• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

tradisi sembahyang kubur

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. dingting
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
@marcedes


begini...kalau masalah menyajikan makanan, hanya ada satu jenis makhluk dialam peta yang bisa menerima nya.
mahluk ap itu mksudnya??? leluhur kta trmsuk dlam golongan itu ga???
klo bkan brarti mkanan yg kta sajikan ga smapi dtngan mreka dong om???

peta ini jenis PARADATTUPAJIVIKA-PETA
Peta ini memelihara hidup nya dengan memakan makanan yang disuguhkan orang dalam upacara seperti sembahyang.


setiap individu mewarisi kamma nya masing-masing,baik atau buruk itu yang di warisi nya...
demikian jadi PETA jenis apapun,,,itu adalah kamma leluhur anda.

Makhluk Setan ini terbagi dalam beberapa kelompok, diantaranya terdapat kelompok-kelompok setan yang disebut PETA 4, PETA 12 dan PETA 21 sebagai tertulis di bawah ini :



PETA 4 (terdapat dalam Kitab Petavatthu-Atthakatha)

1. Paradattupajivika-Peta :
Setan yang memelihara hidupnya dengan memakan makanan yang disuguhkan orang dalam upacara sembahyang.


2. Khupapipasika-Peta:
Setan yang selalu lapar dan haus.

3. Nijjhamatanhika-Peta:
Setan yang selalu kepanasan.

4. Kalakancika-Peta:
Setan yang sejenis Asura.

Penjelasan :

Hanya Paradattupajivika-Peta saja yang dapat menerima makanan yang diberikan orang dalam upacara sembahyang serta kiriman jasa dari keluarga. Para Bodhisattva, jika terlahir menjadi setan, akan menjadi Paradattupajivika-Peta, dan tidak akan menjadi setan (peta) yang lain.



PETA 12 (terdapat dalam Kitab Gambhilokapannatti).

1. Vantasa-Peta: Setan yang makan air ludah, dahak dan muntah.

2. Kunapasa-Peta : Setan yang makan mayat manusia dan binatang.

3. Guthakhadaka-Peta: Setan yang makan berbagai kotoran.

4. Aggijalamukha-Peta : Setan yang dimulutnya selalu ada api.

5. Sucimuja-Peta : Setan yang mulutnya sekecil lobang jarum.

6. Tanhattika-Peta: Setan yang dikendalikan oleh napsu keinginan rendah sehingga lapar dan haus.

7. Sunijjhamaka-Peta : Setan yang berbulu hitam seperti arang.

8. Suttanga-Peta : Setan yang mempunyai kuku tangan kaki yang panjang dan tajam seperti pisau.

9. Pabbatanga-Peta: Setan yang bertubuh setinggi gunung.

10. Ajagaranga-Peta : Setan yang bertubuh seperti ular.

11. Vemanika-Peta : Setan yang menderita pada waktu siang, dan senang pada waktu malam dalam kahyangan.

12. Mahidadhika-Peta: Setan yang mempunyai ilmu gaib.

PETA 21 (terdapat dalam Kitab Suci Vinaya dan Lakkhanasanyutta).

1. Attisankhasika-Peta : Setan yang mempunyai tulang bersambungan, tetapi tidak mempunyai daging.

2. Mansapesika-Peta : Setan yang mempunyai daging terpecah-pecah, tetapi tidak mempunyai tulang.

3. Mansapinada-Peta : Setan yang mempunyai daging berkeping-keping.

4. Nicachaviparisa-Peta : Setan yang tidak mempunyai kulit.

5. Asiloma-Peta: Setan yang berbulu tajam.

6. Sattiloma-Peta : Setan yang berbulu seperti tombak.

7. Usuloma-Peta : Setan yang berbulu panjang seperti anak panah.

8. Suciloma-Peta: Setan yang berbulu sepertijarum.

9. Dutiyasuciloma-Peta: Setan yang berbulu seperti jarum kedua (lebih tajam).

10. Kumabhanda-Peta : Setan yang mempunyai kemaluan sangat besar.

11. Guthakupanimugga-Peta : Setan yang bergelimangan dengan kotoran.

12. Guthakhadaka-Peta: Setan yang makan berbagai macam kotoran.

13. Nicachavitaka-Peta: Setan perempuan yang tidak mempunyai kulit.

14. Dugagandha-Peta : Setan yang baunya sangat busuk.

15. Ogilini-Peta: Setan yang badannya seperti bara api.

16. Asisa-Peta: Setan yang tidak mempunyai kepala.

17.Bhikkhu-Peta : Setan yang berbadan seperti bhikkhu. .

18. Bhikkhuni-Peta : Setan yang berbadan seperti bhikkhuni.

19. Sikkhamana-Peta: Setan yang berbadan seperti Setan yang berbulu seperti pelajar wanita atau calon bhikkhuni.

20. Samanera-Peta : Setan yang berbadan seperti samanera.

21. Samaneri-Peta : Setan yang berbadan seperti samaneri.

jika bukan jenis PARADATTUPAJIVIKA-PETA,tentu leluhur anda tidak mampu menerima makanan anda..

makanya sekali lagi umat buddha sebaiknya memberi pelimpahan jasa bukan makanan persembahan..
masalah nya persembahan makanan seperti di upacara sembahyang sudah merupakan tradisi yang melekat dari etnis Kong-hu-cu....(tionghoa)
 
sejarah cengbeng

@ dingting

mksudnya sembayang cengbeng gt?

@marcedes
sbnrnya itu bkn dr tradisi konghucu jg.. asal mula dari cengbeng berawal dr cina jaman dulu..
menurut sejarahnya jaman dulu ada seorang pelajar miskin yg saleh. ia adalah seorang yg sangat cerdas, setiap hari selalu belajar ingin mengikuti ujian kenegaraan.
pd saat cukup usianya iapun meninggalkan keluarga serta kampung halamannya untuk mengikuti ujian kenegaraan di kota jauh dari kampung halamannya.

Pd akhirnya, pemuda ini mendapat nilai tertinggi di ujian kenegaraan tsb serta diangkat menjadi pejabat. karena ia adalah seorang yg saleh jg adil ia dicintai oleh rakyatnya karirnya pun menanjak dengan cepat.

Krn terus menanjak, orang ini pun menjadi kaisar di cina. (saya lupa nm kaisarnya.. saya harus buka2 lagi buku dirak saya :P tp dicina, nm kaisar ini tetap dikenang hingga skrg)

yak, singkat cerita setelah orang ini menjadi kaisar.. tiba2 ia mulai teringat pd kampung halamannya serta orang tuanya dulu.saat itu jg kemudian terpikirkan olehnya untuk mengunjungi orang tuanya di kampung.

setelah ia pulang kampung halamannya ia tak menemukan kedua orang tuanya ia jg tak punya saudara krn pemuda ini anak tunggal. bahkan didapati perkampunganya sudah berubah. lalu ia menyuruh semua orang istana beserta prajuritnya untuk mencari kedua orang tuannya diseluruh penjuru negeri namun kedua orang tuannya tetap tak ditemukan.

krn mengingat orang tuanya sudah lanjut usia, raja ini pun menganggap bahwa orang tuanya telah meninggal. kemudian ia berpikir, bila memang meninggal lalu dimanakan kuburan kedua orang tuannya?

akhirnya raja inipun mendapat ide.

ia memberi ultimatum kepada semua rakyatnya, dlm jangka waktu tertentu diharuskan untuk mengunjungi kuburan sanak keluarganya yg telah meninggal untuk dibersihkan. lalu setiap kuburan yg telah dibersihkan itu kemudian diberi tanda berupa kertas2 putih yg diserakkan dikuburan almarhum keluarganya..

setelah semua rakyatnya selesai mengerjakan amanat raja.. kemudian raja inipun kembali kekuburan di perkampungannya.. pd saat itu ia melihat semua kuburan telah dibersihkan. semua rumput dibabat. setiap kuburan telah diberi tanda. ia melihat dari semua kuburan, hanya ada satu kuburan yg belum dibersihkan jg tak ada tanda. akhirnya iapun tahu bahwa itu adalah kuburan orang tuannya. Ia pun menugaskan para prajuritnya untuk membangun area pekuburan disana serta memberi peringatan kpd sanak keluarga yg anggota keluarganya dimakamkan disana untuk dibersihkan 1thn 2x.

Pd akhirnya, tradisi bersih2 kuburan ato dikenal dgn istilah cengbeng mulai dilaksanakan turun temurun hingga sekarang..bkn cm warga dikampungnya tp jg diseluruh negeri.

jd cengbeng adalah bermula dari ide seorang raja yang mencari kuburan orang tuanya.

Lalu bagaimanakah dgn persembahan makanan dll? krn raja itu ingin membalas budi orang tuanya.. ia ingin memberi makanan enak kpd orang tuannya, memberi kemewahan dll. tp krn berhubung orang tuannya telah meninggal jd makanan dll diletakkan pekuburan sbg simbol bakti yg tak putus.

Mengenai makanan, sbnrnya tak ada masalah. Makanan apa saja sah saja. tp tentunya lebih bagus mempertimbangkan 2 hal:
1. Makanan yg disukai almarhum selagi hidup.
2. Barang2 yg kita sukai yg mana menimbulkan keiklasan pd saat kita memberinya,.

Mengapa harus yg disukai almarhum? krn tentunya (bayangkan bila sialmarhum misal ibu masih hidup) ia akan senang memakan makanan itu. apalagi makanan itu adalah pemberian kita. Tentunya kita berbuat karma baik terhadap orang tua jg. :) terlepas dr anggapan itu adalah persembahan untuk preta atau bkn. hati kita tetap TULUS memberi UNTUK si ibu. ketulusan pemberian untuk orang tua adalah bakti.

Dari ketulusan tsb maka pikiran kita akan menanamkan karma baik kemudian karma baik tsb akan kita limpahkan kembali kpd sialmarhum bersamaan dgn cengbeng itu.

bgitulah kira2
 
menurut g sih perayaan ceng beng adalah perayaan yang sangat baik buat mempererat sebuah keluarga, karena disana kita membersihakan makam bersama2.
terlepas dari apakah makanan yang kita suguhkan atau uang kertas yang dibakar itu diterima oleh mahluk apa, atau dimakan oleh mahluk apa itukan salah satu tradisi yang menurut g lebih mempersatukan sebuah keluarga, selain perayaan sin cia. pada intinya kita bisa sering berkumpul dengan keluara kita, atau jagan sampai kita gak tau paman, bibi, sepupu2 qt.
masa kita ngumpul bareng hanya pas hura2 aja hehehehe
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.