Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
jadi masalahnya krn nabi terakhir?
brarti Muhammad itu sebenarnya termasuk nabi atau ngga menurut agama Katholik? karena dia tidak ada di kitab manapun kan?
mohon penjelasannya..
/hmm
nabi adalah orang yang diutus Tuhan untuk mewartakan perintahNya?
tujuannya untuk menyadarkan orang2 untuk takut akan Allah?
iya ngga sih?
tolong dijelaskan
Pertanyaan selanjutnya : Apakah Jesus itu nabi atau bukan ?
Menurut Katolik dan Protestan pada umumnya Jesus bukanlah nabi tetapi dia adalah Putra Allah yang menjadi manusia, adalah Sabda Bapa yang tunggal, yang sempurna, yang tidak ada taranya. Dalam Dia Allah mengatakan segala-galanya, dan tidak akan ada perkataan lain lagi.
Dengan perkataan lain bahwa Jesus itu adalah Allah sendiri dan juga sebagai Sabda dari Allah itu sendiri dan yang sempurna yang telah di sampaikan kepada seluruh umat manusia.
Jadi tentu saja sudah tidak diperlukan lagi nabi nabi tambahan, kan Allah sendiri sudah menyampaikanNya
Hal ini ditegaskan dengan jelas oleh santo Yohanes dari Salib dalam uraiannya mengenai Ibrani 1:1-2:
"Sejak Ia menganugerahkan kepada kita Anak-Nya, yang adalah Sabda-Nya, Allah tidak memberikan kepada kita sabda yang lain lagi. Ia sudah mengatakan segala sesuatu dalam Sabda yang satu itu... Karena yang Ia sampaikan dahulu kepada para nabi secara sepotong-sepotong, sekarang ini Ia sampaikan dengan utuh, waktu Ia memberikan kita seluruhnya yaitu Anak-Nya. Maka barang siapa sekarang ini masih ingin menanyakan kepada-Nya atau menghendaki dari-Nya penglihatan atau wahyu, ia tidak hanya bertindak tidak bijaksana, tetapi ia malahan mempermalukan Allah; karena ia tidak mengarahkan matanya hanya kepada Kristus sendiri, tetapi merindukan hal-hal lain atau hal-hal baru" (Carm. 2,22).