawa,
Vaishnavas juga memuja Durga sebagai Yoga Maya-nya Wisnu, dan Siwa sendiri memuja Durga sebagai Shakti.
Bahkan juga dipercaya, Durga adalah Mahamaya, akar sebab dan bentuk dunia.
Dan dalam Durga Saptathi, Durga memiliki 108 nama diyakini sebagai Ibu Pencipta.
Durga dikisahkan dalam Markandeya Purana yang menceritakan manifestasi Durga sebagai
kumpulan cahaya dari Siwa, Brahma, dan Wisnu, ditambah pula oleh para dewa lainnya.
Ini bermula, ketika para dewa marah akibat kelakuan seorang raksasa yang sakti mandraguna.
Maka, semua dewa mengeluarkan cahaya dari mulut mereka.
Kumpulan cahaya ini perlahan menjadi seorang dewi. Kemudian oleh Rama diberi rambut hitam panjang, oleh Wisnu diberi dua tangan, lalu Bulan memberi payudara, Indra memberi bagian tubuh tengah, paha diberikan oleh Baruna, pantatnya dari Dewa Surya, kaki dari Dewa Pertiwi, jari kaki dari Matahari, jari-jari tangan para penjaga delapan penjuru, dan matanya didapat dari tiga kepala Agni.
Kemudian semua dewa melengkapi Durga dengan senjata, termasuk Yama sang dewa kematian.
Melalui Markandeya Purana dapat diketahui bahwa Durga adalah simbol semua kekuatan penciptaan dan kekuatan gabungan ini akan muncul jika kekuatan jahat mengancam keberadaan ciptaan.
Jadi, Durga bertugas menghancurkan ketidakharmonisan dan menciptakan harmoni.
Kelahiran Durga adalah untuk menciptakan aturan Dharma Dalam masyarakat Hindu Bali personafikasi Dewi Kali diwujudkan dalam wujud Rangda, sebagai ratu ilmu hitam.