• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Basketball @ Beijing Olympic 2008 News

Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.

Samantha

IndoForum Senior B
No. Urut
43737
Sejak
17 Mei 2008
Pesan
6.450
Nilai reaksi
157
Poin
63
[ Rabu, 23 Juli 2008 ]
Kondisi Howard Bikin Lega
LAS VEGAS - Kabar positif tengah menaungi tim basket Amerika Serikat (AS) yang dipersiapkan menuju Olimpiade Beijing 2008. Penyebabnya adalah makin membaiknya kondisi Dwight Howard. Center yang memperkuat Orlando Magic itu mengaku sudah pulih dari cedera tulang dada (sternum) yang pernah dideritanya.

Howard langsung bergabung bersama para pemain lainnya yang masuk dalam anggota tim Olimpiade. Tim AS memulai training camp pada Senin (21/7) waktu setempat. Menurut rencana, training camp yang berlangsung di Las Vegas itu berjalan selama empat hari, sebelum mereka mulai melakukan serangkaian uji coba di beberapa negara.

Sebelumnya, kondisi jawara Slam Dunk Contest NBA All-Star 2008 tersebut diragukan. Dia mengalami cedera tulang dada yang didapat saat playoff melawan Detroit Pistons. Bahkan, dia di-deadline hingga masa training camp kali ini. Pada mini training camp akhir Juni lalu, dia belum bisa bergabung dengan anggota lainnya.

"Saya merasa baik-baik saja. Saya tak memiliki problem apa pun dan siap berangkat," ungkap pemain berusia 22 tahun itu.

Kabar tersebut benar-benar melegakan kubu tim AS. Sebab, Howard adalah satu-satunya center tulen yang dipanggil masuk tim itu. Mereka sempat melakukan persiapan untuk mengantisipasi tidak adanya seorang center dalam tim.

Dalam latihan-latihan sebelumnya, tim AS memaksa Chris Bosh dan Carlos Boozer berperan sebagai center. Padahal, di NBA, keduanya menempati posisi power forward. Bahkan, LeBron James yang juga power forward pernah mencicipi menu latihan sebagai center.

Alternatif lain yang pernah dipakai oleh tim AS adalah memanggil center New Orleans Hornets Tyson Chandler untuk ikut berlatih bersama. Meski namanya tak didaftarkan kepada panitia Olimpiade, dia bisa menggantikan tempat Howard jika kondisi benar-benar tak memungkinkan. Namun belakangan, yang mengkhawatirkan justru kondisi Chandler. Chandler mengalami cedera pada ibu jari kaki kanan. (ady/roq)

SUmber: Jawa Pos
 
[ Kamis, 24 Juli 2008 ]
Giliran LeBron Kena Cedera
LAS VEGAS - Problem cedera tak kunjung menjauhi persiapan Timnas Basket Amerika Serikat (AS). Setelah center Dwight Howard menyatakan diri hampir pulih dari cedera tulang dada (sternum), kini giliran power forward LeBron James yang mendapat masalah. Engkel kanan pemain yang memperkuat Cleveland Cavaliers itu mengalami cedera.

Musibah itu didapat LeBron setelah sehari sebelumnya menyatakan berhasrat ingin mengembalikan kejayaan NBA lewat emas di Olimpiade Beijing 2008. Timnas AS mendeskripsikan cedera yang dialami James itu hanya cedera ringan. Dia mendapatkannya saat latihan game antara tim AS melawan tim seleksi pemain muda NBA di Valley High School, Las Vegas, kemarin (23/7) WIB.

Dilansir dari Las Vegas Sun, LeBron mengalami cedera setelah bertabrakan dengan Kevin Durant yang memperkuat kubu lawan. Dia, tampaknya, salah bertumpu saat kakinya mendarat di kaki Durant. Akibatnya, engkel kanannya terkilir dan dia harus berkonsultasi dengan tim medis.

"Setelah kejadian itu, saya langsung menghampirinya. Dia bilang baik-baik saja," ujar guard Milwaukee Bucks Michael Redd yang juga memperkuat tim AS seperti dikutip AFP.

Namun, LeBron menolak mengonfirmasi kondisi cederanya itu. Ada indikasi, masalah pada engkel kaki kanannya itu cukup serius yang memungkinkannya absen untuk dua minggu ke depan.

Pelatih Tim AS Mike Krzyzewski juga masih belum banyak berkomentar mengenai musibah terbaru dalam timnya itu. Menurut dia, pihaknya baru akan tahu sehari kemudian, sesudah memberikan waktu istirahat kepada LeBron.

"Dia berpikir itu hanya cedera ringan, begitu pula tim pelatih kami. Jadi, kami akan mengetahuinya besok (hari ini). Tapi, saya juga berpikir tak ada yang serius," tutur Krzyzewski.

Rencananya, LeBron menjalani pemeriksaan lebih lanjut berkaitan dengan cederanya tersebut. Sangat mungkin dia bakal absen saat tim AS menjalani laga uji coba melawan Kanada pada Jumat (25/7) di Las Vegas. (ady/roq)

Sumber: Jawa Pos
 
14483large.jpg


[ Minggu, 27 Juli 2008 ]
Awal Menjanjikan Kobe Dkk
Dwyane Wade On Fire, Tim AS Gilas Kanada

LAS VEGAS - Bukti awal menjanjikan disuguhkan bintang-bintang NBA yang memperkuat Timnas Basket Amerika Serikat (Tim AS). Kobe Bryant dkk menggilas Kanada 120-65 pada laga uji coba resmi perdana menuju Olimpiade Beijing 2008 di Las Vegas kemarin (26/7) WIB.

Tiga superstar NBA, Carmelo Anthony, Dwyane Wade, dan Michael Redd, sama-sama mengemas 20 poin dalam kemenangan itu. Jumlah poin tersebut lebih banyak daripada yang diperoleh MVP (Most Valuable Player) NBA musim lalu, Kobe Bryant, yang melesakkan 15 poin. Sementara itu, dua point guard Deron Williams dan Chris Paul masing-masing menyumbang tambahan 14 dan 11 poin.

Dalam partai uji coba itu, Tim AS belum bisa diperkuat LeBron James yang masih menderita cedera engkel kanan. Perhatian tertuju pada Wade yang membuktikan dirinya sudah berada dalam kondisi sempurna untuk diboyong ke Beijing. Itu adalah penampilan pertama Wade selama lebih dari empat bulan, setelah berkutat dengan cedera lutut kiri yang dideritanya.

Tak salah jika pelatih Mike Krzyzewski rela menanti Wade hingga benar-benar fit untuk masuk dalam tim. Dia pun memberikan posisi starter pada Wade dalam laga tersebut.

"D-Wade (Dwyane Wade) adalah seorang pejuang bagi siapa pun yang mengenalnya. Dia memulihkan diri dan berlatih keras lebih dari siapa pun hanya untuk kembali ke permainannya,'' ungkap Paul yang diajak Wade berlatih bersama saat masa pemulihan di Chicago beberapa waktu lalu.

"Itulah dia, ketika dia agresif, kami adalah tim yang berbahaya,'' sambung pemain New Orleans Hornets yang kemarin menyumbang tambahan delapan assist itu.

Wade mengawali produktivitasnya dengan tembakan tiga angka pada menit pertama. Semua seakan berjalan baik baginya. Lima tembakan awal yang dilepaskannya menemui sasaran. "Dia sedang sehat. Hal terpenting bagi Dwyane (Wade) adalah dia berada dalam kondisi yang sehat,'' papar Bryant.

Secara keseluruhan, Tim AS memang tampil agresif sepanjang laga. Agresivitas itu juga diimbangi dengan akurasi yang tinggi. Persentase tembakan Tim AS mencapai 65,7 persen (44 masuk dari 67 kesempatan).

Krzyzewski terlihat mencoba seluruh hasil latihan di training camp pada lima hari terakhir. Termasuk, pertahanan tim yang diujinya pada kuarter kedua permainan. Di kuarter kedua itu, mereka membuat Kanada melakukan 10 turnover dan unggul 61-38 untuk mengakhiri babak pertama.

"Setelah 10 menit, kami sadar tim ini seperti sudah menemukan kecocokan. Padahal, ini baru game pertama kami. Kami melakukan passing lebih banyak dan memainkan pertahanan lebih baik di tiga kuarter terakhir,'' jelas Krzyzewski.

Krzyzewski juga memberikan persaingan terbuka bagi Paul dan Deron Williams untuk menempati posisi pengganti bagi point guard utama Jason Kidd. Keduanya malah bisa mengungguli Kidd dalam jumlah poin dan assist.

Tim AS akan melanjutkan persiapannya di Asia. Yakni, bermain dua laga di Macau dan dua lagi di Shanghai, Tiongkok. (ady/roq)

Sumber: Jawa Pos
 
14325large.jpg


[ Sabtu, 26 Juli 2008 ]
Tiru Spirit Celtics
MADRID - Misi besar dilakoni tim basket Amerika Serikat (AS) di Olimpiade Beijing 2008. Jason Kidd dkk dibebani target menggapai medali emas. Dukungan pun mengalir. Salah satunya, dari superstar Boston Celtics Paul Pierce.

Pierce yang saat ini berada di Madrid, Spanyol, untuk berbagi keahlian dalam acara camp anak-anak menyatakan bahwa medali emas sudah seharusnya menjadi milik tim AS. Dia berharap agar para pemain yang terpilih membela tim AS meniru spirit yang ditunjukkan Celtics kala mengakhiri paceklik gelar NBA.

Celtics berhasil mengakhiri dahaga gelar selama 22 tahun setelah menjadi kampiun NBA musim 2007-2008. Sedangkan tim AS mengalami paceklik gelar di pentas internasional setelah mereka kali terakhir merebut emas pada Olimpiade Sydney 2000. Pierce yakin, tim AS bisa belajar dari kegagalan dalam beberapa tahun terakhir. Setidaknya, itu sudah dibuktikan oleh tim besutan Mike Krzyzewski tersebut dalam persiapan awalnya. Pemilihan anggota tim AS menekankan pada kekuatan tim, bukan kemampuan individu sang pemain.

"Mereka (tim AS, Red) perlu mendapatkannya, lebih besar dari harapan Celtics meraih gelar tahun ini," kata MVP (Most Valuable Player) NBA Finals 2008 itu pada Associated Press. "AS memiliki tradisi kekuatan bola basket dan mereka perlu membuktikannya sekali lagi. Saya kira, tim ini bisa melakukannya," tegasnya.

Pierce mengingatkan bahwa tugas tersebut tidak ringan. Tantangan besar yang akan datang pada AS berasal dari tim-tim benua Eropa. Setidaknya, ada tiga tim yang menurut dia berbahaya. Yaitu, juara dunia Spanyol, juara Eropa Rusia, dan Jerman yang diperkuat oleh Dirk Nowitzki.

Bagi Pierce, kunci untuk dapat tampil gemilang di turnamen sebesar olimpiade adalah kebugaran dan kecepatan. Potensi itu dapat dilihat dari roster tim AS yang dipersiapkan menuju Olimpiade. Pierce menambahkan, kemampuan anggota skuad tim AS berada di atas rata-rata tim lainnya.(ady/roq)

Sumber: Jawa Pos
 
Howard sembuh dari cedera, gw emang legaaa bangettt..
LeBron James cedera.. aduhh.. emang gw gak suka sama manusia ini.. jadi, gak gitu care.. coz, masih ada Kobe yang lebih bisa diandalkan dibanding dia..
Kobe emang jagoan USA!
Sedangkan P-Piarce.. entahlah.. dibilang sirik, iya sirik banget gw.. sama team dia.. ahh.. semoga Big Three nantinya terpecah belah!
 
[ Selasa, 29 Juli 2008 ]
Gundul untuk Hindari Salon
TARGET tinggi dipancang oleh salah seorang pilar Team USA, Dwyane Wade, pada Olimpiade Beijing 2008. Dia ingin menebus kegagalan mempersembahkan medali emas pada Olimpiade Athena 2004. Selain target tim, superstar Miami Heat itu mengusung target pribadi menuju Beijing. Yakni, mengembalikan performa terbaiknya.

Pasalnya, di NBA musim lalu, dia gagal mewujudkan ambisi tersebut karena cedera lutut kirinya. Akibatnya, pemain 26 tahun tersebut gagal mengangkat Miami Heat hingga harus mengakhiri musim kemarin sebagai juru kunci Wilayah Timur.

Nah, untuk mewujudkan ambisinya itu, langkah awal telah dilakukannya. Dia mencukur habis seluruh rambut di kepalanya. Dengan melakukan hal tersebut, Wade berharap tak lagi menghabiskan banyak waktu pergi ke salon untuk mengurus penampilannya selama di Beijing nanti. Sehingga, dia bisa fokus total buat Team USA.

"Saya hanya fokus untuk bermain dan membawa pulang emas. Di Tiongkok, saya tak akan keluar untuk membiarkan seseorang mencukur rambut saya. Penampilan seperti ini setidaknya akan bertahan hingga 30 hari mendatang," tutur Wade dalam tulisannya yang ditujukan kepada Associated Press.

Wade bersyukur dengan kondisinya saat ini. Dia merasakan jauh lebih baik dibandingkan beberapa bulan lalu saat harus terkulai karena cedera paha, hamstring, hingga tendon lutut yang rusak.

"Saya mendorong tubuh saya melebihi batas supaya siap sebelum Olimpiade. Saya ingin kaki saya lebih kuat untuk mengambil alih kerja tendon. Untuk itu, saya berada di gym lima jam dalam sehari, mulai pukul sembilan pagi sampai pukul dua sore, lima hari seminggu," tuturnya.

Bukti awal dari kerja keras itu telah ditunjukkan Wade dalam partai uji coba melawan Kanada pekan lalu. Dalam 18 menit bermain, dia mencetak 20 poin. Padahal, itu adalah penampilan pertamanya setelah hampir empat bulan tak bermain. (ady/roq)
 
[ Selasa, 29 Juli 2008 ]
Team USA Mengejar Sempurna di Macau
Tur Uji Coba Jelang Olimpiade Beijing

LAS VEGAS - Dari satu pusat judi, tim bola basket Amerika Serikat akan mengunjungi pusat judi yang lain. Setelah menjalani camp dan latih tanding di Las Vegas, Team USA terbang ke Macau. Kamis dan Jumat ini (31 Juli-1 Agustus), Kobe Bryant dkk akan uji coba melawan Turki dan Lithuania.

Meski datang ke kota yang menawarkan banyak fasilitas untuk bersenang-senang, pasukan berjuluk ''Dream Team'' itu mengaku akan menjaga fokus. Mereka serius menghadapi laga-laga uji coba, akan menjaga kesempurnaan rekor menjelang Olimpiade Beijing, Agustus mendatang. Sebab, tim tersebut hanya punya satu target, yaitu meraih kembali emas untuk AS.

''Ini adalah bagian dari sebuah proses. Tidak penting ke mana kami pergi. Kami harus menyiapkan diri sebaik mungkin,'' kata Jerry Colangelo, manajer USA Basketball.

Tim itu disebut-sebut sebagai Team USA terbaik sejak 1992, era Dream Team yang perdana. Sebelum meninggalkan AS, Jumat pekan lalu (25/7), tim itu menghancurkan Kanada, 120-65. Padahal, salah satu bintang utama, LeBron James, tak bisa turun karena cedera engkel.

Di Macau, tim tersebut akan mencoba memantapkan hati mengejar emas. ''Kami harus memenangi semua pertandingan untuk membangun rasa percaya diri, meningkatkan semangat," kata Carmelo Anthony. ''Kami tak ingin bilang pernah kalah,'' tegasnya.

Dwyane Wade menyampaikan hal yang sama. ''Kami tak mau kehilangan satu pertandingan pun. Kami ingin menjadikan ini sebagai bulan yang sempurna. Kalah dalam pertandingan ekshibisi bukanlah opsi,'' ungkapnya.

Dari Macau, Team USA langsung terbang ke Shanghai. Di sana, mereka menjalani dua lagi laga uji coba. Kali ini menghadapi lawan yang lebih tangguh. Yaitu, juara Eropa, Rusia, plus Australia.

Sejak bertanding di Macau, Team USA berharap tim itu sudah seratus persen. LeBron James diperkirakan sudah bisa tampil.

Menurut jadwal, Team USA akan menjalani pertandingan pertama Olimpiade Beijing pada 10 Agustus, melawan tuan rumah, Tiongkok. (ap/aza)
 
15251large.jpg


[ Rabu, 30 Juli 2008 ]
LeBron Fit untuk Hadapi Turki
Kobe Anggap Olimpiade Lebih Bergengsi dari NBA

MACAU - Tanah Tiongkok menunjukkan tanda-tanda bersahabat untuk tim bola basket Amerika Serikat. Sejak melakoni latihan perdana di Macau pada Senin lalu (28/7), bintang LeBron James mulai pulih dan bergabung dalam sesi latihan Team USA. Kemarin (29/7) bintang Cleveland Cavaliers itu dinyatakan fit untuk tampil dalam laga uji coba yang dimulai besok (31/7).

Forward yang di NBA musim lalu mengemas rata-rata 30 poin per pertandingan itu kemarin tampak benar-benar bugar. Jika dalam sesi latihan sehari sebelumnya masih menggunakan pelindung engkel kaki kanan, kemarin dia sudah tidak memakainya.

"Saya akan bermain di Macau dan Shanghai untuk mempersiapkan diri saya menuju Beijing. Meski demikian, tak apa jika pelatih melihat menit bermain saya lebih dahulu," tutur LeBron.

Di Macau, sparring partner pertama Tim USA adalah Turki yang akan dihadapi besok. Sehari berikutnya, mereka menghadapi Lithuania. Di Shanghai, mereka akan melakukan uji coba melawan Rusia (3/8) dan Australia (5/8).

Kepulihan LeBron itu tidak membuat pelatih Team USA Mike Krzyzewski besar kepala. Menurut dia, tebaran bintang NBA di timnya bukan jaminan untuk meraih emas Olimpiade.

"Kami belum meraih apa pun," ungkap Krzyzewski.

Peringatan Krzyzewski itu bukan tanpa alasan. Team USA sudah puasa meraih medali emas di Olimpiade Sydney 2000. Menurut dia, persaingan bola basket dunia sudah mencapai tahap lain. Yakni, tidak lagi Amerikasentris meski mereka memiliki liga basket paling bergengsi di dunia.

"Banyak tim yang kami hadapi. Beberapa di antaranya memiliki lima pemain yang seluruhnya bermain di NBA. Bola basket dunia makin menarik dan itu menjadi tantangan berat bagi kami," tambah Krzyzewski.

Ketatnya persaingan di Olimpiade itu juga diamini oleh bintang lainnya, Kobe Bryant. Pemain yang mendapat anugerah MVP (Most Valuable Player) NBA musim lalu tersebut menyatakan bahwa medali emas Olimpiade lebih penting daripada gelar di kompetisi NBA. Seperti anggota tim lainnya, dia meletakkan kepentingan negara di atas kepentingan lainnya.

"Anda berjuang untuk negara Anda, di situ ada tanggung jawab yang lebih besar. Saat bermain di NBA, Anda hanya bermain untuk brand berupa klub," terang Bryant.

"Saat memakai seragam Team USA, Anda bermain untuk sesuatu yang lebih besar dari itu. Anda mewakili negara Anda untuk melawan negara lain, mencoba membuktikan siapa yang lebih baik. Bagi saya, itu memberikan beban lebih berat," tuturnya kepada AFP.

Dengan banyaknya pemain bintang, Team USA yang tak mampu meraih prestasi maksimal dalam delapan tahun terakhir memang sangat memalukan. Untuk itu, tim yang dipilih Krzyzewski saat ini lebih didasarkan pada kemampuan untuk bermain sebagai sebuah tim. Kolektivitas dipandang sebagai obat mujarab untuk menghilangkan dahaga gelar itu.

Salah satu upaya lain Krzyzewski untuk menyatukan tim adalah dirinya tak memilih kapten tim. Bagi dia, setiap pemain dalam Team USA memiliki kemampuan sebagai pemimpin. (ady/ang)
 
[ Rabu, 30 Juli 2008 ]
Ledakan Ginobili Mantapkan Argentina
NANJING - Peraih medali emas bola basket Olimpiade Athena 2004, Argentina, memberikan warning awal kepada para rivalnya di Olimpiade 2008. Persiapan mereka menuju Olimpiade Beijing 2008 makin mantap. Mereka mengalahkan salah satu peserta Olimpiade asal Asia, Iran, 81-71 dalam partai uji coba di turnamen FIBA Diamond Ball yang berlangsung di Nanjing, Tiongkok, kemarin (29/7).

Bintang Argentina yang memperkuat Houston Rockets di NBA Luis Scola menjadi pengumpul poin terbanyak bagi Argentina dengan 23 poin. Carlos Delfino menambah dengan 18 poin. Namun, perhatian justru tertuju kepada bintang NBA lain yang ada di tim NBA, yaitu Manu Ginobili.

Ginobili memang hanya menciptakan 15 poin. Termasuk di antaranya empat dunk beruntun yang dilakukannya. Itu makin menunjukkan dirinya makin dekat dengan penampilan puncak menuju Beijing.

"Saya senang dapat melakukan dunk hingga beberapa kali. Itu adalah kali pertama sejak waktu yang lama. Tapi, saya masih kesulitan mendapatkan ritme tim. Saya masih memiliki kesempatan untuk memperbaikinya," tutur Ginobili kepada situs resmi FIBA (Federasi Bola Basket Internasional).

Pelatih Argentina Sergio Hernandez pun memuji progres yang didapat Ginobili selama musim panas atau setelah sibuk di NBA. Ginobili berupaya keras untuk mendapatkan saling pengertian dengan rekannya yang lain. Di tim Argentina, Ginobili memang termasuk yang paling akhir bergabung. Dia diharuskan menjalani masa pemulihan akibat cedera engkel kiri yang diderita saat memperkuat San Antonio Spurs di playoff NBA. (ady/ang)
 
15401large.jpg


[ Kamis, 31 Juli 2008 ]
Garansi Emas Dream Team
Olimpiade Beijing semakin dekat. Karena basket adalah olahraga paling populer di Tiongkok, kiprah Dream Team Amerika Serikat pun menjadi sorotan utama. Kemarin (30/7), wartawan Jawa Pos Azrul Ananda dan Sugeng Deas sudah tiba di Makau. Selain meliput persiapan Team USA di CotaiArena, kompleks Venetian, harian ini juga menjadi tamu VIP NBA sebagai pendukung Team USA.

Di Makau, LeBron James dkk akan latih tanding dua kali. Hari ini melawan Turki, besok menghadapi Lithuania. Ikuti laporan dan foto-fotonya di halaman USA Basketball International Challenge, di SPORTIVO mulai hari ini. (*)
 
15448large.jpg


[ Kamis, 31 Juli 2008 ]
Garansi tanpa Meremehkan
Hari Ini, Team USA Tantang Turki yang Berpostur Lebih Besar

Laporan

Azrul Ananda

Sugeng Deas

dari Macau

---

MACAU - Basket adalah olahraga paling populer di Tiongkok. Karena itu, tim Amerika Serikat (Team USA) bakal menjadi tontonan utama di Olimpiade Beijing. Tim itu mendapat sorotan, ke mana pun mereka pergi. Dan saat ini, mereka adalah pusat perhatian di Macau. Malam ini dan besok, Jason Kidd dkk akan menjalani dua laga uji coba, melawan Turki dan Lithuania.

Team USA 2008 ini disebut-sebut sebagai yang terbaik sejak zaman Michael Jordan di Olimpiade Barcelona, 1992 lalu. Tim inilah yang digadang-gadang bakal mengakhiri paceklik gelar internasional AS. Pada 2004 di Athena, mereka hanya meraih perunggu. Pada kejuaraan dunia 2006 di Tokyo, mereka juga gagal masuk final.

Bukan hanya disebut-sebut sebagai yang terbaik, Team USA 2008 ini juga luar biasa percaya diri. Sampai-sampai, salah satu bintang utamanya, LeBron James, memberi garansi meraih medali emas di Beijing nanti. Pemain Cleveland Cavaliers itu mengungkapkannya dalam wawancara di majalah Time.

Mendengar garansi itu, rekan-rekan James di Team USA menanggapinya dengan penuh semangat. Mereka sama sekali tidak menganggap itu sebagai komentar yang arogan. "Saya yakin dia tidak arogan. Dia hanya sangat percaya pada teman-teman yang lain," tanggap Carmelo Anthony, salah satu mesin poin utama Team USA asal tim Denver Nuggets.

Rekan yang lain, Carlos Boozer, merasa komentar James itu sebagai pemompa semangat. "Dia salah satu pemimpin di tim ini. Kami semua percaya kami mampu meraih emas. Dengan ucapan itu, dia memberi kami pressure untuk memberikan yang terbaik. Saya tak sabar segera bertanding," ujar forward Utah Jazz tersebut.

Ketika ditanyai Jawa Pos sebelum latihan kemarin siang di CotaiArena, Macau, James menyampaikan bahwa dia tidak meremehkan siapa pun di Olimpiade Beijing nanti. Ya, dia memberi garansi menang. Tapi itu bukan berarti menganggap enteng lawan.

"Semua tim bakal sulit ditaklukkan. Semua tim," tegasnya. "Kami harus turun ke lapangan dan melakukan segalanya dengan baik. Secara offense maupun defense. Dengan begitu, baru kami memberi diri sendiri peluang yang besar untuk menang," tambah James.

Bahwa sejauh ini Team USA sering menang mudah (termasuk mengalahkan Kanada dengan skor 120-65 sebelum terbang ke Macau), James tak mau terlalu bangga dulu.

"Yang penting bukan berapa besar kita bisa menang. Tapi bagaimana kami bisa turun ke lapangan dan selalu memperbaiki performa. Itu yang paling utama bagi kami," kata James, yang baru saja pulih dari cedera engkel.

Seberapa perkasa Team USA 2008 ini? Jawabannya bakal semakin terlihat mulai malam ini. Mulai hari ini hingga 5 Agustus nanti, Team USA akan menghadapi empat lawan tangguh. Malam ini Turki, besok Lithuania. Setelah itu terbang ke Shanghai, melawan Rusia dan Australia.

Khusus malam ini, Team USA akan menghadapi ujian spesifik. Yaitu bagaimana menghadapi tim dengan postur lebih besar.

Team USA 2008 ini memang tergolong kecil. Punya banyak point guard dan small forward, hanya punya satu center sejati (Dwight Howard). Dari 12 pemain di Macau, hanya empat yang tingginya 206 cm atau lebih. Yaitu Howard (211 cm), Chris Bosh (211), Carlos Boozer (206), dan Tayshaun Prince (206).

Di sisi lain, Turki punya enam pemain (separo) bertinggi badan 206 cm atau lebih. Termasuk Hidayet (Hedo) Turkoglu, pemain NBA di tim Orlando Magic yang musim 2007-2008 lalu terpilih sebagai Most Improved Player.

Dalam latihan kemarin sore, Turkoglu memang tidak terlihat. Kabarnya dia sedang cedera paha. Tapi, tanpa Turkoglu pun Turki masih terlihat rata-rata lebih tinggi dari Team USA.

Menanggapi kendala ukuran ini, LeBron James mengaku tak gentar. "Turki memang lebih besar. Tapi kami belum pernah melihat mereka bertanding. Kami akan mengetahuinya besok (hari ini, Red). Kita lihat saja nanti," ucapnya.

Komentar senada disampaikan Chris Bosh. "Kami memang mencari tantangan dalam perjalanan uji coba ini. Kami tahu beberapa tim akan memberi kami kesulitan," ujarnya.

Pelatih Team USA, Mike Krzyzewski, mengaku akan mencoba menaklukkan ukuran besar itu dengan permainan lebih cepat. Apalagi, Team USA punya tiga point guard super yang mampu melakukannya. Ada Jason Kidd, Chris Paul, atau Deron Williams.

Mike D'Antoni, pelatih New York Knicks yang menjadi asisten pelatih Team USA, menambahkan bahwa para pemain "tanggung" mereka punya kemampuan untuk bermain "besar" di dalam. Termasuk James dan Anthony.

"Saya pikir kami cukup nyaman dengan ukuran kami. Apalagi kami punya kecepatan dan skill, plus lain-lain. Jadi ukuran tidak akan terlalu memberatkan. Kita lihat saja nanti," tandas D'Antoni. (*)
 
[ Kamis, 31 Juli 2008 ]
Saya Tukang Air dan Handuk
Team USA tergolong tim muda. Kebanyakan berusia di bawah 25 tahun. Tapi, di tim itu ada Jason Kidd, jenderal lapangan yang sudah berumur 34 tahun. Point guard Dallas Mavericks itu memang sengaja dicomot untuk "menstabilkan" tim, menenangkan upaya meraih emas di Olimpiade Beijing.

Saat menemui wartawan sebelum latihan di CotaiArena siang kemarin, Kidd setengah bercanda saat menyebutkan perannya di Team USA 2008 ini. Dia bilang, Team USA sekarang memiliki begitu banyak pemain berbakat, sehingga dia tak perlu berbuat banyak.

Dalam bertanding misalnya, Kidd sampai tak perlu melakukan shooting. Bahkan, dalam FIBA Americas tahun lalu, Kidd pernah menjalani beberapa pertandingan tanpa shooting sama sekali. "Saya tak perlu banyak shooting di tim ini," tandasnya.

Kidd juga tak perlu merasa sebagai pemimpin. "Tim ini punya beberapa pemimpin. Ada Kobe (Bryant), LeBron (James), dan Carmelo (Anthony). Beberapa pemain lain juga berkembang menjadi pemimpin," paparnya.

Lalu, kalau tak perlu berbuat banyak, apa tugas utama Kidd? Jawabannya mengundang tawa. "Tugas saya membawakan air es dan handuk, supaya para pemain bisa berlatih dan bermain dengan tenang," ucapnya. "Saya ini water boy sekaligus towel boy," tambahnya.

Kidd lantas menambah gurauan itu dengan komentar serius. Dia bilang, tugasnya memang untuk menenangkan tim ini. "Saya harus memastikan para pemain kami fokus dan siap bertanding. Kami ke sini untuk bekerja. Kami harus serius," tegasnya.

Kidd lantas mengaku akan berusaha untuk menikmati kiprah bersama Team USA 2008 ini. Dia mengingatkan, ini bakal menjadi kali terakhirnya berlaga di ajang internasional, di luar NBA. Karena itu, dia akan mencoba untuk merasakan setiap detik yang berlalu.

Menurut Kidd, ketika kali pertama ikut Olimpiade pada 2000 lalu di Sydney, Australia, dia merasa segalanya berjalan terlalu cepat. Khususnya saat pesta pembukaan.

"Waktu itu (2000, Red) rasanya luar biasa. Kami (Amerika, Red) termasuk negara terakhir yang diperkenalkan. Begitu masuk, kita melihat pesaing dari negara-negara lain, dan kita langsung merinding. Sekarang, saya tahu seberapa cepat momen itu berlalu. (Di Beijing) nanti, saya akan mencoba berjalan lebih lamban," paparnya.

Dan tentu saja, Kidd ingin mengakhiri kiprah terakhirnya ini dengan meraih lagi medali emas. Bagi Kidd, dua medali emas bakal lebih berarti daripada memenangi gelar NBA. "Tentu saja dua medali lebih berharga, karena saya belum pernah merasakan enaknya jadi juara NBA. Di tim ini, hanya Kobe yang punya cincin juara," pungkasnya. (*)
 
[ Kamis, 31 Juli 2008 ]
Dream Team; Serba Kompak dari Amerika ke Macau
Pakai Headphone Kembar, Makan Pagi Satu Meja

Team USA sekarang bukan lagi kumpulan All-Star. Manajer Jerry Colangelo benar-benar menginginkan sebuah tim yang utuh. Tak heran, Jason Kidd dkk pun menunjukkan kekompakan sejak mendarat di Macau.

---

Team USA berangkat dari Las Vegas, Amerika Serikat, Sabtu lalu. Setelah terbang 13 jam (plus perbedaan waktu), mereka tiba di Hongkong Senin pagi lalu (28/7) pukul 05.00. Di sana, mereka harus menunggu tiga jam, baru terbang lagi ke Macau. Tim yang dilatih Mike Krzyzewski itu masuk Hotel Venetian sekitar pukul 10.00.

Begitu tiba, Jerry Colangelo mengizinkan mereka untuk istirahat sejenak, tidur-tiduran. Siang menjelang sore, barulah mereka menjalani sesi media. Yang tampil Colangelo, Krzyzewski (Coach K), LeBron James, Carmelo Anthony, dan Dwyane Wade.

Setelah itu langsung latihan ringan di CotaiArena, stadion indoor berkapasitas 15 ribu tempat duduk yang terletak di dalam kompleks Venetian. Di sanalah mereka berlatih setiap siang, di sanalah mereka akan menjalani dua laga uji coba melawan Turki (malam ini) dan Lithuania (besok).

Dari Macau, mereka langsung terbang ke Shanghai. Di sana, mereka menjalani dua lagi laga ekhsibisi, melawan Rusia dan Australia.

Tidak lelah? Tidak, kata sang pelatih. "Saya merasa oke. Saya tidur sepuluh jam di pesawat. Itu lebih panjang daripada saat tidur di rumah. Mungkin saya perlu beli pesawat, lalu meletakkannya di rumah supaya bisa tidur lebih nyenyak," kata Krzyzewski setengah bercanda.

Bukan hanya itu, Krzyzewski mengungkapkan bahwa Carmelo Anthony memecahkan rekor tidur Team USA. "Dia tidur sepanjang penerbangan. Dalam sejarah USA Basketball, tidak pernah ada yang bisa tidur sepanjang penerbangan. Semoga bukan itu saja rekor yang dia pecahkan dalam perjalanan ini," paparnya.

Sejak latihan di Las Vegas hingga menyelesaikan Olimpiade Beijing Agustus nanti, Colangelo dan Krzyzewski benar-benar ingin tim ini menyatu. Team USA sekarang bukan lagi sekadar perkumpulan bintang-bintang NBA yang bermain bersama. Itu saja tidak cukup untuk mengalahkan para pesaing di Olimpiade, yang lebih mengutamakan konsep tim utuh.

Team USA selalu menegaskan keinginan untuk menjadi tim yang benar-benar utuh. Semua pemain diminta berkomitmen selama beberapa tahun, harus siap dipanggil kapan saja.

Sejauh ini, kekompakan itu sudah tampak. Meski semua berstatus superstar, dan masing-masing biasanya punya entourage (gerombolan "teman" yang selalu ikut ke mana pun mereka pergi), selama di Macau mereka tampak lebih santai dan mau kumpul bersama.

Saat mendarat di Macau misalnya. Semua bukan hanya mengenakan seragam latihan yang sama. Mereka juga mengenakan headphone yang sama untuk mendengarkan lagu. Katanya, itu semua adalah hadiah dari LeBron James.

Headphone itu high-definition, harganya cukup mahal. Mereknya Monster Beats by Dr. Dre, dengan harga USD 350 per buah (lebih dari Rp 3 juta). Saat datang ke CotaiArena untuk latihan kemarin siang, LeBron James dkk masih asyik mengenakan headphone tersebut.

Sebelum latihan itu, saat mengenakan sepatu Nike Zoom Soldier II, James mengaku sedang mendengarkan grup rap The Hard Boyz.

Kemarin pagi, mereka juga terlihat kompak saat makan pagi di Café Deco, Venetian. LeBron James, Dwyane Wade, Carmelo Anthony, Tayshaun Prince, Chris Paul, Deron Williams, dan Jason Kidd (plus beberapa trainer) duduk bersama di satu meja. Mereka ngobrol dan bercanda, cuek kalau dilihatin banyak orang yang duduk makan di sekeliling.

Mereka terlihat seperti atlet-atlet Olimpiade kebanyakan negara lain, tidak seperti pemain-pemain NBA yang superkaya. (*)
 
tuh kan.. LeBron James, mulai caper ajah!! wew!!
 
15606large.jpg


[ Jum'at, 01 Agustus 2008 ]

Mulus Hajar Turki

---

Team USA Menangi Latih Tanding Pertama di CotaiArena Makau

MAKAU - Team USA belum tertandingi menjelang Olimpiade Beijing. Dalam latih tanding pertama di CotaiArena, Makau, kemarin, Jason Kidd dkk menang mudah atas Turki, 114-82.

Team USA memang digadang-gadang menang jauh atas Turki. Maklum, tim yang dilatih Bogdan Tanjevic itu tidak lolos ke Olimpiade, dan tidak diperkuat oleh center utamanya, Mehmet Okur. Bukan hanya itu, forward andalan Turki, Hedo Turkoglu, juga tidak maksimal.

Turkoglu, yang di NBA bermain untuk Orlando Magic, baru datang di Makau Rabu malam lalu (30/7), semalam sebelum pertandingan. Dia baru ikut latihan ringan kemarin pagi. Sebelum pertandingan pukul 20.00 (19.00 WIB), dia baru tiba di CotaiArena sekitar satu jam sebelumnya. Itu pun lewat pintu penonton!

Turkoglu memang disebut masih cedera paha, sehingga partisipasinya sempat diragukan. Hingga Selasa (29/7), dia masih di Istanbul. Dan kemarin, Tanjevic memutuskan untuk tidak memainkannya sama sekali.

Tanpa Okur dan Turkoglu, Turki sebenarnya sempat memberikan perlawanan pada kuarter pertama. Team USA masih terlihat bermain terlalu individual. Saat waktu kurang 1 menit 40 detik, Turki sempat memimpin 27-24 berkat tembakan tiga angka Ender Arslan.

Dwyane Wade langsung membalasnya dengan dua layup, sehingga Team USA memimpin lagi 28-27. Kuarter pertama itu berakhir tipis, 31-30 untuk Team USA.

Pada kuarter kedua, Team USA tancap gas. Offense maupun defense. Dibuka dengan slam dunk garang Dwight Howard, Team USA mampu menghentikan hampir semua serangan lawan. Turki pun hanya mencetak tujuh poin pada kuarter kedua. Skor menjauh, 54-37 untuk Team USA.

Setelah half-time, Turki makin tak berkutik. Pertandingan seolah menjadi pesta akrobat bintang-bintang Team USA. Kobe Bryant, LeBron James, Carmelo Anthony, dan Dwyane Wade (plus yang lain) bergantian melakukan dunk seru pemuas belasan ribu penonton CotaiArena.

Bukan hanya itu. Saking santainya, Team USA mampu bercanda. Howard misalnya, menciumi bola dan tersenyum-senyum sebelum Turki melakukan free throw pada akhir kuarter keempat.

Pertandingan pun berakhir dengan skor jauh, 114-82. Hampir semua pemain Team USA mencetak poin. Dari 12 orang, hanya Tayshaun Prince yang scoreless.

LeBron James mencetak 20 poin, Anthony 17, Howard 14, Wade dan Bosh masing-masing 13. Dari kubu Turki, Cenk Akyol menyumbang poin terbanyak, 22.

Usai laga ini, James mendapat trofi pemain terbaik. Pujian pun menghujaninya. Baik dari kawan maupun lawan. Mike Krzyzewski, pelatih Team USA, mengaku senang melihat James kembali setelah mengalami cedera engkel.

"Kami akan banyak menggunakan LeBron dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya. Baik di posisi 3 (small forward) maupun 4 (power forward)," kata Coach K, julukan Krzyzewski. "Dia adalah natural born leader. Dan dia telah menunjukkannya di lapangan," tandasnya.

Malam ini, Team USA akan kembali berlaga di Makau. Lawannya lebih berat, Lithuania. Usai pertandingan kemarin, sejauh apa pun Team USA menang, James menegaskan bahwa tidak ada lawan yang ringan menjelang dan saat Olimpiade nanti. "Semua akan memberi tantangan. Lithuania, Yunani, Argentina, Angola, siapa pun," ucapnya. (*)
 
[ Jum'at, 01 Agustus 2008 ]
Tiket Versus Lithuania Sold Out
Team USA menang relatif mudah atas Turki tadi malam. Maklum, Turki memang tidak tampil full team. Center utama mereka, Mehmet Okur, memilih istirahat dari tim nasionalnya. Tapi malam ini, Jason Kidd dkk akan menghadapi lawan yang jauh lebih berat: Lithuania.

Sejak 2000, Team USA sudah empat kali bertemu Lithuania. Hasilnya, mereka menang tiga kali, kalah sekali. Namun, tiga kemenangan itu tidak diraih dengan mudah.

Pada 2004 di Olimpiade Athena, Team USA kalah di babak awal. Kemudian balik mengalahkan Lithuania untuk merebut medali perunggu. Empat tahun sebelumnya, di Sydney, USA menang dua kali, tapi tipis-tipis.

Di penyisihan grup, mereka menang 85-76. Itu adalah kali pertama Team USA menang di bawah sepuluh angka sejak pemain NBA boleh ikut Olimpiade pada 1992. Kemudian, di babak semifinal, Team USA selamat, menang dua angka, 85-83. Point guard bintang Lithuania, Sarunas Jasikevicius, punya peluang mencuri kemenangan. Sayang, tembakan tiga angkanya meleset pada detik-detik penutup.

Di Macau hari ini, Jasikevicius (yang pernah bergabung di Indiana Pacers) masih akan bermain. Begitu pula dua pemain NBA lain, Linas Kleiza (Denver Nuggets) dan Darius Songaila (Washington Wizards).

Penggemar basket di Macau (dan area sekitarnya) pun tahu betapa signifikannya duel Team USA versus Lithuania ini. Bila tiket melawan Turki masih bisa dibeli pada hari pertandingan, tiket melawan Lithuania sudah sold out sejak jauh hari. Padahal harganya lumayan. Yang termahal 1.280 MOP (sekitar Rp 1,7 juta), lalu 880, 580, dan termurah 380 MOP (sekitar Rp 500 ribu). (*)
 
[ Jum'at, 01 Agustus 2008 ]
Pasukan Rp 1,5 Triliun
Team USA benar-benar kumpulan bintang. Ketika 12 pemainnya melakukan pemanasan bersama di tengah lapangan CotaiArena, Macau, bisa dibayangkan betapa besarnya kumpulan gaji yang terkumpul di sana.

Berikut ini susunan pemain Dream Team, plus gaji masing-masing pemain untuk musim 2008-2009 nanti di NBA. Jason Kidd dan Kobe Bryant merupakan dua yang termahal. LeBron James, Dwyane Wade, Carmelo Anthony, dan Chris Bosh punya gaji setara, karena sama-sama masuk NBA pada 2003. Gaji terkecil milik Deron Williams dan Chris Paul, itu karena keduanya baru masuk NBA pada 2005, jadi masih menjalani rookie contract.

Ingat, ini masih belum termasuk pendapatan mereka dari luar tim, seperti dari iklan dan lain-lain. (*)
 
15582large.jpg


[ Jum'at, 01 Agustus 2008 ]
Bersama USA Basketball Ikuti Persiapan Olimpiade di Kasino Makau

Gampang Lihat Bintang, Sulit Lihat Matahari

Nonton NBA adalah mimpi penggemar basket. Nonton tim nasional basket Amerika Serikat adalah impian yang lebih tinggi lagi. Apalagi bisa jadi undangan VIP, bisa makan malam bareng para bintangnya. Berikut catatan AZRUL ANANDA, wartawan Jawa Pos yang sekarang berada di Makau bersama SUGENG DEAS.

---

Nonton langsung pertandingan National Basketball Association (NBA) merupakan impian kebanyakan penggemar basket. Nonton langsung pertandingan tim nasional Amerika Serikat (Team USA) merupakan mimpi yang lebih tinggi lagi.

Bagaimana tidak. Team USA merupakan kumpulan bintang-bintang terbesar NBA. Lebih bergengsi dan perkasa daripada NBA All-Star, yang setiap tahun pada bulan Februari berkumpul.

Lihat saja susunan pemain tahun ini, yang sedang bersiap menghadapi Olimpiade Beijing, tidak lama lagi. Ada salah seorang pemain terbaik dalam sejarah, Kobe Bryant. Ada bintang paling komersial saat ini, LeBron James. Plus Dwyane Wade, Jason Kidd, Dwight Howard, dan lain-lain.

Nonton Team USA bertanding juga merupakan pengalaman langka. Maklum, tim ini pada dasarnya hanya turun dua tahun sekali. Saat kejuaraan dunia dan Olimpiade.

Lebih langka lagi adalah pengalaman nonton mereka di Asia. Dua tahun lalu, mereka berlaga di kejuaraan dunia di Tokyo, Jepang. Tahun ini Olimpiade Beijing. Setelah ini? Mungkin kita harus menunggu minimal satu dekade sebelum melihat mereka berlaga lagi di Asia. Sebab, Olimpiade 2012 akan diselenggarakan di London, Inggris. Setelah itu, mungkin di Chicago, Amerika Serikat.

Karena itu, adalah sebuah privilege (kehormatan) bisa nonton Team USA secara langsung di CotaiArena, Makau. Apalagi saya dan Sugeng Deas datang bukan sekadar sebagai wartawan yang meliput. Kami juga bersifat "double agent", merangkap jadi undangan VIP dari NBA dan Team USA. Ini berkat hubungan dekat NBA dengan Grup Jawa Pos, lewat DetEksi Basketball League (DBL), liga basket pelajar terbesar di Indonesia yang diprakarsai Jawa Pos.

Bila sebagai peliput kami mendapatkan akses terbatas pada para pemain, sebagai undangan VIP kami bisa ikut makan malam dan bebas ngobrol bersama para pemain Team USA.

Memang, USA Basketball adalah organisasi yang terpisah dari NBA. Menurut Victor Chu, director business development and marketing partnership NBA Asia, NBA-lah yang menangani segala kebutuhan komersial USA Basketball. NBA yang mengelola sponsor, mengatur even, dan hal-hal lain.

"Tapi, NBA tidak ikut campur urusan pemilihan pemain dan pengelolaan tim," tambahnya.

***

Entah mengapa, Team USA sepertinya identik dengan kota judi. Ketika para pemain NBA boleh ikut Olimpiade untuk yang pertama pada 1992 di Barcelona, waktu itu Michael Jordan dkk melakukan persiapan di Monte Carlo.

Tim tahun ini, yang disebut-sebut sebagai Team USA terdahsyat sejak 1992, juga melakukan persiapan dari satu kota judi ke kota judi yang lain.

Ketika di AS, tim itu memilih Las Vegas sebagai tempat berlatih. Dari Las Vegas, sebelum menuju Beijing, tempat pertama yang mereka sambangi adalah Makau. Memang, Makau merupakan tempat spektakuler untuk menyelenggarakan pertandingan pemanasan Team USA. Makau sedang naik daun, sedang lebih tinggi gaungnya bila dibandingkan dengan Las Vegas.

Mungkin, selama beberapa hari di Makau, seluruh personel Team USA (jumlahnya sekitar 45 orang) tak perlu melihat matahari. Mereka menginap, berlatih, dan bertanding di kompleks Venetian yang spektakuler.

Hotel berlantai 40 itu lebih daripada sekadar hotel. Bertema sama dengan Venetian di Las Vegas, kompleks tersebut jauh lebih besar. Luasnya 980 ribu meter per segi, menjadikan Venetian sebagai bangunan terbesar di Asia, terbesar ketiga di dunia.

Seluruh kamar di Venetian adalah suite. Jumlahnya 3.000. Plus kawasan kasino terbesar di dunia, seluas 51 ribu meter per segi. Ada pula mal superluas dengan "sungai" dan perahu siar di tengahnya ala Venesia yang asli di Italia. Selama di sana berhari-hari, kami sama sekali tak perlu keluar bangunan dan melihat matahari!

"Ini tempat terbesar yang pernah saya masuki," kata Dwyane Wade, salah seorang bintang terbesar Team USA. "Di sini ada semua toko impian yang selalu ingin kita kunjungi. Sayang, kita tak bisa melihat semuanya," tambahnya.

Yang tidak kalah mengagumkan, untuk keperluan basket, adalah CotaiArena. Nama Cotai diambil dari Cotai Strip, jalan tempat semua kasino berada di Makau, ala Las Vegas Strip.

Kita sama sekali tak perlu keluar bangunan untuk menuju CotaiArena. Dari kamar, cukup turun pakai lift, jalan sedikit. Pintu-pintunya mewah, bernuansa emas bak hotel kelas teratas. Kami seperti berada di lobi ballroom hotel, bukan arena olahraga.

Memang, CotaiArena bukan sekadar untuk olahraga. Arena itu bersifat serbaguna, bisa untuk konser dan lain-lain. Konser Celine Dion dan Beyonce diselenggarakan di sana.

Untuk basket, gedung itu bisa menampung hingga 15 ribu penonton. Untuk basket, even bergengsi pertama yang diadakan di sana adalah NBA China Games 2007, Oktober tahun lalu. Orlando Magic datang untuk menghadapi Cleveland Cavaliers dan tim nasional Tiongkok.

Sekarang, giliran laga lebih bergengsi, Team USA melawan Turki dan Lithuania. Meski bersifat ekshibisi, pertandingan bertitel USA Basketball International Challenge itu merupakan global event. Sekitar 180 wartawan disebut meliput even tersebut. Pertandingannya ditayangkan ke 200 negara, dikomentari dalam 17 bahasa.

Sebenarnya, Team USA punya tawaran untuk melakukan tur pemanasan itu lebih luas lagi. Tempat lain yang bisa dikunjungi adalah Taiwan. Namun, USA Basketball tak mau lagi melakukan tur terlalu banyak. Mereka belajar dari pengalaman 2006, sebelum mengikuti kejuaraan dunia di Tokyo. Waktu itu, Team USA mengunjungi Guangzhou, Tiongkok, dan Seoul, Korea, lalu ke Sapporo sebelum ke Tokyo.

Salah satu dampaknya, persiapan tim justru tidak maksimal dan Team USA gagal meraih gelar. "Terlalu banyak stop, terlalu banyak packing. Cukup melelahkan," kata Jerry Colangelo, manajer Team USA. "Saya rasa, itu tidak berpengaruh pada hasil pertandingan. Tapi, saya sadar bahwa itu kebanyakan," tandasnya.

***

Bagi mereka yang datang untuk menonton Team USA, lantas ikut tinggal di Venetian, maka mereka akan mendapatkan akses cukup mudah untuk bertemu dengan para pemain idamannya. Pada dasarnya, di Venetian lebih gampang lihat bintang NBA daripada sinar matahari.

Cara paling gampang adalah makan pagi. Setiap pagi, sekitar pukul 07.00, para pemain Team USA turun dan makan bersama. LeBron James, Kobe Bryant, Jason Kidd, dan lain-lain hampir selalu duduk semeja.

Tentu saja, kehadiran mereka membuat orang-orang pada menoleh. Orang yang hobi basket pasti langsung kenal wajah-wajahnya. Yang tidak hobi pasti sudah kagum melihat betapa besar-besar badan mereka.

Sayang, bertemu dan melihat belum tentu bisa berlanjut dengan dapat tanda tangan atau foto bareng. Meski pada dasarnya ramah, mereka sering menolak permintaan-permintaan tersebut.

Ada teman saya yang hoki, datang dari Surabaya khusus untuk nonton Team USA itu. Ketika makan pagi, dia melihat Kobe Bryant sedang asyik main biliar sendirian (ada meja biliar di restoran makan pagi). Minta foto, dia diberi izin meski Bryant sempat agak berlagak (gaya Bryant memang dikenal lebih "tinggi" daripada yang lain).

Kalau tidak makan pagi, jalan-jalan saja keliling. Ini agak sulit. Sebab, para pemain Team USA itu tidak berkeliaran bebas. Kita bisa menemui para pemain Turki atau Lithuania keliling bebas, tapi tidak pemain Team USA. Mungkin mereka punya tempat yang lebih "aman". Maklum, kalau digabungkan, 12 pemain Team USA punya gaji total hampir Rp 1,5 triliun setahun!

***

Team USA cukup terbuka saat latihan. Rabu lalu (30/7). Mereka meluangkan 30 menit pertama latihan untuk wakil media. Bebas wawancara dan memotret latihan. Tapi, kemudian, seluruh wakil media diminta keluar. Nah, saat itulah, latihan lebih serius dilaksanakan.

Bagi saya dan Sugeng Deas, kesempatan lebih menarik justru Rabu malam itu. USA Basketball menyelenggarakan acara makan malam reception. Dari Indonesia, hanya kami yang dapat undangan.

Di sana kami diperkenalkan dengan para eksekutif NBA. Menurut rencana, Commissioner NBA David Stern bakal datang. Tapi, rencana itu harus dibatalkan karena jadwal. Jarak pertandingan di Makau itu terlalu jauh dengan final Olimpiade Beijing. Dan, Stern tidak mau terlalu lama meninggalkan kesibukannya di AS.

Tapi, tidak apa-apa. Sebab, seluruh anggota Team USA hadir di dalamnya, berikut beberapa NBA Legends (mantan-mantan bintang NBA yang sekarang dimanfaatkan untuk kebutuhan public relation NBA).

Para Legends yang datang kali ini adalah Sam Perkins (dulu Seattle SuperSonics), Willis Reed (New York Knicks), dan mantan Raja Slam Dunk 1980-an Dominique Wilkins (Atlanta Hawks).

Para personel Team USA berdatangan satu per satu. Barisan pelatih, Mike Krzyzewski, Mike D'Antoni, dan Nate McMillan, datang duluan. Baru kemudian para pemain.

Seperti biasa, Kobe Bryant (yang mengenakan jas lengkap) jadi buruan utama untuk foto dan tanda tangan. Setelah itu, LeBron James, Dwyane Wade, Dwight Howard, dan bintang baru yang sedang naik daun, Chris Paul.

Di antara seluruh pemain, Dwyane Wade tampak paling cool. Kalau diajak foto, dia lebih dulu meletakkan gelas minum, lalu bergaya dengan memasukkan tangan di kantong. Paling konyol adalah Dwight Howard. Mungkin karena bosan, dia mengambil kamera fotografer NBA, lalu iseng motret-motret sendiri (para pemain itu juga bawa kamera dan saling foto).

Dalam acara tersebut, saya menyingkirkan kartu media, mencoba menikmatinya sebagai fans. Agak norak dikit, tapi tak apa! Yang paling ingin saya ajak foto bareng? Jason Kidd. Mungkin jenderal lapangan inilah pemain yang paling saya idolakan di NBA. Saya bilang ke dia, gara-gara dialah saya pakai kostum nomor lima kalau bermain (sepak bola maupun basket).

Yang saya hindari foto bareng? Carlos Boozer, Deron Williams, dan Chris Bosh. Sebenarnya, saya juga gak terlalu pengin foto sama Kobe Bryant. Tapi, kayaknya, sayang kalau kesempatan itu dilewatkan.

Ketika teman-teman di NBA menanyai kenapa saya tidak foto-foto sama semua, saya jawab tidak apa-apa. Saya bilang, selama bertahun-tahun liputan Formula 1, saya punya foto bersama kebanyakan pembalap. Tapi, saya tak pernah punya foto bareng Michael Schumacher dan saya tidak pernah menyesal. Ha ha ha... (*)
 
bikin iri ajah tuh si Azrul!! huh.. lain kali bilangin sama Kobe Bryant.. kalo cedera, di Indonesia banyak tukang pijit handal... tolong!!
 
15708large.jpg


[ Sabtu, 02 Agustus 2008 ]
Dream Team Menang Jauh
Tundukkan Lithuania 120 - 84

MAKAU - Team USA makin mantap menuju Olimpiade XXIX/2008 Beijing. Jason Kidd dkk kembali menunjukkan ketangguhannya saat menggasak Lithuania 120-84 di CoatiArena, Makau, kemarin (1/8). Kemenangan itu melengkapi catatan sempurna Team USA dalam laga pemanasan menjadi 3-0.

Dua kemenangan sebelumnya dicatat atas Kanada dengan 120-65 dan Turki yang disikat 114-82. Dengan rangkaian kemenangan telak tersebut, Team USA membukukan rata-rata selisih kemenangan 41 poin per pertandingan.

Dibandingkan dua lawan sebelumnya, Lithuania sebenarnya tim yang di atas kertas lebih baik. Mereka punya prestasi lumayan di ajang Olimpiade sejak runtuhnya Uni Soviet pada awal dekade 1990-an.

Lithuana mampu meraih medali perunggu pada Olimpiade 1992, 1996, dan 2000. Pada 2004, Lithuania menempati peringkat keempat setelah dikalahkan Team USA dalam perebutan medali perunggu.

Tapi, keperkasaan Team USA membuat Lithuania tidak mampu memberikan perlawanan memadai dalam laga kemarin. Sejak awal, Lithuania yang kehilangan pemain Washington Wizards Darius Songaila di Beijing nanti akibat cedera punggung, terlambat panas. Team USA langsung memimpin 12-2 di menit-menit awal sebelum menutup kuarter pertama dengan 24-5 lewat tembakan tiga angka Most Valuable Player (MVP) NBA musim lalu, Kobe Bryant.

Di kuarter kedua, Team USA masih dominan sekalipun Lithuania mencoba lebih agresif. Setengah main ditutup tim besutan Mike Krzyzewski itu dengan 56-39. Dwight Howard menjadi pemain yang paling berperan bagi keunggulan Team USA dengan total 15 poin di dua kuarter awal atau total 17 poin. Tapi, secara keseluruhan, pemain tersubur Team USA adalah Dwyane Wade dengan 19 poin, lalu disusul Michael Redd dengan 16 poin.

Kemenangan atas Lithuania memberikan tambahan spirit bagi Team USA yang punya target mengembalikam medali emas cabor basket pria yang empat tahun lalu melayang ke Argentina. Sebelum tampil di laga pembuka Olimpiade lawan Tiongkok pada 10 Agustus nanti, Team USA masih menyisakan dua laga pemanasan. Masing-masing lawan juara Eropa Rusia pada Minggu (3/8) dan Australia pada Selasa (5/8).

Meski kemenangan demi kemenangan besar, pelatih Team USA Mike Krzyzewski tampaknya belum juga puas. Dia tidak mau terburu-buru menyebut timnya dalam jalur yang benar untuk merebut emas ke-13 di ajang Olimpiade.

Tiga kemenangan yang dibukukan LeBron James dkk hanya sebatas pertandingan uji coba. Toh, masih ada dua laga uji coba lagi melawan Rusia dan Australia. Kemenangan dalam dua laga tersebut, akan mempertegas bahwa Team USA benar-benar memiliki bekal yang cukup untuk menebus kegagalan dalam Olimpiade 2004 lalu.

"Perhatian kami saat ini tertuju pada pertandingan melawan Rusia, untuk terus melakukan perbaikan," kata Krzyzewski.

Wade yang kemarin dinobatkan sebagai pemain terbaik tidak kalah bahagia. Dia merasa telah menemukan kembali permainan terbaiknya setelah mengalami cedera panjang. "Saya telah pulih sebagaimana dua tahun lalu (ketika mengantarkan Miami Heat juara NBA, Red). Saya sangat bangga, tidak hanya untuk even ini, melainkan untuk sisa karir saya," tandasnya. (dns/ang)
 
Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.