• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

[Universal]Tanya - Jawab

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. sone
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
@all buddhis
Salam
Memang, dalam agama kami seseorang yang telah dibaptis telah menjadi milik Kristus dan dosa-dosa asalnya telah diampuni. Sehingga tidak boleh mempunyai lebih dari satu kepercayaan(benar, masalahnya ada di agama kami). Alasan saya bertanya tentang hal ini hanya untuk mengetahui pendapat saudara-saudara di sini.
Terima kasih atas semua jawaban dan masukannya. Tuhan memberkati.

Woke.... lanjut....:D
 
lanjut yah

sebenarnya bagi umat Buddha

Buddha itu siapa n sebagai apa?
 
lanjut yah

sebenarnya bagi umat Buddha

Buddha itu siapa n sebagai apa?

Buddha itu manusia biasa. Secara umum Buddha adalah sebutan bagi orang yang sudah mencapai pencerahan atau penerangan sempurna.

Kemudian, Sidharta Gautama, ini adalah manusia biasa, putra mahkota kerajaan Kapilavastu di perbatasan Nepal - India yang hidup sekitar 500 tahun sebelum masehi. Sidharta adalah Sammasambuddha, artinya. Buddha yang memberikan pengajaran tentang kesunyataan dalam arti lebih luas lagi mengajarkan Dhamma bagi umat manusia dan mahluk lain.

Setiap orang bisa menjadi Buddha. Tetapi akan lebih sulit untuk menjadi sammasambuddha.

Posisi Buddha bagi umat Buddha, tidak lebih dan tidak kurang sebagai Guru Agung. Semua umat Buddha adalah semua orang yang mengaku sebagai murid Sang Buddha/Siddharta Gautama/Buddha Sakyamuni.
 
Buddha itu manusia biasa. Secara umum Buddha adalah sebutan bagi orang yang sudah mencapai pencerahan atau penerangan sempurna.

Kemudian, Sidharta Gautama, ini adalah manusia biasa, putra mahkota kerajaan Kapilavastu di perbatasan Nepal - India yang hidup sekitar 500 tahun sebelum masehi. Sidharta adalah Sammasambuddha, artinya. Buddha yang memberikan pengajaran tentang kesunyataan dalam arti lebih luas lagi mengajarkan Dhamma bagi umat manusia dan mahluk lain.

Setiap orang bisa menjadi Buddha. Tetapi akan lebih sulit untuk menjadi sammasambuddha.

Posisi Buddha bagi umat Buddha, tidak lebih dan tidak kurang sebagai Guru Agung. Semua umat Buddha adalah semua orang yang mengaku sebagai murid Sang Buddha/Siddharta Gautama/Buddha Sakyamuni.

ooo, gitu

selama ini gw pikir Buddha adalah Tuhan bagi Buddhist

tentang sang pencipta tidak dijelaskan di Ajaran Buddha?
 
ooo, gitu

selama ini gw pikir Buddha adalah Tuhan bagi Buddhist

tentang sang pencipta tidak dijelaskan di Ajaran Buddha?

Buddha bukan Tuhan dalam Budhhist.
Tentang Sang Pencipta, lebih tepatnya, tidak dapat dijelaskan secara singkat.
 
ooo, gitu

selama ini gw pikir Buddha adalah Tuhan bagi Buddhist

tentang sang pencipta tidak dijelaskan di Ajaran Buddha?

dalam buddhist sesuatu muncul dan lenyap melalui serangkai proses.
contoh nya saja dalam agama nasrani / islam.

yang katanya bumi di ciptakan dalam 7 hari.dsb-nya..

dalam buddhist bumi ini tercipta(melalui buanyakk nya tahun) dan hancur melalui proses..
bukan dalam 7 hari saja^^
dalam nasrani 7 hari yang di maksud kan juga tidak-lah jelas...soalnya katanya bumi dan surga beda waktu nya.....

Ajaran buddha tidak pernah mengajarkan tentang Sang pencipta...
hanya di ajarkan "segala sesuatu itu memang ada,dsb-nya"

bukan berarti kemampuan buddha tdk mampu....hanya saja buang-buang waktu dan tidak-lah bijaksana.



CULAMALUNKYAPUTTA SUTTA

(Sumber : Kumpulan Sutta Majjhima Nikaya II,
Oleh : Team Penterjemah Kitab Suci Agama Buddha,
Penerbit : Proyek Sarana Kehidupan Beragama Buddha Departemen Agama RI, 1994)

1. Demikian yang saya dengar.
Pada suatu ketika Sang Bhagava berada di Jetavana, taman milik Anathapindika, Savatthi. Kotbah ini dibabarkan berkenaan dengan pertanyaan Malunkyaputta kepada Sang Buddha.

2. Pada suatu ketika bhikkhu Malunkyaputta sedang berdedikasi sendiri dan muncul tentang:

3.


1. Dunia kekal
2. Dunia tidak kekal
3. Dunia terbatas
4. Dunia tak terbatas
5. Jiwa sama dengan jasmani
6. Jiwa tidak sama dengan jasmani
7. Setelah meninggal, Tathagata ada
8. Setelah meninggal, Tathagata tidak ada
9. Setelah meninggal, Tathagata ada dan tidak ada
10. Setelah meninggal, Tathagata bukan ada dan bukan tidak ada

Saya akan menanyakan hal-hal ini kepada Sang Bhagava. Jika, Sang Bhagava menerangkan salah satu diri hal-hal itu, maka saya akan tetap melaksanakan penghidupan suci di bawah bimbingan beliau; bila ia tidak menerangkannya, saya akan meninggalkan penghidupan suci.
4. Ketika hari telah petang, Malunkyaputta bangun dari meditasi dan pergi menjumpai Sang Buddha. Malunkyaputta menanyakan sepuluh hal itu dan mohon Sang Buddha memberikan jawaban dapat menjawabnya atau tidak. "Malunkyaputta, apakah saya pernah mengatakan kepadamu: Malunkyaputta, datang dan laksanakanlah penghidupan suci (brahmacari) di bawah bimbinganku dan saya akan menerangkan padamu bahwa, 'dunia kekal', 'dunia tidak kekal', setelah menilai, Tathagata bukan ada dan bukan tidak ada."
"Tidak. Bhante." "Apakah engkau pernah mengatakan kepadaku: 'Saya akan melaksanakan penghidupan suci di bawah bimbingan Sang Bhagava, dan Sang Bhagava akan menerangkan kepadaku tentang 'dunia kekal', 'dunia tidak kekal', .... setelah meninggal, Tathagata bukan ada dan bukan tidak ada."
"Tidak, Bhante."
"Bila demikian, siapakah anda dan yang akan kau tinggalkan?

5. Jika ada orang berkata: 'Saya tidak akan melaksanakan penghidupan suci di bawah bimbingan Sang Bhagava bila Sang Bhagava tidak menerangkan padamu 'dunia kekal', ....... setelah meninggal, Tathagata bukan ada dan bukan tidak ada'; karena hal itu belum diterangkan oleh Sang Tathagata maka orang itu akan mati. Misalnya, ada orang yang terkena panah beracun, lukanya dalam, karena kenalan dan keluarganya membawa seorang dokter operasi, tetapi orang itu berkata: 'Saya tak mau dokter saya, kedudukannya, aramanya, apakah ia pendek atau tinggi, hitam atau cerah kulitnya, ia tinggal di kota atau di desa .... bentuk panah yang melukai itu. Hal-hal itu belum dapat diketahui, orang itu telah meninggal, demikian pula halnya dengan kamu Malunkyaputta.

6. Tidak ada penghidupan suci (brahmacari) bila masih ada pandangan, 'dunia kekal', 'dunia tidak kekal', .... setelah meninggal, Tathagata bukan ada dan bukan tidak ada, juga masih ada kelahiran, usia tua, kematian, penderitaan, kesedihan, kesakitan, ratap tangis dan putus asa, yang saya terangkan untuk dilenyapkan sekarang di sini.

7. Malunkyaputta ingatlah apa yang saya tidak terangkan adalah tidak diterangkan, apa yang saya terangkan adalah diterangkan. Apakah yang saya tidak terangkan? Itu adalah 'dunia kekal, dunia tidak kekal, ..... setelah meninggal Tathagata bukan ada dan bukan tidak ada.' Apa yang saya tidak terangkan ini adalah tidak menghubungkan dengan kesejahteraan, itu tidak termasuk dalam prinsip berhubungan dengan kesejahteraan, itu tidak termasuk dalam prinsip penghidupan suci (brahmacari) itu tidak mengarah ke pelenyapan nafsu, pemusnahan, kedamaian. Pengetahuan langsung (abhinna), penerangan agung (sambodhi), nibbana.

8. Apakah yang saya terangkan ? Itu adalah dukkha, asal mula dukkha, lenyapnya dukkha serta jalan melenyapkan dukkha (magga).

9. Mengapa saya terangkan ? Karena itu berhubungan dengan kesejahteraan, termasuk dalam prinsip brahmacari, mengarah ke pelenyapan nafsu, pemusnahan, kedamaian, pengetahuan langsung, penerangan agung (sambodhi), nibbana."
Itulah yang dibabarkan Sang Bhagava Bhikkhu Malunkyaputta menjadi puas dan gembira.

ibarat menghitung biji pasir di sepanjang sungai......dengan batas nya umur manusia hanya kurang lebih 100 tahun apakah ada gunanya memakai 100 tahun menghitung jumlah pasir itu?
 
Kalau ditanya siapa pencipta...
Hasil ciptaan adalah Akibat (Vipaka)
Akibat dihasilkan oleh suatu Sebab

Maka,
Jawabannya adalah Sebab yang lampau...

Silahkan tarik mundur terus,
Dalam buddhism, kami tidak diajarkan untuk mencari-cari sebab yang lampau...

Alasan:
Tidak ada gunanya bagi kemajuan batin/spiritual
 
Kalau ditanya siapa pencipta...
Hasil ciptaan adalah Akibat (Vipaka)
Akibat dihasilkan oleh suatu Sebab

Maka,
Jawabannya adalah Sebab yang lampau...

Silahkan tarik mundur terus,
Dalam buddhism, kami tidak diajarkan untuk mencari-cari sebab yang lampau...

Alasan:
Tidak ada gunanya bagi kemajuan batin/spiritual

Namun, kemustahilan/kesia-siaan mencari sebab sebab yang lampau itu seringkali digunakan untuk menyerang agama Buddha sebagai agama yang tidak bisa menjawab pertanyaan tentang penciptaan.

Agama Buddha menolak untuk membuai umatnya dengan mimpi-mimpi kosong tentang masa lampau. Bila anda sudah mencapai penerangan sempurna, akan ketahuan sendiri seperti apa adanya. Dijelaskan juga akan semakin luas. Ibaratnya, seperti dongeng mengantar tidur yang dipaksakan kepada umat agar percaya. Agama Buddha menolak ini. Oleh karenanya, Tidak Bisa Dijelaskan Secara Singkat. Apalagi bila sudah ada bayang-bayang versi penciptaan agama lain di dalam pikiran.
 
Kalau ditanya siapa pencipta...
Hasil ciptaan adalah Akibat (Vipaka)
Akibat dihasilkan oleh suatu Sebab

Maka,
Jawabannya adalah Sebab yang lampau...

Silahkan tarik mundur terus,
Dalam buddhism, kami tidak diajarkan untuk mencari-cari sebab yang lampau...

Alasan:
Tidak ada gunanya bagi kemajuan batin/spiritual

tidak diajarkan kan bukan berarti dilarang untuk mencarinya

yasud

gw menyimpulkan Buddha tidak mengajarkan adanya Tuhan, tapi bukan berarti Buddha menolak adanya Tuhan

next

apakah di Buddha ada ibadah yg tidak ada kaitannya dengan kehidupan? seperti Shalat, puasa, haji dan berdoa di Islam?

n untuk apa ibadah ini?
 
wah,anda salah paham...sang buddha sudah menolak dengan jelas
kalau ada suatu makhluk/individu yang menjadi pengatur alam semesta ataupun yang menciptakan alam semesta.


jika d tanya dari mana awal semua ini terbentuk....semua itu di kenal dengan nama proses.

kalau mau cari wacana lain boleh di
http://www.samaggi-phala.or.id/naskahdamma_dtl.php?id=899&multi=T&hal=0

AGAMA BUDDHA DAN KOSMOLOGI
Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin canggih memberi kesempatan pada manusia untuk mengetahui lebih banyak tentang kosmos (alam semesta). Dengan teropong, manusia dapat melihat bintang-bintang dengan lebih jelas. Para astronot telah dapat menginjakkan kakinya di bulan. Bahkan, bepergian keluar angkasa telah menjadi semacam acara rekreasi bagi sebagian orang.

Umat Buddha, sebagai bagian dari penduduk dunia, turut menikmati kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Namun tidak banyak umat Buddha yang tahu bahwa Sang Buddha telah lebih dulu mengajarkan pengetahuan tentang alam semesta itu tanpa menggunakan alat-alat canggih seperti sekarang. Dengan kemampuan batinnya, Sang Buddha dapat mengetahui dengan jelas tentang keberadaan alam semesta.

Keberhasilan manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki dampak negatif terhadap kehidupan spiritual manusia. Banyak manusia yang semakin serakah dan mengembangkan nafsu keinginannya yang tidak terpuaskan dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini tentu saja tidak selaras dengan ajaran agama Buddha yang bertujuan mencapai pembebasan.

A. Kajian Sutta
Lebih dari 2500 tahun yang lalu, dengan kemampuan batinnya yang luar biasa, Sang Buddha telah menjelaskan tentang keberadaan alam semesta ini dalam beberapa kotbahnya. Sesuai dengan ajaran Sang Buddha tentang tiga corak umum (Tilakkhana), dijelaskan bahwa alam semesta ini adalah selalu berproses dan tanpa inti yang kekal. “Sang Tathagata mengingat banyak kehidupan-Nya yang lampau (Pubbenivasanussatinana) yakni satu kelahiran, dua, ….seratus, seribu, seratus ribu kelahiran, banyak kappa kehancuran alam semesta (Samvattakappa) dan banyak kappa pembentukan alam semesta (Vivattakappa)…”(M.I.1: 12, D.III.27)

Bumi yang kita diami adalah bagian dari alam semesta. Di alam semesta terdiri dari banyak tata surya. Tata surya adalah sebutan untuk satu sistem dunia atau galaksi. Dalam Abhibhu Sutta (A.III) dijelaskan oleh Sang Buddha bahwa:
Sejauh matahari dan bulan berotasi pada garis orbitnya dan sejauh pancaran sinar matahari dan bulan di angkasa, sejauh itulah luas seribu tata surya. Di dalam seribu tata surya terdapat seribu matahari, seribu bulan, seribu gunung Sineru , seribu Jambudipa, seribu Aparayojana, seribu Uttarakuru, seribu Pubbavideha, empat ribu maha samudra, empat ribu maha raja, seribu Catummaharajika, seribu Tavatimsa, seribu Yama, seribu Tusita, seribu Nimmanarati, seribu Parinimmitavassavatti, dan seribu alam Brahma. Inilah, Ananda, yang dinamakan seribu tata surya kecil (sahassi culanika lokadhatu) (A.III).

Seribu tata surya kecil itu disebut Sistem Dunia Minor (Minor World System) yang dalam konsep modern disebut sebagai Galaxy Tunggal. Bumi yang kita huni ini hanyalah salah satu dari sekian banyak bumi yang ada di alam semesta ini. Bila bumi kita hancur maka masih banyak bumi yang lain yang akan menjadi tempat tumimbal lahir makhluk-makhluk. Kehancuran dunia menurut agama Buddha adalah kehancuran satu sistem tata surya.

Waktu terjadinya kehancuran bumi tidak dikatakan secara jelas, tetapi berdasarkan Cakkavattisihanada Sutta yang menjelaskan bahwa: usia manusia sekarang ini sedang menurun menjadi pendek. Pada suatu waktu usia manusia hanya rata-rata 10 tahun, usia 10 tahun ini akan berlangsung lama, kemudian usia manusia bertambah panjang hingga pada suatu saat panjang usia manusia mencapai rata-rata 80.000 tahun, pada masa itu Buddha Metteya muncul di dunia (di bumi kita) (D. III, 27). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kehidupan bumi ini masih akan berlangsung lama hingga Buddha Metteya muncul dan setelah itu barulah kehancuran bumi terjadi. Dengan kata lain kehancuran bumi baru akan terjadi pada masa yang masih sangat lama sekali.

Kehancuran bumi pasti akan terjadi. Apabila manusia menganggap bumi ini kekal maka ia dikatakan menganut pandangan salah (D.I,1).Kehancuran bumi bukan akhir segala-galanya. Setelah bumi hancur akan terbentuk bumi baru. Proses pembentukan bumi baru ini dijelaskan oleh Sang Buddha dalam beberapa kotbahnya. Menurut Mahaparinibbana Sutta, bumi terbentuk dari zat cair. “Bumi yang luas terbentuk dari zat cair, zat cair terbentuk dari udara di angkasa” (D.II.16).

Menurut Agganna Sutta, proses pembentukan bumi adalah berhubungan dengan asal usul manusia.
…terdapat suatu saat, cepat atau lambat, setelah suatu masa yang lama sekali, ketika dunia ini hancur. Dan bilamana hal itu terjadi, umumnya makhluk-makhluk terlahir kembali di Abhassara….Terdapat juga suatu saat, cepat atau lambat, setelah selang suatu masa yang lama sekali, ketika dunia ini mulai terbentuk kembali. Dan ketika hal ini terjadi, makhluk-makhluk yang mati di Abhassara, biasanya terlahir kembali di sini sebagai manusia….Pada waktu itu semuanya terdiri dari air, gelap gulita. Tidak ada matahari atau bulan yang nampak, tidak ada bintang-bintang maupun konstelasi-konstelasi yang kelihatan…Dengan lenyapnya cahaya tubuh mereka, maka matahari, bulan, bintang-bintang dan konstelasi-konstelasi nampak…sejauh itu bumi terbentuk kembali (D.III.27).

Konsepsi Buddhis tentang alam semesta ini sama sekali tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern. Artinya, kebenaran yang dibabarkan oleh Sang Buddha telah dapat dibuktikan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi manusia.

B. Refleksi Kritis

Berdasarkan kajian terhadap sutta-sutta tentang kosmos (alam semesta), dapat diambil suatu refleksi kritis, yaitu: pengetahuan tentang alam semesta bukanlah tujuan akhir dari pelaksanaan ajaran Sang Buddha. Tujuan utama dari pembelajaran tentang alam semesta tersebut ialah agar manusia menyadari tentang konsep Anicca dan Anatta.

Alam semesta beserta seluruh penghuninya adalah dicengkram hukum ketidakkekalan, semuanya selalu berproses dan berubah. Selain itu, segala sesuatu adalah kosong, tanpa inti yang kekal. Alam semesta ini adalah perpaduan dari berbagai unsur. Demikian juga dengan manusia, merupakan perpaduan dari berbagai unsur yang bersifat tidak kekal dan tanpa inti yang kekal. Manusia hendaknya tidak melekat pada konsep-konsep dan perwujudan fisik di alam semesta ini. Segala sesuatu yang tidak kekal dan tanpa inti apabila dilekati akan menimbulkan ketidakpuasan (dukkha). Dukkha inilah yang harus disadari dan dihapuskan dari kehidupan manusia. Peninggalan terhadap kemelekatan-kemelekatan terhadap segala sesuatu yang tidak kekal dan tanpa inti membawa manusia pada pencapaian tertinggi, yaitu Nibbana.

dalam buddhis ada yang di sebut chanting,puja bhakti,dsb-nya....
tapi motivasi dan tujuan nya berbeda dengan agama ISLAM...
agama ISLAM cenderung melakukan itu semua,dengan tujuan DEKAT dengan ALLAH atau masuk surga(maaf kalau salah)

sedangkan buddhis melakukan itu semua dengan tujuan mencapai pelenyapan nafsu(nibbana)
dan pada inti nya ajaran buddha melakukan itu semua demi membersihkan pikiran dari ketamakan,kebencian,kebodohan batin
jadi bukan tujuan lahir di alam surga...karena pandangan buddhis surga pun tidak lepas dari anicca / tidak kekal.

salam metta ^^
 
wah,anda salah paham...sang buddha sudah menolak dengan jelas
kalau ada suatu makhluk/individu yang menjadi pengatur alam semesta ataupun yang menciptakan alam semesta.


jika d tanya dari mana awal semua ini terbentuk....semua itu di kenal dengan nama proses.

kalau mau cari wacana lain boleh di
http://www.samaggi-phala.or.id/naskahdamma_dtl.php?id=899&multi=T&hal=0



dalam buddhis ada yang di sebut chanting,puja bhakti,dsb-nya....
tapi motivasi dan tujuan nya berbeda dengan agama ISLAM...
agama ISLAM cenderung melakukan itu semua,dengan tujuan DEKAT dengan ALLAH atau masuk surga(maaf kalau salah)

sedangkan buddhis melakukan itu semua dengan tujuan mencapai pelenyapan nafsu(nibbana)
dan pada inti nya ajaran buddha melakukan itu semua demi membersihkan pikiran dari ketamakan,kebencian,kebodohan batin
jadi bukan tujuan lahir di alam surga...karena pandangan buddhis surga pun tidak lepas dari anicca / tidak kekal.

salam metta ^^

trus pengertian surga itu apa?

n pertanyaan gw diatas tulung dijawab juga dunk?
 
tidak diajarkan kan bukan berarti dilarang untuk mencarinya

yasud

gw menyimpulkan Buddha tidak mengajarkan adanya Tuhan, tapi bukan berarti Buddha menolak adanya Tuhan

agama Budha tdk menolak Tuhan. Hanya saja pengertian Tuhan dalam budhisme adalah berbeda dgn pengertian Tuhan dalam agama Abramic yang mengartikan Tuhan adalah sesosok Individu. Ddlm agama budha Tuhan adalah universal. Tak diciptakan jg tak musnah. Sama spt Allah dlm Islam. bukan sebuah sosok yg menyerupai atau tdk menyerupai.

apakah di Buddha ada ibadah yg tidak ada kaitannya dengan kehidupan? seperti Shalat, puasa, haji dan berdoa di Islam?

Mengenai puasa, dlm agama budha ada Athasila, yg melarang umat untuk makan dan minum setelah jam siang. Bahkan seorang biksu hanya makan 1x sehari untuk mencegah timbulnya nafsu yg berlebihan akan makanan.

Didalam agama budha jg ada membaca mantra ulang2/wirid.tujuannya adalah untuk memfokuskan pikiran jg melenyapkan kilesa pikiran. sedangkan gerakan2 shalat yg berupa berdiri, sujud, lafal, dsb jg terdapat dalam budhisme. di budhisme disebutnya Namaskara atau Maha Namaskara. Kl di Tantrayana disebutnya catur prayoga.
 
agama Budha tdk menolak Tuhan. Hanya saja pengertian Tuhan dalam budhisme adalah berbeda dgn pengertian Tuhan dalam agama Abramic yang mengartikan Tuhan adalah sesosok Individu. Ddlm agama budha Tuhan adalah universal. Tak diciptakan jg tak musnah. Sama spt Allah dlm Islam. bukan sebuah sosok yg menyerupai atau tdk menyerupai.

katanya beda

tapi penjelasan situ kok sama kek di agama gw
Mengenai puasa, dlm agama budha ada Athasila, yg melarang umat untuk makan dan minum setelah jam siang. Bahkan seorang biksu hanya makan 1x sehari untuk mencegah timbulnya nafsu yg berlebihan akan makanan.

melarang?

itukan untuk mencegah doank

memangnya kalo dilanggar kenapa?

Didalam agama budha jg ada membaca mantra ulang2/wirid.tujuannya adalah untuk memfokuskan pikiran jg melenyapkan kilesa pikiran.

bukan Ibadah kan? ngerti kan pengertian ibadah yg gw maksud?

sedangkan gerakan2 shalat yg berupa berdiri, sujud, lafal, dsb jg terdapat dalam budhisme. di budhisme disebutnya Namaskara atau Maha Namaskara. Kl di Tantrayana disebutnya catur prayoga.

apakah ini ibadah?
 
tujuan athasila adalah untuk menahan nafsu dan keserakahan thd makanan. Bukan merupakan larangan yg harus dijalankan. :) sama halnya spt vegetarian.

tujuan maha namaskara adalah untuk mengikis ego, mengingatkan kita akan semangat dari sang budha sendiri, menyatakan ketidakmunduran pd jalan kebudhaan,memurnikan pikiran dll.
Ada orang lain berpendapat ini ibadah ada jg yg berpendapat ini bukan. Namun tujuannya adalah sama, yaitu untuk mengembalikan kita kpd sifat asal.

Beda yg dimaksud disini adalah Tuhan bkn sesosok/individu. shg bs mengatur alam semesta yg sesuai keinginannya. Bila ada yg menganggap Tuhan adalah sosok Individu. Lalu siapakah yg menciptakan individu spt Tuhan Yesus, Bunda Maria, Sidharta Gautama, Nabi Muhammad, Krisna?

Tuhan dalam budhisme adalah nibanna, maha kekosongan. tak terbentuk jg tak musnah. Adalah seperti sblm alam semesta terbentuk jg seperti setelah alam semesta binasa. Apa yg ada disana?ini pengertian "Maha" dlm budhisme

Didlam "maha" tersebut tercipta segala sesuatu. Didlam "maha" tersebut pula segalanya musnah.
 
apakah di Buddha ada ibadah yg tidak ada kaitannya dengan kehidupan? seperti Shalat, puasa, haji dan berdoa di Islam?

n untuk apa ibadah ini?
Saya kurang paham Ibadah yang anda maksud gimana...

Kalau anda ingin sesuatu yang secara terperinci seperti halnya sholat,
Mungkin meditasi adalah jawaban yang anda minta.

Namun,
Meditasi dalam Buddhism bukan hanya duduk bersila..
Bahkan dalam kehidupan sehari-hari seseorang bisa dikatakan sedang bermeditasi.

tujuan athasila adalah untuk menahan nafsu dan keserakahan thd makanan.
Bisakah anda menjelaskan secara mendetail...
Apa itu Athasila...?


dari apa yang anda sebut diatas...

Seolah-olah anda mengatakan nafsu adalah sesuatu yang harus ditahan.
dan makan seolah-olah harus sedikit.
 
tidak diajarkan kan bukan berarti dilarang untuk mencarinya

Siapa bilang tidak diajarkan? Hanya tidak mungkin dijelaskan secara gamblang dengan misal seperti cerita penciptaan alam semesta dalam 7 hari. Intinya, kehidupan sekarang berasal dari kehidupan yang ada sebelumnya. Secara sekilas, teori evolusi lebih mendekati dalam hal mencari asal usul manusia/mahluk hidup daripada teori penciptaaan di dalam agama-agama abrahamic - menurut pandangan Buddha.

yasud

gw menyimpulkan Buddha tidak mengajarkan adanya Tuhan, tapi bukan berarti Buddha menolak adanya Tuhan

Silahkan menyimpulkan sesuai dengan selera anda. Pengertian Tuhan yang beda antara yang ada di dalam agama-agama Abrahamic dengan apa yang kami yakini sebagai Nibbana. Perbedaannya lebih kepada sosok yang kebendaan dengan sesuatu yang bersifat kondisi. Tuhan dalam agama Abrahamic, boleh dikatakan seperti dewa dewi dalam agama Buddha. Karena Tuhan tsb masih memiliki perasaan, marah, menyayangi, pemurah, pengampun dsb dsb....

Sedangkan kondisi sifat sifat duniawi seperti itu, tidak terdapat dalam Nibbana yang seringkali dipakai sebagai analogika dalam menjelaskan ketuhanan dalam agama Buddha.

Umat Buddha tidak menolak Tuhan, karena salah satu dari banyak alam yang ada di jagad raya ini adalah alam dewa.


next

apakah di Buddha ada ibadah yg tidak ada kaitannya dengan kehidupan? seperti Shalat, puasa, haji dan berdoa di Islam?
n untuk apa ibadah ini?

Apa yang anda maksudkan dengan ibadah? bagi kami, semua ibadah yang dilakukan oleh agama lain, memerlukan sesuatu yang dalam agama Islam, diperlukan suasana kesungguhan hati yang khusuk.... dalam hal ini kami memandangnya sebagai sebuah jalan lain dari meditasi.

Sholat.... ritual ini bisa dilakukan oleh umat Buddha manapun. Dalam agama Buddha anda dipersilahkan melakukan namaskara (penghormatan) pada mahluk suci, termasuk Buddha.

Puasa.... Bila seorang Buddhis berkehendak melaksanakan dasa sila, maka dia dapat melakukan puasa Buddhis dengan berpantang makan dari jam 12 siang hingga jam 6 pagi. Puasa Buddhis ini dilakukan untuk melatih diri. Tidak ada istilah wajib dalam hal berpuasa ini seperti dalam agama Islam. Umat Buddha diharapkan dapat menjalankan apa yang baik buat dirinya, tanpa paksaan, iming-iming atau apapun, selain keinginan sendiri untuk meningkatkan sila, samadhi dan panna.

Haji.... ini yang agak rancu. Apa yang dimaskud dengan rukun Islam yang ker lima ini. Jika diartikan dengan mengunjungi tempat suci agama Islam, maka semua umat Buddha bisa dan baik jika ingin mengunjungi tempat tempat suci agama Buddha. Bila berhaji dimaksudkan dengan ziarah ke makan Nabi Ibrahim dan Ismail. Umat Buddha pun tidak dilarang untuk berjiarah ke tempat-tempat makam atau tempat penyimpanan relix atau pagoda pagoda yang berisi abu jenazah orang-orang suci.

Doa.... Doa dalam artian memintah sesuatu kepada mahluk yang lebih superior dari manusia (katakanlah seperti Tuhan dalam agama Abrahamic), tidak dilakukan umat Buddha. Terutama di alairan Theravada. Namun dalam aliran Mahayana yang mengenal konsep Bodhisatva (Buddha yang menunda menjadi Buddha karena masih terikat Ikrar untuk menyelamatkan mahluk lain) maka, tdk dipermasalahkan memanjatkan paritta paritta suci, mantra, sutra dll untuk memuja Bodhisatva dan memohon bantuannya.

trus pengertian surga itu apa?

n pertanyaan gw diatas tulung dijawab juga dunk?

Surga adalah salah satu alam yang dihuni oleh para dewa-dewi. Surga sudah eksis, dulu, sekarang dan di masa yang akan datang. Proses hukum karma, memungkinkan seorang manusia terlahir di alam dewa.

Pertanyaan anda tentang apa? tentang proses penciptaan. Bila anda mengharapkan kisah seperti yang ada pada agama-agama Abramahic. Terus terang saya sampaikan kepada anda, agama Buddha tidak percaya pada kisah kisah tersebut.

Agama Buddha memandang bahwa manusia sekarang berasal dari mahluk yang bukan manusia. Proses hukum karma yang merupakan akibat dari kemelekatan kepada hal -hal duniawilah yang menjadikan manusia seperti sekarang.

Makanya, di jawaban sebelumnya sudah saya uraikan, bahwa kalau disuruh memilih mana yang lebih dekat, teori penciptaan dalam teori evolusi, lebih dapat diterima agama Buddha daripada teori penciptaan seperti di agama-agama Abrahamic.

Dan, sekali lagi, proses penciptaan dalam agama Buddha tidak bisa dijelaskan secara singkat. Mengapa? karena anda bertanya pada umat Buddha yang belum mencapai penerangan sempurna. Jadi, kami hanya tahu sedikit teorinya. dan kami menolak untuk percaya pada hal-hal yang tidak bisa dijangkau logika, akal dan pikiran kami. Keimanan kami adalah untuk hal-hal yang nyata, yang bisa kami buktikan dengan logika, pikiran dan nalar kami seabagi manusia. Ada saatnya ketika jalan kesucian sudah dicapai, tidak udah dijelaskanpun, manusia akan mengerti sendiri.

katanya beda

tapi penjelasan situ kok sama kek di agama gw

Sama sekali berbeda. lihat penjelasan saya sebelumnya mengenai Tuhan. Dan jangan ngotot menyamakan Tuhan anda dengan pemahaman ketuhanan kami.

melarang?
itukan untuk mencegah doank
memangnya kalo dilanggar kenapa?

Kalau dilanggar tidak apa-apa. Itu tanggung jawab pribadi manusianya pada dirinya sendiri. Tidak ada yang memaksa, tidak ada yang mewajibkan. Jik aingin melaksakan puasa, silahkan. Manfaatnya juga untuk diri sendiri kok. Tidak puasa tidak akan berdosa. Berpuasa juga belum tentu berpalaha. Berpuasa yang benar akan meningkatkan pelaksanaan sila, adalah benar. Tujuannya apa? salah satu cara untuk melatih disiplin. Sedikit demi sedikit melepaskan kemelekatan pada makan.

jadi, inti puasa Buddhis adalah bukan untuk menahan lapar dan haus. Melainkan untuk tidak melekat pada makanan. Bahwa makan tidak untuk dinikmati, tetapi untuk sekedar bertahan hidup saja.

bukan Ibadah kan? ngerti kan pengertian ibadah yg gw maksud?
apakah ini ibadah?

Sudah saya jelaskan di atas. Maaf teman-teman yang beragama Buddha kebanyakan berasal dari etnis Chinese, agak susah untuk menjelaskan keapda anda secara gamblang. Semoga penjelasan saya bisa jelas.

Tanpa interprestasi macam-macam, ini pendangan menurut Buddha Dharma. Bila anda mengharapkan jawaban dari sudut ajaran agama lain, silahkan ke tempat lain. Silahkan bertanya apa saja. Tapi jangan di Lounge.

Peringatan bagi tamu dan semua member FR BUDDHA:
Siapa saja yang melakukan pertanyaan tentang agama Buddha di Thread Buddha Lounge ini akan saya Infract. Demikian juga bagi yang Menjawab. Silahkan bertanya di Thread: Tanya Jawab

Untuk dipatuhi - terima kasih.
 
bikin trit Anda Bertanya, Buddhist Menjawab dunk

Silahkan Ke thread tanya jawab yang sudah saya berikan linknya.

Kami tidak membuat Thread Anda bertanya, Buddhist Menjawab, karena tidak ada satupun mahluk di jagad raya ini yang bisa mewakili Sang Buddha sendiri, sebagai satu satunya Sammasambuddha yang lahir di jaman ini.

Anda bertanya, kami hanya akan membantu untuk mencarikan jawabannya. Tapi itu bukan ucapan atau persis seperti apa yang diajarkan Sidarta Gautama. Melainkan berupa interprestasi kami sendiri , umat Buddha pada bagaimana kami memahami Buddha Dahrma.

Sekali lagi, silahkan layangkan pertanyaan anda di sini:

Tanya Jawab
 
@Roughtoter,
Wah benar2 cocok dengan pandangan saya bro...

Sependapat sekali Pengertian mengenai Tuhan dengan anda bro....

Saya Agnostik tapi menurut sayapun Tuhan itu Universal not Personal.

Mungkin bedanya di Surga / Neraka. Maaf tp jujur saya masih meragukan Surga or Neraka itu Exist bro...:)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.