Jual Berita dan Fundamental

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D


Recap Pasar Hari Jumat

Bursa Asia diperdagangkan menguat dipenghujung minggu ini karena pasar AS tutup memperingati hari Thanksgiving sehingga menahan laju penguatan dolar yang beberapa hari terakhir ini menyedot modal keluar dari emerging market.

Akan tetapi penguatan saham Asia diperkirakan berusia pendek karena setelah pasar AS kembali buka maka yield obligasi Amerika akan kembali naik dibumbui harapan-harapan akan kebijakan terbaru Donald Trump.

Indeks acuan Asia Pacific berhasil menguat 0,3% dan diperkirakan menutup perdagangan minggu ini naik 1,4%. Sementara itu saham-saham emerging market secara umum masih melemah dimana indeks acuan MSCI Emerging Markets turun 0,4% hari ini.

Indeks dolar diperdagangkan stabil pada 101,68. Kuatnya data manufaktur dan konsumen AS minggu ini memicu prospek naiknya suku bunga the Fed. Jika membaca tren, maka the Fed kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga di Desember.

Dari Eropa dilaporkan euro mengalami pelemahan dipengaruhi oleh penguatan dolar dan kecemasan pasar akan referendum perundangan Italia. Euro terperosok ke level terendahnya sejak terakhir kali di Maret 2015 terhadap dolar kemarin dan hari ini berhasil memangkas penurunan sampai 0,2% menjadi $1,05685.

Harga minyak cenderung stabil karena pasar menunggu hasil rapat OPEC yang akan diselenggarakan minggu depan, untuk membahas besaran pemangkasan produksi.

Posisi terakhir, US crude diperdagangkan flat pada $47,92 sementara Brent crude tergelincir 0,1% menjadi $48,93. Emas masih tertekan turun 0,6% menjadi $1.176,06 per ounce.

https://id.grandcapital.net/trading/bonus/?utm_source=facebookind&utm_medium=post&utm_campaign=news
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D


Penguatan mata uang seperti real Brazil, rand Afsel dan lira Turki berhasil mengangkat indeks mata uang emerging market capai hari keempat. Saham juga menguat karena optimisme pemangku kebijakan Eropa akan memperpanjang program stimulus sehingga mendongkrak permintaan akan barang-barang ekspor.


Lira menguat 1,7% menjadi 3,3897 per dolar karena spekulasi kebijakan PM Yildirim positif bagi mata uang nasional. Sementara itu rupiah berhasil menguat setelah menteri keuangan mengatakan investor asing memborong obligasi sampai 6,4 triliun rupiah selama lima hari.

Dolar diperkirakan akan terdepresiasi di tahun depan karena presiden terpilih Donald Trump cenderung ingin melemahkan mata uang nasional agar industri dalam negeri lebih bersaing.

Menurut Mark Mobius, executive chairman Templeton Emerging Markets Group, negara yang menjadi ladang potensial untuk investasi di 2017 adalah Thailand, Vietnam termasuk Brazil dan India.

Sementara negara-negara barat masih dianggap belum ideal karena neraca mereka cenderung timpang, banyak hutan tak terbayar dan jika berinvestasi kesana maka anda akan kehilangan uang. India masih dianggap tempat paling potensial untuk berinvestasi dalam 10 tahun mendatang.

https://id.grandcapital.net/my/accounts/register/?next=/account/create/?utm_source=facebookind&utm_medium=post&utm_campaign=news
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D


Euro perlahan memulih di sesi Jumat setelah kelanjutan program cetak uang Bank sentral Eropa hingga akhir tahun depan menyebabkan mata uang uni eropa tersebut catat penurunan terbesar hanya dalam sehari terhadap dollar bahkan lebih buruk dari penurunan efek dari keputusan Inggris Raya yang memutuskan keluar dari Uni Eropa pada Juni silam.


Bank sentral mengatakan akan mengurangi angka pembelian bulanan mereka akan meneruskannya lebih lama lagi dari yang diperkirakan pasar dan disertai dengan sejumlah langkah lainnya yang dinilai negatif bagi mata uang tunggal tersebut untuk kedepannya.

Kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pekan depan tampaknya sangat mempengaruhi pasar, dan mungkin akan menjadi sinyal yang lebih bullish atas kenaikan suku bunga selanjutnya di tahun depan setelah Presiden Fed Janet Yellen memprovokasi kenaikan lanjutan tersebut.

Ada argumen yang cukup kuat bagi dolar untuk terus meningkat bahkan hingga tahun depan. Suku bunga AS saat ini sudah jauh lebih tinggi dari Jepang dan Eropa yang setara dan ekonomi lebih luas serta proyeksi kebijakan masih juga menunjukkan arah yang berlawanan.

Sementara itu Presiden ECB Mario Draghi menekankan keraguan yang masih terjadi atas peningkatan inflasi dan pertumbuhan di Eropa dan bank sentral menurunkan perkiraan inflasi untuk tahun 2018 dan menyatakan akan tetap di bawah targetnya sebesar 2 persen di tahun selanjutnya.

Meski pada sesi kamis turun lebih dari 2 sen, nilai tukar euro terhadap dollar sempat berada di level $1.0612 dan euro berada 1 sen di atas level terendah di November.

https://id.grandcapital.net/partnership/?utm_source=facebookind&utm_medium=post&utm_campaign=news
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D


Pada perdagangan di sesi awal pekan ini, mata uang Asia melemah terhadap dolar. Penurunan ini diyakini karena investor menantikan pertemuan kebijakan Federal Reserve dalam pekan inggu ini sebagai petunjuk kemungkinan pengetatan moneter AS di tahun depan.


Won Korea Selatan dan yuan China melemah karena greenback bertahan menguat menjelang pertemuan Fed yang dilangsungkan selama dua hari yang dimulai besok.

Sementara Dolar Singapura sempat berada di level bawah satu setengah pekan di level 1,4334 dolar AS pada satu titik meski berhasil naik dari level tersebut, didukung oleh aksi jual dolar oleh korporasi. Pasar keuangan di India, Indonesia, Malaysia dan Thailand tutup pada hari ini sehubungan dengan hari libur umum.

Indeks dolar terakhir berada di level 101,57 setelah menyentuh kenaikan di satu setengah pekan 101,78. Kenaikan di awal sesi hari ini membawa indeks dolar kembali berpeluang ke level atas 13 setengah tahun di 102,05 yang sempat di sentuh pada akhir November, ketika greenback menguat karena imbal hasil obligasi AS melonjak atas ekspektasi pengeluaran fiskal yang tinggi dan langkah yang lebih cepat dari Fed atas pengetatan moneter saat Donald Trump terpilih menjadi presiden.

Para pelaku pasar meyakini, mata uang Asia diperkirakan cenderung masih lemah menjelang pertemuan Fed dan dapat mengalami tekanan baru jika imbal hasil obligasi AS lebih tinggi.
https://id.grandcapital.net/trading/cfd//?utm_source=facebookind&utm_medium=post&utm_campaign=news
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D

Bursa Asia diperdagangkan sepi pada Selasa ini karena investor ambil posisi waspada jelang rapat the Fed minggu ini.

Indeks acuan Jepang, Nikkei diperdagangkan flat, setelah sempat dibuka melemah. Indeks Australia S&P/ASX 200 menguat 0,1%, Kospi menguat 0,2% dan indeks Hang Seng melemah 0,4%.

Rapat the Fed akan berlangsung selama dua hari di minggu ini dan merupakan pertemuan terakhir di tahun 2016. Dalam rapat ini the Fed akan menentukan apakah akan menaikkan suku bunga atau tidak. Kecenderungan the Fed menaikkan suku bunga adalah 95,4%.

Isu kenaikan suku bunga the Fed telah mengguncang pasar negara berkembang karena investor menarik modalnya keluar dan mengembalikan investas ke Amerika untuk mendapatkan imbal balik yang lebih tinggi.

Sementara itu dari China beberapa data yang rilis menunjukkan hasil positif, diantaranya produksi industri China berakselerasi 6,2% di November. Penjualan ritel China juga meningkat 10,8% di November. Investor memilih wait and see mengantisipasi terulangnya penurunan tajam saham-saham China, menyebabkan indeks Shanghai Composite Index turun 0,5%.

https://id.grandcapital.net/my/accounts/register/?utm_medium=post&utm_campaign=news
 
Last edited:

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D

Jika the Fed jadi menaikkan suku bunga, maka dolar akan melonjak dan menggoyang mata uang dan bursa saham negara-negara emerging market.

Sebaliknya, jika the Fed memutuskan tidak jadi menaikkan suku bunga, maka dolar akan kembali terkoreksi dan sinyal positif bagi emerging market.

Siapkan diri anda untuk take profit di momen penting ini. Jangan lupa manfaatkan bonus yang Grand Capital sediakan untuk memperkuat posisi anda.

Selamat trading dan "may profit will always be with you"
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D


Ketidakjelasan situasi makroekonomi akan menjadi faktor penggerak pasar Asia ditahun depan. Bursa saham Asia memang mengalami kenaikan bersamaan dengan saham AS menyusul akan berkantornya Donald Trump di Gedung Putih.


Tapi banyak analis memperkirakan inflasi akan melonjak dan kebijakan pengetatan akan semakin intensif ketika Donald Trump resmi berkantor dan aktif bekerja. Disamping itu pasar Asia juga harus menghadapi prospek menguatnya dolar dan kebijakan proteksi perdagangan oleh Amerika.

Sementara China berhasil menstabilkan pertumbuhan ekonominya dengan menggenjot investasi disektor infrastruktur dan akan terus dilakukan meski yuan terus melonjak.

Berikut analisa performa ekonomi negara-negara Asia lainnya.

Jepang memiliki kebijakan yang sejalan dengan Amerika, oleh karena itu selagi optimisme masih kuat terhadap perekonomian AS maka semuanya akan baik-baik saja. Satu hal yang perlu diwaspadai Jepang adalah ketika pasar harus menguji efek dari janji-janji yang dilontarkan Trump ketika kampanye. Konsep yang digulirkan Trump bagus diatas tertas, namun harus dibuktikan dengan implementasi nyata.

Diawal tahun 2016, China seperti tertatih-tatih namun serangkaian data yang rilis mendekati akhir tahun ini menunjukkan perkembangan positif. Perekonomian akan pulih bertahap. Sektor yang diperkirakan akan bersinar adalah perbankan, asuransi dan yang berkaitan dengan konsumen seperti pakaian, makanan, hiburan dll.

Seperti sudah digadang-gadang sebelumnya, di tahun 2017 ini India akan bersinar dan pertumbuhan ekonominya akan mencapai dua digit. Sektor yang akan bersinar diantaranya keuangan, teknologi dan yang berkaitan dengan konsumen. Disamping itu kebijakan pemerintah menerapkan pajak penjualan nasional akan memberi manfaat di jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi.

Potensi ekonomi Korea Selatan akan tersendat sampai negara tersebut dapat menemukan pengganti presiden yang kini terancam dimakzulkan. Selain itu, rencana proteksi perdagangan oleh Amerika atas ekspor Korsel tentu akan membawa dampak tersendiri bagi saham-saham nasional.

Secara keseluruhan, Asia tenggara terancam kebijakan suku bunga the Fed. Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh ditopang oleh komoditas. Namun lemahnya belanja negara dan rendahnya pertumbuhan investasi masih menjadi masalah.

Malaysia juga termasuk negara yang terancam oleh kebijakan proteksi Trump karena pangsa pasar dalam negerinya kecil. Peran serta Filipina di kancah internasional akan sedikit terbatas namun konsumsi nasional dan investasi swasta tetap menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.

Pelemahan ekonomi Singapura akan berlanjut di 2017, dalam jangka menengah pendapatan perusahaan diperkirakan capai level terlemahnya. Sementara Thailand akan dipusingkan oleh meningkatnya hutang rumah tangga dan rendahnya kapasitas utilitas. Perubahan konstituasi akan membawa dampak positif pada stabilitas politik dinegara gajah putih tersebut.

Australia masih menunjukkan kondisi yang stabil dimana keuntungan perusahaan meningkat untuk pertama kalinya dalam 3 tahun terakhir dan kontribusi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi sudah mencapai puncaknya dan akan turun di 2018.

https://id.grandcapital.net/trading/payback/?utm_source=facebookind&utm_medium=post&utm_campaign=news
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D
https://dl.******.id/forexstarmoon.com/files/2016/10/FOMC-meeting-13-oktber.jpg

The Fed naikkan suku bunga, pasar masih gamang


Bank sentral Amerika atau populer dengan the Federal Reserve pada hari Rabu waktu setempat akhirnya menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam satu tahun terakhir.


Kejutan the Fed tidak berakhir disitu, karena otoritas keuangan paling berkuasa di AS ini memberi sinyal akan ada langkah agresif di tahun depan, ketika pemerintahan Donald Trump resmi melangkahkan kakinya di Gedung Putih. The Fed menaikkan suku bunga jangka pendek pada rentang 0,5%-0,75% dari sebelumnya direntang 0,25%-0,5%. Keputusan menaikkan suku bunga diraih secara bulat.

Disamping itu di tahun 2017 nanti akan ada rencana tiga kali kenaikan suku bunga. Presiden the Fed, Janet Yellen mengakui bahwa mereka turut memasukkan faktor rencana ekonomi presiden terpilih ke dalam proyeksi ekonomi. Dia juga menambahkan bahwa tingginya inflasi dan rendahnya tingkat pengangguran dibanding prediksi the Fed juga merupakan faktor terbesar dinaikkannya suku bunga.

Yellen juga menegaskan akan mengambil sikap "wait and see" mulai saat ini karena penjabaran rencana-rencana Trump dianggap masih abu-abu. "Saya tidak mau berspekulasi sampai yakin betul akan detail kebijakan dan bagaimana kebijakan tersebut mempengaruhi arah perekonomian," ungkapnya.

Setelah keputusan suku bunga, saham AS langsung melejit meski akhirnya ditutup merosot. Beberapa analis berfikir rencana pemangkasan pajak dan menaikkan belanja akan memicu tingginya inflasi dan memaksa bank sentral menaikkan suku bunga lebih agresif.

Pejabat the Fed hanya memberi sedikit petunjuk berkaitan dengan prediksi ekonomi terbaru mereka. The Fed masih memperkirakan pertumbuhan PDB rata-rata 2% dalam kurun 3 tahun kedepan. Tingkat pengangguran masih dikisaran 4,6%.

Secara tersirat, the Fed tidak memperkirakan pasar ketenagakerjaan menunjukkan perbaikan drastis oleh karena itu penjejalan stimulus dari pemerintah tidaklah penting, ungkap Yellen.

https://id.grandcapital.net/trading/payback/?utm_source=facebookind&utm_medium=post&utm_campaign=news
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D


Emas Menuju Penurunan Mingguan Keenam

Meski stabil pada sesi perdagangan Jumat namun perdagangan emas masih berada di harga terendahnya dalam kurun waktu 10 bulan setengah terakhir karena dolar yang masih menguat pasca Federal Reserve pada pekan ini mengisyaratkan bahwa suku bunga berpeluang dinaikkan sebanyak tiga kali pada tahun depan.


Emas spot sempat mencatat kenaikan naik 0,5 persen di harga $1.134,46 per on. Logam mulia ini mencapai harga $1.122,35 pada sesi perdagangan Kamis, terlemah sejak 2 Februari dan turun lebih dari dua persen sepanjang pekan ini, dan membuat emas berada di jalur penurunan mingguan keenam berturut-turut. Sementara emas berjangka AS naik 0,6 persen di harga $1.136,40 per ons.

"Kenaikan suku bunga oleh The Fed pekan ini dan prospek hawkish untuk tahun depan menghasilkan gambaran yang cukup negatif bagi emas," ungkap pengamat dan ahli strategi komoditas.

Semenrar aitu, dolar bertahan di dekat level tertingginya dalam 14 tahun terhadap euro dan sejumlah mata uang mayoritas lainnya karena pasar mereposisi untuk bank sentral AS yang lebih hawkish. Suku bunga yang lebih tinggi pada tahun depan bisa mendorong mata uang AS ke level yang lebih tinggi lagi, alhasil ketika dolar mencatat kenaikan maka akan membuat emas lebih mahal untuk.

Pada perdagangan logam lainnya, perak naik 0,8 persen di harga $16,08 per ons, setelah jatuh lebih dari 5 persen pada sesi Kamis. Platinum naik 1,3 persen menjadi $905,1 setelah turun ke level terendah sejak awal Februari di sesi sebelumnya. Paladium turun 1,2 persen menjadi $692,00, dan berpeluang mengakhiri pekan ini dengan penurunan lebih dari lima persen.
https://id.grandcapital.net/trading/operations_with_money/?utm_source=facebookind&utm_medium=post&utm_campaign=news
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D


Indeks saham Asia lepas hasil positif di awal perdagangan hari ini dan sebagian besar berakhir melemah karena para pelaku pasar ragu atas meningkatnya ketegangan diplomatik antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia, AS dan China.


Indeks komposit Shanghai turun tipis 4,90 poin atau 0,16 persen ke level 3.118,08, dengan ketegangan geopolitik yang semakin tinggi dan data yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan di pasar properti di China juga membebani pasar.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 188 poin atau 0,85 persen pada level 21.832 setelah peneliti pemerintah China memperkirakan pertumbuhan GDP China akan melambat pada 2017 dan yuan akan terdepresiasi sebesar 3 persen menjadi 5 persen.

Bursa Saham Jepang sedikit melemah setelah melaju dalam sembilan hari, setelah yen menguat dan data menunjukkan surplus perdagangan lebih kecil dari perkiraan pada bulan November. Indeks Nikkei turun 9,55 poin atau 0,05 persen ke level 19.391,60 dengan perdagangan yang tipis karena investor mengunci beberapa keuntungan dari hasil positif terbaru seperti bank dan eksportir. Indeks Topix ditutup turun 0,10 persen pada level 1.549,06.

Bursa saham Australia ditutup di wilayah positif setelah Bendahara Scott Morrison memberi pembaruan pertengahan tahun dan ke-tiga lembaga pemeringkat besar mengindikasikan tidak akan ada downgrade untuk saat ini. Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 29,20 poin atau 0,53 persen ke level 5.562,10. Indeks All Ordinaries ditutup naik 23,10 poin atau 0,41 persen pada level 5.612,80.

Smenetara bursa saham Seoul beringsut melemah akibat penjualan institusional bahkan setelah saham Samsung Electronics mencapai rekor tinggi di tengah prospek bullish pendapatan kuartal keempat. Indeks Kospi tergelincir 3,85 poin atau 0,19 persen ke level 2.038,39.

Di tempat lain, indeks acuan India, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Taiwan turun antara 0,2 persen hingga 0,9 persen.
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D


Dolar kembali ke arah level atas 14 tahun terhadap pasangan mata uang utama pada perdagangan sesi Selasa di saat yen harus melepas penguatan pasca pertemuan BOJ dan sebelumnya insiden mematikan di Turki dan Jerman.


AS dolar masih menjadi incaran terhadap mata uang lainnya, dengan indeks dolarn naik kembali ke level 103,36 dari level bawah sesi Senin 102,52, dan mendekati level puncak dalam 14 tahun 103,56 yang dicapai pada sesi Kamis pekan lalu. Dolar juga terbantu oleh komentar optimis dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengenai pasar pekerjaan AS.

Ekspektasi terhadap rencana pemotongan pajak dan belanja fiskal Administrasi Trump yang akan datang dapat mempengaruhi pertumbuhan AS yang lebih tinggi dan inflasi telah mengangkat imbal hasil obligasi AS dan dolar sejak bulan lalu.

Dolar juga naik ke level ¥117,75, pulih dari level penurunan sesi Senin ¥116,55 setelah terjadi aksi beli pasca pertemuan Bank of Japan yang mempertahankan kebijakan moneter pada hari Selasa.

BOJ menegaskan target kembarannya suku bunga minus 0,10 persen akibat beberapa kelebihan cadangan dan imbal hasil obligasi 10 tahun pemerintah nol persen. Meskipun hasil itu sudah diperkirakan, langkah itu terlihat menjadi pembeda dari bank sentral utama lainnya yang kembali memperimbangkan stimulus.
https://id.grandcapital.net/forum/topic/9804/?page=2#post-54642
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D

Dollar Turun dari Level Atas 14 tahun

Dolar kembali turun dari level tertinggi 14 tahun setelah imbal hasil obligasi pada hari Rabu jatuh sementara kekhawatiran atas sektor perbankan sebabkan saham Eropa melemah, karena momentum dari Asia dan Wall Street memudar.


Sebuah keyakinan luas bahwa kebijakan presiden terpilih AS Donald Trump akan meningkatkan ekonomi AS telah mendorong kenaikan dolar dan yield Treasury sejak pemilihannya pada awal November dan mendorong saham AS ke rekor tertinggi.

Namun, beberapa investor tampaknya siap untuk mengambil keuntungan pada Rabu di perdagangan pra-Natal yg tipis.

Indeks dolar turun 0,1 persen, setelah naik 5 persen tahun ini mencapai puncak 14 tahun pada hari Selasa. Euro, yang menyentuh level terendah 14 tahun pada hari Selasa, naik 0,2 persen menjadi $1,0403 sementara yen menguat 0,2 persen menjadi 117,62.

Saham Eropa sedikit melemah. Indeks STOXX 600-Eropa pan turun 0,1 persen, setelah mencapai 11 bulan tinggi pada hari Selasa, dipimpin oleh penurunan saham perbankan.

Saham Monte dei Paschi di Siena Italia, yang harus meningkatkan € 5 miliar pada akhir bulan untuk menghindari intervensi negara, kembali menjadi fokus, dengan sahamnya turun 17 persen.

Imbal hasil 10 tahun Treasury AS turun 1 basis poin menjadi 2,56 persen, setelah sempat mencapai angka tertinggi di lebih dari dua tahun pada minggu lalu pasca Federal Reserve menaikkan suku bunga dan memperkirakan kenaikan lanjutan melampaui perkiraan pasar.
https://id.grandcapital.net/investment/lamm/?utm_source=facebookind&utm_medium=post&utm_campaign=news
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D

Minyak Dihantui Oleh Melimpahnya Persediaan di AS

Stok minyak mentah AS bertambah sebanyak 2,3 juta barel hingga pekan 16 Desember, berlawanan dengan pasar yang berekspektasi persediaan di AS berkurang. Minyak mentah berjangka tergelincir di sesi Kamis setelah persediaan minyak mentah AS yang melimpah ruah di pekan lalu, namun kerugian pasar dibatasi oleh melemahnya dolar AS.


Kenyataannya, sebelum turun, harga minyak mentah sedikit menguat di sesi Kamis pagi. Pada perdagangan di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light sweet kontrak pengiriman Februari yang saat ini turun 0,61% sempat berada di level $52,23 per barel atau turun 26 sen, atau 0,5%, di sesi perdagangan elektronik Globex. Sementara minyak Brent yang saat ini turun 0,57% di bursa ICE Futures London, sebelumnya tergelincir 26 sen, atau 0,5%, ke level $ 54,19 per barel.

Dolar terakhir turun 0,5% di level 93,19, menurut Wall Street Journal Indeks Dollar. Terhubung bisnis minyak dilakukan dalam mata uang dolar, sehingga mata uang AS yang lemah berarti minyak lebih murah bagi pedagang asing.

Tren hrga minyak sedikit bearish setelah Administrasi Informasi Energi melaporkan persediaan minyak mentah AS bertambah 2,3 juta barel di pekan hingga 16 Desember, meruntuhkan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan. Para analis menduga, tingginya impor minyak AS menjadi penyebab di balik kenaikan persediaan yang tak terduga ini. Impor bersih tumbuh sebesar 1 juta barel menjadi 7,9 juta barel pada periode tersebut.

Harga minyak juga mengalami tekanan setelah Libya National Oil Co mengatakan jaringan pipa yang yang lama ditutup telah dibuka kembali di bagian barat negara itu. Jika berkelanjutan, produksi minyak baru, bisa memasok minyak mentah 270.000 barel per hari dalam tiga bulan ke depan.
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D

Emas Masih Menuju Penurunan Mingguan Ketujuh

Harga emas beringsut naik di sesi Jumat, dan berada pada lajur untuk mengakhiri penurunan dalam tiga sesi terakhir, namun tetap saja logam mulia itu masih berpeluang besar mencatat penurunan mingguan ketujuhnya.


Pada awal perdagangan, emas pengiriman Februari naik $1,50, atau 0,1%, di harga $1.132,20 per ons. Untuk minggu ini, emas turun sekitar 0,5%. Emas berhasil menguat karena indeks dolar jeda menguat setelah mencapai level atas 14 tahun di awal pekan ini. Namun logam mulia ini sudah mencatat penurunan 3,7% sepanjang Desember ini, akibat keputusan kenaikan suku bunga dan dollar yang menguat.

Indeks ICE Dollar turun 0,1% pada 102,99. Indek dollar, pada perdagangan hari Selasa, ditutup di angka 103,25, menjadikannya level tertinggi sejak Desember 2002, menurut data FactSet.

Penurunan dolar di sesi Jumat ini terjadi karena gelombang baru di pasar saham AS karena menjelang musim liburan Desember.

Analis mengatakan, baik emas maupun ekuitas diperdagangkan lebih rendah selama dua hari terakhir, karena dolar AS terus bertahan dan mendapatkan nilai. Dan yang mendasari, pengaruh yang dominan terus menjadi penguat posisi karena para pelaku pasar mempersiapkan diri untuk musim liburan mendatang.
https://id.grandcapital.net/forum/topic/9804/?page=3#post-54674
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D

Kekhawatiran Pasar Gelincirkan Dolar

Dolar turun di perdagangan Senin karena pelaku pasar mencemaskan apakah administrasi Presiden terpilih AS Donald Trump dapat memberikan kebijakan ekonomi pro-pertumbuhan baru di tahun depan.


Perdagangan hari ini tipis karena banyak pelaku di berbagai negara menghabiskan masa libur umum. Beberapa profit taking atas penguatan dolar sebelumnya membebani mata uang AS itu.

Pelaku pasar kini enggan untuk mengambil posisi buy pada dolar setelah penguatannya sejak pemilihan presiden AS pada awal November. Pendakian itu didorong oleh spekulasi bahwa Presiden terpilih Donald Trump akan meningkatkan belanja fiskal dan memperkenalkan pemotongan pajak, termasuk kemungkinan keringanan pajak bagi perusahaan AS memulangkan laba yang dihasilkan di luar negeri.

Pelaku pasar sekarang ini justru tengah memantau untuk mengetahui apakah Trump memang akan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan perekonomian AS.

Jika Trump mampu bekerja secara baik dengan Kongres, aksi beli dolar mungkin terjadi. Jika itu terjadi, euro mau tidakmau harus menguji paritasnya terhadap dolar di tahun depan, seorang analis meramalkan.
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D

Harga Rumah di AS Meningkat Tiap Tahun

Harga rumah mencatat kenaikan di AS pada bulan Oktober. Kenaikan ini tergolong tidak drastis, dan sesuai dengan perkiraan, namun kenaikan suku bunga KPR dalam beberapa pekan terakhir diperkirakan bisa menahan kenaikan harga, survei menunjukkan pada hari Selasa.


Indeks komposit S&P CoreLogic Case-Shiller di 20 daerah metropolitan naik 5,1 persen pada bulan Oktober pada basis tahunan, meningkat naik dari hasil revisi penurunan 5,0 persen pada bulan September. Angka indeks pada bulan Oktober sesuai dengan perkiraan 5,1 persen, berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Reuters.

David M. Blitzer mengatakan, bahwa harga rumah dan ekonomi keduanya menikmati angka yang cukup kuat tersebut. Namun, managing director dan juga ketua komite indeks S&P Dow Jones Indices juga mengatakan, kenaikan suku bunga KPR di November dan diperkirakan akan terus meningkat ini karena harga rumah terus melampaui kenaikan upah dan pendapatan pribadi.

Dengan angka kepercayaan konsumen yang saat ini tinggi dan tingkat pengangguran yang rendah, tren keterjangkauan tidak menyarankan pembalikan langsung pada tren harga rumah. Namun demikian, harga rumah tidak akan naik lebih cepat dari pendapatan dan inflasi, Blitzer menambahkan

Harga rumah di 20 kota naik 0,6 persen di Oktober dari angka 0,5 persen pada September yang telah mengalami revisi melampaui ekspektasi untuk kenaikan 0,5 persen. Hasil survei menunjukkan. Harga rumah non-penyesuaian musiman hanya meningkat 0,1 persen dari September.
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D

Asia flat, Australia menguat

Bursa Asia diperdagangkan bervariasi Rabu ini dimana penguatan Wall Street menjadi pemicu naiknya saham-saham Australia.
Sementara itu Nikkei diperdagangkan flat menyusul rilisnya beberapa data dari dalam negeri.

Indeks acuan Australia S&P/ASX 200 diperdagangkan naik 1,1%, penguatan dipimpin sektor komoditas. Terus membaiknya kondisi ekonomi AS memberi dorongan kepada aksi beli tembaga, biji besi dan naiknya harga minyak.

Tadi malam, Nasdaq Composite membukukan rekor tertinggi baru, naik 0,5%. Dow Jones Industrial Average ditutup mendekati level kunci 20.000 berkat positifnya data ekonomi dan harapan kebijakan pemotongan pajak korporat dan stimulus ekonomi oleh pemerintahan Trump dapat mendongrak perekonomian nasional.

Dari Asia dilaporan, lemahnya data makroekonomi Jepang membebani saham-saham lokal meski lemahnya nilai tukar yen justru membuat ekspor Jepang lebih bersaing dengan negara lain. Indeks Nikkei dilaporkan flat setelah data harga konsumen turun selama sembilan bulan berturut-turut di November. Diikuti data yang rilis pagi ini dimana produksi industri naik 1,5% di November tapi angka tersebut sedikit dibawah perkiraan ekonom.

Saham Toshiba jatuh 20,4% setelah perusahaan mengungkap biaya keseluruhan konstruksi reaktor nuklirnya berpotensi menyebabkan penurunan nilai aset beberapa miliar dolar. Wilayah Asia lainnya seperti Kospi diperdagangan melemah 0,8%, Shanghai Composite melemah 0,1% dan Indeks Hang Seng melemah 0,2% setelah libur Natal.

Dari pasar komoditas dilaporkan minyak mentah terus naik setelah sebagian besar anggota OPEC dan non OPEC sepakat memangkas produksi minyak global nyari 1,8 juta barrel yang dimulai Januari nanti. Minyak Brent naik 1,7%.
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D

Ibarat Perawan, Dollar Masih Cukup Menawan

Dolar AS merosot terhadap mata uang utama pada sesi Kamis, meski turun di sesi perdagangan tipis karena investor mengambil keuntungan pasca berhasil mencatat rally yang membuat mata uang paman sam tersebut ke tertinggi multi tahun.


Greenback telah mencatat kenaikan sejak Agustus, menguat hampir 10% selama periode tersebut. Penguatan dolar ini semakin menjadi-jadi sejak pemilihan presiden AS bulan lalu, dengan optimisme atas kebijakan Presiden terpilih Donald Trump diharapkan menjadi penopang penguatan dolar ke level yang terakhir kali disentuh pada 2002 silam.

Penguatan dolar yang sangat drastis ini menimbulkan beberapa khawatiran tentang valuasinya, terutama nilai tukar dolar di level tertinggi multi-bulan terhadap yen dan euro yang sangat mencolok dan membuat jarak paritas untuk pertama kalinya di lebih dari satu decade terakhir. Hal itu dapat menyebabkan beberapa konsolidasi jangka pendek, bahkan dis aat uptrend jangka panjang mata uang itu dipandang memiliki kekuatan.

Bahkan pasar menilai sentimen bullish terhadap dolar cukup tinggi dengan serangkaian data domestic AS yang positif, komentar hawkish Fed dan besarnya harapan akan peningkatan pertumbuhan ekonomi AS sehingga dengan sendiri nya menarik minat pasar untuk mata uang AS tersebut. Hal ini ditambahkan dengan tingginya spekulasi bahwa the Fed diyakini akan kembali menaikkan suku bunga pada 2017, sehingga dolar seharususnya masih menjadi raja di awal 2017."

Padahal sebelumnya, pekan terakhir tahun biasanya pergerakan mata uang tergolong senyap, dengan volume perdagangan yang tipis. Namun, likuiditas rendah dapat menyebabkan tingkat volatilitas yang lebih tinggi juga.
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D

Bursa Asia kurang bergairah jelang Tahun Baru

Bursa Asia diperdagangkan bervariasi Jumat ini sekaligus merupakan sesi terakhir di 2016. Melemahnya dolar memukul saham-saham eksportir dan jatuhnya harga minyak membuat saham sektor energi terjungkal.


Penguatan dolar mulai melambat beberapa hari terakhir ini karena pasar semakin ragu apakah the Fed benar akan menaikkan suku bunga beberapa kali ditahun depan. Minggu ini data National Association of Realtors menunjukkan pending hole sales drop di November, sinyal melemahnya pasar perumahan AS.

Akhir pelemahan dolar, yen berhasil melonjak 0,3% dan membuat produk ekspor Jepang mahal.

Nikkei diperdagangkan melemah 0,5% dan ekspotir kunci seperti Honda Motor drop 1,2%, Nissan melemah 0,5% dan Sony jatuh 0,9%. Sebaliknya, Toshiba menguat 9,2%.

Dari sektor energi dilapokan minyak Brent untuk kontrak Maret jatuh 0,2% dan berhasil naik sedikit disesi Asia pada $56,92 per barrel.

Euro diperdagangkan menguat terhadap dolar pada posisi $1,070. Penguatan yang berlangsung singkat itu juga berhasil mengangkat pound, aussie dan kiwi. Posisi terakhir euro pada $1,0548 terhadap dolar.

Tipisnya perdagangan hari ini juga disebabkan jelang libur Tahun Baru, menyebabkan ada volatilitas dan memicu stop loss akibat aksi beli euro-dolar diatas level 1,05.

Melemahnya dolar juga membantu menekan pelemahan yuan dan berujung kepada menahan derasnya aliran modal keluar dari China. Investor di China melakukan aksi beli aset-aset asing untuk melakukan hedging terhadap mata uang lokal yang melemah.
 

GrandCapitalFX

IndoForum Beginner D

Dollar Pulih di Sepinya Pasar

Dolar pulih dari level terendah dua minggu terhadap sejumlah enam mata uang utama pada hari Senin, meskipun perdagangan tipis karena banyak pasar tutup liburan Tahun Baru.


Greenback melonjak ke level tertinggi 14 tahun pada bulan Desember, didorong oleh ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku sebanyak tiga kali tahun ini, dan bahwa Presiden terpilih Donald Trump akan memicu pertumbuhan dan inflasi dengan program ekspansi fiskal. Dolar mengakhiri tahun dengan kenaikan tahunan hampir 4 persen, kenaikan tahun keempat berturut-turut.

Tetapi indeks dolar turun lebih dari 1 persen selama tiga hari terakhir pekan lalu, penurunan ini diperburuk di sesi Jumat akibat lonjakan singkat untuk euro dengan volume perdagangan yang rendah di Asia.

Mata uang tunggal itu melonjak dua sen ke level $1,07, sebelum dengan cepat kembali mundur. Euro turun tipis pada hari Senin ke level $1,0513, sementara indeks dolar naik seperempat persen ke level 102,43, masih di dekat level puncak 14 tahun 103,65 yang disentuh pada 30 Desember.
 

Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact us untuk memulai.
Top