• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Apakah Ini Tuhan Atao The Oneness ?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. akiong
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

akiong

IndoForum Junior A
No. Urut
41745
Sejak
25 Apr 2008
Pesan
2.971
Nilai reaksi
47
Poin
48
Amanat suci Tuhan Maha Esa,

Aku, Tuhan Yang Maha Esa, Bunda Alam Semesta
Datang bersama pasukan ke dunia fana.
Sekilas saat memandang putra-putriKu
Hati kian hancur sambil menahan rasa
Bertemunya Bunda dan Anak
Betapa berbahagia
Hati wajah asaliah (Watak Nirvana) AnakKu pun muncul
Dahulu, Bunda dan Anak-anak semua berkumpul di Gunung Rohani Nirvana
Namun Anak pnya maksud berkelana, pergi dan tersesat, dan tak pernah kembali lagi.
Enam puluh ribu tahun telah berlalu didalam arus roda samsara
Memakan pahit lautan penderitaan yang tiada tepi
Aku terus menantikan dan menunggu
Melihat sunyinya pemandangan* Nirvana
Kapan Anak didalam roda samsara dan kembali
Kini telah sampai masa pancaran ketiga
Jalan menuju Aku telah disebarluaskan
Segenap Roh dapat kembali ke Asaliah
Dan bertemu wajah dengan Bunda
Aku memiliki kata-kata yang tiada habisnya
Putera dan PuteriKu, bersungguhlah mendengar PesanKu ini.
Bunda tidak tahan dan segera menahan tangis
Teriris oleh keperihatinan yang dalam.
Air mata kasihKu mengalir seperti mutiara dan permen mata
Aku melihat memandang Putera Puteri semua
Sesungguhnya mampu memancarkan nurani Kasih karunia secara penuh
Hendak menuliskan suara Kalbu dari relung
Lalu bagaimana bisa bila tidak menyampaikan pesan penting ini?
Putera-Puteri, perlihatkanlah watak sejati asaliah
Bertemu dan bersatu Hati dengan Ibu.
Sebab Ibu selalu memperhatikan dan menyayangi.
Setiap kali melihat Anak didalam kesesatan dan penderitaan,
Ibu juga merasa sedih dan pilu
Ibu turut larut apa yang dialami AnakKu,
Didepan Pintu Ibu masih terus menunggu
Namun sedikit sekali Anak-Ku yang kembali

Saat ini, Maha bencana telah bersarang didunia
Bencana dan peperangan yang sangat tragis pecah ditiap sudut kota
Putera PuteriKu sedang terancam dalam bencana air dan api, kelaparan, kemarau dan kekeringan,
Sungguh menyayat,
Setiap masyarakat negara dalam bencana malapetaka,
Jarang ada tempat aman
Orang-orang terkena bencana peperanagan dan wabah penyakit ganas.
Dunia akan memasuki perubahan yang besar, tidak terbayang.
Dan lebih besar lagi, adalah saat tiba bencana terbesar sepanjang zaman,
Bencana angin terdahsyat (Nuclear) menerjang langit dan hempaskan bumi.
Dalam sekejap seluruh isi dunia tampak hancur dan musnah
Bumi dan langit berawan pekat dalam kekelaman
Kedahsyatan bencana diatas dunia ini sungguh parah dan tragis
Kepiluan tangisan terdengar dimana-mana
Semua setan dan dewa-dewi juga turut merintih dalam kesedihan
Segenap penjuru dunia sarat luka dan air mata
Betapa tak snggup mendengar jeritan rintihan itu
tidak tahan melihat suasana demikian
peristiwa puncak dan terakhir ini adalah perhitungan total dan pembersihan total (atas seluruh karma buruk)
segala hutang karma dan dosa kejahatan, akan terlunasi
karma yang telah ditanam pada masa lalu, sepenuhnya akan matang
tibalah di masa stadium ketiga, saat langit mengadakan penyaringan dan pemilihan
perkara naik selamat dan turun celaka itu berkaitan dengan satu niat.
Setan yang berasal dari kesesatan dalam dan luar datang terus menjerumus
Sekali salah niat dan serong, iblis setan menjerat
Penyaringan dan pemilihan akan menentukan ke Nirvana dan ke jurang neraka
Sekali Wadah ditentukan, akan selamanya*tidak dapat berubah
Ini adalah maha bencana, dan didalam ketetapan menuju keselamatan dan kemusnahan.
Ini adalah saat terpenting, dan penentuan, dalam menanggung duka derita selamanya* atau mencapai kebahagiaan abadi
Putera PuteriKu, seharusnya paham akan maksud Ibu
Yang Ibu khawatirkan dan sedihkan adalah tibanya saat seperti itu
Jika tidak lepas dari penyaringan dan samsara lahir dan mati
Sekali jatuh dan terjerumus, susah lagi menjumpai hati terang untuk terselamatkan.

Thien En Mi Lek Fuo Yen, 28 Juli 1988.
 
boleh da......jangan terlalu tajam ya.
thx
 
mumpung ini hari suci asada..mending belajar dhammacakkapavatana sutta.

dari pada belajar dan berpendapat soal makhluk dongeng yang tak jelas kebenaran dan asal usulnya.
asal jangan usul.
usul bukan asal. ^^


ciaooo
 
itu pendapat pribadi ane... kalau yang lain lain, not my business... hehehehe
 
post Ini Untuk Warga Maitreya Sebagai Studi Perbandingan, Bahwa Sesungguhnya Kita Tidak Perlu Berlebih2an, Karena Yang Sesungguhnya Apa Adanya Ajaran Maha Tao Maitreya Itu Tidak Jelek.

Kita Ada Kelompok Tim Citta2 Murni Yang Membantu , Tentulah Karena Kita Direstuhi Oleh Yang Maha Kuasa Lao Mu. Membina Diri Adalah Urusan Pribadi Dengan Segala Daya Upaya Sendiri, Para Citta Murni Yang Membantu Hanyalah Memberi Fasilitas Yang Lebih Baik Saja Kepada Orang2 Yang Serius Mau Membina Dan Menjalankan Misi Maitreya.

Aliran2 Yang Tidak Memiliki Misi Tidak Mengenal Bantuan Para Suci, Para Citta Murni Dan Restu Tuhan Yang Maha Kuasa. < Lao Mu > ...itu Urusan Mereka. Karena Mereka Hanya Terfokus Pada Meningkatkan Diri Sendiri. Melepas Dari Kemelekatan, Sehingga Mereka Tidak Mau Terganggu Dengan Segala Yang Berada Di Luar Dari Usahanya Sendiri.

Adanya Bantuan Dari Citta Murni Adalah Hal Yang Baik Sejauh Tidak Melekat. Jika Melekat, Maka Apapun Yang Baik Itu Adalah Jelek.

Thx.....instropeksi Diri.
 
"Atthi Ajatam Abhutam Akatam Asamkhatam"​




"Kamu seperti orang yang baru saja di panah dengan anak panah beracun, dan ketika dokter datang untuk mencabut anak panah tersebut, kamu mengatakan 'Tunggu! Sebelum anak panah ini dicabut saya mau tau nama orang yang memanah anak panah ini, dari suku/keluarga mana dia berasal, dari kampung mana dia dilahirkan. Saya ingin mengetahui dari jenis kayu apa busurnya terbuat, bulu apa yang digunakan di ujung anak panah ini, seberapa panjang anak panah ini, dan lain-lain, dan lain-lain.' Orang itu akan mati sebelum semua pertanyaan itu bisa terjawab. Tugas saya adalah untuk membantu kamu untuk mencabut anak panah penderitaan dari dirimu sendiri." (Majjhima Nikaya Sutta No.63)


 
bahan Diatas Saya Posting Copy Paste Dari Forum Luar. Sebagai Analisa Perbandingan Bahwa Sesungguhnya Yang Disebut " Lao Mu " Itu The Oneness Atau Tuhan.

Ada Beberapa Pertimbangan Atas Wahyu Lao Mu Diatas.

1. Wahyu Itu Hanya Karangan Seseorang..waktu Zaman Dulu...
2. Wahyu Itu Disusupi Atau Terkontaminasi Oleh " Mara ".
3. Wahyu Itu Benar Adanya :

Jika Wahyu Itu Benar, Maka Kita Akan Berpikir, Kenapa The Oneness Lao Mu Yang Merupakan Sumber Dari Segala Sumber Itu Memerlukan Kawalan Pasukan ? Pasukan Apa Yang Diperlukan Oleh Sang Sumber Dari Segala Sumber ?
Lao Mu Bersifat Pesonal Dan Berinteraksi Dalam Ciptaan. Memiliki 4 Skhanda Murni.

The Oneness Adalah Absolute.

Thx.........

 
Sayang pernyataan Tuhan tersebut tidak pake materai, entah 3.000 atau 6.000 jadi bisa dipertanggungjawabkan secara hukum kebenarannya...^-^

Untungnya agama Buddha tidak mengenal Dogma. Tidak mau ditakut-takuti akan bencana alam. Yang nyata-nyata memang karena pergesekan lempeng benua, pemanasan global, perubahan iklim secara konstan (karena dari sejak mula, para ahli purbakala bumi berkeyakinan sudah terjadi perubahan musim drastis di bumi: jaman es.... jaman batu.... jaman gunung berapi...) dan gejala-gejala alam yang 'biasa' dan terus terjadi sepanjang masih tinggal di bumi itu tidak dipakai untuk menakut-nakuti umat manusia agar diselamatkan dengan masuk agama Buddha.

Buddha mengajarkan kebenaran, universal yang tidak bersebrangan dengan sains seperti kebanyakan agama lain. Dan, ini kenyataan yang terlihat sampai hari ini. Kalau ada usaha yang mengadakan 'Tuhan' di agama Buddha, sama saja dengan mengklaim kebenaran secara sepihak. Dan, untungnya tidak ngaruh banget. Kalau baca Alkitab di bagian Wahyu juga ceritanya seperti itu. Bahkan pake naga-naga. Bagi siapa yang tidak percaya akan tidak diselamatkan. Itu yang Bapa peringatkan (mirip dengan yang Ibu takutkan). Begitu juga kalau baca AlQuran. Kiamat jauh lebih mengerikan, binasa semua manusia dan makluk hidup. Dan hanya melalui satu jalan baru bisa diselamatkan dari siksaan yang jauh lebih kejam lagi di neraka.

Dan, Untungnya di agama yang saya percayai, hal semacam itu tidak ada. Saya tidak merasa diintimidasi untuk harus percaya apa yang dikatakan kitab-kitab suci agama saya. Jadi, saya mempercainya secara sukarela, karena keyakinan saya. Kalau Tuhanmu tidak senang dengan hal itu. Itu urusan dia. Saya toh tidak kenal dia. Kalau dia membenci itu, saya juga tidak harus membencinya, walau saya bisa.... tapi, agama saya dan saya yakin itu benar, mau agama apa saja orangnya, kalau perbuatannya baik yah baik.... kalau perbuatan dan pikirannya ngacok yah tetap ngacok...

Saya tidak percaya Tuhan (if he/she really exist) sejahat itu, mempengaruhi manusia untuk menyembahnya. Kalau benar-benar Tuhan, ngapain disembah, ngapain dibela, ngapain disiarkan, ngapain dimasukkan ke Forum (tanpa seijin dia).

Dan kalau SInthung mengibaratkannya seperti anak panah. Saya justru memandangnya seperti algojo yang mengancam saya dan berusaha mengintimidasi saya dalam menjalani hidup di dunia.
 
Jangan melihat dari sisi negatip, jika kita melihat dari sisi negatip maka apapun itu jadi negatip.
Post ini hanya dapat dicerna oleh orang2 yang mengerti, yang memiliki intuisi kedalaman batin, mana tahu ada orang yang berbakat seperti ini bisa mengerti dan memberi komentar.
jika kita tidak mengerti, dan bukan orang tersebut maka berilah tanggapan yang secukupnya saja atau melewati saja ....thx atas kerjasamanya.
 
Menolak mempercayai bukan berarti negatif loh. Anda percaya silahkan saja. Saya tidak percaya hak saya tentunya.

Sama dengan ide anda tentang jangan negatif, anda juga jangan negatif membaca pendapat orang lain. Pendapat kita beda. Justru memahami perbedaan itu sangat positif.

Thanx juga atas kerjasamanya.
 
Kalo bisa....post yg bisa untuk diskusi, kalo cuma penilaian aja itu bukan diskusi, kalo menilai itu seimbang sih lebih bagus, kalo ga bisa menilai seimbang sebaiknya tak komentar. Baca lalu lewatin , Itu lebih baik. Thx atas kerjasamanya.
 
Bagaimana mau diskusi kalau diskusinya harus menuruti cara berpikir anda? Justru aku ada pendapat, maka aku curahkan ke forum. Kalau memang tidak menarik, aku juga lewatkan kok. Kalau tidak mau ada yang berpendapat beda dengan anda, jangan bikin threatnya. Kalau bikin threat berarti anda membuka diri untuk menerima pendapat dari siapa saja.
 
QUOTE :
Untungnya di agama yang saya percayai, hal semacam itu tidak ada. Saya tidak merasa diintimidasi untuk harus percaya apa yang dikatakan kitab-kitab suci agama saya. Jadi, saya mempercainya secara sukarela, karena keyakinan saya. Kalau Tuhanmu tidak senang dengan hal itu. Itu urusan dia.

Saya tidak percaya Tuhan (if he/she really exist) sejahat itu, mempengaruhi manusia untuk menyembahnya.


kalimat diatas ini bukan mendiskusi posting saya...@bro rou...kalo mau memberi pernyataan seperti itu , buka thread baru da lain kali, ya. entar kami bahas bersama anda. tinggal beri tahu anda mau ke forum mana.. thx
 
yah... sudah.... saya abaikan, peace....

Dan soal tanggapan saya ke postingan anda yang anda quato... sekedar pandangan saya. Bukan pandangan anda. Anda bukan saya. Saya juga bukan anda. Kalau threatnya tak mau ditanggapi, close saja. Atau tanggapan saya terlalu keras buat kamu, padahal jelas-jelas disitu saya tulis 'saya' yah... saya memenag seperti itu. Itu keyakinan saya. Kalau harus mengikuti keyakinan anda tentang Tuhan, tunggu dulu.... keyakinan kita beda bung.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.