• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kwan Im .. Termasuk Agama Budha ?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. akiong
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

akiong

IndoForum Junior A
No. Urut
41745
Sejak
25 Apr 2008
Pesan
2.971
Nilai reaksi
47
Poin
48
Apakah Kwan Im Termasuk Dalam Jajaran Agama Budha ?

Apakah Kwan Im Sama Dengan Avalokiteswara ?
 
Apakah Kwan Im Termasuk Dalam Jajaran Agama Budha ?

Apakah Kwan Im Sama Dengan Avalokiteswara ?
kalau masalah dewa kwan im...itu urusan mahayana...
karena aliran mahayana menganggap-nya seorang bhodisatva yang agung.
bahkan ada yang beranggapan kwan im itu buddha.

====

kalau di theravada....tidak pernah ada.
(beberapa bikhu sangha menganggap itu masalah tradisi..coba baca d samaggi-phala...ada sedikit comment b.uttamo tentang yang satu ini)

kualitas batin seorang bodhisatva tidak bisa di bandingkan batin seorang arahat...
dimana bodhisatva hanya dalam tahap sedang mencapai..
sedangkan arahat telah mencapai.

di umpamakan..
kalau di tanya.....anda mau belajar kepada siapa...

1.orang yang sedang kuliah mengejar gelar dokter...atau
2.orang yang telah lulus dan menjadi dokter.
 
Kwan Im .. Termasuk Agama Budha ?
Apakah Kwan Im Termasuk Dalam Jajaran Agama Budha ?

Apakah Kwan Im Sama Dengan Avalokiteswara ?

ya, lebih tepat mungkin, Kwan Im termasuk Mahayana (tidak ada teks pali tentang Kuan Im)

Kuan Im atau Guanyin adalah bahasa cina untuk Avalokitesvara. bhiksu Xuan Zang (Tongsamcong) juga menerjemahkan Avalokitesvara sebagai Guanzizai. Jadi Guanshiyin dan Guanzizai sama.

Avalokitesvara sendiri memiliki banyak makna...

*Ava-lokita-Svara = 'Yang Mendengar Suara (tangis) Dunia' alias Guan Shi Yin;
Guan (memperhatikan) Shi (dunia) Yin (suara).

*Ava-lokita-Isvara = Isvara(Mahadewa/tuhan/sebutan hormat untuk Shiva) yang Melihat/Mengamati Dunia.
( NB: tentu saja Isvara ini bukan berarti TUHAN dalam pengertian pencipta dan pengatur dunia... )
dalam Prajnaparamita Hrdaya Sutra, Guanyin mempraktekan meditasi vipasyana (pengamatan analitis) terhadap 5 skanda adalah sunyata. Maka Xuanzang menerjemahkan Avalokitesvara sebagai Guanzizai;
Guan (Mengamati) zizai (diam dalam ketenangan), dengan 'zizai' menggambarkan kondisi meditatif beliau.

*dalam Sutra Teratai bab Avalokitesvara, Bodhisattva Akshayamati bertanya kepada Buddha Sakyamuni kenapa Avalokitesvara punya nama demikian. Buddha menjawab bahwa Bodhisattva Avalokitesvara selalu menjawab doa manusia yang memuliakan namanya. Beliau dapat bermanifestasi dalam wujud apapun juga dan membabarkan Dharma dalam wujud itu.

Guanyin pusa termasuk jajaran Bodhisattva Mahasattva bhumi ke-10, sama seperti Maitreya, Manjusri, Ksitigarbha, dan Samantabhadra.
Beliau terkenal akan Mahakaruna yang luar biasa menolong setiap mahkluk. Guanyin sering beremanasi di mana-mana menjadi apa saja.
Kepada mahkluk yang meniti Jalan Bodhisattva, beliau mewujudkan diri sebagai Buddha atau Bodhisattva.
Kepada mahkluk yang melatih Jalan PacekaBuddha, beliau muncul dalam wujud Pacekabuddha.
Kepada pencari Arahatta phalla, beliau muncul sebagai Arahat.
Pada yang mengincar surga, beliau mengajar dalam wujud dewa.
Untuk menolong para raksasa, beliau menjadi Raja para raksasa dan mengajarkan Dharma. demikian seterusnya...

Sungguh sukar dipercaya apa yang telah Beliau lakukan untuk menolong para mahkluk.

Awalnya beliau adalah seorang Bhiksu di masa yang sangat lampau di dunia yang berbeda dengan dunia Saha, lalu berlatih dan kemudian menjadi Bodhisattva.
Disebutkan juga bahwa sebenarnya Beliau adalah emanasi dari seorang Buddha, Tathagata Zhen Fa Ming(cahaya Dharma sejati) dari masa jauh di masa lampau.

Dalam Vajrayana, Beliau juga salah satu Istadevata dengan banyak pengikut. Seperti Arya Nagarjuna misalnya disebut bisa melihat dan belajar Dharma langsung dari Beliau.
 
ya, lebih tepat mungkin, Kwan Im termasuk Mahayana (tidak ada teks pali tentang Kuan Im)

Kuan Im atau Guanyin adalah bahasa cina untuk Avalokitesvara.


stahu saya ada teks pali tentang Kuan Im / Avalokitesvara.

Nmnya "Saddharmapundarika Sutra XXV: Avalokitesvara Bodhisattva Samanthamukhaparivarta"

Sedang untuk versi cinanya dipercaya bahwa putri Miau Shan beserta riwayat hidupnya adalah Dewi Kwan Im semasa manusia.Oleh karena itulah ada kepercayaan bahwa dewi Kuan Im berasal dari cina.

Untuk tibet sendiri Avalokitesvara dikenal dgn sebutan chenrezig atau jepang disebut (??lupa??):P tp biar bentuknya beda2 Avalokitesvara tetap diakui msk kedalam agama Budha, krn disebutkan dlm Saddharmapundarika Sutra, bahwa apapun itu kejadian yg menyelamatkan manusia -entah itu- berwujud seorang raja, pengemis, hewan, penjahat, benda hidup, benda mati, angin, api, dan semua benda/non benda yg secara kebetulan mampu memberi manfaat/mengurangi kesusahan/menyelamatkan manusia. itu disebut avalokitesvara.

Pernah suatu ketika, kami pernah kehilangan STNK mobil dirumah. Kami sudah mencarinya seisi rumah hingga kepojok2 sudut seisi rumah tapi tidak jg ditemukan. hari ke-4 STNK tsb ditemukan dilantai dapur dengan sedikit koyakan bekas gigitan diujung pembungkus STNK.
Selama kehilangan, ibu saya terus berdoa kpd Dewi Kwan Im dan ia percaya bahwa tikus yg membawa kembali STNK tsb adalah pertolongan dari Dewi Kwan Im.
 
Pernah suatu ketika, kami pernah kehilangan STNK mobil dirumah. Kami sudah mencarinya seisi rumah hingga kepojok2 sudut seisi rumah tapi tidak jg ditemukan. hari ke-4 STNK tsb ditemukan dilantai dapur dengan sedikit koyakan bekas gigitan diujung pembungkus STNK.
Selama kehilangan, ibu saya terus berdoa kpd Dewi Kwan Im dan ia percaya bahwa tikus yg membawa kembali STNK tsb adalah pertolongan dari Dewi Kwan Im.

bisa gak berdoa kpd kuan im buat nurunin harga BBM ???
 
Turun harga BBM juga gak guna. karena berarti subsidi makin tinggi. Ujung ujungnya ekonominya jadi gak beres. Ujung ujungnya rakyat juga yang susah. Dolar bisa melejit. Rupiah jadi jaipongan.

Lagian, gak etis Dewi Kwam Im diminta nurunin harga BBM. Atau nurunin presiden. Karena kita semua disini tahu... semuanya naik... hanya kelapa yang turun. Dan kalau bisa.... kepala juga turun.... biar jangan tinggi hati.
 
Turun harga BBM juga gak guna. karena berarti subsidi makin tinggi. Ujung ujungnya ekonominya jadi gak beres. Ujung ujungnya rakyat juga yang susah. Dolar bisa melejit. Rupiah jadi jaipongan.

Lagian, gak etis Dewi Kwam Im diminta nurunin harga BBM. Atau nurunin presiden. Karena kita semua disini tahu... semuanya naik... hanya kelapa yang turun. Dan kalau bisa.... kepala juga turun.... biar jangan tinggi hati.


Turunkan harga BBM internasional, jadi kira kira US$50/barrel... Jadi harga BBM di Indonesia juga bisa turun... Kalau harga Internasional turun, semua penduduk di negara negara lain juga akan terbantu. hehehehehe...

Coba berdoa supaya seseorang bisa jadi presiden, karena kalau nurunin presiden lebih gampang. Naikin yang susah... Gak usah naikin seseorang, berdoa sama kwan im, disuruh kasih mimpi, siapa yang bakal jadi presiden RI tahun 2009... hehehehe
 
saya jarang doa,tp kalo saya berdoa meminta selalu terkabul.
Ada kriteria doa yg bisa terkabulkan....sisanya hanya ada doa bersyukur selebihnya tinggal doa yang sia2.

Doa yg bisa terkabul....
1. Berdoalah di dalam roh dan kebenaran. Roh berarti harus sadar benar, jangan sambil berdoa tapi setengah sadar, atau tepengaruh obat2an, atau terlalu bernafsu, berambisi, atau terlalu berharap. Ini semua di artikan tidak dalam roh. Dalam kebenaran ..berarti berdoalah meminta apa yg kamu perlukan bukan apa yg kamu inginkan.
Perlu/butuh itu hampir dekat dengan ingin. Karena kita ingin maka kita anggap itu butuh/perlu. Kenapa banyak doa2 yg sia2 ?
Karena mrk berdoa tidak dalam kebenaran. Coba da berdoa dalam kebenaran. Berdoa hny anda butuh yg mendesak yg tidak ada jalan keluarnya. Berdoa harus dibarengi perubahan sifat2, perubahan gaya hidup yg salah. Karena " salah" berarti bukan di dalam kebenaran. Intinya harus dalam kebenaran.

Saya meminta apa dapat apa. Hanya masalah waktu saja. Hanya perlu menunggu datangnya muzizat. Berdoalah di dalam roh dan kebenaran....

Semoga ini membantu ....thx . Salam metta.
 
Saya jawab secara Mahayana (karena Avalokitesvara berasal dari Mahayana)

Avalokitesvara adalah seorang Bodhisattva, seorang calon buddha. Tidak jelas asal-usulnya, namun begitu banyak sekali mitos tentang asal usul Beliau, seperti putri Miao Shan (ini hanya legenda), dan lainnya.

Kisah mengenai Avalokitesvara bisa dibaca di berbagai Sutra-Sutra Mahayana, akan saya sebutkan di postingan selanjutnya (mohon diingatkan, saya suka lupa).

Avalo ini menurut pencapaiannya seharusnya sudah bisa menjadi Buddha, namun Beliau sudah bertekad tidak akan menjadi Buddha selama masih ada makhluk yang menderita. Jadi bila ada yang menyebutnya Buddha, itu adalah kesalahpahaman.

Tentang Beliau yang bisa menolong manusia bila berdoa padanya, itu bisa dijelaskan seperti hukum kamma. Sebenarnya buah kamma mereka telah masak melalui perantara Bodhisatva, sama seperti kita yang diberi uang oleh paman pada saat kita minta ama paman, itu artinya buah kamma kita masak melalui perantara paman.

Kurang lebih gitu deh...

Klo secara Theravada ya kagak ada.
 
KOK RASANYA NGELITIK, mendengar ada istilah MENUNDA KEBUDDHAAN ??? seolah olah, kebuddhaan seharusnya sudah bisa dicapai, tetapi ditunda...

Karena menurut saya, tidak ada istilah MENUNDA KEBUDDHAAN, tetapi BELUM MENCAPAI KEBUDDHAAN. Mengapa ??? Level sebelum kebuddhaan... apakah itu istilahnya BODHISATVA atau bukan adalah makhluk yang telah mengumpulkan parami yang cukup besar, tetapi karena belum bisa menghapuskan semua kilesa (masih ada kilesa walaupun kilesa halus), belum dapat mencapai tingkat KEBUDDHAAN.

Bagaimana menurut rekan rekan sekalian ???
 
ya, tidak ada penundaan, walaupun telah mencapai pencerahan, tapi ikatan2 dengan mahluk2 berkalpa2 belum tuntas, ada tanggung jawab yg belum dilunasi, kalo udah lunas selesai maka tidak ada yg disebut penundaan. kalo selesai ya , selesai. kayak maen game, kalo selesai ya game over. Nibbana.

hny opini, ada yg bisa menambah ?
 
Klo menurut g, nibbana akan tercapai apabila sudah tidak melekat n parami sudah lengkap.
Nah Avalo ini (opini saya) mungkin uda komplit paraminya, sehingga sudah bisa menjadi buddha, tapi karena masih ada kemelekatan (kemelekatan yang sangat2 halus, yaitu masih terus memikirkan makhluk yang tersiksa) jadi Beliau tidak bisa mencapai buddha.

Itu opini saya.
 
Prnh baca berbagai sutra ada 2 jenis makhluk suci ttg pencapaian Kebudhaan:

1. "Ia" yang bersumpah tidak akan menjadi Budha sebelum menyelamatkan semua makhluk. (mis:Ksitigarbha Bodhisattva).
Dlm sutra Ksitigarbha disebutkan seharusnya Bodhisattva Ksitigarbha telah mencapai Kebudhaan sejak dulu. Tapi demi
ikrar ia tak ingin mencapai Kebudhaan sebelum ikrarnya itu tercapai. (sesuai yg dikatakan Mr.Wei/akiong). Sehingga
dengan kemauannya sendiri ia menunda Kebudhaannya sendiri.
2. "Ia" yang bersumpah untuk menjadi Budha terlebih dahulu baru kemudian
menyelamatkan makhluk. (mis:Budha Amitabha & Budha pengobatan).

Iya, mari kita semua berdoa supaya bensin turun..:P :D
tp sptnya cukup sulit, barangkali 200jt warga di indonesia menanggung karma yg sama. yaitu krisis ekonomi 8-X
 
(kemelekatan yang sangat2 halus, yaitu masih terus memikirkan makhluk yang tersiksa) jadi Beliau tidak bisa mencapai buddha.
inilah yang disebut sebagai budak kebajikan....
bukan menggunakan kebajikan.
dan tidak akan ada henti nya air mata yang menetes.

sama hal nya ketika anda memakai keranjang dan memungut batu terus menerus sambil melewati jalan demi jalan.....
kapan selesai nya memungut batu?....
anda akan selesai ketika anda melepas keranjang itu.
 
inilah yang disebut sebagai budak kebajikan....
bukan menggunakan kebajikan.
dan tidak akan ada henti nya air mata yang menetes.

sama hal nya ketika anda memakai keranjang dan memungut batu terus menerus sambil melewati jalan demi jalan.....
kapan selesai nya memungut batu?....
anda akan selesai ketika anda melepas keranjang itu.

anda tak tahu apa itu kebajikan. kebajikan ama berbuat baik itu beda. berbuat baik bisa dilatih, bisa dimotivasi. kebajikan tidak bisa. kebajikan ga ada budak, kebajikan juga ga bisa digunakan.....dia bukan alat jd tak bisa di gunakan., kalo guna menggunakan, itu bagian dari panna. belajarlah belajar lagi, kalo anda ada kebajikan anda tidak akan berkata seperti ini. capailah kebajikan yg tertinggi.
 
stahu saya ada teks pali tentang Kuan Im / Avalokitesvara.

Nmnya "Saddharmapundarika Sutra XXV: Avalokitesvara Bodhisattva Samanthamukhaparivarta"

Sedang untuk versi cinanya dipercaya bahwa putri Miau Shan beserta riwayat hidupnya adalah Dewi Kwan Im semasa manusia.Oleh karena itulah ada kepercayaan bahwa dewi Kuan Im berasal dari cina.

Untuk tibet sendiri Avalokitesvara dikenal dgn sebutan chenrezig atau jepang disebut (??lupa??) tp biar bentuknya beda2 Avalokitesvara tetap diakui msk kedalam agama Budha, krn disebutkan dlm Saddharmapundarika Sutra, bahwa apapun itu kejadian yg menyelamatkan manusia -entah itu- berwujud seorang raja, pengemis, hewan, penjahat, benda hidup, benda mati, angin, api, dan semua benda/non benda yg secara kebetulan mampu memberi manfaat/mengurangi kesusahan/menyelamatkan manusia. itu disebut avalokitesvara.

Pernah suatu ketika, kami pernah kehilangan STNK mobil dirumah. Kami sudah mencarinya seisi rumah hingga kepojok2 sudut seisi rumah tapi tidak jg ditemukan. hari ke-4 STNK tsb ditemukan dilantai dapur dengan sedikit koyakan bekas gigitan diujung pembungkus STNK.
Selama kehilangan, ibu saya terus berdoa kpd Dewi Kwan Im dan ia percaya bahwa tikus yg membawa kembali STNK tsb adalah pertolongan dari Dewi Kwan Im.

sutra saddharma bukan teks pali tapi teks sansekerta - Mahayana... :D

lafal Jepang 'Guanyin pusa' = Kannon bosatsu

ya, versi miaoshan sangat terkenal. Hanya saja dianalisis dari segi Buddhis, cerita ini agaknya kurang memiliki kejelasan asal usul. Karakter ceritanya sendiri lebih bersifat 'taoisme' daripada 'buddhis'. dari segi sejarah, cerita ini jelas sekali tampaknya sangat tidak matang, betul2 kelihatan merupakan ' karangan ' belaka... para ahli menyimpulkan bahwa cerita ini kemungkinan merupakan cerita rakyat TAOISME yang kemudian mendapat pengaruh BUDDHIS.
Guanyin sendiri sampai zaman dinasti Tang,belum dikenal wujud 'perempuan'. Hal ini terbukti dari penelitian akan peninggalan2 Buddhis, yaitu semua arca Guanyin sampai zaman dinasti Tang berwujud 'Laki-laki'. Dengan demikiaN besar sekali kemungkinan cerita Miaoshan hanya karangan belaka.

Betul, saya sendiri selalu mendapat bantuan setiap berdoa kepada Guanyin, apapun masalah saya. pernah satu kali saya mempunyai beberapa pertanyaan dalam hati. Besoknya saya mendengar ceramah yang menjawab semua pertanyaan saya itu SESUAI URUTAN!! mungkin ini terlihat kebetulan, namun bagi saya itu luar biasa...

KOK RASANYA NGELITIK, mendengar ada istilah MENUNDA KEBUDDHAAN ??? seolah olah, kebuddhaan seharusnya sudah bisa dicapai, tetapi ditunda...

Karena menurut saya, tidak ada istilah MENUNDA KEBUDDHAAN, tetapi BELUM MENCAPAI KEBUDDHAAN. Mengapa ??? Level sebelum kebuddhaan... apakah itu istilahnya BODHISATVA atau bukan adalah makhluk yang telah mengumpulkan parami yang cukup besar, tetapi karena belum bisa menghapuskan semua kilesa (masih ada kilesa walaupun kilesa halus), belum dapat mencapai tingkat KEBUDDHAAN.

Bagaimana menurut rekan rekan sekalian ???

Bro, dalam Mahayana Bodhisattva dibagi menjadi 10 bhumi/tahapan, di mana saat semua 10 parami telah sempurna, bodhisattva itu otomatis mencapai bhumi ke-10, Megadharma-bodhisattva-bhumi. Artinya bodhisattva bhumi 10, dapat mencapai Kebuddhaan kapan saja dia menginginkannya.

-- Apa itu 'PENUNDAAN'? Tampaknya hanya dibuat-buat aja...? --

Yang menyebutnya menunda adalah manusia, bagi Bodhisattva ini bukan penundaan tapi memang ikrar beliau.
1. Beliau juga menunggu kondisi, tempat dan waktu yang paling tepat untuk mencapai Kebuddhaan.
2. Ikrar tertentu.
3. Mengumpulkan jodoh dengan sebanyak mungkin mahkluk agar para mahkluk tersebut dapat terlahir kembali bersama dan menjadi siswa beliau.
4. DLL...

Agar dapat sedekat mungkin memahami pikiran Bodhisattva, dasarnya adalah MAHAKARUNA dan UPAYAKAUSALYA.

Bila Anda menganggap MAHAKARUNA sebagai KILESA.... ah... bukankah Buddha itu juga MAHAKARUNA...??
 
Bagaimana timbulnya mahakaruna ?
Apakah mahakaruna timbul karena kemelekatan pada karuna ?
Apakah mahakaruna timbul karena melihat penderitaan ?
Apakah mahakaruna timbul karena ikatan masa lampau dengan banyak mahluk/manusia belum selesai, walaupun sekarang telah mencapai pencerahan batin .. Jadi ada pekerjaan yg belum selesai ?
Apakah mahakaruna adalah indikasi adanya kemelekatan ?

Mhn pencerahan....thx
 
yang sy maksud itu adalah melekat dengan kebajikan.
kadang-kadang orang sering melakukan kebajikan ( ini bagus )

tp yang buruk nya adalah jika dia melekat dengan kebajikan ( inilah masalah nya )
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.