Amaterasu
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 83190
- Sejak
- 28 Okt 2009
- Pesan
- 2.702
- Nilai reaksi
- 170
- Poin
- 63
Sifilis atau penyakit Raja Singa adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang kompleks, disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Perjalanan penyakit ini cenderung kronis dan bersifat sistemik. Hampir semua alat tubuh dapat diserang, termasuk sistem kardiovaskuler dan saraf. Selain itu wanita hamil yang menderita sifilis dapat menularkan penyakitnya ke janin sehingga menyebabkan sifilis kongenital yang dapat menyababkan kelainan bawaan atau bahkan kematian. Jika cepat terdeteksi dan diobati, sifilis dapat disembuhkan dengan antibiotika. Tetapi jika tidak diobati, sifilis dapat berkembang ke fase selanjutnya dan meluas ke bagian tubuh lain diluar alat kelamin.
Asal penyakiti ini tidak jelas. Sebelum tahun 1492, penyakit ini belum dikenal di Eropa. Ada yang berpendapat bahwa penyakit ini berasal dari penduduk indian yang dibawa oleh anak buah Christopher Colombus sewaktu mereka kembali ke Spanyol dari benua Amerika pada tahun 1492. Pada tahun 1494 terjadi epidemi di Napoli, Italia. Pada abad ke 18 baru diketahui bahwa penyebaran sifilis dan gonore terutama disebabkan oleh senggama dan keduanya dianggap sebagai infeksi yang sama. Dengan berjalannya waktu, akhirnya diketahui bahwa kedua penyakit itu disebabkan oleh jenis kuman yang berbeda dan gejala klinisnyapun berlainan.
Penyakit sifilis memiliki empat stadium yaitu primer, sekunder, laten dan tersier. Tiap stadium perkembangan memiliki gejala penyakit yang berbeda-beda dan menyerang organ tubuh yang berbeda-beda pula.
Stadium Dini (primer)
Tiga minggu setelah infeksi, timbul lesi pada tempat masuknya Treponema pallidum. Lesi pada umumnya hanya satu. Terjadi afek primer berupa penonjolan-penonjolan kecil yang erosif, berkuran 1-2 cm, berbentuk bulat, dasarnya bersih, merah, kulit disekitarnya tampak meradang, dan bila diraba ada pengerasan. Kelainan ini tidak nyeri. Dalam beberapa hari, erosi dapat berubah menjadi ulkus berdinding tegak lurus, sedangkan sifat lainnya seperti pada afek primer. Keadaan ini dikenal sebagai ulkus durum.
Sekitar tiga minggu kemudian terjadi penjalaran ke kelenjar getah bening di daerah lipat paha. Kelenjar tersebut membesar, padat, kenyal pada perabaan, tidak nyeri, tunggal dan dapat digerakkan bebas dari sekitarnya. Keadaan ini disebut sebagai sifilis stadium 1 kompleks primer. Lesi umumnya terdapat pada alat kelamin, dapat pula di bibir, lidah, tonsil, putting susu, jari dan anus. Tanpa pengobatan, lesi dapat hilang spontan dalam 4-6 minggu, cepat atau lambatnya bergantung pada besar kecilnya lesi.
Stadium II (sekunder)
Pada umumnya bila gejala sifilis stadium II muncul, sifilis stadium I sudah sembu. Waktu antara sifilis I dan II umumnya antara 6-8 minggu. Kadang-kadang terjadi masa transisi, yakni sifilis I masih ada saat timbul gejala stadium II.
Sifat yang khas pada sifilis adalah jarang ada rasa gatal. Gejala konstitusi seperti nyeri kepala, demam, anoreksia, nyeri pada tulang, dan leher biasanya mendahului, kadang-kadang bersamaan dengan kelainan pada kulit. Kelainan kulit yang timbul berupa bercak-bercak atau tonjolan-tonjolan kecil. Tidak terdapat gelembung bernanah. Sifilis stadium II seringkali disebut sebagai The Greatest Immitator of All Skin Diseases karena bentuk klinisnya menyerupai banyak sekali kelainan kulit lain. Selain pada kulit, stadium ini juga dapat mengenai selaput lendir dan kelenjar getah bening di seluruh tubuh.
Sifilis Stadium III
Lesi yang khas adalah guma yang dapat terjadi 3-7 tahun setelah infeksi. Guma umumny satu, dapat multipel, ukuran milier sampai berdiameter beberapa sentimeter. Guma dapat timbul pada semua jaringan dan organ, termasuk tulang rawan pada hidung dan dasar mulut. Guma juga dapat ditemukan pada organ dalam seperti lambung, hati, limpa, paru-paru, testis dll. Kelainan lain berupa nodus di bawah kulit, kemerahan dan nyeri.
Sifilis Tersier
Termasuk dalam kelompok penyakit ini adalah sifilis kardiovaskuler dan neurosifilis (pada jaringan saraf). Umumnya timbul 10-20 tahun setelah infeksi primer. Sejumlah 10% penderita sifilis akan mengalami stadium ini. Pria dan orang kulit berwarna lebih banyak terkena. Kematian karena sifilis terutama disebabkan oleh stadium ini.
Diagnosis pasti sifilis ditegakkan apabila dapat ditemukan Treponema pallidum. Pemerisaan dilakukan dengan mikroskop lapangan gelap sampai 3 kali (selama 3 hari berturut-turut).
Tes serologik untuk sifilis yang klasik umumnya masih negatif pada lesi primer, dan menjadi positif setelah 1-4 minggu. TSS (tes serologik sifilis) dibagi dua, yaitu treponemal dan non treponemal. Sebagai antigen pada TSS non spesifik digunakan ekstrak jaringan, misalnya VDRL, RPR, dan ikatan komplemen Wasserman/Kolmer. TSS nonspesifik akan menjadi negatif dalam 3-8 bulan setelah pengobatan berhasil sehingga dapat digunakan untuk menilai keberhasilan pengobatan. Pada TSS spesifik, sebagai antigen digunakan treponema atau ekstraknya, misalnya Treponema pallidum hemagglutination assay (TPHA) dan TPI. Walaupun pengobatan diberikan pada stadium dini, TSS spesifik akan tetap positif, bahkan dapat seumur hidup sehingga lebih bermakna dalam membantu diagnosis.
Pengobatan dilakukan dengan memberikan Antibiotika seperti Penisilin atau turunannya. Pemantauan serologik dilakukan pada bulan I, II, VI, dan XII tahun pertama dan setiap 6 bulan pada tahun kedua. Selain itu, kepada penderita perlu diberikan penjelasan yang jelas dan menyeluruh tentang penyakitnya dan kemungkinan penularan sehingga turut mencegah transmisi penyakit lebih lanjut. (Adi)
Sumber: Klinikpria.com
Berikut adalah tambahan Informasi seputar PMS
Sekarang, hasil tanya jawab dengan dokter,...
T : Apa yang dimaksud dengan Penyakit menular Seksual (PMS), dan mengapa disebut PMS ?
J :Sebelum dikenal sebagai PMS, jenis penyakit ini sudah cukup lama dikenal dengan sebutan penyakit kelamin (veneral disease) yang berasal dari kata Venus (dewi cinta). Saat itu penyakit kelamin yang dikenal baru sifilis (syphilis) dan gonore (gonorrhea). Sedangkan istilah PMS baru dikenal setelah ditemukannya jenis penyakit kelamin selain kedua jenis di atas. PMS dikenal pula dengan sebutan Penyakit Akibat Hubungan Seksual (PHS) atau Sexually Transmitted Diseases (STD). Penyakit ini mengenai alat (organ) reproduksi laki-laki atau perempuan terutama akibat dari hubungan seksual dengan orang yang sudah terjangkit penyakit kelamin.
T : Bagaimana PMS menular ke tubuh kita ?
J : PMS akan menular kepada manusia melalui cairan tubuh, yaitu :
Melalui cairan vagina
Melalui cairan sperma
Melalui cairan darah
Adanya perlukaan
Dan lain-lain
T : Apakah ada PMS yang tidak ditularkan diluar dari hubungan seksual?
J : Ada, misalnya keputihan yang lebih disebabkan oleh kuman atau bakteri yang masuk ke vagina, akibat pemeliharaan kebersihan yang buruk.
T : Apakah keputihan itu?
J : Setiap bagian tubuh yang berongga serta berhubungan dengan dunia luar tubuh akan mengeluarkan cairan/lendir, termasuk dari rongga vagina. Jika normal maka cairan tersebut berwarna bening dan tidak berbau, tidak terlalu banyak serta tanpa rasa gatal/nyeri di vagina (sekitar kemaluan bagian luar). Namun jika jumlah lendir yang keluar lebih banyak dari biasanya, berbau serta berwarna keruh (seperti susu basi, kuning kehijauan) dengan atau tanpa rasa gatal di sekitar kemaluan, maka dikatakan sebagai keputihan. Pada kondisi demikian maka orang tersebut harus diperiksakan ke laboratorium. Penyebabnya antara lain infeksi bakteri, jamur, parasit, kelainan lokal di vagina, mulut rahim bahkan rongga rahim. Oleh sebab itu keputihan mungkin bisa menyebabkan kemandulan.
T : Siapa saja yang memiliki risiko tinggi terkena PMS?
J : Pada dasarnya setiap orang yang sudah aktif secara seksual dapat tertular PMS.
Siapa lagi yang harus diwaspadai adalah kelompok berisiko tinggi terkena PMS?
Orang yang suka berganti-ganti pasangan seksual
Orang yang punya satu pasangan seksual, tetapi pasangan seksualnya suka berganti-ganti pasangan seksual.
T : Pada usia berapa orang banyak terkena PMS ?
J : Kelompok yang tergolong risiko tinggi terkena PMS, antara lain :
Usia: 20 – 34 tahun pada laki-laki
Usia: 16 – 24 tahun pada wanita
T : Apakah remaja putri secara biologis memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan wanita yang lebih dewasa?
J : Remaja putri secara biologis tampak lebih mudah terinfeksi PMS dibandingkan wanita yang lebih dewasa karena secara biologis sel-sel organ reproduksi belum matang. Hubungan seksual pada remaja meningkatkan kerentanan terhadap PMS.
T : Faktor-faktor apa saja yang meningkatkan risiko PMS pada remaja?
J : Kurangnya akses ke layanin KB atau layanin kesehatan untuk PMS
Jam klinik dan lokasi klinik yang tidak nyaman
Keterbatasan biaya dalam membeli kondom di apotek, toko lain atau klinik.
Kurangnya rasa percaya diri
Staf klinik terlatih atau anggota staf lain yang memiliki sikap negatif terhadap kegiatan seks dan penggunaan alat kontrasepsi di kalangan remaja, atau karena ada larangan resmi.
Selain itu, ada juga faktor sosial, yaitu remaja tidak punya kekuatan berpendapat dalam berhubungan dengan orang dewasa dan orang lain yang mungkin adalah pasangan seksnya. Remaja sering kali tidak mampu menegosiasikan praktek seks yang lebih aman.
T : Bagaimana gejala yang umum pada penderita PMS?
J : Secara umum gejala yang tampak pada penderita PMS baik laki-laki maupun perempuan adalah :
Rasa sakit atau gatal di kemaluan
Muncul benjolan, bintik atau luka di sekitar alat kemaluan
Keluarnya cairan yang tidak biasa seperti nanah dari kemaluan
Terjadinya pembengkakan di pangkal paha
Rasa sakit pada perut bagian bawah
T : Apa penyebab PMS dan penyakit yang disebabkannya?
J : Virus yang menyebabkan herpes genitalis, HIV/AIDS, dan kutil kelamin.
T : Bagaimana ciri Pria atau Wanita yang terkena PMS?
J :
Gejala pada laki-laki antara lain:
Gejala timbul pada waktu satu minggu
Rasa sakit pada waktu buang air kecil atau ereksi
Keluar nanah dari saluran kencing terutama pada pagi hari
Sering tidak ada gejala pada stadium dini
Gejala pada perempuan antara lain:
Sering tanpa gejala apapun atau gejalanya sulit dilihat
Nyeri di daerah perut bagian bawah, kadang-kadang disertai keputihan dengan bau yang tidak sedap
Alat kelamin terasa sakit atau gatal
Rasa sakit atau panas pada waktu kencing dan pendarahan setelah melakukan hubungan seksual
Berikut beberapa jenis PMS lain,
VAGINOSIS BAKTERIAL
Penyebab: Infeksi pada alat kelamin yang disebabkan oleh campuran bakteri Gardnella Vaginallis dan bakteri Anaerob.
Gejalanya adalah keputihan tidak banyak, berwarna abu-abu, lengket dan berbau amis. Biasanya akan tercium jelas setelah melakukan hubungan seksual.
Berdasarkan laporan kesehatan, vaginosis bakterial umumnya ada pada perempuan yang aktif secara seksual.
GONORE (GO)
Penyebab: kuman Neisseria Gonorrhoeae
Gejala pada laki-laki antara lain:
Gejala timbul pada waktu satu minggu
Rasa sakit pada waktu buang air kecil atau ereksi
Keluar nanah dari saluran kencing terutama pada pagi hari
Sering tidak ada gejala pada stadium dini
Gejala pada perempuan antara lain:
Sering tanpa gejala apapun atau gejalanya sulit dilihat
Nyeri di daerah perut bagian bawah, kadang-kadang disertai keputihan dengan bau yang tidak sedap
Alat kelamin terasa sakit atau gatal
Rasa sakit atau panas pada waktu kencing dan pendarahan setelah melakukan hubungan seksual
Namun demikian GO sering datang tanpa keluhan atau gejala apapun pada perempuan.
Gejala yang khas pada perempuan atau laki-laki yang menderita GO:
Untuk yang melakukan seks anal, dapat terjadi diare kronis
Untuk yang melakukan hubungan oral, tenggorokan dapat terasa sakit dan berwarna merah (infeksi tenggorokan)
Masa inkubasi GO adalah 1-14 hari, dengan rata-rata 2-5 hari
Akibat bila GO terlambat diobati:
Menimbulkan rasa nyeri pada perut bagian bawah, yang berarti bahwa infeksi sudah sampai pada saluran telur, yang dapat menimbulkan kehamilan di luar kandungan serta kemandulan.
Bila saat melahirkan sang ibu mengidap GO, maka akan menular pada bayi yang dilahirkan dan akan menimbulkan infeksi pada mata bayi yang mengakibatkan kebutaan
Berdasarkan laporan kesehatan tingkat gonore tertinggi biasanya pada remaja, misalnya di Asia Selatan dan Afrika Sub Sahara, remaja bisa mencapai sepertiga dari seluruh kasus gonore.
KLAMIDIA
Penyebab: Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia Trachomatis, yang terutama menyerang leher rahim.
Gejalanya antara lain:
Menimbulkan keluhan keputihan yang disertai nyeri pada saat kencing dan pendarahan setelah melakukan hubungan seksual. Gejalanya mirip GO tapi lebih ringan.
Penularan tidak disadari, karena kebanyakan perempuan yang terinfeksi tidak merasakan gejalanya.
Pada infeksi kronik dapat menyebar ke saluran telur yang mengakibatkan hamil di luar kandungan serta kemandulan.
Dapat menyebabkan kebutaan atau radang paru pada bayi yang baru dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi bakteri ini
Masa inkubasi Klamidia adalah 7-12 hari
Laporan kesehatan menunjukkan bahwa remaja di seluruh dunia adalah proporsi terbesar dari seluruhnya dalam infeksi klamidia – setidaknya sepertiga. Di Haiti dan Nigeria, kelompok usia ini dilaporkan memiliki tingkat klamidia tertinggi.
SIPILIS (Raja Singa)
Penyebab: Kuman Treponema pallidum.
Gejalanya: Timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan menghilang dengan sendirinya tanpa diobati. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seks. Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, setelah 5-10 tahun penyakit ini akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil, penyakit ini dapat menular kepada bayi yang dikandungnya yang mengakibatkan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental. Jika tidak diobati gejala sipilis akan muncul dalam empat tahap.
Tahap I (Sipilis Primer)
Terjadi 9-10 hari setelah terinfeksi
Timbul luka yang tidak nyeri di penis, bibir kemaluan atau leher rahim
Tahap II (Sipilis Sekunder)
Terjadi beberapa bulan setelah tahap pertama
Gejala berupa kelainan kulit bercak kemerahan tidak gatal, terutama pada telapak tangan dan kaki.
Ada pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuh.
Bisa juga berupa kutil di sekitar alat kelamin dan anus.
Tahap III (Sipilis Laten)
Tidak ada keluhan ataupun gejala, namun infeksi berlanjut menyerang alat-alat atau bagian tubuh lainnya.
Kondisi ini hanya dapat dilihat melalui pemeriksaan darah khusus sipilis.
Tahap IV (Sipilis Tersier)
Timbul 5-30 tahun setelah tahap sipilis II. Terdapat kerusakan pada alat tubuh penting yang menetap pada otak, pembuluh darah dan jantung, serabut saraf dan sumsum tulang belakang.
**Sipilis kongenital**
Pada bayi dan anak-anak akan menimbulkan:
- Kelainan bentuk wajah
- Kelainan tulang
- Kebutaan, ketulian
- Kelainan bentuk gigi yang khas
- Kelainan kulit
- Bayi yang dilahirkan meninggal
Hasil laporan kesehatan menunjukkan bahwa sipilis, tidak sama dengan gonore dan klamidia, biasa ditemukan pada orang dewasa. Tetapi tetap saja sipilis juga masalah penting bagi remaja di negara berkembang. Di desa Nigeria misalnya, hampir 3 % remaja aktif secara seksual punya penyakit sipilis yang aktif.
Yang disebabkan oleh VIRUS:
HERPES
Lebih dikenal dengan herpes genitalis (herpes kelamin).
Penyebab: Virus Herpes Simplex (HSV). Ditularkan melalui hubungan seks baik vaginal, anal atau oral yang menimbulkan luka atau lecet pada kelamin dan mengenai langsung bagian luka/bintil/kutil.
Gejalanya antara lain:
Sering tanpa gejala, tergantung dari daya tahan tubuh, kalaupun ada pada awalnya ada rasa seperti terbakar atau gatal pada kelamin, diikuti timbulnya bintil-bintil berisi air di atas kulit dengan warna dasar kemerahan. Dalam beberapa hari bintil ini akan pecah, menimbulkan luka lecet yang terbuka dan sangat nyeri.
Pada perempuan biasanya timbul di sekitar kelamin, dinding liang kemaluan dan kadang-kadang di sekitar anus.
Pada laki-laki biasanya pada batang atau kepala penis serta di sekitar anus.
Gejala ini hilang jika diobati namun pada waktu tertentu akan kembali kambuh.
Gejala pada serangan pertama umumnya lebih berat dibandingkan ketika kambuh.
Sebelum timbul lecet biasanya diawali dengan keluhan ; pegal-pegal pada otot yang disertai demam (terutama pada serangan pertama), pembengkakan kelenjar lipatan paha, nyeri kadang gatal serta kemerahan pada tempat yang terkena.
Masa inkubasi 1-26 hari, rata-rata 6-7 hari
Faktor pencetus kambuhnya penyakit ini adalah:
- Stres emosional
- Kelelahan fisik berlebihan
- Kurang tidur
- Infeksi lain
- Menstruasi (menjelang/sesudah)
- Minum alkohol berlebihan
- Gesekan kulit misalnya waktu hubungan seksual, masturbasi / pemakaian baju/celana ketat.
[/i]Herpes simpleks[/i], dari laporan kesehatan, dikatakan bahwa walaupun lebih sedikit terjadi pada remaja (dan dewasa muda) infeksi virus ini juga mempengaruhi remaja, sering menyebabkan koreng kemaluan.
KUTIL KELAMIN
Disebut juga dengan Kondiloma Akuminata, salah satu bentuk PMS berupa kutil kelamin, bahkan sampai ke bagian dalam liang kemaluan dan leher rahim.
Penyebab: Human Papiloma Virus (HPV)
Gejalanya antara lain:
Kelainan berupa tonjolan kulit berbentuk jengger ayam yang berwarna seperti kulit, ukurannya bervariasi dari sangat kecil sampai besar sekali.
Pada perempuan dapat mengenai kulit di daerah kelamin sampai dubur, selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim
Pada laki-laki mengenai penis dan saluran kencing bagian dalam.
Pada perempuan hamil, kutil dapat tumbuh sampai besar sekali.
Kadang-kadang kutil tidak terlihat sehingga sering tidak disadari.
Adakalanya seorang perempuan baru mengetahuinya setelah melakukan pemeriksaan papsmear.
Penularannya melalui hubungan seksual, ibu hamil kepada bayi yang dilahirkan, melalui jari tangan yang mengandung kutil ke daerah alat kelamin meskipun jarang terjadi.
Jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kanker leher rahim serta kanker penis. Mengingat sebagian besar kuman penyakit ini menempel pada kulit, seperti skrotum, maka kondom tidak 100% efektif dapat mencegah penularannya.
Berdasarkan hasil laporan kesehatan, remaja memiliki persentase tertinggi pada virus ini dibandingkan kelompok umur lainnya. Satu penelitian di Amerika menunjukkan sampai seperempat perempuan muda yang aktif secara seksual terbukti terinfeksi kutil kelamin melalui pengujian laboratorium, walaupun bukti kasat mata seperti kutil di kelamin bagian luar lebih sedikit.
Yang disebabkan oleh JAMUR:
KANDIDIASIS VAGINA
Penyebab: jamur Candida Albicans.
Dalam keadaan normal biasanya jamur ini terdapat pada kulit ataupun lubang kemaluan perempuan. Pada keadaan tertentu (penyakit kencing manis, kehamilan pengobatan steroid, antibiotik) jamur ini dapat meluas dan menimbulkan keputihan.
Penyakit ini sebenarnya tidak tergolong PMS, tetapi pasangan seksual perempuan yang terinfeksi jamur ini dapat mengeluh gatal dengan gejala bintik-bintik kemerahan pada kulit kelamin.
Gejalanya adalah keputihan yang tidak berbau atau berbau asam, berwarna seperti keju atau susu basi disertai gatal, panas dan kemerahan di kelamin dan sekitarnya.
Penularannya melalui hubungan seks vaginal atau oral.
Yang disebabkan oleh PROTOZOA/PARASIT
TRIKOMONIASIS
Penyebab: parasit Trichomonas Vaginalis.
Gejalanya antara lain:
- Keputihan yang banyak, kadang-kadang berbusa dan berwarna kehijauan dengan bau busuk.
- Gatal pada kemaluan.
- Nyeri pada saat berhubungan seksual atau saat buang air kecil.
- Masa inkubasi 3-28 hari
Infeksi trikomoniasis adalah penyakit PMS yang dapat disembuhkan dan yang paling biasa di dunia. Remaja punya bagian yang cukup besar dari kasus ini. Di Nigeria, hampir seperempat remaja diidentifikasikan telah terjangkit.
DAMPAK PMS
Apa dampak kesehatan dan sosial dari tingkat PMS yang tinggi di antara remaja?
Awal terjangkitnya PMS meningkatkan kemungkinan berulangnya infeksi karena jangka waktu yang panjang dan jumlah pasangan yang mungkin lebih banyak. Berulangnya infeksi dapat berakibat buruk pada kesehatan. Misalnya infeksi klamidia yang berulang, sering berakibat kerusakan tuba fallopii.
Penyakit radang panggul, biasanya akibat infeksi saluran kelamin oleh klamidia dan gonore, dan ini lebih sering ditemukan pada remaja perempuan yang aktif secara seksual dari pada perempuan dari kelompok usia yang lebih tua. Penyakit ini bisa menyebabkan kemandulan.
Virus kutil kelamin adalah virus yang tersebar di kalangan remaja, menyebabkan kutil kelamin dan berakibat meningkatnya risiko yang diasosiasikan dengan kanker.
PMS meningkatkan kemungkinan akibat kehamilan negatif baik pada ibu remaja dan bayinya. PMS seperti sipilis, dan HIV dapat ditularkan pada bayi yang baru lahir. Vaginosis Bakterial dan trikomoniasis berhubungan dengan kelahiran prematur dan berat badan bayi kurang. Masalah ini menjadi lebih buruk karena lebih sedikit remaja dari pada wanita yang lebih dewasa mencari perawatan sebelum melahirkan (prenatal) dan layanin kesehatan reproduksi untuk pengobatan infeksi ini.
Kemungkinan Infeksi HIV bertambah dengan jika seseorang telah positif terinfeksi PMS. Risiko remaja terkena HIV meningkat karena tingginya tingkat PMS. AIDS bisa terkena di awal remaja, biasanya terus berkembang dan akibatnya benar-benar parah ketika masa remaja sudah berakhir.
Banyak remaja mengalami dampak psikologis yang serius sebagai akibat terinfeksi PMS. Reaksi umumnya adalah rasa bersalah dan rasa malu yang menghambat remaja mencari pengobatan tepat waktu.
Kemandulan sebagai akibat PMS dapat menyebabkan pria meninggalkan dan menceraikan pasangannya. Di masyarakat tertentu, perempuan tanpa dukungan finansial bisa berakhir sebagai pekerja seks komersial untuk bertahan hidup.
PENCEGAHAN INFEKSI PMS
Bagaimana cara mencegah PMS agar tidak tertular ke tubuh kita ?
Mengingat sebagian besar penularannya melalui hubungan seksual, maka cara pencegahan yang paling efektif adalah:
- Menjalankan perilaku seksual yang sehat, misalnya memilih perilaku seksual yang kecil risikonya atau tidak melakukan hubungan seksual sama sekali
- Menghindari berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan
- Menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seksual
Memeriksakan segera bila ada gejala-gejala PMS yang dicurigai
PENGOBATAN PMS
Bagaimana cara pengobatan PMS yang benar ?
Sebelum pengobatan dilakukan , maka perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa tubuh sudah dijangkiti PMS, dengan cara memeriksakan ke dokter atau laboratorium. Kemudian ikuti anjuran dari dokter untuk mengobati PMS yang diderita.
Untuk mengobati PMS perlu diperhatikan:
- Jangan sekali-kali minum obat tanpa konsultasi dokter
- Beri tahu bila ada riwayat alergi
- Sedapat mungkin pasangan seksual diajak serta untuk berobat untuk menghindari penularan berulang
- Hindari hubungan seksual selama masih ada gejala PMS
Mitos-mitos yang berkaitan dengan PMS
Apakah PMS dapat dicegah dengan suntikan antibiotik secara rutin ?
Suntikan antibiotik tidak dapat mencegah PMS, tapi hanya mematikan kuman yang tertular setelah melakukan hubungan seksual. Dosisnyapun hanya untuk menyembuhkan satu jenis PMS dan penggunaannya pun ada aturan-aturannya.
Apakah PMS dapat diobati dengan minum ciproxin, supertetra dan antibiotik lainnya ?
Untuk pengobatan setiap jenis PMS membutuhkan jenis antibiotik yang berbeda, sehingga tidak dapat disembuhkan hanya dengan menggunakan satu jenis antibiotik saja untuk segala jenis PMS.
Apakah PMS dapat dilihat secara kasat mata ?
Gejala PMS dapat tidak terlihat oleh mata terutama jika menimpa perempuan.
Apakah PMS dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin ?
Tidak ada sabun atau disinfektan apapun yang dapat mencegah PMS, bahkan penggunaan sabun pada vagina akan mempertinggi risiko terkena keputihan akibat dari berkurangnya kadar keasaman dari permukaan vagina yang berfungsi untuk membunuh kuman-kuman yang ada.
Apakah minum antibiotik sebelum hubungan seksual akan mencegah penularan PMS?
Minum antibiotik sebelum hubungan seksual tidak dapat mencegah PMS, karena masing-masing penyakit menggunakan jenis antibiotik yang berbeda, dan antibiotik yang dimakan bukan sebagai pencegah PMS.
Apakah PMS dapat ditularkan melalui kamar mandi/WC?
Kuman PMS tidak dapat bertahan cukup lama di luar tubuh, sehingga tidak akan menulari orang lain selain melalui cairan sperma, vagina dan darah, atau adanya perlukaan.
Apakah melakukan hubungan seksual pada pagi hari akan mempunyai risiko lebih tinggi ?
Selama kedua pihak tidak ada yang terkena PMS maka, kapan saja melakukan hubungan seksual tidak akan berisiko pada penularan PMS.
Apakah eseorang dapat mengobati PMS jika berhubungan seksual dengan perawan?
Justru sang perawannya yang akan tertular, sedangkan laki-lakinya tetap mengidap PMS.
T : Apa yang dimaksud dengan Penyakit menular Seksual (PMS), dan mengapa disebut PMS ?
J :Sebelum dikenal sebagai PMS, jenis penyakit ini sudah cukup lama dikenal dengan sebutan penyakit kelamin (veneral disease) yang berasal dari kata Venus (dewi cinta). Saat itu penyakit kelamin yang dikenal baru sifilis (syphilis) dan gonore (gonorrhea). Sedangkan istilah PMS baru dikenal setelah ditemukannya jenis penyakit kelamin selain kedua jenis di atas. PMS dikenal pula dengan sebutan Penyakit Akibat Hubungan Seksual (PHS) atau Sexually Transmitted Diseases (STD). Penyakit ini mengenai alat (organ) reproduksi laki-laki atau perempuan terutama akibat dari hubungan seksual dengan orang yang sudah terjangkit penyakit kelamin.
T : Bagaimana PMS menular ke tubuh kita ?
J : PMS akan menular kepada manusia melalui cairan tubuh, yaitu :
Melalui cairan vagina
Melalui cairan sperma
Melalui cairan darah
Adanya perlukaan
Dan lain-lain
T : Apakah ada PMS yang tidak ditularkan diluar dari hubungan seksual?
J : Ada, misalnya keputihan yang lebih disebabkan oleh kuman atau bakteri yang masuk ke vagina, akibat pemeliharaan kebersihan yang buruk.
T : Apakah keputihan itu?
J : Setiap bagian tubuh yang berongga serta berhubungan dengan dunia luar tubuh akan mengeluarkan cairan/lendir, termasuk dari rongga vagina. Jika normal maka cairan tersebut berwarna bening dan tidak berbau, tidak terlalu banyak serta tanpa rasa gatal/nyeri di vagina (sekitar kemaluan bagian luar). Namun jika jumlah lendir yang keluar lebih banyak dari biasanya, berbau serta berwarna keruh (seperti susu basi, kuning kehijauan) dengan atau tanpa rasa gatal di sekitar kemaluan, maka dikatakan sebagai keputihan. Pada kondisi demikian maka orang tersebut harus diperiksakan ke laboratorium. Penyebabnya antara lain infeksi bakteri, jamur, parasit, kelainan lokal di vagina, mulut rahim bahkan rongga rahim. Oleh sebab itu keputihan mungkin bisa menyebabkan kemandulan.
T : Siapa saja yang memiliki risiko tinggi terkena PMS?
J : Pada dasarnya setiap orang yang sudah aktif secara seksual dapat tertular PMS.
Siapa lagi yang harus diwaspadai adalah kelompok berisiko tinggi terkena PMS?
Orang yang suka berganti-ganti pasangan seksual
Orang yang punya satu pasangan seksual, tetapi pasangan seksualnya suka berganti-ganti pasangan seksual.
T : Pada usia berapa orang banyak terkena PMS ?
J : Kelompok yang tergolong risiko tinggi terkena PMS, antara lain :
Usia: 20 – 34 tahun pada laki-laki
Usia: 16 – 24 tahun pada wanita
T : Apakah remaja putri secara biologis memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan wanita yang lebih dewasa?
J : Remaja putri secara biologis tampak lebih mudah terinfeksi PMS dibandingkan wanita yang lebih dewasa karena secara biologis sel-sel organ reproduksi belum matang. Hubungan seksual pada remaja meningkatkan kerentanan terhadap PMS.
T : Faktor-faktor apa saja yang meningkatkan risiko PMS pada remaja?
J : Kurangnya akses ke layanin KB atau layanin kesehatan untuk PMS
Jam klinik dan lokasi klinik yang tidak nyaman
Keterbatasan biaya dalam membeli kondom di apotek, toko lain atau klinik.
Kurangnya rasa percaya diri
Staf klinik terlatih atau anggota staf lain yang memiliki sikap negatif terhadap kegiatan seks dan penggunaan alat kontrasepsi di kalangan remaja, atau karena ada larangan resmi.
Selain itu, ada juga faktor sosial, yaitu remaja tidak punya kekuatan berpendapat dalam berhubungan dengan orang dewasa dan orang lain yang mungkin adalah pasangan seksnya. Remaja sering kali tidak mampu menegosiasikan praktek seks yang lebih aman.
T : Bagaimana gejala yang umum pada penderita PMS?
J : Secara umum gejala yang tampak pada penderita PMS baik laki-laki maupun perempuan adalah :
Rasa sakit atau gatal di kemaluan
Muncul benjolan, bintik atau luka di sekitar alat kemaluan
Keluarnya cairan yang tidak biasa seperti nanah dari kemaluan
Terjadinya pembengkakan di pangkal paha
Rasa sakit pada perut bagian bawah
T : Apa penyebab PMS dan penyakit yang disebabkannya?
J : Virus yang menyebabkan herpes genitalis, HIV/AIDS, dan kutil kelamin.
T : Bagaimana ciri Pria atau Wanita yang terkena PMS?
J :
Gejala pada laki-laki antara lain:
Gejala timbul pada waktu satu minggu
Rasa sakit pada waktu buang air kecil atau ereksi
Keluar nanah dari saluran kencing terutama pada pagi hari
Sering tidak ada gejala pada stadium dini
Gejala pada perempuan antara lain:
Sering tanpa gejala apapun atau gejalanya sulit dilihat
Nyeri di daerah perut bagian bawah, kadang-kadang disertai keputihan dengan bau yang tidak sedap
Alat kelamin terasa sakit atau gatal
Rasa sakit atau panas pada waktu kencing dan pendarahan setelah melakukan hubungan seksual
Berikut beberapa jenis PMS lain,
VAGINOSIS BAKTERIAL
Penyebab: Infeksi pada alat kelamin yang disebabkan oleh campuran bakteri Gardnella Vaginallis dan bakteri Anaerob.
Gejalanya adalah keputihan tidak banyak, berwarna abu-abu, lengket dan berbau amis. Biasanya akan tercium jelas setelah melakukan hubungan seksual.
Berdasarkan laporan kesehatan, vaginosis bakterial umumnya ada pada perempuan yang aktif secara seksual.
GONORE (GO)
Penyebab: kuman Neisseria Gonorrhoeae
Gejala pada laki-laki antara lain:
Gejala timbul pada waktu satu minggu
Rasa sakit pada waktu buang air kecil atau ereksi
Keluar nanah dari saluran kencing terutama pada pagi hari
Sering tidak ada gejala pada stadium dini
Gejala pada perempuan antara lain:
Sering tanpa gejala apapun atau gejalanya sulit dilihat
Nyeri di daerah perut bagian bawah, kadang-kadang disertai keputihan dengan bau yang tidak sedap
Alat kelamin terasa sakit atau gatal
Rasa sakit atau panas pada waktu kencing dan pendarahan setelah melakukan hubungan seksual
Namun demikian GO sering datang tanpa keluhan atau gejala apapun pada perempuan.
Gejala yang khas pada perempuan atau laki-laki yang menderita GO:
Untuk yang melakukan seks anal, dapat terjadi diare kronis
Untuk yang melakukan hubungan oral, tenggorokan dapat terasa sakit dan berwarna merah (infeksi tenggorokan)
Masa inkubasi GO adalah 1-14 hari, dengan rata-rata 2-5 hari
Akibat bila GO terlambat diobati:
Menimbulkan rasa nyeri pada perut bagian bawah, yang berarti bahwa infeksi sudah sampai pada saluran telur, yang dapat menimbulkan kehamilan di luar kandungan serta kemandulan.
Bila saat melahirkan sang ibu mengidap GO, maka akan menular pada bayi yang dilahirkan dan akan menimbulkan infeksi pada mata bayi yang mengakibatkan kebutaan
Berdasarkan laporan kesehatan tingkat gonore tertinggi biasanya pada remaja, misalnya di Asia Selatan dan Afrika Sub Sahara, remaja bisa mencapai sepertiga dari seluruh kasus gonore.
KLAMIDIA
Penyebab: Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia Trachomatis, yang terutama menyerang leher rahim.
Gejalanya antara lain:
Menimbulkan keluhan keputihan yang disertai nyeri pada saat kencing dan pendarahan setelah melakukan hubungan seksual. Gejalanya mirip GO tapi lebih ringan.
Penularan tidak disadari, karena kebanyakan perempuan yang terinfeksi tidak merasakan gejalanya.
Pada infeksi kronik dapat menyebar ke saluran telur yang mengakibatkan hamil di luar kandungan serta kemandulan.
Dapat menyebabkan kebutaan atau radang paru pada bayi yang baru dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi bakteri ini
Masa inkubasi Klamidia adalah 7-12 hari
Laporan kesehatan menunjukkan bahwa remaja di seluruh dunia adalah proporsi terbesar dari seluruhnya dalam infeksi klamidia – setidaknya sepertiga. Di Haiti dan Nigeria, kelompok usia ini dilaporkan memiliki tingkat klamidia tertinggi.
SIPILIS (Raja Singa)
Penyebab: Kuman Treponema pallidum.
Gejalanya: Timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan menghilang dengan sendirinya tanpa diobati. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seks. Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, setelah 5-10 tahun penyakit ini akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil, penyakit ini dapat menular kepada bayi yang dikandungnya yang mengakibatkan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental. Jika tidak diobati gejala sipilis akan muncul dalam empat tahap.
Tahap I (Sipilis Primer)
Terjadi 9-10 hari setelah terinfeksi
Timbul luka yang tidak nyeri di penis, bibir kemaluan atau leher rahim
Tahap II (Sipilis Sekunder)
Terjadi beberapa bulan setelah tahap pertama
Gejala berupa kelainan kulit bercak kemerahan tidak gatal, terutama pada telapak tangan dan kaki.
Ada pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuh.
Bisa juga berupa kutil di sekitar alat kelamin dan anus.
Tahap III (Sipilis Laten)
Tidak ada keluhan ataupun gejala, namun infeksi berlanjut menyerang alat-alat atau bagian tubuh lainnya.
Kondisi ini hanya dapat dilihat melalui pemeriksaan darah khusus sipilis.
Tahap IV (Sipilis Tersier)
Timbul 5-30 tahun setelah tahap sipilis II. Terdapat kerusakan pada alat tubuh penting yang menetap pada otak, pembuluh darah dan jantung, serabut saraf dan sumsum tulang belakang.
**Sipilis kongenital**
Pada bayi dan anak-anak akan menimbulkan:
- Kelainan bentuk wajah
- Kelainan tulang
- Kebutaan, ketulian
- Kelainan bentuk gigi yang khas
- Kelainan kulit
- Bayi yang dilahirkan meninggal
Hasil laporan kesehatan menunjukkan bahwa sipilis, tidak sama dengan gonore dan klamidia, biasa ditemukan pada orang dewasa. Tetapi tetap saja sipilis juga masalah penting bagi remaja di negara berkembang. Di desa Nigeria misalnya, hampir 3 % remaja aktif secara seksual punya penyakit sipilis yang aktif.
Yang disebabkan oleh VIRUS:
HERPES
Lebih dikenal dengan herpes genitalis (herpes kelamin).
Penyebab: Virus Herpes Simplex (HSV). Ditularkan melalui hubungan seks baik vaginal, anal atau oral yang menimbulkan luka atau lecet pada kelamin dan mengenai langsung bagian luka/bintil/kutil.
Gejalanya antara lain:
Sering tanpa gejala, tergantung dari daya tahan tubuh, kalaupun ada pada awalnya ada rasa seperti terbakar atau gatal pada kelamin, diikuti timbulnya bintil-bintil berisi air di atas kulit dengan warna dasar kemerahan. Dalam beberapa hari bintil ini akan pecah, menimbulkan luka lecet yang terbuka dan sangat nyeri.
Pada perempuan biasanya timbul di sekitar kelamin, dinding liang kemaluan dan kadang-kadang di sekitar anus.
Pada laki-laki biasanya pada batang atau kepala penis serta di sekitar anus.
Gejala ini hilang jika diobati namun pada waktu tertentu akan kembali kambuh.
Gejala pada serangan pertama umumnya lebih berat dibandingkan ketika kambuh.
Sebelum timbul lecet biasanya diawali dengan keluhan ; pegal-pegal pada otot yang disertai demam (terutama pada serangan pertama), pembengkakan kelenjar lipatan paha, nyeri kadang gatal serta kemerahan pada tempat yang terkena.
Masa inkubasi 1-26 hari, rata-rata 6-7 hari
Faktor pencetus kambuhnya penyakit ini adalah:
- Stres emosional
- Kelelahan fisik berlebihan
- Kurang tidur
- Infeksi lain
- Menstruasi (menjelang/sesudah)
- Minum alkohol berlebihan
- Gesekan kulit misalnya waktu hubungan seksual, masturbasi / pemakaian baju/celana ketat.
[/i]Herpes simpleks[/i], dari laporan kesehatan, dikatakan bahwa walaupun lebih sedikit terjadi pada remaja (dan dewasa muda) infeksi virus ini juga mempengaruhi remaja, sering menyebabkan koreng kemaluan.
KUTIL KELAMIN
Disebut juga dengan Kondiloma Akuminata, salah satu bentuk PMS berupa kutil kelamin, bahkan sampai ke bagian dalam liang kemaluan dan leher rahim.
Penyebab: Human Papiloma Virus (HPV)
Gejalanya antara lain:
Kelainan berupa tonjolan kulit berbentuk jengger ayam yang berwarna seperti kulit, ukurannya bervariasi dari sangat kecil sampai besar sekali.
Pada perempuan dapat mengenai kulit di daerah kelamin sampai dubur, selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim
Pada laki-laki mengenai penis dan saluran kencing bagian dalam.
Pada perempuan hamil, kutil dapat tumbuh sampai besar sekali.
Kadang-kadang kutil tidak terlihat sehingga sering tidak disadari.
Adakalanya seorang perempuan baru mengetahuinya setelah melakukan pemeriksaan papsmear.
Penularannya melalui hubungan seksual, ibu hamil kepada bayi yang dilahirkan, melalui jari tangan yang mengandung kutil ke daerah alat kelamin meskipun jarang terjadi.
Jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kanker leher rahim serta kanker penis. Mengingat sebagian besar kuman penyakit ini menempel pada kulit, seperti skrotum, maka kondom tidak 100% efektif dapat mencegah penularannya.
Berdasarkan hasil laporan kesehatan, remaja memiliki persentase tertinggi pada virus ini dibandingkan kelompok umur lainnya. Satu penelitian di Amerika menunjukkan sampai seperempat perempuan muda yang aktif secara seksual terbukti terinfeksi kutil kelamin melalui pengujian laboratorium, walaupun bukti kasat mata seperti kutil di kelamin bagian luar lebih sedikit.
Yang disebabkan oleh JAMUR:
KANDIDIASIS VAGINA
Penyebab: jamur Candida Albicans.
Dalam keadaan normal biasanya jamur ini terdapat pada kulit ataupun lubang kemaluan perempuan. Pada keadaan tertentu (penyakit kencing manis, kehamilan pengobatan steroid, antibiotik) jamur ini dapat meluas dan menimbulkan keputihan.
Penyakit ini sebenarnya tidak tergolong PMS, tetapi pasangan seksual perempuan yang terinfeksi jamur ini dapat mengeluh gatal dengan gejala bintik-bintik kemerahan pada kulit kelamin.
Gejalanya adalah keputihan yang tidak berbau atau berbau asam, berwarna seperti keju atau susu basi disertai gatal, panas dan kemerahan di kelamin dan sekitarnya.
Penularannya melalui hubungan seks vaginal atau oral.
Yang disebabkan oleh PROTOZOA/PARASIT
TRIKOMONIASIS
Penyebab: parasit Trichomonas Vaginalis.
Gejalanya antara lain:
- Keputihan yang banyak, kadang-kadang berbusa dan berwarna kehijauan dengan bau busuk.
- Gatal pada kemaluan.
- Nyeri pada saat berhubungan seksual atau saat buang air kecil.
- Masa inkubasi 3-28 hari
Infeksi trikomoniasis adalah penyakit PMS yang dapat disembuhkan dan yang paling biasa di dunia. Remaja punya bagian yang cukup besar dari kasus ini. Di Nigeria, hampir seperempat remaja diidentifikasikan telah terjangkit.
DAMPAK PMS
Apa dampak kesehatan dan sosial dari tingkat PMS yang tinggi di antara remaja?
Awal terjangkitnya PMS meningkatkan kemungkinan berulangnya infeksi karena jangka waktu yang panjang dan jumlah pasangan yang mungkin lebih banyak. Berulangnya infeksi dapat berakibat buruk pada kesehatan. Misalnya infeksi klamidia yang berulang, sering berakibat kerusakan tuba fallopii.
Penyakit radang panggul, biasanya akibat infeksi saluran kelamin oleh klamidia dan gonore, dan ini lebih sering ditemukan pada remaja perempuan yang aktif secara seksual dari pada perempuan dari kelompok usia yang lebih tua. Penyakit ini bisa menyebabkan kemandulan.
Virus kutil kelamin adalah virus yang tersebar di kalangan remaja, menyebabkan kutil kelamin dan berakibat meningkatnya risiko yang diasosiasikan dengan kanker.
PMS meningkatkan kemungkinan akibat kehamilan negatif baik pada ibu remaja dan bayinya. PMS seperti sipilis, dan HIV dapat ditularkan pada bayi yang baru lahir. Vaginosis Bakterial dan trikomoniasis berhubungan dengan kelahiran prematur dan berat badan bayi kurang. Masalah ini menjadi lebih buruk karena lebih sedikit remaja dari pada wanita yang lebih dewasa mencari perawatan sebelum melahirkan (prenatal) dan layanin kesehatan reproduksi untuk pengobatan infeksi ini.
Kemungkinan Infeksi HIV bertambah dengan jika seseorang telah positif terinfeksi PMS. Risiko remaja terkena HIV meningkat karena tingginya tingkat PMS. AIDS bisa terkena di awal remaja, biasanya terus berkembang dan akibatnya benar-benar parah ketika masa remaja sudah berakhir.
Banyak remaja mengalami dampak psikologis yang serius sebagai akibat terinfeksi PMS. Reaksi umumnya adalah rasa bersalah dan rasa malu yang menghambat remaja mencari pengobatan tepat waktu.
Kemandulan sebagai akibat PMS dapat menyebabkan pria meninggalkan dan menceraikan pasangannya. Di masyarakat tertentu, perempuan tanpa dukungan finansial bisa berakhir sebagai pekerja seks komersial untuk bertahan hidup.
PENCEGAHAN INFEKSI PMS
Bagaimana cara mencegah PMS agar tidak tertular ke tubuh kita ?
Mengingat sebagian besar penularannya melalui hubungan seksual, maka cara pencegahan yang paling efektif adalah:
- Menjalankan perilaku seksual yang sehat, misalnya memilih perilaku seksual yang kecil risikonya atau tidak melakukan hubungan seksual sama sekali
- Menghindari berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan
- Menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seksual
Memeriksakan segera bila ada gejala-gejala PMS yang dicurigai
PENGOBATAN PMS
Bagaimana cara pengobatan PMS yang benar ?
Sebelum pengobatan dilakukan , maka perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa tubuh sudah dijangkiti PMS, dengan cara memeriksakan ke dokter atau laboratorium. Kemudian ikuti anjuran dari dokter untuk mengobati PMS yang diderita.
Untuk mengobati PMS perlu diperhatikan:
- Jangan sekali-kali minum obat tanpa konsultasi dokter
- Beri tahu bila ada riwayat alergi
- Sedapat mungkin pasangan seksual diajak serta untuk berobat untuk menghindari penularan berulang
- Hindari hubungan seksual selama masih ada gejala PMS
Mitos-mitos yang berkaitan dengan PMS
Apakah PMS dapat dicegah dengan suntikan antibiotik secara rutin ?
Suntikan antibiotik tidak dapat mencegah PMS, tapi hanya mematikan kuman yang tertular setelah melakukan hubungan seksual. Dosisnyapun hanya untuk menyembuhkan satu jenis PMS dan penggunaannya pun ada aturan-aturannya.
Apakah PMS dapat diobati dengan minum ciproxin, supertetra dan antibiotik lainnya ?
Untuk pengobatan setiap jenis PMS membutuhkan jenis antibiotik yang berbeda, sehingga tidak dapat disembuhkan hanya dengan menggunakan satu jenis antibiotik saja untuk segala jenis PMS.
Apakah PMS dapat dilihat secara kasat mata ?
Gejala PMS dapat tidak terlihat oleh mata terutama jika menimpa perempuan.
Apakah PMS dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin ?
Tidak ada sabun atau disinfektan apapun yang dapat mencegah PMS, bahkan penggunaan sabun pada vagina akan mempertinggi risiko terkena keputihan akibat dari berkurangnya kadar keasaman dari permukaan vagina yang berfungsi untuk membunuh kuman-kuman yang ada.
Apakah minum antibiotik sebelum hubungan seksual akan mencegah penularan PMS?
Minum antibiotik sebelum hubungan seksual tidak dapat mencegah PMS, karena masing-masing penyakit menggunakan jenis antibiotik yang berbeda, dan antibiotik yang dimakan bukan sebagai pencegah PMS.
Apakah PMS dapat ditularkan melalui kamar mandi/WC?
Kuman PMS tidak dapat bertahan cukup lama di luar tubuh, sehingga tidak akan menulari orang lain selain melalui cairan sperma, vagina dan darah, atau adanya perlukaan.
Apakah melakukan hubungan seksual pada pagi hari akan mempunyai risiko lebih tinggi ?
Selama kedua pihak tidak ada yang terkena PMS maka, kapan saja melakukan hubungan seksual tidak akan berisiko pada penularan PMS.
Apakah eseorang dapat mengobati PMS jika berhubungan seksual dengan perawan?
Justru sang perawannya yang akan tertular, sedangkan laki-lakinya tetap mengidap PMS.
Hindari Sex Bebas,.....

td ttg gay, skrg ttg PMS.. ada apa ini ??

