• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sumpah.....................

yang kano bilang juga ada benar nya..dimana KAMMA merupakan NIAT.

so, be positif thought^^.
 
"Manopubbangama dhamma
manosettha manomaya
manasa ce padutthena
bhasati va karoti va
tato nam dukkhamanveti
cakkamva vahato padam."

Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu,
pikiran adalah pemimpin,
pikiran adalah pembentuk.
Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat,
maka penderitaan akan mengikutinya,
bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya.

"Manopubbangama dhamma
manosettha manomaya
manasa ce pasannena
bhasati va karoti va
tato nam sukha manveti
chayava anapayini."

Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu,
pikiran adalah pemimpin,
pikiran adalah pembentuk.
Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni,
maka kebahagiaan akan mengikutinya,
bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya.
 
wah bung digiman...gw juga ga terlalu jelas dalam hal ini..
gw berharap ada AHLI nya yang dapat menjelaskan ketika saya membuka thread ini,,,,,,

semoga yang punya pengalaman BISA MEMBANTU.

saya bkn ahlinya loh..:P
tp menurut taoisme & Budhisme cina,kala kita bersumpah. ADA DEWA YANG MENCATAT SUMPAH KITA. Pernah lihat diklenteng/wihara?terkadang ada dewa berwujud sedang duduk dengan kiri kanan pengawal,mereka sedang memegang seperti catatan? yak,selain bertugas mencatat perilaku manusia setiap detik mereka JUGA MENCATAT SUMPAH YG DIUCAPKAN MANUSIA SETIAP WAKTU. Dikatakan bila orang tsb melanggar sumpahnya, mereka sanggup mempercepat terjadinya karma buruk orang yg bersangkutan.

kl anak kecil yg mengucap? mereka tidak mengerti sehingga mengucap dengan kepolosan jg tdk mengucap dgn kesadarannya shg Apakah sumpah tsb dihitung atau dilewatkan, itu dewanya yg menilai
 
Berbicara mengenai sumpah. Ada banyak macamnya sih. Jadi tidak bisa pukul rata semuanya menjadi satu sumpah.

Maksudku seperti ini. Negucapkan kata-kata makian, sering disebut dengan mengucapkan sumpah serapah. Menyumpahi orang lain. Gw sumpahin loe jadi miskin selamanya, seperti itu deh....

Kemudian, ada lagi sumpah yang diucapkan karena kesewenang-wenangan, misalnya. Maling Kundang yang disumpahi ibunya jadi batu.... Kalo ini bisa juga disamakan dengan 'dikutuk'.

Terus ada lagi sumpah untuk suatu tekad. Misalnya sumpah yang paling terkenal di sejarah perjalanan negri yang namanya Indonesia ini, Sumpah Palapa Mahapatih Gajah Mada.

Terus, kalau seperti yang ditulis sdr. Marcedes, tentang bapak yang bersumpah akan rela dikurangi umurnya kalau anaknya kena narkoba lagi. Sepertinya lebih tepat itu disebut 'Nazar' sebuah janji yang diucapkan dengan sungguh-sungguh.

Karena contoh yang ditampilkan bersifat pengalaman pribadi, maka saya juga beri contoh dengan pengalaman pribadi. Waktu abang saya istrinya hendak melahirkan anak pertamanya. Ternyata posisi bayi terbalik. Sehingga sulit untuk dilahirkan secara normal. Abang saya sudah berkeras untuk memintah bedah pada dokter. Tapi karena ini kejadian yang sudah sangat lama, dimana bedah untuk melahirkan belum lajim. Dokter menyarankan untuk bersabar. Dan abang saya mengucapkan nazar, dengan menghadap langit sebagai saksi, bahwa bila anaknya bisa dilahirkan dengan selamat, maka dia akan 'ngasih makan anak yatim'.

Keponakan saya, dengan nama Desy Husein Lubis, lahir normal dan kakak ipar saya juga sehat tak kurang suatu apapun. Abang saya beli sekitar 5 karung (goni) beras, mengantarnya dengan Pick Up (merek pick upnya lupa, hehehehe) ke panti asuhan terdekat.

Jadi, untuk menilai sebuah sumpah.... tidak bisa pukul rata. Ada banyak hal yang mendorong orang melakukan sumpah. Mau itu sumpah serapah, kutuk mengutuk, sumpah palapa, atau nazar....

Tergantung niat dari sumpah itu sendiri. Kalau baik niatnya, baiklah hasilnya. Kalau buruk niatnya yah buruk juga hasilnya.

Kadang-kadang ada juga loh sumpah serapah yang bisa menyadarkan orang. Ibu-ibu biasanya paling demen pake metode ini. "Dasar anak tak tahu diri, bukannya belajar malah mencuri..." dengan sumpah serapah ibunya itu, si anak bisa saja sadar bahwa bapaknya yang tukang beca susah payah cari nafkah, malah dinistakan olehnya dengan mencuri.

Kira-kira demikian, semoga bisa dimengerti....
 
yak, asal jgn bersumpah dengan berkaul dgn yg diatas. truz gak ditepatin..
stiap sumpah janji pst ada yg mencatat low
 
coba baca-baca...ada hubungan nya loh dengan sumpah seperti cerita sy.

74. Membagikan jasa
"Apakah ada kemungkinan bagi keluarga yang telah meninggal
untuk ikut
menerima jasa dari suatu perbuatan baik?"
"Tidak. Hanya mereka yang dilahirkan sebagai setan kelaparan
yang makanannya
adalah perbuatan baik orang lainlah yang dapat ikut menerima
jasa. Mereka
yang dilahirkan di neraka, surga, terlahir sebagai binatang,
setan kelaparan
yang makanannya muntahan, atau setan kelaparan yang dipenuhi
oleh ketamakan,
tidak akan mendapatkan manfaat."
"Kalau begitu, persembahan dalam kasus-kasus itu tidak ada
gunanya, karena
mereka yang diberi tidak mendapat manfaat."
"Tidak demikian, O Baginda raja. Persembahan-persembahan itu
bukannya tidak berguna atau tidak berbuah, karena si pemberi
sendiri
mendapat manfaat darinya."
"Yakinkanlah saya dengan alasan."
"Bila beberapa orang telah menyiapkan hidangan dan mengunjungi
sanak
saudaranya tetapi sanak-saudara mereka itu tidak menerima
pemberian itu,
apakah pemberian tersebut menjadi sia-sia?"
"Tidak, Yang Mulia, si pemilik sendiri dapat memakannya."
"Demikian juga, O raja, si pemberi persembahan mendapatkan
manfaat dari
persembahan dana tersebut."
"Kalau begitu, apakah juga mungkin membagikan ketidakbajikan?"
"Ini bukanlah pcrtanyaan yang patut ditanyakan, O Baginda raja.
Anda
kemudian akan bertanya kepada saya mengapa ruang angkasa tidak
berbatas dan
mengapa manusia dan burung mempunyai dua kaki sedangkan rusa
mcmpunyai empat!"
"Saya tidak bertanya seperti itu untuk menjengkelkan Bhante,
tetapi banyak
orang di dunia ini yang tersesat (berpikiran jahat, memiliki
pandangan
salah) atau tidak dapat melihat (bodoh).'
"Meskipun suatu tanaman dapat menjadi masak dalam air tangki,
tetapi tidak
mungkin dalam air laut. Perbuatan jahat tidak dapat dibagikan
kepada siapa
yang tidak melakukannya dan tidak menyetujuinya. Orang
mengalirkan air
dengan menggunakan pipa-pipa air tetapi mereka tidak dapat
mengalirkan batu
yang padat dengan cara yang sama. Kebatilan atau ketidakbajikan
adalah
sesuatu yang jahat, sedangkan kebajikan adalah
sesuatu yang sangat hebat."
"Berikanlah penjelasan.".
"Jika setetes air jatuh ke tanah, apakah air itu dapat mengalir
sepanjang 50
atau 60 kilometer?."
"Tentu saja tidak, Bhante. Titik air itu hanya akan
mcmpengaruhi tanah di
mana ia jatuh."
"Mengapa demikian?"
"Karena sifat sedikitnya."
"Demikian juga, O Baginda raja, kebatilan adalah sesuatu yang
jahat dan
karena sifat sedikitnya, ia hanya dapat mempengaruhi si pelaku
dan tidak
dapat dibagikan. Tetapi jika ada hujan badai yang sangat hebat,
apakah
airnya akan sampai ke mana-mana?"
"Tentu saja, Bhante, bahkan bisa sejauh 50 atau 60 kilometer."
"Demikian juga, O raja, kebajikan adalah sesuatu yang hebat dan
karena sifat
melimpahnya; ia dapat dibagikan baik kepada manusia maupun
dewa."
"Bhante Nagasena, mengapakah kebatilan begitu terbatas
sifatnya, sedangkan
kebajikan dapat menjangkau lebih jauh?"
"Siapa pun, O Baginda raja, yang memberikan persembahan,
menjalankan sila
dan melakukan Uposatha, ia akan merasa gembira dan berada dalam
ketenangan.
Karena ketenangannya maka kebaikannya bahkan menjadi semakin
melimpah.
Seperti kolam air yang dalam dan jernih, segera setelah air
mengalir keluar di salah satu sisinya, tempat itu akan terisi
penuh lagi
dari segala arah. Demikian juga, O raja, jika seseorang akan
mengirimkan
kebajikan yang telah dilakukannya kepada orang lain, bahkan
selama 100 tahun
kebaikannya akan semakin bertumbuh. Itulah sebabnya mengapa
kebajikan itu
begitu hebat. Tetapi dengan perbuatan jahat, O Baginda
raja, orang akan dipenuhi oleh rasa penyesalan dan pikirannya
tidak akan
dapat terlepas darinya. Dia merasa tertekan dan tidak
mendapatkan
ketenangan, lalu karena merasa putus asa dia menjadi sia-sia.
Seperti
halnya, O raja, setetes air yang jatuh di sungai yang kering
tidak akan
dapat menambah isinya dan malahan akan langsung tertelan di
titik jatuhnya.
Inilah sebabnya ketidakbajikan sangat jahat dan mempunyai sifat
sedikit."
 
Perbuatan jahat tidak dapat dibagikan
kepada siapa
yang tidak melakukannya dan tidak menyetujuinya.

petikan kalimat dari Nagasena diatas lebih berkonotasi pd "nyumpahin orang lain" atau melimpahkan perbuatan jahat kpd org lain.alias ngutuk. kmudian kutukan "tdk akan sampai kpd org yg tidak melakukannnya". Mksd tidak melakukan diatas adalah tdk melakukan karma buruk.
Dlm artian sederhana. kutukan gak akan kena org yg berpahala.krn ia memang tdk melakukan karma buruk
 
wew..


klo q bilang c gpp..



solae kn dy ms kcil..



blm tw apa2..


klo ud gede kn ud ngerti..


para budha pasti bisa memaklumi..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.