• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Hindu Dan Buddha

Saya menyadari hal itu, maafkan kesalahan saya! Dan demi kebaikan bersama saya mohon pamit dari IndoForum. Bagi pihak-pihak yang dirugikan perasaannya oleh kehadiran saya di sini saya mohon agar dimaafkan!

Om Santih...Santih...Santih.

Jangan donk bro..beda pendapat kan biasa...
Please stay...

artikelnya nice!

1. Budha Awatara adalah penjelmaan Wisnu sebagai Budha yang bertugas mengembalikan agama ke jalan yang luhur seperti semula.
Jadi Budha bukanlah pengajar agama baru, melainkan hanya merupakan pelurus dan penjurus pelaksanaan agama ke jalan semua sesuai dengan wahyu Tuhan Yang Maha Esa/Sang Hyang Widhi Wasa.

Ramalan Kemunculan Sang Buddha http://indoforum.org/showthread.php?t=36660

2. Kalki Awatara yaitu penjelmaan Hyang Widhi yang terakhir yang akan turun untuk membasmi penghinaan-penghinaan, pertentangan-pertentangan agama akibat penyelewengan umat manusia dari ajaran Hyang Widhi (Dharma). Menurut keyakinan umat Hindu, awatara terakhir akan turun apabila memuncaknya pertentangan-pertentangan agama di dunia ini.

Ramalan Kemunculan Kalki http://indoforum.org/showthread.php?t=36769

thx buat jawabannya ..;)
tapi oz sudah baca thread tsb sblmnya...

Oz rasa itu belum menjawab apa yg ingin oz tanyain..
mgkin bro goesdun mau memberikan penjelasan lebih lanjut?
maaf kalo oz bodoh sehingga sulit paham apa yg bro goesdun maksud...

thx ya... :)
 
@Ozma

3. Kemudian soal Brahma yg disebut Tuhan dalam hindu..
Dalam agama Buddha, brahma sndiri hanya sebuah alam kehidupan..
Dimana brahma hidup di alam paling tinggi di alam tanpa bentuk..tapi mereka mempunyai pikiran dan kesadaran..

Ato mungkin Buddha menunjuk Brahma yg berbeda dengan Brahma(Tuhan) yg dimaksud oleh umat Hindu?
Oz rasa gak mgkin, karena mereka hidup di masyarakat yg sama..
dmn penyebutan nama yg sama..bole dikatakan menunjuk makna yg sama...

Brahma > manifestasi Tuhan sbg Pencipta (Dewa Pencipta)

Brahman >> Tuhan itu sendiri

jadi ad perbedaan antara Brahman dgn Brahma...

Coba lo cek ciri2 ramalan kelahiran Kalki Awatara, Imam Mahdi,Maitreya...
 
Jangan donk bro..beda pendapat kan biasa...
Please stay...


thx buat jawabannya ..;)
tapi oz sudah baca thread tsb sblmnya...

Oz rasa itu belum menjawab apa yg ingin oz tanyain..
mgkin bro goesdun mau memberikan penjelasan lebih lanjut?
maaf kalo oz bodoh sehingga sulit paham apa yg bro goesdun maksud...

thx ya... :)

Inti perbedaan Hindu dan Budha pada penekanan penerapan agama seperti pada Buddha, kosong (sunya, sunyata) dijelaskan, sedangkan pada Hindu dirahasiakan.
Artinya Raja Yoga pada Budha dijelaskan sedangkan pada Hindu diajarkan untuk kalangan tertentu.

Hindu memiliki empat jalan mulia (Catur Marga Yoga) untuk mencapai moksha, yang boleh dipilih bebas sesuai keinginan sendiri.

Ajaran Buddha sangat fokus di jalan Raja Yoga dan Jnana Yoga.

Bila penganut Hindu yang tekun di jalan Jnana Yoga dan Raja Yoga, pastilah sadar sama dengan penganut Buddha.

Hindu Dharma memperkenalkan kemerdekaan mutlak terhadap terhadap pikiran rasional manusia.
Tidak pernah menuntut sesuatu pengekangan yang tidak semestinya terhadap kemerdekaan dari kemampuan berpikir, kemerdekaan dari pemikiran, perasaan dan pemikiran manusia.

Hindu Dharma memperkenalkan kebebasan yang paling luas dalam masalah keyakinan dan pemujaan.
Hindu Dharma adalah suatu agama pembebasan.
Ia memperkenalkan kebebasan mutlak terhadap kemampuan berpikir dan perasaan manusia dengan memandang pertanyaan-pertanyaan yang mendalam terhadap hakekat Tuhan Yang Maha Esa, jiwa, penciptaan, bentuk pemujaan dan tujuan kehidupan ini.
Hindu Dharma tidak bersandar pada satu doktrin tertentu ataupun ketaatan akan beberapa macam ritual tertentu maupun dogma-dogma atau bentuk-bentuk pemujaan tertentu.

Hindu Dharma memperkenalkan kepada setiap orang untuk merenungkan, menyelidiki, mencari dan memikirkannya, oleh karena itu, segala macam keyakinan/Úraddhà, bermacam-macam bentuk pemujaan atau sadhana, bermacam-macam ritual serta adat-istiadat yang berbeda, memperoleh tempat yang terhormat secara berdampingan dalam Hindu Dharma dan dibudayakan serta dikembangkan dalam hubungan yang selaras antara yang satu dengan yang lainnya, seperti adanya Hindu Dharma di Bali.
 
Brahma > manifestasi Tuhan sbg Pencipta (Dewa Pencipta)

Brahman >> Tuhan itu sendiri

jadi ad perbedaan antara Brahman dgn Brahma...

Coba lo cek ciri2 ramalan kelahiran Kalki Awatara, Imam Mahdi,Maitreya...
^
kalo gitu kenapa gak ditulis ada alam Siwa dan alam Wisnu ?
Dan lage dalam Buddha tidak dibahas tentang Brahma adalah pencipta..

Malah pandangan bahwa brahma adalah pencipta dianggap pandangan salah
Ini bisa dibaca di brahmajalla sutta. ->> sutta buddhisme

kalo diliat dari kondisi..mungkin mereka menggambarkan kondisi yg sama..
yaitu pada saat Dharma(kebenaran) ditinggalkan..

Namun bila kita bicara ke AKURATAN weda yg disebutkan secara jelas dan akurat menulis tentang Buddha sbg AVATARA 9..
Gmn dgn sosok yg bernama Kalki ? Harusnya dia sangat tepat pula dan bernama KALKI.. ? bukan Iman Mahdi ato Maitreya..

Bila tidak demikian, maka smuanya menjadi rancu..dan mgkin saja banyak kasus dimasa depan, seorang lain yg bernama A,B,C mengaku AVATARA 10 juga..benar kan? /wah

Hindu memiliki empat jalan mulia (Catur Marga Yoga) untuk mencapai moksha, yang boleh dipilih bebas sesuai keinginan sendiri.
demikian pula mengapa saya anggap Hindu lebih universal dibanding yg lain... :)

Karenanya sangat mudah buat Hindu mnerima dan memasukan perbedaan2 dalam 1 kesatuan wadah yg mengatasnamakan Jalur Hindu..
Karena pada dasarnya..acara2 penyembahan tidak akan ada yg diluar 4 jalur tsb kan ?
Smuanya pasti melalui jalur= upacara /doa, perbuatan baik ,konsentrasi , dan pandangan benar..

tapi apakah mereka betul2 sesuai dgn hindu ? nah ini yg perlu ditanyakan lebih jelas ...
bukan begitu ? :)

thx buat jawaban bro jaka n bro goesdun..
Senang bisa diskusi dgn rekan2 hindu disni... :)

Tapi pertanyaan oz masih belum terjawab..
mohon rekan2 disini bersedia memberikan jawaban..
namaste :)
 
^
kalo gitu kenapa gak ditulis ada alam Siwa dan alam Wisnu ?

Ada koq >> Siwaloka, alam Wisnu = Vaikunta..Ksirarnawa, dll..

tapi kalo kebanyakan alam ntar Alam Mbah Dukun ikut2an lageee...

Lo perhatiin baik2 simbol Swastikanya Hindu ama Budha...
beda arah khan??
bisa gak lo ngejelasin arti simbol Swastika dlm Budha?thx..

Nach supaya lo tambah bingung coba lo cari taw ttg Buda Keling di Bali..
hahahaha...=))

@goesdun
Kalo ad informasi perbedaan swastika Hindu ama Budha postingin di sini yo...
thx...
 
1. perihal penamaan AVATARA ke 9..

Kenapa ramalan itu namanya Buddha avatara ?
Sedang Buddha adalah gelar utk orang yg tercerahkan / sadar... ?

Kenapa gak GAUTAMA avatara ?

Sama seperti Krishna AVATARA yg menyebutkan nama ?

Karena amat sangat rancu bila dikatakan Buddha AVATARA kan?

karena siapa saja yg mencapai pencerahan pada masa itu pantas di sebut BUDDHA..

Nama Krishna dan Budha itulah nama untuk mencapai pencerahan, dan sebagai nama AVATARA.

Kalau memakai GAUTAMA avatara tentu tidak pas, karena Gautama adalah nama sebelum misi Avatara dimulai.

Nama Lain Budha:

  • Siddharta Gautama yang berarti “Dia yang mencapai segala hasratnya

Sama halnya nama-nama lain untuk Krisna sangat banyak, tetapi yang dipakai nama Awatara adalah nama saat misi Awatara dilaksanakan yaitu Krisna.

Nama-nama lain Krisna :
  1. Achyuta (Acyuta, yang tak pernah gagal)
  2. Arisudana (penghancur musuh)
  3. Bhagavān (Bhagawan, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa)
  4. Gopāla (Pengembala sapi)
  5. Govinda (Gowinda, yang memberi kebahagiaan pada indria-indria)
  6. Hrishikesa (Hri-sikesa, penguasa indria)
  7. Janardana (juru selamat umat manusia)
  8. Kesava (Kesawa, yang berambut indah)
  9. Kesinishūdana (Kesi-nisudana, pembunuh raksasa Kesi)
  10. Mādhava (Madawa, suami Dewi Laksmi)
  11. Madhusūdana (Madu-sudana, penakluk raksasa Madhu)
  12. Mahābāhu (Maha-bahu, yang berlengan perkasa)
  13. Mahāyogi (Maha-yogi, rohaniawan besar)
  14. Purushottama (Purusa-utama, manusia utama, yang berkepribadian paling baik)
  15. Varshneya (Warsneya, keturunan wangsa Wresni)
  16. Vāsudeva (Wasudewa, putera Basudewa)
  17. Vishnu (Wisnu, penitisan Batara Wisnu)
  18. Yādava (Yadawa, keturunan dinasti Yadu)
  19. Yogesvara (Yoga-iswara, penguasa segala kekuatan batin)
 
@Ozma



Brahma > manifestasi Tuhan sbg Pencipta (Dewa Pencipta)

Brahman >> Tuhan itu sendiri

jadi ad perbedaan antara Brahman dgn Brahma...

Coba lo cek ciri2 ramalan kelahiran Kalki Awatara, Imam Mahdi,Maitreya...

Kalau dalam Hindu Brahman (Tuhan) dijelaskan sebagai acintya (tidak terpikirkan).

Saat mencapai moksha (nirvana), Atman (seseorang) menyatu dengan Brahman.

Sementara Buddha lebih memilih diam saat ditanya tentang Tuhan.
 
Ada koq >> Siwaloka, alam Wisnu = Vaikunta..Ksirarnawa, dll..

tapi kalo kebanyakan alam ntar Alam Mbah Dukun ikut2an lageee...

Lo perhatiin baik2 simbol Swastikanya Hindu ama Budha...
beda arah khan??
bisa gak lo ngejelasin arti simbol Swastika dlm Budha?thx..

Nach supaya lo tambah bingung coba lo cari taw ttg Buda Keling di Bali..
hahahaha...=))

@goesdun
Kalo ad informasi perbedaan swastika Hindu ama Budha postingin di sini yo...
thx...

Soal alam.hmm saya blum pernah mendengar nama alam tsb dalam Buddhisme..
Mgkin saya yg kurang pengetahuan..maaf :)

simbol swastika..
wah saya kurang tau.. mohon bro jaka memberikan pencerahan :)

Nama Krishna dan Budha itulah nama untuk mencapai pencerahan, dan sebagai nama AVATARA.

Kalau memakai GAUTAMA avatara tentu tidak pas, karena Gautama adalah nama sebelum misi Avatara dimulai.

Nama Lain Budha:

  • Siddharta Gautama yang berarti “Dia yang mencapai segala hasratnya

Sama halnya nama-nama lain untuk Krisna sangat banyak, tetapi yang dipakai nama Awatara adalah nama saat misi Awatara dilaksanakan yaitu Krisna.

Nama-nama lain Krisna :
  1. Achyuta (Acyuta, yang tak pernah gagal)
  2. Arisudana (penghancur musuh)
  3. Bhagavān (Bhagawan, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa)
  4. Gopāla (Pengembala sapi)
  5. Govinda (Gowinda, yang memberi kebahagiaan pada indria-indria)
  6. Hrishikesa (Hri-sikesa, penguasa indria)
  7. Janardana (juru selamat umat manusia)
  8. Kesava (Kesawa, yang berambut indah)
  9. Kesinishūdana (Kesi-nisudana, pembunuh raksasa Kesi)
  10. Mādhava (Madawa, suami Dewi Laksmi)
  11. Madhusūdana (Madu-sudana, penakluk raksasa Madhu)
  12. Mahābāhu (Maha-bahu, yang berlengan perkasa)
  13. Mahāyogi (Maha-yogi, rohaniawan besar)
  14. Purushottama (Purusa-utama, manusia utama, yang berkepribadian paling baik)
  15. Varshneya (Warsneya, keturunan wangsa Wresni)
  16. Vāsudeva (Wasudewa, putera Basudewa)
  17. Vishnu (Wisnu, penitisan Batara Wisnu)
  18. Yādava (Yadawa, keturunan dinasti Yadu)
  19. Yogesvara (Yoga-iswara, penguasa segala kekuatan batin)
...
* Sepuluh sebutan / gelar Sidharta Gautama
  1. Tathagata : Ia yg datang ia yg pergi..
  2. Arahat : Dihormati seluruh jagad; Yang Mencapai Kesempurnaan Agung.
  3. Samyak Sambuddha : Yang Maha Tahu. buddha yg mencapai Nirvana tanpa bantuan siapapun dan membabarkan Dharma kepada manusia dan makhluk2 yg lain
  4. Vijja Carana Sampanna : Yang Berbakat, Pengertian dan Kesucian Luhur; Yang mencapai Bodhi Teragung.
  5. Lokavidu : Yang Telah Memahami Kebenaran Sejagad.
  6. Anuttara : Yang Tidak Dapat Dibandingkan; yang Telah memperoleh segala-galanya dan Mencapai Setinggi tingginya.
  7. Buddha : Yang telah sadar
  8. Purisa damma sarathi : Petunjuk, pendidik serta pemimpin seluuruh makhluk yang memerlukan pembinaan Nya.
  9. Satta deva manussanam : Guru junjungan Para Dewa dan Manusia.
  10. Buddho Bhagava : Sang Maha Suci Yang Sempurna Kebijaksanaan Nya.

Sama dengan Krishna yg mempunyai gelar..
tapi mengapa Krishna tidak diramalkan dgn nama gelarnya ?
malah dengan nama lahirnya ?

Sedang Sidharta Gautama diramalkan dgn nama gelarnya ?

Kalo dikatakan orang banyak mengenalnya dgn sebutan Buddha pd saat dia menjadi AVATARA,
itu belum tentu..
karena banyak yg memanggilnya dgn sebutan Tathagata..ato ada bbrp pertapa yg menyebutnya Samana Gautama (pertapa Gautama).

Dan lage, bukankah sangat rancu utk memberikan ramalan AVATARA nama gelarnya saja.. ?

Contoh saja..gelar BHAGAVAN adalah gelar yg orang2 berikan utk orang2 suci..
Bole dikatakan banyak skali manusia yg disebut mempunyai gelar BHAGAVAN

Bagaimana bila Bhagavan diramalkan sbagai avatara ke 10..
siapakah bhagavan itu ? sangat membingungkan kan ?

Kemudian..dari ke 10 AVATARA utama..
Bisa disebutkan AVATARA mana yg menggunakan nama GELAR saja slain Buddha?

thx buat jawabannya... :)
 
Soal alam.hmm saya blum pernah mendengar nama alam tsb dalam Buddhisme..
Mgkin saya yg kurang pengetahuan..maaf :)

simbol swastika..
wah saya kurang tau.. mohon bro jaka memberikan pencerahan :)


...
* Sepuluh sebutan / gelar Sidharta Gautama
  1. Tathagata : Ia yg datang ia yg pergi..
  2. Arahat : Dihormati seluruh jagad; Yang Mencapai Kesempurnaan Agung.
  3. Samyak Sambuddha : Yang Maha Tahu. buddha yg mencapai Nirvana tanpa bantuan siapapun dan membabarkan Dharma kepada manusia dan makhluk2 yg lain
  4. Vijja Carana Sampanna : Yang Berbakat, Pengertian dan Kesucian Luhur; Yang mencapai Bodhi Teragung.
  5. Lokavidu : Yang Telah Memahami Kebenaran Sejagad.
  6. Anuttara : Yang Tidak Dapat Dibandingkan; yang Telah memperoleh segala-galanya dan Mencapai Setinggi tingginya.
  7. Buddha : Yang telah sadar
  8. Purisa damma sarathi : Petunjuk, pendidik serta pemimpin seluuruh makhluk yang memerlukan pembinaan Nya.
  9. Satta deva manussanam : Guru junjungan Para Dewa dan Manusia.
  10. Buddho Bhagava : Sang Maha Suci Yang Sempurna Kebijaksanaan Nya.

Sama dengan Krishna yg mempunyai gelar..
tapi mengapa Krishna tidak diramalkan dgn nama gelarnya ?
malah dengan nama lahirnya ?

Sedang Sidharta Gautama diramalkan dgn nama gelarnya ?

Kalo dikatakan orang banyak mengenalnya dgn sebutan Buddha pd saat dia menjadi AVATARA,
itu belum tentu..
karena banyak yg memanggilnya dgn sebutan Tathagata..ato ada bbrp pertapa yg menyebutnya Samana Gautama (pertapa Gautama).

Dan lage, bukankah sangat rancu utk memberikan ramalan AVATARA nama gelarnya saja.. ?

Contoh saja..gelar BHAGAVAN adalah gelar yg orang2 berikan utk orang2 suci..
Bole dikatakan banyak skali manusia yg disebut mempunyai gelar BHAGAVAN

Bagaimana bila Bhagavan diramalkan sbagai avatara ke 10..
siapakah bhagavan itu ? sangat membingungkan kan ?

Kemudian..dari ke 10 AVATARA utama..
Bisa disebutkan AVATARA mana yg menggunakan nama GELAR saja slain Buddha?

thx buat jawabannya... :)


seperti disampaikan di atas bahwa nama awatara diambil saat misi kesempurnaan awatara mulai tercapai.

Budha sebagai salah satu awatara dan beliau mencapai kesempurnaan saat sudah dewasa, sedangkan Krisna dipahami bahwa dia adalah "Tuhan" sejak masih kecil.
 
^
menarik skali bro.. /no1
apa saya bisa membaca riwayat Krishna ?
Kalo bole tau..dmn ?

Saat mencapai moksha (nirvana), Atman (seseorang) menyatu dengan Brahman.
..mokhsa dan nirvana..apakah sama ?

Atman adalah pemahaman tentang adanya aku yg kekal / roh (atta)..
sedang Buddhisme menolak adanya paham aku yg kekal..(annata)

thx :)
 
Kresna dalam Kesastraan Kuna

Kresna dalam Kesastraan Kuna

Cerita kelahiran dan masa remaja Kresna dimuat dalam kakawin Kangsa (Naskah Kirtya No. 844) Basudewa raja Mathura menguasai bangsa Yadu, Wresni dan Andhaka. Basudewa mempunyai saudara nak-sanak bernama Kangsa yang lahir dari rasaksi Pragamini, keturunan Lawana. Setelah menjadi raja Kangsa amat kejam, menindas bangsa Yadu.

Wisnu menjelma lewat Dewaki atau Raiwati isteri kedua Basudewa, Basuki lewat Rohini isteri Basudewa yang pertama.

Cerita dalam kakawin Kangsa atau Kresnandaka selanjutnya menceritakan kehidupan Kresna pada masa kecil dan remaja.
Kangsa menerima ramalan Narada, bahwa kelak Kangsa akan mendapat musibah yang berasal dari anak yang sekarang masih dalam kandungan.

Kangsa percaya akan ramalan Narada itu, lalu menyuruh semua perempuan yang sedang mengandung harus dibunuhnya. Isteri Basudewa yang sedang mengandung dapat diselamatkan sehingga mereka tidak terbunuh.


Dua isteri Basudewa melahirkan anak. Rohini lebih dahulu melahirkan Baladewa, kemudian Dewaki melahirkan Kresna. Kangsa selalu ingat ramalan Narada, maka ia berusaha membunuh Kresna dan Baladewa. Kangsa menugaskan raksasi Nanakotana untuk berhias seperti manusia cantik, dan supaya menjadi inang di Mathura. Inang itu supaya berusaha membunuh Kresna dengan menyusukannya pada buah dadanya yang sudah dioles dengan bisa. Ketika menyusui inang itu digigit susunya oleh Kresna, dan mati seketika.

Wahru mengetahui usaha Kangsa yang amat kejam itu. Isteri Basudewa dan dua anaknya diungsikan ke Gobraja daerah Magadha, dititipkan kepada Antagupta dan Ayaswadha. Peternak lembu itu memelihara Baladewa dan Kresna dengan rasa cinta kasih seperti anaknya sendiri. Sepuluh tahun di Magadha dua anak itu tumbuh menjadi remaja yang sakti, tampan dan menarik banyak anak.

Kangsa ingat ramalan Narada, lalu menaklukkan Magadha yang dikuasai bangsa Yadu. Ia berusaha menemukan anak Basudewa yang telah lama bersembunyi, lalu akan mengadakan adu raksasa melawan bangsa Yadu di Magadha.

Basudewa mengutus Wabhru agar datang ke Gobraja, memberi tahu kepada Antagupta tentang usaha Kangsa. Kresna dan Baladewa tahu rencana pertandingan di Magadha itu. Mereka berdua ingin melihatnya. Antagupta melarang, tetapi mereka bersikeras untuk datang menyaksikan pertandingan itu. Mereka meninggalkan Gobraja menuju ke kerajaan Magadha. Perjalanan mereka diserang buaya. Buaya berhasil dibunuh oleh Kresna, kemudian berubah menjadi bidadari. Bidadari itu bernama Puspakindama, ia merasa diruwat, lalu menyampaikan rasa terima kasih, dan menyerahkan Cakra Sudarsana kepada Kresna. Setelah menerima senjata mereka meneruskan perjalanan. Sewaktu menyeberang sungai Saraswati mereka diserang ular naga. Ular naga berhasil dibunuh oleh Baladewa. Ular naga mati dibawa arus sungai. Kemudian naga itu kembali datang, mengaku utusan Anantabhoga, bernama Jambuwana, menyerahkan senjata dahsyat bernama Langghyala. Baladewa menerima senjata. Mereka berdua meneruskan perjalanan ke Magadha.

Selama menyusuri kota Magadha, Kresna menyembuhkan wanita bongkok menjadi tegak. Wanita itu bernama Samantara, abdi Wabhru. Kedatangan Baladewa dan Kresna diserang oleh raksasa, tetapi semua raksasa dapat dikalahkannya. Mereka berdua menyusup di kelompok orang-orang Yadu. Basudewa dan Wabhru gembira melihat kehadiran Kresna dan Baladewa. Kresna dan Baladewa berhasil membunuh sejumlah besar raksasa. Kangsa mengamuk, tetapi akhirnya mati terbunuh oleh senjata Cakra. Semua raksasa dimusnahkan oleh Kresana dan Baladewa. Para dewa ikut bergembira. Indra datang ke Magadha, menghidupkan orang-orang Yadu yang mati dibunuh oleh prajurit Kangsa (sumber bacaan: Naskah Kakawin Kangsa atau Kresnandhaka, naskah Kirtya Singaraja nomor 844).

Cerita Kresnayana karangan Mpu Triguna, berisi perkawinan Kresna dan Rukmini. Rukmini anak Bismaka raja Kundina hendak dikawinkan dengan Suniti raja Cedi. Perkawinan itu atas persetujuan raja Bismaka, tetapi Prthukirti ibu Rukmini, menginginkan bermenantu Kresna raja Dwarawati, kemenakan Prthukirti sendiri. Pada malam menjelang hari perkawinan Kresna dengan bantuan ibu Rukmini dan abdinya, serta kesiapan prajurit Yadu dan Wrsni yang dipimpin oleh Baladewa, Kresna berhasil mengalahkan raja Cedi dan prajuritnya, serta menaklukan Rukma kakak Rukmini, Kresna kawin dengan Rukmini dan diboyong ke Dwarawati. Perkawinan mereka dianugerahi anak bernama Pradyumna.

Cerita perkawinan Kresna dengan Rukmini juga dimuat dalam cerita Hariwangsa karangan Mpu Panuluh. (Sumber Bacaan: 1. Kakawin Kresnayana karangan Empu Triguna, naskah Leiden LOR 8393. 2. Kakawin Hariwangsa karangan Mpu Panuluh, naskah Kirtya No. 721. 3. Kalangwan karangan PJ.Zoetmulder h.317-323 dan h. 355-362)
--- lanjut...
 
....
Dalam cerita Adiparwa disebutkan, bahwa Kresna adalah penjelmaan Sang Hyang Aditya, Baladewa penjelmaan Sang Hyang Wasuki. Pradyumna anak Kresna, penjelmaan Sang Hyang Smara (adiparwa h. 64)

Dalam beberapa bagian cerita Adiparwa menceritakan keakraban persaudaraan Kresna dengan Pandhawa. Pertemuan Kresna dengan Pandhawa sejak Arjuna memperoleh Drupadi melalui sayembara. Kresna dan Baladewa menemui Yudhisthira, dan mengaku, bahwa mereka masih saudara sepupu. Sebab Kunthi itu adik Basudewa. Semula Kresna mendengar berita kematian Pandhawa karena terbakar atas tipu muslihat Duryodana. Tiba-tiba ia melihat orang sakti memenangkan sayembara. Kesaktian Arjuna menjadi penyebab Kresna tahu, bahwa Pandhawa masih hidup. Maka Kresna dan Baladewa membuktikan perkiraannya, ternyata benar. Mereka menemui dan menyatakan kegembiraannya. (Adiparwa h. 181-182). Kemudian pada hari persiapan perkawinan Drupadi dan Pandhawa, Kresna datang lagi menyerahkan pesumbang berupa emas manikam, kain indah, gajah dan kuda (Adiparwa h.187)

Ketika Arjuna menggembara di hutan bertemu dengan Kresna di gunung Raiwataka. Mereka menghadiri pesta yang diselenggarakan oleh golongan Yadu, seraya mendengarkan kemerduan suara gamelan. Dalam pesta itu Arjuna melihat Subhadra adik Baladewa. Arjuna terpesona melihat kecantikan Subhadra. Kresna tahu, bahwa Arjuna tertarik kepada Subhadra, lalu disuruh melarikannya. Setelah Arjuna berhasil melarikan Subhadra, Baladewa marah, merasa dihina oleh Arjuna. Kresna menahan kemarahan Baladewa. Dikatakannya bahwa Arjuna telah menebus emas kawin dengan kesaktiannya. Baladewa dan Kresna kalah sakti dan tidak akan menang melawan kesaktian Arjuna. Akhirnya Baladewa menyetujui perkawinan Arjuna dengan Subhadra. Perkawinan berlangsung di Dwarawati. Perkawinan mereka dianugerahi anak bernama Abhimanyu (Adiparwa: 202-205)

Kresna dan Arjuna membantu pembakaran hutan Khandawa. Setelah Kresna mengunjungi perkawinan Drupadi dengan Pandhawa, ia bersama Arjuna pergi berjalan-jalan menyusuri sungai Yamuna. Di tepi sungai itu mereka mengadakan pesta makan dan minum. Kemudian datanglah berahmana mengaku bernama Agni. Kresna dan Arjuna akan menjamu berahmana itu. Berahmana menolak untuk dijamu, ia minta bantuan Kresna dan Arjuna untuk membakar hutan Khandawa. Ia selalu gagal membakar hutan itu, karena dihalangi oleh dewa Indra yang bersekutu dengan naga Taksaka. Kresna dan Arjuna sanggup membantu, tetapi minta diberi senjata sakti. Berahmana memberi senjata yang mereka minta. Arjuna diberi panah Mahaksaya Mahesadi dan Sang Hyang Soma memberi tempat anak panah yang tidak pernah habis bila anak panah dilepaskannya. Ia diberi juga senjata Sanggacakra. Kresna diberi cakra Bajranabha, panah sakti bila dipanahkan anak panahnya kembali kepada pemanahnya. Sebuah gada Komodaki diberikan kepada Kresna untuk kelengkapan senjatanya. Mereka berdua telah siap, Sang Hyang Agni mulai membakar hutan Khandawa. Sang Hyang Indra berusaha memadamkan kobaran api. Sang Hyang Yama, Baruna, Waisrawana, Aswino, Dhata, Twasta, Angsa, Mrtya, Aryana, Mitra, Pusa, dan Bhaga membantu usaha Hyang Indra. Mereka beradu kesaktian senjata dengan Kresna dan Arjuna. Kemudian didengar suara yang mengatakan bahwa naga Taksaka sudah meninggalkan hutan Khandawa dan bertempat di Kuruksetra. Biarlah Kresna dan Arjuna menjaga Hutasana penjelmaan Narayana.

Sang Hyang Indra dan para dewa meninggalkan hutan Khandawa. Sang Hyang Agni dengan bebas membakar hutan seisinya. Maya anak Wiswakarma minta hidup kepada Kresna. Kresna pun memberi hidup kepada Maya karena ia tidak pernah membunuh orang yang minta hidup kepadanya. Arjuna menolong naga Aswasena. Empat ekor burung puyuh bebas dari kobaran api.

Dalam cerita Bharatayudha karangan Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, Kresna berpihak kepada Pandawa. Sebelum perang terjadi Kresna diminta bantuannya oleh Pandawa untuk mengusulkan agar Suyodhana mau membagi dua kerajaan Hastina. Kresna pun menyanggupinya, lalu berangkat dari Wirata menuju ke Hastina, dihantar oleh Satyaki. Setiba di Kuruksetra kresna berrtemu dengan Parasurama, Kanwa, Janaka dan Narada. Mereka berempat akan membantu Kresna. Mendengar berita kedatangan Kresna di Hastina, Dhrestarastra menyuruh agar orang-orang menghias jalan dan menebarkan kain-kain indah. Bhisma berseru agar rakyat menyambut kedatangan Kresna dengan ramah tamah.

Anjuran itu disanggah Sakuni, Karna dan Suyodhana. Mereka menganggap Kresna berpihak kepada Pandawa. Kedatangan Kresna disambut dengan enam rasa makanan lezat dan bunyi tabuh-tabuhan yang amat merdu. Kresna tidak datang di tempat raja Suyodhana, tetapi menuju tempat Dhrestarastra. Di tempat itu Kresna bertemu dengna Drona, Bhisma, Krepa, Salya, Widura, Karna dan Dhrestarastra. Kresna dijamu bermacam-macam makanan lezat, emas dan manikam. Kemudian Suyodhana datang bersama pembawa makanan jamuan untuk Kresna. Kresna menolak jamuan Suyodhana sebab tujuan kedatangan dan perundingan belum tercapai. Suyodhana marah atas sikap Kresna yang menolak jamuannya. Kresna meninggalkan tempat pertemuan, diantar Widura menuju ke tempat tinggal Kunti. Kunti amat gembira menerima kedatangan Kresna sebagai wakil Pandawa. Widura sepaham dengan rencana Kresna. Suyodhana kecewa, lalu berunding dengan Dusasana, Sakuni dan Karna. Karna membakar hati warga Korawa supaya benci kepada Kresna yang berpihak kepada Pandawa.

Suyodhana minta agar Widura memanggil Yuyutsu, Krepa, Sakuni, Karna dan raja-raja sekutunya, kemudian minta kehadiran Kresna. Para dewa yang menjelma sebagai resi datang menghadiri perundingan. Kresna membuka perundingan dengan memandang Dhrestarastra. Ia berkata kepada Suyodhana, ia atas nama Pandawa minta separo kerajaan Hastina, Dhrestarastra setuju dan menerima permintaan Kresna. Suyodhana diam dan berpaling kepada Dusasana, Sakuni dan Karna. Mereka bertiga bergeleng kepala, pertanda tidak setuju. Ramaparasu, Kanwa, Narada dan Janaka berpihak kepada usul Kresna. Drona dan Bhisma menyetujui usul Kresna demi kebahagiaan bersama. Widura dan Sanjaya ikut menyetujuinya, demikian juga permmaisuri Dhrestarastra.

Suyodhana menolak usul Kresna, bahkan mengusir Kresna untuk meninggalkan tempat perundingan. Raja Hastina menyuruh Karna, Sakuni dan Dusasana untuk bersiap-siap menyerang Kresna. Mereka bertiga mempersiapkan prajurit Korawa. Dhrestarastra dan permaisuri berusaha membujuk Suyodhana, tetapi tidak termakan nasihatnya. Bahkan semakin berkobar kemarahannya.

Satyaki memberi tahu, bahwa prajurit Korawa telah siap menyerang Kresna, tetapi prajurit Yadu telah siap melawannya.

Kresna meninggalkan tempat perundingan, lalu berdiri di halaman, bertiwikrama membesarkan diri sebesar Kalamretyu, menundukkan bahwa ia jelmaan dewa Wisnu. Kresna yang dahsyat itu melangkah dan menyerang seperti singa. Bumi bergetar hebat, orang Korawa cemas ketakutan. Karna menjadi pucat, Suyodhana, Yuyutsu dan Wikarna jatuh pingsan. Drona, Bhisma dan Narada menghadap Kresna, minta agar berhenti marah dan minta kedamaian dunia. Bila Korawa hancur, tidak akan terpenuhi idam-idaman Bhima, Dropadi tidak akan bersanggul jika tidak jadi mandi darah warga Korawa. Redalah kemarahan Kresna, kembali ke wujud semula.

Sumber : http://www.tembi.org/
the end...
 
@goesdun
Kalo ad informasi perbedaan swastika Hindu ama Budha postingin di sini yo...
thx...

Jadi dapat dikatakan lambang swastika telah ada perpuluh-puluh abad sebelum Budha lahir dan sudah dipergunakan sebagai lambang kesejahtraan dalam ke-agamaan pada jaman purbakala di india, cina, dan negeri-negeri Asia lainnya dan bentuknyapun mengalami beragam perubahan.

Tentu mengandung makna yang sama ”dalam keadaan selamat”.

Budha mengambil swastika untuk menunjukkan identitas Arya.
 
@Ozma

Ada nilai yang gw petik dari hal ihwal Awatara terutama mengenai Sang Budha dan Awatara setelah Beliau :
"Daripada kita berkutat mengenai perbedaan Budhanya Hindu ama Budhanya Budha..
mendingan kita cari persamaannya..
nyari perbedaannya cuma buang2 waktu..setelah menemukan pebedaan yg kita dapet cuma kebingungan(yg mana yg benar?sementara kita gak bisa menjelajah ke masa lalu)..
kalo kita temukan persamaannya bukankah itu akan membuat kita tambah yakin kalo Awatara itu benar2 ada dan akan turun Awatara berikutnya..."
 
@Ozma

Ada nilai yang gw petik dari hal ihwal Awatara terutama mengenai Sang Budha dan Awatara setelah Beliau :
"Daripada kita berkutat mengenai perbedaan Budhanya Hindu ama Budhanya Budha..
mendingan kita cari persamaannya..
nyari perbedaannya cuma buang2 waktu..setelah menemukan pebedaan yg kita dapet cuma kebingungan(yg mana yg benar?sementara kita gak bisa menjelajah ke masa lalu)..
kalo kita temukan persamaannya bukankah itu akan membuat kita tambah yakin kalo Awatara itu benar2 ada dan akan turun Awatara berikutnya..."

...betul..melihat persamaan itu baik.. malah dianjurkan...:)
tapi mengatakan suatu yg beda sebagai sama..malah justru menambah kebingungan lainnya.....

tapi thx buat sarannya... :)
 
Buddha Gautama adalah salah satu dari SammaSamBuddha dari 5 SamasamBuddha terdahulu, dan yg lebih aneh..SammasamBuddha terdahulu mnurut Buddha Gautama adalah Buddha Kassapa, bukan Krishna..)

Didalam sutra Amitayus dikatakan jauh sblm kalpa kita sekarang terdapat ribuan bhkan jutaan SammaSamBudha masa lampau yang tak terkatakan. Jd tentunya gak cm 5 saja.
5 yang dimaksud mungkin hanya terhitung bbrp puluh kalpa terakhir, terhitung sampai kalpa kita sekarang ini.

Budha Amitabha sendiri dilahirkan JAUH sebelum Sidharta Gautama lahir didunia ini. Serta mencapai kebudhaan sebelum Sidharta Gautama. Jd mungkin saja Krisna yg dimaksud dlm agama Hindu jg salah satu dr Awatara atau SammaSamBudha yg dimaksud. Satu Budha atau satu Awatara mewakili satu jaman/kalpa kehidupan. Sedang dalam kalpa selanjutnya mnrt versi Budhis adalah Maitreya, kl mnrt versi Hindu siapa ya? Yg jelas setiap agama mengatakan bahwa diambang kiamat nanti akan turun penyelamat terakhir.. Mungkin saja sebenarnya "orang terakhir" inilah yg akan turun dengan mewakilkan semua agama dibumi ini & ia yg kemudian mempersatukan semua agama dlm kedamaian serta tanpa perbedaan satu sama lain. yah, mungkin..
 
Saya pernah dengar (maaf kl ada yg salah/krg berkenan), dlm ajaran agama budha esoterik-> topik2 yg tdk disebutkan scr umum, ada disinggung ttg istri dewa Shiva atau Isvara adalah dewi Kali. Dewi Kali adalah dewi penghancur. Wujudnya bertangan 4, satu tangan memegang pisau, satu tangan memegang ember berisi darah, tangan lainya memegang kepala manusia, satu tangan lainya membentuk mudra. konon, para penganut ilmu hitam tingkat tinggi menggunakan objek dewi Kali ini sebagai objek visualisasi/persembahan.
Sebenarnya benar/tdk?
Di Nepal ada Dewi Nepal adalah bocah/dewi-dewi kecil yang dipilih dan begitu dipuja karena dianggap sebagai titisan Dewi Kali.
Dan biasanya titisan Dewi Kali yang disebut “Kumari” baru akan “pensiun” setelah mengalami menstruasi.

Dewi kali bukan penguasa alam gelap atau alam hitam.
Tapi merupakan penjelmaan sifat penghancur dari Siwa sendiri.
Jadi Dewi Kali merupakan semacam dewa yang berwatak kejam, yang memang haus
darah, tepi mereka justru turun untuk membasmi iblis dan juga kejahatan yang merajalela di dunia, seperti juga bhairawa yang merupakan wujud kemarahan sang siwa....

Kali = the Black One, adalah salah satu dewi yang populer dalam agama Hindu (India) dan tantra, dikenal juga sebagai dewi Durga atau Chandi (yang maha buas).
Dewi Kali selalu diasosiasikan sebagai penyebar penyakit, kematian dan kerusakan.
Disebut pula dengan nama Pravati sebagai permaisuri Mahadewa Shiwa.

Secara etymology Kali adalah bentuk feminim dari kata Kala yang berarti waktu atau terkadang berarti pula sebagai "yang hitam".
Dalam pengertian ini dewi Kali dianggap pula sebagai "ibu dari waktu"

Kalau dalam versi Tantra disebut Durga yaitu Ibu Kebajikan, dipuja tidak saja oleh para dewa bahkan setan pun memujanya.

Dari kisah Ramayana, dikabarkan bahwa Rama memuja Durga untuk dapat membunuh Rahwana.

Kemudian dalam Mahabrata, Kresna memuja Durga untuk dapat mengalahkan Kurawa,

Vaishnavas juga memuja Durga sebagai Yoga Maya-nya Wisnu, dan Siwa sendiri memuja Durga sebagai Shakti.

Bahkan juga dipercaya, Durga adalah Mahamaya, akar sebab dan bentuk dunia.

Dan dalam Durga Saptathi, Durga memiliki 108 nama diyakini sebagai Ibu Pencipta.

Durga dikisahkan dalam Markandeya Purana yang menceritakan manifestasi Durga sebagai
kumpulan cahaya dari Siwa, Brahma, dan Wisnu, ditambah pula oleh para dewa lainnya.

Ini bermula, ketika para dewa marah akibat kelakuan seorang raksasa yang sakti mandraguna.
Maka, semua dewa mengeluarkan cahaya dari mulut mereka.

Kumpulan cahaya ini perlahan menjadi seorang dewi. Kemudian oleh Rama diberi rambut hitam panjang, oleh Wisnu diberi dua tangan, lalu Bulan memberi payudara, Indra memberi bagian tubuh tengah, paha diberikan oleh Baruna, pantatnya dari Dewa Surya, kaki dari Dewa Pertiwi, jari kaki dari Matahari, jari-jari tangan para penjaga delapan penjuru, dan matanya didapat dari tiga kepala Agni.

Kemudian semua dewa melengkapi Durga dengan senjata, termasuk Yama sang dewa kematian.

Melalui Markandeya Purana dapat diketahui bahwa Durga adalah simbol semua kekuatan penciptaan dan kekuatan gabungan ini akan muncul jika kekuatan jahat mengancam keberadaan ciptaan.

Jadi, Durga bertugas menghancurkan ketidakharmonisan dan menciptakan harmoni.

Kelahiran Durga adalah untuk menciptakan aturan Dharma Dalam masyarakat Hindu Bali personafikasi Dewi Kali diwujudkan dalam wujud Rangda, sebagai ratu ilmu hitam.
 
@Ozma,
Wow keren bro...:D
Pengetahuan anda mengagumkan....* SALUT *
 
^koq jadi ribut ya bro... /wah

OZ pengen nanya dikit donk..
smoga berkenan ya..

Oz ingin tanya

1. perihal penamaan AVATARA ke 9..

Kenapa ramalan itu namanya Buddha avatara ?
Sedang Buddha adalah gelar utk orang yg tercerahkan / sadar... ?

Kenapa gak GAUTAMA avatara ?
Sama seperti Krishna AVATARA yg menyebutkan nama ?

Karena amat sangat rancu bila dikatakan Buddha AVATARA kan?
karena siapa saja yg mencapai pencerahan pada masa itu pantas di sebut BUDDHA..

2. Kalo diliat ramalan AVATARA ke 9 ini sangat rinci..sampe ada ramalan ttg siapa orang tua dan posisi kelahirannya
Gmn dgn AVATARA lainnya ? apa tertulis secara lengkap juga dimana mereka akan lahir dan siapa orang tuanya ?

3. Kemudian soal Brahma yg disebut Tuhan dalam hindu..
Dalam agama Buddha, brahma sndiri hanya sebuah alam kehidupan..
Dimana brahma hidup di alam paling tinggi di alam tanpa bentuk..tapi mereka mempunyai pikiran dan kesadaran..

Ato mungkin Buddha menunjuk Brahma yg berbeda dengan Brahma(Tuhan) yg dimaksud oleh umat Hindu?
Oz rasa gak mgkin, karena mereka hidup di masyarakat yg sama..
dmn penyebutan nama yg sama..bole dikatakan menunjuk makna yg sama...

Ini menunjukkan banyak perbedaan..
Mungkinkah seorang AVATARA ke 9 bentrok dalam memahami Tuhan dibanding AVATARA lainnya ?

4. Lagi ramalan disni menyebutkan AVATARA ke 10 adalah kalki AVATARA..
sedang Buddha meramalkan Maitreya sbagai SammasamBuddha slanjutnya...
Apakah ada penjelasan lebih lanjut soal ini ?

(kalo dibilang SammaSambuddha bukan seorang AVATARA, maka Buddha GAUTAMA pun bukan AVATARA..karena Buddha Gautama adalah salah satu dari SammaSamBuddha dari 5 SamasamBuddha terdahulu, dan yg lebih aneh..SammasamBuddha terdahulu mnurut Buddha Gautama adalah Buddha Kassapa, bukan Krishna..)

5.

Gmn penjelasan tentang artikel di atas ?

Maaf kalo ada salah2 kata... Thx buat jawabannya :)

The avatarahood of historical Buddha (Sakyamuni/Sakyasingha/Gautama) indeed has been controversial for Vedic followrs since many years before.
It is important to note the difference of theological believes in both traditions, Buddhist and Hindu-Vedic. actually not all Hindu sects accept Buddha as an Avatara of Vishnu and praised Him.
In my observations in some traditions, credos, and most importantly the Vedic sastras, I found some difference ini how they look at The Buddha's position.. as fllws:
(1) The theistic-personalistic schools of Hindu-Vedic accepts the existancy of Ishvaram or Parabrahmam (The Supreme Personality of Godhead) and atma (the eternal individual self), both are denied by The Buddha (remember His concept of anatta and His silence about Godhead). Of course, how can these theistic schools accept One who straightforwardly against their believes as one Avatara of The Supreme Lord. Sri Vaishnavas and The Madhvas (followers of Acarya RAmanuja and MAdhva) are among them who don't accept The Historical Buddha as Buddhavataram of The Supreme Ishvaram. You get the opinion that you quoted before from them.
(2) Other theistic school accept the historical Buddha as Buddhavatar based on Bhagavata and other Puranas. Thus defending the validity of Vedic prophecy of Bhagavata n Purana. But they accept Buddha as specially empowered and supreme enlighted entity called shakti-avesha-avataram. Buddha wasn't Supreme Parabrahmam Himself. He was an enlighted atma endowed by Buddha-shakti (the power of ultimate enlightenment (uttara-bodhi) of Parabrahmam. The Buddha not the only shakti-avesha-avatara, there're Narada (endowed by Ultimate Devotion), Kumara (Ultimate Renunciation), etc. There're many types of Avatara, and not all worshipped as Supreme Godhead according to Veda.
(3) The impersonalistic-monistic school accepted Buddha as avatara in sense of fully enlighted being. every entity in their fully mature spiritual potency are called liberated enlightened being. When these entities entering mundane world of matter for salvific reasons, they called them avataras. So Buddha was one of them. They saw Vishnu, the source of avataras, not as Supreme Divinity and Personal God, but an expression or manifestation of Formless-Impersonal-Unspeakable Brahman. And His avataras also the expansions of this expression. This is similar to Vyuha conception in Tantra and Mahayana Buddhism.

Plz before discussing Avatarahood of Buddha, we've to understand the avatara conception of Veda and which type of avatar he did belong to. I hope my reply can satisfying for both Hindu and Buddhist.

The sum is:
Did Buddha an Avatara? YES! Why?...bla..bla
Did Buddha an Avatara? NO! Why?...bla..bla
I'll fill these bla...bla..s elabotarely one day. just wait and be patient OK

Thank you very much for discussing this, my brothers. Plz I beg your apologize if any of my words were wrong n insulting you.
AAdiyen Dasan Jagannath.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.