Umat Buddha tidak perlu ditakut-takuti oleh NERAKA

lauzart

IndoForum Newbie A
NERAKA dgn PENYIKSAAAN didalamnya adalah momok yang menakutkan bagi umat lain agar mereka tidak terjerumus didalamnya sesuai dengan KITAB SUCI yang tidak boleh dibantah & harus 100% dipercayai segala kisah dan cerita yang terdapat didalamnya.

Tapi Sang Buddha selama 45 Tahun menyebarkan Dhamma nan Mulia tidak pernah menakut-nakuti pengikutnya dengan hal2 semacam itu karena metode EHIPASSIKO yang beliau babarkan harus kita alami sendiri.

Karena Sang Buddha mengajarkan cara menghadapi hidup kita saat ini. Karena jika kita menyadari saat ini kita hidup dan berbuat sesuai Dhamma dengan mengendalikan diri sendiri maka dimanapun, Kapanpun, anda pasti tidak akan mengalami ketakutan,penderitaan,rasa cemas dll.
Karena Perbuatan kita saat ini pasti akan mengkondisikan akibat dikemudian hari. Jadi pergunakan saat skra ini dgn sebaiknya.

Agama Buddha = Agama saat ini

Bagaimana pendapat teman2 seDhamma...
 

singthung

IndoForum Junior E
Betul sekali.Memang dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menjumpai hal-hal tersebut misalnya kalau kamu ikut agamaku dan percaya ini utusan tuhan maka masuk surga atau dosamu dihapuskan. Tentu kita berpikir apa benar gampang sekali masuk surga. Kalau menurut saya, itu cuma menarik umat lain untuk pindah ke agamanya,terutama umat Buddhis yang tidak mengerti apa itu ajaran Sang Buddha,kebanyakan masih mengikuti tradisi-tradisi(Kong Hu Cu & Taoisme). Dan jeleknya lagi ketika mereka pindah ke agama lain justru menjelek-jelekan agama Buddha padahal mereka sendiri tidak mengerti ajaran Sang Buddha.

Attana hi katam pipam
attana samkilissati
attana akatam papam
attanava visujjhati
suddhi asuddhi paccattam
nanno annanam visodhaye.

Oleh diri sendiri kejahatan dilakukan,
oleh diri sendiri seseorang menjadi suci.
Suci atau tidak suci tergantung pada diri sendiri.
Tak seseorang pun yang dapat mensucikan orang lain.
 

angga2512

IndoForum Newbie A
nyam"..

bukannya sang budha gak pernah nakut-nakutin umatnya dengan adanya neraka...

tapi neraka itu sendiri seperti yang d ajarkan oleh sang budha dalam 10 dunia dijelaskan

neraka merupakan tingkatan 10 dunia yang paling rendah dari ke-9 dunia yang lain..

dan 10 dunia merupakan suasana jiwa yang terdapat d masing2 individu...

makanya neraka umat budha berbeda dengan neraka agama lain...

neraka umat budha mah ga seserem neraka agama lain....

konsep neraka dalam 10 dunia hanya seperti penderitaan tiada akhir dalam kehidupan...

jadi beda khan??
 

Kwetiau Sapi Jangkung

IndoForum Newbie B
Yang membedakan adanya neraka atau kaga adalah pikiran sendiri.

Ada sebuah kisah Zen yang pernah saya baca. Kisahnya seperti ini :

Saorang Jenderal besar mengunjungi seorang Maha Bhiksu Zen lalu sang Janderal bertanya adakah Surga dan Neraka.

Sang Bhiksu berkata "apa pangkat mu?"

"Jenderal yeah" kata Jenderal.

Lalu Bhiksu tersebut berkata sambil tertawa mengejek "Orang bodoh mana yang mau menjadikanmu Seorang Jenderal?"

Lalu dengan marah sang Jenderal menghunuskan pedangnya mau membunuh sang Bhiksu. Lalu Bhiksu tersebut berkata "Inilah neraka"

Seketika sang Jenderal sadar dan meminta maaf atas tindakannya, lalu Bhiksu tersebut berkata "Surga ada di hati anda"..

Semoga Bermanfaat....
 

effie

IndoForum Staff Personnel
Setahu saya, neraka adalah suatu tempat dimana penyiksaan tidak pernah berakhir dan sangat panas karena disana adalah api kekal.
Lalu seperti apakah neraka di ajaran Buddha ?
Sekalipun namanya neraka pastinya ga enak ya, tapi lebih nyamankan nerakanya orang Buddha dibanding neraka agama lain ?
 

lauzart

IndoForum Newbie A
Neraka atau Surga dlm Agama Buddha merupakan Alam spt alam Manusia yang tidak kekal.

Kalau di alam Surga yang ada hanyalah kebahagiaan/kenikmatan dari hasil Perrbuatan2 yang luhur/kebaikan yg telah dilakukan sebelumnya.

Sedangkan di alam Neraka yang ada hanya penderitaan.

Kalo alam manusia mengalami Kebahagiaan & Penderitaan sekaligus.

Neraka & Surga dlm agama Buddha bukan cuma 1. Banyak tingkatannya.
Kalo surga ada 26 Tingkatan, Kalo neraka ada 5 Tingkatan.

Kan dlm hidup ini tiap org tiap detik selalu berbeda perbuatan & tindakannya baik dgn pikiran,ucapan,badan jasmani. Kalo cuma 1 tingkat gak adil dong masa yang 50 tahun berbuat baik sama dgn yang 10 tahun atau cuma 1 minggu berbuat baik. begitupun sebaliknya dgn berbuat jahat.
Gimana menurut ci Effie..?
 

effie

IndoForum Staff Personnel
Kalau surga dan neraka ada tingkatannya dan tidak kekal ? Bisakah kita berpindah lagi dari surga yang ke satu ke surga yang lebih tinggi tingkatannya ?
Bagaimana caranya agar kita bisa pindah ke tempat yang lebih baik kelak bila kita sudah berada disurga tersebut ?

wew menarik juga ya.... istilahnya kalau ga keterlaluan banget jeleknya perbuatan kita, kita tidak usah takut masuk ke neraka yang paling rendah tingkatannya tadi /hmm

lalu bagaimana hubungannya antara surga neraka dengan mereka yang udah meninggal kok bisa jadi mahluk lain lagi ?

mohon penjelasannya, thx
 

lauzart

IndoForum Newbie A
sederhana saja menurut saya setiap kondisi kan pasti ada waktunya. Pun Alam surga yang notabenenya masih merupakan ALAM kehidupan.

Kalo dialam surga kita tidak bisa melakukan Action/perbuatan spt alam manusia, cuma menerima hasil. begiitupun sebaliknya.

Pikiran sebelum Padamnya mereka dialam Surga yang mengkondisikan mereka terlahir di alam yang lebih rendah atau lebih baik.

*mengapa disebut Padam? (karena dialam Surga kita tdk memiliki bentuk spt manusia hanya spt cahaya2 (spt malaikat di agama lain) --> menurut buku Buddha yg saya tau

Alam surga secara sederhana ada/eksis timbul karena Hal2 Positif yg berbeda keluhuran setiap mahluk yang berbuat kebaikan.
Jika Anda Ci Effie 50 Tahun berbuat baik yang super luhur tanpa pamrih pasti ada di tingkat yang lebih tinggi/lebih lama dibanding saya yang berbuat baik selama 50 tahun tapi pamrih.
Tapi selama 50 tahun kita berbuat pasti hasil Karma perbuatan itu berbuah & sudah dinikmati oleh kita maka dengan sendirinya habis tanpa sisa.

Jika kita masih memiliki kemelekatan, maka kita pasti terus terlahir & mengalami kematian.... begitun juga dgn Dewa2/malaikat yg ada di alam surga

Kalo ada yang mau menambahkan, trims atas tambahan pengetahuannya.
 

singthung

IndoForum Junior E
Alam Neraka
oleh
UP Dharma Mitra


Sang Buddha bersabda : "DOSE NAHICANDAJATATAYA DOSA SA DISAMNIRYAM UPPAJJANTI : Semua makhluk dilahirkan di alam neraka (niraya) dengan kekuatan dosa (kebencian) " .

Suatu saat berceritalah si A, kepada teman-temannya bahwa dia akan lebih senang kalau nantinya, setelah meninggal dunia, sebaiknya dilahirkan di alam neraka. Mengapa…? Karena, menurutnya di alam neraka bakalan ketemu aktris / aktor yang cakep. Apakah pendapat ini benar atau salah? Sungguh sulit sekali diketemukan jawabannya, karena hingga saat dan detik ini, walaupun katanya dunia sudah sedemikian canggih, biro perjalanan dengan jurusan kesana, belum terbentuk mungkin ka-rena peminatnya belum ada, atau ketidakmampuan mendata daerah pariwisata (siapa tahu ada !) yang terdapat disana. Kalau kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang sederhana, neraka (niraya) berarti tiada kebahagiaan dan di dalam agama Buddha, alam ini merupakan salah satu dari empat alam derita (duggati bhumi). Di alam neraka ini, boleh dikatakan tiada dijumpai kebahagiaan sama sekali, di mana-mana yang dijumpai adalah jeritan, tangisan dan rintihan yang memilukan, sebagai akibat dari pembayaran hutang-hutang akusala karma (perbuatan perbuatan jahat), yang pernah diperbuat sebelumnya. Pembayaran hutang-hutang akusala karma (perbuatan-perbuatan jahat) ini, bisa saja dalam bentuk siksaan/deraan sebagai alat bayanya. Ibarat orang yang menderita kesakitan, mis : kanker maka disaat saat yang kritis ini, akan merintih-rintih menahan sakit, dan bagaimanapun cantik atau gantengnya seseorang, PASTI refleksi pancaran wajahnya akan menimbulkan gambaran yang jelek. Kalau tak percaya, cobalah dibuat mimik wajah bagaikan jeruk purut (jeruk yang asamnya luar biasa), apakah akan timbul kepermukaan, wujud yang cantik/ganteng ? Kita pasti akan kelihatan cantik/ganteng, kalau berada dalam kondisi yang sehat ! Demikian juga halnya, walaupun memiliki cantik bagaikan dewi tapi kalau sudah berada di alam neraka, maka kecantikannya akan amburadul (ngak karuan) atau pudar sebagai akibat dari, menahan siksaan/deraan yang dialami. Alam neraka bukanlah merupakan alam yang final, dalam arti kata kekal mengalami siksaan/deraan. Terlahirkan di alam ini sifatnya adalah transien (sementara) dan hanya untuk melunasi, akusala karma (perbuatan- perbuatan jahat) yg telah disemai, di kehidupan sebelumnya. Setelah hutang-hutang akusala karma (perbuatan-perbuatan jahat) ini terlunasi, maka akan ditumimbal lahirkan lagi, di salah satu dari 31 alam kehidupan, yang disesuaikan dengan kekuatan karma (perbuatan), yang dimiliki. Jika kekuatan karma (perbuatan) baik lebih dominan, dibandingkan kekuatan karma (perbuatan) jahat, maka akan ditumimbal lahirkan di alam Manusia, Dewa atau Brahma TAPI jika kekuatan perbuatan jahat lebih dominan, maka akan ditumimbal lahirkan di alam duggati (alam derita) mis : alam setan, binatang, jin atau neraka. Didalam agama Buddha dijelaskan bahwa terdapat 8 Maha Niraya (neraka besar) terdiri dari :


1. Sanjiva : makhluk apapun juga yang terlahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk yang dimilikinya. Di alam ini, makhluk makhluknya dipotong-potong menjadi kepingan-kepingan yang tiada akhirnya. Apakah akan mengalami kematian setelah menerima siksaan ini…? Ya, pasti ! Tapi setelah mati ia akan hidup dan hidup lagi, sampai kekuatan akusala karmanya habis, dan setelah itu dia akan terlepaskan dari alam siksaan ini dan ditumimbal lahirkan, di salah satu dari 31 alam kehidupan, yang disesuaikan dengan kekuatan karma, yang dimiliki. Sanjiva bisa juga berarti hidup dan hidup lagi.

2. Kalasuta : benang hitam. Makhluk apapun juga yang terlahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, tubuhnya dijelujuri (dijahit) dengan benang hitam dan dipukuli, dengan beliung sampai sisa-sisa akusala karma (perbuatan- perbuatan jahat) nya HABIS, barulah terbebaskan dari derita ini.

3. Sanghata : neraka penghancur. Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini, akan merasakan pernderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, akan merasakan terpaan/ terjangan benda-benda keras, mis : batu karang dari empat penjuru angin, ke arah tubuhnya tanpa henti-hentinya. Semuanya ini akan berakhir, jika akusala karmanya telah terlunasi.


4. Roruva : daerah tertarus. Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, akan merasakan masuknya nyala api dan asap ke tubuh, melalui sembilan lubang mis : telinga, hidung, mulut dan lain lain serta membakar di dalamnya. Dan pada akhirnya akan menimbulkan keperihan yang luar biasa. Derita ini akan berakhir, jika sisa-sisa akusala karmanya telah habis.


5. Maha roruva : daerah tertarus yang besar. Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makhluk makhluk yang dilahirkan di alam neraka ini, juga akan merasakan penderitaan yang luar biasa, ia dipanggang bagaikan sate di atas bara yang menyala. Ratapan dan tangisan yang menderu-deru, terdengar keras sekali di alam ini. Siksaan di alam ini juga akan berakhir, jika hutang-hutang akusala karma (perbuatan jahat) telah terlunasi.



6. Tapana : pembakar. Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk yang dimilikinya. Makhluk makhluk yang terlahirkan di alam ini, tubuhnya akan dibakar dengan tangan terikat di tiang besi yang panas dan lantainya menyala-nyala, diiringi dengan adanya api yang besar sekali. Sungguh derita yang menyakitkan sekali dan akan berakhir, jika sisa-sisa akusala karmanya habis.


7. Patapa : pembakaran yang hebat. Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini akan merasakan penderitaan yang luar biasa akibat dari karma buruk yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, akan di dera penderitaan yang luar biasa dan juga akan berakhir, jika sisa-sisa akusala karmanya habis.


8. Avici : tanpa penghentian. Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, akan selalu merasakan serangan api dari segala sisi, yang tanpa hentinya. Diantara ke delapan alam neraka ini, maka neraka Avici adalah yang paling lama masa hukumannya dan juga merupakan neraka yang paling menderita serta berat siksaannya. Terlahirkan di neraka Avici adalah sebagai akibat dari melakukan 5 perbuatan durhaka (panca nantariya karma) yang terdiri dari : membunuh ibu, membunuh ayah, melukai Sang Buddha, membunuh arahat dan memecah belah Sangha (persaudaraan para Bhikkhu/Bhikkhuni). Di neraka Avici disaat ini, berdiam Devadatta yang mana di masa kehidupan Sang Buddha Gautama, sering berusaha mencelakakan Sang Buddha dan memecah belah Sangha. Setelah mengetahui kondisi dan keadaan yang menyedihkan di alam neraka, apakah masih ada terpikirkan di akall logika kita, untuk mau terlahirkan di alam neraka, hanya untuk menjumpai aktris dan aktor idola? Adalah suatu hal yang mustahil, memikirkan sesuatu yang indah, jika kondisi pikiran kita lagi kacau atau berada dalam kesakitan. Hamburger yang bagai-manapun nikmatnya, akan jadi hambar jika kondisi badan sakit-sakitan ! Agar terhindari dari jeratan alam neraka, marilah kita menjauhi/ mengharamkan :


A. Tindakan-tindakan yang bisa mencelakakan/membunuh makhluk hidup, misalnya para Bhikkhu/ni, umat yang taat pada agamanya, baik dia beragama Buddha, Islam, Kristen, Katholik maupun Hindu.

B. Penggunaan kekuasaan untuk memeras, menganiaya dan menyiksa ataupun membunuh makhluk lainnya.

C. Korupsi atau mengambil sesuatu yang bukan-lah merupakan HAK, mencari keuntungan berupa materi (uang, benda-benda berharga dan lain lain), yang bertentangan dengan kebenaran, sehingga menimbulkan penderitaan bagi makhluk lain. SUKHA VAGGA XV : 204 "KESEHATAN : anugerah yang utama. KEPUASAN : kekayaan yang terbesar. KEPERCAYAAN : keluarga yang terbaik. NIRWANA : berkah yang tertinggi".

D. Perbuatan-perbuatan yang merugikan masya-rakat, mis : membakar kota, rumah tempat ibadah (Vihara, Mesjid, Gereja maupun Puri), kantor atau merusak candi-candi dan tempat tempat suci peninggalan sejarah agama, apapun juga.

E. Pandangan hidup yang sempit, mis : anti agama (selalu memuji-muji agama yang dianutnya lah, yang terbaik sedangkan agama orang lain dicela habis-habisan), tidak percaya akan hukum karma(siapa yang mena-bur/menyemai maka dialah yang akan selalu memetik) dan selalu menyalahkan orang lain atas kemalangan/kekurangan yang dimilikinya, tidak meyakini akan adanya proses tumimbal lahir sehingga memiliki pandangan hidup yang salah, yang menyatakan hidup hanya sekali dan oleh karena itu, hidup ini dinikmati sepuas-puasnya, dengan menghalalkan segala macam cara, untuk mencapai tujuan yang didambakan. Perbuatan durhaka yang tidak terampuni adalah membunuh orang tua (ayah dan ibu), membunuh arahat (orang suci setingkat Buddha), melukai Sang Buddha dan menyebabkan terjadinya perpecahan di dalam Sangha (persaudaraan para bhikkhu-/bhik-khuni).

F. Perbuatan asusila (perzinahan) dan melakukan pengguguran kandungan.

G. Pelanggaran sila mis : melakukan hubungan intim, dengan suami/istri orang lain, merebut suami/istri orang lain, untuk dijadikan teman hidup ataupun keisengan belaka dan merusak kerukunan hidup rumah tangga orang lain. Di dalam sabdaNYA, Sang Buddha menekankan bahwa ada empat ganjaran bagi orang yang suka berzina yaitu :
a. kehilangan rezeki
b. terganggu tidurnya
c. dikutuk oleh orang dan
d. akan masuk neraka.

Hanya orang-orang yang diliputi oleh kebodohanlah, akan melakukan tindakan tercela yaitu perzinahan. Kenikmatan yang sekejab, dibayar dengan penderitaan sepanjang masa!




Kesimpulan :
Adalah suatu pandangan yang sangat keliru, jika masih beranggapan bahwa kecantikan/kegantengan, akan mampu bertahan di alam neraka. Yang logisnya adalah pada waktu mengalami / menjalani siksaan, kemungkinan besar adalah rambutnya sudah awut-awutan, wajahnya pucat dan berkeringat menahan sakit, lidahnya menjulur karena kehausan, mulutnya mengeluarkan cairan yang beraneka ragam, bisa saja darah, dahak, liur maupun lendir, berceceran dimana mana. Apakah dikondisi ini, masih bisa dikategorikan cantik / ganteng .? Hiiiii amit-amit ! Kalau diperhatikan dari ke delapan jenis alam neraka di atas, maka tidak satupun dijumpai keadaan/kondisi yang memungkinkan, di dapatnya sedikit saja kebahagiaan. Bisa disimpulkan bahwa makna dari kata niranya (neraka) adalah tiada kebahagiaan, benar adanya. Adakah yang ingin mencobanya? Kalau tidak, marilah direnungkan dan diamalkan ajaran luhur Sang Buddha, dalam bentuk yang nyata, disetiap derap langkah yang akan dilalui.

"Bagaikan kota di perbatasan yang dijaga ketat, yang dikitari oleh benteng-benteng yang kuat. Demikianlah hendaknya anda menjaga diri anda JANGAN sampai membiarkan anda tergelincir AGAR kesedihan tak menyusul sesampai di neraka"demikianlah yang telah disabdakan oleh Sang Buddha. Selagi kita berada di alam manusia, marilah kita melindungi diri kita, dengan dimilikinya sila yang baik, agar terbebas dari perbuatan tecela. Selalulah waspada dan mawas diri, akan gerak-gerik kenikmatan duniawi. Janganlah sampai terjerumus ke perbuatan perbuatan tercela. Hiduplah penuh dengan cinta kasih dan kasih sayang, kepada siapapun juga. Dengan dikuasainya tanha (nafsu keinginan) dan tersirnanya avijja (kebodohan) berkat dari prajna (kebijaksanaan) Sang Buddha, maka kita akan terbebaskan dari alam neraka, begitu kematian datang menjemput. Akhir kata, dengan adanya pengertian yang benar tentang kondisi alam neraka ini HENDAK-NYA, kita disetiap saat dan detik, selalu mengkontribusikan perbuatan terpuji, baik melalui pikiran, ucapan maupun tindakan badan jasmani sehingga akhirnya berdaya guna, bagi semua makhluk dan terutama sekali bagi bangsa dan negara kita tercinta. Indonesia.
Sabbe satta sabba dukkha pamuccantu - Sabbe satta bhavantu sukhitata. Semoga semua makhluk terbebaskan dari derita dan Semoga semuanya senantiasa berbahagia...sadhu…..sadhu..sadhu....
 

huangkelin

IndoForum Newbie E
waahh...gampanganya neraka menurut agama buddha ya lewat karma aja tuw...
waktu hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi pada kita....
dimana itu adalah sama hasil perbuatan kita sendiri...

itu neraka di bumi deeh...cukup serem kalo tidak teratasi...^^
 

Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact us untuk memulai.
Top