Kode:
Semakin Dekat Pemilu SBY-Kalla Lomba Tebar Pesona
ama-Sama Keluar Daerah Temui Massa
SOLO - Semakin dekat pemilu Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla kian intens menyapa publik. Sabtu dan Minggu kemarin, kedua pemimpin nasional yang mungkin saling berhadapan dalam pemilihan presiden mendatang itu sama-sama meninggalkan Jakarta, pusat pemerintahan. Keduanya mempunyai agenda terpisah di daerah.
Presiden SBY yang sudah resmi menjadi capres yang akan diusung Partai Demokrat berada di Jawa Tengah, tepatnya di Solo dan sekitarnya. SBY bertemu buruh pabrik tekstil Sritex dan meresmikan pasar wisata Tawangmangu, Karanganyar. Bukan hanya itu. SBY juga meresmikan Kantor Majelis Tafsir Alquran (MTA) Solo, sebuah organisasi beranggota belasan ribu jamaah.
Di Sritex, SBY mengadakan tebar pesona dengan belasan ribu karyawan pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara itu. Bahkan, dalam kesempatan itu, dia meminta untuk memutar lagu ciptaannya. Lagu Untukmu Anak Manis yang dilantunkan Dwi Yull menghibur para buruh yang menyambut hangat kedatangan SBY. Saat menuju Tawamangu untuk meresmikan pasar wisata, SBY juga dielu-elukan massa di sepanjang jalan.
Kalla yang berkunjung ke luar Jawa juga mendapat sambutan meriah. Capres Partai Golkar itu bertemu kader partainya di Pontianak, Kalbar, serta langsung memilih didukung untuk maju menjadi capres. Masih di Pontianak, dalam kapasitas sebagai Wapres dia meresmikan PT Agro Industri dan Graha Pena Pontianak.
Minggu kemarin, Kalla bergeser ke Lampung untuk menutup Sidang Tanwir PP Muhammadiyah. Di hadapan warga Muhammadiyah, Kalla juga melakukan tebar pesona dengan menegaskan bahwa dirinya akan maju sebagai calon presiden. Dia menjawab berbagai pihak yang meragukan keseriusannya.
Kalla menegaskan, menjadi pemimpin nasional bukan lelucon. "Dalam banyak hal saya suka humor, tapi dalam urusan bangsa saya selalu serius," ujar Kalla ketika menutup Tanwir Muhammadiyah di Hotel Sheraton, Bandar Lampung, kemarin (8/3).
Penegasan tersebut untuk menjawab pertanyaan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin tentang keseriusan Kalla berpisah dengan SBY dan maju menjadi calon presiden Partai Golkar.
Jusuf Kalla mengatakan, karirnya selalu bertahap, tidak ada yang melompat, sejak organisasi mahasiswa, pengusaha, hingga sebagai politikus. Karena itu, tidak ada yang perlu dipertanyakan bila setelah menjadi wakil presiden dia berkeinginan menjadi presiden.
Dia yakin mampu memenuhi ambisinya membentuk pemerintahan yang kuat, lebih cepat, dan lebih baik dibanding pemerintahan SBY-Kalla. "Semua potensi yang memungkinkan kita menjadi bangsa besar kita miliki. Kita hanya butuh leadership yang kuat dari seorang pemimpin yang shiddiq (jujur), tablig (menyampaikan kebenaran), amanah (menjaga kepercayaan), dan fatonah (cerdas)," katanya.
Kalla yakin, bila pemerintahan dipimpin seorang pemimpin yang baik, didukung parlemen dengan suara mayoritas, dan dipilih masyarakat secara langsung, Indonesia akan semaju negara-negara lain di Asia.
"Kalau Tiongkok bisa maju 10 persen, masak kita tidak bisa maju 10 persen? Kalau India bisa maju, bangsa kita yang kondisinya jauh lebih baik, pasti lebih bisa lebih maju," tegasnya.
Syaratnya, kata Kalla, Indonesia memiliki kepemimpinan yang lebih kuat, pemerintahan yang lebih efektif, dan pola pikir masyarakat mampu mengimbangi perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Sebelumnya, dalam silaturahmi dengan calon anggota legislatif Partai Golkar, Kalla kembali menegaskan kesiapannya menjadi calon presiden Partai Golkar. Dia yakin mampu memerintah dengan lebih baik dibanding duet SBY-Kalla. "Saya tahu pemerintahan SBY-JK adalah pemerintah yang baik. Tapi, rakyat ingin pemerintahan yang lebih baik dan lebih cepat," tandasnya. "Saya yakin mampu menyelesaikan masalah bangsa ini. Pada saat kita butuh cepat, kita harus cepat," lanjutnya.
Kalla mengklaim dirinya pemimpin nasional yang telah teruji menyelesaikan masalah-masalah bangsa yang pelik, mulai penyelesaian konflik sosial di Poso dan Ambon, separatisme di Aceh, dan krisis keuangan global. "Saat bangsa terpecah belah, anak bangsa saling membunuh, alhamdulillah saya dan Golkar berhasil menyelesaikannya," katanya disambut tepuk tangan riuh ribuan kadernya.
Dalam acara tersebut, kader-kader Golkar se-Provinsi Lampung memang mendaulat Jusuf Kalla sebagai calon presiden Partai Golkar. Kalla dinilai model pemimpin yang mampu membuat partai tetap solid, menyatukan kader-kader yang berbeda kepentingan, teruji memimpin bangsa dalam kondisi sulit, serta memiliki kemampuan membawa bangsa ke arah yang lebih baik "Tidak bisa ditawar lagi, JK sebagai presiden 2009-2014 adalah harga mati," tegas Ketua DPD I Golkar Lampung Alzier Dianis Thabrani.
Ajak Jihad Lawan Korupsi
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menegaskan komitmennya untuk memerangi korupsi. Dia juga meminta semua jajaran pejabat negara, baik di pemerintahan, legislatif, maupun yudikatif, tidak menyalahgunakan kekuasaan.
"Saya mengajak jihad melawan korupsi. Mari kita mencari rezeki yang halal. Bagi yang punya kekuasaan, di lembaga pemerintah, legislatif, yudikatif, jangan menyalahgunakan kekuasaan, melanggar aturan, melakukan bisnis ke wilayah-wilayah itu. Itu bikin negara kita gelap," kata presiden ketika meresmikan Kantor Majelis Tafsir Alquran (MTA) di Solo kemarin (8/3).
Acara itu dihadiri belasan ribu jamaah MTA. Turut hadir Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu.
SBY mengatakan, rakyat akan bisa menilai jika pejabat melakukan praktik korupsi. "Rakyat tahu siapa-siapa yang tidak bisa meninggalkan kebiasaan mencari rezeki tidak halal, melanggar aturan, menggunakan kekuasaannya. Saya minta KPK menindak dengan tegas dan adil kepada siapa pun," kata presiden.
Dia menambahkan, uang negara yang dikorupsi seharusnya bisa digunakan untuk menyejahterakan rakyat. "Kalau korupsi makin kita hilangkan, uang yang dikorupsi sesungguhnya bisa untuk membangun, meningkatkan pendidikan, kesehatan, mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan membangun apa saja untuk kepentingan rakyat kita," ujarnya.
SBY juga menekankan pentingnya kemandirian bangsa. Presiden mengklaim hal tersebut sudah dilakukan dalam lima tahun pemerintahan saat ini. Presiden mengatakan, saat ini penerimaan pajak sudah naik tajam dan total utang menurun. Seakan menyindir pemerintahan sebelumnya, SBY menyatakan bahwa pemerintahan saat ini juga sudah tidak mengandalkan penjualan aset negara untuk membiayai anggaran.
"Tidak perlu kita menjual aset lagi untuk membiayai pembangunan. Anak cucu dapat apa kalau kita terus menjual aset. Kita harus meningkatkan penerimaan," kata SBY.
SBY kemarin juga mengajak masyarakat untuk tidak tenggelam dalam pemikiran syirik dan takhayul. Ajakan presiden itu merespons ungkapan Ketua MTA Ahmad Sukino yang menyesalkan sikap masyarakat yang banyak memercayai dukun cilik Ponari di Jombang, Jawa Timur.
"Janganlah bangsa Indonesia tenggelam dalam syirik dan takhayul. Bangsa yang dalam pikiran dan perilakunya tenggelam dalam hal-hal seperti itu tidak akan tumbuh menjadi bangsa yang rasional dan cerdas," kata SBY. (noe/sof/tof)