• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

APAKAH YANG SATU ITU? (Ekam nama kim)

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. virya
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

virya

IndoForum Beginner E
No. Urut
36574
Sejak
17 Mar 2008
Pesan
455
Nilai reaksi
11
Poin
18
Kundalakesi adalah putri hartawan dari Rajagaha.

Sebenarnya ia senang menyendiri. Namun suatu hari ia kebetulan melihat seorang pencuri yang sedang digelandang untuk dihukum mati. Secara tiba-tiba ia jatuh cinta, dan memberitahukan orang tuanya. Tentu saja orang tuanya menolak. Tetapi Kundalakesi tetap ngotot, sampai akhirnya orang tuanya mengalah. Mereka membayar sejumlah uang untuk membebaskan pencuri tersebut.

Mereka berdua pun segera menikah. Kundalakesi sangat mencintai suaminya. Sayang, suaminya tetaplah seorang pencuri, yang hanya tertarik pada harta dan permen mata.

Suatu hari suaminya memikirkan muslihat untuk mengambil semua permen mata Kundalakesi. Ia membujuk Kundalakesi pergi ke sebuah gunung.

safe_image.php


Katanya, "Adinda, aku ingin melakukan persembahan kepada makhluk halus penjaga gunung yang telah menolong hidupku."
Kundalakesi menurut dan pergi mengikuti suaminya. Setelah mereka tiba di gunung, suaminya berkata, "Sekarang kita berdua telah tiba. Engkau akan kubunuh untuk mendapatkan semua permatamu itu!"

Kundalakesi memohon, "Jangan! Aku jangan kau bunuh. Ambillah semua hartaku, tetapi selamatkanlah nyawaku!"

"Membiarkanmu hidup berarti membiarkan engkau melaporkan bahwa permatamu itu kurampas. Kau harus kulenyapkan untuk menghilangkan saksi!"


Dengan putus asa Kundalakesi mendorong suaminya ke jurang, sehingga jatuh ke tebing batu yang terjal.

Kundalakesi tidak mau kembali ke rumah. Ia menggantung semua permen mata-permatanya di pohon, dan pergi tanpa tujuan yang pasti.

Secara kebetulan ia bertemu dengan para pertapa pengembara wanita (paribbajika). Ia pun turut serta menjadi pertapa pengembara wanita. Mereka lalu mengajarinya seribu macam ilmu sesat.

Karena pandai, ia segera menguasai ilmu itu. Gurunya berpesan, jika ia menemukan seseorang yang dapat menjawab semua pertanyaannya, barulah Kundalakesi boleh belajar kepada orang itu.

Kundalakesi berkelana dan menantang siapa saja untuk berdebat dengannya.

Tibalah ia di Savatthi. Sebelum memasuki kota, ia membuat gundukan pasir dan menancapkan ranting di atasnya, sebagai tanda bahwa ia menantang orang lain untuk berdebat.

Sariputta Thera menerima tantangannya.

Kundalakesi mengajukan seribu pertanyaan. Sariputta Thera berhasil menjawab semuanya.
Kini giliran Sariputta Thera bertanya. Sariputta Thera hanya bertanya satu hal : "Apa yang satu itu? (Ekam nama kim)."

Kundalakesi terdiam. Lama ia tidak dapat menjawab. Kemudian ia meminta Sariputta Thera untuk mengajarinya. Sariputta berkata bahwa ia harus terlebih dahulu menjadi seorang bhikkhuni.

Kundalakesi kemudian menjadi bhikkhuni.
Dengan tekun ia mempraktekkan apa yang diajarkan oleh Sariputta. Hanya dalam waktu beberapa hari ia berhasil menjadi arahat.

Para bhikkhu bertanya kepada Buddha :
"Apakah masuk akal Bhikkhuni Kundalakesi menjadi seorang arahat setelah mendengar Dhamma sedemikian singkat?"

Buddha lalu membabarkan syair Dhammapada 102 dan 103 berikut ini :

Yo ca gatha satam bhase
anatthapadasamhita
ekam dhammapadam seyyo
yam sutva upasammati.

Yo sahassam sahassena
sangame manuse jine
ekanca jeyyamattanam
sa ve sangamajuttamo.


Daripada seribu bait syair yang tak bermanfaat,
lebih baik satu kata yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.

Walaupun seseorang dapat menaklukkan ribuan musuh dalam ribuan kali pertempuran,
namun penakluk sejati adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri.
 
yang satu itu apa?

sampai sekarang masih bingung juga jawaban pasti nya bro....
 
Ho oh .....
Kata Bhikkhu Sariputra jadi dulu Bhikkhuni .....

Mungkinkah sutta ini tidak disampaikan/didenger oleh Bhikkhu Ananda?
Hingga 1 pertanyaan itu tidak ada?? dalam sutta
ingat ..... Bhikkhu Ananda hanya mengulang sabda2 Sang Buddha gotama

(ini hanya azumsi gw aja)
 
Ho oh .....
Kata Bhikkhu Sariputra jadi dulu Bhikkhuni .....

Mungkinkah sutta ini tidak disampaikan/didenger oleh Bhikkhu Ananda?
Hingga 1 pertanyaan itu tidak ada?? dalam sutta
ingat ..... Bhikkhu Ananda hanya mengulang sabda2 Sang Buddha gotama

(ini hanya azumsi gw aja)

bagaimana mungkin? bukannya Dhamma di ulangi semua oleh Ananda....dan Vinaya oleh Upali..

tentu Ananda pasti pernah mendengar ini, dan aneh nya "apakah seluruh Arahat tidak ada yang tahu jawabannya?"

kalau saya sih, mungkin seperti kata Ajahn Chah.. "tidak ada apa-apa" :)
 

Pertanyaan-pertanyaan itu dimuat didalam Kitab Samanera Banadaham Potha, sebuah buku yang memuat khusus untuk Samanera, dan ada didalam Kitab Suci Piruvana Pothavahanse. Pertanyaan-pertanyaannya seperti syair berikut ini;

1. Eka Nama Kim?

Apa yang dimaksud Satu?

Yaitu Sabbe Satta Aharatthitika

Yaitu semua makluk tergantung pada makanan.

2. Dve Nama Kim?

Apa yang dimaksud dengan Dua?

Yaitu Namam ca Rupam ca

Yaitu batin dan jasmani/mental dan fisik

3. Tayo Nama Kim?

Apa yang dimaksud dengan Tiga?

Yaitu Tisso Vedana

Yaitu Tiga aspek sensasi atau Tilakkhana

4. Catari Nama Kim?

Apa yang dimaksud dengan Empat?

Yaitu Cattari Ariyasaccani

Yaitu Empat Kesunyataan Mulia

5. Panca Nama Kim?

Apa yang dimaksud dengan Lima?

Yaitu Panca Upadana Khandha

Yaitu Lima Kelompok kemelekatan Batin dan Jasmani

6. Ca Nama Kim?

Apa yang dimaksud dengan Enam?

Yaitu Ca Ajjattikani Ayatanani

Yaitu Enam Landasan Indriya bagian dalam (6 Ayatana).

7. Satta Nama Kim?

Apa yang dimaksud dengan Tujuh?

Yaitu Satta Bhojjangani

Yaitu Tujuh Faktor yang menuntun kearah Pembebasan

8. Attha Nama Kim?

Apa yang dimaksud dengan Delapan?

Yaitu Ariyo Atthangiko Maggo

Yaitu Delapan Jalan Pembebasan

9. Nava Nama Kim?

Apa yang dimaksud dengan Sembilan?

Yaitu Nava Sata Vassa

Yaitu Sembilan Alam dimana semua makluk tinggal

10. Dasa Nama Kim?

Apa yang dimaksud dengan Sepuluh?

Yaitu Dasa Hangehi samannagato Arahati Vuccati ti

Yaitu Orang yang telah mencapai Arahat


 
ow, saya kirain kitab kuno dari mana, ternyata bagian dari tipitaka...^^
maklum bro, belum menguasai sepenuhnya
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.