• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jual Belajar Forex Bersama FBS

3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Menjadi Seorang Trader Sukses

Menganalisis pasar berbeda dengan melakukan trading di pasar. Trading di dalam pasar melibatkan emosi, mengolah probabilitas, dan belajar bagaimana cara menerima kerugian. Sedangkan, menganalisis pasar memungkinkan Anda untuk secara emosional tidak terlibat langsung dalam pergerakan pasar, serta tidak mengalami kerugian ekuitas jika terjadi salah prediksi.

Jika Anda berpikir bahwa Anda belum menjadi seorang trader yang sukses, cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan berikut, untuk memastikan apakah pemikiran Anda benar adanya:
- Apakah trading yang Anda lakukan bertentangan dengan aturan trading yang sudah disepakati?
- Apakah kerugian Anda lebih besar dari keuntungan?
- Apakah Anda mencoba untuk menghindar dari kerugian tetapi malah memperoleh kerugian yang lebih besar?
- Apakah trading yang Anda lakukan terlalu sembrono?

Faktanya, jika Anda tidak berusaha untuk mengambil risiko lebih, Anda dapat dengan cepat kehilangan peluang di awal. Selain karena itu, trader juga sering membuat proses trading menjadi lebih sulit, karena mereka beranggapan bahwa keberhasilan itu hanya sebatas menutup trading yang menang saja, bukannya melihat gambaran penuh dari keseluruhan transaksi.


Yakinlah dengan Pasar

Mungkin Anda berjuang untuk membuat 20, 50, atau 100 + pips pada trading, hanya dilandaskan pada keyakinan yang Anda miliki saja. Dengan berlandaskan keyakinan saja, akan ada kemungkinan terjadi kesulitan dalam trading, karena keyakinan sukses yang diterapkan pada bidang lain, belum tentu sukses diterapkan di dalam pasar trading. Singkatnya, dalam dunia trading, paradoks keberhasilannya adalah dengan cara menyadari dengan cepat, kapan pasar akan melawan trade anda, lalu segera keluar dari transaksi tersebut, dan bukan dengan terlalu memaksakan diri bertahan di pasar (yang sudah jelas akan mendatangkan kerugian).
Untuk mendapatkan cara bagaimana menjadi seorang trader yang sukses, kami mempunyai beberapa alat yang dapat membantu Anda meraih keuntungan. Berikut adalah contohnya:

Spekulatif Sentimen Indeks

Salah satu alat yang dapat Anda gunakan, untuk meraih keuntungan adalah Indeks Sentimen Spekulatif (SSI). Dalam trading, kami menemukan fakta, bahwa mayoritas trader membeli dan menjual pada waktu yang salah. Lebih buruk lagi, mereka sering mencoba untuk menambahkan posisi baru ketika sedang floating. Namun dengan adanya alat ini, Anda akan dapat melanjutkan penjualan mata uang yang sedang menurun. Singkatnya, jika Anda merasa masih belum menjadi trader yang sukses, cobalah strategi otomatis dari indikator SSI ini dan buktikan sendiri hasilnya.

kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


PENGERTIAN OVERBOUGHT DAN OVERSOLD

Dalam pasar trading, entah itu index, komoditas ataupun forex ada istilah Overbought dan Oversold. Apa itu overbought atau oversold ? mari kita bahas secara singkat.

Kondisi Overbought dan Oversold pada Stochastic

Istilah Overbought dan Oversold adalah gabungan dari dua kata. Over yang artinya terlalu atau sangat, sedangkan bought adalah beli dan sold adalah jual. Dalam dunia investasi, over diartikan dengan “Jenuh”.

Overbought atau disingkat (OB) adalah suatu keadaan atau kondisi dimana harga sudah mengalami jenuh beli. Dalam artian ini, jenuh beli yang dimaksud adalah, secara umum harga sudah terlalu mahal dipasaran, dan logis jika harga nantinya akan diturunkan. Pada kondisi seperti ini, para pembeli biasanya terlihat menutup semua posisi buy dan menunggu momentum adanya demand/permintaan yang dirasa masuk akal. Dalam visual chart grafik, harga akan bergerak turun setelah kondisi dirasa sudah overbought. Hal tersebut dikarenakan pada pasar saat itu para pembeli sudah sedikit dan mereka melakukan aksi taking profit secara bersamaan. Jadi wajar saja jika pasar bergerak turun jika harga sudah overbought atau jenuh beli.

Sedangkan Oversold atau (OS) adalah suatu kondisi dimana harga sudah mengalami jenuh jual. Artinya harga sudah dirasa terlalu murah dan harus dinaikan. Seperti halnya kondisi overbought, oversold juga bisa mencerminkan kondisi pasar saat itu, yaitu para penjual sudah menurunkan harganya terlalu rendah kemudian datanglah para pembeli. Hal ini yang membuat harga bergerak naik setelah pasar sudah dirasa oversold atau jenuh jual.

Ada banyak sekali parameter dan indikator yang bisa memvisualkan kondisi overbought dan oversold ini. Dalam metatrader pun sudah disediakan indikator-indikator untuk melihat pasar dalam kondisi tertentu, seperti indikator RSI, ATR dan Stochastic. Hanya dua indikator yang umum digunakan oleh para trader untuk melihat kondisi pasar dalam keadaan tertentu, yaitu RSI dan Stochastic. Dua indikator ini sangat mudah digunakan dan memberikan sinyal yang valid.

Pada tulisan lain, kita akan membahas tentang kedua indikator lainnya. dalam tulisan lain kita akan membahas secara tuntas setup-setup dan cara menggunakan dan membaca indikator RSI dan Stochastic.

Ingin tau lebih banyak ? - Langsung saja surfing ke fxbazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Bahaya Over Trading

Sesuatu yang berlebihan pasti berdampak apapun terhadap lainnya. makan terlalu banyak juga bukan solusi bagi anda pengguna pelangsing obat diet paling mahal. Kontrol kesehatan trading anda dengan trading plan yang baik, toh besok bursa masih buka. Tidak di awang-awang, mendaratlah!

Beberapa faktor yang mendorong over trading:

1. Menelan bulat-bulat rekomendasi pialang

Rekomendasi pialng harus membantu Anda dalam mengambil keputusan. Namun terkadang pialang lebih tertarik terhadap fee. semakin aktif Anda bertransaksi, fee semakin deras mengalir ke kantong pialang. cobalah menjalin persahabatn dengan seorang analis pasar atau anda dapat berlangganan informasi pasar dan rekomendasi dari berbagai situs yang menyediakan jasa tersebut. Akan membantu Anda lebih objektif mengambil keputusan.

2. Memiliki Tekhnik dan Strategi

Anda mesti membuat beberapa prosentasi target return yang rasional dalam sebulan ataupun setahun, dan kerugian yang dapat Anda tolerir, stop! menggunakan jurus mabok, nabrak sana, nabrak sini, apalagi terjebak dalam saham gorengan, maka kiamat kecil akan datang bagi Anda yang lengah.

3. Kemajuan Tekhnologi

Kemajuan tekhnologi memberikan dampak luar biasa bagi kehidupan kita. Namun, tidak bagi mental yang menganggap bahwa tekhnologi adalah segalanya. Kecepatan bisa menjadi masalah bagi rem blong, yang membuat portofolio anda semakin tertekan karena anda terlalu asik trading tanpa batas.

4. Bukan Judi

Membandingkan bursa saham dengan meja kasino adalah masalah besar. Anda harus respect terhadap apa yang anda kerjakan. Menghabiskan koin terakhir dalam meja yang sama hanya akan merobek kantong anda sendiri. Berdoalah sebelum trading! Untuk mengingatkan diri sendiri agar lebih jernih dan sabar ketika trading

kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Bisnis Forex

Bagaimana dengan bisnis forex modal kecil ?

Modal gratis saja bisa apalagi modal kecil tentu saja sangat bisa. Namun jika modal yang digunakan kecil maka jangan terlalu berharap mendapatkan keuntungan yang besar. harapkan saja keuntungan sewajarnya sesuai dengan besarnya modal.

Jadi berapa modal minimal bisnis forex ?

Aturan di FBS untuk akun micro modal minimalnya $5, akun standar $100 dan akun unlimited $500. Mengenai besarnya modal ini kembali pada anda, berapa keuntungan yang ingin didapatkan ? Semakin besar modalnya maka keuntungannya pun bisa lebih besar.

Apa kelemahan dan keunggulan bisnis forex dibanding bisnis lain ?

Keunggulannya yaitu mudah dilakukan, tidak perlu menyiapkan banyak hal dan banyak orang. Cukup anda sendirian pun bisa menjalankan bisnis forex.

Apa keuntungan dan kerugian bisnis forex ?

Keuntungannya yaitu bisa dilakukan sendirian tanpa perlu campur tangan pihak lain, sehingga jika anda untung maka keuntungannnya untuk anda semua. Dalam bisnis forex anda mengelola uang sendiri dan menikmati hasilnya sendiri dengan kemampuan sendiri. Kerugiannya jika terjadi kehilangan modal akibat rugi maka cuma anda sendiri saja yang menanggungnya.

Apa resiko bisnis forex ?

Sama seperti bisnis lainnya, resiko bisnis forex adalah kehilangan modal. Namun jika bisnis ini diusahakan dengan benar-benar maka tentu saja resiko ini bisa diminimalisir. Bahkan bisa menjadi sebuah bisnis yang sangat menguntungkan.

kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Melatih kesabaran

Mengurangi position size atau memperkecil leverage

Trader mengalami kerugian, ia sangat berharap dan kadang yakin bahwa trade berikutnya pasti profitable. Alhasil ia memperbesar position size diluar rencana trading, dengan demikian ia juga memperbesar resiko. Apakah benar trade tersebut profitable? Tidak seorangpun tahu termasuk trader tersebut. Yang pasti ia telah menyalahi aturan yang disepakatinya sendiri mengenai besarnya resiko yang bisa ditanggung pada setiap trade. Perlu diketahui persentasi profit yang mesti Anda peroleh untuk menutup kerugian adalah lebih besar dari persentasi kerugian itu sendiri. Jika Anda rugi 25% dari balance, maka harus profit 33.3% agar breakeven atau balik modal.

Dengan mengurangi position size (bukan malah memperbesar) ketika Anda merasa tidak sabar akan bisa meredakan stress karena tidak terlalu khawatir lagi pada besarnya kerugian yang bakal Anda alami. Dengan cara ini Anda akan bisa melatih kesabaran. Selain mengurangi position size, Anda juga bisa memperkecil leverage sehingga margin Anda lebih besar. Margin akan membatasi besarnya kerugian jika mungkin Anda tidak menggunakan stop loss. Namun hal ini tergantung dari broker Anda, apakah bisa berganti leverage pada setiap trade.

kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Apa yang dicari di suatu broker/dealer Forex online

1.Spread yang Rendah

Di perdagangan Forex, “spread”nya berbeda antara harga pembelian dengan harga penjualan pada setiap pasangan mata uang yang ada. Spread yang lebih rendah akan menghemat uang Anda.

2. Pembukaan dengan rekening minimum yang rendah

Bagi mereka yang baru mengenal perdagangan Forex dan mereka yang tidak memiliki resiko modal uang jutaan dolar untuk diperdagangkan, agar dapat membuka rekening perdagangan mikro hanya dengan $250 (kami anjurkan minimal $1,000) sudah cukup bagus bagi para pedagang pemula.

FBS menyediakan akun cent dengan minimal deposit hanya 1$

3. Pelaksanaan otomatis yang cepat pada order Anda

Hal tersebut di atas sangat penting ketika memilih broker Forex. Jangan terpaku kepada sebuah firma yang meng-kuota Anda kembali ketika Anda meng-klik pada suatu harga atau kepada sebuah firma yang memungkinkan terjadinya ‘selip’ harga. Hal ini sangat penting ketika berdagang dengan keuntungan yang kecil.

Anda membutuhkan apa yang kami sebut sebagai broker WYSIWYG (diucapkan wiz-ee-wig) ini berarti Anda memerlukan pelaksanaan order Anda dan harga yang Anda lihat dengan cepat dan “klik” harga yang harus Anda dapatkan ... WYSIWYG = What You See Is What You Get! (Apa yang Anda lihat itulah yang Anda dapatkan!)

4. Grafik dan analisa teknis gratis

Pilih seorang broker yang memberikan Anda akses untuk grafik dan analisa teknis yang terbaik yang tersedia bagi para pedagang aktif. Carilah seorang broker yang memberikan layanin grafik profesional secara gratis dan memungkinkan para pedagang untuk berdagang secara langsung di grafik-grafik tersebut.

FBS mempunyai hal ini semua

5. Leverage

Leverage dapat membuat Anda super kaya tetapi juga dapat membuat Anda super bangkrut. Kebanyakan, menjadikan seperti yang terakhir disebut. Sebagai seorang pedagang yang tidak berpengalaman, anda tidak ingin terlalu banyak leverage.

FBS menyediakan leverage maksimum 1:2000

kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Mengenal ‘Fed Rate’

Fed Rate, atau suku bunga Federal Reserve, adalah kurang lebih sama dengan BI Rate (penjelasannya baca disini) dimana itu adalah tingkat suku bunga untuk satu tahun yang ditetapkan oleh The Fed sebagai patokan bagi suku bunga pinjaman maupun simpanan bagi bunk dan atau lembaga-lembaga keuangan di seluruh AS. Simpelnya ketika Fed Rate naik, maka bunga pinjaman maupun simpanan di bunk dan lembaga keuangan lainnya juga bisa naik. Jika bunga simpanan di bunk-bunk di Amerika naik, maka itu akan menarik minat investor dari seluruh dunia untuk menempatkan danang mereka dalam bentuk tabungan/deposito di Amerika. Tidak hanya bunga tabungan, ketika Fed Rate naik maka bunga obligasi yang diterbitkan perusahaan-perusahaan di Amerika juga biasanya akan ikut naik. Kalau kita ambil contoh BlackRock, perusahaan asset management terbesar di dunia asal New York, AS, mereka lebih banyak menempatkan portofolionya di instrumen obligasi ketimbang saham (53.3% berbanding 43.5%, sisanya dalam bentuk istrumen pasar uang termasuk deposito). Jadi jika Fed Rate naik maka bisa dipastikan bahwa mereka akan menarik minimal sebagian investasinya dari negara-negara diluar Amerika (termasuk dari Indonesia, jika mereka turut menempatkan sebagian kecil investasinya disini) untuk balik kandang ke negara mereka sendiri.

Penetapan Fed Rate juga bertujuan untuk menyeimbangkan antara tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi di AS. Simpelnya, ketika Fed Rate diturunkan, maka para bunk di Amerika akan ‘dipaksa’ untuk menyalurkan kredit ke masyarakat. Sebab kalau mereka hanya mau main aman dengan menaruh danang di The Fed (risiko kredit macet di The Fed sangat kecil, karena dijamin oleh Pemerintah AS), maka mereka hanya akan menerima bunga yang amat sangat kecil, yakni 0.25% per tahun. Dan ketika para pengusaha/perusahaan menerima kredit/pinjaman dari bunk, maka mereka akan menggunakannya untuk mendirikan pabrik dll, yang kemudian menciptakan lapangan kerja, dan pada akhirnya menumbuhkan perekonomian secara keseluruhan.

Sebenarnya, ketika Amerika mengalami krisis pada tahun 2008 dan 2009 dimana pertumbuhan ekonominya tercatat negatif, maka seharusnya Fed Rate diturunkan ke level yang lebih rendah lagi. Namun karena Fed Rate tidak bisa ditetapkan pada level 0% apalagi negatif, maka The Fed menggunakan instrumen lain yakni quantitative easing (QE), dimana The Fed itu sendiri yang mencetak uang Dollar baru dan menyalurkannya ke masyarakat, dengan harapan itu akan memudahkan orang-orang untuk melakukan transaksi jual beli, dan pada akhirnya menumbuhkan perekonomian. Penjelasan selengkapnya baca lagi disini.

Disisi lain, ketika para bunk jor-joran dalam menyalurkan kreditnya, dan The Fed itu sendiri mencetak banyak uang Dollar baru melalui program QE tadi, maka jumlah uang yang beredar di seluruh penjuru Amerika akan meningkat signifikan sehingga bisa menyebabkan kenaikan inflasi. Karena itulah, ketika Amerika sudah kembali mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif namun disisi lain tingkat inflasi juga turut naik, maka program QE tadi bisa dihentikan (istilahnya tapering, penjelasannya baca disini), dan Fed Rate juga bisa kembali dinaikkan agar tingkat inflasi bisa kembali turun ke level yang aman.

Nah, berdasarkan data terbaru dari US Bureau of Economic Analysis, Amerika mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 2.4% secara year on year pada tahun 2014, dan itu sudah jauh lebih baik dibanding puncak krisis global pada awal tahun 2009 lalu, dimana pertumbuhan ekonomi Amerika tercatat minus 4.2%. Namun menariknya, tingkat inflasi juga ternyata masih terjaga di level yang sangat aman, yakni minus 0.1% (year on year, bukan monthly) alias deflasi pada Januari 2015, atau terendah sejak 2009. Berdasarkan fakta inilah, maka pernyataan Ms. Yellen bahwa The Fed tidak akan buru-buru menaikkan Fed Rate menjadi bisa dijelaskan. Karena untuk apa menaikkan Fed Rate kalau data pertumbuhan ekonomi dan inflasi sama-sama menunjukkan angka yang bagus? Ceritanya mungkin baru akan berbeda jika Pemerintah Amerika menginginkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi (karena pertumbuhan 2.4% tadi biar bagaimanapun masih relatif rendah), dimana mereka akan meminta The Fed untuk menaikkan Fed Rate.

Problemnya adalah, karena posisi Fed Rate sudah mentok di level terendahnya yakni 0.25%, maka praktis cuma soal waktu saja sebelum dia akan dinaikkan kembali, dan dia bisa naik sampai level berapa saja. Karena meskipun posisi Fed Rate pada saat ini tampak sangat rendah dibanding dengan rate dari bunk-bunk sentral di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia, dimana BI Rate-nya mencapai 7.50%), namun dimasa lalu Fed Rate juga pernah ditetapkan pada posisi yang sangat tinggi, termasuk pernah menembus angka 19% pada awal dekade 80-an

kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Mengikuti sebuah trend cara terbaik untuk meraih profit dalam trading forex

Banyak para trader yang mengatakan bahwa untuk dapat meraih profit di dalam trading forex adalah dengan mengikuti sebuah tren pasar yang sedang terjadi. Dan rupanya perkataan para trader profesional itu sudah banyak dibahas di sebuah forum-forum di internet, Akan tetapi pada kenyataannya masih banyak para trader(terutama pemula) yang sudah mencoba menerapkan teori tersebut dalam pasar forex,tetapi masih banyak yang selalu floating minus dan akhirnya terjadi margin call, sehingga bukannya profit yang didapat namun justru loss yang terus menerus.

Sebenarnya untuk dapat mengikuti sebuah tren pergerakan mata uang dalam trading forex, ada ilmu yang sangat populer dikalangan para trader profesional, ilmu mengenai trend ini adalah teory elliot wave. Menurut teory elliot wave, Sebuah trend itu di bangun dengan 5 wave(gelombang gigi gergaji) .

Berikut contoh penjelasan sebuah kasus. Saya ambil contoh misalnya pada trend naik

8c01fafac257e025513af9c6642d5936.png

Cara menganalisa tren naik forex

Menganalisa tren naik forex

1- Wave pertama: harga mulai beranjak naik karena beberapa trader merasa sudah waktunya trend balik arah.

2- Wave kedua : karena baru membentur garis trend dan memasuki area jenuh , beberapa trader melakukan aksi profit taking sehingga harga turun namun tidak lebih rendah dari ujung trend turun.

3- Wave ketiga : Banyak trader menyadari bahwa trend baru sudah dimulai , sehingga ikut menunggangi trend tersebut dan membuat harga bergerak panjang.

4- Wave empat : Harga sudah terlalu tinggi sehingga beberapa trader menutup posisinya untuk mengamankan profit.Hal ini membuat harga terkoreksi turun .

5- Wave lima : Harga kembali naik, karena sebagian trader baru melihat bentuk trend dengan sangat jelas, sehingga mereka berpikir untuk mengikuti trend padahal harga sudah memasuki area overbought.

Cari trend turun , lalu buat garis trend turun. Setiap kali melakukan koreksi dan menyentuh garis trend turun , market akan turun lebih rendah dari titik terendah sebelumnya . Oleh karena itu jika ada yang setelah menyentuh garis tred turun kemudian tidak bergerak turun lebih rendah , itulah yang kita anggap sebagai wave kedua.

Setelah wave kedua terbentuk , perhatikan candlesticknya apakah membentuk lembah atau huruf V . Bentuk lembah atau huruf V bisa dilihat dari arah candle ketiga turun, body candle kedua lebih kecil dari body candle ketiga dan close candle ke satu lebih tinggi dari close dan open candle ke 2 . Seperti ini :

31b603574f5ecfbe01cb40ffeee6c7c5.png

Jika candlesitck telah membentuk pola V serta nilai terendah poola V lebih tinggi dari titik terendah trend turun, saat itulah kita bisa memprediksi bahwa arah market selanjutnya akan naik. Jadi kita bisa mulai membuka Open Buy .

kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Filosofi Roda Dalam Dunia Trading

Filosofi Roda Kehidupan seorang trader. Sangat mustahil jika ada trader yang mengatakan bahwa dia selalu profit dan tidak pernah loss sama sekali. Dalam sejarah, tidak ada yang bisa memprediksi pergerakan harga pasar dengan akurat dan konsisten! Jika ada, maka orang itu bisa menjadi orang terkaya di dunia. Tapi sayangnya tidak ada yang bisa melakukan itu.

Berikut ini merupakan beberapa poin yang bisa merubah konsep dan mindset yang salah mengenai bisnis trading ini:

- Hilangkan mindset Anda yang berpikir bahwa semakin banyak trading (open position) semakin banyak pula peluang profit yang bisa terjadi. Ingat, di bisnis ini peluang profit dan loss memiliki presentase yang sebanding. Jangan terlalu rakus memikirkan keuntungannya saja.

- Tetap konsisten dengan limit yang telah ditentukan pada trading plan. Jika sejak awal anda telah menentukan limit open posisi sebanyak 2 kali maka jangan pernah mengambil lebih banyak dari itu. Anda juga harus konsisten dengan jumlah limit TP (Take Profit) dan SL (Stop Loss) yang dipasang pada tiap entry point. Baca: Cara Memasang Entry Point

- Trading itu bukan hanya sekedar mengikuti Trend Bullish ataupun Bearish. Anda harus bisa beradaptasi dengan keadaan pasar yang sangat ekstrim. Anda harus bisa melihat segala kemungkinan yang akan terjadi. Baca: Psikologi Trading: Tiru Karakter Bunglon

- Jangan hanya fokus pada uang, uang dan uang. Anda harus menikmati proses yang terjadi dalam trading. Tidak ada yang instan dalam bisnis ini. Anda harus punya tujuan dalam trading, bukan hanya dari segi uang. Anda harus tahu uang tersebut akan digunakan untuk apa. Banyak aspek yang bisa Anda jadikan untuk memotivasi aktifitas trading anda. Bahkan Anda bisa berpikiran "dermawan". 10 persen keuntungan dari tiap transaksi yang dilakukan dianggarkan untuk dibagikan kepada orang yang membutuhkan.

kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Pengertian Contract for Difference (CFD)

CFD (Contract for Difference), atau kontrak untuk perbedaan merupakan kontrak derivatif yang pada dasarnya mungkin berupa instrumen keuangan (saham, obligasi dan sekuritas lainnya dan juga instrument derivative lainnya seperti kontrak future untuk komoditas atau nilai indeks saham dll).
Sebuah kontrak untuk perbedaan ini merupakan perjanjian antara dua pihak untuk membayar selisih antara harga beli dan harga penjualannya. Jika saat harga transaksi nilai kontrak meningkat maka penjual membayar perbedaan pembeli. Jika harga turun maka pembeli membayar kepada penjual.Dengan demikian, CFD memungkinkan Anda untuk mendapatkan keuntungan lebih baik dari pertumbuhan maupun juga pada insiden penurunan instrumen yang mendasari kontrak. Selain itu, CFD memiliki ambang input rendah dengan persyaratan margin kecil dan bahwa klien dapat melakukan transaksi, mulai dari 0,1 kontrak pertukaran.
Dengan bertransaksi CFD, anda dapat memperoleh keuntungan jika :
  • Terjadinya peningkatan atau turunnya bursa saha, menggunakan CFD atas saham Individu/sendiri atau CFD pada bursa saham berjangka.
  • Adanya perubahan harga dunia atas produk yang paling populer, dengan bantuan CFD pada bursa berjangka komoditi.
  • Terjadinya peningkatan/penurunan dibursa obligasi, dengan bantuan CFD futures pada bursa obligasi dan tingkat suku bunga antar bunk.
  • Anda dapat menggunakan strategi yang lebih canggih, dengan menggunakan beberapa alat dalam kombinasi.

Fitur Trading CFD

1. Fitur Leverage

Jaminan dibebankan atas transaksi alat CFD tidak tergantung pada leverage akun klien. Jaminan untuk alat CFD ditetapkan sebagai berikut :
  • Untuk CFD pada saham adalah 10% dari posisi terbuka (jumlah lot x 100 saham x harga pembukaan). Dengan demikian, leverage untuk saham adalah 1:10, namun leverage yang relatif rendah, membuat instrumen ini kurang menarik untuk spekulasi, karena saham memiliki pergerakan harga instrumen transaksi yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan pasangan mata uang.
  • Untuk CFD pada bursa berjangka komoditi jaminan ditentukan secara individual untuk setiap kontrak, nilai-nilai ini juga dapat ditemukan dalam spesifikasi kontrak. Misalnya, untuk CFD pada komoditi minyak merek Light Sweet jaminan deposit adalah $3200 per lot, dan untuk CFD pada kontrak berjangka indeks EURO STOXX 50 adalah €1.200, jaminan dalam hal ini akan diperhitungkan ke Dolar AS (USD) pada kurs saat ini.
Mengingat bahwa jaminan telah ditetapkan secara individual untuk setiap kontrak, leverage juga ditentukan secara individual.

2. Fitur Waktu Transaksi

Waktu trading ditentukan dalam spesifikasi kontrak. Misalnya, untuk CFD pada saham AS waktu transaksi 16.30-23.00 (GMT +2), untuk CFD komoditi waktu transaksi ditetapkan secara individual.

3. Spread

Untuk semua instrumen CFD ditetapkan adanya floating spread. Karena itu, perusahaan MasterForex menyediakan instrumen yang paling likuid, dimana spread sangat minimal.

4. Komisi Trading

Untuk CFD pada saham adalah 0,12% dari kontrak. Komisi = jumlah lot x 100 x harga pembukaan x 0,12%

cb2f937bb8e7768d22ba601a8719f093.png

Komentar : Komisi dibebankan pada keduanya hanya 1 kali yaitu ketika Anda membuka transaksi di FBS

5. Akhir dari Komoditi CFD

CFD pada kontrak futures berjangka. Ini berarti bahwa instrumen apapun dapat ditransaksikan untuk suatu jangka waktu tertentu, dimana setelahnya semua posisi harus ditutup.
Dalam rangka mengamati kecenderungan umum dari pergerakan harga dan untul memfasilitasi transaksi maka digunakan instrument instrumen dengan nama permanen, terlepas dari kontrak yang berlaku.
Menjelang hari berakhirnya periode transaksi dari setiap kontrak, semua posisi harus ditutup. Jika posisi tetap terbuka pada akhir hari maka semua posisi akan ditutup secara otomatis pada harga yang berlaku saat itu. Pada hari berikutnya transaksi dibuka untuk kontrak berikutnya dari intrumen tersebut.

Contoh Transaksi CFD

1. Transaksi CFD pada saham

Misalkan : diharapkan bahwa saham Coca-Cola Company berkembang. Harga saat ini dalam sistem transaksi untuk pembelian adalah $61,20, penjualan – $ 61,19. Terjadi pembelian 300 lembar saham (3 lot) pada harga saat ini $ 61,20 :
Membeli 300 lembar saham (3 lot), di 61,20
Misalkan : dalam dua jam kemudian, harga pembelian telah naik dan sekarang berada pada $61,57 untuk harga beli dan $61,56 untuk harga jual. Untuk mendapatkan keuntungan maka dilakukan penjualan seluruh saham yang dibeli sebelum harga saat ini $61,56.
Menjual 300 lembar saham (3 lot), di 61,56
Dengan demikian laba bersih per saham adalah 36 sen ($61,56 – $ 1,20), dari 300 lembar saham akan menerima keuntungan sebesar $108Jika anda trading CFD pada saham MasterForex perlu diingat bahwa ada komisi perusahaan sebesar 0,12% dari besarnya kontrak. Dalam transaksi ini komisi akan dikenakan pada saat pembukaan order sebesar $22.03 ($61.20 x 300 x 0.1%). Dengan demikian, hasil keuangan dari transaksi ini akan menerima sebesar $85,97 ($108 – $22,03).

2. Transaksi CFD pada bursa berjangka Komoditi

Asumsikan sebagai berikut : diharapkan penurunan harga minyak. Harga di terminal trading CFD atas komoditi berjangka merek Light Sweet dengan pengiriman pada bulan Desember 2010 adalah $81,43 untuk pembelian dan $81,42 untuk penjualan. Diambil keputusan untuk menjual 0,5 kontrak pada harga saat ini $81,42 :
CLZO Jjual 0,5 lot pada $81,42
Hari berikutnya diambil keputusan untuk menutup posisi. Ketika harga mencapai $80,23 untuk pembelian dan $80,22 untuk penjualan, posisi ditutup pada harga saat ini $80,23.
CLZO Buy pada 0,5 lot pada $80,23

Hasil transaksi dapatdihitung dengan 2 cara :
Dari kontrak dimana untuk instrumen ini adalah 1000 barel minyak: 1000 x 0,5 x (81,42-80,23) = $595; (kontrak ukuran x jumlah x (jual – beli))
Dari harga beli jadi, yang ditetapkan dalam spesifikasi kontrak (untuk ukuran instrument jati tersebut besarnya = 0,1, harga $10) : 0.5 x (($81.42 – $80.23) / 0.01) x $10 = $595; (jumlah beli x ((jual – beli)/besar/ukuran jati) x harga jati).
Untuk transaksi CFD pada komoditi berjangka juga akan dikenakan komisi per transaksi, tapi di sini adalah tetap sebesar $14,75 untuk tiap lot (komisi juga diambil saat Anda membuka posisi).

kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Pilihlah Waktu Yang Tepat Untuk Trading

Meskipun pasar forex buka 24 jam sehari bukan berarti bahwa terjadi aktifitas transaksi jual-beli (pergerakan harga) secara non-stop pada setiap saat. Maka dari itu, penting sekali bagi para trader untuk secara bijaksana mengatur dan memilih jam trading forex yang terbaik.

Tidaklah mungkin bagi seorang trader untuk trading setiap hari di setiap sesi forex. Setiap orang memerlukan istirahat, demikian pula bagi trader.

Selain belajar mengenai strategi dan cara trading forex, setiap trader harus mengerti betul KAPAN jam-jam trading forex terbaik, atau sebaliknya dapat pula dikatakan: setiap trader harus mengerti KAPAN jadwal pasar forex yang tidak tepat untuk trading.

Dengan mengetahui dan menjalankan aktifitas trading pada saat yang tepat akan membantu meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan/profit dalam trading.

Pertimbangan Memilih Jam Trading Forex Terbaik:
  • Saat dimana dua sesi trading berlangsung pada saat bersamaan (overlap). Biasanya pada saat-saat ini pula berita finansial disiarkan dan akibatnya akan terjadi pergerakan pasar ke arah tertentu. Anda bisa dengan mudah mencari informasi mengenai jam buka pasar forex.
  • Sesi Eropa (London) cenderung lebih aktif daripada sesi-sesi yang lain.
  • Pada hari-hari di pertengahan minggu biasanya terjadi lebih banyak pergerakan pasar, dimana selisih perbedaan harga akan cukup besar untuk pasangan-pasangan mata uang yang utama.
Jadwal Forex Yang Kurang Tepat Untuk Trading:
  • Hari Minggu dimana kebanyakan orang beristirahat dan tidak bekerja
  • Hari Jumat sore waktu Amerika (berkisar pada hari Sabtu 1:00-5:00 WIB), dimana likuiditas pasar menurun karena merupakan waktu transisi ke hari penghujung minggu.
  • Hari-hari raya dimana banyak orang menikmati hari libur
  • Hari-hari dimana ada event-event besar tertentu
Anda dapat menggunakan informasi di atas untuk mengatur dan memilih jam forex yang tepat bagi anda untuk melakukan aktifitas trading, tetapi bila anda tidak punya waktu pada jam-jam yang dianjurkan, tidak perlu berkecil hati. Ada cara lain yang dapat digunakan, misalnya menggunakan strategi sebagai ‘swing trader‘ atau ‘position trader‘.

kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


PIVOT POINT

Trader Profesional dan pelaku pasar menggunakan pivot points untuk mengidentifikasi potensi tingkat support dan resistance. Sederhananya, titik pivot support dan resistance adalah wilayah di mana arah pergerakan harga mungkin bisa berubah. Mengapa Pivot Points begitu menarik ? itu semua karena mereka Objektif

Dalam banyak hal, titik pivot sangat mirip dengan tingkat Fibonacci. Karena begitu banyak orang yang melihat level tersebut, mereka hampir menjadi self-fulfilling. Perbedaan utama antara keduanya adalah bahwa dengan fibonacci, masih ada subjektivitas yang terlibat dalam memilih swing tertinggi dan swing terendah. Dengan pivot point, trader menggunakan metode yang sama untuk menghitung mereka. Banyak Trader mengawasi tingkat ini dan anda sebaiknya juga.

Pivot point sangat berguna untuk trader jangka pendek yang ingin mengambil keuntungan dari pergerakan kecil harga. Sama seperti level support dan resistance normal, trader dapat menggunakanya denga tehnik break atau bounch.

Range-bounce trader menggunakan pivot point untuk mengidentifikasi titik-titik pembalikan. Mereka melihat titik pivot sebagai daerah di mana mereka dapat menempatkan perintah jual beli. Breakout trader menggunakan pivot point untuk mengenali tingkat kunci yang harus tembus sebagai klarifikasi bahwa breakout tersebut adalah bukan sinyal palsu(false break).

27735490594954a5d3162403fcf8358d.png

Tapi jangan terjebak dalam pikiran anda bahwa "S1 harus menjadi support" atau "R1 harus menjadi resistance." Kami akan menjelaskan mengapa nantinya. Dalam pelajaran berikut ini, anda akan belajar bagaimana menghitung pivot points, berbagai jenis titik pivot dan yang paling penting, bagaimana Anda dapat menambahkan pivot point ke toolbox trading anda.

Berikut adalah beberapa tips yang mudah untuk dihafal, dalam membantu Anda untuk membuat keputusan perdagangan secara cerdas dengan pivot point :
  • Pivot point adalah teknik yang digunakan oleh trader untuk membantu menentukan potensi support dan resistance.
  • Ada empat cara utama untuk menghitung titik-titik pivot: Standar, Woodie, Camarilla, dan Fibonacci.
  • Pivots bisa sangat berguna di forex karena banyak pasangan mata uang biasanya berfluktuasi antar tingkat pivot. Sebagian besar waktu, harga berkisar antara R1 dan S1.
  • Pivot point dapat digunakan untuk tehnik bounce, break, dan trending
  • Sentimen (atau trend) trader menggunakan pivot point untuk membantu menentukan bullish atau bearish dari pasangan mata uang.
  • Kesederhanaan pivot points jelas membuat mereka alat yang berguna untuk menambah alat dalam toolbox trading anda. Anda akan menjadi lebih sinkron dengan pergerakan pasar dan membuat keputusan perdagangan yang lebih baik.
  • Menggunakan analisis titik pivot saja tidak selalu cukup. Belajar menggunakan pivot points bersama dengan alat analisis teknis lainnya seperti pola candlestick, MACD crossover, moving average crossover, stokastik, RSI, dll akan memungkinkan Anda sukses dalam trading.
kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
ANALISIS FUNDAMENTAL

8b99c96aee5c561b98aedadb1fc9ef8a.png

Nilai tukar dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor inilah yang mempengaruhi mata uang pada waktu yang sama.
Salah satu pemahaman yang salah dari para investor adalah harga bergerak berdasarkan alas an-alasan fundamental, padahal faktanya harga berubah berdasarkan persepsi dari alasan-alasan fundamental.
Faktor-faktor fundamental:
1. Indikator ekonomi
  • Indikator pengeluaran: Tingkat pertumbuhan GDP, Produksi Industri, penjualan retail – meningkatnya faktor ini menandakan bahwa ekonomi sedang tumbuh dan memiliki pengaruh yang baik pada mata uang nasional.
  • Indikator sentimen: Sentimen bisnis dan konsumer – semakin tinggi indicator ini, maka semakin optimistis pula para pelaku ekonomi, sehingga lebih banyak yang mereka habiskan dan investasikan, maka semakin kuat juga ekonomi dan juga mata uang nasional.
  • Indikator pasar kerja: tingkat pengangguran, daftar gaji, tersedianya lapangan kerja, klaim pengangguran – semakin banyaknya lapangan kerja yang tersedia, semakin bagus pula untuk mata uang nasional (kebalikan dengan pengangguran).
  • Indikator pasar rumah: izin, perencanaan, pembangunan bangunan, mulainya perumahan, penjualan rumah baru/bekas/masih berencana dibuat – pasar perumahan yang hidup menandakan bahwa kondisi ekonomi sehat dan tentu saja positif untuk mata uang nasional.
  • Inflasi: CPI, PPI, WPI, RPI – semakin tinggi inflasi berefek semakin memburuknya mata uang nasional, dan sebaliknya semakin rendah inflasi maka semakin positif.
  • Neraca perdagangan (nilai total dari ekspor nasional dikurangi dari nilai total impor, jika >0 berarti surplus dan sebaliknya jika <0 berarti deficit): Jika sebuah negara memiliki neraca perdagangan yang surplus, permintaan untuk mata uang nasional negara tersebut dari pembeli asing semakin meningkat, sehingga berpengaruh positif untuk mata uang nasional. Jika neraca perdangangan deficit maka meningkatnya kebutuhan akan mata uang asing dan juga bisa menyebabkan devaluasi jika penawaran melebihi permintaan. Efeknya pada mata uang nasional adalah negatif.
  • Saldo negara saat ini (saldo antar sebuah negara dengan mitra dagangnya, mencerminkan semua pembayaran untuk barang-barang, jasa, dan juga surat berhaga dan saham; >0 berarti surplus dan <0 berarti defisit) Jika defisit berarti negara telah menghabiskan uang untuk perdagangan internasioanal daripada pendapatan, sehingga pengaruhnya untuk mata uang nasional adalah negatif. Surplus memiliki efek baik pada mata uang suatu negara.
2. Kebijakan keuangan dari bunk Sentral
  • Suku bunga. Semua bunk sentral utama menetapkan kunci tingkat pembiayaan. Ada 2 jenis kebijakan moneter, pengurangan ( mengurangi tingkat suku bunga pada saat ekonomi melemah dan pada saat inflasi yang rendah – negatif untuk mata uang nasional) dan pengetatan ( meningkatkan suku bunga pada saat ekonomi kuat dan tingkat inflasi tinggi – positif untuk mata uang nasional).
  • Pembelian obligasi. Pada saat ekonomi sedang melemah, bunk sentral juga bisa melakukan pembelian besar-besaran terhadap obligasi sehingga meningkatkan suplai uang dan membuat kredit menjadi murah. Pembelian surat obligasi yang tidak steril disebut sebagai quantitative easing (QE).
  • Intervensi. Pada saat mata uang nasional mendekati level yang kritis, regulator juga bisa melakukan intervensi ke mata uang – membeli / menjual mata uang nasional melawan mata uang asing dengan tujuan untuk mengurangi / menambah penawaran dan secara konsekuen menaikkan / menurunkan ratenya. Selain itu juga ada intervensi secara verbal – komentar dari otoritas suatu negara bisa menyebabkan pergerakan besar. Namun, kebijakan ini sering dikritisi oleh G20 sebagai negara-negara yang mempromosikan nilai tukar berdasarkan pasar. Untuk bisa waspada terhadap risiko intervensi seseorang harus mengikuti berita pasar terbaru dan juga analisis.
3. Kesehatan fiskal pemerintah
Keseimbangan saldo dan hutang. Negara dengan defisit public yang besar dan juga hutang kurang menarik bagi investor asing dikarenakan hutang yang besar dapat memicu inflasi. Sebagai tambahan hutang yang besar juga bisa membuktikan kekhawatiran bagi orang asing jika mereka percaya bahwa negara berisiko bangkrut jika gagal membayar obligasi.
4. Aliran berita
  • Berita sosial dan politik.
  • Ramalan ekonomi dari IMF, OECR, bunk Dunia dan organisasi lainnya.
  • Perubahan pada rating kredit tidak terbatas pada Moody’s, Fitch, S&P dan agensi lainnya.

Sumber : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Trading Mata Uang Eksotik: Resiko dan Keuntungannya

Pasar Forex biasanya mengklasifikasikan mata uang dalam tiga kelompok: major, minor and exotic currency. Mata Uang Eksotis adalah istilah yang diberikan untuk mata uang di thin trading yang tidak dilikuidasi, kurang populer dalam aktivitas pasar yang konsisten, dan perdagangan dengan biaya markup tinggi pada pasar tertentu atau dealer.

Daftar pasangan mata uang eksotis:

Karena pola perdagangan terus berubah berdasarkan perkembangan ekonomi dan geopolitik, daftar forex eksotik dapat berubah dari waktu ke waktu. Berikut ini adalah daftar indikatif mata uang eksotis forex:

4fd054d46d601bcbab60ded3910032ce.png

Semua mata uang tersebut menunjukkan karakteristik thin trading, lebih luas bid-ask spread dan bunga perdagangan terbatas oleh pelaku pasar.

Mata uang eksotis tidak selalu berarti mata uang lemah atau undervalued, tetapi hal tersebut menunjukkan keterbatasan dan “ke-tidak populeran” perilaku dalam hal aktivitas perdagangan. Misalnya, dinar Kuwait (KWD) dan riyal Arab Saudi (AED) adalah dua mata uang bernilai tinggi, namun mereka masih dianggap eksotik karena perdagangan terbatas.

Risiko yang terkait dengan Forex Exotic Perdagangan Mata Uang: Karena faktor likuiditas rendah dan keterbatasan, risiko berikut terkait dengan forex perdagangan mata uang eksotis:

Terlepas dari spekulasi, harga forex secara fundamental ditentukan oleh permintaan dan penawaran tren mengikuti “Purchasing Power Parity” dan perbedaan suku bunga. Akan sangat sulit untuk melacak dan memprediksi perkembangan pada faktor-faktor ekonomi makro seperti untuk negara-negara yang jauh. Kurangnya kesadaran dan tantangan dalam melacak faktor penentu menyebabkan risiko lebih tinggi.

Likuiditas rendah membuat perdagangan forex eksotik lebih sulit. Kebanyakan transaksi terjadi pada bunk-bunk dengan tingkat bunga tetap yang telah ditentukan untuk remittance atau kegiatan serupa.

Analisis data harian historis untuk semua pasangan mata uang eksotis akan menunjukkan peluang yang menguntungkan baik dalam hal variasi harga yang terlihat selama periode singkat, menengah dan panjang. Namun, tingginya biaya mark-up yang dikenakan oleh dealer forex dapat mengikis potensi keuntungan.

Dalam beberapa kasus di mana ada ketidakpastian politik di negara asal mata uang tersebut, ini menyebabkan fluktuasi tinggi, sehingga sulit bahkan untuk trader berpengalaman untuk berdagang di forex eksotis. Sebagai contoh spread yang lebar telah diamati dalam rubel Rusia (RUB) 33,5-39 per USD pada periode singkat dari Juli 2014 sampai September 2014, karena konflik Ukraina. Contoh lain yang serupa adalah skema investasi dinar Irak yang sangat populer, di mana beberapa investor telah menunggu bertahun-tahun agar investasi mereka bisa mendapatkan hasil.

Keuntungan yang terkait dengan perdagangan forex untuk mata uang eksotis:

Selain risiko yang sudah disebutkan di atas, mata uang eksotis menunjukkan sifat volatilitas yang tinggi dengan nilai harga tinggi yang bergerak dalam jangka pendek dan jangka panjang, memungkinkan potensi keuntungan yang sangat besar.
  • Bayangkan jika anda berada di sisi yang benar dari contoh di atas Russian ruble/nilai tukar dolar AS – dalam waktu kurang dari 2,5 bulan, Anda bisa mendapat keuntungan sekitar 16,5% (mungkin bisa lebih dengan penggunaan leverage).
  • Pada periode jangka panjang antara tahun 2008 sampai pertengahan 2013, dolar AS (USD) terhadap India rupee (INR) nilai tukar meningkat dari sekitar 39 menjadi 69, merupakan keuntungan sebesar 77%.
Selain dari langsung membeli mata uang yang diinginkan, ada beberapa pilihan investasi lain yaitu untuk mendapatkan keuntungan dari mata uang eksotis. Beberapa melihat penawaran yang lebih kompleks seperti mata uang berjangka, mata uang option dan bahkan varian barrier option pada mata uang yang tersedia sebagai produk OTC di pasar yang dipilih. Tiap individu harus mengingat sifat kompleks dari produk ini, yang selanjutnya menambah kompleksitas perdagangan mata uang eksotis.

Profil trader forex untuk perdagangan mata uang eksotis:

Mengingat faktor di atas, mata uang eksotis tidak dianjurkan untuk pemula, trader jangka pendek, atau trader dengan modal perdagangan terbatas. Market maker dan dealer yang berpengalaman yang mendapatkan keuntungan dari perdagangan mata uang eksotis dengan memanfaatkan spread yang tinggi, dan mengorbankan rekan-rekan lainnya.

Forex eksotik bisa menjadi investasi yang baik bagi investor jangka panjang berpengalaman, manajer investasi internasional atau investor yang bersedia untuk menambahkan beberapa diversifikasi investasi mereka di tingkat global.

Idealnya, seorang individu yang memiliki tindakan yang konsisten pada negara tertentu (dan mata uang tertentu), dengan potensi investasi jangka panjang, dapat mencoba untuk menguangkan mata uang eksotis dengan pendekatan “atur dan lupakan”.

kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Manajemen Modal

Jika Forex sebuah bisnis, maka money management merupakan factor yang menentukan apakah bisnis yang akan anda jalani adalah bisnis kelas “warung” atau bisnis “professional” yang juga dijalankan oleh seorang professional. Jangan bertrading forex dengan model pemilik warung kelontong, tapi jalankan dengan model sebuah supermarket. Dan factor penentu hal ini dalam forex adalah apa yang disebut dengan money management ini. Tanpa money management, mungkin anda akan mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek, namun tidak dalam jangka panjang.
Money management dalam forex kurang lebih adalah sekumpulan rule yang terintegrasi dalam sebuah trading system mengenai bagaimana anda mengontrol keuangan anda selama bertrading. Tentu saja hal ini mutlak anda miliki. Praktisnya, money management menyangkut hal-hal berikut ini.
  • Initial Margin dan Margin Added (bila ada)
  • Besar resiko pertransaksi yang tersedia anda tanggung.
  • Maximum Drawdown.
  • Risk to Reward Ratio

1. Initial Margin & Margin Added

Initial Margin adalah modal awal yang hendak anda setorkan pada pialang atau broker untuk bertrading, sedangkan margin added adalah modal tambahan yang mungkin anda tambahkan untuk anda bertrading/mempertahankan posisi yang terfloating bila ada di kemudian hari. Dengan danang yang cukup, anda memiliki sedikit kebebasan untuk melakukan maneuver-manuver dalam trading anda dan mengurangi beban psikologis karena terbatasnya modal.
Perihal margin added, beberapa orang lebih menyukai untuk menyetorkan initial margin mereka dengan jumlah secukupnya dengan alasan bahwa jika di kemudian hari account mereka terancam margin call maka mereka dapat menambahkan danang (injection) guna menahannya. Ya boleh-boleh saja. Hanya dalam hal ini beberapa factor yang perlu anda perhatikan.
Waktu antara penyetoran hingga danang efektif masuk ke account anda biasanya 1 hingga 2 hari. Pertimbangkan dengan masak jangan sampai margin call terjadi dalam 2 hari ke depan. Jadi, lakukan injection jauh-jauh hari untuk amannya.
Bagi yang gemar injection, anda harus tahu sampai batas mana anda hendak berhenti melakukan injection. Ini untuk mencegah terjadinya kerugian yang tak terkendali. Pertimbangkan juga biaya transfer antarbank luar negeri yang besarnya kadang bisa mencapai 30 dollar. Ya lumayanlah biayanya.
Apakah setidaknya kemungkinan profit dapat tercapai apabila anda melakukan injection?

2. Besarnya Resiko per Trade yang bersedia anda tanggung

Resiko pertrade artinya apabila sekali anda membuka posisi, berapa besar batasan loss yang mau anda tanggung jika seandainya posisi kita berlawanan dengan market? Kelak hal ini akan berkaitan dengan bagaimana anda membangun sebuah trading system. Kendala yang dihadapi pemula adalah seringkali tidak bersedia mengatakan bahwa kita keliru dan menutup posisi kita yang loss (cut loss). Maksud dari poin ini adalah stop loss itu penting. Dan itu merupakan bagian dari money management. Tanpa itu, maka trading kita seperti sebuah kendaraan tanpa rem.

3. Maximum Drawdown

Yang dimaksud dengan maximum maximum drawdown adalah berapa besarnya loss berturut-turut yang mungkin terjadi dalam trading anda. Mari kita mulai dengan sebuah perumpamaan: katakanlah kita memiliki sebuah trading system yang mampu memberikan akurasi profit 70% dalam tiap bulannya. Artinya yang kita miliki adalah 70% dan sisanya 30% lainnya adalah loss. Atau dalam 100 kali transaksi maka 70 kali posisi yang kita buka adalah untung dan 30 lainnya rugi. Lumayan bagus bukan?
Tetapi itu saja tidak cukup. Money management menentukan di sini. Bagaimana apabila kita mengalami loss yang 30 kali itu secara berturut-turut? Jadi, dari trade pertama hingga trade ke-30 kita mengalami loss da barulah trade ke-31 hingga ke-100 profit kita peroleh. Nah, masalahnya apakah danang yang tersisa setelah trade ke-30 masih mencukupi untuk bertransaksi di trade ke-31 dan seterusnya? Inilah yang dimaksud dengan drawdown. Berapa besarnya drawdown maksimun yang mungkin terjadi? Jadi, bagaimana solusinya? Solusinya ada beberapa cara, yaitu:

Solusi 1 : Memperbaiki system trading anda sehingga tidak lagi menjadi 70:30, misalnya menjadi 90:10.

Kelihatannya memang sangat baik bukan? Tapi ini jelas tidak mudah. Memiliki system yang mampu memprediksi 90% pergerakan harga dengan akurat tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat kalau tidak mau kita katakana bertahun-tahun. Ya ini memang solusi teoritis terbaiknya namun secara realistis ini sulit.

Solusi 2 : Memperbesar modal.

Hal ini masih lebih mungkin dibandingkan dengan solusi pertama tadi. Dengan memperbesar modal maka kita memiliki buffer yang lebih besar untuk menahan loss agregat tadi. Tentu saja jumlah lot yang terbuka harus tetap dan tidak boleh bertambah dalam tiap kali transaksi. Namun kendala di sini adalah apabila danang yang kita miliki terbatas. Dalam keadaan ini kita harus kembali ke solusi pertama atau solusi ketiga di bawah ini.

Solusi 3 : Memperkecil loss per transaksi

Nah, ini solusi sederhana dan rasanya lebih dapat diterima. Maksudnya apabila tadinya kita menggunakan katakanlah 10% dari danang kita untuk bertransaksi, yaitu untuk menentukan besarnya Stop Loss maka kita perlu menguranginya menjadi misalnya 5%. Begini maksudnya, apabila anda menggunakan 10% dengan modal 1000 itu artinya Stop Loss anda besarnya 100 poin (1000 x 10% = 100) sedangkan apabila menggunakan 5%, maka Stop Loss anda besarnya 50 poin.
Mari kita lihat contoh kasus berikut ini. katakanlah kita menggunakan modal sebesar $1000 dan hanya membuka posisi sebanyak 1 lot setiap transaksinya. Mari kita lihat bagaimana perbandingannya apabila kita mengalami drawdown sebanyak 30 kali.?
Perhatikan bahwa pada drawdown ke 30, danang yang tersisa dengan menggunakan 10% dari total modal, maka tersisa hanya sebesar 47$. Sedangkan dengan menggunakan 5% tersisa 226$. Berbeda lima kali lipat! Dengan sisa danang $47, apa yang bisa kita lakukan? Bahkan untuk membeli AUDUSD sebanyak 1 lot pun tidak bisa. Hanya injection yang bisa. Tapi, kabar baiknya anda masih bisa trading di broker yang kita rekomendasikan.
Dengan demikian maka kesimpulannya semakin kecil persentase modal yang digunakan semakin aman trading kita jadinya. Namun tentu saja ada kendala-kendala yang perlu anda lalui untuk dapat mencapai persentase kecil seperti itu. Diantaranya sanggupkah anda bertrading dengan Stop Loss yang lebih sempit dari biasanya? Nah, ini perlu dipertimbangkan lagi. Lalu berapa persentase terbaik?
Beberapa trader professional mengatakan besaran terbaik adalah di bawah 2%! Jadi, 5% masih terlalu besas sesunggunya. Dengan 2% apabila anda memiliki modal sebesar $1000, maka Stop Loss anda bergeser menjadi 20 poin saja. Sangat kecil bagi seorang swing trader. Tapi itu, adalah persentase yang benar. Artinya bila anda hendak bermain swing maka gunakan danang yang lebih besar. Ingat, modal tidak bisa dibohongi.

4. Risk to Reward Ratio

Risk to reward ratio merupakan perbandingan antara resiko yang anda ambil dengan keuntungan yang diperoleh setiap kali membuka posisi. Dalam prakteknya nanti ini akan diterjemahkan berapa point besar Stop Loss dan Limit yang anda gunakan setiap kali posisi diambil. Para trader pemula acap kali menentukan besarnya limit mereka, namun sama sekali tidak menggunakan Stop Loss. Alasannya kalau menggunakan Stop Loss dan targer profit, lebih seringnya Stop Loss-nya yang tersentuh sehingga sering rugi. Jadi, akhirnya kebanyakan pemula bertrading dengan menggunakan target profit namun melupakan Stop Loss mereka.
Namun, dari sisi risk to reward ratio, hal ini benar-benar membahayakan sang trader sendiri. Katakanlah target profit yang diambilnya adalah sebanyak 30 poin. Dengan tidak memasang Stop Loss maka perbandingan keuntungan dan resiko menjadi 30: ~ alias 30 berbanding tak terhingga. Ini dikarenakan apabila resiko benar-benar terealisasi maka itu artinya seluruh danang anda habis dikarenakan batasan resiko itu sendiri adalah margin call.
Dengan demikian adalah penting untuk mengatur Risk to Reward Ratio anda dengan benar. Jadi, lupakan bertrading tanpa adanya Stop Loss! Jika dalam trading anda Stop Loss anda acap kali tersentuh, maka mungkin memang anda perlu mengatur ulang system trading dan penentuan Stop Loss serta limit anda. Intinya, jangan salahkan keberadaan Stop Loss apabila posisi anda terlikuidasi karenanya. Keberadaan Stop Loss disini adalah untuk membatasi kerugian anda dalam Manajemen Modal

kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Trading mengalir bersama arus

Semua trader Forex pasti menggunakan indikator-indikator untuk membantu mereka menganalisa pasar. Dengan kata lain, mereka pasti melakukan analisa teknikal. Indikator-indikator yang mereka pakai pun rata-rata indikator umum yang semua orang bisa menggunakannya dan sudah disediakan di Meta Trader 4.

Yang menarik adalah, harga selalu naik dan turun. Saat harga naik, semakin banyak trader yang melakukan buy dan terus semakin banyak lagi, yang dengan demikian terciptalah arus uptrend (kenaikan harga). Begitu juga sebaliknya, di saat harga turun, para trader yang baru datang pun ikut menjual, yang kemudian trader-trader lain berikutnya juga turut menjual (sell), sehingga tercipta arus deras downtrend (penurunan harga).

Di arus inilah kita harus ikut mencebur. Artinya, kita sebagai trader pribadi, meski terkadang memiliki pendapat pribadi tentang prediksi harga, tapi yang lebih valid dan lebih patut diikuti adalah arus downtrend atau uptrend yang kita lihat di pasar, bukan analisa pribadi kita. Apalagi kalau kita berani coba-coba pasang posisi berlawanan arah dengan arus; kita sendiri yang pasti akan celaka.

Perlu diingat, arus tidak terus-terusan deras. Bahkan bisa berbalik jika sudah saatnya. Oleh karena itu, kalau sudah ikut arus dan meraup keuntungan Anda, maka Anda tidak perlu rakus untuk mencebur lagi, karena bisa jadi arus telah usai atau bahkan berbalik arah.

Pertanyaannya, dari mana kita tahu arus-arus pergerakan harga yang sedang terbentuk? Jawabannya, seperti yang sudah saya singgung, kita harus menganalisanya menggunakan indikator-indikator teknikal.

Jika Anda sudah mahir menunggangi analisa teknikal, maka Anda bakal ikut mengalir bersama arus deras uang di pasar Forex. Karena kebanyakan trader menggunakan indikator yang sama, maka saat Anda menggunakan indikator yang sama pula Anda bakal tahu ke mana uang mengalir, ke atas atau ke bawah.

kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
INDIKATOR DAN TREND

be2e25291062b63b3b7d3528d6ee0ef7.png

ADX (Average Directional Movement Index) adalah sekumpulan indikator gerakan bearah yang digunakan untuk mengukur arah kecenderungan dan kekuatan dan untuk mengenali tanda-tanda "pembelian" dan "penjualan”.

Indikator secara otomatis termasuk 3 bentuk:

  • Average Directional Index (ADX) itu sendiri (garis kuning)
  • Plus Directional Indicator (+ DI) (garis hijau) -perbedaan antara dua harga tertinggi yang berurutan
  • Minus Directional Indicator (- DI) (garis merah) -perbedaan antara dua terendah yang berurutan
  • Bagaimana caranya menginterpretasikan:

ADX (garis kuning) digunakan untuk menentukan jika pasangan mata uang berkecenderungan atau tidak. Suatu tren yang kuat adalah pada tempatnya ketika ADX di atas 25 dan tidak ada tren ketika ADX di bawah 20. Di sana muncul berubah menjadi daerahabu-abu antara 20 dan 25.

+- DI dan - DI (merah dan hijau) menggambarkan gerakan yang berarah. Secara umum, titiknya berlaku ketika +DI lebih tinggi dibanding -DI, dimana spekulan jual mempunyai tepi ketika -DI lebih besar. Persilangan dari +DI dan -DI membuat suatu sistem transaksi di dalam kombinasi dengan ADX.

Tanda "Pembelian" terjadi ketika +DI persilangan di atas - DI (ADX harus di atas 25). Kerugian berhentibiasanya berada di tanda yang rendah. Tanda beli tetap berlaku sepanjang kerendahan ini bertahan, sekali pun +DI berrsilangan kembali di bawah -DI.

Dan sebaliknya, tanda "penjualan" terjadi ketika -DI bersilangan di atas + DI (ADX harus di atas 25). Tingginyatanda menjadi awal kerugian yang berhenti.

Sumber : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Apa itu Broker Forex

Semakin berkembangnya kemajuan teknologi kini trading bisa dilakukan setiap orang dimana saja dan kapan saja asalkan punya yang namanya komputer dan telah terinstal software untuk trading. Berbeda dengan jaman dulu, untuk melakukan transaksi di forex mereka melalui bunk yang waktunya tentu terbatas. Dengan adanya broker para trader kini bisa lebih santai dan mempunyai banyak waktu untuk analisa.

Lalu apa itu Broker Forex? Broker forex adalah pihak yg bisa berupa perusahaan, institusi, agen, ataupun individu dimana dia berdiri untuk mempertemukan antara pihak penjual dan pembeli. Sebagai broker forex tentunya apakah produk yg ditransaksikan? Tentunya berupa forex = foreign exchange = mata uang negara.

Dalam kegiatan perdagangan antar negara, pastilah terjadi pertukaran mata uang. Dan ini terjadi sudah sejak dulu ketika hubungan ekonomi antar negara saling terikat dengan negara lainnya. Jadi boleh dibilang broker forex ini ada sudah sejak dahulu kala. Dan sekarang ini melihat perkembangan inter koneksi ekonomi antar negara yg semakin masif, serta melihat pasar pertukaran forex, tentunya broker forex semakin banyak di dunia ini.

Ada banyak sekali broker saat ini berikut ada berbagai broker populer dan salah satunya adalah FBS

kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Indikator dan Trend

Moving average (MA) menunjukkan nilai rata-rata harga selama periode waktu yang dipilih. Anda dapat menggunakan indikator ini untuk mengidentifikasi arah tren dan untuk menentukan level support dan resistance yang potensial. Penggunaaan MA dapat membantu kelancaran volatilitas harga dan untuk menyingkirkan harga yang tidak diinginkan (noise).

Hal yang yang perlu dipahami adalah indikator ini tidak memprediksi arah pergerakan harga tetapi hanya menggambarkan arah arus dengan jeda waktu tertentu. MA dianggap menghambat karena hanya berdasarkan pada harga-harga yang telah lalu.

Ragam Tipe:
  • Simple Moving Average (SMA) dihitung dengan menjumlahkan harga penutupan (closing price) pasangan mata uang pada sejumlah periode tertentu (misalnya pekan, hari atau jam, tergantung pada kerangka waktu yang Anda pilih). Jumlah ini kemudian dibagi dengan jumlah periode.
  • Exponential Moving Average (EMA) mirip dengan SMA, hanya saja memberikan bobot yang lebih kepada harga-harga terbaru daripada memberikan bobot yang sama untuk semua harga seperti yang dilakukan di SMA.
  • Linear Weighted Moving Average (WMA) juga memberikan bobot lebih kepada harga-harga terbaru, tetapi perhitungannya lebih sederhana: setiap harga penutupan (closing price) dikalikan dengan susunan numeriknya. Jumlah harga tersebut kemudian dibagi dengan beberapa periode.
  • Smoothed Moving Average (SMMA)
SMA dan EMA adalah tipe yang paling sering digunakan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. SMA menunjukkan rata-rata sebenarnya dari harga untuk keseluruhan periode waktu, sementara EMA mengurangi jeda waktu sehingga memiliki reaksi yang cepat terhadap perubahan harga.

Periode

Anda dapat memilih periode waktu yang berbeda sesuai dengan tujuan Anda. 200-, 100-, 50- dan 20-periode MA adalah periode yang paling populer di kalangan pelaku para trader. Periode-200 MA dapat membantu and menganalisis jangka panjang dari tren yang sudah lalu, sedangkan periode-20 MA - untuk memahami tren jangka pendek.

Cara Menafsirkan:

Singkatnya, ada sinyal bullish ketika harga sebuah pasangan mata uang naik di atas MA dan bearish - ketika harga turun.

Upward bias dikonfirmasi ketika MA jangka pendek (contoh: 20 hari) melintas di atas melewati MA jangka panjang (misalnya 50 hari). Dan sebaliknya, Downward bias dikonfirmasi ketika MA jangka pendek melintas di atas melewati MA jangka panjang.

Sumber : Belajar Forex - FXBazooka
 
3cd743a4456260d06b31c3d6fa32cd86.png


Leading dan Lagging Indikator

Ada dua jenis indikator: Leading dan Lagging .
  • Sebuah Leading indikator atau suatu osilator memberikan sinyal sebelum tren baru atau pembalikan terjadi.
  • Sebuah lagging indikator atau indikator momentum memberikan sinyal setelah trend telah dimulai.
Jika Anda dapat mengidentifikasi pasar, Anda dapat menentukan mana indikator yang dapat memberikan sinyal yang akurat dan mana yang tidak.

Belajar trading tidaklah mudah. Tapi keterampilan Anda perlahan-lahan akan meningkatkan saat pengalaman anda bertambah

kunjungi : Belajar Forex - FXBazooka
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.