• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Basketball @ Beijing Olympic 2008 News

Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
tuh liat.. Kobe Bryant.. keren kan?!!
 
[ Sabtu, 02 Agustus 2008 ]
Amarah Baru Dwyane Wade
LeBron James merupakan bintang utama Team USA saat ini. Namun, peran Dwyane Wade sebagai sixth man (cadangan pertama yang turun ke lapangan) bakal sangat diperhitungkan.

Semula, banyak yang ragu karena dia baru saja absen berbulan-bulan karena cedera bahu dan lutut. Usai laga lawan Turki Kamis malam lalu (31/7), segala keraguan langsung sirna. Yang ada justru pujian.

Dalam laga itu, Wade tampil seperti Wade yang mengantarkan Miami Heat menjadi jawara NBA 2005-2006. Tidak takut menusuk pertahanan lawan, membentur lawan, dan memasukkan bola dengan posisi berisiko. Wade bahkan sempat melakukan reverse dunk atraktif, membuat penonton CotaiArena berteriak bareng, "Wow!".

Total, Wade mencetak 13 poin meski hanya bermain 20 menit. Usai pertandingan, pelatih Team USA, Mike Krzyzewski, langsung menyebut permainan Wade sensasional.

James pun mengaku senang ada Wade di Team USA. Dia mengingatkan semua orang betapa dahsyatnya gerakan-gerakan Wade sekarang. "Dwyane pada dasarnya memberi tahu saya dan teman-teman yang lain, bahwa dia sudah kembali. Setelah cedera dan istirahat enam bulan, dia sekarang bisa bergerak seperti sebelum cedera dulu," paparnya.

Bukan hanya itu, James mengingatkan semua tim NBA musim depan. "Wade sudah kembali ke form yang luar biasa. Para pesaing di NBA harus hati-hati musim depan," tegasnya.

Musim lalu, Miami Heat merupakan tim terburuk di NBA. Musim depan, kalau Wade mampu terus membaik, tim itu bisa kembali menyodok ke puncak.

Sebelum terbang ke Makau, Wade memang sudah menegaskan niat untuk membuktikan diri lagi di hadapan semua penggemar dan pesaing. Malah dia bilang, pembuktian itu tidak akan berakhir dalam satu pertandingan saja.

"Saya mungkin akan butuh setahun penuh ini. Untuk menunjukkan amarah dan fokus demi mendapatkan kembali respect penuh mereka. Saya ingin menghapuskan segala keraguan orang terhadap saya sebagai seorang pemain," ucapnya.

Wade mengaku situasinya sekarang sama seperti ketika kali pertama masuk NBA pada 2003 lalu. "Waktu itu saya bermain penuh amarah. Sekarang feeling saya di lapangan sama," tegasnya. (*)
 
[ Sabtu, 02 Agustus 2008 ]
Bergengsi tanpa Merchandise
Pertandingan pemanasan Team USA di Makau menarik minat luar biasa. Laga pertama versus Turki Kamis lalu (31/7) nyaris sold out, sedangkan laga kedua lawan Lithuania tadi malam sudah sold out sejak lama. Sayangnya, tidak seperti kebanyakan even kelas dunia, puluhan ribu penonton yang hadir (satu pertandingan sekitar 15 ribu orang) tidak bisa menikmati merchandise-nya.

Saat pertandingan Team USA versus Turki, sudah ada tanda-tanda minim merchandise. Stan baju Venetian yang ada di dalam CotaiArena masih kosong. Pada pertandingan melawan Lithuania, merchandise baru tersedia beberapa menit sebelum laga. Begitu pertandingan akan dimulai, stan tersebut langsung ditutup semua.

Hari itu, banyak orang pun bertanya-tanya kepada panitia. Khususnya panitia dari NBA sebagai pengelola hak komersial Team USA. Jawaban mereka, semua merchandise ditangani oleh Nike selaku sponsor utama tim. Katanya, baju-baju dan barang lain Team USA sudah bisa didapat di toko resmi Nike, di pusat belanja di dalam kompleks Venetian, Jumat kemarin.

Ternyata, ketika dicek hingga kemarin sore sebelum pertandingan, sama sekali tidak ada tanda-tanda merchandise Team USA.

Hampir semua penonton merupakan penggemar Dream Team. Kebanyakan jelas penggemar Kobe Bryant, mengenakan jersey Team USA nomor 10 (yang dibeli di Hongkong atau tempat lain), atau jersey Los Angeles Lakers nomor 24. Rombongan terbesar kedua pendukung LeBron James, mengenakan jersey Team USA nomor 6. Setelah itu menyebar pendukung Jason Kidd, Carmelo Anthony, dan lain-lain. (*)
 
15883large.jpg


[ Minggu, 03 Agustus 2008 ]
Evaluasi Team USA Usai Uji Coba di Makau
Lawan Tak Punya Peluang

Semakin dekat ke Olimpiade Beijing, semakin mantap peluang Team USA untuk merebut kembali medali emas. Setelah menghancurkan Turki dan Lithuania di Makau, lawan-lawan Dream Team pun disebut tidak akan punya peluang.

Ulasan Azrul Ananda

Team USA hanya punya satu target di Olimpiade Beijing nanti: Merebut kembali medali emas. Setelah malu hanya meraih perunggu di Athena, tim 2008 ini bukan hanya dijuluki sebagai Dream Team. Mereka juga diberi sebutan "Redeem Team" (tim pembalasan).

Tiga tahun lamanya tim ini dibangun. Setelah malu di Kejuaraan Dunia 2002 dan Olimpiade Athena 2004, USA Basketball pun menyusun pola kerja baru. Pola kumpulan All-Star NBA tidak lagi cukup. Para pemain diminta punya komitmen jangka panjang, dipandu oleh susunan pelatih yang juga punya komitmen jangka panjang.

Pada akhir 2005, Jerry Colangelo ditunjuk sebagai manajer, lantas menunjuk Mike Krzyzewski sebagai pelatih, dibantu asisten Mike D'Antoni, Nate McMillan, dan Jim Boeheim. Mereka lantas mendapatkan komitmen dari 30-an pemain NBA pilihan, yang harus siap dipanggil bila dibutuhkan.

Pada Kejuaraan Dunia 2006 di Tokyo, hasilnya sudah membaik. Hanya punya rekor 6-3 pada 2002 dan 5-3 pada 2004, tim ini mampu meraih rekor 8-1 di Tokyo. Sayang, satu-satunya kekalahan itu terjadi di semifinal, di tangan Yunani. Mereka pun gagal menjadi juara dunia.

Meski gagal, susunan tim itu tidak banyak dirombak. Toh, pasukan 2006 itu juga relatif muda. Dibentuk dari fondasi bintang muda NBA, yaitu LeBron James, Carmelo Anthony, Dwight Howard, dan Dwyane Wade.

Pada 2007 lalu, tim ini menambahkan dua pemain kunci. Mereka menarik lagi veteran Jason Kidd untuk memimpin para anak muda. Kemudian, yang terpenting, mereka akhirnya mampu mendapatkan komitmen dari pemain terbaik di dunia, Kobe Bryant. Ditambah dengan barisan muda yang semakin matang, tim ini pun makin menyeramkan.

Susunan baru ini mulai menunjukkan taring pada pertengahan 2007, dalam turnamen kualifikasi Olimpiade Beijing, FIBA Americas. Tanpa ampun, Team USA menghajar habis lawan-lawannya, meraih rekor 10-0.

Tim ini disebut-sebut sebagai Team USA terbaik sejak 1992, saat pemain NBA untuk kali pertama boleh ikut Olimpiade. Tapi, untuk membuktikan perbandingan itu, Team USA harus mampu meraih emas dulu. Dan mereka harus melakukannya tanpa terkalahkan.

Mampukah? Kalau mendengar komentar-komentar di Macau, mungkin iya. "Mereka punya teknik yang baik, semangat yang baik, dan secara defense jauh lebih baik dari tim Kejuaraan Dunia dua tahun lalu," kata Bogdan Tanjevic, pelatih Turki. "Mereka juga dalam kondisi fisik yang lebih baik. Plus, yang terpenting, mereka sekarang memakai team system, bukan star system," tambahnya.

Para pemain Team USA memang tahu betul pentingnya fungsi tim ini. Meski masing-masing adalah superstar, mereka tidak main sendiri-sendiri di lapangan. Kadang, memang mereka terlihat ingin pamer kemampuan. Tapi secara keseluruhan mereka mau berbagi bola.

Krzyzewski tak henti-hentinya memuji pasukan Team USA. Bukan sekadar permainan, tapi juga faktor nonteknis. "Antusiasme mereka luar biasa," tegasnya.

Sekarang, tinggal bagaimana Team USA menjaga kekompakan dan semangat ini. Kalau mampu terus begini, dan terus menang pada dua uji coba lanjutan melawan Rusia dan Australia di Shanghai, lawan tak akan punya peluang.

Seperti yang disampaikan Bogdan Tanjevic, ketika ditanya saran apa yang bisa diberikan kepada Tiongkok, lawan pertama Team USA di Olimpiade Beijing nanti.

"Tiongkok punya banyak pemain tinggi. Yao Ming, Wang Zhizhi, dan Yi Jianlian. Tapi untuk melawan USA, mereka harus bermain istimewa selama 40 menit penuh. Dan itu tidaklah mungkin terjadi. Setelah 20-25 menit mereka pasti akan melemah. Saya tak melihat Tiongkok punya peluang," paparnya.

Sebagai penegas: Lithuania adalah salah satu favorit peraih medali di Beijing. Di Makau, Sarunas Jasikevicious dkk dihajar lebih parah dari Turki, 120-84. Kalau Lithuania masih favorit, entah seperti apa peluang yang lain.

Seperti yang diucapkan Kobe Bryant usai menggilas Lithuania: "Kalau kami beruntung, kami akan bertemu mereka lagi (Lithuania, Red) untuk berebut emas di final nanti." (*)
 
[ Minggu, 03 Agustus 2008 ]
Masih Harus Ngotot Rebound
Perkasa bukan berarti sempurna. Superman masih kalah dengan batu kryptonite, Samson Indonesia masih kalah ketika bulu kxxxk-nya dicukur. Begitu pula Team USA. Tak terkalahkan sejak 2007 bukan berarti tim ini tidak punya kelemahan.

Setelah mengakhiri dua pertandingan uji coba di Makau, kelemahan paling menonjol di pasukan Mike Krzyzewski ini adalah rebounding. Dalam pertandingan melawan Turki dan Lithuania, Team USA memang selalu menang jumlah rebound (29-24 dan 34-30). Namun, mereka masih kalah dalam hal offensive rebound.

Saat melawan Turki (yang punya pemain rata-rata lebih tinggi), problem ini paling terlihat. Turki berhasil meraih 12 offensive rebound, menghasilkan 18 poin. Team USA hanya punya tujuh offensive rebound. Ketika melawan Lithuania juga masih kalah di kategori offensive rebound itu. Lithuania punya delapan, Team USA hanya enam.

Kalau ada lawan yang rata-rata lebih besar dan jauh lebih ngotot dalam mengejar rebound, Team USA bisa dalam bahaya di Beijing nanti.

Para pemain Team USA tidak mengelak ketika diberitahu soal kekurangan ini. Dan mereka mengaku memang berusaha untuk memperbaikinya. "Ketika kami mampu melakukannya lebih baik, kami akan menjadi jauh lebih baik," kata Dwyane Wade.

Dwight Howard, satu-satunya center sejati di Team USA, juga memahaminya. Tapi dia mengingatkan bahwa ini beban tim, bukan beban pribadinya sebagai palang pintu pertahanan paling besar.

Krzyzewski sendiri tidak terlalu mengambil pusing soal kelemahan ini. Dia menegaskan bahwa Team USA 2008 dibangun dengan keunggulan yang lain. "Kecepatan adalah aset utama kami," ujarnya. (*)
 
[ Minggu, 03 Agustus 2008 ]
LeBron Sang Pemimpin, Kobe Jadi The Doberman
Selama di Makau, Kobe Bryant merupakan pemain paling populer di antara para bintang Team USA. Tapi, LeBron James adalah sosok pemimpin yang paling menonjol di tim ini.

Di Asia (khususnya di Tiongkok), Kobe Bryant memang luar biasa diidolakan. Dalam pertandingan eksibisi di CotaiArena Makau, penonton paling banyak mengenakan atribut pemain berjulukan Black Mamba tersebut. Bisa jersey Team USA nomor 10-nya, atau jersey Los Angeles Lakers nomor 24-nya.

Saat para pemain diperkenalkan di tengah lapangan, sambutan paling meriah juga diberikan kepada Kobe Bryant. Dan yang membuat bulu kuduk merinding, adalah saat pemain 29 tahun itu melakukan free throw. Belasan ribu penonton yang memadati stadion pun berteriak kompak: "MVP! MVP! MVP!".

Kobe Bryant memang baru saja meraih gelar Most Valuable Player (MVP) pada musim NBA 2007-2008 lalu. Para penggemar Bryant di Asia baru bisa merayakannya di Makau!

Turunnya Bryant bukan hanya memikat penonton. Dia juga menarik banyak perhatian lawan. Setiap kali bertanding, dialah pemain yang paling sering dikawal ganda. Ini membuka peluang bagi pemain Team USA lain untuk mencetak poin. Makanya, meski perolehan poinnya bukan yang terbanyak, Bryant merupakan salah satu yang terpenting di barisan starter Team USA.

Lebih dari itu, Bryant merupakan pilar pertahanan penting. Dialah yang biasanya menempel guard terbaik lawan. Seperti mematikan bintang Lithuania Sarunas Jasikevicious, saat meraup kemenangan 120-84 Jumat (1/8) malam lalu. Gara-gara performa mematikan itu, Black Mamba langsung diberi julukan baru oleh rekan-rekannya: The Doberman.

Bila Bryant menjadi primadona, maka sosok pemimpin di Team USA 2008 ini sudah jelas adalah LeBron James. Jason Kidd sekarang hanya penenang, Kobe Bryant tak perlu dituntut untuk vokal (apalagi kepribadian Bryant memang lebih menyendiri).

Di lapangan, James merupakan sumber energi Team USA. Dia lari ke mana-mana, melakukan apa saja. Poin, umpan, blok, pokoknya semuanya. Di pinggir lapangan, dia adalah suara penyemangat. Pemain 23 tahun ini tak takut meneriaki teman-temannya bila melakukan kesalahan. Dan di luar pertandingan, dia adalah sosok penggembira. Paling aktif bercanda untuk menghidupkan suasana.

Kepada wartawan, James dengan gagah menyatakan diri sebagai pemimpin. "Saya menerima tantangan untuk memimpin tim ini. Banyak orang bakal takut untuk menerima tantangan untuk memimpin orang-orang seperti Kobe Bryant dan Jason Kidd. Tapi saya tidak takut," ucapnya. "Saya tidak takut mengingatkan mereka bila melakukan kesalahan. Setelah empat tahun berkiprah di (NBA), saya telah belajar bagaimana caranya memimpin," tegas James.

Bila tidak dibuktikan dengan perbuatan, segala omongan James itu mungkin bisa dianggap arogan. Tapi tidak di Team USA. Hampir semua menyadari James memang sumber kekuatan utama.

"Tidak ada yang meragukan, salah satu hal terpenting bagi kami adalah kepemimpinan LeBron," dukung pelatih Team USA, Mike Krzyzewski. (aza)
 
[ Minggu, 03 Agustus 2008 ]

Hari Ini Lawan Juara Eropa

Team USA kemarin (2/8) sudah tiba di Shanghai, Tiongkok. Sore ini, LeBron James dkk langsung bertanding lagi. Lawannya jauh lebih kredibel. Yaitu juara Eropa, Rusia, yang diperkuat superstar Utah Jazz, Andrei Kirilenko.

Melihat hasil di Makau, Team USA seharusnya masih mampu menang. Hanya saja, mungkin tidak akan semudah menundukkan Turki dan Lithuania. Setelah menghadapi Rusia, Team USA istirahat sehari. Selasa lusa (5/8), mereka menghadapi tim kuat lain, Australia.

Pertandingan lawan Australia itu adalah pemanasan terakhir. Team USA lantas break sampai dimulainya Olimpiade Beijing. Pertandingan pertama mereka adalah melawan Tiongkok, 10 Agustus. Disusul lawan-lawan berat di Grup B, seperti Yunani, Spanyol, dan Jerman. (aza)

Jadwal Team USA

  • Pemanasan

Tanggal Lawan

  • Hari Ini, 3 AgustusRusia
  • Selasa, 5 AgustusAustralia

Olimpiade Beijing

  • 10 AgustusTiongkok
  • 12 AgustusAngola
  • 14 AgustusYunani
  • 16 AgustusSpanyol
  • 18 AgustusJerman
  • 20 AgustusPerempatfinal
  • 22 AgustusSemifinal
  • 24 AgustusFinal
 
[ Senin, 04 Agustus 2008 ]
LIBAS JUARA EROPA
Team USA Tetap Garang di Shanghai

SHANGHAI - Buldozer Team USA terus melaju di Shanghai. Dalam pemanasan lanjutan menjelang Olimpiade Beijing, LeBron James dkk menunjukkan kemenangan paling meyakinkan. Kemarin sore, mereka mampu menundukkan juara Eropa, Rusia, dengan skor 89-68.

Usai menang supermudah atas Turki dan Lithuania di Makau (poin rata-rata 118), Team USA memang lebih kesulitan melawan Rusia. Andrei Kirilenko dkk mampu memperlamban Dream Team, menghalangi mereka mencapai 100 poin. Namun, mereka sendiri ikut kesulitan mencetak poin, bahkan tak mampu menyentuh angka 70.

Sebelas dari 12 pemain Team USA kemarin mencetak poin. Hanya Jason Kidd (yang memang tidak butuh shooting) yang tidak punya poin. Kobe Bryant jadi top scorer dengan 19 poin, diikuti Dwyane Wade (17), Carmelo Anthony (16), dan LeBron James (10).

Dari kubu Rusia, Kirilenko mencetak 18 poin. Lalu pemain kelahiran Amerika Serikat, J.R. Holden, menambahkan 17 poin.

Pertandingan di Qizhong Tennis Indoor (gedung di pinggiran Shanghai ini memang dirancang untuk tenis) itu mendapat sambutan dahsyat. Lebih dari 14.500 tiket sold out.

Lagi-lagi, Kobe Bryant menjadi pemain favorit penonton. Sama seperti ketika di Makau, saat dia menembak free throw, para penonton kompak meneriakkan "MVP! MVP!". Basket memang olahraga favorit di Tiongkok, dan Bryant sekarang pemain paling populer. Apalagi setelah dia meraih gelar Most Valuable Player (MVP) pertamanya pada musim NBA 2007-2008 lalu).

''Dalam menyerang, saya hanya melakukan tembakan ketika ada kesempatan. Kami ingin memindahkan bola lebih sering. Tapi, jika kesempatan datang dengan sendirinya, kami ingin lebih agresif dan melakukan tembakan,'' ujar Bryant seperti dilansir AFP.

Usai mengalahkan Rusia, Team USA akan menjalani latih tanding terakhir melawan tim kuat lain, Australia, Selasa (5/8) besok. Seharusnya, Rusia merupakan lawan terberat sebelum Olimpiade Beijing dimulai. Jadi, kemungkinan besar LeBron James dkk besok bakal menang lebih jauh lagi.

Setelah ini, pertandingan paling dinantikan publik Tiongkok (dan penggemar basket di seluruh dunia) adalah pertandingan pembuka Team USA di Olimpiade Beijing. Pada 10 Agustus nanti, mereka langsung berhadapan dengan tuan rumah, Tiongkok, yang diperkuat Yao Ming dan Yi Jianlian. (aza)

Sumber: Jawa Pos
 
[ Senin, 04 Agustus 2008 ]
Motivasi dari Perdana Menteri
BEIJING - Suntikan motivasi diperoleh tim basket Tiongkok menjelang bertempur di pentas Olimpiade. Yao Ming dkk mendapatkan kehormatan besar kemarin (3/8), ketika dikunjungi Perdana Menteri (PM) Tiongkok Wen Jiabao. Kepada tim basket Tiongkok, Jiabao mengharapkan hasil terbaik.

Tiongkok akan melakoni laga pertama melawan rival berat, Amerika Serikat (AS), pada 10 Agustus. Menurut rencana, Presiden AS George Bush bakal menyaksikan secara langsung laga tersebut. Bush sudah meminta tiket langsung kepada Presiden Tiongkok Hu Jintao dalam pertemuan mereka beberapa waktu lalu.

"Laga pertama kalian akan menarik perhatian seluruh dunia. Kalian harus percaya diri, tetap bersatu, dan bermain dengan baik. Tak penting kalian menang atau kalah, yang penting kalian bermain dengan semangat," tutur Jiabao kepada anggota tim basket Tiongkok.

Diungkapkan Jiabao, tujuan dari setiap laga yang dilakukan tim Tiongkok bukan hanya kemenangan. Lebih dari itu, mereka harus menunjukkan banyak hal kepada masyarakat dunia.

"Gunakan even luar biasa ini untuk memberikan kemenangan kepada ibu pertiwi. Raih kehormatan, menangkan persahabatan, dan tunjukkan semangat yang dimiliki oleh bangsa Tiongkok," imbuh Jiabao seperti dikutip Reuters.

Jiabao selama ini memang dikenal sebagai pejabat yang suka berolahraga. Dalam banyak kesempatan, dia sering menunjukkan kebiasaannya dalam berbagai cabang olahraga. Termasuk ketika menunjukkan keahlian bermain baseball saat berkunjung ke Jepang tahun lalu.

Dalam kunjungannya ke pusat latihan tim basket Tiongkok kemarin, Jiabao juga menunjukkan aksinya dalam bermain bola basket. Dia melakukan sejumlah tembakan yang beberapa di antaranya menemui sasaran dan masuk. "Saya pun sering bermain basket. Saya adalah fans basket saat kecil dan hingga saat ini sangat suka menyaksikan pertandingan basket," katanya. (ady/ca)

Sumber: Jawa Pos
 
[ Rabu, 06 Agustus 2008 ]
Kalahkan Australia, Sapu Bersih Uji Coba
SHANGHAI - Tim basket USA meraih hasil sempurna jelang bertempur di Olimpiade Beijing. LeBron James dkk menyapu bersih empat laga uji coba yang dilakoni sebelum tampil di pesta olahraga antarbangsa itu. Setelah Turki, Lithuania, dan Rusia, kemarin (5/8) giliran Australia yang menjadi korban. Tim negeri Kanguru itu ditundukkan dengan skor 87-76.

Meski menang, ada catatan pada penampilan team USA kemarin. Marjin kemenangan atas Australia adalah yang terkecil dibandingkan tiga uji coba sebelumnya. Mereka tampak kesulitan mengahadapi permainan cepat yang diperagakan Australia. Alhasil, perolehan poin kedua tim tidak terpaut jauh. Di akhir kuarter pertama, USA hanya unggul 22-19.

Perbaikan serangan dan pertahanan dilakukan USA memasuki kuarter kedua. Meski banyak tertolong oleh poin yang didapat dari sembilan kali free throw, tim besutan pelatih Mike Krzyzewski itu masih kesulitan menembus pertahanan Australia. Kuarter kedua berakhir dengan skor 44-29 untuk USA.

Permainan Australia semakin baik di kuarter ketiga. Lay-up David Barlow membuat Australia menipiskan marjin poin hingga hanya terpaut empat angka, 42-46. Di kuarter ini, Australia mendulang 26 poin, sementara USA menambah 21 poin. Skor pada akhir kuarter ketiga 65-55.

Kemenangan USA tak lepas dari strategi pertahanan yang solid. Meski demikian, USA masih harus berjuang meningkatkan akurasi dalam tembakan tiga angka dan free throw. Dalam pertandingan kemarin, USA hanya melesakkan 20 persen kesempatan tembakan tiga angka (3 dari 15 kesempatan) dan 60,6 persen free throw (20 dari 33 kesempatan).

''Kami membuat kesulitan sendiri karena tak terlalu banyak memindahkan bola dan tak bisa memanfaatkan tembakan dari luar. Problem itu harus kami kurangi,'' tutur Dwyane Wade, bintang USA, seperti dilansir AFP. (ady/ca)
 
Olimpiade Terakhir Yao
BEIJING - Olimpiade Beijing 2008 bakal menjadi partisipasi terakhir Yao Ming. Pebasket Tiongkok itu menyatakan tidak akan tampil pada Olimpiade berikutnya. "Ini akan jadi Olimpiade ketiga saya," ujar Yao kepada harian Houston Chronicle seperti dikutip Reuters kemarin (4/8).

"Saya masih sangat muda dan mencicipi Olimpiade pertama pada 2000 di Sydney. Saya juga bermain di Athena 2004. Sekarang Olimpiade terjadi di rumah sendiri dan menjadi kehormatan istimewa. Saya pikir ini sudah cukup. Kenapa saya harus bermain di London 2012?" katanya.

Yao, yang difavoritkan bakal menyulut api di kaldron saat upacara pembukaan Jumat mendatang (8/8), akan menjadi motor tim basket Tiongkok. Sebagai tuan rumah, Tiongkok berambisi meraih medali pertama dari cabang basket.

Namun, perjuangan mereka tidak akan mudah. Pada laga pembuka 10 Agustus nanti, Tiongkok harus meladeni kandidat juara, Amerika Serikat (AS). Selain itu, lawan-lawan Tiongkok di grup B juga tidak enteng. Masih ada Spanyol, Jerman, Angola, dan Yunani.

Yao juga mengomentari silang pendapat tentang posisinya di antara tim Tiongkok dan Houston Rockets. Fans basket di Tiongkok menganggap karir Yao di NBA membuatnya terlalu tertekan. Sementara itu, kalangan di AS menuding, komitmen Yao di tim Tiongkok-lah yang memicu cedera pemain bertinggi 229 cm tersebut.

"Bagi saya, itu beban yang berbeda. Saya memiliki dua karir. Kebanyakan pemain tidak memiliki pengalaman itu," kata Yao. "Saya tidak merasa, ada pihak yang salah. Orang Amerika bilang Rockets membayar gaji saya. Itu tidak masalah. Sebab, saya suka Rockets. Kostum apa pun yang saya pakai, saya tetap bermain seratus persen," ujar pemain 27 tahun tersebut.(ady/ca)
 
Kapan Yah Indonesia Bisa Kayak Gitu ..... ?!
 
besok tanggal 10, pertandingan awal basket di Olimpiade Beijing 2008 dimulai. ni bukan laga uji coba. tapi seriusss!! dan, pertandingannya dibuka dengan USA vs Tiongkok! aduhh!! kenapa harus mereka duluan?? kenapa gak lainnya dulu! gw bgg mo dukung yg mana..
 
Ada siaran langsung ga yah?
 
btw, informasinya.. Tiongkok kalah dari USA.. beritanya ilang!! hikz... maaf...
 
[ Selasa, 12 Agustus 2008 ]
Lebih Santai Sambut Laga Kedua
BEIJING - Kemenangan atas Tiongkok melapangkan jalan tim basket Amerika Serikat (Team USA) menuju babak berikutnya. Apalagi, lawan di laga kedua malam ini jauh lebih ringan, yakni Angola. Di atas kertas, Team USA tidak akan kesulitan melumat wakil Afrika itu.

Jelang laga kedua, suasana Team USA lebih santai. Kemarin sore (11/8) anggota Dream Team hanya berlatih ringan. Sementara pagi hingga siang mereka melakukan aktivitas santai. Salah satunya mengunjungi Tembok Raksasa. Salah seorang bintang Team USA, Kobe Bryant, memilih menyaksikan pertandingan bola voli pantai.

Suasana santai itu tidak mengurangi konsentrasi menyambut laga kedua. "Berada di negara ini dengan even yang besar adalah pengalaman hebat bagi kami. Sebuah pengalaman istimewa. Tapi, kami juga menunjukkan bahwa tim ini juga sangat serius di lapangan," ungkap Chris Bosh, salah seorang pemain Team USA.

Dengan materi para pemain bintang NBA, Team USA memang jauh diunggulkan daripada Angola yang seluruh personelnya bermain di liga domestik. Yang menjadi perhitungan adalah seberapa besar modal yang dikumpulkan Team USA untuk tiga laga berikutnya yang lebih berat. Yakni, melawan Yunani, juara dunia Spanyol, dan Jerman.

Spanyol dan Jerman sudah membuktikan bahwa mereka tak bisa diremehkan melalui kemenangan meyakinkan di pertandingan pertama. Jerman mengalahkan Angola, sedangkan Spanyol menundukkan Yunani.

Sementara itu, beban berat dipikul peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 Argentina. Penyebabnya, mereka kalah di pertandingan pembuka. Di luar dugaan, Manu Ginobili dkk harus mengakui keunggulan Lithuania dengan skor 75-79. Argentina pun mencanangkan misi sapu bersih untuk empat laga sisa di grup A.

"Kami mendapat tantangan lebih besar karena kami harus memenangkan seluruh pertandingan sisa jika ingin melaju ke babak berikutnya," tutur Ginobili. "Sepanjang latihan, kami memperbaiki cara menyerang kami. Kami menghadapi lawan yang berbeda dengan karakter yang berbeda, bahkan di setiap laga. Tidak seperti playoff NBA, tim yang dihadapi sama," kata pemain San Antonio Spurs itu. (ady/ca)
 
17974large.jpg


[ Rabu, 13 Agustus 2008 ]
TERANCAM OUT
Tiongkok Telan Kekalahan Kedua

BEIJING - Langkah tim basket Tiongkok di Olimpiade Beijing menemui jalan terjal. Dua kali berlaga, dua kali pula Yao Ming dkk menelan kekalahan. Setelah takluk dari Team USA pada laga pertama, kemarin (12/8) Tiongkok harus mengakui ketangguhan juara dunia Spanyol dengan skor 75-85.

Dua kekalahan beruntun membuat peluang Tiongkok untuk menembus babak perempat final semakin kecil. Mereka harus berjuang keras pada tiga laga sisa guna masuk empat besar sebagai syarat lolos ke perempat final. Jika gagal, Tiongkok harus out dan tersingkir dari persaingan.

Tiga bintang NBA yang dimiliki Tiongkok tak mampu menghindarkan mereka dari kekalahan. Yao Ming, Sun Yue, dan Yi Jianliang gagal menghentikan keperkasaan Spanyol yang dimotori Gasol bersaudara, Pau dan Marc.

Tiongkok sejatinya menguasai permainan di babak pertama dan awal kuarter ketiga. Namun, pertahanan solid yang digalang Spanyol membuat keadaan berbalik. Spanyol bangkit dari keterpurukan dan ketertinggalan 14 poin di kuarter ketiga. Marc Gasol melakukan lay-up untuk menyamakan skor menjadi 72-72 saat kuarter terakhir menyisakan 19,7 detik. Tambahan waktu (overtime) pun diberikan.

Sepanjang overtime, Pau Gasol menjadi bintang dengan menambah sembilan poin untuk Spanyol. Total, pemain yang memperkuat klub NBA, Los Angeles Lakers, itu mengakhiri laga dengan torehan 29 poin.

Bintang Spanyol lainnya adalah guard Rudy Fernandez dan Ricky Rubio Vives. Fernandez yang musim depan bermain bersama Portland Trail Blazers mengoleksi 21 poin. Sementara itu, meski hanya mencetak satu poin, Ricky menyumbang empat assist dan membuat solid pertahanan Spanyol, terutama pada kuarter keempat.

''Ini pertandingan sulit, terutama di babak pertama. Kami tak bermain seperti biasanya, sementara Tiongkok bermain begitu efektif. Saat memiliki kesempatan, kami terus melaju dan memenangi laga,'' tutur Fernandez.

Di kubu Tiongkok, guard Liu Wei menjadi pendulang angka tertinggi dengan 19 poin. Forward Zhu Fanyu dan center Wang Zhizhi masing-masing menyumbangkan 15 poin. Sedangkan Yao Ming hanya mendonasikan 11 poin.

''Hasil akhir yang mengecewakan. Tapi, kami telah memberikan perlawanan hebat menghadapi juara dunia yang kaya pengalaman. Itu menunjukkan bahwa kami dapat bersaing dengan tim dalam level seperti itu,'' ucap Sun Yuen yang hanya menyumbang dua poin.

Persaingan di grup B semakin seru dengan kemenangan yang diraih Yunani atas Jerman 87-64. Di laga lain, Team USA tampil perkasa saat membekuk Angola 97-76. Kemenangan itu membuat Team USA bertengger di puncak klasemen grup B. Meski memiliki nilai sama, Team USA punya keunggulan dari selisih poin memasukkan-kemasukan yang lebih baik daripada Spanyol. (ady/ca)
 
ya ampun.. semakin menakutkan..!!
 
Go Go Pau Gasol !!
USA juga semakin melejit ajah nampaknya
Kandidat kuat Spanyol USA nih
 
Pau Gasol vs Kobe Bryant.. kalo biasanya di Lakers gw mengelu-elukan mereka adu layup ato banyak-banyakan point, skrg mo adu apa, ni???? huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bgg!! tp apapun yang terjadi, gw tetep dukung Kobe Bryant!!
 
Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.